"Dasar Cina!" 78
Kamis, 17 Des '09 02:28
Dalam sejarahnya, krisis politik dan ekonomi di negeri tercinta ini sering kali memiliki potensi untuk menyalak dalam sebuah frase keji, "Dasar Cina!"
Kali ini, anggota dewan kita yang terhormat, si Batak Ruhut Sitompul, yang mengong-gong, "Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman (pemerintahan) Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (Menkeu -red) si China, Kwik Kian Gie," ujar Ruhut.
Saya mohon kawan-kawan berketurunan Batak tidak tersinggung, saya hanya memberi contoh bagaimana panggilan-panggilan semacam itu tidak pantas untuk orang yang berakal-budi.
Dua hari lalu ada lagi seorang tokoh masyarakat yang menyamakan latar belakang etnis terentu dengan satu jenis karakter kepribadian, sialnya orang ini akan menjadi saksi ahli yang didaulat oleh panitia hak angket Bank Century. Orang ini tidak lain adalah Ichsanudin Noorsy.
Bang Ichsan, seorang asli tanah Betawi -- meski saya pun bingung apa arti "asli" dalam hal ini, dimintai komentar dalam acara Secret Operations-nya Metro TV yang fokusnya antara lain adalah sejarah pengusaha Tionghoa di Indonesia.
Mulut "Betokaw" yang satu ini berulang-ulang berbunyi, "Cina Cina ...", "Cina Cina ...", "Cina Cina ...", sampai akhirnya "Cina Cina itu tidak memiliki rasa Nasionalisme ... mereka membawa kabur uang keluar negeri."
Sejak kapan uang memiliki nasionalisme Bang? "Haree genee geeto loooh!" Sungguh saya tidak menyangka kalam serendah ini muncul dari benak seorang yang sangat cerdas seperti Bang Ichsan. Ternyata abang dungu, dari dulu saya selalu curiga abang ini hanya banci tampil.
Acara Metro-TV ini sepintas berusaha menampilkan intrik-intrik historis yang berhubungan dengan perjalanan pengusaha Tionghoa di Indonesia. Alih-alih melakukan hal itu, acara ini malah mentasbihkan kembali asumsi-asumsi dangkal tentang "Cina" dan "Nasionalisme".
Kalau mau bicara nasionalisme, Metro TV adalah media yang teramat tidak nasionalis diukur dari penggunaan Bahasa Indonesia. Semua nama acara menggunakan bahasa asing, hanya untuk mendapatkan pencitraan murahan, "biar keren." Kasihan sekali kalian!
Karena memang bentukannya seperti itu, saya tidak berharap produser dan penyunting acara Secret "F@$#ing" Operations memiliki nalar dan sensitifitas untuk berpikir lebih jauh mengenai implikasi sajian mereka. Jurnalisme picisan. Dengan mudah saja acara ini mengasosiasikan Anggodo dengan tema perjalanan pengusaha Tionghoa di negeri ini. Jujur, rasanya Anggodho lebih "Jawa" daripada kebanyakan orang "Jawa" yang saya kenal.
Dari semenjak Cicak-Buaya mengemuka, saya memang sudah khawatir hingar-bingar kasus ini bisa dipakai sebagai bahan bakar untuk sebuah konflik ras. Apalagi krisis politik di negeri ini terus berlanjut dalam babak Century Gate dengan asosiasi klan Tantular-nya yang memang keturunan etnis Tionghoa.
Perlu digaris-bawahi, kesadaran ras adalah realitas yang tidak bisa dinafikan. Penulis pun merasakannya, tapi hanya sebagai anugrah, warisan kekayaan peradaban yang penuh gairah, bukan komoditas kebencian. Apakah orang-orang kita sudah lupa Mei 98? Dasar Melayu!
Tag: KPK, Ras, ruhut, Metro TV, century
Terkait:
-
Century
Sabtu, 20 Mar '10 09:04 -
KPK Harus Tangkap Koruptor Bank Century
Senin, 8 Mar '10 21:55 -
Nasib Wakil Presiden Boediono Pasca Voting Pansus Bank Century
Kamis, 4 Mar '10 21:46
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
boiga: Penting
-
Red-White Eagle: Penting
-
pall: Bagus
-
krisnov: Bagus
-
l. wiji widodo: Terkini
-
kinanthi: Penting
-
Mbah Darmo: Bagus
-
Aji Prast: Penting
-
Logical Fallacy: Bagus
-
Harlan Eryandi: Bagus
-
Galembo': Menarik
-
kopisusu: Keren
-
conscientizacao: Menarik
-
eureka: Keren
-
ki baraja: Biasa
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
-X-: Penting
-
LCFR: Bagus
-
Harbinger of Death:
-
sin: Penting
-
Gunawan Wibisono: Penting
-
ndableg: Menarik
-
Edwin Dianto: Bagus
-
vraybeta: Penting
-
wongcilik: Penting
-
WESTBORN: Penting
-
Sri Kirana: Penting
-
ordni: Biasa
-
Xaliber von Reginhild: Lucu



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
ada pengungkapan ketidaknyaman dengan kata2 : "kayak ditampar cina gak bales"
halah.. buat gw ditampar tanpa salah oleh siapa saja ya sama be'eng, klo lagi berani bales aja lah..
btw, dari mana sih ungkapan ini? pengen nendang klo ketemu orangnya, bodoh amat..
nice post man..
Kira-kira laku ga yaa..
Waktu komisi 3 vs susno kemaren, keliatan banget dia dendam dengna susno, karena susno pernah diisukan melabeli ruhut "mikimos".
Basically, saya juga menduga yang mirip seperti itu.
Cuma harus ditarik dari jauh sebelum itu. Kemungkinan KPK menyadap anggodo dan atau pengacara budi santosa, karena prejudice yang sama. In my point of view, penyadapan mereka itu illegal.
Ketika Musa mengeluarkan orang Israel dari Mesir, telah diceritakan dulu bahwa Musa sebenarnya keturunan Israel.
Padahal menurut saya lebih menarik jika Musa 'memang' keturunan Firaun. Yah, meskipun itu amat Hollywood.
Nasionalisme tidak berlaku jika merugikan kehidupan umat manusia secara global.
Apapun rasnya, selama masih disebut manusia, pasti ada yang baik dan ada yang jahat.
(atau pihak intelejen sby bergerak cepat mencegah konflik
Ya salah sendiri kenapa menyangka dia cerdas, hehehe. Kalau banyak omong sih bener... tapi kalau cerdas kok ya masih perlu diuji secara akademis.
Kondisi semakin parah setelah Rezim Orde baru menambah stigma itu, etnis China semakin terpinggirkan dan akumulasi itu meledak pada 1998 silam.
Ada hikmahnya memang, sejak saat itu etnis China di Solo tidak lagi ragu2 untuk membaur. Skrg (menurut saya) lebih egaliter, tidak eksklusif, dan tidak lagi "semau gue" seperti dulu waktu saya kecil.
Semoga ketenteraman dan egalitarianisme ini dapat terpupuk di Solo yang terkenal halus tapi "bersumbu pendek", yang cepat meledak itu..
saya suka anekdot rasial atau etnis. bukan apa2, nampak disana bagaimana kita menilai karakter general setiap etnis dan ras disekitar kita. Dalam banyolan, biasanya orang madura digambarkan sebagai orang yang suka berlagak bodoh tapi mau menangnya sendiri. orang ambon digambarkan telat informasi, orang cina yang identik pelit, orang arab yang jago membual, dsb(bahkan konon jika kita pandai bergaul maka akan mendapati potret general tersebut mendekati akurat)
tapi itu semua adalah anekdot. efeknya paling banter ya ketawa guling2. sedangkan tayangan yang di metro tv itu cenderung provokatif. kita disodori data.
...kita diberi alasan untuk membenci.
Jangan2 anda memang Pak Sudarmono?
Mahasiswanya ya?
Kalau gitu sekalian saya mau tanya. Kalau Sudarmono menganggap konflik di Solo itu berkala, kenapa dia juga bilang Solo sumbu pendek?
"Berkala" dan "Sumbu pendek" adalah dua hal yang amat kontradiktif.
Kalau ingin hidup selama 1 bulan peliharalah jagung
kalau ingin hidup 1 tahun peliharalah tanaman keras
kalau ingin hidup 1 abad peliharalah Cina
Setuju kata bung Harlan Eryandi: , kalo dah emosi/kepepet, pukul rata or cari kambing hitam, kambing outih oun di cat hitam http://politikana…di-cat-hitam
Saya sendiri baru 6 tahun hidup di Solo dan masih belum terlalu paham dengan masalah ini.
Sayapun juga tidak terlalu paham asal mula penyebab konflik sara di Solo, hanya saja memang penguasa sektor ekonomi di Solo kebanyakan adalah etnis di luar Jawa, dan bukan saja China, tetapi juga etnis Arab.
oh ya, sepertinya Mbah Darmo ini bukan pak Sudharmono....
Kalau kita gunakan untuk para Sniper, dan kita ganti satu suku katanya...
Kota sekecil itu bisa menjadi amat kompleks konstelasinya.
bagus .. barangnya keren ... halus .. lembut ...
kalo dibikin kebaya bisa bikin gaya ...
sekarang tambah mantep bung, banyak kasus seru, ada billboard LCD gak penting, ada gedung apartemen tingkat 10+(lupa tepatnya) yang gak jelas ijinnya, ada korban banjir yg masih nuntut uang bantuan (padahal bajirnya 3th lalu), dan setahun sekali bikin acara seru, ngundang pemusik tradisonal seluruh dunia unjuk gigi di solo.
oh ya, kayaknya besok ada perayaan seru nih, rebutan 'berkah' kyai slamet...
Pesantren yang mana ya? *gubrak
aneh ya, di kota yg menyimpan 3 faktor konflik yang berbeda, orang masih bisa tidur dengan tenang....
3 faktor itu :
1. faktor politik (Solo terkenal sebagai basis PDIP, jika ada apa2 dalam hal politik yang bersangkutan dengan Megawati, solo siap meledak)
2. faktor agama(solo terkenal dengan basis massa Islamnya, baik yang halus maupun keras, anda tak perlu penjelasan bukan kenapa faktor ini menyimpan potensi konflik)
3. faktor rasial (sejarah sudah membuktikan, betapa mengerikan konflik rasial China - Jawa di Solo, masih ada belasan aset warga keturunan China yang terbengkalai pasca konflik rasial beberapa tahun silam, entah karena trauma atau karena pemiliknya mengungsi dari Solo dan enggan kembali)
Hassyyah... You know lah... *gubrak gabruk...*
Yang lucu bu, 'preman'-nya kan itu-itu juga, tapi beking nya beda. Jadi, terkadang mereka tempur di lapangan karena beda juragan. Habis itu, ya mabok bareng lagi ajjaa,....
bagi saya menjaring adalah profesi yang menakutkan, trauma gara 'ikut' terjaring operasi PSk...
Lucunya lagi, preman yang sama kadang teriak Allahuakbar! Kadang Merdeka!
"terjaring" kan? Bukan "kena jaring"?
Anda benar-benar paham Solo kalau begitu...
*makasih udah mamudakan panggilan jadi mbak, tapi, sekedar informasi ini, GUA COWOK!!!!*
**damn, gara avatar males ganti, masih aja dikira cewek....
Jangan2 apa? Saya klongingan orang yang sudah disingkirkan dari P?
