Dongeng “Politikini” 36
Kamis, 14 Jan '10 14:08
Karena terlalu banyak menonton film mengenai konspirasi, saya mau berbagi dongeng nih, ini ceritanya:
Saya sekarang buka restoran, tentu saja harapan saya restoran saya laku dan banyak pelanggannya. Cara yang paling efektif adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Orang datang ke tempat saya, makan, bayar, tidak kemahalan, dan merasa puas. Karena puas, orang tersebut akan cerita ke orang lain. Sehingga restoran saya terkenal.
Jadi intinya ada pengakuan dari orang lain yang mengatakan restoran kita enak dan tidak mahal (mempunyai value).
Kalau kita buka situs tentang makanan, selalu ada tulisan tentang pengalalaman seseorang di restoran tertentu. Pengalaman makan bakso, makan ayam bakar, makan nasi goreng, dan yang lainnya. Selalu ada penilaian yang sifatnya subyektif dari sang pengarang, dan biasanya ada kolom komentar dari pembaca (seperti politikana).
Akhirnya saya buat e-mail dengan nama samaran, dan membuat tulisan tentang restoran saya. Pelanggan gadungan tersebut tentu saja akan memuji restoran saya, agar orang-orang menjadi tertarik untuk datang. Tetapi kalau tulisan tersebut tidak ada yang merespon, bisa saja pembaca menganggap itu tulisan pemilik restoran, untuk memuji-muji restorannya sendiri . Maka kita buatlah 10 e-mail lagi dengan nama yang berbeda-beda, dan memberikan komentar terhadap tulisan tersebut. Tentu saja tidak semuanya memuji, kita sisipkan 3 e-mail yang seolah-olah protes, tetapi diujungnya ada pujian sedikit (orang selalu ingat yang terakhir).
Sekarang saya register di situs “politikini”, buat tulisan yang sesuai dengan misi saya, dan lihat reaksi pembaca. Wah kok pembacanya bloon semua ya, pada nggak ngerti dan banyak yang melecehkan tulisan saya. Padahal tulisan saya itu kalau diikuti bisa dapat hadiah bidadari loh, selalu perawan lagi setiap habis dipakai.
Karena pembaca saya bloon semua, dan saya juga mau berbagi bidadari (takut nggak kuat), akhirnya saya buatlah beberapa nama samaran, yang isinya tentu saja untuk mendukung misi saya, dan membuat orang yang tadinya anti menjadi simpati.
Setelah minum cerebrovit, akhirnya terciptalah satu skenario:
1. Bikin 3 e-mail yang mendukung (A, B, C)
2. Bikin 2 e-mail yang menentang (D, E)
3. Bikin 3 e-mail netral (F, G, H)
4. Intens memasukkan komentar, baik pro maupun kontra
5. Rancang pertemuan di dunia nyata antara D dan saya. Undang juga A dan G.
6. Setelah bertemu saya, D berbalik arah, dari antipati menjadi simpati.
D sekarang menjadi PR (public relation) saya.
7. Untuk kopdar, saya bisa menggunakan nama samaran H atau F, sehingga saya bisa mengetahui dengan jelas siapa yang menentang saya.
8. Kalau ini ketahuan bagaimana? Ya nggak mungkinlah, kan sudah saya sebut di atas, pengunjung situs “politikini” bodoh semua.
Tapi ini hanya dongeng loh, nggak usah percaya, nanti nggak dapat bidadari loh
Tag: kopdar, komentar, e-mail, bloon
Terkait:
-
Arti Sebuah Politikana
Kamis, 23 Jul '09 22:30 -
F I R A S A T
Jumat, 19 Mar '10 15:27 -
Komik ndableg: Matur Suwun Politikana
Kamis, 18 Mar '10 11:54
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Icarus: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Striding Cloud: Penting
-
cynical:
-
kinanthi: Lucu
-
conscientizacao: Menarik
-
Logical Fallacy: Lucu
-
krisnov: Lucu
-
mokasin: Keren
-
besoksaja: Lucu
-
Red-White Eagle: Penting
-
syafatain:
-
hamatamu: Menarik
-
Marshall: Lucu
-
Naning: Lucu
-
pall: Lucu
-
Olas: Keren
-
bintang: Bagus
-
eureka: Lucu
-
ndableg: Lucu
-
samsara: Menarik
-
boiga: Lucu
-
Muhammad Tamim Pardede: Biasa


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
conscientizacao:
typho
Your subtlety rocks! Yeah!!
Memang ini ciri khas dunia maya...
Baru tau ya....?
After all, we're all idiots to them.
نعم يا أخى, انا اوافق بما قلت من قبل
هل توافق على أن كنت احمق؟
#mancingmancing
kok kesannya jadi mencla-mencle,
ya pro ya kontra pd saat yg sama
apa gak bingung sendiri
wahhh.....
لا تأكل لحم الخنزير
حرام
--->> emang Politikana kan lagi di Makkah..
kalo mau Kopdar, sama situ, gimana caranya?
Je ne suis pas sûr de ce que vous parlez. Qu'est-ce à éviter?
kalau mau kopdar sama aja sama yang lain, tinggal hadir sebagai "siapa"
Silahkan login untuk memberikan pendapat