Kaya Bermental Kere dan Tamak 45

Rabu, 25 Nov '09 19:46

Membaca berita hari ini di kompas.com (lihat sumber berita dibawah), membuat hati semakin miris melihat mental sebagian bangsa kita. Orang-orang, yang notabene sebagian diantaranya, dianggap mampu, rela untuk berdesak-desakan, bahkan berani menyewa calo, hanya untuk memperoleh HP seharga 99.000 dari harga normal 299.000. Bahkan saking banyaknya pengantri, copetpun ikut beraksi dan berhasil menggondol HP yang lebih mahal dari yang ditunggu (tulisan disini). Memang harga tidak mengenal kasta, barang murah apalagi bagus akan diburu orang, tidak peduli kaya atau miskin, ada atau tidak ada uang. Pokoknya harus dibeli ketika murah, kalau perlu pakai kartu kredit juga tidak masalah.

Menyedihkan melihat perilaku sebagian anak bangsa kita, antri bukanlah budaya lokal, semua orang berebut manakala barang datang dan langsung menyerbu lapak tanpa peduli sekelilingnya, yang berakibat robohnya pagar (berita disini). Sudah itu tidak tahu malu lagi, malah berdemo ke kantor pusat operator seluler penyelenggara, demi tetap memeroleh HP murah tersebut (berita disini). Berdasarkan pengalaman penulis waktu pernah ikut ngantri serupa, ternyata orang-orang kaya menyewa calo atau menyuruh office boy untuk mengantri, dan bukan sekali dua mereka antri, bahkan bolak balik hingga menenteng lebih dari lima HP sekaligus. Jadi bukan semata-mata mencari barang murah, tapi memang ketamakan melupakan untung yang tidak seberapa besar dengan mengorbankan orang-orang di sekitarnya.

Wajarlah kalau bangsa ini tidak pernah maju, karena tidak pernah menghargai orang lain. Kita hanya bisa mengorbankan orang lain demi kepentingan sesaat, walau untung tak seberapa. Menyedihkan memang, seperti ketika BLT dibagikan, semua mendadak miskin dan kalau bisa seluruh keluarganya mendapatkan kartu BLT, tanpa peduli ada yang lebih berhak memerolehnya.

(Gatel membaca berita di Kompas.com dan Detik.com, walaupun lapak lain belum tutup panggung)


Tag: hp, kaya, budaya, miskin, antri, murah, tamak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Icarus 0 0
    Pertamax dulu, rating dan komen kemudian ; ))
    dizzman 0 0
    Icarus: jangan lupa rating donk, biar cepet naik pamornya nih (narsis mode: ON) ; ))
    Ibnu Muslim 0 0
    dizzman: hape murahnya masih ada gak? ; ))
    syafatain 0 0
    dizzman: Gatel membaca berita di Kompas.com dan Detik.com, walaupun lapak lain belum tutup panggung)

    +++ what is your maksud??
    dizzman 0 0
    syafatain: masih ada lapak lain di headline yang belum turun panggung, tapi demi gatel nulis, terpaksa buka lapak lagi ; )
    dizzman 0 0
    Ibnu Muslim: dah abis om, telat euy : D
    Olas 0 0
    dizzman: mari kita ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun buat pertiwi kita....
    Ibnu Muslim 0 0
    dizzman: rating ganti ah ama basi : ))
    dizzman 0 0
    Ibnu Muslim: please deh om, please..... : ((
    Olas: begitulah bunyinya, ngomong2 di Iran begitu juga gak?
    Ibnu Muslim 0 0
    dizzman: tetap ispiratif kok pak : D
    Icarus 0 0
    [ketika BLT dibagikan, semua mendadak miskin dan kalau bisa seluruh keluarganya mendapatkan kartu BLT, tanpa peduli ada yang lebih berhak memerolehnya]

    Sumpah bener! Dan waktu saya angkat dalam obrolan bareng teman-teman, mereka dengan entengnya menjorokkan jidat saya dan bilang, "Kalo jadi idealis bikin kita kaya, baru gua setuju ama elo, coy!"
    Icarus 0 0
    dizzman: Jangan kuatir, gan! Tulisan-tulisan dikau rata-rata "nendang". : )
    Olas 0 0
    dizzman: Jika warga politikana berkenan, pasti saya akan cerita tentang bunyi warga Iran. tunggu waktu tepat, dan minta ijin ama bang Ibnu Muslim:
    dizzman 0 0
    Olas: ditunggu cerita dari negeri seberang om, buat perbandingan juga dengan disini (maklum anak kampung belom pernah pake paspor, he3x..)
    Olas 0 0
    dizzman: : )
    pujangga 0 0
    ya begitulah kalo mentalnya kere dan korup...selalu merasa kurang...kurang dan kurang...
    dizzman 0 0
    pujangga: kalo di Jepang gimana om?
    botaksakti 0 0
    maruk postingnya (kaburrrrr.....)
    Icarus 0 0
    botaksakti: Kejar tayang katanya, gan ; ))
    Veuillez entrer 0 0
    ahhh tak usahlah dibanding2kan dg bangsa lain klo masalah beginian...ini adalah moral, sikap tamak yg tk ada puasnya, tk bisa menghargai orang lain,

    sama saja dengan, kita naik bus umum, ada nenek2 tua/ibu hamil, tetapi ada banyak org dengan enaknya duduk manis seoalah2 tk melihat org lain yg lebih membutuhkan, memang sy sangat sayangkan kondisi ini, di mana letak rasa toleransi dan tenggang rasa itu seperti jaman dulu waktu SD guru sy selalu ajarkan,

    di manakah penerapannya skrg?

    berawal dari diri sendiri, dari hal kecil, lebih baik mencontohkan dengan tindakan dari pada dengan celotehan...betul memang hrs begini bung dizzman: Icarus: : ((
    free7 0 0
    seperti kata waliatin, bukan hal yg aneh dan baru di negeri ini : D
    halooo...haloo.bandung...jreng...jreng ;D
    kenTndut 0 0
    itulah (beberapa dari) kita...dan hanya ada di indonesia (saja)
    Red-White Porridge 0 0
    Saya melihatanya bukan tamak kok,
    wajar saja hukum ekonomi berlaku
    ada barang murah, diserbu orang.

    emangnya kenapa orang kaya / yang dianggap mampu berdesak desakan gak apa dong itukan hak mereka.

    nggak ada hubungannya sama tamak. siapa tau memang mereka lagi cari HP yang murah.

    -------------------------------------- -

    seperti anda tulis:

    Berdasarkan pengalaman penulis waktu pernah ikut ngantri serupa, ternyata orang-orang kaya menyewa calo atau menyuruh office boy untuk mengantri, dan bukan sekali dua mereka antri, bahkan bolak balik hingga menenteng lebih dari lima HP sekaligus.
    Jadi bukan semata-mata mencari barang murah, tapi memang ketamakan melupakan untung yang tidak seberapa besar dengan mengorbankan orang-orang di sekitarnya.
    ---------------------------------- ---------------------

    walaupun saya ngak pernah ikutan nyuruh2 office boy / ikutan ngantri yang beginian...

    menurut pandangan saya sah sah saja ada "orangkaya" beli hp sampai 5, wong dia punya uang kok, mau pake calo juga gak papa ini kan turunan dari adanya supply yang murah demand menjadi tinggi.

    terus tahu dari mana itu karena mereka tamak? siapa tau mau memang lagi perlu untuk anaknya, atau untuk keperluan lain yang urgent, mau beli Hp yang ,lain mahal.

    atau juga dititipin sam temen temennya terus diambil misalnya 10.000/ hp , 5 Hp jadi 50.000 lumayan buat dua atau tiga kali makan siang besok.

    jadi menurut pandangan saya jangan langsung memandang orang tamak hanya dari persepsi anda.

    kalau memang gak mau antri, atau terus demo ke providernya seperti ditulis diatas saya setuju kalau itu menjadi perenungan kita bersama.

    Tapi jangan bilang bangsa ini gak pernah maju hanya gara2 "persepsi" anda.
    Striding Cloud 0 0
    ...bisa jadi sebenarnya yang ngantri beli itu sebenarnya para pengusaha bisnis pulsa yang pengen punya server sms yang murah.... : ))
    Red-White Porridge 0 0
    Striding Cloud: : )) ; ))

    hiyaaaaa....
    dizzman 0 0
    Striding Cloud: : ))
    dizzman 0 0
    Red-White Porridge: kalo gitu, kenapa gak beli negara ini saja sekalian, toh punya uang to? : D
    kinanthi 0 0
    dizzman: [..Berdasarkan pengalaman penulis waktu pernah ikut ngantri serupa, ternyata orang-orang kaya menyewa calo atau menyuruh office boy untuk mengantri..]

    anda ngapain ikut ngantri baginian? gak punya duit? gak mampu beli?

    : D
    dizzman 0 0
    kinanthi: iya om, lagi bokek, ha5x.... sekalian pengen tahu aja, siapa sih yang ikut ngantri (biasa.... investigasi kecil2an)
    kinanthi 0 0
    dizzman: sapa tahu yg pada dateng juga lagi pada pengen tahu aja, sama mo nvestigasi kecil2an

    : D
    dizzman 0 0
    kinanthi: : )) : )) : ))
    Red-White Porridge 0 0
    dizzman:

    maksudnya? : D
    dizzman 0 0
    Red-White Porridge: selama orang punya duit, dia punya hak untuk beli apa aja kan... ane cuma sekedar refreshing aja, boleh2 aja sih beli sebanyak mereka mampu, tapi mbok yao, tepo seliro dikitlah.. gitu aja sih maksudnya
    Red-White Porridge 0 0
    dizzman:

    berarti maksud anda ternyata bukan sekedar menuduh mereka mental kere dan tamak dong? ; ))

    berdasarkan persepsi anda saja...

    am I right?
    dizzman 0 0
    Red-White Porridge: yeah you right... maksud tulisan itu: janganlah terlihat spt orang gak punya duit yang berdesak2an hanya pengen barang murah, dan jangan terlihat spt pengen borong semua, kalo mo borong semua ke distributor aja, pasti dapet harga lebih murah...
    Red-White Porridge 0 0
    Jadi Apa hubungannya sama mental kere dan tamak? : D
    dizzman 0 0
    Red-White Porridge: ada, dikit.... kalo judulnya gak gitu sepi lapaknya, : )) : )) (belajar meniru media, bikin judul heboh)
    siswo 0 0
    mirip pengguna mobil pribadi yang tiap hari menyerobot jalur busway.....
    dizzman 0 0
    siswo: yoi bos, kok malah busway harus berkorban ama mobil pribadi ya??
    pokijan 0 0
    ini bukan mental kere, tapi sok kere
    conscientizacao 0 0
    pokijan:
    Prinsip ekonomi? ; ))
    dizzman 0 0
    pokijan: 11-12 om, deket2 dah
    conscientizacao: prinsip neolib, siapa berduit itulah yang mborong
    ki baraja 0 0
    ooh... bung dizzman salah satu pengantrenya? : )) : o ; ))
    dizzman 0 0
    ki baraja: dulu om, ngetes aja : )) : )) emang enak sih beli harga murah, tapi repotnya itu bok
    ki baraja 0 0
    dizzman: : ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat