Surat Terbuka Untuk Fadjroel Rachman 182
Senin, 14 Des '09 02:21
Bung Fadjroel Yang Terlambat,
Beberapa hari terakhir anda cukup berisik di twitter dan dari nada bicara anda, tampaknya anda cukup tersinggung.
Terima kasih.
Saya merasa perlu untuk membuat anda tersinggung karena tampaknya tidak ada cara lain untuk mendapat perhatian anda. Saya sudah berusaha mencari jawaban langsung sejak beberapa bulan lalu dan karena satu dan lain hal, sepertinya anda terlalu sibuk untuk menjawab.
Saya ambil cara yang paling mudah dan saya tulis ini surat terbuka.
Vulgar dan tidak berbudaya memang - karena sesudah dicoba dengan cara yang lebih sopan, sepertinya anda terlalu sibuk teriak untuk berhenti dan mendengar.
Bung Fadjroel merasa berhak berteriak atas nama rakyat dan berdiri diatas kereta moral yang anda hentikan sendiri di pemberhentian baru yang saya tidak kenal - dan merasa perlu bertanya.
Saya tanya dan anda terus lari, tapi kalau adik adik mahasiswa yang anda bawa untuk bakar bakar dan mau makar, saya tantang anda untuk menjawab - sekarang dan disini tempatnya.
Kalau nanti ada korban dan kalau Bung Fadjroel merasa berhak bicara atas nama rakyat, saya juga berhak bertanya - atas nama rakyat - Anda tidak cukup berharga untuk bisa bertanggung jawab.
- Anda minta Sri Mulyani dan Boediono diberhentikan dan dihukum karena masalah Century. Saya mohon anda jelaskan apa dan kenapa anda berpendapat demikian?
Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan dan Boediono adalah Wakil Presiden terpilih yang sah - rakyat yang paling bodoh seperti saya juga tahu kalau mencopot mereka sekarang anda akan memberhentikan dan membongkar pemerintahan terpilih yang belum menjabat 100 hari - konsekwensinya besar dan penting bagi semua.
Kalau menurut anda ini penting, saya ingin tahu kenapa? - Saat kasus Bibit dan Chandra diputus di Mahkamah Agung anda bicara atas nama hukum dan kesetaraan dimuka hukum. Sekarang anda berseru mereka mundur bahkan tanpa proses hukum apapun. Dimana konsistensi anda?
- Mohon jelaskan bagaimana luntang lantung posisi ini bukan merupakan langkah politik anda yang katanya mau jadi Presiden tahun 2014? Belum jadi presiden sudah bingung, kecuali kalau memang anda cuma mau masuk tivi?
- Dalam berbagai kesempatan anda berteriak tentang skandal Bank Century - dan kemudian punya permintaan seperti di atas.
Pertanyaan saya sederhana, dimana letak SKANDAL yang anda maksud dan mohon dijelaskan kepada rakyat bodoh ini, apa yang membuat anda berkesimpulan bahwa Skandal Bank Century cukup besar untuk membongkar sebuah pemerintahan yang sah?
Century sudah ditangani oleh Bareskrim, KPK, Kejagung - apa dan siapa anda untuk bisa berbuat lebih?
Dewan Angket di DPR itu disumpah pun tidak kesaksiannya dan sejauh ini, kebiasaanya sama seperti yang lain untuk buat bukti bukti palsu - sekalian saya mau jawab disini kalau memang anda mau jalan bareng sama Bambang Soesatyo dan anggota Dewan lain.
Anda berdiri dimana?
Anda berdiri sekarang bersama dengan Susno Duadji, Amien Rais dan Aburizal Bakrie. Nggak malu sama Twitter bung??
Sekalian semua teman2 lain yang merasa bahwa urusan Bank Century ini memang pantas untuk dijadikan masalah - saya akan siapkan waktu untuk menjawab dan mendengar.
Kalau memang tidak punya waktu untuk bunyi, mohon diam supaya tidak bikin keruh karena Indonesia sudah susah tanpa manusia yang cuma bisa bunyi tanpa substansi.
Untuk sahabat sahabat di Politikana, mohon maklum, ini sudah terlalu melelahkan dan tidak berbudaya - mending sekalian kita selesaikan disini.
Saya siap jawab - mohon waktu dan tempatnya saja, kalau boleh.
PS:
Tulisan saya sebelumnya tentang Bank Century di Politikana
Menyelamatkan Si Kerdil dan Ekonomi Politik
Misoh Misoh Bank: Mbuh
Misoh Misoh Bank: Mbuh (2)
Misoh Misoh Century (lagi)
Dari blog (in English)
FAQ Bank Century (Part I)
FAQ Bank Century (Part II)
on Bank Century: a Response to Tempo and Bambang Harymurti
on Bank Century: Further Response to Tempo
Cape deeeh....
Tag: Ekonomi, bukan pemerintah, bank, century
Terkait:
-
Vulgar dan Tidak Berbudaya
Kamis, 10 Des '09 17:44 -
Misoh Misoh Century (Lagi)
Senin, 7 Des '09 21:20 -
Sistem Perbankan dan Hal-hal Ganjil Lainnya: Uang Palsu Hasil SUN (Bagian 2 dari 6)
Rabu, 24 Feb '10 21:57
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Striding Cloud: Penting
-
Maximillian: Penting
-
kopisusu: Biasa
-
Osama Umar: Menarik
-
Veuillez entrer: Penting
-
lefthandblues: Penting
-
Lurino: Penting
-
NOS: Menarik
-
iloenx: Inspiratif
-
curly of kinky: Penting
-
ndableg: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
Peltu69:
-
Edwin Dianto: Lucu
-
besoksaja: Penting
-
Alhuda: Penting
-
Herman Saksono: Menarik
-
kirik: Inspiratif
-
edo: Menarik
-
boiga: Penting
-
Logical Fallacy: Bagus
-
Muhammad Tamim Pardede:
-
Neof Ana: Lucu
-
wacan bocah:
-
botaksakti: Penting
-
Mbah Darmo: Inspiratif
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
blue compas: Biasa
-
miyamoto: Menarik
-
jamur: Menarik
-
Pena Budaya: Keren
-
Ivan Atmanagara: Menarik
-
tugas s:
-
BRAM'S:
-
ki baraja: Menarik
-
gie_rant: Penting
-
Harbinger of Death:
-
daengrusle:
-
Ibnu Muslim: Penting
-
Kafi Run: Penting
-
Harlan Eryandi: Biasa
-
santjang: Keren


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Kalo FR mengatasnamakan rakyat, pertanyaannya rakyat yang mana????? Sikap FR yang mengatasnamakan rakyat juga gak masuk akal sehat. Yang masuk akal sehat, FR hanya bisa mengatas namakan dirinya sendiri dan segelintir orang2 yang mendukung aksi dia. Itu saja......
kalo boleh saran untuk FR (meski tampaknya kayak kebo nyusu gudel, karena FR jauh lbh tahu mestinya), mending membangun reputasi yang baik untuk persiapan 2014 daripada melontarkan tuduhan tak masuk akal terhadap pemerintah yang sah....
Soeharto juga mengeluarkan kita dari inflasi ratusan persen awal pemerintahannya, tapi akhirnya buat salah, lalu diturunkan, apakah Sri Mulyani tidak akan buat salah?
Terlalu banyak dukungan membabi buta, ke kanan dan ke kiri di negeri, ketika diingatkan dibilang mendukung kubu yang lain, well saya tidak mendukung siapa2, saya pendukung diri saya sendiri yang duit premi saya dipakai buat bayar Century melalui LPS. Saya pendukung 53% rakyat Indonesia yang masih hidup dibawah US$ 2/hari.
kalau saya amati dari pernyataan anda "tersirat" seakan anda adalah orang penting dalam kasus bank century? CMIIW.
siapakah anda dan kapasitas anda sehingga anda merasa bisa menyelesaikan masalah ini di sini, dipolitikana?
Kalau saya, tidak dapat mempercayai penyelidikan politik untuk kasus hukum.
Kenapa? Karena metode politik tidak memiliki proses baku.
Yap saya punya bank, saya punya resort, punya pesawat, hotel dll tapi sayangnya semua masih di game
Wah, sudah mulai belajar mengklaim yang bukan haknya ternyata, bung heriyadi.
Jadi sepertinya misoh2nya relevan.
NOS: saya tidak ada urusan dengan motif dan kekuatan politik.
heriyadi: Bung Heriyadi juga kalau bicara tolong dihitung lagi, saya sudah berbulan bulan teriak minta Century diselidiki - catatannya ada disini, ada di blog dan saya tau anda juga baca.
Tidak ada pembelaan membabi buta - tidak ada urusannya sama IMF atau Soeharto atau apa.
Century perlu diselidiki dan dari dulu posisi saya sama - setahu saya juga sudah diselidiki oleh KPK/Kejagung/Kepolisian.
Yang dilakukan sama Fadjroel dan teman2nya bukan menyelidiki, tetapi menghakimi, berprasangka dan menghukum tanpa substansi - ini yang saya mau permasalahkan. Kalau memang bapak Calon Presiden itu berani lantang minta orang lain dihukum - saya mau tanya kenapa?
Peltu69: Memang sekalian untuk teman2 di Politikana - saya tau disini juga banyak yang ngerti substansi - saya mimpi sebuah diskusi yang mencerahkan dan berisi, bukan asal jeplak teriak dengan bunga2 retorika tanpa isi.
Saya bukan siapa2 dan jauh dari penting, kalau mau berkomentar silahkan pada substansinya. Siapa itu tidak penting - apa yang dibicarakan saja yang kita bahas disini.
sambil nyeruput kopi losari
*nunggu si lukman, masuk arena nih..*
----
wah, baru tahu deh kalo ternyata bankir juga. Saya harus menjura dalam-dalam sambil bilang "Bank Heriyadi".....
Misalnya Anda beli beras ke toko A, sedangkan toko A menggunakan uang Anda tadi untuk bayar asuransi. Masak kalau toko A terbakar, Anda berhak mengklaim ke perusahaan asuransi?
Bedanya: Anda beli pelayanan ke Bank.
Wah, sudah mulai belajar mengklaim yang bukan haknya ternyata, bung heriyadi.
----
maksudnya FR mode: on.......?!?
Jadi saya membayarkan premi LPS saya melalui bank, yang dipakai tetap uang saya
fello citizen : kalau yang anda permasalahkan adalah tuntutan sebagian orang supaya Budiono dan Srimulyani mundur, sebaiknya tidak perlu diperdebatkan karena adalah hak warga negara untuk meminta pejabat publik mundur.
kalau anda bertanya alasannya apa, tentu mereka punya alasan tersendiri untuk permintaan mereka, seperti juga Budiono dan Srimulyani punya alasan sendiri untuk mempertahankan jabatannya.
di Jepang malah Menteri mundur sendiri bukan atas kesalahannya tetapi karena kesalahan anak buahnya.
yang kita ketahui sejauh ini ada duit negara 6,7 T yang dipergunakan dengan "tidak wajar" untuk membantu bank kecil.
dan kalau diurut-urut maka tentu akan menyentuh sampai pengambil kebijakan yaitu Budiono dan Srimulyani.
Kalau ada yg minta kesalahan mereka dibuktikan dulu, baru dituntut mundur, hak warga negara apa bukan, bung?
yang saya lihat, maksud fello citizen di atas itu, klo nuduh2 atau nuntut2 macem2 mbok ya pake alasan yang tepat, pake bukti yang jelas, supaya apa yang dituduhkan bisa dipertanggungjawabkan dan gak asal njeplak saja..
terutama klo yang dituduh itu pihak yang bertanggungjawab pada hajat banyak orang, dan terutama klo pihak penuduh itu memiliki banyak pengikut atau menjadi figur masyarakat..
malu lah mestinya kalo gak bisa mengajukan alasan kuat tapi sudah nuduh2 duluan..
simaklah baik-baik terlebih dahulu commen saya, anda akan menemukan jawaban untuk pertanyaan anda.
Kenapa gak boleh diperdebatkan? Saya sebagai warga negara, merasa mereka berdua adalah orang-orang yang saat ini (sampai 5 tahun ke depan) adalah orang yang paling tepat berada di posisi mereka masing2 (Kalau anda berbeda pendapat, silakan saja).
Jadi, jika ada yang menuntut mereka mundur (dengan konsekuensi mereka akan diganti oleh orang yang -menurut saya- kapabilitas-nya ada dibawah mereka) tanpa dibuktikan lebih dahulu kesalahannya, maka saya keberatan.
Sebagai warga negara, fello citizen: (dan warga negara lainnya) punya hak nanya itu kepada yang menuntut mundur, enggak?
Lhah, menurut Anda itu premi atau pajak?
Pajak khan ada aturannya sendiri, pemanfaatannya ada uunya sendiri. Entitas TAXPAYER-nya juga jelas. Apakah dalam pemungutan Biaya Administrasi/Premi/"Pajak" yang anda sebutkan itu, Andalah WAJIB pajak-nya?
Penggunaan premi juga ada aturannya sendiri yang berbeda dari pajak. Kalau pajak diambil dari uang administrasi, berarti sama aja bank menjadi lembaga pemungut pajak dong?
Masa pajak yang ngumpulinnya bank?
Lalu, apa ada kontraknya antara Anda dan Bank, dimana Bank bilang, bahwa uang anda diambil untuk membayar pajak yang merupakan kewajiban Anda?
Pengalaman dari ngikutin kasus sisminbakum, sekalian aja tuduh bank melakukan pungutan serupa pajak yang liar bung heriyadi
tapi seperti yang pernah saya bilang di politikana juga bahwa slogan "hukum sebagai panglima" Indonesia sebagai negara hukum tak lebih sebagai "kiasan" karena bangsa kita sesungguhnya tidak siap berlaku dan diperlakukan sebagai objek hukum.
bangsa ini hanya senang kalau orang lain yang bisa dijerat hukum dan akan bilang tidak adil kalau dirinya sendiri yang kena jeratan hukum.
kita hanya senang menerapakan hukum kepada orang lain, tapi tidak untuk diri sendiri dan kelompoknya.
kalau masalah tuduh menuduh memang jadi sisi lain dari sifat emosional kita, dan itu juga yang dipertontonkan oleh para pemimpin kita, tuduh sana sini, tapi tak terbukti.
===
Anda bilang uang itu digunakan "tidak wajar".
Maaf saya tidak kenal reputasi Anda sebagai pengamat perbankan. Tetapi, Tony A Prasetiantono, yang setahu saya seorang ekonom, pemerhati ekonomi, dan penulis menyimpukan dana 6,7 T utk menyelamatkan BC itu wajar. "... penyelamatan Century seharga Rp 6,7 triliun masih lebih murah daripada dua skema lainnya. Masalahnya, masih banyak orang berpikir lain, sesuai imajinasi dan keyakinan masing- masing. Biaya LPS Rp 6,7 triliun, mestinya dibandingkan dengan dua skema lain itu, atau dibandingkan dengan aset total sektor perbankan kita Rp 2.400 triliun dan kini dalam keadaan stabil, atau dana masyarakat di bank Rp 1.800 triliun... Dengan Rp 6,7 triliun, dana masyarakat di seluruh bank di Indonesia sebesar Rp 1.800 triliun dicegah dari kepanikan dan kebangkrutan..." itu tulis Tony.
Dalam soal 'wajar" atau 'tidak wajar' nya dana 6,7 T utk menyelamatkan BC, saya pribadi lbh percaya statemen seorang Tony. Dalam soal lain, mungkin saya lebih percaya Anda Bung Peltu69. Karena saya penganut prinsip: Serahkan suatu urusan kepada ahlinya. Jika suatu urusan ditangani orang yang bukan ahlinya, tunggu saja kehancuran yang bakal menimpa....." wallahu a'lam.
kalau pada prakteknya ternyata hukum disini sudah biasa diselewengkan, direndahkan, atau tak diindahkan, mengapa pula kita ikut2an makin mempreteli wibawanya?
sama-sama lah kita yang bisa berpikir lurus supaya memberi contoh pada khalayak banyak, bagaimana memperlakukan hukum yang telah disepakati bersama..
kalau kita tetap diam berlaku pasrah sementara yang lain menari-nari karena bisa menyelewengkan hukum.
maka kita yang jujur2 dan lurus2 aja akan selamanya menjadi mangsa empuk para penari-penari tadi. dan kita hanya akan semakin muak melihat tarian-tarian mereka yang menjijikkan itu.
Braja Wirananggapati : maaf saya ga ngerti jawaban apa yang pas untuk pertanyaan anda, sebaiknya anda baca saja commen saya, mungkin jawabannya ada disitu. salam.
anda benar, kita tidak boleh hanya diam saja. itulah fungsi rakyat di bawah; mengingatkan apa yang dirasa salah dari pemerintah di atas, sekaligus membela pemerintahnya jika dirasa benar.
karena menganggap sesuatu salah pun sesungguhnya memerlukan bekal akan apa yang benar, bukan? jadi mari kita mengingatkan dengan cara yang benar, dan dukung dengan alasan yang benar pula.
Mungkin ini bisa jadi perspektif lain:
http://politikana…mment-132962
tapi saya adalah orang yang berusaha melakukan filtering dan analisa terhadap informasi yang saya dapat dan mencoba tarik konklusi antara gonjang-ganjing dan realitasnya.
kalau sempat saya akan coba posting disini analisis saya tentang century. semoga
Bagi yang ingin diskusi "serius", mestinya berani tunjukkan identitas, dong. Jangan pakai gravatar tokoh kartun. Itu namanya tidak gentle!
====
saya kira itu harus....
Anda berhutang penjelasan dan argumentasi ketika membuat statemen "Tidak wajar" itu. penjelasan yang argmentatif lebih dihargai daripada asal njeplak, apalagi bagi Anda yg tampaknya lbih mementingkan "apa yang dikatakan" daripada "siapa yang mengatakan".
salam.....
anda sedang menuduh
*kasihan anda.
*forgive them father for they know not what they do..
*Sumpah dah, gw gak kenal satupun warga politikana, kecuali fadjroel rachman mungkin. Sering nongol di tivi dia mah..
*satu petunjuk lagi, catet..
Unless if you can tell me my initials.
*gelar tiker*
Striding Cloud: you don't buy, he sell it anyway..
That's the original initials. Lately there was a possibility that you were once also known with the initials P. A., but that one is still debatable.
dizzman: Sudah dari minggu lalu pak. sudah basi topik itu.
Membaca tulisan anda rasanya lebih tidak enak lagi
PA (......Awan)
Saya lebih condong untuk mencari solusi melalui DPR untuk kebijakannya dan melalui aparat penegak hukum untuk karus kejahatannya
Ini belum apa2 kita sudah mengambil kesimpulan bahwa bail out century itu wajar
Ingat BPK sudah meninvestasi soal century ini berbulan2 dan mereka sudah menyimpulkan bahwa ada yang tidak wajar.
Saya kuatir anda akan kecewa.
maksudnya BPK adalah institusi paling korup di Indonesia ?
lha kalau Laporan BPK tidak bisa dipercaya mo bijimana lagi
saya ringkas saja ya, sebetulnya data-data ini sudah bertebaran dikoran-koran dan televisi hanya kita saja yang kadang malas menganalisanya, saya mau tulis artikel sebenarnya tapi karena datanya sudah diketahui banyak orang akhirnya saya batalin ajalah artikelnya, tapi saya ringkas aja disini ya.
1. pada rapat KKSK tgl 21/11/08, dana talangan untuk menyehatkan bank century cukup 632 Milyar saja. artinya menurut analisa mereka dengan dana segitu century sudah normal kembali.catet ini.
2. dalam hitungan hari tgl 23/11/08 s/d 1/12/08, LPS ternyata menyuntik 2,7 Trilyun. ko bisa? lalu dasar perhitungan KKSK yg cuma 632 Milyar apa dasarnya?
3. sudah disuntik 4 x lipat ternyata century belum normal juga akhirnya disuntik lagi 2,2 Trilyun tgl 9/12/09 s/d 30/12/08.
4. tetapi para pengambil keuputusan itu belum "ngeh" juga udah segitu banyak uang disuntik belum sehat-sehat juga century tapi masih tetap disuntik lagi tgl 4/2/09-24/2/09 1,2 Trilyun, fantastis, atau jangan-jangan untuk penyehatkan century dana talangan bisa-bisa unlimited kali ya?
peribahasa mengatakan hanya kambing congek yang mau berkali-kali masuk kedalam jurang yang sama, itu tidak berlaku buat para punggawa itu.
5. makanya didrop lagi dana 630 Milyar pada tgl 24/7/09. hmm kira-kira kalau ga distop berapa banyak lagi sih dana di pundi-pundi LPS kita itu yang akan dipakai?
dari 5 point diatas masihkah kita mengatakan itu wajar?
bukankah LPS itu layaknya sebuah ATM buat century?
dari perkiraan awal 632 Milyar bengkak menjadi 6700 Milyar apakah ini sesuatu yang wajar?
katanya mereka itu teknokrat handal kaliber dunia, memperkirakan besaran dana talangan saja ga bisa, apa iya sebodoh itu mereka?
kalau dikatakan sistemik, mari kita lihat dari awal century kalah kliring, apakah ada gangguang dalam perekonomian kita? adakah dunia perbankan kita mengalami goncangan?
setelah disuntik berkali-kali tapi gak sehat-sehat juga, apakah perekonimian kita terpengaruh? dan dunia perbankan kita mengalami rush misalnya?
saya tidak melihat ada pengaruhnya, lalu sistemiknya dimana?
====
siapa takut??? sepanjang anda menggunakan argumen akal sehat, silakan saja. tapi kalo anda gunakan argumen halal-haram, yach wassalam.
Soal century, Anda bisa tahu sikap saya di http://politikana…lamatkan-smi
saya sih memang maunya diskusi dan dibahas - gak perlu selesai karena pasti ini bukan forumnya - tapi supaya diskusi dan berdasar data - bukan retorika.
terima kasih semua juga untuk partisipasinya. heran kok Bang Fadjroelnya gak muncul2....
Berikut ini petikan yang ari infobank:
"...Bank Century bukanlah bank kecil, melainkan bank menengah dengan cabang 65 buah dan berstatus devisa. Asetnya pernah menembus angka Rp15 triliun dan akhirnya merosot ke angka Rp6 triliun setelah diselamatkan. Karena banyak aset, terutama surat berharga yang gagal tagih, sehingga perlu pencadangan.
Apalagi, dari 23 bank itu, lima di antaranya bank pembangunan daerah (BPD), mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp30 triliun dan dari dana itu yang layak dibayar jika ditutup sebesar lebih kurang Rp15 triliun. Plus jika Century ditutup, dana yang layak bayar sekitar Rp2,7 triliun, atau ada yang menyebut Rp5,6 triliun. Jadi, setidaknya LPS harus membayar DPK sebesar Rp18 triliun. Habis sudah uang LPS yang kini asetnya Rp18 triliun.
Nah, jika melihat kalkulasi itu, tentu pemerintah akan menyelamatkan Century. Namun, cerita tidak sampai di situ. Setelah memasukkan Rp632 miliar, ternyata tidak cukup karena ada surat-surat berharga senilai US$179 juta macet dan perlu tambahan modal Rp2,65 triliun karena rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio atau CAR)-nya minus 35,92%. Sampai di situ tidak cukup. Ternyata, CAR-nya masih negatif karena ada letter of credit (L/C) fiktif senilai US$178 juta yang macet. Maka, diguyur lagi Rp4,97 triliun.
Akhirnya, jumlah penyertaan modal sementara LPS mencapai Rp6,76 triliun. Angka inilah yang menyulut kontroversi. Bahkan, Dradjad H. Wibowo, anggota DPR yang pada periode 2009 sampai dengan 2014 tidak lagi duduk di bangku DPR, memperkirakan, LPS akan rugi Rp5 triliun jika dijual sekarang ini. Anggota tim sukses JK-Win ini menyebutkan angka Rp2 triliun jika dijual. Cerita terus bersambung dengan bumbu kerugian negara. Lalu, menyoal dasar hukum menyelamatkan Century yang datang bertubi-tubi.
Penyelamatan bank tidak seperti menyelamatkan pabrik roti atau sektor riil. Menyelamatkan bank sama halnya dengan menyelamatkan industri. Belajar dari krisis perbankan 1998 lalu, yang ketika itu pemerintah rugi besar dengan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) karena tidak ada mekanisme protokol dalam mengatasi krisis, maka dibuatlah LPS.
Menurut Firdaus Djaelani, Ketua LPS, lembaga yang berdiri berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2004 dengan filosofi industry help industry ini kini sudah memiliki aset sekitar Rp18 triliun. Dengan demikian, maka penyelamatan Bank Century tidak mengambil dana APBN karena kekayaan LPS merupakan kekayaan yang dipisahkan. "Itu uang premi yang dikumpulkan," katanya.
kalau mau jawaban lebih jelas, anda bisa link ini
http://www.infoba…ail&id=15840
salam.....
Soal dana talangan ini, pada saat rapat KSSK tgl 20 November itu, perhitungannya sudah disampaikan - 1.7 trilyunan - dan dua hari kemudian direvisi lagi dan sudah dihitung bahwa totalnya akan sekitar 7 trilyun.
angka2 ini dicantumkan di surat BI, dan catatan2 rapat, serta tanggapan yang ada dalam laporan KSSK.
Kesimpulannya bahwa waktu itu biayanya sebenarnya sudah diperkirakan - diumumkan atau tidak itu cerita lain.
Dalam Laporan BPK juga di cantumkan bahwa kerugian bank century yang ditimbulkan oleh robert tantular etc itu sekitar 5 trilyun - LPS membayar karena menutup kerugian itu.
KPK sempat berpendapat begini, tapi saya hanya sekilas baca di kompas:
Kebijakannya adalah kewenangan KSSK, sedangkan pencairannya, amat mungkin tidak wajar, maka perlu diawasi.
Therefore, ketidakwajaran temuan bpk, hendaknya tidak dilihat sebagai ketidakwajaran kebijakan, namun jika dikatakan terdapat ketidakwajaran eksekusinya didalam BC.
Wajar saja, jika selama berbulan2 setelah kebijakan penyelamatan awal diambil, terjadi rush terus menerus.
Mengeluarkan 6.7 T untuk mengambil alih 99.xx% kepemilikan 15T, wajar tidak?
Saya sekarang malah melihat itu adalah perampokan oleh negara. Gimana tuh? Jangan2 kejadiannya terbalik?
Coba periksa berita ini, 14/11/2008:
http://www.inilah…ury-di-rush/
[_ Striding Cloud: buat saya tidak wajar karena alasannya sistemik. ternyata tidak terbukti! _]
HWHAAATT???!!
Jadi, Anda baru menilai suatu kebijakan itu wajar, jika kita BENAR-BENAR masuk kedalam krisis?
Sungguh argumen yang menggembirakan!!!
Dua Pertanyaan
oh jelas saya merasa itu tidak wajar - ya itu, sudah berbulan2 saya teriak2 itu tidak wajar.
Kalau dibaca teliti Laporan BPK itu, ketidak wajarannya jelas terjadi justru sebelum November - pada saat KSSK pilihannya hanya menyelamatkan perbankan nasional - dengan menutup kerugian BC, atau menutup BC sekaligus.
Saat kemudian diputuskan untuk menutup kerugianya, maka harus dibayar biayanya.
Ketidak wajaran dalam penggelapan dana di BC oleh manajemen lama ini yang kemudian diselidiki oleh Bareskrim - anehnya, Robert Tantular hanya dikejar untuk yang 18jt dolar - bukan untuk 3-5trilyun kerugian yang dia timbulkan.
Dalam Laporan BPK juga jelas dicantumkan bahwa Audit investigasi tersebut tidak bisa dilakukan lengkap, karena masih banyak dokumen ada di Bareskrim dan ada Pejabat BI yang tidak bisa diminta keterangannya (tidak disebut juga, siapa saja dan dari bagian apa).
Ketidak wajaran ini yang menurut saya perlu dilihat - Dewan Angket sekarang kan hanya mau ribut2 soal kebijakan penyelamatannya dengan segala rumor dan bukti2 yang ternyata akurasinya juga tidak bisa dipertanggung jawabkan - aliran dana segala macam.
Saya tidak tahu detil tentang aliran2 dana ini (informasi saya hanya yang tersedia di publik) - tetapi kenapa isunya jadi dialihkan menjadi politik di DPR - sedangkan jelas sekali tindak pidana yang sudah dilakukan Robert Tantular et al? Malah sekarang dia lagi banding, dan bisa sekali lolos dari jeratan hukum (vonis 4 tahun, potong masa tahanan, etc.). Ini kan ngawur sekali (menurut saya).
Yang lebih ngawur adalah kalau kemudian ini mau disalahkan kepada otoritas moneter yang memang diangkat dan disumpah untuk menjaga/mengatur stabilitas ekonomi nasional - sedangkan yang jelas mencuri justru tidak diperiksa lebih jauh?
argumennya menarik - dan saya juga sekarang cenderung melihatnya mirip: Century itu diambil alih 99% sahamnya seharga 6.7trilyun - serta janji pihak penegak hukum yang akan melakukan asset recovery (berbagai statement publik kepolisian/kejagung sudah menemukan indikasi aset pemegang saham Century di berbagai negara).
Terlepas dari kewajarannya - penting sekali untuk mengingat bahwa Century itu diambil alih seluruhnya oleh pemerintah - kalau bahasa Tuvok 'perampokan oleh negara' - kalau saya mungkin lebih halus, tapi itu mirip nasionalisasi paksa yang terjadi di beberapa negara lain di dalam periode yang sama.
Di dalam periode yang sama misalnya, beberapa BUMN (dan juga swasta tbk) menunda pembayaran dividen etc - karena memang semua butuh kesiapan dana tambahan.
: )) : )) : ))
Sungguh argumen yang menggembirakan!!! : )) : ))
====
Intinya, si Peltu69 kepingin uang nasabah di bank2 sejumlah Rp 1.800 T itu lari dulu ke singapura, Hongkong dll yg memberi jaminan 100%, lalu cadangan devisa negara yg USD 60 M itu terkuras habis gara-gara syok pasar yang melonjakkan dolar ke angka yg susah diprediksi, lalu rakyat akan kelimpungan..... baru peltu69 akan menerima pengucuran uang LPS 6,7 T sbg policy yang dianggap wajar......
Bersyukur Menkeu-nya bukan Peltu69 dan Gub BI bukan MTP....
PBI No. 10/30/2008 menyatakan bahwa CAR bank yang memenuhi kualifikasi suntikan FPJP kudu positif.
akhirnya dirubahlah aturan itu tujuannya apa? supaya bisa disuntik dana segar dari LPS
kalo BI konsisten dengan aturannya masak sih harus merubah peraturan hanya untuk menyelamatkan bank gurem sekelas BC?
kalo disebut perampokan oleh negara, saya harus analisi lagi tuh, tapi paling tidak saya masih ragu untuk mengakuinya, karena yang saya dengar 6,7 T sekarang jadi penyertaan modal.
thanks for all
Baiklah, Apa itu CAR, dan mengapa CAR begitu penting menurut Anda?
miyamoto:
Perubahan asumsi itu masuk akal bung.
Saya kasi contoh, dalam asumsi CAR dalam keadaan normal, obligasi negara/perusahaan milik negara dianggap tidak memiliki risk, jadi nilainya dianggap 100%.
KENYATAANNYA, itu dubai world standstill 6 bulan, sehingga sulit mengasumsikan risknya. Setidaknya hingga 6 bulan kedepan, surat hutang dari dubai boleh dikatakan beresiko 100% alias dicurigai akan bodong.
Berarti Bank yang memiliki obligasi dubaiworld, sekarang akan mengalami tekanan terhadap CAR-nya. Bisa faham sampai disini?
Dalam kasus BC, Institusi keuangan sebesar JP Morgan saja, bisa tidak memenuhi kewajiban penjaminan obligasinya, Bagaimana merate koefisien buat CAR-nya?
Kalau begitu, posisi yang paling aman adalah merate semua obligasi sebagai bodong dong? *eh berima!
ketidakwajaran temuan BPK harus diselesaikan secepatnya melalui jalur-jalur yang ada apakah itu Panitia Angket maupun KPK/Polri dan kejaksaan karena kita sudah terbelenggu cukup lama dalam masalah ini
Soal FR dan kompak itu adalah dinamika politik
Jadi Anda sudah bisa memahami, mengapa saya anggap kebijakan tersebut wajar? mengapa perubahan asumsi saya anggap masuk akal?
(soal sepakat/tidak sepakat adalah soal berbeda lagi)
Sebenarnya, kalau mau bicara soal BPK, kita harus bicara soal Anwar Nasution, dan apa perannya dalam kebijakan tersangkut BC, di masa lalu. Lalu kalau mau konsisten curiga-mencurigai, kita juga bisa mempertanyakan motif AN dalam membuat laporan seperti itu.
Tapi ah sudahlah... Kasian si opung, sudah pensiun.
saya paham dengan penjelasannya tetapi yang saya tidak paham kenapa resiko itu tidak dilaporkan pada tanggal 21 Nov padahal BI harusnya sudah tahu bahwa itu tidak lancar pada tanggal 21 Nov dan dari tanggal 21 Nov ke Tanggal 23 Nov kan tidak ada kejadian yang menyebabkan tiba2 SSB nya berubah padahal sebelum tanggal 21 Nov esensi SSB itu sudah tidak lancar
Anda faham khan soal CAR?
CAR adalah batasan khayalan yang ditetapkan oleh otoritas keuangan, yang keseluruhan asumsinya sendiri adalah dugaan. Bank-bank itu hanya ngikut batasan khayalan itu.
Sekarang begini, berdasarkan asumsi normal, misalnya obligasi suatu bank A dianggap 50% risk.
Tapi setelah diskusi dan debat 2 hari penuh, diputuskan, untuk amannya, mereka putuskan untuk mengambil asumsi terburuk: Jaminan Bank A tersebut, kemungkinan tidak bisa cair, dijual pun, tidak ada yang mau beli (alias price =0)
Dengan menerapkan asumsi CAR yang baru itu, SELURUH BANK, diharapkan menyimpan liquiditas mereka, daripada bernafsu berinvestasi pada risk tinggi, karena liquiditas/asset dana cair dihargai 100% dalam perhitungan CAR.
Hal lain yang dihargai 100% adalah obligasi yang dijamin pemerintahan suatu negara.
NAH! sekarang Fast Forward ke masa kini, jika BAHKAN dubai world (yang dalam CAR secara tradisional dinilai 100%) pun tiba-tiba menjadi bodong, kenapa begitu sulit bagi Anda untuk memahami keputusan merubah asumsi, dalam usaha meningkatkan ketahanan krisis?
nanti dituduh seperti pisau dapur ....tajam kebawah tumpul keatas ....kasihan nenek minah
Karena sebagian laporan tersebut berada dalam pengaruh Anwar Nasution.
Sedangkan Anwar Nasution adalah salah seorang pemegang kebijakan, yang ikut mengawasi merger bank century sebelumnya.
Meaning, pertanyaan retrospektif SM,yang mengindikasikan "mengapa kita bisa sampai di titik ini", dapat diterjemahkan bahwa mereka diwarisi kesalahan AN, kemudian ditikam lagi melalui BPK.
Sudah cukup konspiratif seperti itu?
[_...masalahnya disini adalah BC itu memang bank odong-odong sejak dia dibentuk he he dan salah satu yang berdosa adalah AN _]
Jadi kita bisa sepakat, bahwa laporan BPK pun meragukan dan tidak dapat dipakai sebagai dasar?
Saya bukan orang yang kompeten membuat penilaian, but this is the story from news. Sumber yang saya anggap kredibel. Berikut adalah asumsi saya, yang awam ini.
Angka Rp 632 milyar itu berdasarkan posisi keuangan per 31 Oktober 2008. Seiring berjalannya waktu, rush terjadi. Bahkan berita tertanggal 14-11-2009 itu, tidak berarti mulainya Rush, bukan? Bisa terjadi bahkan jauh sebelum itu, dan terus berlanjut, sehingga menyebabkan kondisi memburuk.
Tidakkah fakta itu memberi sesuatu pada 'dongeng' kebijakan ini?
Seharusnya:
Bahkan berita tertanggal 14-11-2008 itu,...
