Lintingan di Bungkus Rokokmu 44
Rabu, 6 Jan '10 03:21
Malam itu kami berempat pergi ke kawasan Puncak Pass. Alkisah, mencari angin segar. Sebetulnya kami sebelumnya berlima, tapi karena satu teman kami dikenal suka ngerusuhi, kami sengaja diam-diam tidak mengajaknya.
Di tengah perjalanan pulang, masih di kawasan Bogor, mobil kami dihentikan polisi. Ada penertiban sepertinya. Dua polisi menghampiri. Kami diminta turun. Mereka memeriksa surat-surat kendaraan lalu sejenak menggeledah kendaraan kami. Entah apa yang waktu itu mereka cari. Kami yang merasa sudah membawa surat-surat berkendaraan lengkap santai saja karena tidak merasa berbuat salah. Kami pun tidak keberatan saat salah seorang polisi tersebut meminta ijin memeriksa rokok bawaan kami. Kami lantas menyerahkan kotak-kotak rokok tersebut.
“Apa ini?” Bapak polisi mengeluarkan sebatang rokok yang berbeda bentuk dari batangan lainnya.
“Lho.. apa itu pak?” Kawan saya penasaran, memicingkan mata.
“Coba saudara jelaskan, ini ganja!”
“Aah.. Bapak gak usah bercanda pak..”
“Bercanda bagaimana? Ini buktinya! Saya ambil dari kotak rokok anda!”
“Lho itu bukan punya saya pak, saya gak merasa ada barang itu kok disitu ”
“Saudara tidak usah pura-pura! Mengaku saja!”
“Laaah, Bapak yang jangan pura-pura! Dari tadi saya merokok gak ada ganja itu disitu!”
Lama pertengkaran itu berlangsung. Kedua pihak sama-sama menuding kesalahan. Kami tentu tidak merasa bersalah, karena toh kami tidak merasa membawanya. Dari mulai tes urin sampai tes darah kami semburkan sebagai tantangan. Pihak polisi pun terus ngotot bahwa barang haram itu berasal dari kami dan ada dalam kotak rokok kami.
Karena lama pertengkaran tak menemukan titik temu dan mulai menguras tenaga, akhirnya bapak-bapak polisi tersebut mengalah. Lintingan itu disita, namun kami diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Dengan sedikit ancaman tentunya.
Kami lanjutkan perjalanan sambil menertawakan kelakuan polisi tersebut yang menurut kami memang layak ditertawakan. Pasti tadi itu mereka menganggap kami bodoh, mudah dibohongi, mudah dimanipulasi. Dikira kita-kita ini anak kecil yang mudah digertak? Pasti dia yang sejak awal membekali diri dengan selinting ganja itu. Pasti dia yang menyelipkannya. Tak henti-henti kami tertawa sepanjang perjalanan hingga kembali ke rumah.
Esoknya, dengan bersemangat kami ceritakan kisah tersebut pada teman-teman yang lain. Penuh tawa juga tentunya; cerita bagaimana kami mengalahkan polisi kotor; bagaimana kami mengalahkan argumennya.
Tawa terus bergulir, hingga teman kami yang semalam tak ikut berucap:
“Sorry, sorry, gua cuma mau bilang, semalam itu gua lupa, barang gua yang tinggal selinting gua titip di kotak rokok lu. Gua gak bawa bungkus rokok jadi gua masukin situ aja, ternyata kebawa”
Gubrak!!
Semua diam. Beberapa detik kemudian, suara tawa terdengar lagi. Lebih keras.
Memang, rekan kami yang satu ini, selain terkenal suka ngerusuhi acara, dia juga suka seenaknya mengotori udara yang murni dihiasi asap rokok kami dengan asap dari lintingan ganjanya. Dia selalu punya stok 'rumput Aceh' yang entah dia dapat dari mana.
Kami sudah mulai lelah tertawa saat pikiran kami melayang pada partner debat semalam. Seandainya polisi-polisi itu bisa membuktikan bahwa bukan dirinya yang menyelipkan barang tersebut dalam bungkus rokok, atau seandainya mereka kukuh menahan kami, apes lah nasib kami; tidak melanggar apapun namun mesti berurusan dengan hukum.
* Tulisan diilhami tulisan mas Yusro serta komentar Krisnov pada artikel bersangkutan. oiya, dan inspired by true story.. :D
Terkait:
-
Polisi Musnahkan 20 Kg Ganja
Kamis, 4 Mar '10 20:15 -
"Wis, jan tenane, dasar pulisi!"
5 jam yang lalu -
Mengapa Dulmatin Dimati’in ?
Jumat, 12 Mar '10 18:40
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ndableg: Menarik
-
mbeling: Lucu
-
Olas: Penting
-
iloenx: Keren
-
anti-fenomena: Penting
-
krisnov: Menarik
-
hendijo: Bagus
-
Agus PW: Menarik
-
botaksakti: Menarik
-
sibulansebelas: Lucu
-
curly of kinky: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
enjoyaja: Penting
-
pall: Menarik
-
Icarus: Lucu
-
Yudiantoro: Lucu
-
adi: Lucu
-
dizzman: Lucu
-
vraybeta: Lucu
-
yusro: Menarik
-
Harlan Eryandi: Penting
-
prihatin: Inspiratif
-
jangdesur: Lucu
-
Pedy: Lucu
-
Logical Fallacy: Inspiratif
-
Alhuda: Inspiratif
-
bintang: Lucu
-
Red-White Eagle: Lucu
-
wawajie: Penting
-
Forlorn Hermit: Lucu
-
jamur: Lucu


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
posting jam setengah empat pagi!
*kemenyan-nya dah dinyalain?*
tanggal sepuluh dateng ya, bleh..
eh, dvd elu yg kemarin jadi nggak bisa dibuka di laptop gw..
kapan2 gw mampir tempat elu dah, gw bawa HD portable. boleh?
*ijin ngakak guling2*
pas smp, 5 bocah ngerokok di kamar kos temen, tak disangka, ternyata 2 diantaranya pake "bahan" yg berbeda, akhirnya 3 yg lain jadi pengganja pasif...
Saya enggak tahu, apakah tulisan bisa jadi alat bukti? Tetapi buaya itu kan bisa mengejar Anda berempat untuk bersaksi, bahwa ganja itu milik teman anda yg suka ngrusuhi itu, dan bla bla bla....
Maaf, bukan bemaksud menakuti, tapi postingan ini perlu dipertimbangkan anda cabut. salam.
Sudah tahu bahwa dirinya benar, tuh polisi gak mau menegakkan kebenarannya.
Jangan jangan karena kebiasaannya menjebak mangsa dengan barang buktinya sendiri, jadi dia ragu...takut lupa juga...atau mikir mungkin salah satu temannya yang nyelipin.
Hie...hie...hie....gak usah dicabut nih artikel bro, loe dan 3 orang temen loe tetap gak salah kok.
krisnov: aha, jadi inget saya sering dijebak saat para aparat oprasi SIM ditengah jalan. Biasanya dipengkolan, atau di jalan naik turun. hah, dendam saya
boiga: "ganja" itu bahasa padangnya "sesuatu yang bisa gunakan untuk mengganjal"
*boiga ternyata rajin tahajud ya pren
iloenx: I think "inspired by true story" does not mean it is true story. bukan begitu, boiga?
Olas: bener mas..
iloenx: oh, tidak mas darsina, ini kejadian beberapa tahun lalu kok, saya juga lupa tahun berapa..
Ibnu Muslim: rajin jaga yg tahajud mas
pall: bukan berarti full true story, cerita true, pemeran saya tambahi
yg bener: gara2 susu setitik di nila sebelanga
Silahkan login untuk memberikan pendapat