Modus Jebakan Narkoba 47
Selasa, 5 Jan '10 14:19, dibaca 149 kali
Ada modus kriminal baru (atau sudah lama ya?), polisi tiba-tiba bisa menemukan narkoba dalam diri seseorang. Hal seperti itu dialami oleh Susandi alias Aan, seperti dilansir detik. Memang tak gampang bagi orang yang terperangkap jebakan ini untuk melepaskan diri.
Nasib serupa sebenarnya sudah sering kita dengar, tapi korban rasanya terus saja muncul. Mungkin sebuah cerita di milis berikut bisa dijadikan salah satu kiat untuk berkelit.
Begini ceritanya: Ada seorang ibu bersama suaminya pergi ke sebuah mall di jakarta, dia
memakai jasa valletparking. Begitu dia ambil mobil dan keluar dari mall tersebut, dia diberhentikan oleh oknum polisi.
Lalu si ibu bertanya ada apa? Si oknum menjawab ada pemeriksaan mobil. Ketika bagasi mobil tersebut dibuka, si oknum mendapatkan seplastik ekstasi. Si ibu tentu saja terkejut, karena barang tersebut sebelumnya tidak ada dalam bagasi.
Polisi itu kemudian menyuruh si ibu untuk mengambil barangg tersebut, untungnya sang suami tersadar bahwa ini jebakan. Ia lalu melarang istrinya untuk mengambil barang tersebut. Si suami bilang kepada oknum tersebut : tunggu saya akan telepon pengacara saya, dan saya akan
menyelidiki sidik jari siapa yg ada di barang tersebut.
Oknum tersebut semula tak menghiraukan, malah mengajak "bernegosiasi" mulai dari angka yang wow Rp 500 juta. Lalu turun ke Rp 5 juta, turun lagi ke Rp 1 juta, turun lagi ke Rp 500 ribu. Permintaan itu tak ditanggapi dan dia ngotot mau telepon pengacara dan menyelidiki sidik jari yang ada di plastik narkoba itu.
Sambil marah dan mengancam, oknum polisi itupun mengambil kembali itu barang haram dan dimasukkan dalam tasnya lalu menyuruh pasangan suami istri itu pergi.
Ada hal yang bisa dipetik dari cerita tersebut: Harus hati-hati menggunakan jasa valletparking. Selain itu jangan mau menyentuh barang yang dicurigai sebagai jebakan.
Persoalannya menjadi lain dengan apa yang terjadi dengan Aan, dia keburu digebukin babak-belur, baru kemudian dijebak narkoba. Nah anda punya kiat lain untuk menghindar dari jebakan polisi konyol seperti ini?
Tag: narkoba, polisi, mall, jebakan, valletparking
Terkait:
-
Setiap Hari 3,8 Orang Dikriminalisasi Oleh Polisi?
Rabu, 10 Mar '10 14:01 -
Polisi Musnahkan 20 Kg Ganja
Kamis, 4 Mar '10 20:15 -
Pelajaran Terakhir
Kamis, 2 Sep '10 06:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Naziel: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Alhuda: Menarik
-
Rufus: Menarik
-
Striding Cloud: Penting
-
l. wiji widodo: Penting
-
mbeling: Inspiratif
-
doyan ngulet: Penting
-
anti-fenomena: Penting
-
Sri Kirana: Penting
-
Harlan Eryandi: Penting
-
Forlorn Hermit: Penting
-
iloenx: Penting
-
krisnov: Bagus
-
Neof Ana: Penting
-
BMH: Penting
-
pall: Menarik
-
missmaharrani: Penting
-
boiga: Penting
-
Como Bacomboy: Terkini
-
Wonggantenk: Penting
-
Delpazir: Menarik
-
ndableg: Menarik
-
Veuillez entrer: Penting
-
akusuka: Penting
-
Yudiantoro: Penting
-
adi: Menarik
-
The Crew: Penting
-
Fight For The Future: Penting
-
vraybeta: Penting
-
hamatamu: Penting
-
ambu: Penting
-
edwardz25: Penting

Komentar:
I have a better option: make friends with their inspectorate body. And destroy each and every crooked officer's carreer you find.
Wait, don't tell me, I know. Manipulate it to destroy each and every crooked officer's career you find, on the premise that it would boost up the career of the said inspectorate body?
yusro: model lama ini sih, dari jaman dulu yang namanya menanam barang bukti sudah sering dilakukan, tetapi memang belum seterbuka sekarang karena medianya yang lebih banyak saat ini.. web 2.0. HIDUP ORBA! Halah
at least, inspectorate body will have difficulties on criminalizing me, unlike normal cops.
Yudiantoro:
No lah, ndak pake investasi. Mereka diuntungkan karirnya. Masyarakat banyak aja yang kurang diinformasikan soal ini.
Cara untuk bikin kepolisian secara umum jadi lebih bersih, adalah dengan menjadikan irwasum lahan yang paling basah.
nj**t ngakak abis
http://iwandahnia…keterlaluan/
*lurus anunya*
saru... saru.... saru...
ndak boleh ngabari gambar polisi kaya gitu bung...
***ada lagi gak link laen***
oooalah... iki cak
http://3.bp.blogs…/Polwan5.jpg
http://photos-022…0584318l.jpg
Iku Polwan opo artis seng mancak...?
Kok Ayu tenan...
1. kalo diberhentiin di jalan, jangan biarkan kendaraan kita kosong (kalo sendiri, jangan turun dari kendaraan).
2. http://xtremenitr…-polisi.html
3. Hidup sehat, kurangi ke tempat hiburan malam, mabuk saat membawa kendaraan, taati rambu...halah!!!!!
4. JANGAN MENGGUNAKAN NARKOBA
Kalo emang pengguna narkoba gak perlu dijebak...
*lempar klompen, loncat ke kali*
sekadar saran... menghadapi polisi2 macam ini, sebaiknya manfaatkan kamera hape (syukur jika kebetulan bawa kamera lain) untuk langsung jepret2 wajah si polisi, dan utamakan bagian dada yang mencantumkan nama dia....
dulu pas masih kuliah, kalo bepergian enatah kenapa selalu bawa handycam, ketika ada tilangan polisi, segera keluarkan, pasti disuruh langsung sama polisi... enath berhasil atau tidak untuk kasus penjebakan kayak gini...
Fight For The Future: "pagar lanang"
Waspadalah ...
===============
Itu bukan polisi konyol mas...namanya polisi jahat, kejahatannya bisa berlapis-lapis dalam kasus tsb.
Yuuk kita buat kompilasi kasus-kasus polisi brengsekk.
Tapi ngeyelnya pake undang-undang, gak apa2 lah
kami selalu memberi saran kepada kawan-kawan yg sedang dalam pantauan untuk hati-hati makan dan minum. jadi walaupun dijebak tes urinnya tetap bersih. dus jangan pernah pegang BBnnya.
simbol MENGAYOMI,MELINDUNGI...ahhh itu kn teori!!?
Dan yang paling menyedihkan sekaligus membuat hati ini geram ketika polisi brengsek itu berhadapan dengan orang-orang kecil yang di dompetnya hanya ada uang selembar dua lembar uang puluhan ribu, dengan teganya polisi brengsek itu masih juga merampas uang tsb.
Pas lebaran dikunjungi gitu lho pak...
Kalau jualan barang, kasi HPP saja, sama kalau jualan ke keluarga.
akusuka: kalau di perasuransian ada namanya Polis PROFESSIONAL INDMNETY (PI).
Dengan polis PI maka tertanggung akan merasa aman sekiranya dia melakukan tindakan yang secara PROFESI dianggap KELIRU dan akan MENGGANTI RUGI kepada KORBAN.
Misal DOKTER mengoperasi tapi SISIR tertinggal di dalam perut KORBAN.
Nah POLISI seharusnya punya POLIS PI. Jadi buat KORBAN salah tangkap akan mendapat GANTI RUGI.
Aparat POLISI pun akan hati-hati tidak MAIN TANGKAP. Karena kalau salah tangkap maka polis PI milik POLISI akan mengganti rugi kepada KORBAN.
Kalau banyak salah tangkap, otomatis klaim asuransi naik dan biaya premi akan naik. Si Aparat tentunya akan dihukum oleh ATASAN dipindah ke Timika misalnya, gara-gara kesalahan dia membuat premi POLIS PI menjadi naik.
* enggak yakin kepolisian Indonesia sudah jauh mikir ke depan ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat