Beijing, Shanghai & Jakarta 18
Selasa, 10 Nov '09 10:36
Kebetulan akhir bulan saya diajak jalan-jalan ke Beijing & Shanghai.
Pas malamnya wow ... "banner" (papan nama) hotel dan perkantoran nampak menyala meriah. Kalau di Beijing warnanya seragam semua dengan "lampu" merah menyala. Sedangkan Shanghai ada warna kuning selain merah.
Ada teman bilang, "wah energi (listrik) di China luar biasa ya ..."
* sayang saya kelupaan buat foto-foto
Pas pulang ke Tangerang, beberapa hari kemudian listrik mati dari jam 5 pagi sampai jam 7 malam.
Selain energi yang luar biasa ini, di Kota Beijing :
1. hampir tidak ada pedagang kaki lima,
2. jalanan lumayan bersih dengan pohon-pohon yang rindang dan rapi, tidak kalah kayak di Eropa atau Amerika (kalau lihat di film-film)
3. bis banyak amat, namun semua berjalan dengan rapi (ruar biasa)
* jadi ingat di pojokan Monas, tempat para tunawisma 'hang out'
Dalam hal kemiskinan sih sama, di Shanghai (Nanjing Street) saya me lihat beberapa pemulung men cari-cari botol minuman (beberapa pemulung berbaju rapi ).
* sayang saya kehabisan memori buat foto-foto
Mengapa ya, Jakarta 'kalah' dengan Beijing?
Tag: jakarta, Beijing, china, shanghai
Terkait:
-
Menghadapi Pasar Bebas AFTA dan AC-FTA
Jumat, 12 Feb '10 20:41 -
Pendukung MEGAPRO tidak Merakyat
Selasa, 2 Jun '09 13:26 -
Ide Sederhana Tentang Wacana Pembatasan Kendaraan Pribadi
Jumat, 3 Apr '09 00:05



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Three Gorges Dam
[ http://en.wikiped…wer_in_China ]
Ya.
Menurut JK waktu dulu jalan2 'studi banding' ke china sebagai wapres, Indonesia tidak memiliki situs yang bisa dibangun dam sebesar three gorges dam.
Hasil dari jalan-jalan itu adalah: menambah utang ke china untuk proyek 10ribu megawatt.
Soal nuklir, kita dari tahun 70an ndak bisa bisa bikin 1 pltn aja, bagaimana mungkin bisa mengharapkan semaju china?
--------------------
jawaban ke 3 olimpiade beijing.
"Mengapa ya, Jakarta 'kalah' dengan Beijing?"
Anda bersedia hidup di bawah pemerintahan yang otoriter?
Ada kenalan yang pernah cerita, jaman tahun 70-80an, bahan makanan dijatah, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dalam satu rumah. Dia bilang, tidak pernah merasa kenyang, meski juga tidak pernah kelaparan. Waktu itupun, tidak ada gelandangan atau pengemis. Orang yang menganggur diberi pekerjaan oleh pemerintah, dan digaji negara. Yang bercerita ini tidak tinggal di kota besar daerah pantai timur, ia tinggal di daerah tengah, jauh dari pantai.
Rasanya dulu pernah baca entah di mana, ada tokoh pemerintahan China yang bilang: Amerika boleh saja koar2 soal demokrasi, karena mereka tidak harus memberi makan 1 milyar rakyat (waktu itu jumlah penduduk China sekitar 1 milyar jiwa).
contonhnya mereka takut tinggal di bawah sutet. padahal ada saudaraku tinggal di bawah sutet dan sehat-sehat aja begitu juga warga sekampungnya.
Jelang Olimpiade, Beijing Bersihkan Gepeng
-------------
jangan-jangan anda datang ke sana pas deket event olimpiade ??
Kapitalisme adalah eksploitasi seorang manusia terhadap manusia lainnya.
Komunisme adalah persis sebaliknya.
akusuka: ente baca tulisan gw lagi deh, ada enggak hubungan totaliter maupun tidak totaliter dengan keberhasilan Beijing?
Lho, justru saya berusaha memberikan penjelasan pada Anda, salah satu faktor mengapa Jakarta 'kalah' dari Beijing (pertanyaan Anda), ya karena pemerintahan China totaliter (semoga Anda sempat baca cerita saya yang agak panjang itu).
Kemudian saya tanya, bersedia nggak Anda hidup dengan pemerintahan seperti itu? (biar Jakarta 'nggak kalah' dengan Beijing)
1. saya bersedia hidup di eropa (Paris) atau Amerika (Kentucky)?
2. apakah Pemerintah di AS / Eropa totaliter?
Beijing sama Jakarta "umur" kelahiran hampir sama, kok bisa Beijing sama dengan Kota Paris / Kentucky ... mengerti enggak kamsud saya?
Saya cuma berusaha menjawab pertanyaan Anda kok, dan pertanyaan Anda: "Mengapa ya, Jakarta 'kalah' dengan Beijing?" Nggak menyinggung soal Kentucky atau Paris tuh.
Secara umum saya melihat problem yang dihadapi pemerintah China dan Indonesia pada awal berdirinya (saya asumsikan pemerintah China mulai tahun 1949) hampir sama: wilayah luas, jumlah rakyat besar, dan hampir semuanya miskin. Sejauh yang saya tahu, mereka mencoba mengatasi ini dengan bersikap keras dan tegas, hak pribadi diminimalisir, semuanya diberi secara merata. Dan sepertinya, sekarang mereka mulai bisa memetik hasilnya. Hak pribadi mulai diperluas sedikit demi sedikit.
Anda mencoba membandingkannya sekarang (Jakarta dan Beijing). Saya mencoba menceritakan apa yang saya tahu, seperti saya jelaskan kemarin dan barusan di paragraf di atas. Lantas saya tanya, apakah Anda bersedia hidup di bawah pemerintahan totaliter?
Jika kemudian Anda mencoba melebarkan masalah dengan menyebut entitas baru: Kentucky dan Paris, saya malah semakin bingung, poin apa yang mau Anda sampaikan, atau tanyakan. Jelas2 latar belakang Paris (Prancis) dan Kentucky (Amrik) berbeda dengan Beijing, atau Jakarta.
Dan tolong, bisakah nada tulis (nada bicara) Anda diturunkan sedikit?
akusuka: saya tidak melebarkan masalah, coba saudara baca kembali tulisan di atas, dari awal saya sebut beijing spt (kota) eropa dan amerika.
* nada sudah saya turunkan
akusuka: kayaknya jawab pertanyaan ini gak penting/urgent, spt pertanyaan yang saya ajukan kepada diri saya sendiri: apakah saya bersedia hidup di paris/kentucky?
"saya tidak melebarkan masalah, coba saudara baca kembali tulisan di atas, dari awal saya sebut beijing spt (kota) eropa dan amerika."
Apakah ini yang dimaksud:
"jalanan lumayan bersih dengan pohon-pohon yang rindang dan rapi, tidak kalah kayak di Eropa atau Amerika (kalau lihat di film-film)"?
Wah maaf saja Bung, saya tidak menangkap kalimat itu sebagai usaha Anda membandingkan Beijing dan Eropa atau Amerika. Saya lihat judul, dan isi secara umum, dan di situ Anda konsisten membandingkan Beijing (dan Shanghai) dengan Jakarta.
Ini penjelasan terakhir saya di thread ini, saya ogah kalo jadi debat kusir nggak jelas ujung pangkalnya. Maaf..
intinya tidak ada hubungan totaliter dengan keberhasilan suatu kota/negara.
- China Totaliter, Beijing modern dan rapi
- Amrik tidak Totaliter, New York dsb modern dan rapi
Kenapa Beijing bisa modern dan rapi spt kota (negara) maju?
Karena yang mereka membangun dengan sepenuh hati .... tidak setengah hati atau malah tidak pakai hati ...
Jakarta (Indonesia)? Silahkan pembaca jawab sendiri ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat