Jurnalisme Warga vs Warga Politikana 89
Jumat, 1 Jan '10 21:26
Terkuaknya Skandal Jurnalisme Warga Vs Politikana seharusnya menjadi refleksi kita bersama (baik pihak Jurnalisme Warga maupun pihak Warga Politikana). Kang Ndableg berhak marah-marak ketika atrikelnya dicopas oleh Bungcacih tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Bagaimana tidak, artikel yang telah dibuat dengan susah payah, tiba-tiba dipublikasikan orang lain tanpa menyebutkan nama pemilik artikel itu dan tanpa memberikan backlink sama sekali. Seberapapun kualitas artikel tetap kita menjunjung hak kepemilikan hasil karya orang lain. Harus tetap kita hargai. Caranya? Ya kita akui aja jika kita sedang copy paste. Toh, copy paste juga diperbolehkan kok. Yang tidak diperbolehkan adalah manakala kita copas dan tak menyebutkan sumbernya atau penulis aslinya.
Saya di sini pun juga sedang belajar berkarya dalam tulisan. Banyak beberapa tulisan saya yang saya ambil dari berbagai berita, tapi seingat saya tetap saya sebutkan asal usulnya. Pernah saya mengutip artikel dari Indonesia Buku yang saya tularkan di Politikana, kemudian diingatkan oleh Mas Kalangwan tentang penulisnya. Ya saya salah saat itu dan sudah saya cantumkan sang penulis aslinya.
Nah, kasus ini (Jurnalisme Warga vs Warga Politikana) tetap harus menjadi refleksi kita bersama dalam menulis berita atau artikel. SEBUTKAN LINK BERITA/SUMBER TULISAN atau PENULISNYA. Sederhana bukan?
Tag: Politikana berang
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Icarus: Menarik
-
Sri Kirana: Penting
-
hamatamu: Lucu
-
Striding Cloud: Penting
-
Olas: Menarik
-
mokasin: Penting
-
ndableg: Penting
-
boiga: Bagus
-
dizzman: Penting
-
Oo Zaki: Penting
-
Harlan Eryandi: Penting
-
Red-White Eagle: Penting
-
iloenx: Bagus
-
ordni: Penting
-
anti-fenomena: Penting
-
missmaharrani: Penting
-
Subroto: Lucu
-
hendijo: Penting
-
mimizu: Penting
-
yusro: Penting
-
doeh: Penting



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Ato, itu justru OrBa banget ya?
Trus, kalo saya khabarkan kasus ini kepada teman-teman saya yang berceceran dimana-mana, seberapa besar kira-kira kemungkinan saya diperkarakan?
*semoga ada yang mau kumpulin koin buat saya kalo itu kejadian*
Tenang aja dirimu diperkarakan gara-gara komen itu, saya pasang badan paling belakang
Mangkanya, ketok aja pintu rumah ato kantor dia. Tapi, ga usah heran kalo dia "tidak ada di tempat". Ketemu temen-temen dimari aja ga ada nyali, saya ga berharap banyak.
Jaga-jaga kalo dia ternyata pasang mata, saya ikuti jejak Bung Striding Cloud. Operation: Netspread.
[saya pasang badan paling belakang]
Kejamnya...
Dia berani ga co-pas ini artikel ya?
Boleh titip tampar?
*nyalain anglo buat kirim santet ke gunung kidul*
Ah jangan segitunya lah, sudah berkeluarga...
Operation netspreadnya juga bagus sih.
Ini saya sudah dapet beberapa jalur client mereka yang konek 1 way or another ke saya, mau saya diskusikan sambil lalu via telepon sekalian mengucapkan selamat tahun baru.
Angle pembicaraan saya nantinya adalah analisis resiko:
Jika dengan menggunakan nama sendiri saja dia masih berani plagiat terus mendiskreditkan pemilik asli, dan mengata2i keseluruhan situs ini sebagai "buaya", apalagi jika bersembunyi di balik nama perusahaan?
Maka terlalu beresiko bagi pebisnis untuk mengoutsource sebuah job IT kepada perusahaan itu, jika tidak ada company ethics disana, yang dipegang secara mengakar ke masing2 employee-nya.
I mean, kalau pebisnis bikin website dengan jasa mereka, tau2 ternyata ada satu icon atau 1 logo saja yang copas, energi dan biaya terbuang untuk kontroversi, tentu lebih besar dari biaya penggunaan jasa perusahaan itu bukan?
Maka pelajaran dari kasus ini adalah: terlalu beresiko menggunakan perusahaan itu.
Lalu...
Kontak lama saya di BPK penabur juga tampaknya sudah pensiun. Anda punya bung?
Poin yang saya angkat pun ga jauh dari paparan dikau, lebih pada moralitas dan etika demi kelangsungan usaha.
Sayang, saya ga punya kontak disana.
Harusnya dia sudah memikirkan hal ini diatas hal-hal lain sebelum memutuskan untuk melakukan kegiatannya. Dia salah dua kali.
Yeah.
Yang jelas, sudah mati langkah kok.
Responnya dia sudah di screenshot maupun di archive secara sistematis. Pengakuannya di telpon, juga sudah direkam oleh hamatamu.
Bahkan kalau dia mau bilang "account saya di hack" seperti gayanya evan FB dulu itu, saya sudah mewanti2 rekan2 di isp2 besar di indonesia untuk keep log history siapa saja yang mengakses ke address itu. Jadi bisa dikroscek nanti kalau ada pengakuan aneh2.
All in all, sepanjang dia masih mengaburkan masalah/mengalihkan masalah, dengan menuduh orba terhadap yang dibajak, atau melabeli buaya ke politikana, atau tersinggung karena ditanya "Anda wartawan?", lalu menangis teraniaya,
....saya tinggal eksekusi rencana saya pelan2 saja di waktu luang nanti.
Kalau masalah ini berkembang, saya cukup update mereka.
Ini sekedar "netspread", bukan "seek and destroy" atau "ground and pound"...
Seharusnya jurnalismewarga.com vs warga politikana..
Supaya tidak ada yang salah kaprah menafsirkan bahwa politikana anti citizen journalism.
Does it sound ethically evil enough?
The moral of the story: jangan menebarkan kebohongan/kebencian atau mendiskreditkan kelompok daripada propagandis yang sedang kelebihan waktu luang
*tukeran yuk!*
Yudiantoro: jadi setelah RS, common enemy kita sekarang adalah AK?
*#mrenges ke ndableg*
Kayaknya dari dulu warga emang kompak deh?
Btw, dicari di lapaknya ndableg, urusan legalitas...
dizzman: ah, kayak mbah surip tuh...
Red-White Eagle: [You need to figure out how to punish him without punishing the family.]
Udah satu paket tuh, Bang; ga ada reimbursement kalo ga diambil sekalian.
[You are single, so you'd better go and take over the family.]
Tolong, jangan bikin pikiran jahat saya lebih jahat lagi...
Red-White Eagle: Kok 'finally'? Kan 'always'...
*masih berikat kepala merah, sangkur di kanan, mandau di kiri
dimana dan kapan om?
*berharap dapat proyek dari kopdar
tekor kan taon ini, maklum Pemilu ha5x...
###obrolanparabohir
Red-White Eagle: (You ORBA!!) You AK?
dizzman: jangan Mendadak Kopdar (lagi) ke II pak,... dipersiapkan jauh hari sebelumnya.. maklumilah kami yang jauh... pesen hari ; "Minggu"
dizzman: Amin.... Tuhan dengarkan doanya dan kabulkanlah
Piye sidane kie? Jadi ketemu di bandung dulu atau nggak?
Silahkan login untuk memberikan pendapat