Hormatilah Presidenmu 67
Senin, 23 Nov '09 22:55
Menyedihkan melihat negeri ini. Bapak Presiden SBY sudah berusaha untuk bersikap bijak, dengan tidak menyakiti kedua belah pihak, baik pro maupun kontra. Namun demikian, tetap saja masih ada yang tidak puas, bahkan ingin mengganti presiden segera. Mengutip tulisan bung HoD disini, kita jadi bingung mau dibawa kemana lagi bangsa ini. Masih saja ada anak bangsa yang tidak puas, padahal Presiden telah berusaha untuk memuaskan mereka sesuai dengan kewenangannya.
Wahai saudara sebangsa setanah air, marilah kita belajar untuk menghormati Presiden kita, imam kita, pemimpin kita, lepas dari kelebihan dan kekurangan beliau. Janganlah masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban opini yang simpang siur dan tidak berdasar. Memang tidak mungkin untuk memuaskan kita semua, namun paling tidak beliau sudah berupaya seminimal mungkin untuk menghindari pro kontra yang semakin meruncing. Belajarlah menjadi dewasa, tidak hanya pokoknya dan pokoknya lagi. Hormatilah presiden wahai kawanku... beliau sudah berupaya yang terbaik bagi bangsa ini. Belajarlah untuk melaksanakan kewajiban, bukan cuma menuntut hak melulu...
(Maaf kalau sok bijak, karena saya pernah mengalami hal yang sama, dalam skala kecil, bisa dibaca di artikel Memimpin Indonesia Kecil 1-4)
Tag: SBY, pokoknya, hormat menghormati
Terkait:
-
Superheroes, Do We Really Need Them?
Rabu, 16 Des '09 14:09 -
Mr.Obama Batalin Acara Pulang kampung ke Jakarta
Jumat, 19 Mar '10 14:51 -
PKS jadi Musuh Politik Penguasa?
Kamis, 18 Mar '10 21:52
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Samz: Penting
-
Olas: Menarik
-
boiga: Bagus
-
dhimasln: Penting
-
GaraMata: Penting
-
LCFR: Penting
-
botaksakti: Bagus
-
ndableg: Menarik
-
free7: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Icarus: Penting
-
Harlan Eryandi: Bagus
-
masjoy: Penting
-
Laksamana: Bagus
-
ki baraja: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
kupergi sekolah sampai kan nanti
.....
.....
Hormati Presidenmu,
sayangi teman,
itulah tandanya kau murid budiman.
Sebelum memilih opsi atau konstruksi penyelesaian kasus ini di luar pertimbangan faktor-faktor non-hukum tadi, saya juga menilai ada sejumlah permasalahan di ketiga Lembaga Penegak Hukum itu, yaitu di Polri, Kejaksaan Agung dan KPK. Permasalahan seperti ini tentu tidak boleh kita biarkan dan harus kita koreksi, kita tertibkan dan kita perbaiki.
"....Oleh karena itu, solusi dan opsi lain yang lebih baik yang dapat ditempuh adalah pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan azas keadilan, namun perlu segera dilakukan tindakan-tindakan korektif dan perbaikan terhadap ketiga lembaga penting itu, yaitu Polri, Kejaksaan Agung dan KPK." ini masalah KPK.
Diatas cuplikan pidato presiden kita. Jelas dan lugas, mungkin kita perlu merenung kembali substansi pidatonya.
http://politikana…nabi-muhamad
kasian juga yah jadi presiden indonesia, apa apa salah
Jadi yang mana dong?
mungkin itu kutipan para demostran2 untuk sby,
masalah yang kita rasakan saat ini bukan masalah menyakiti dan tidak menyakiti pihak-pihak yang bertikai, tetapi taukah anda apa yang terjadi sebenarnya? yaitu justru SBY menyakiti hati masyarakat, melecehkan rasa keadilan.
kalau beliau merasa, melihat ada yang salah dalam penanganan kasus bibit&camat maka seharusnya semalam SBY harus membacakan surat keputusan pemecatan kapolri dan Jagung.
kalau tidak ada yang salah maka SBY harus memerintahkan Kapolri&Jagung untuk memproses kasus itu sampai tuntas. sehingga msyarakat tidak melihat ini hanya sebagai cara untuk penyelamatan diri.
kalau memang ada yang salah diantara pihak-pihak itu ya harus merasakan 'sakitnya'.
kalau SBY seorang President yang tegas dan tidak 'bermain-main' dengan keadaan ini tentu beliau harus bisa mengambil satu tindakan yang tegas dan tidak perlu ditafsirkan lain oleh masyarakat walaupun itu 'pahit'.
ketika membentuk tim 8 SBY ada surat penetapannya, seharusnya ketika dia menerima laporan tim 8, maka output yang harus dilakukan SBY adalah mengeluarkan ketetapan juga secara tegas atas temuan tim 8 itu, itulah logika berfikir yang benar.
ucapan, dan tindakan beliaulah yang akan menjadikan beliau itu layak dihormati atau tidak.
janganlah meminta msyarakat untuk menghormatinya kalau beliau sendiri tidak bisa memenuhi rasa keadilan msyarakat, karena msyarakat sendiri punya penilaian masing-masing.
saya insert link berita dari sebelah bagaimana kekecewaan yang timbul akibat pidato SBY semalam,
http://www.rakyat…i-Pidato-SBY
dukungan pada pemilu kemarin adalah untuk mengantarkan beliau sampai President setelah itu? selama 5 tahun kedepan saatnya kita untuk menuntut kinerja, tanggungjawab, mengkritisinya dan menjewernya sebagai konsekwensi dari dukungan yang sudah dia terima..
Ibnu Muslim: ha5x....
Saya ini polos atau bebal sih?
ketika pemilu masyarakat memilih dan menjadikannya President, maka ketika president tak lagi dipercaya dan menyakiti hati masyarakat adalah hak masyarakat untuk memintanya "turun" ketika permintaan itu tak juga di gubris karena ingin mempertahankan jabatannya maka pilihan terakhir adalah memaksanya mundur istilahnya "pople power".
kalau hal ini sampai terjadi itu menggambarkan bahwa masyarakat sudah pada tingkat tak lagi mengakui kepresidenannya, alias masyarakat sudah "suntuk".
termasuk dalam mengkritisi pemimpinnya, dan dikritisi rakyatnya sendiri....
berharap...dan masih sangat berharap. ^,^
Apalagi jika pemimpin itu "menginginkan" untuk memimpin bukannya diminta untuk memimpin.
Indikatornya adalah total pengeluaran biaya untuk mendapatkan/menjadi pemimpin. Semakin besar biaya maka sesungguhnya memperlihatkan semakin besarnya juga "keinginan". Apalagi hal yang paling fatal adalah menggunakan konsultan politik sehubungan dengan pencitraan (suatu upaya seolah-olah / not genuine)
Benernya mo pake istilah "nyonya gendut bernyanyi", tapi saya serem dengan kemungkinan didakwa membocorkan rahasia negara.
Dus merasa wajib "covering each other's asses", presiden mempersulit diri sendiri pula.
Lah, saya koq ketularan berotak - pinjem istilahnya Red-White Eagle - sodomistik ya?
Klo pemimpin kita berbicara diperhatikan hanya karena jabatan atau pemimpin itu ada kecenderung mempunyai masalah.
simpel saja kalo saia mah, kalo ucapan, perilaku, tindakan itu pantas dihormati ya pasti dihormati. kalo enggak ya wassalam, mau bos kek, pemimpin, presiden sekalipun hehehehe.
berpikir kritis tidak sama dengan berprasangka buruk. nek ndak setuju trus dibilang ndak hormat atawa mencela ya wis bangunin aja tuh the smiling general
Silahkan login untuk memberikan pendapat