Pilih Revolusi, Kudeta atau SBY-Boediono? 68
Kamis, 14 Jan '10 01:34
Politik pencitraan yang dimainkan oleh SBY-Boediono, akhir-akhir ini mulai memasuki tahap-tahap kehancuran secara serius. Hal ini tidak lepas dari akibat terbongkarnya skandal bailout Bank Century, kriminalisasi KPK dan beberapa kasus mutahir lainnya. Yang mana secara perlahan namun pasti, telah menyeret kedua figur tersebut ke rana politik-hukum, yang kian terjepit oleh gelombong tuntutan rakyat: Mendesak SBY-Boediono mundur dari jabatannya.
Kemerosotan politik pencitraan SBY-Boediono juga diikuti oleh gerakan delegitimasi yang terus berkembang dan makin meluas di kalangan mahasiswa dan rakyat. Gejala politik ini bahkan sedang mengarah pada ancaman terbangunnya gerakan people power. Di mana kehendak atau agenda utamanya adalah menurunkan SBY-Boediono, baik melalui pendekatan konstitusional maupun inkonstitusional (gerakan ekstra parlemen).
Realitas di atas tentunya suka atau tidak, telah memicu lahirnya berbagai spekulasi: Jika pilihan pendekatan konstitusional mengalami jalan buntu, apakah akan muncul revolusi atau kudeta sebagai pilihan alternatif yang ditempuh oleh gerakan mahasiswa dan rakat?
Jika demikian, lantas bagaimana sikap dan pilihan kita yang tepat?
- Ikut Gerakan Revolusi?
- Rakyat-Tentara Kudeta?
- Tetap Mempertahankan SBY-Boediono?
- Ragu-ragu / Tidak Memilih?
Tag: politik
Terkait:
-
Belati Sang Arok
16 jam yang lalu -
Guncang itu Perlu
Jumat, 12 Mar '10 10:05 -
Desa Mandiri, sebuah Mimpi
Kamis, 11 Mar '10 07:18
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Naning: Menarik
-
Muhammad Tamim Pardede: Penting
-
boiga: Biasa
-
ndableg: Bagus
-
WESTBORN:
-
Marshall: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
[Ragu-ragu / Tidak Memilih?]
Saya mau bikin item sendiri... boleh?
Cuma itu.
--
mungkin saja.
dasar saya katakan itu karena hampir segalanya di dunia ini mungkin terjadi, tapi tidak semuanya pasti..
lagipula, melihat kondisi saat ini, saya rasa wacana2 revolusi atau kudeta masih sekedar berputar di kalangan akademisi seperti mahasiswa dan aktivis2 oposisi saja
dan saya lebih sering melihat mereka memandang suatu kasus dari 'sebelah kiri' terlebih dahulu; tidak berimbang.. saat pemerintah dipojokkan mereka langsung bersiap ikut memojokkan, saat pemerintah disanjung mereka langsung singsingkan lengan siap melawan.. bila ada pencela otoritas mereka berbondong2 pasang senyum, bila ada pembela otoritas mereka serempak mencibir..
saya setuju pendapat free7, "sampai nanti pemilihan melihat pertimbangan pada kandidat lain"
Namun pendapat bung juga dapat saya pahami sbb sampai sejauh ini belum ada lomptan yg jauh bagi kalangan oposisi dalam konsolidasi kekuatan di lapangan
semoga ada jawaban tepat bg perbaikan negeri ini...
Century terbongkarnya apanya seehh...? Kriminalisasi KPK ada bukti apa seehh? Kasus mutakhir lainnya itu apa seehh...?
*ngikutin gaya mahasiswa kontemporer...*
Halo mahasiswa...
Cuma itu
--
pertimbangkan juga apa2 yang dipandang baik oleh orang tuamu wahai mahasiswa..
sok tua, sok bijak..
Saatnya yang muda yang berkuasa
Agenda terdekat pasca revolusi "Membalik urutan pancasila.."
--
ya silakan saja lah klo sudah dipertimbangkan matang2..
tapi bener pilihannya cuma revolusi dan dipancung? :/
Jangan lupa gali data, dan baca buku sejarah ya... Jangan sampai jadi Colombus yang di iklan itu...
Colombus: "Ooohh AMERICAA!!"
DHL: Mr. Colombus!! Your package WAS here!!
Salam!
*masih geleng2
saya dari pihak "mahasiswa", saya juga cuma punya 2 pilihan "lulus secepatnya atau DO"
[_Saatnya yang muda yang berkuasa : )) _]
Sepanjang diksi loe masih berputar di kata "kuasa", loe gak bakalan berhasil.
Gw cari presiden yang administrator, bukan penguasa atau pemerintah.
Karena secara UU, presiden kekuasaannya amat besar, dengan XO/Executive Order/PERPPU, praktis dia bisa melakukan apa saja.
Di banyak negara penggunaan kekuasaan XO itulah yang membedakan antara administrator dan penguasa.
1. Gerakan revolusi yang mana?
2. Yang kudeta rakyat dan tentara yang mana?
3. Lah, emang seberapa kuat sih keinginan orang untuk menurunkan RI1 dari kekuasaan?
coba terus korek-korek kesalahannya lalu
tulis dalam sebuah laporan yang rapi dan urut
ada tanggal kejadiannya, apa kesalahannya, dst
pasti oke tuh
eniwei, sebagai sala sedikit orang yang dulu sering timpuk2an ama brimob jaman 98, saya koq ngerasa mahasiswa sekarang 'hanya' rindu semangat reformasi jaman saya dulu ya?
Agendanya saja sudah ndak jelas. Kemampuan berorasi dan memahami masalah (saya nilai) makin buruk. Teriakan maling ke Boediono indikasi awalnya.
Mau saya teruskan list-nya?
Mahasiswa sekarang juga tidak semua merasa SBY-Boediono perlu mundur. Tingkat pengangguran yang 8.9 juta juga dirasa masih *wajar*.
Itu satu.
Faktor kedua adalah masyarakat kelas menengah: Mereka atau lebih tepatnya, kami, merasa tidak ada masalah dengan Century, dll.
Maksudnya, masalah itu tidak berdampak langsung pada kaum menengah, harga barang masih normal, dollar tidak tinggi, index IHSG juga normal, bisnis masih bisa berlangsung as usual.
Untuk kaum miskin, saya tidak akan pura2 tahu, tapi saya rasa keadaannya masih liveable, walau tidak bisa dibilang layak. Gorengan di depan kantor masih ada yang beli, padi masih tumbuh, pungutan pada nelayan (rencananya Fadel Mohammad) akan dihapus.
Intinya: Tidak ada(belum ada?) sesuatu yang bisa men-tip kondisi ini menjadi revolusi besar macam reformasi 1998 kemarin.
Rakyat masih bisa makan. Bisnis masih bisa jalan, investasi masih masuk, dolar masih kuat.
Tahun 1998 dulu, keluargaku sudah mulai menjatah lauk-pauk anak2nya, sekarang tidak(belum) perlu.
Tidak tahu besok, tapi sekarang, business as usual.
orang2 lama pada nongol lagi...
Sekarang, mereka berakhir jadi kacungnya anggota DPR.
Kok kamu tahu itu orang lama ? Kamu siapa sih ? orang lama juga ?
untung om Yudiantoro: gak gitu2 amat ya
Kan saya bilang jelas-jelas "dari jaman mahasiswa". Ya sekarang udah bakan mahasiswa lah.
Tersinggung!
[__ngga gitu-gitu amat...__] kowe ad hominem ya?
Terima kasih undangannya, ical ass.
"Politik pencitraan yang dimainkan oleh SBY-Boediono, akhir-akhir ini mulai memasuki tahap-tahap kehancuran secara serius."
Rakyat-Tentara Kudeta. Tentara yang mana berani kudeta?
Siapa pun yang memimpin, terus saja diingatkan untuk memperbaiki negeri ini, itu saja.
betapa bodohnya orang yg berpikir seperti itu...
bukannya mikir bagaimana supaya bangsa ini bisa maju,malah mikir gimana cara ngerusaknya..TOLOL !!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat