Dan Ketika Tuhan Tak Pernah Tidur..... 56

Selasa, 10 Nov '09 17:08

Hari ini saya banyak PR, masih ada pekerjaan yang diajukan sohib-sohib di Politikana yang belum bisa kejawab. Memang mengurai korelasi kisruh Cicak Vs. Buaya dengan faktor "X" dalam makalah saya, masih dalam proses pelacakan, berharap sohib-sohib bisa sabar :).

Masih di kampus, jam istirahat [1:00, siang, waktu Qom], langkah kaki menuju warnet. bla.... bla.... buka laptop, buka www.detik.com dan www.vivanews.com mendadak sontak dan lemas badan saya. Satu Judul berita headlines tertulis, Antasari: Tuhan Tak Pernah Tidur, Kebenaran Mulai Terungkap. Ada apa..?.

Ternyata, mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Williardi Wizard menyatakan kasus Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, merupakan rekayasa. Nah loh....

Ceritanya.... dengan suara bergetar menahan emosi, Wiliardi menyatakan dirinya seusai didatangi Direskrim Polda Metro Jaya lalu dibacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sigit Haryo Wibisono. "Direskrim menyatakan samakan saja BAP-nya (Wiliardi Wizard) dengan Sigit Haryo Wibisono," katanya.

Dengan penuh keberanian Wiliardi sebuat nama petinggi Polri Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan. Karena menekan kontrak inilah Wiliardi Wizard  menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasruddin Zulkarnaen.

Kemudian, kata dia, BAP dirinya itu ditayangkan di stasiun televisi swasta hingga dirinya mempertanyakan kepada Direskrim Polda Metro Jaya melalui pesan singkat (SMS) yang memprotes isi BAP tersebut. "Karena saya tidak pernah memberikan keterangan seperti itu kepada Direskrim," katanya.

Mendengar keterangan Wiliardi, Antasari Teriak Allahu Akbar. Antasari lemas..

Sampai sini drama Antasari menceritakan betapa bobroknya moral para pemimpin kita. Bobroknya sistem perundangan dan kepolisian kita. Saya yakin.... moral pemimpin seperti inilah yang membuat bangsa kita dikuasai mafia peradilan.

Entah dengan cara apa, jika saat nanti anak dan cucu kita minta di ceritakan tentang kehebatan sang pahlawan kepolisian!!.

 

*Gambar dari detik


Tag: antasari, Cicak, buaya, godzilla

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    conscientizacao 0 0
    Kesaksian Williardi: Kasus Ini Diskenariokan Untuk Jerat Antasari http://bit.ly/2g00bw
    Smart 0 0
    Wakakakaka anda lemas saya malah terkejut. Kayanya polisi lagi mati gaya sekarang ya??
    Casper 0 0
    Kasus2 pengkriminalan pimpinan KPK serba tdk wajar. Cinta segi 3 lantas bawa sebatalion tentara bayaran buat eksekusi. Ya Allah, ampun deh... Cerita power ranger aja ga sekonyol ini.
    Olas 0 0
    conscientizacao: Yup lagi saya nambah link neh...

    Smart: Entahlah.... macam apa kepolisian kita ini..?
    Olas 0 0
    Casper: Semoga Allah mengampuni kita semua
    conscientizacao 0 0
    Saya tidak tahu, apa keuntungan POLRI bikin rekayasa kayak begitu (kalau betulan ada)... Mosok hanya karena dendam ke KPK?

    Rasa-rasanya ini atas instruksi...
    *Harmoko Mode: ON*
    cynical 0 0
    duit...duiiiiiiiiiiiiiiiiit jreng (rhoma mode on)
    Olas 0 0
    conscientizacao: Masih belum bisa berkata-kata menyaksikan keangunan ibu pertiwi diperkosa anak-anak sendiri dibalik jubah kepahlawanan sejati
    Casper 0 0
    conscientizacao:
    Kabarnya bisnis gelap oknum Polri itu banyak bgt ... dari backing, 'pembiaran', dll. Kabarnya juga, semua 'setor' ke atas. Klo diselidik KPK, wuih....bahaya.
    Olas 0 0
    Casper: "Klo diselidik KPK, wuih....bahaya." Dengan dalih itulah maka cicak menjadi pesakitan. Maka.... bubarkan mafia peradilan..!!
    conscientizacao 0 0
    Kali ini, akan adakah perang opini dari punggawa buaya? Apa kira-kira tanggapan SBY? Bagaimana dengan Hakim-nya ya?

    Olas: Maka.... bubarkan mafia peradilan..!!

    Bubarkan? Seret ke tiang gantungan!! : p
    Olas 0 0
    conscientizacao: Setuju.... !
    NOS 2 suka | 0
    Sedari awal yg menjadi pertanyaan mendasar: Antasari melaporkan langsung ke Kapolri bahwa ia diteror Nasrudin. Lalu Kapolri membentuk tim yg diketuai Kapolres Jaksel Kombes Chaerul Anwar. Tim pernah memergoki Nasrudin dan Rani di sebuah hotel di Kendari. Awalnya tim mau menjerat keduanya dengan pasal asusila, tapi Nasrudin dpt menunjukkan surat nikah. Tim tak terdengar lagi kiprahnya sampai Peb 09. Lalu tiba2 Nasrudin terbunuh 14 Maret 09.

    Lalu, apakah mungkin Antasari kemudian jadi otak pembunuh Nasrudin, padahal ia sebelumnya lapor ke Polri ttg masalah dia dengan Nasrudin? Ini ibarat mau membunuh tapi lapor dulu ke polisi.

    Mungkinkah laporan Antasari ttg perselisihannya dgn Nasrudin justru "dimanfaatkan" oleh pihak lain dengan membunuh Nasrudin lalu Antasari dikambinghitamkan?
    Olas 0 0
    NOS: Tulisan NOS tambah mempertegas jika polisi memang BUAYA sejati..
    Casper 0 0
    Olas:
    Polisinya sih,.. bikin skenario kok njiplak sinetron lokal,.. ya gampang ketahuan. Klo yg bikin kisah matt damon, mungkin ceritanya bakal lain...

    Tapi lumayanlah, .. paling nggak cinta segitiga, bukan rebutan warisan..: D : ))
    rianty 0 0
    mudah2an bener.. ni orang (Willly) sadar kali kalo duit haram korupsi gak bakalan bisa bikin tenang. pasti abis gak jelas n keluarga ancur.

    kalo dia sumpah bawa2 nama anaknya, bisa dipercaya. kalo atas nama tuhan gue gak percaya karena sudah lama tuhan dinihilkan oleh polisi.

    tayangannya di SCTV.. http://www.youtub…=7RpT7-UKIhs
    liat gimana antasari kaget terharu.
    wongcilik 0 0
    tuh buaya pd kebanyakan nonton pelem india, jd coba2 meniru.
    Veuillez entrer 0 0
    conscientizacao: bung mungkin ada motif dendam juga, awalnya untuk mematikan KPK cuman karena Susno tersangkut juga masalah Bibit+Candara, polisi jadi kelimpungan juga,

    tetapi sy pernah denger dari mulut teman saya yg polisi, memang di kepolisian negeri ini, barang bukti bisa "diadakan" dan bisa menunjuk tersangka secara gampang dengan laporan BAP yg dibuat2 atas nama kegesitan kerja, agar keluarga si korban lega, aneh kn?
    yusro 0 0
    Jadi ingat kata-kata kapolri dalam banyak kesempatan: Polri profesional, Polri proporsional : )
    5150 0 0
    kalopun kasus antasari dikondisikan, yang jadi pertanyaan saya kenapa tiba2 wiliardi menjadi berubah arah? Apakah dia melakukan deal2 dengan seseorang/kelompok sehingga dia menjadi berani?
    ferryf 0 0
    entah apa yg terjadi di tubuh polri..
    lihat saja di kpk, kalo mau dilihat yg paling menonjol dalam kasus itu justru yg dari polri. ada ade, ada bambang w, ada bibit.
    adakah perseteruan internal dalam rebutan jabatan?
    anti-fenomena 0 0
    Buaya puas, cicak lemas
    Elang Merah 0 0
    Nah sekarang kudu lebih ati-ati ama polisi di jalan. Mereka akan lebih buas dalam menggelar razia sim dan stnk. Apalagi terhadap orang yg pake pita hitam atau baju hitam : )
    BD cafe 0 0
    Hukum adu domba memang efektif dan efisien dalam memberantas para bedebah ini dari ranah hukum tanah air. Teruslah berkelahi dan teruslah saling membuka kebobrokan diri masing-masing, semakin banyak yg terkuak, semakin cepat proses likuidasi para bedebah ini.
    BMH 0 0
    Hmmm, apakah setelah ini Wiliardi akan "dihilangkan"? Seperti halnya Rani yang sejak kasus ini mencuat tak tentu rimbanya, juga Yulianto yang misterius?
    Rahmansuhari 0 0
    E ladalah, rakyat kecil benar-benar dikibuli abis.
    Ali_Baros 0 0
    MEREKA di sekitar Antasari..Yasin...Bibit...dan Chandra......apa kebetulan..?

    1.Jeniver Girsang ..... Koord.Pengacara/Advocat
    2.Jasman Simanjuntak .... Kep Pusat Penerangan Huk Kejaksaan
    3.Trimedya Panjaitan..... Komisi II DPR
    4.Abdul Hakim Ritonga ..... Jampidum(pd kasus antasari, kini waki kejaksaan Agung??)
    5.Cirus Sinaga ..... Jaksa Penuntut Umum
    6.Tumpak H Pangabean...Plt Ket. KPK
    7.Bonaran Situmeang.....Pengacara Anggodo
    8.Robert Situmeang....Pengacara Anggodo
    9.Indra S Lubis..Pengacara Anggor
    10. Ruhut Sitompul...Komisi III DPR
    11. Panda Nababan.....Anngota DPR
    10.AR Ritonga.......wakajagung..pada kasus antasari Jampidum
    11.Buyung Nasution....Tim 8
    12.T Mulya Lubis........Tim 8

    Siapa Ary Mulady....?

    Apa kaitan Anggodo dan Ary Mulady..?

    Apa kaitan Ary Mulady dan Susno..?

    Kapan mereka mulai berkenalan..?
    ki baraja 0 0
    Ali_Baros maneh ngomong naon sih? lieur?
    Ali_Baros 0 0
    Sptnya ada berita yang mengkaitkan Ong Yuliana dengan narkoba, dan penyelidikan keterlibatan Nasrudin dan Rani dengan narkoba..?

    Dan Anggodo juga katanya akan memberikan "Duren" (narkoba) spesial kepada Mr X...


    Dan Ong Juliana kok nggak pernah di ekspos..? ada apa..?
    Ali_Baros 0 0
    Jhonny Nelson Simanjuntak....Komisioner Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM...
    ....
    Hotma dan Ari Yusuf (pengacara Antasari)..diterima Komisioner Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM Jhonny Nelson Simanjuntak. Pertemuan berlangsunng terbuka (detiknews)
    eda 0 0
    klo saja kesksian williardi itu benar, berarti memang sengaja ada gerakan untuk mematikan KPK....

    krn 3 pimpinan KPK sedang terjerat kasus hukum..
    Ali_Baros 0 0
    Dan perintah untuk membunuh itu dari siapa..?..
    Ali_Baros 0 0
    Neta S Pane..Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW)
    Ketiga penyidik Kepolisian RI yang namanya disebut oleh Wiliardi Wizar dalam persidangan kemarin sebaiknya harus segera dijadikan saksi, dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

    Demikian dikatakan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi okezone
    Harlan Eryandi 0 0
    Olas: smoga saja proses hukum di pengadilan itu tidak lg direcoki oknum/mafia peradilan.
    Ali_Baros 0 0
    Haposan Hutagalung....Pengacara Anggodo

    Haposan juga mengkritik Tim 8 yang dia nilai terlalu menuntut. "Masa baru dibentuk sudah minta penangguhan penahanan terhadap Chandra dan Bibit, minta Kabareskrim dan Abdul Hakim Ritonga dinonaktifkan. Bahkan klien kami (Anggodo) yang menurut kepolisian buktinya kurang, Adnan Buyung juga minta dia ditahan," katanya
    ki baraja 0 0
    Ali_Baros: bego amat ya tu orang ? kok ngemeng kek gitu?
    MFH 0 0
    saya malah menikmati perseteruan ini...biar kita semua juga tahu dan jelas bahwa "budaya korupsi dan rekayasa" itu sebenarnya sudah mendarah daging dalam negeri kita...selama ini semuanya kan "rahasia umum"

    dan saatnya...yang "busuk" itu mendapat batunya...minimal dia mendapat malu secara social...
    wardi 0 0
    S
    Veuillez entrer 0 0
    MFH: dan matinya kejet2 wakakkaka: ))
    wardi 0 0
    saya berdoa semoga bangsa ini kembali ke jatidirinya sebagai bangsa yang berbudi luhur dan tetap bermoralkan Pancasila ...jangan sampai larut dan senang di adu domba ....oleh .Penghianat bangsa ... dan semoga di masa-masa yang akan datang kebenaran akan menjadi senjata pamungkas bukan uang atau mentang - mentang jabatanya tinggi atau mentang-mentang temanya banyak... ..harus di menangkan kalau rakyat kecil piye ///////.atau sebaiknya REVOLUSI ..saja
    cynical 0 0
    yusro: profesional, terserah siapa yang bayarnya lebih tinggi
    proporsional, tingkat kesetian tergantung tinggi rendahnya bayaran.
    Ibnu Muslim 0 0
    "Itu (pengakuan) masih sebagian kecil dari WW," kata Apolos Djarah Bonga selaku pengacara Williardi di Markas Besar Kepolisian RI, Rabu 11 November 2009. "Ada hal lain yang dia (Williardi) akan buka."

    http://nasional.v…_bukaan_lagi
    Ibnu Muslim 0 0
    Klarifikasi Mabes Polri tentang pemeriksaan WW

    live di http://www.tvone.co.id/
    riefa_m 0 0
    memang sepertinyan diindonesia banyak obsesi untuk menjadi sutrada(tidak hanya ada di iklan star mild saja dan film2 serta sinetron2 yang semakin menjamur). bahkan saking getolnya diterapkan nya didalam dunia nyata. bagaimana luar biasanya skenario untuk para pemimpin KPK dan beberapa yang lalu banyak yang mecurigai kasus tembak menembak melawan teroris hanya bak dagelan action saja...! memang seperti liryc lagu "panggung sandiwara"
    mommyshafa 0 0
    Masyarakat mudah percaya kalau kepolisian memang 'kurang beres' karena di level bawah juga banyak 'ketidakberesan'. Dari penarikan pungli, pembuatan SIM, tilang-menilang, dsb. kepolisian banyak merekayasa. Jadi bukan tidak mungkin semua kasus KPK ini memang direkayasa juga.
    Osama Umar 0 0
    wah, (masalah rekayasa terhadap AA dapat dijadikan film detektif dan mafia nich ayo siapa mau
    Olas 0 0
    Osama Umar: Moga nt yang jadi sutradaranya bro....
    Olas 0 0
    mommyshafa: "Jadi bukan tidak mungkin semua kasus KPK ini memang direkayasa juga." Jika itu benar maka, pertanyaan.. siapakah gerangan yang merekayasa..?
    wongawampolitik 0 1 tidak suka |
    semua dikarenakan sistem yang berjalan . . .
    demokrasi = sistem korup
    wardi 0 0
    wongawampolitik;;;;System Demokrasi itu yang penting temanya banyak menang semua bisa di atur ....
    Kalau musyawarah yang benar menang ..siapa saja yang salah walaupun temanya banyak tetap salah ...jangan mentang-mentang temanya banyak
    Kalu demokrasi kurang bagus iya tetapi kita kembalikan pada pancasila kita Harus Bermusyawarah Penuh hikmat ....dalam menyelesaikan semua masalah
    wongawampolitik 0 0
    wardi:
    yah, mg pancasila bisa ngatur demokrasi dan para pengusaha di belakangnya....: D
    wardi 0 0
    Wong politik ////
    Dulu majapahit ngak pakai Demokrasi bisa jaya kan dan besar

    Tetapi Indonesia dengan konsep TRIAS POLITIKA dan DEMOKRASI apa hasilnya ....
    wongawampolitik 0 0
    wardi:
    hasilnya? pasti tau lah . . . ; ))
    wardi 0 0
    haaaa haaa.....ya udahlah kita lihat lalu kita berbuat yang baik buat semuanya ...UNIVERSAL ....
    wongawampolitik 0 0
    semoga kita bahagia dunia akhirat.......UNIVERSAL
    : D
    wardi 0 0
    wongawampolitik...

    Wong Saya itu beragama , bekerja , menikah , dan berbuat dst ...hanya demi agar bahagia dan selamat dunia dan akhirat bukan cari musuh atau masalah ...ya kan

    Silahkan login untuk memberikan pendapat