Tidak Ada Koruptor yang Berani Mati 16

Rabu, 9 Des '09 18:50

Sampai saat ini, saya masih percaya bahwa tidak ada koruptor yang berani mati. Mereka adalah orang-orang 'cemen' yang tidak akan berani mempertaruhkan nyawanya demi melakukan korupsi. Jangan samakan mereka dengan para teroris. Sejarah sudah membuktikan bahwa para koruptor adalah segerombolan pengecut. Karena itu, mereka disimbolkan dengan seekor tikus. Binatang kecil, cerdas, licik, suka mencuri, tapi penakut.

Untuk memberantas tikus-tikus kecil tersebut, tidak ada hal pokok yang paling dibutuhkan selain: KETEGASAN. Ibarat seorang guru, murid-murid akan takut mencontek kalau gurunya tegas (dalam memberi hukuman kalau ketahuan mencontek). Sejarah juga membuktikan bahwa pendekatan persuasif tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk mencontek. Bahkan, siswa-siswi yang tergolong pintar pun pernah mencontek. Hayo, ngaku aja!

Begitu juga dengan korupsi. Untuk memberantas, dibutuhkan ketegasan dari pemimpin negeri ini. Ingat, korupsi tidak bisa diberantas 100%. Sejarah membuktikan (lagi-lagi), tidak ada satu pun negara di dunia ini yang terbebas 100% dari korupsi. Maka dari itu, untuk memberangus korupsi, kita butuh sosok pemimpin seperti Zhu Rong-Ji (mantan PM Tiongkok), yang mempunyai kebijakan: "Saya siapkan 100 peti mati, 99 untuk pejabat korup, 1 untuk saya sendiri."

Dengan adanya shock therapy seperti itu, akan membuat para koruptor dan calon-calon koruptor ciut nyalinya. Dari rasa takut inilah lama-lama akan berkembang sebuah budaya baru, yaitu BUDAYA TAKUT KORUPSI. Karena saya yakin, TIDAK ADA KORUPTOR YANG BERANI MATI.

Memang, ini terdengar seperti standar ganda karena saya sebenarnya tidak setuju dengan hukuman pidana mati. Tapi, khusus untuk korupsi, saya rasa hukuman ini harus diterapkan karena korupsi bukan kejahatan pidana biasa. Ini adalah kejahatan luar biasa yang efeknya mempengaruhi hidup jutaan warga negara. Bila kita berani menerapkan hukuman mati untuk kasus-kasus narkoba, kenapa tidak untuk kasus korupsi?

Oleh karena itu, saya menantang Bapak Presiden Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono untuk berani mengambil kebijakan TEGAS layaknya Zhu Rong-Ji. Itu pun jika beliau memang benar-benar ingin jihad dalam perang melawan korupsi. Gak perlu sampai 100 peti mati-lah. Cukup dengan 10 peti mati. 9 untuk pejabat korup, dan 1 untuk dirinya sendiri.

Saya yakin, jika ada 9 (angka favorit Pak SBY, sekaligus representasi 9 Desember, Hari Anti Korupsi Sedunia) orang koruptor dihukum mati, akan menjadi sebuah tsunami bagi praktik korupsi. Sepanjang sejarah, tidak ada koruptor yang sampai dihukum mati di Indonesia. Dengan adanya 9 orang dieksekusi, akan membuat yang lainnya mules-mules, diare, mencret-mencret, dan (mungkin) akan kapok berkorupsi-ria lagi. Semoga.


Tag: KPK, korupsi, HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Icarus 0 0
    [Jangan samakan mereka dengan para teroris. Sejarah sudah membuktikan bahwa para koruptor adalah segerombolan pengecut. Karena itu, mereka disimbolkan dengan seekor tikus.]

    Simbol teroris apa ya... Badak?
    Red-White Eagle 0 0
    Icarus: Akir man yamut malak al'mut : D
    botaksakti 0 0
    kalau mati demi koruptor ???
    Edwin Dianto 0 0
    Icarus: Tunggu, saya mohon petunjuk terawangan Mama Lemon dulu.
    Edwin Dianto 0 0
    botaksakti: Menarik. Saya cari bukti2 sejarahnya dulu.
    Icarus 0 0
    Red-White Eagle: TIDAK SETUJU!!!
    Icarus 0 0
    Edwin Dianto: Kok malah mo cuci piring, Jang? : D
    yusro 0 0
    Ada gak ya, yang berani mati demi koruptor? : )
    Red-White Eagle 0 0
    Icarus: Ida rayt al-tin abshir b'al-tin ; ))
    Edwin Dianto 0 0
    yusro: kalo yg berani lengser, mungkin ada.
    Red-White Eagle 0 0
    yusro: Well, I'm not sure if there is any historical record on that. However, recent history shows us that there is at least one person who is "berani sumpah demi koruptor".... ; ))
    botaksakti 0 0
    yusro: hereee....sama dengan Bang Yusro.....(mundhuk-mundhuk)
    Edwin Dianto 0 0
    Icarus: iya, nih. cucian dah numpuk. ntar dipecat sama majikan. ups, ini korupsi waktu, ya?
    Icarus 0 0
    Red-White Eagle: Thallamaka al-lahu wa-natharaka!

    Yang ini lebih ampuh ketimbang terjun ke kawah... : D
    syafatain 0 0
    "kita" yang merasa bersih dan suci aja takut mati, apatahlagi koruptor itu

    kita??
    Red-White Eagle 0 0
    Icarus: Let's save "Sallat Allah bi-kaswatay-h al-jaam" for abu ghazi and all his clones, OK? ; ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat