RAMEN ANYM: RAkyat MENcintai Abdi Negara Yang Melayani 6
Senin, 9 Nov '09 01:09
RAMEN ANYM adalah satu gerakan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk mencapai kesadaran publik akan pentingnya kontrol sosial terhadap efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan publik secara khusus, dan penyelenggaraan tatanan kenegaraan Republik Indonesia pada umumnya.
Gerakan ini didasari pada kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan publik dan kinerja para penyelanggara negara Republik Indonesia. Sangat disayangkan bahwa kekecewaan masyarakat yang terus menumpuk ini harus berujung pada apatisme atau pesimisme terhadap kinerja aparat negara.
Banyak kisah nyata yang kita alami bersama di mana kita dikecewakan oleh kinerja aparat negara. Ada kisah masyarakat yang harus mengalami antrian panjang di bandar udara karena petugas imigrasi yang tidak bekerja maksimal; kisah seseorang yang ingin mengurus kartu tanda penduduk namun tidak bisa karena sang petugas sudah pulang sebelum berakhirnya jam kerja; atau mereka yang dimintakan “biaya administrasi sukarela” oleh petugas-petugas terkait selama pengurusan dokumen-dokumen di instansi pemerintahan.
Lalu apakah masyarakat berhak menuntut perbaikan terhadap pelayanan publik yang selama ini dirasa bermasalah? Jelas ya! Mengapa? Gaji aparat negara berasal dari anggaran negara, yang sumbernya adalah pajak yang dibayarkan oleh kita, masyarakat.
Dari sekian banyak kasus kekecewaan terhadap pelayanan publik, tentu ada di antara masyarakat yang berani menyuarakan kekecewaannya dan menegur petugas terkait. Namun sayangnya, hal tersebut dilakukan oleh minoritas masyarakat. Kalau seseorang membuang sampah sembarangan di suatu tempat di mana masyarakatnya tidak peduli mengenai kebersihan lingkungan, tentu orang tersebut tidak akan sadar akan kesalahannya. Tetapi, kalau orang tersebut membuang sampah sembarangan di tengah-tengah masyarakat yang memiliki pandangan hidup bahwa tidak boleh buang sampah sembarangan, tentu saja akan ada kontrol sosial (misalnya tatapan mata tajam dari orang-orang di sekitar) yang menimbulkan rasa segan untuk membuang sampah sembarangan.
Inilah yang perlu menjadi pergerakan kita bersama, yaitu menyadarkan diri sendiri dan sekitar kita untuk tidak tinggal diam menghadapi para aparat negara yang bekerja tidak maksimal.
Gerakan ini tidak mengarahkan pandangan ke para abdi negara untuk mengkritisi kinerja mereka. Sebaliknya, gerakan ini berkomunikasi dengan masyarakat luas guna membekali mereka dengan satu cara pandang untuk mereka mengkritisi kinerja para pejabat negara yang digaji menggunakan uang rakyat. Dengan demikian, di masa depan nanti bukanlah hanya pengamat, LSM dan akademisi yang dengan kritis menilai kinerja aparat negara, tetapi rakyat juga lah yang akan menilai.
Presiden Barack Obama dari Amerika Serikat berhasil menggalang suara publik untuk mendukung beliau karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap dunia politik dan ketatanegaraan Amerika Serikat, kemudian Presiden Obama menawarkan perubahan-perubahan kontekstual yang akan diperjuangkan saat menjabat sebagai Presiden. Gerakan RAMEN ANYM tidak menawarkan satu figur yang dapat membawa perubahan. Tapi sebaliknya, gerakan ini menyerap kekecewaan masyarakat Indonesia, kemudian menyadarkan mereka bahwa perubahan di negara Indonesia dapat diwujudkan oleh masyarakat itu sendiri.
Dalam berbagai aspek kehidupan, keadilan adalah penting. Rakyat sudah memenuhi berbagai kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, salah satunya adalah dengan membayar pajak. Sudah sepantasnya lah rakyat mendapatkan yang terbaik dari pajak yang dibayarkan.
Tag: DPR, rakyat, presiden, polisi, pegawai negeri, MPR, jaksa, abdi negara, mencintai, melayani
Terkait:
-
Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas
Senin, 12 Okt '09 11:01 -
KPK Harus Tangkap Koruptor Bank Century
Senin, 8 Mar '10 21:55 -
Menanti Demo Petisi 28
Senin, 25 Jan '10 14:43
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
boiga: Bagus
-
Simson Mulia: Inspiratif
-
ndableg: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
menurut Boiga, bagaimana kah supaya efeknya tidak kontra produktif?
Mungkin Boiga dapat membantu utk membuat kemasan ide ini menjadi menarik dan lebih menjual? harap maklum, penulis artikel ini bukan lulusan ilmu komunikasi, atau ilmu pemasaran.
Kalau diamati, pola ini kok kaya lingkaran setan antara imbalan/honor, melayani, benefit buat rakyat, bayar pajak. Sepertinya bocornya yang ngak ketulungan.
BTW, walau ngejanya susah gerakan ini mudah-mudahan dapat merubah, walaupun secara teori evolusi, biasanya memakan waktu yang lama.
Simson
Silahkan login untuk memberikan pendapat