DI AKHIR HIDUPNYA, GUSDUR MASIH BISA MEMBUAT ORANG TERSENYUM 14
Rabu, 30 Des '09 20:14
Entah ada feeling apa pada hati saya, kemarin atau sehari sebelum Gusdur meninggal hati saya tergerak untuk membuat postingan di politikana dengan judul: “Andaikan Gusdur menjadi Penasehat SBY.” Tulisan tsb saya posting pada tanggal 29-12-09, sekitar jam 21.26.
Meskipun saya hanya mengikuti dari jauh tentang kondisi kesehatannya sejak beliau tidak bisa melihat, terkena stroke, dan harus menjalani cuci darah secara rutin, saya berkeyakinan bahwa Gusdur adalah guru bangsa yang memilkiki semangat hidup yang sangat luar biasa. Berbagai penyakit yang dideritanya seperti tidak bisa menghalangi semangatnya untuk berjuang bagi kepentingan rakyat.
Salah satu hal yang paling mengesankan dari Gusdur sampai saat-saat akhir hidupnya adalah kemampuannya untuk mengeritik dengan nada humor yang segar. Ini adalah satu hal yang sangat perlu dicontoh oleh mereka yang sering mengeritik dengan cara kasar dan menyakitkan hati.
Pada saat TV One menyiarkan berita duka cita tentang wafatnya Gusdur, TV tsb mengadakan wawancara dengan salah seorang yang dekat dengan Gusdur yaitu, kalau tidak salah, namanya adalah Imanul Hak, anggota dewan syuro PKS (mohon dikoreksi jika saya salah).
Imanul Hak sambil menahan tangis menceritakan bagaimana sampai saat akhir hidupnya masih bisa membuat pernyataan yang bernada koreksi dengan diselingi humor yang sehat.
Menurut cerita Imanul Hak saat Gusdur tertidur di rumah sakit karena harus menjalani perawatan ia mencium kening Gusdur. Saat itu tiba-tiba Gusdur terbangun. Imanul Hak berkata: “Maaf Pak, di kening bapak ada semut.”
Mendengar perkataan Imanul Hak, Gusdur menanggapi dengan nada guyon: “Lho, ini rumah sakit atau kebun binatang ?”
Demikianlah salah satu kelebihan Gusdur ini di mana di saat akhir hidupnya dia masih bisa dalam mengeritik dengan humor yang segar. Dalam hal ini yang dikritiknya adalah kebersihan rumah sakit tsb. Sekali lagi hal ini perlu dicontoh oleh pihak mana saja yang sering melancarkan kritik terhadap pihak lain.
Inna lilahi wa inna lilahi rojiun. Selamat jalan Gusdur. Semoga arwah bapak diterima di sisi Allah sesuai dengan amal ibadah yang sudah bapak berikan kepada bangsa ini. Kepada keluarga Gusdur semoga diberi ketabahan dalam menghadapi takdir Allah ini.
Tag: guru bangsa, gusdur, WAFAT, HUMORIS
Terkait:
-
Usul Jl.Gusdur Menggantikan Jl.Kramat, Gubernur DKI Keberatan
Rabu, 17 Feb '10 08:16 -
Berpisah Bukan Akhir Segalanya (
Kamis, 31 Des '09 10:17 -
NKRI Harga Mati, Harus Dipertahankan!!!
Rabu, 6 Jan '10 00:50
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hadinur: Terkini
-
amazon: Penting
-
anti-fenomena: Terkini
-
Alhuda: Bagus
-
ndableg: Terkini
-
Ibnu Muslim: Terkini
-
kimantebanget: Penting
-
enjoyaja: Terkini
-
Thasman: Terkini
-
eureka: Menarik
-
Agus PW: Penting
-
doeh: Penting
-
h5: Terkini
-
Smart: Penting
-
boiga: Bagus
-
MFH: Bagus
-
Wonggantenk: Terkini
-
hamatamu: Terkini
-
Icarus: Terkini
-
Harlan Eryandi: Penting



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
"..Islam yang ramah, yang toleran, yang memperjuangkan harmoni, yang siap melindungi kalangan minoritas, semoga tidak luntur seiring kepergian salah satu pejuangnya. Selamat jalan, Gus."
#duh, ketularan humor aku.
*btw, selamat jalan Gus Dur...
Silahkan login untuk memberikan pendapat