Pernyataan Sikap 252

Selasa, 12 Jan '10 23:57

Beberapa hari yang lalu media digegerkan dengan kemunculan ‘pendukung Partai Komunis Indonesia 2010’ di jejaring sosial Facebook. Halaman pendukung (fans page) Facebook itu telah mencapai angka tiga ribu orang lebih hanya kurang dari seminggu. Di dalam profilnya terdapat beberapa informasi yang seolah-olah ingin menunjukkan kepada publik bahwa profil itu berasal dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada dinding facebooknya tertulis, Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, Kami PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948 dan dicap oleh rezim Orde Baru ikut mendalangi insiden G30S pada tahun 1965. Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak pernah terbukti secara tuntas, semua hanya tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Pada kenyataanya kami memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat, melainkan didalangi oleh Soeharto (dan CIA). Dan kini 2010 kami bangkit kembali untuk meluruskan Sejarah.

Pernyataan di atas sekilas memiliki harapan bagi korban tragedi 1965 soal pelurusan sejarah. Namun, pengakuan yang tidak jelas asal usul dan pertanggungjawabannya itu berpotensi memerkeruh suasana dan merugikan korban 1965. Setelah dikaji lebih dalam dengan melihat setiap informasi yang dikeluarkan oleh operatornya memuat unsur stigmatisasi kepada korban secara implisit. Bahkan, mengarah pada agitasi terselubung yang merugikan korban.

Salah satu yang merugikan korban tragedi 1965, khususnya YPKP 65 sebagai salah satu organisasi korban tragedi 1965, adalah pencatutan nama Bedjo Untung dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) yang menghadiri rapat terbatas bersama Heru Atmojo, eks tapol PKI dari Paguyuban Korban Orde Baru, Sumarsih, ketua Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), dan Casman, mantan anggota pasukan Cakrabirawa. Posting pernyataan itu tertera pada 6 Januari 2010.

Pernyataan yang tertera pada dinding facebook itu dinuansakan sebagai rapat yang membahas kebangkitan PKI. Nuansa itu menguap terkait dengan posting sebelumnya. Tertulis, Rapat Koordinasi Polit Biro Comitee Central Communist Party! Beberapa publik mengasosiasikan bahwa posting pertama dengan kedua memiliki hubungan.

Beberapa media mengemukakan itu beramai-ramai dengan analisanya yang kadang kurang akurat. Berisiko salah kesan dan persepsi ke publik.

Dibawah ini adalah pernyataan sikap yang dibuat oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65)

Pernyataan Sikap YPKP 65

Untuk menghindari kesalahartian publik, kami dari YPKP 65 sangat keberatan atas pencatutan nama Bedjo Untung selaku Ketua YPKP 65 yang mengadakan rapat bersama kawan-kawan lainnya apalagi dihubungkan dengan agenda kebangkitan PKI. Kawan-kawan yang tertera di pernyataan itu juga tidak pernah hadir di dalam pertemuan yang dimaksud oleh ‘Partai Komunis Indonesia 2010’.

Atas dasar itu kami,
1. Menegaskan tidak ada pertemuan sebelumnya seperti yang diutarakan di dalam facebook Partai Komunis Indonesia 2010 dengan agenda apa pun juga bersama kawan-kawan yang tertera di facebook tersebut.
2. Meminta pengelola Facebook Partai Komunis Indonesia 2010 bertanggung jawab atas kesalahan yang disengaja dengan pencatutan nama Bedjo Untung dan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 dengan cara mengoreksinya dan menyatakan permintaan maafnya ke publik.
3. Meminta pengelola Facebook Partai Komunis Indonesia 2010 harus menghentikan penyudutan korban tragedi 1965 secara terselubung. Cara-cara itu biasa digunakan oleh militer yang anti hak asasi manusia (HAM).
4. Menyatakan pelurusan sejarah harus dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan HAM karena terkait dengan pembodohan massal dan pengabaian pelanggaran HAM Berat dan kejahatan atas kemanusiaan kasus 1965.
5. Menyampaikan terima kasih atas dukungan segenap kaum muda progresif bagi pelurusan sejarah yang benar atas pejuang-pejuang revolusioner yang selama ini mendapat legitimasi negatif oleh penguasa rejim.
6. Mengajak segenap kaum muda progresif untuk terus mendorong pengungkapan tragedi 1965 yang menelan korban jutaan orang oleh Angkatan Darat bersama CIA dan negara-negara imperialis untuk keadilan bagi semua orang, khususnya bagi korban.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Pernyataan sikap ini sekaligus klarifikasi atas informasi yang salah dari salah satu pengguna facebook bernama Partai Komunis Indonesia 2010.

Hidup pemuda/i progresif!
Hidup gerakan progresif!
Hidup korban!
Bebas!

Jakarta, 12 Januari 2010.

Salam Pembebasan Kaum Tertindas,
Bedjo Untung
Ketua YPKP 65.

Sumber : http://www.facebook.com/home.php#/notes/korban-sembilanbelasenamlima/facebook-partai-komunis-indonesia-2010-bohong/244354387638


Tag: PKI, Pembebasan, salam

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    pall 0 0
    Saya protes! Saya gak terima ada gambar palu arit di sini!

    *memangnya Politikana situs berkebun apah
    Agus PW 0 0
    pall: halah malah muncul. muncul we nganggo protes. la mintanya gambar apa??
    pall 0 0
    Agus PW: minta link-nya dunk...
    Agus PW 0 0
    pall: haduh bahaya ngak nih bos... oya gambarnya minta apa. cepet aku wis ngantuk..
    pall 0 0
    Agus PW: halah soal gambar saya cuma guyon ; ))

    Bahaya kenapa? toh di FB juga fine2 aja kan.
    Agus PW 0 0
    pall: sebentar pakde aku konfirmasi dulu ama pemiliknya.. tunggu dulu..
    pall 0 0
    Agus PW: link fans page-nya pak, maksud saya.
    Agus PW 0 0
    pall: bentar bos..
    Agus PW 0 0
    pall: bajigur malah wis turu bocahe.. besuk kita teruskan aja pak... aku belum berani... aku hapus aja apa ya...
    Olas 0 0
    salam pak agus, besok emailnya akan dikirim, td mo ngirin keburu ttp warnetnya. sialnye dapat pinjeman hape neh ; )
    Olas 0 0
    salam pak agus, besok emailnya akan dikirim, td mo ngirin keburu ttp warnetnya. sialnye dapat pinjeman hape neh ; )
    boiga 0 0
    Agus PW: halah, jangan dihapus mas, sudah saya rating penting itu.. : o
    conscientizacao 0 0
    Perlu gelar tiker nggak ya? Nunggu komen yg kemaren berisik soal demokrasi dan jualan ban? ; ))
    hamatamu 0 0
    jadi siapa yang pasang paku kang conscientizacao?
    conscientizacao 0 0
    hamatamu: Bwahahha... pasang paku itu metode lama. Ranjau aja sekalian sekarang mah... : ))
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    agus pw : mau disihir ?
    Naning 0 0
    hiy...ngelihat gambarnya aja udah syerem... !!!!
    Agus PW 0 0
    Muhammad Tamim Pardede: sihir? silahkan. udah lama juga gak ngerasain.. kapan? lo udah mau kirim sms ya... ; ))
    Agus PW 0 0
    Naning: serem? ah, itu cuma peralatan lo pas ada kerja bakti kampung aja kok, ngapain takut...
    Naning 0 0
    Agus PW:

    ndak gitu maksudnya Mas...

    kalau ini sih bukan hanya sekedar "peralatan kerja bakti" tapi merupakan simbol yang penuh arti... Memberikan gambaran kepada kita bagaimana sistem sosialis itu sesungguhnya...

    Maaf, saya masih kurang faham...
    Agus PW 0 0
    Naning: sistem sosialis? menurut anda apa? saya kok juga ngak ngerti kenapa palu dan sabit dikaitkan dengan sistem sosialis, hingga saya dan anda ketakutan dengan simbol itu..
    Naning 0 0
    Agus PW:

    itulah sebabnya Mas Ning katakan Ning kurang faham...

    coba Mas artikan simbol palu sama arit dalam perspektif komunis... mengapa simbol tersebut yang mereka pakai...

    maaf ya... : )
    Agus PW 0 0
    Naning: lha saya kan udah bilang ngak ngerti. menurut saya komunis tidak hanya sebatas simbol palu dan arit itu kok... pendek kan pemahaman saya akan komunis??

    maaf juga ya... ; ))
    Naning 0 0
    Agus PW:

    Iya Mas...

    Ning kira seperti ini :

    Simbol tersebut mengartikan adanya kebijakan non dominasi bagi rakyatnya.

    Arit pemangkasan terhadap segala sifat monopoli dari individu dan dengan cara yang diatur oleh konstitusi sehingga seluruh dominasi kehidupan kerakyatan hanya boleh diatur oleh negara...

    Palu artinya mempertegas pemerataan sebagai hak sosialis rakyat. dengan demikian keadilan sosial seperti yang dicita-citakan kaum sosialis dapat dicapai dengan cara tersebut...

    maaf ya, ini pemahaman yang diberikan waktu Ning dulu duduk di bangku SMP...

    Mohon petunjuknya Mas... : )
    Agus PW 0 0
    Naning:

    Oooo. setahu saya begini ;

    Lambang alat bernama palu itu adalah simbol para buruh. Sedangkan sabit (arit dalam bahasa Gunungkidul) adalah simbul para petani. Simbol palu dan sabit yang menyilang muncul sebagai bentuk pengkomunikasian bersatunya kaum buruh dan petani.

    Begitu. Kok beda ya pemahaman kita, dulu SMP nya dimana?
    Naning 0 0
    Agus PW:

    Yah justru itulah mas yang membuat Ning bingung, apakah ini dikarenakan gencarnya dulu Orba memberangus komunisme sehingga pemahaman akan simbol tersebut pun dipelesetkan... : )

    Jadi kenapa komunisme tersebut selalu teridentifikasi sebagai marxisme? bukankah sesungguhnya mereka berbeda?

    Maaf masih kurang faham nih... : )
    Agus PW 0 0
    Naning: ah, anda mancing perdebatan berlama-lama nih kayaknya : )) : )) gimana saya harus bekerja ke sawah nih.. ; ))
    Naning 0 0
    Agus PW:

    Lho bukankah artikel di Politikana emang digunakan untuk hal tersebut Mas...

    Ning gak berharap perdebatan, cuma mohon petunjuknya... dan ndak mesti dijawab sekarang kok... : )

    sebulan lagi juga bisa... ; ))

    Striding Cloud 0 0
    Agus PW:
    Itu namanya socratian wisdom : D

    Anda terjebak tampaknya : ))
    Naning 0 0
    Striding Cloud:

    Nah... ini dia baru muncul... : )

    Salam kenal ya... !

    Eh ... apa itu "socratian wisdom"

    bisa beri keterangan tidak?

    Maaf ya Mas....
    Agus PW 0 0
    Naning: yoh, tak layani habis ini saya mau kerja :

    Marxisme, sepengetahuan saya merupakan paham bahwa perjuangan kelas proletar dalam hal ini dialamatkan kepada para petani dan buru terhadap kaum borjuis (kaum kapitalis). Harapan dari perjuangan para kaum ploretar adalah masyarakat tanpa kelas.

    Siapa pengagasnya? ah, masak pertanyaan seperti ini juga akan anda tanyakan?
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: Hah, iya tho (nampak bodoh). Monggo dilanjutken dan dilayani tu si Naning: .
    FF Haq 0 0
    ingat ja ucapan Gus Dur
    : )
    Naning 0 0
    Agus PW:

    Ya makasih sebelumnya Mas... jadi merepotkan ; ))

    Striding Cloud: ?

    krisnov 0 0
    Beri kesempatan aja mereka yang berideologi sosialis komunis untuk berkuasa, rakyat udah bosan menunggu kesejahteraan itu, yang katanya akan diperjuangkan oleh orang-orang berideologi demokrasi kapitalis.

    Demokrasi dan kapitalismenya terbukti gagal menyejahterakan umat manusia.
    conscientizacao 0 0
    Agus PW: Pak Agus bentar..!! Nggaanuu.. mau ikut nanya... berangkat kerjanya kemana?

    #GUBRAG
    yusro 0 0
    Wah, politikana gak punya mesin SMS yang bisa ngirim dengan sender POLITIKANA tuh
    conscientizacao 0 0
    yusro: : o
    hamatamu 0 0
    bung Agus PW, muat kembali artikel anda : )
    hamatamu 0 0
    krisnov, kalau khilafah terbukti gagal juga tidak? : D
    Agus PW 0 0
    yusro: ya mas, seperti yang saya ceritakan di telpon tadi. dan isi sms telah saya kirim ke njenengan. begitu.
    Agus PW 0 0
    hamatamu: sebentar mas.. saya pingin ngecek lagi ke nomor pengirim, saya telpon saya sms gak sampai. gak tahu saya.
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW: hmmmm.... nulisnya gimana emang bung?

    buka buka bukaaaa.....
    krisnov 0 0
    hamatamu:

    Lahh...ya sudah terbukti pernah berhasil toh ya..baca dong sejarah keberhasilan Khilafah kita itu.
    Striding Cloud 0 0
    krisnov: berarti diakui juga, sudah/pernah gagal?
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:

    Ya iyyya laah...tapi jelas kurun waktu kegagalannya jauh lebih pendek dari kurun waktu keberhasilannya.

    Beda ama demokrasi kapitalis....dari dulu sampe sekarang belom berhasil juga.
    conscientizacao 0 0
    krisnov: Ooh.. Anda masih dukung khilafah tho? Kirain sudah membelot ke Komunis... ; ))

    Refer to: http://politikana…mment-152627

    Striding Cloud 0 0
    krisnov: hnngggg.....

    Total ekonomi indonesia saat ini, setara dengan total ekonomi dunia, pada saat khilafah berkuasa.

    gimana tuh? gagal ya? Indonesia bahkan bukan 100% kapitalis....
    hamatamu 0 0
    conscientizacao, oh itu usaha 'koalisi' namanya, kasus yang sama bisa dipelajari dari penggulingan pemerintahan Afghanistan 1960-1970-an, hijau & merah berangkulan : D
    kinanthi 0 0
    hamatamu: bisa juga dilihat di brotherhood of the wolves
    : D
    krisnov 0 0
    conscientizacao:

    Belajar menghargai keberadaan musuh...prediksinya nanti khilafah akan berhadapan dengan sosialis, bukan lagi dengan kapitalis. Hue..he..he..
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:
    Gak bisa disimpelkan seperti itu dwong.
    kinanthi 0 0
    krisnov: woo kirain khilafah menganut sosialisme : D
    hamatamu 0 0
    krisnov, jelaskan dengat data kenapa tak bisa disimpelkan seperti itu dwong
    hamatamu 0 0
    krisnov, untuk kasus Afghanistan, setelah berhadapan dengan si merah USSR, hijau berangkulan kembali dengan kapitalis Amerika bukan? memangnya dapat Stinger selundupan darimana kalau tidak dari koalisi Israel-Amerika-Pakistan-UAE? ; ))
    Striding Cloud 0 0
    krisnov:

    Lha...

    Masalahnya emang simpel kok...

    Ketika total penduduk dunia berjumlah 400 juta orang, GDPnya kira-kira setara dengan Indonesia saat ini, yang berpenduduk 230 juta orang.

    Artinya, Indonesia berhasil "memakmurkan" rakyatnya kira2 2 kali lipat daripada zaman khalifah dulu itu.

    Kurang berhasil gimana?
    krisnov 0 0
    kinanthi:

    Gini...kira-kira Khilafah itu separuh sosialis dan separuh kapitalis.
    hamatamu 0 0
    Striding Cloud & krisnov, sip! data vs data : D
    kinanthi 0 0
    krisnov: lha? indonesia dwongg! apa third way?
    Striding Cloud 0 0
    krisnov: kinanthi:
    [_Gini...kira-kira Khilafah itu separuh sosialis dan separuh kapitalis. _]

    Wahhhh.... Antekâ„¢ Clinton?
    krisnov 0 0
    hamatamu:

    Maless dahh...guwa kalo udah dikeroyok gini...woyy...ts...banyak banget nih yang OOT.

    Balik ke palu arit aja deh. he..he..he..
    hamatamu 0 0
    lho, kok lantas merasa dizholimi mas'e krisnov? : )
    krisnov 0 0
    Hahh...konten dihapuss ???

    ck..ck..ck...ternyata belum waktunya dikau eksis palu arit atau...mau main laten teruss ya ?
    Striding Cloud 0 0
    krisnov: Ya sudah, sama gw aja, biar ndak dikeroyok...


    Yang lain, MINGKEM SEJENAK : D

    Jadi ceritanya, kapitalis Indonesia berhasil meningkatkan kemakmuran rakyatnya hingga kira2 2 kali lipat daripada zaman khilafah dulu,

    Kalau Kapitalis Indonesia dibilang gagal, berarti Khilafah dulu super gagal ya bu?
    krisnov 0 0
    Mas Agus PW...coba dibuka smsnya itu ?
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:

    Kalo berduaan ama loe doang...terus terang..guwa tatutt...ha..ha..ha..
    kinanthi 0 0
    Striding Cloud: krisnov: oke deh, saya mingkem dulu
    lanjut bung Striding Cloud: dan krisnov:

    : ))
    krisnov 0 0
    Striding Cloud: parameter kesejahteraan atau keberhasilan kok GDP...versi rejim lagi. he..he.he.

    samsara 0 0
    bisa tolong ditampilkan isi (SMS) peringatannya bung, di sini...
    Striding Cloud 0 0
    krisnov:
    Ah Mencla-mencleâ„¢!
    Dikeroyok teraniayaâ„¢, berduaan tatut...


    : D
    Icarus 0 0
    *sruput kopi, nyalain rokok, buka catetan*
    hamatamu 0 0
    samsara, sabar mungkin bung Agus PW sedang mengunggah : )
    hamatamu 0 0
    krisnov, baik saya diam, data vs data kan? : D
    conscientizacao 0 0
    krisnov: Hahaha... prediksi? Ups.. mingkem ya? ; ))
    Striding Cloud 0 0
    krisnov:
    Ada parameter lain: Standar.

    Karena standar kita sekarang jauh lebih tinggi, maka orang miskin kita pun memiliki aset yang lebih tinggi dari orang zaman dulu.

    Dengan istilah sederhana: WC saya lebih mahal dari Rumah kakek saya.

    Maka kalau dibilang Khilafah lebih "berhasil", maka itu salah total. Bahkan teknologi industri saja waktu itu primitif, bagaimana bisa mengatakan mereka lebih berhasil?

    Absurd.
    Java 0 0
    email dong.....
    alakazam 0 0
    untung punya kebiasaan save sebelum baca... sayang juga kalo dihapus, padahal cukup menarik...
    conscientizacao 0 0
    ... sebelum dimulai... sekedar mengingatkan... http://politikana…mment-152522

    Demokrasi, ORBA, Khilafah, sekarang komunis. Hayyooh... Lanjuutt...
    krisnov 0 0
    Icarus:

    husshh...tutup buku...ujian dah dimulai...sengaja mo ngebett..hahh ? He..he..he..
    krisnov 0 0
    samsara:

    Yup....penasaran nih..ada apa dengan palu arit ?
    hamatamu 0 0
    data krisnov : D
    Icarus 0 0
    krisnov: Nyatet, Tante!
    krisnov 0 0
    Kalo mo berduaan jangan dimari Vok...noh banyak yang ngintip..he..he..he..apalagi ndaru tuh...pake teropong segala.

    Buat apaan harga WC loe lebih mahal dari rumah kakek loe...tapi kalo loe gak bisa makan minimal 3x sehari, gak bisa sekolah tinggi, kalo sakit kagak sanggup bayar dokter ?
    krisnov 0 0
    Icarus: ohh ternyata dirimu juru nyantet to ?
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW: Mungkin cuma ngaku2 POLITIKANA.

    Kira-kira ada rekan KOPDAR, yang dicurigai tidak?

    Maksud saya, yang pura2 jadi orang biasa, tapi ternyata intel atau anti komunis, sejenis2 abu ghazi gitu?

    Anda punya twitter pak? add saya.
    krisnov 0 0
    mana neeh...mas PeWe ?
    Striding Cloud 0 0
    krisnov:
    Lhah, makanya saya bilang: standarnya beda, value kemakmurannya tetap lebih tinggi sekarang.

    Mengklaim kebesaran khalifah masa lalu, dimana kekayaannya menumpuk pada ruling elite, sedangkan kemakmuran rakyatnya tergantung mood pemimpinnya, dan hanya diwajibkan 2.5%, JUELASSSS misleading. Apalagi jika informasi kebesaran tersebut sifatnya satu arah saja.

    Mungkin Anda terskip sekian abad dari sejarah. Tapi Saya kira Anda harus mengenal yang namanya "revolusi industri", sebelum mengklaim aneh2.
    samsara 0 0
    krisnov: saya penasaran sama isi SMS-nya...

    *kalo sampai dikirimi SMS begitu, kemungkinan yg ngirim tahu No HP dan kenal dgn penulis..aneh ngga sih?
    hamatamu 0 0
    samsara, ya, ring 1 kawan politikana sendiri? ring 2 silent reader yang kenal baik bung Agus PW?
    krisnov 0 0
    samsara:
    Mas PeWe mestinya tahu pasti apakah itu sms dari Politikana atau bukan. Lah tinggal tanya aja sih.
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:
    dan...elo harus lihat jauuh kebelakang sebelum adanya revolusi industri itu.
    Icarus 0 0
    krisnov: [ternyata dirimu juru nyantet]

    Jangan dipelintir dong, Tante! Yang suka nyantet kan kambrat dikau si gadjahmada, kok jadi saya...

    *terzolimiâ„¢ : ((
    Striding Cloud 0 0
    krisnov: justru sudah khan bu... itu data saya ada.. : D

    Striding Cloud 0 0
    Icarus: ndak pake d ternyata...
    kinanthi 0 0
    krisnov:
    hamatamu: sebentar mas.. saya pingin ngecek lagi ke nomor pengirim, saya telpon saya sms gak sampai. gak tahu saya

    eh, saya disuruh mingkem dulu ; ))
    hamatamu 0 0
    krisnov, sms-nya pakai short code, tinggal tanya bijimana? ; ))
    krisnov 0 0
    Icarus:

    Aku gak punya kambrat dimari...punyanya kamprett. he..he.he.
    hamatamu 0 0
    kinanthi: short code itu tidak akan bisa di-reply, selama belum terdaftar di operator kalau tidak salah, tapi bisa dipakai mengirim
    Icarus 0 0
    Striding Cloud: Makasih revisinya. Ga terbiasa menuju kesana... ; ))
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:
    mana dagadu..eh datamu ?
    Icarus 0 0
    krisnov: [Aku gak punya kambrat dimari...]

    Oh, si Muhammad Tamim Pardede itu bukan kambrat toh? Salah sangka saya...
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW:

    Bisa tolong buka nomer teleponnya?

    Saya coba kontak teman saya di jogja, dia punya koneksi yang punya alat untuk triangulasi lokasi pelaku teror.

    Tapi saya berharap yang ngirim bukan intel, bisa terjadi ribut antar instansi... But at least, dibuka saja dulu bung... Plz?
    Striding Cloud 0 0
    krisnov: Bentar saya tunjukkan hasil perdebatan dengan Pedy
    kinanthi 0 0
    hamatamu: hm.. saya gak paham apa itu short code. ada gituan ya?

    Striding Cloud: bung agus sepertinya lg ngajar, bung. Kontak japri aja nanti, atau titip lewat hamatamu:
    Striding Cloud 0 0
    [ http://politikana…omment-15463 ]

    Silahkan dibuka-buka lagi history pembantaian argumen itu ; ))
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: How about those free SMS found all over the Internet? Would it be possible to send a message using 'Politikana' as the ID?
    krisnov 0 0
    Striding Cloud:

    semangat amat..vok.
    hamatamu 0 0
    Red-White Eagle, saya juga berpikir hal serupa. tapi yang menarik mungkin adalah darimana si pengirim mendapat nomor bung Agus PW : )
    hamatamu 0 0
    krisnov: data versus data kan ya? ups saya masih harus mingkem daripada nanti dilabel tukang menzholimi, tiran atau malah 'you ORBA' : D
    Ning 0 0
    Belum sempat baca sudah dihapus..., ada apa ya..?
    Striding Cloud 0 0
    kinanthi: OK.

    Agus PW:
    Kalau data Anda buka disini, setidaknya bisa kita sampaikan ke yang mampu melacak lokasi dan identitas lengkap.

    HP lebih mudah dilacak dari internet, karena selain nomer HP, IMEI HP-nya juga terdeteksi, segala nomer yang pernah dipakai di HP itu, bisa ditrace.

    Kalaupun tidak ditindaklanjuti yang berwenang, setidaknya si pengirim telah masuk ke dalam daftar pengawasan...

    Terror seperti itu sudah layak dieskalasi.
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle: makes sense.... hmmmm
    Icarus 0 0
    Striding Cloud: [Terror seperti itu sudah layak dieskalasi.]