Nah, itu baru makes sense, ayo dibedah melalui jalur hukum. Ayo diberesi sistem pengawasannya, ayo usulkan semacam sarbannes-oxley untuk perbankan.
Jalur politik yang tanpa protap penyelidikan yang jelas, sungguh buang energi.
Ujug2 "pokoknya SM salah" seperti dibilang FR, tanpa even mau tau apa itu CAR, juga rada-rada ngegemesin. Rasanya pengen tak cubit2 pipinya bung fadjroel rachman itu
Mau berargumen pakai data BPK pun, sebagaimana yang Anda jelaskan sendiri, adalah hal yang percuma, kalau tidak lihat konteks masalahnya secara menyeluruh.
saya justru percaya kepada laporan BPK dan bisa dipakai sebagai dasar
[_saya justru percaya kepada laporan BPK dan bisa dipakai sebagai dasar _]
Tapi tidak percaya sama yang bikin?
ok baiklah.
saya percaya kepada institusi
Percaya pada institusi, tapi tidak percaya pada orang yang bernaung di bawah institusi itu.
Konsep yang menarik bung.
bahkan disitu SMI mempertanyakan kredibilitas BI dalam melakukan assesment berkaitan perubahan asumsi biaya 632 M menjadi 2.7 T
setelah dibaca mungkin bisa dipahami komen saya
[_bahkan disitu SMI mempertanyakan kredibilitas BI dalam melakukan assesment berkaitan perubahan asumsi biaya 632 M menjadi 2.7 T_]
Apa yang salah dari sikap skeptis tersebut bung?
Bukankah itu sikap ilmiah yang wajar dalam menghadapi informasi dan perubahan?
untuk AN saya kira dua kasus berbeda karena kalau soal merger BC itu adalah kesalahan pengawasan BI yang memaksakan merger padahal masih ada masalah yang belum tuntas.
masalah laporan Audit BPK saya kira sudah tidak berada dalam kepemimpinan AN
contoh ada mobil berjalan dari utara ke selatan ...peristiwanya sama ...oleh dua pengamat berbeda yang satu disebelah timur jalan dan yang satu disebelah barat jalan keduanya sama sama menghadap jalan ... kalau ditanya kepada keduanya ke kiri atau kekanan mobilnya berjalan maka yang satu akan menjawab kekiri dan yang satu akan menjawab kekanan ...dari jawaban itu siapa yang benar hayo ke kiri atau ke kanan ...
[_masalah laporan Audit BPK saya kira sudah tidak berada dalam kepemimpinan AN _]
Ohhh gitu ya bung ya? Baiklah, saya percaya anda tidak asal njeplak(tm). Berita dibawah ini lah yang asal njeplak:
[ http://www.surya.…century.html ]
[_ Striding Cloud: kalau soal asumsi mungkin frame of reference kita berbeda_]
Benar.
Saya menganggap, bahwa proses perdebatan 2 hari KK itu, termasuk didalamnya dimana SM meragukan, menunjukkan bahwa SM mampu berpikir dilematis. Yaitu mampu menempatkan diri kedalam sudut pandang yang berbeda sekaligus.
Sehingga hasil keputusan yang terjadi waktu itu, merupakan keputusan yang terbaik berdasarkan konteks waktu itu, dalam pandangannya SM.
Sedangkan Anda berangkat dari: Pokoknya harus disimpulkan SM salah.
Sepertinya memang kita mesti sepakat untuk tidak sepakat.
Terus terang bung saya sampe sekarang masih percaya kepada SMI yang saya persoalkan itu adalah kredibiltas BI yang memasok laporan kepada SMI yang juga di pertanyakan oleh SMI pada rapat tanggal 24 Nov lihat jawaban saya kepada prajnamu di http://politikana…mment-134872
[ http://www.surya.…century.html ]...]
yang saya lihat waktu penyerahan Laporan Audit BPK kepada DPR itu bukan AN tapi sudah Hadi Purnomo ....BPK mengaudit kasus BC adalah amanat DPR jadi memang waktu itu dibawah kepemimpinan AN tapi pada finalisasinya sudah dibawah Hadi Purnomo ...beliau adalah bekas Ditjen Pajak kalau saya ndak salah
untuk asumsi perubahan biaya dari 632 M menjadi 2.7 T itu mungkin kita bisa sepakat untuk tidak sepakat .... tapi dasar saya bukan asal njeplak(tm) SM salah ......tapi saya dasarkan atas laporan BPK itu .... jadi bahwa peltu69 mengatakan bahwa ada yang tidak wajar ...saya setuju .... dan yang tidak wajar itu diselesaikan secara hukum .... kalau akhirnya itu masuk dalam ranah politik maka itu adalah konsekwensi karena menteri itu memang adalah jabatan politik dan mau tidak mau harus diselesaikan secara politik di DPR oleh karena itu maka harapan kita adalah sebaiknya ini diselesaikan secara cepat.
minta donk ,buat beli rokok ...
dalam link dari BPK tersebut yang dikutip dari indo pos bahwa bailout century itu illegal mungkin kita harus tunggu verifikasi selanjutnya mengenai berita ini ... kalau ini benar maka segala argumentasi mengenai BC akan berujung pada pelengseran SM dan Budiono kalau itu terjadi memang sayang sekali karena kita masih butuh orang2 sekaliber SM dan Budiono tapi ini adalah politik bung dan politik punya logikanya sendiri
Waspada saja lah
* gile keren banget ya ... sayang gw gak mudheng soal Bank Mandor ...
lha itu malah nongol lagi!
Subroto: Apa kabar? Kemana aja bro?
Nyamar kali jadi ini wacan bocah:
kalau anda mau membungkam mulut FR, anda harus membungkam semua mulut GOLPUT yg pada pemilu kemarin berjumlah 40% (suara tertinggi dibandingkan dgn parpol2 lain).
Nah, skrg anda tau siapa yg diwakili oleh FR, SBP (Sri Bintang Pamungkas) dan tokoh2 GOLPUT lain.
agak lucu - Tokoh Golput itu kan deskripsi kontradiktif - Golongan Putih atau mereka yang 40% itu kan tidak memilih karena tidak merasa layak diwakili oleh calon yang ada. Mereka memilih untuk berdiri sendiri untuk suaranya sendiri yang siap tidak dihitung.
Saya tau dan saya tidak pernah memilih - semua orang juga tau karena saya daftar pun tidak pernah.
Kalaupun ada orang yang ternyata merasa diwakili oleh Calon Presiden Independen, ya nanti, tunggu UUnya dirubah dan saya mungkin akan pilih salah satu Tokoh Golput.
pasti selalu ada yg usil nanya "kalo lo pengen SBY turun, emangnya lo sanggup jadi presiden??".
nah, daripada nunggu ditanya, ya langsung aja bilang "TURUN, dan saya sanggup jadi presiden pengganti". nah, beres kan dlm satu kalimat?? ;D
[_ hey fello, anda sendiri juga maunya apa? mau membungkam mulut rakyat yg kritis (di tengah kebebasan mengeluarkan pendapat)?_]
Lhooo.. aku kira tadinya, kebebasan berpendapat itu berlaku 2 arah?
Ternyata tidak ya? hanya rakyat yang golput yang berhak bersuara? Hanya rakyat yang pengen SBY turun yang berhak bersuara?
namun brp orang indonesia yg mengerti arti presidium sendiri?? siapa yg mau baca artikel ketatanegaraan begini serius? org indon yg praktis kan ngertinya cuma kata "capres", krn rakyat indon lebih mau mengerti hal2 yg simbolis spt presiden dan wapres.
Jadi mnrt saya, FR, SBP, RR, sebagaimanapun lantangnya mrk bicara, mrk juga mengerti tata negara, dan mrk juga mengerti bahwa mrk tdk bisa mengajukan sbg capres begitu saja hanya dgn modal dukungan yg ada bergejolak skrg di masyarakat. Tapi tujuan mrk jauh lebih mulia dari itu, yaitu pembelajaran dan pendewasaan politik di kalangan rakyat indonesia. Mereka bukan orang2 yg ngotot pengen jadi presiden. Bukan spt SBY, Soeharto, atau siapalah yg mau mengeluarkan modal berapapun utk kampanye diri. Kalaupun ada sponsor milioner yg mau menopang pengeluaran gerakan revolusi, saya yakin FR, RR, SBP akan menolak mentah2 sumbangan tsb. Mereka lebih baik tidak jadi presiden tapi tetap memberikan pelajaran politik kritis kpd rakyat daripada jadi presiden tapi didukung oleh dana sumbangan yg besar.
Jadi kalau skrg FR (dan dulu SBP dan RR) bilang mereka itu capres independen, itu lebih tertuju kpd rakyat yg maunya masih mengerti scr simbolis, alias hanya utk membuka mata rakyat bahwa semua org (dan bukan orang yg itu2 saja) memiliki hak yg sama utk ikut berperan dalam urusan sentral tata negara. Dan juga utk menjawab pertanyaan yg saya tulis di atas:
"kalo lo pengen SBY turun, emangnya lo sanggup jadi presiden??".
nah, daripada nunggu ditanya, ya langsung aja bilang "TURUN, dan saya sanggup jadi presiden pengganti".
Kalau FR jawabnya "ya saya tidak sanggup, tapi SBY tetap harus turun", nah apa kata orang2 spt anda??? mungkin akan juga berteriak "Huuu, mau nurunin presiden tapi sendirinya ngga sanggup jadi presiden!!".
Nah, kalau begitu orang2 spt anda akan selalu menang dong: FR sanggup jadi presiden salah dan dianggap ngesok, ngga sanggup juga salah dan dianggap pengecut. Padahal bukan bukan di situ substansinya. Nah, anda skrg jgn lagi tanya ngarang "jadi di mana substansinya?". Kalau anda tanya lagi berarti saya capé2 nulis tapi anda ngga baca.
Nah, sudah, ayo tidur dulu, met malem.
saya ngga menggebu2, tapi lebih ke kritis aja, dan ikutin terus (spt anda?). cuma yg saya tahu pasti golput ngga pake UU pencemaran nama baik utk membungkam org utk bersuara. sebaliknya penguasa picik menggunakan UU tsb utk membungkam suara golput.
Itu bedanya.
Hah? Fello pake UU pencemaran nama baik emangnya?
Oh, jadi kebebasan berpendapat itu dari segala arah ya? berarti setiap orang juga bebas saling mengkritik dong? Setiap kritik tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pembungkaman dong?
so, multi budaya, multi arah, bebas berpendapat. itu baru politik dalam negri indonesia (sudah multi arah), apalagi kalau dalam pengambilan keputusan G20, G7, dan G-G lainnya (yee, jgn mikir G- yg itu ya ;D).
Sekalian saja dicatat bahwa posisi saya dalam konteks gugatan Pencemaran Nama Baik yang diajukan oleh Pejabat Publik yang sedang menjabat itu merendahkan karena itu diskriminatif terhadap rakyat.
Pejabat Publik yang Sedang Menjabat punya konflik kepentingan langsung dengan pengambilan keputusan dan penentuan tata cara bernegara yang berwibawa dan harusnya cukup sadar untuk tidak pakai pasal karet yang satu ini - dalam semua bentuk inkarnasinya di instrumen hukum manapun.
Jadi saya gak nanggepi komentar yang terakhir ini karena saya setuju sama semua.
Untuk yang berasumsi saya dibayar - oleh SBY atau siapapun juga aktor yang terlibat dan pihak yang punya kepentingan dalam konteks tulisan saya, silahkan baca posting yang ini.
http://politikana…pejabat.html
Apakah, kalau satu orang warga negara berteriak ke warga negara lain: "BRISIK loe" bisa dikategorikan sebagai pembungkaman?
Apakah kalau tidak sepakat dengan kebodohan warga negara lain(setidaknya dari sudut pandang dia), bisa dikategorikan pembungkaman?
ngga ada wartawan (anggota politikana) yg wawancara anda apakah anda dibayar sby/tdk. tdk ada yg peduli soal begituan. so relax lah. toh, saya satu2nya di keluarga yg ogah sama sby, seluruh keluarga saya pro sby tapi ya terima aja wong beda arah. yg penting kita ngerti (secara detil) apa yg kita dukung (scr obyektif, buka subyektif), sehingga kalau suatu hari ada perubahan aneh di atas dan mau balik kanan menghentikan dukungan kita, kita tau kenapa.
tul, totally agree.
the sby bit i should've put on a separate comment box - was just going thru the page and trying to respond to each but failing miserably due to sleep deprivation.
[_untuk asumsi perubahan biaya dari 632 M menjadi 2.7 T_]
Sebaliknya saya berpegang pada kenyataan:
Kenyataannya, bahkan 2.7 T pun ternyata tidak cukup. Sehingga perubahan asumsi dalam CAR tidak hanya wajar, namun juga inadequate.
Saya punya BBCA, BMRI, BDMN dan PNBN hehehe
Oh ya ok, boleh boleh.
Mari kita protes pemerintah itu, knp seenaknya mengambil alih sebuah bank.
Mengapa seorang pemilik bank (seperti anda), bisa seenaknya ditangkap atas dasar kecurigaan wapres semata.
Lagian kalo diurus pemerintah biasanya ngga efisien makin berkurang bank saingan saya dan nanti dana yang disana lari ke bank saya *mulai berpikir untuk memperbesar porsi saham mumpung lagi terpuruk*
Saran saya sih jangan bung. Bolanya belum tentu menggelinding ke arah penyelamatan perbankan.
Kalau SMI dihukum karena kebijakan penyelamatan perbankannya, kedepannya pejabat publik yang baru akan ragu untuk menyelamatkan sembarang bank.
Dari total 18 bank yang disebutkan mirip dengan BC tersebut, pastilah ada yang memiliki hubungan pembayaran antarbank dengan bank2 Anda.
Uang Anda beresiko dihanguskan.
Analisis sementara saya, menunjukkan, di tahun 2010, seksinya di real estate/infrastruktur lokal. Secara, real estate luar lagi parah, sedangkan 2010, dunia akan over liquidity akibat bailoutnya obama.
Dari sisi investment mata uang, probly saatnya sekarang short dollar, atas alasan over supply dollar yang sama dengan diatas di tahun 2010.
Kalau Anda berpikir long term, barulah harga asset di amrik terlihat sexy, itu rumah di detroit harganya murah sekali, bahkan ada yang jauh lebih murah dari harga di indesonia.
Short dollar hohohoho mayan kemarin dari sideways gajah dan thanks to dubai dapet bolak balik
tadi malam dalam acara Economic Chalenge di metro TV Dirut Bank Mutiara mengatakan bahwa waktu diambil Alih ... Asset BC cuma 5.1 T dan mengalami kerugian 7.2 T ...asset 15 T itu pada Q3 2008
Bah damn you, dubai world kemaren gw lumayan merugi!!!
