Kampanye 'Anak Ateis' 95
Jumat, 20 Nov '09 13:35
Tidak setua deklarasi HAM yang menjadi martir tatanan dunia baru yang ditoreh setelah kecamuk PD II, deklarasi universal hak-hak anak tak terasa telah 20 tahun berjalan. HAA ('Hak asasi Anak') yang kemudian oleh dunia diperingati sebagai 'hari anak Internasional' setiap tahun.
Indonesia pun, punya UU perlindungan anak sejak 2002, dalam usahanya menciptakan perdamaian dunia serta komitmennya terhadap kemanusiaan. Hal itu ditandai dengan hadirnya lembaga KPAI (yang masih mandul) dan lahirnya lembaga-lembaga swadaya masyarakat-yang konsen soal hak-hak anak pun bersemi bak jamur tumbuh di musim hujan.
Dunia hari ini pun serasa semakin maju (dalam menghargai generasi penerusnya) yang semakin membuat kental kulitas penghargaan kita kpd anak-anak.
Saya ilustrasikan hal ini, semisal promosi kemanusian di kota London. Yang di pelopori oleh sebuah LSM. Mereka yang mulai berkoar-koar mempromosikan hak-hak Anak-Ateis lebih terbuka lagi.
Entah apa pula definisi anak ateis tsb menurut mereka...
Paling tidak kepercayaan mereka akan hal itu bisa kita renungkan salah satunya dalam poster di bawah ini. Banner-baner yang memang sdh mulai mengepung kota London memasuki musim dingin ini.
Promosi ini sepertinya mencoba menghasut, alangkah baiknya dan sebaiknya pula, biarkanlah anak-anak itu tumbuh dengan alami tanpa labelisasi.
Menarik. Jika kita melihat dari sudut pandang yang terbuka dan menerima tanpa prasangka. Dunia seakan-akan semakin bertambah ragam pelanginya. Semakin banyak warna paham-paham yg bisa kita biarkan hidup seperti papan reklame yang berjajar di sepanjang jalan-jalan kota.
Dan mungkin, mungkin saja hal ini tanpa sadar telah membuat Kita semua semakin dewasa, utk benar-benar bisa menerima perbedan tanpa harus saling 'timpuk batu'.
Yah...begitulah, dan pertanyaannya saya adalah, apakah hal ini juga bisa dipromosikan di sini?
*selamat hari anak sejagad buat warga yg punya anak juga keponakan. ini cuma ingin berbagi saja dan saya bukan sedang promosi ateis. tolong jangan direvresi..apalagi sampe dikirimi surat panggilan ke Trunojoyo,..:P
Tag: Sosial, HAM, hak anak, atheis, godless
Terkait:
-
Demokrasi Milik Siapa: Kembalinya Demos dalam Demokrasi
Kamis, 18 Mar '10 12:13 -
Etanol dan Kelaparan Itu
Kamis, 18 Mar '10 09:42 -
Relativisme dan Penodaan Agama [copas]
Rabu, 17 Mar '10 14:34
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
conscientizacao: Penting
-
hamatamu: Penting
-
5150: Penting
-
LCFR: Penting
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
ki baraja: Menarik
-
Smart: Menarik
-
ndableg: Menarik
-
boiga: Menarik
-
Wonggantenk: Lucu
-
Pena Budaya: Inspiratif
-
chamberlain: Penting


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Itu kampanyenya bunyinya agnostic.....
Yeah, atheisme itu bukannya menyatakan bahwa tidak ada Tuhan sama sekali?
probably, what they have been promoting so far..is step by step, agnostic first, and then....
*just want to balance..
saya cuma bagi aja, ternyata ada juga orang di sono, yg nyibukin diri kampanye macem beginian..
So I dub the unforgiven
(Lho, koq jadi Metallica ya?)
tapi gimana kalo mrk itu ga percaya ada akherat?
*bingung sampe mampus
http://klewang.mu…m/40#photo=9
Last panel.
*salahkan ulama!
Gak masalah mereka mo percaya or gak percaya adanya Tuhan, tapi jika kemungkinannya Tuhan itu ada, maka Tuhan itu pasti berkehendak, punya tujuan dengan segala ciptaannya termasuk kepada manusia, Tuhan membuat hukum yang jadi pedoman untuk mengadili ciptaannya, siapa yang melanggar hukum itu pasti ada sanksinya.
Mau mengisi hidup ini seenaknya, bebas semau gue, tapi ternyata melanggar hukum Tuhannya...hiihh...seremm....sama panas matahari aja manusia gak tahan apalagi sama panasnya api hukuman Tuhan.
Dibakar juga toh?
Makanya mendingan bebasin aja anak-anak mau beragama atau atheis atau satanis. Itu kan hak-hak mereka buat memilih. Jangan ntar malah menanggung dosa orang tua yang salah sembah
*probability, isn't it?*
50 % Ada
50 % Tak Ada
Gitu?
tidak taruhan...? teteup bayar!
Saya mah mau jadi bandarnya saja, yang megang taruhannya. Nanti siapa yang 'duluan' membuktikan, kasi tau ya? SMS kek...
biasa.. lagi musim 2 kaki
Ada atau tidak ada akhirat bukan masalah, yang jadi masalah adalah ketika ternyata Tuhan itu ada dan punya kehendak atas segala ciptaannya.
http://politikana…omment-70993
lha berdoa minta mercy s300 sehari 3x belum juga dikasih
dekat ma anggodo gak usah pake berdoa2 dikasih mercy s300
kesimpulannya? pikir ndiri
*keep move forward buddy!
biar imajinasi masing2 pembaca bergerak dengan bebas dan liar
eh.. neng, kalo orang yang percaya kepada Tuhan kemudian dia berdo'a minta mercy, dia sangat yakin semua do'a akan dikabulkan, tinggal masalah waktu dan tempat terkabulnya.
and orang yang beriman kepada Tuhan, sudah pasti ogah deket-deket sama anggodo apalagi nerima mercynya, karena dia tahu hukum Tuhan mengharamkan itu.
Kesimpulannya, tergantung kepada pilihan tiap diri manusia dia mau beriman pada Tuhan atau beriman pada yang lain.
krisnov: oya?
free as a bird? keep on Rockin' in the free world?
http://www.youtub…=lKVMN5u7jnI
with the bird i'll share this lonely view
http://www.youtub…=H7o3uTemxpg
*jawaban standar ustadz*
gitu ya?
Tiap diri bertanggung jawab atas dirinya sendiri, ortu cuma membimbing ke jalan yang menurut pilihan akalnya adalah benar dan si anak memang bebas memilih sesuai dengan akal pikirannya juga. Jadi gak bener kalo anak nanggung dosa ortu or ortu nanggung dosa anak.
Dia punya bekal akal yang diberikan oleh Tuhan untuk memilih yang mana TUhan yang sesungguhnya dan yang mana Tuhan-tuhanan.
Ketika dia sudah bisa menggunakan akalnya, tidak malas mencari kebenaran tentang Tuhan, sudah pasti kebenaran itu akan jadi terang benderang.
Tuhan itu Maha Adil, ada hukum yang berkaitan dengan ibadah vertikal dan hukum yang berkaitan dengan ibadah horisontal, ketika seorang sudah melakukan ibadah horisontal dengan benar/yang sesuai dengan hukum Tuhan, tetapi masih salah alamat dalam ibadah vertikal, tentu ada keadilan di sini, ada perhitungan tersendiri sesuai dengan kehendak Tuhan.
*jadi pengen eksperimen, satu anak dikenalin Tuhan satu lagi ngga, lha gedenya kira-kira gimana ya...mrk balak 'berantem' ngga ya??
Kaiiinggg!
Ooops, wrong SFX. Squaawwkkk!
so the SFX must be gong...gong..gong....
kesimpulan saya: ortu hanya perlu nunjukin (terutama dalam praktek) ke anak, kebaikan dari jalan Tuhan, dan anaknya, kalau emang merasa itu yg terbaik, pasti akan mengikuti juga, bukan?
* i missed my dog
Hmmm, it looks familiar enough to me...
*dengan suara melengking*
teori yg menarik. yg menarik dari lembaga ini, mrk promote godless dan kayanya ortu diminta membangun sisi kemausiaannya...humanis gitu kali?
Lebih gawat lagi pas kita press C-3, jawabannya "Er... negative!"
piye tho? ndukung po mas?
*salah*
"Apakah Kemanusiaan menjadi kepercayaan baru bagi masa depan manusia?"
"Apakah anak-anak berhak dibebaskan sejak dini dari semua kepercayaan?"
*...
Ngk!!! (meniko SFX kirik keplindhes stoom celakipun Kalimambu)...
SFX buat kirik kelelep
*banyak kok mas orang atheis, seperti keprcayaan animis, atau mungkin mereka percaya kali ya...percaya dewa gitu kaya kaum pagan?
saya, di sini hanya sdg menggarisbawahi, gerakan sosial dan pemasaran sosial ini di kota London,ya bisa disikapi dgn biasa aja...
ngga perlu ditakuti atau apalah..
itu kalau masyarakatnya sudah 'dewasa' bung samsara. kalau untuk masyarakat kita yang terkenal irasional ini, milih pemimpin saja harus yang bodinya kaya mandor
Apakah karena tertebak dengan benar bahwa "raimu koyok garpu"?
*buka-buka basement ngelapin Kalashnikov sambil angkat barbel...
ada yang mau ngenalin Tuhan ke anak gua ?
apa saja dehamanya dan Tuhannya, gua buka pintu lebar-lebar...
silahkan......
*tapi jangan ngarep dibayar sama gua
kalo gratisan, namanya elmu...tampung aja
silahkan......
Sepertinya pertanyaan anda sudah terjawab dengan baik dalam komentar2 di sini...
Coba tanyakan lagi 10 atau 20 tahun ke depan...
mrk mencoba memperkenalkan nilai-nilai godless kpd anak-anak di sana. lebiah dalam lagi, ini soal mereka, bagaimana mengeksplorasi dan eksperimen sosia sisi KEMANUSIAAN kita, itu saja.
* it is just a matter of a discussions, don't you ever understand this point of view man?
Saya tidak bisa melihat apa korelasi kampanye hak-hak anak ateis di london dengan peristiwa 65 di Indonesia? bisa diperjelas?
Oh ya Israel, dan anda takperlulah minta no hp segala, (ini mengancam ? rasanya saya perlu melaprkan hal ini kpd Moderator, karen telah mengusik kenyamanan kita semua) 'supaya gampang utk dibantai maksudnya?
well, saya paham betul default anda kalo sdh menyingggung yg beginian...sigap.
[...ada yang mau nawarin agama ke anak gua ???
ada yang mau ngenalin Tuhan ke anak gua ?
apa saja dehamanya dan Tuhannya, gua buka pintu lebar-lebar...
silahkan......]
coba diarahkan kpd yang lain,
*bukan sales ateis
[Masalah tentang hak anak-anak ateis kayanya harus diberikan berimbang. Berimbang dalam arti bahwa mereka berhak untuk tidak mengenal Tuhan dan kita berhak memperkenalkan, sekali lagi memperkenalkan, Tuhan kepada mereka tanpa ada paksan akan dibakar ato disate ato di soto..]
yeah gw pikir lebih baik juga begitu ya. berikan semua pemahaman. bebaskan. biarkan mereka memilih jalan dengan penuh kesadaran...
Akan tetapi, saya setuju sama krisnov, kita juga harus bertanggung jawab terhadap keluarga anda, dunia dan akhirat, setidaknya itu menurut keyakinan saya.
Yang penting, kalau kata Nabi saya, kewajiban kamu hanya menyampaikan, masalah orang mau terima atau tidak, itu urusan pribadinya dengan Tuhan
more about birds
http://www.youtub…=np0solnL1XY
gw kepengen banget dateng tadi, sumpah dah.. tapi gak bisa, ini usaha mesti dijaga, gak ada yg punya waktu luang buat ganti jaga euy.. sorry..
nilai2 kemanusiaan sejati tidak perlu dikotak2 dengan sesuatu yg bernama sendok!!!
jangan memaksakan paket tuhan (tuhan+agama+malaikat+setan) kepada org lain, sekalipun itu anak sendiri, krn itu namanya pemaksaan, dan pemaksaan melanggar HAM.
"and orang yang beriman kepada Tuhan, sudah pasti ogah deket-deket sama anggodo apalagi nerima mercynya, karena dia tahu hukum Tuhan mengharamkan itu."
apa maksudnya?
- org yg tdk mengakui tuhan = koruptor?
- hanya tuhan yg mempunyai hukum (artinya manusia/negara tdk bisa membuat hukum tanpa harus mengakui tuhan)?
- hanya hukum tuhan yg melarang korupsi (dan hukum2 lain yg tdk mengakui tuhan mengakui korupsi?)?
- semua orang yg tdk mengakui tuhan adalah teman anggodo?
saya tdk mengakui tuhan, dan saya tdk melihat hubungan antara percaya tuhan/tidak dgn korupsi.
inikah sebabnya mengapa akhir2 para koruptor, susno, kapolri, sby semuanya bersumpah2 ttg akhirat?? Sumpah2 akhirat mereka itu ibarat gonggongan anjing yg ketahuan mencuri ayam namun tidak bisa kemana2 krn kepergok di sudut tembok ;D
Silahkan login untuk memberikan pendapat