    Siap ngerek, Bung!
    hamatamu 0 0
    Striding Cloud, sepakat untuk dieskalasi? sabar, saya sudah minta sms untuk tidak dihapus atau dipindah sementara waktu sampai bisa diambil datanya, juga untuk difoto sebagai bukti, sembari menunggu debat ranah privat - ranah publik lagi. eh itu FB nya AK deng ya? : ))
    Striding Cloud 0 0
    hamatamu:

    Saya akan sampaikan.

    Setidaknya si pengirim akan diawasi lokasi rumah/tempat kerjanya beberapa hari kedepan.
    krisnov 0 0
    hamatamu:
    mingkem kuwi artine menengo..gak ono unine.

    Aku gak pernah merasa teraniaya tuh..apalagi muni teraniaya.

    btw, mas PeWenya kemana sih ?
    Sei 0 0
    wah pada paranoid sama BIN yang sekolah di pesantren kah?

    Tau komunis cuma dari cerita uztad?

    please guys... you're all brainwashed.
    hamatamu 0 0
    baiklah bung krisnov yang tidak merasa dianiaya tapi merasa dikeroyok disini http://politikana…mment-152772 , maksudnya mau ngomong 'unfair' bukan ini?
    hamatamu 0 0
    sedang bicara dengan siapa Sei?
    krisnov 0 0
    hamatamu:

    yang dikeroyok belum tentu merasa dianiaya atau dizalimi kan ? Yang mengeroyok juga belum tentu berlaku dzalim kan ?

    Sorry... i'm signing off..bye.
    botaksakti 0 0
    : D
    botaksakti 0 0
    : D))
    Sei 0 0
    Dengan yang mengenal komunis cuma lewat buku-buku sejarah orde lama.

    Ataupun yang mengenal komunis setelah membaca buku-buku anti-komunis.

    He..he..he..he..

    Gimana mau objektif kalau gak pernah mau melihat dari dua sisi, ataupun melihat sisi berlawanan dengan mata tertutup.
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: [darimana si pengirim mendapat nomor bung Agus PW] Lots of possibilities. The easiest hypothesis is of course from someone close enough to Agus PW to know his cellphone number. How? Some social engineering can achieve it quite easily. Most Indonesia still doesn't have enough cellphone ethic not to inform somebody's cellphone to somebody else.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    ...wahhh....
    BIJAK sekali kata-kata Anda Sei... Saya tiba-tiba terkagum2 pada Anda.

    Tapi ngomong2, tadi sempat baca artikelnya tidak?
    hamatamu 0 0
    Red-White Eagle, http://politikana…mment-152834 , social media? : D
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle:

    Man, do you by any chance know any good cargo company? Cheapest and most reliable one? : D
    Icarus 0 0
    Striding Cloud: Serius nih boyongannya? ; ))
    Naning 0 0
    krisnov:

    Iya... saya juga masih penasaran dengan lambang itu... : )
    Striding Cloud 0 0
    Icarus: no, bukan untuk itu.

    Sedang menjajaki untuk ekspor sesuatu.

    Beli dari china, labelin, trus lempar ke amrik.
    kampungraja 0 0
    aahh..kita terlalu takut vulgar. Silakan adu ideologi : )
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: [Cheapest and most reliable one?] Difficult combination. Cheapest, well, better go directly to the shipping company. Try Zhong Hai. A piece of information from a colleague, though: "Zhong Hai itu shipping company yang mampu merubah komoditi yang dibawa. Gue kirim kedelai, nyampe tujuan udah jadi kecambah, lha roll-over sampi dua minggu." I don't know if it's true, but I also heard once one of their ships dumped the cargo in the ocean (for safety reason). : D

    Reliability. So far I'm comfortable with DAS Cargo. Rather expensive, though.
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle:

    LOOOOOOOOLLLLLLLLLLLL.

    You're exporting too? what kind of stuffs?
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: [http://politikana…ment-152834] I have some guesses. That's one of them. ; ))
    hamatamu 0 0
    Red-White Eagle, eskalasi?; ))
    hamatamu 0 0
    Red-White Eagle, eskalasi?; ))
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: Anything to fill the pot. ; ))
    Some teak root furnitures at the present. Made in Ngawi, shipped to Belgium. And also some terracotta stuffs, made in Trowulan, shipped to Belgium and Switzerland.
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: : D I refuse to say the names here. Not until I know for sure. : D
    Red-White Eagle 0 0
    Hmmm, I'm beginning to wonder if Agus PW is even still alive now.... : |

    *paranoid mode on*
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle:
    How did you get buyers? any tips for first timer export?

    I had a friend in that line of biz before, import to be exact, he brought some of the most prestigious consumer electronic brand to Indonesia.

    But currently im in hostile mode with him, due to some heated arguments, So im kinda lost.

    Do you have any links to help me research?
    kinanthi 0 0
    Red-White Eagle: ngawi? yg bukan akar ada gak? boleh minta kontak produsennya? : D
    Icarus 0 0
    Red-White Eagle: [I'm beginning to wonder if Agus PW is even still alive now...]

    Masih, Bang. Paling ga, sampe sekitar 15 menit lalu. Udah dipagerin kok...
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle: How much does DAS cost you to send a 20' cargo to belgium?
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: [How did you get buyers?] Coincidence, honestly. It's a side effect of my main line of business, I suppose: tourism industry. : D
    mpokb 0 0
    Agus PW : jadi penasaran sama isi sms-nya. wah... ideologi udah nggak laris gitu masih ada yang takut ya, ck ck..
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: Never sent a 20' container to Belgium, but it's about US$2,000. For 40' ones (which I use) add 40%-75%. Check here for the e-mail contact in Jakarta, Surabaya, Semarang, and some other cities: http://www.dascargo.com/ and ask them for more details. The price is different for each destined city. For example, I always ship my stuff to Antwerp, which is the main port of most of the sipping lines used by DAS, so I get good rate. For a city which is not a main port of the shipping line you'll be charged extra for the overland cost. So don't forget to ask the shipping line they plan to use. Refuse if they plan to use ZH. : D

    The owner, Anita, Dewi and Howard (Anita's husband) know me by my old name, though. So if you mentioned my present name as the one who recommend you to them, they wouldn't know the name. : D

    I usually deals with Semarang office. Only deals with Surabaya office for Trowulan terracotta stuff in the past, but even for that now I choose to do it from Semarang. Extra cost for trucking is needed of course, but the terracotta is not yet a big export, so I set an LCL policy. It saves me some money. : D
    Red-White Eagle 0 0
    kinanthi: [yang bukan akar] There some who deals with non-root materials, but I have reasons to believe that the source of their materials is an illegal one. I deal only with roots, because they are actually reject-byproducts of bigger industries. Cheap. : D
    bujel 0 0
    nepok jidat,
    kemarin baru pada rame ngomongin pardede dan kebebasan berpendapat, eh sekarang muncul kasus lagi

    budaya telpon, budaya sms .....omg

    kata Widji Thukul :
    "hanya ada satu kata .........."
    kinanthi 0 0
    Red-White Eagle: yes, i know about the price. But, root furniture is not my favor (and my house is little, root furniture will make it look more little) : D

    Hm... kayu spanyol (separo nyolong)? : D
    Red-White Eagle 0 0
    kinanthi: [kayu spanyol] Not my source. : D
    kinanthi 0 0
    Red-White Eagle: i have cheap and legal (: D) teak wood source. I wonder, where can i find cheap and good (: D) carpenter to make furniture with my own design.
    Agus PW 0 0
    @all maaf saya masih harus ngajar anak-anak dll-dll.

    1. Saat ini telah saya usahakan untuk menfoto tampilan sms yang ada di HP saya. Mengingat tampilannya gak jelas, maka saya belum bisa menampilkan apa yang kawan-kawan minta.

    2. Saya berusaha untuk menghubungi pihak YPKP 65, tempat dimana saya mendapatkan hasil tulisan yang saya hapus di atas. namun tidak ada yang mengangkat telpon.

    3. Mungkin, yang baru saya usahakan adalah mengajak kopdar Pak Harlan dan wawajie di Jogja, minimal sebagai saksi mata atas sms yang saya terima. Agar tidak terkesan saya telah melakukan pembohongan public.

    4. Atau ada usul yang lain dari kawan-kawan?

    Terimakasih
    Red-White Eagle 0 0
    kinanthi: For individual purpose, try Pak Giyanto, between Kotagedhe and Plered. He only work at home, though.
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: Let hamatamu check your SMS directly from your cellphone. He might be able to track down the sender.
    hamatamu 0 0
    Agus PW, minta Pak Harlan ambil gambar sms tersebut dengan lebih jelas
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: Where are you know, by the way?
    Red-White Eagle 0 0
    hamatamu: Typo => Where are you now, by the way?
    Agus PW 0 0
    Red-White Eagle: apakah masih perlu diperpanjang? saya sepertinya saya cukup puas atas penjelasannya tadi di telpon.

    hamatamu: ya mas..
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: [saya cukup puas atas penjelasannya tadi di telpon] It's only a theory. I don't know for sure.
    Agus PW 0 0
    Red-White Eagle: tawaran saya kita ketemu di jogja bersama pak harlan dan wawajie, kapan?
    syafatain 0 0
    wah... saya hanya kebagian yang ini:

    ----

    Mohon maaf, isi tulisan saya hapus, setelah saya mendapat "peringatan" dari POLITIKANA via SMS.

    Mohon maaf.

    Wassalam...

    ---

    wah, bisa via SMS juga ya ngingetinnya... mesti buru2 kasih nomor HP ni.....
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: Contact them and make an appointment to meet. I'll try to fix my schedule to meet the time set by the three of you.
    Red-White Eagle 0 0
    syafatain: http://politikana…mment-152711

    http://politikana…mment-152867

    http://politikana…mment-152872

    http://politikana…mment-152910
    Agus PW 0 0
    syafatain: Telat!!! : D
    syafatain 0 0
    Red-White Eagle: terimakasih! : D

    Agus PW: gua emang telat dlm beberapa hari ni... terlalu numpuk kerjaan.. : D
    free7 0 0
    Naning:

    [...ngelihat gambarnya aja udah syerem... !!!! ]

    [kalau ini sih bukan hanya sekedar "peralatan kerja bakti" tapi merupakan simbol yang penuh arti... Memberikan gambaran kepada kita bagaimana sistem sosialis itu sesungguhnya...
    ]

    Serem mana dengan patung tentara pegang senjata panjang di tiap batalyon / markas TNI ,
    atau gambar kuntil anak di bioskop2 : D
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW: Tolong dibuka nomer teleponnya serta isinya secara terbuka di artikel.
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: Gak ada nomor teleponnya pakde. Tertulis
    POLITIKANA
    "HATI-HATI, tulisanmu harimaumu..salam" Gitu aja. Saya balas gak bisa juga. Wis kurang piye aku.
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: [Saya balas gak bisa juga.] If it's sent by some internet SMS, you won't be able to.
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW:
    Uffff... susah.

    Itu sudah intimidasi memang. Mungkin dikirim dari internet,sebagaimana dikatakan Red-White Eagle. Berarti orangnya lumayan ngerti IT.
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    apa mungkin orang "dalam"??
    free7 0 0
    Agus PW:

    Nggak lucu ah kalau pengelola politikana bersikap kaya gitu, kekanak-kanakan...kalau ada keberatan kan lumrahnya di konfirmasi langsung atau di banned.... Mungkin itu cuma orang pake nama POLITIKANA
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: nah itulah yang tadi dimaksud om Red-White Eagle:. ya saya sabar aja kok ; )) : )) : )) hah!! kerjaan orang kurang waras!!! dasar....!
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: Or maybe even knows enough to make a SMS gateway and customize it for such a purpose.
    Agus PW 0 0
    free7: Kayaknya begitu, saya udah konfirmasi ama mas yusro. beliau udah ngejelasin ke saya. Gak ada Politikana yang mau neror saya.

    free7: Striding Cloud: saya kok heran, ada yang bocorin nomor hp saya ke orang yang gak bertanggung jawab ya...
    Agus PW 0 0
    syafatain: telat. telat. telah





    (ah, anda pengen gua santet juga)
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle:
    The problem with internet servers is that our anti terrors dont have jurisdiction to do anything about it.

    I cant ask my friends at densus to candidly investigate this problem, based on this so little info. darn.

    Agus PW: Kalau mau dieskalasi investigasinya ndak bisa candid. perlu kerjasama operator. operator biasanya minta perintah dari berwajib. Artinya kasusnya mesti serius dilaporkan ke polisi. Polisi sana profesional ndak?

    Dari operator didapat situs pengirim, dari situs pengirim mesti resmi pula untuk dapatin ip address yang ngirim, kalau dia ndak pake anon proxy.

    Baru dari sana bisa minta tolong pengawasan densus, karena statusnya sudah diteror.

    Nah, mau atau tidaknya, tergantung siapa yang mendorong penyelidikannya diperpanjang : D


    guys, CMIIW kalau ada prosedur yang salah.
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    176 koment di atas, siapa juga yang mau baca satu persatu... : p emang gua gak ada kerjaan...: ))
    free7 0 0
    Kalau gitu posting lagi aja , biar kita lihat siapa kira2 PROVOKATOR PENGECUT ITU

    Itu sama aja melecehkan substansi kita berdiskusi disini
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: Maybe because that person doesn't know that he/she gave it to 'orang yang gak bertanggung jawab ya'.

    Or maybe your terrorist knows more than enough how to track you down from scratch. No one is as invisible as untraceable, you know. Not even Deep Throat.
    free7 0 0
    to : Agus PW:
    hamatamu 0 0
    Agus PW, difoto dulu saja dengan jelas, masalah pembuktian, bisa nanti. tapi bahwa SMS itu ada dan kapan masuk ke perangkat genggam anda itu juga penting. pakai DSLR
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: ( tergantung siapa yang mendorong penyelidikannya diperpanjang )

    lha saya manut aja lo gitu. masalahnya sampai sekarang saya belum tahu siapa sang pengirim.

    blo'on kan saya?? ; ))
    Agus PW 0 0
    hamatamu: ok. bos ni saya masih ada kerjaan buat jadwal pendalaman materi UNAS di sekolah. Saya belum pasti juga ketemu dengan Pak Harlan malam ini. Capek kayaknya, jauh kan jogja-gunungkidul?? Saya tetep berkeinginan bisa menampilkan foto kiriman SMS tadi pagi kepada kawan-kawan Polka. Semaksimal saya.

    Dan juga sms ini tidak akan saya hapus sampai kapanpun, bahkan saya berharap bisa ketemu dengan anda untuk memperlihatkan sms ini. Kapan bisa ketemu??
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW: Saya juga bingung kali kalau kondisinya gitu. detectnya gimana ya.

    hamatamu gimana?
    boiga 0 0
    mungkin perlu agar tiap ada postingan yg 'kondusif' agar warga membiasakan menyimpannya, supaya klo dihapus, warga lain bisa memposting ulang, gak perlu penulis asli kembali mempostingnya.. siapa tau pemosting berikutnya bisa mendeteksi sms yang masuk..
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: [I cant ask my friends at densus] Teguh?
    Agus PW 0 0
    boiga: nah ini ada usulan menarik.

    Jika dikehendaki kawan-kawan, agar tidak penasaran yang belum baca, saya siap menampilkan lagi tulisan yang saya hapus. Itupun kalau masih dipandang perlu dan dikehendaki para warga. Tentu, insyaallah dengan sedikit tampilan yang berbeda... gimana??
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    GUA SETUJU

    TAMPILKAN,...

    GUA BELUM BACA

    Icarus 0 0
    Agus PW: Boleh, Pak. Ini sampe ga bisa ngerating saya...
    GaraMata 0 0
    Agus PW:

    Perlu sekali. : D
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    ayo gus... buruan postingin aja...ntar gua telad lagi neh...: D


    gua ada di belakang lo..!!
    syafatain 0 0
    Biar gak kentara, gua kasih usul judul::

    INI DIAAAAA....

    Agus PW 0 0
    Icarus: GaraMata: syafatain: aku masih ada kerjaan!!! gak baca di atas!!! besuk!!! ; )) (cara saya marah ama anak-anak SMK) ; )) : ))
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    kalau besuk udah BASI tauuuu!!!!

    Agus PW 0 0
    syafatain: loe maksa saya?? Hah...
    Aku nih ngadep 4 komputer 2 print, bisa bisa gak selesai nih garapan saya.. besuk saya dipecat ama atasan gimana?? ; ))
    Icarus 0 0
    Agus PW: Ngapain ditawarin kalo geto? Keburu dingin! Hadoh... : ((
    Icarus 0 0
    Agus PW: [besuk saya dipecat ama atasan gimana??]

    Cari kerjaan laen... : D
    syafatain 0 0
    Agus PW:

    Jangan cari alasan deh!!

    hanya butuh 5-10 m3nit mostingin ulang artikel yg udah dibuat!!

    lo takut ya???

    ah,.. gak jantan lo Gus!! Pake takut!!

    **kayak anggodo aja lo!!

    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: [besuk saya dipecat ama atasan gimana??] Then terrorist would think that Allaah is on his side. : D
    Agus PW 0 0
    syafatain: : p


    Icarus: loe tanggungjawab??
    Red-White Eagle 0 0
    Icarus: You have a job vacancy ready for Agus PW? : D
    syafatain 0 0
    Red-White Eagle:

    نعم إن الله معنا
    : )
    Red-White Eagle 0 0
    syafatain: Us? : D
    Icarus 0 0
    Red-White Eagle: Hem, pe-er makelar kerjaan yang tempo hari aja masih belom nemu, Bang... Tapi kalo Pak Guru ga keberatan alih haluan jadi Pak Montir, sementara ada lowongan ini. Montir speedboat : D
    syafatain 0 0
    Red-White Eagle:

    no, but him

    jadi : innallaha ma'a-him.. : ))
    Red-White Eagle 0 0
    Icarus: [kalo Pak Guru ga keberatan alih haluan jadi Pak Montir, sementara ada lowongan ini] Not teaching SMK (Sekolah Menari Kera) in Sangeh or Ubud? : D

    Red-White Eagle 0 0
    syafatain: : D
    hamatamu 0 0
    tipe hp tolong smskan dong kang Agus PW ; )
    boiga 0 0
    mas hamatamu nemu titik terang sepertinya..
    hamatamu 0 0
    maklumi orang yang lagi kerja dong, syafatain. mungkin saja dia menyimpan berkasnya di tempat lain dan menghapus draft artikel yang ada di newsroom politikana : )
    Icarus 0 0
    Red-White Eagle: [Not teaching SMK (Sekolah Menari Kera) in Sangeh or Ubud?]

    Pak Agus PW, ngidang mengigel sing? ; ))
    syafatain 0 0
    hamatamu: tipe hp tolong smskan dong kang Agus PW ; )

    --->> mau dicolong juga??




    @all: e.. jangan ganggu bung agus di depan 4 komputer dan 2 printer!! Dia lagi sibuk, takut dipecat...

    ***seharusnya takut ama Tuhan... : ))
    Red-White Eagle 0 0
    boiga: Hopefully.
    hamatamu 0 0
    apa maksud si syafatain? : |
    kalangwan 0 0
    Sekitar september, beberapa kali saya nulis ttg isu 1965 dg gambar ilustrasi palu arit. Sampai sekarang saya masih pake avatar dg simbol palu arit, meski pun dg pendekatan satiris.

    *ganti avatar atau cari picture yg lbh konkrit ya?*
    hamatamu 0 0
    ada kabel data untuk hp itu kang Agus PW?
    Striding Cloud 0 0
    hamatamu: bisa dicek langsung ke hapenya ru?

    Baru tau gw.

    BTW, saya kehilangan alur logikanya sedikit ini.

    Dari mana diambil kesimpulan, bahwa artikel inilah yang menyebabkan sang oknum mengirim sms?
    hamatamu 0 0
    Striding Cloud, cuma pengen tahu maskingnya saja. ujung-ujungnya tetap operator bukan?
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: Good point. It was made as if sent by Politikana, so Agus PW rightly assumed it refers to one of his articles here.

    Why this one? See the discussion between Agus PW and pall about the danger, near the top of the comments column? The SMS was received after that discussion.

    It's a normal enough assumption.
    siswo 0 0
    wong cuma gambar palu arit aja ribut....

    kalo gambar osama bin laden dipuja2
    Dildaar 0 0
    menunggu Soekarno baru yang mampu merukunkan atau membuat kaum nasionalis, agamis dan komunis segan berantem satu dengan yang lain di depan beliau.
    Naning 0 0
    Dildaar:

    Nasionalis agama dan komunis segan berantem waktu jaman Soekarno?

    Duh lihat sejarah lagi ah...

    kayaknya temporer tuh Mas...
    conscientizacao 0 0
    Naning: : D
    syafatain 0 0
    ADA YANG GAK BERES DI ANTARA KOMENT-KOMENT WARGA DI SINI!!!


    ***sepertinya saya udah mulai dapat PETUNJUK!!

    Sumpah!!


    krisnov 0 0
    Mas PeWe said, "Mohon maaf, isi tulisan saya hapus, setelah saya mendapat "peringatan" dari POLITIKANA via SMS".
    ==========

    Mas PeWe, kalo sudah jelas itu bukan sms peringatan dari Politikana, sebaiknya tulisan tsb. diatas diedit dan artikel bisa diposting lagi.
    Agus PW 0 0
    krisnov: yap. sebentar..
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW: Nomer tadi semuanya sudah confirmed punya teman, pak ?
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: belum tentu. maaf atas permintaan kawan2, artikel yang tadi sudah saya hapus...
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW:

    Kawan2 sedang berusaha confirming nomer lain?
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: Katanya begitu. Maaf saya masih sempat menerima sms pasca pengapusan yang tadi. Hah!! Saya sangat panik, justru sekarang saya susah membedakan ini teror atau bercanda.
    Striding Cloud 0 0
    Agus PW:

    Ok. Amat dapat bisa dimaklumi.

    Perlu saya buat SOP disini pak?
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: monggo mawon, jika sangat diperlukan..
    Icarus 0 0
    Agus PW: [Saya sangat panik, justru sekarang saya susah membedakan ini teror atau bercanda.]

    Kalo yang dari saya, dikau bakal nyesel kalo anggep itu becanda, Pak... : D

    *setel Trivium, ngopi sembari ngerokok*
    syafatain 0 0
    alhamdulillah...

    akhirnya gua tau juga isi artikel itu., dan bisa merating sekarang..


    ***mas agus, gua pamit
    Agus PW 0 0
    Icarus: halah!! mau tak pisuhi lagi?? : ))
    Ning 0 0
    Agus PW: Terimakasih sudah dimunculkan kembali, hilang penasarannya....
    Ternyata isinya nggak ada yang perlu dikhawatirkan, biarkan waktu yang menunjukkan kebenaran tragedi itu...
    hamatamu 0 0
    sip, aman terkendali semuanya? : D
    free7 0 0
    Sekarang tema intinya apa : D
    Icarus 0 0
    Agus PW: Weks, Pak Guru lagi sensi!

    *samber TOA, loncat pager*
    Agus PW 0 0
    hamatamu: mas panjenengan bilang aman? saya online di ruang sempit, apek, gelap dan terkunci. menurut kang hamatamu saya dalam kondisi aman atau tidak? : D
    krisnov 0 0
    uhmm....ternyata wudele ketok...
    Icarus 0 0
    free7: Misohi saya, Pak Ustadz! : ((
    krisnov 0 0
    Agus PW:

    anak bini sudah diungsikan juga ?
    Agus PW 0 0
    krisnov: ( ? ? ? ? ) nepok jidat ama pantat!!
    krisnov 0 0
    Agus PW:

    hie..hie...hie..
    Red-White Eagle 0 0
    Agus PW: You're safe enough. Don't worry.
    Striding Cloud 0 0
    Red-White Eagle: Later on, you should identify yourself before sending strange messages like that.
    Agus PW 0 0
    Red-White Eagle: Saya hentikan aktivitas saya malam ini. Semua mati!!!
    Paman Gober 0 0
    tsaah... ketinggalan gosip terbaru neh....


    [abis keluar dari gua]
    wardi 0 0
    Adanya Komonisme di dunia syah syah saja ..kalau ngak gitu ya ngak rame kan ..
    Sama seperti dunia kalau ngak ada setan ya ngak ada napsu/amarah ( Pembeda antara baik dan buruk ) tugas kita memilih mana yang terbiak buat kita dan keluarga kita agar selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat )
    Kan dunia selalu berpasang pasangan ( adam dan hawa , negatif dan Positif , siang ddan malam dst )

    okeeeeeee
    Red-White Eagle 0 0
    Striding Cloud: Which one? I've confirmed it with Agus PW about it (he knows my number since last December), he immediately replied to the text I sent him this afternoon, and we even discussed about the situation over the phone almost immediately. He include my text in the article by mistake, because he was panic. Now the question is who sent the latest SMS? The one after the last article was deleted tonight?
    Check this one: http://politikana…mment-153634

    Silahkan login untuk memberikan pendapat