Ini sekarang semuanya parah, sekarang obligasi yang dibacking negara tidak bisa lagi dianggap 100% liquid. Bangsat bener dah, ndak tau mau pindahin kemana lagi yang denominasi dollar. Mana gw sedang megang uang orang lagi.
miyamoto:
Itu termasuk asset yang tidak dapat cair?
Ataukah masih menggunakan asumsi yang sejalan dengan CAR?
Kalau asumsi obligasinya adalah sama dengan CAR, maka kontraksi nilai asset tersebut justru berpotensi jadi sumber tarik dollar di tahun 2010.
Kalau dari data Anda, berarti dapat diasumsikan 7.2T itu adalah obligasi yang kehilangan nilainya sepanjang 1 tahun ini. Pilihannya, kalau asset tersebut dipegang terus, tahun 2010 bisa cair plus dengan segala pembayarannya yang tertunda sepanjang 2009.
sepertinya sekarang bukan pada kebijakan an sich yang akan di bidik tapi legalitas pada saat pengambilan kebijakan itu karena menurut informasi ini http://www.bpk.go…-Pos2-11.pdf bailout centruy illegal
Psikologi pasar itu ya seperti yang saya sampaikan. Gitu juga dengan psikologi pejabat. Mana mereka mau tau dengan ada atau tidak alasan legal untuk menyelamatkan ekonomi.
Karena penyelamatan hak makan tempe rakyat banyak selalu dipastikan lebih besar kepentingannya dibanding pembentukan suatu aturan legal. Sedemikian sehingga, aturan legal selalu gagal beradaptasi dengan perubahan keadaan.
Pejabat baru penggantinya, dipastikan akan peragu.
Bisa bung. Ngandalin inflasi.
Ini gw sedang coba tulisin. Harapannya bisa menggabungkan seluruh konsep yang masih sumir di politikana ini, dengan konsep dunia nyata.
Paling2 triknya sama seperti obligasi sub prime backed, tea.
Judul tulisan gw entar: "Cara Jadi Kaya, Banjir, Obligasi, CAR, Dubai World, dan Century Gate"
Mungkin kalau seluruh perusahaan di indonesia atau bumn mau urunan model prita itu, untuk hostile takeover bakrie, gw baru mau ikut.
Tapi komposisi saham publik bakrie itu berapa persen bung? kecil di publik ya?
dengan 6.7 T pemerintah mendapat asset senilai 15 T dikurangi (kewajiban kepada nasabah + kewajiban kepada pihak ke tiga +aset bodong.)
apakah untung ? harus cari data dulu.
pernah baca sepertinya penurunan car itu karena pengawas bank hantam kromo, semua piutang (hampir semua maksud saya) termasuk obligasi dianggap jelek, ternyata setelah di cek ulang banyak yang masih bisa di tagih.
mengingat artikel babat, maka benar salahnya pengambilan keputusan ini adalah falsifiable. dan terlalu berbahaya kalau pengambil kebijakan bisa di kriminalkan atas kebijakan yang dia ambil, kecuali bisa di buktikan adanya niat buruk. misalnya di suap atau ada konflik kepentingan.
yang perlu di selidiki justru, apakah BI bener-bener lalai mengawasi ataukah mata pengawas BI tertutup rupiah, sehingga tidak bisa melihat kecurangan (obligasi bodong dan antaboga) yang seharusnya bisa di deteksi lebih awal.
[_terlalu berbahaya kalau pengambil kebijakan bisa di kriminalkan atas kebijakan yang dia ambil, kecuali bisa di buktikan adanya niat buruk. misalnya di suap atau ada konflik kepentingan._]
EXACTLY!!!!
Buktikan dulu ada suap-nya, baru kita bisa enak ngomong kebijakannya salah. Yang dilakukan fadjroel rachman sekarang ini khan, lempar dadu kritik kebijakannya, sambil berharap dadu tersebut bisa membuka "ketidakwajaran" lain, lalu bisa dipakai untuk diskreditkan orangnya.
Wah, kita makin lama makin sering sepakat ya bung cynical?
Uhm... mendewasakan ya? Coba cek komen FR di twitter ini, dan tolong kasi komentar, seberapa mendewasakan-kah pesan ini?
@tifsembiring @all Barbar! pembunuhan lima jurnalis australia dlm BALIBO tahun 1975 wajib tonton, kegilaan rezim militeristik soeharto-orba (via fadjroel rachman)
@astra_sulaiman Di timor leste th 1975, lima dibunuh sadis di balibo, satu dibunuh di dili. 183 ribu rakyat timor mati hingga 1998 (via fadjroel rachman)
Do we know what is really happen there?
kalau terlalu sering sepakat, bisa-bisa saya keluar dari P ini, karena tujuan awal saya itu untuk tidak sepakat dengan anda
Striding Cloud: [Ayo bung, kita kumpulkan para pemilik bank lainnya, karena pemerintah telah menzalimi pemilik bank, dengan menguasai asset 15 trilyun hanya dengan modal 6.7 T]
dengan 6.7 T pemerintah mendapat asset senilai 15 T dikurangi (kewajiban kepada nasabah + kewajiban kepada pihak ke tiga +aset bodong.)
apakah untung ? harus cari data dulu.
Kewajiban terhadap nasabah sudah dikurangi rush. Nasabah besar dan keluarga RT, ada yang dicurigai menggelapkan, jadi kewajiban tersebut juga bisa dianggap hangus, atau setidaknya beku sampai tertangkap semua. Sepanjang mereka semua lari ketakutan, Pemerintah aman berasumsi membekukan tabungan mereka.
Asset bodong, diperkirakan akan memiliki nilai di 2010, karena obama mengeluarkan bailout ke bank-bank USSA. Sepanjang asset tersebut dipegang, kemungkinan bernilai di masa depan masih ada.
Plus asset yang dibekukan oleh susno, nilainya masih diperkirakan 13-14 T.
Tingga kontroversinya saja yang harus terus dipelihara, sehingga para buronan takut untuk pulang.
Yang untung, nantinya LPS, dan pemilik bank baru.
Dugaan saya, BS lah yang sudah ditawarin kepemilikan, sebagai ganti kerjasama dia ndak ikut2an rush.
Memberikan pinjaman ke perusahan lokal apa gitu, tapi administrasinya diurus belakangan.
Menurut saya, menghukum hal tersebut adalah baik. Karena terus terang aja, bank2 bonafid sekarang ini seringkali bertingkah sama, untuk preferred customers.
Tapi pada dasarnya yang terkena pasal itu ndak relevan dengan kasus bail out.
Ini di perlukan Manusia manusia bertangan dingin dalam penanganan.Dari Kata Tangan menjadi kalimat majemuk dan kata kerja.Striding Cloud:
Maju terus...
Belum jadi presiden aja FR sudah sok kuasa. Belum lagi menteri2nya... yg ngomong kiri-kanan di media pake titel "menteri anu, kabinet itu muda"...
Sorry, baru sempet muncul lagi disini, udah banyak kemajuan ternyata...
infrastructure funds 20% plus - kan tergantung infrastruktur apa?
LOL
bukankah kewajiban pemilik saham itu sebatas saham dia di perusahaan, kecuali bisa di buktikan kesalahan dia (misal bawa kabur uangnya, atau yagn lainnya)
Silahkan login untuk memberikan pendapat