Tapi dari gaya bahasa, kayaknya cewek jg
____Tapi dari gaya bahasa, kayaknya cewek jg
situ cewek ya, kok pake kata "juga", kalo gak jelas mereferensi ke siapa, biasanya mereferensi ke diri sendiri
pall: Kenapa bung? sempet kepincut?
*ngaaciirrr...*
"Juga" di belakang tu bahasa gaul, bro.
Seriously, saya baru tau mengenai isu kloningan itu waktu anda cerita tadi.
Oalah, sekarang saya tau kenapa ada komentar aneh di wall saya.
mau kenalan sama yang di foto itu, anak bandung itu, kuliah di STMB...
*kok malah kayak ge*mo nawarin dagangan gini ya gua*
"bagi saya menjaring adalah profesi yang menakutkan, trauma gara 'ikut' terjaring operasi PSk... "
pall: Welkom to Politikliningana
operasi itu lebih tepatnya disebut operasi PSK dan Banci....
damn, teringat kenangan buruk masa sma...
Jadi, pall jangan kecewa yaah...
Ada arts yang bernama Tanglang Chuan. Dimana seorang praktisi tanglang, mampu menarik "d*ck"-nya kedalam tubuh.
Jika kita sangkut pautkan dengan alakazam, kemungkinan dia praktisi tanglangquan. Itu menjelaskan soal kejadian "sansak hidup" itu.
Saya pribadi praktisi Qin na dan hung gar, saya sedang mempertimbangkan untuk bertarung dengan alakazam.
[operasi itu lebih tepatnya disebut operasi PSK dan Banci....]
see?
tanglangquan explains everything.
Emangnya Sirkus?
benarkah Tanglang Chuan punya teknik seperti itu, bisa minta referensi untuk mempelajarinya di Indonesia...
Sepertinya bertarung dengan anda sudah merupakan takdir kita berdua bung Striding Cloud, cepat atau lambat kita pasti bertemu
Wah! bagaimana caranya menggabungkan Ba zi dengan taichi?
Taichinya hanya internal?
Tanglang notorious dengan teknik itu, pernah dibahas juga di NGC. Suruh shouen bawa ke indonesia, kapan2.
Mempelajari Bajiquan serta Taijiquan secara bersamaan dapat mengurangi kelemahan Bajiquan, lagipula ada langkah dasar Bajiquan yang sama dengan Taijiquan...
Bajiquan dari utara, Hung Gar dari selatan, bakal seru ini kalo bertemu...
Tunggu tanggal tarungnya, kita selesainya perseteruan abadi perguruan.
damn language!
*numpang internet orang nih*
kalo dibaca sama nelson mandela mungkin dia ketawa, hari gini masih rasis aja, kalah sama afrika hahaha...
*hmm..sambil mengingat2 film District 9*
Kapan mo bangun negeri ini, klo banyak warga yg kebetulan beda fisik, beda warna kulit, trus tidak dianggap sbg warganegara yg sah oleh segelintir manusia goblok yg ngaku2 pribumi, nasionalis, putra daerah dstnya...dstnya, cuma dianggap numpang.
Gw malah curiga, ini ada pesan sponsor utk bikin masalah baru sbg pengalih perhatian bank century. Kasus UAN di blow up, gagal, kasus antasari sengaja dijadikan berita utama, gagal, kasus prita sengaja dibuat kontroversial buat mancing ribut, gagal jg, kasus papua, dicuekin, skrg mulai ada yg congkel luka lama, membenturkan antar suku, membangun barisan sakit hati...... kayaknya bakal gagal juga dah... rakyat makin cerdas dan semakin banyak yg sembuh dari penyakit lupa, sementara penguasa makin banyak yg guoooooobloookkkk.
.
.
(tidak bermaksud menghina marga Sitompul)
ANGGOTA DPR KOK NGOMONGNYA KAYAK GITU???
ADA APA INI????
Silahkan login untuk memberikan pendapat