Pilih Revolusi, Kudeta atau SBY-Boediono? 68

Kamis, 14 Jan '10 01:34

Politik pencitraan yang dimainkan oleh SBY-Boediono, akhir-akhir ini mulai memasuki tahap-tahap kehancuran secara serius. Hal ini tidak lepas dari akibat terbongkarnya skandal bailout Bank Century, kriminalisasi KPK dan beberapa kasus mutahir lainnya. Yang mana secara perlahan namun pasti, telah menyeret kedua figur tersebut ke rana politik-hukum, yang kian terjepit oleh gelombong tuntutan rakyat: Mendesak SBY-Boediono mundur dari jabatannya.

 Kemerosotan politik pencitraan SBY-Boediono juga diikuti oleh gerakan delegitimasi yang terus berkembang dan makin meluas di kalangan mahasiswa dan rakyat. Gejala politik ini bahkan sedang mengarah pada ancaman terbangunnya gerakan people power. Di mana kehendak atau agenda utamanya adalah menurunkan SBY-Boediono, baik melalui pendekatan konstitusional maupun inkonstitusional (gerakan ekstra parlemen).

Realitas di atas tentunya suka atau tidak, telah memicu lahirnya berbagai spekulasi: Jika pilihan pendekatan konstitusional mengalami jalan buntu, apakah akan muncul revolusi atau kudeta sebagai pilihan alternatif yang ditempuh oleh gerakan mahasiswa dan rakat?

 Jika demikian, lantas bagaimana sikap dan pilihan kita yang tepat?

  1. Ikut Gerakan Revolusi?
  2. Rakyat-Tentara Kudeta?
  3. Tetap Mempertahankan SBY-Boediono?
  4. Ragu-ragu / Tidak Memilih?


Tag: politik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Naning 0 0
    Saya milih yang nomor 5 Mas ; ))
    ical ass 0 0
    he he he yg nomr 5 artinya tdk memilih...
    Naning 0 0
    itu nomor 4...

    [Ragu-ragu / Tidak Memilih?] : D
    ical ass 0 0
    turunan kebawanya juga bisa diartikan tdk memilih... atau ada penjelasan mbak nining utk opsi ke 5? : )
    Naning 1 suka | 0
    ical ass:

    Saya mau bikin item sendiri... boleh? ; ))
    free7 0 0
    Dari kaca mata rakyat revolusi bangsa total atau kudeta kan di picu kondisi , sekarang saya sebagai rakyat tidak melihat alasan atau kondisi untuk melakukan dan mendukung kudeta atau revolusi , belum ada alasan pula memilih lembali atau mempertahankan SBY-Budiono, sampai nanti pemilihan melihat pertimbangan pada kandidat lain.

    ical ass 0 0
    memang seperti itu... tapi apa mungkin?
    ical ass 0 0
    boleh mbak Naning...
    Como Bacomboy 0 0
    Saya dari pihak mahasiswa cuma punya dua pilihan "Revolusi atau menyerahkan kepala untuk dipancung"..
    Cuma itu.
    boiga 0 0
    ical ass: tapi apa mungkin?
    --
    mungkin saja.

    dasar saya katakan itu karena hampir segalanya di dunia ini mungkin terjadi, tapi tidak semuanya pasti..

    lagipula, melihat kondisi saat ini, saya rasa wacana2 revolusi atau kudeta masih sekedar berputar di kalangan akademisi seperti mahasiswa dan aktivis2 oposisi saja

    dan saya lebih sering melihat mereka memandang suatu kasus dari 'sebelah kiri' terlebih dahulu; tidak berimbang.. saat pemerintah dipojokkan mereka langsung bersiap ikut memojokkan, saat pemerintah disanjung mereka langsung singsingkan lengan siap melawan.. bila ada pencela otoritas mereka berbondong2 pasang senyum, bila ada pembela otoritas mereka serempak mencibir..

    saya setuju pendapat free7, "sampai nanti pemilihan melihat pertimbangan pada kandidat lain"
    ical ass 0 0
    ya segala hal bisa saja terjadi, namun keyakinan saya akan ada gerakan people power, hl ini terlihat dari makin ambruknya legitimasi rezim sby-boediono, selain itu makin meluasnya keresahan dan pengangguran di kalangan rakyat....

    Namun pendapat bung juga dapat saya pahami sbb sampai sejauh ini belum ada lomptan yg jauh bagi kalangan oposisi dalam konsolidasi kekuatan di lapangan : )

    semoga ada jawaban tepat bg perbaikan negeri ini...
    boiga 0 0
    ical ass: semoga ada jawaban yang tepat, semoga ada solusi yang baik bagi rakyat, bagi kita semua..
    ical ass 0 0
    iya bung...
    conscientizacao 0 0
    ical ass: "Hal ini tidak lepas dari akibat terbongkarnya skandal bailout Bank Century, kriminalisasi KPK dan beberapa kasus mutahir lainnya."

    Century terbongkarnya apanya seehh...? Kriminalisasi KPK ada bukti apa seehh? Kasus mutakhir lainnya itu apa seehh...?

    *ngikutin gaya mahasiswa kontemporer...*
    conscientizacao 0 0
    Como Bacomboy: "Saya dari pihak mahasiswa cuma punya dua pilihan "Revolusi atau menyerahkan kepala untuk dipancung".."

    Halo mahasiswa... ; ))
    boiga 0 0
    Como Bacomboy: Saya dari pihak mahasiswa cuma punya dua pilihan "Revolusi atau menyerahkan kepala untuk dipancung"..
    Cuma itu
    --
    pertimbangkan juga apa2 yang dipandang baik oleh orang tuamu wahai mahasiswa..
    conscientizacao 0 0
    boiga: Kita serasa tua banget yak? : ((
    boiga 0 0
    conscientizacao: heueuh.. : ( : ((

    sok tua, sok bijak.. : ((
    Como Bacomboy 0 0
    Sudah saya pertimbangkan bang, matang malah..: )
    Saatnya yang muda yang berkuasa : ))
    pall 0 0
    Como Bacomboy: Menarik sekali pilihan anda. Mungkin bisa diuraikan kenapa harus revolusi, dan mau apa setelah revolusi?
    Como Bacomboy 0 0
    Karena sudah tidak ada tempat lagi untuk bersembunyi kawan..: )

    Agenda terdekat pasca revolusi "Membalik urutan pancasila.."
    ical ass 0 0
    stuju mas Como dan mas pall... sbg anak muda saya berharap perubahan kali ini dilakukan lebih serius atas perbaian sistem. perlau ada daya dorong untuk TATA Ulang NKRI dgn meberikan peluang yg terbesar utk terjadinya perombakan dan visi kenegaraan bagi kepentingan hajat rakyat banyak... BRAVO REVOLUSI!!! : )
    boiga 0 0
    Como Bacomboy: Sudah saya pertimbangkan bang, matang malah..: )
    --
    ya silakan saja lah klo sudah dipertimbangkan matang2..

    tapi bener pilihannya cuma revolusi dan dipancung? :/
    conscientizacao 0 0
    boiga: "yang merasa tua" mau bobo duluan yak... Selamat Berjuang, Anak Muda!

    Jangan lupa gali data, dan baca buku sejarah ya... Jangan sampai jadi Colombus yang di iklan itu...

    Colombus: "Ooohh AMERICAA!!"
    DHL: Mr. Colombus!! Your package WAS here!!

    Salam! : D
    boiga 0 0
    conscientizacao: saya ikutan istirahat deh.. salam semua..

    *masih geleng2
    ical ass 0 0
    lanjutakan mas.. awas mimpi ketemu hantu Boediono-SBY : )
    boiga 0 0
    halah.. bagi sampean mungkin mereka hantu, bagi saya mereka tetap pemakan nasi yang (mungkin) gemar ikan asin juga.. : p
    silip 0 0
    kirain serius je.
    saya dari pihak "mahasiswa", saya juga cuma punya 2 pilihan "lulus secepatnya atau DO" : (
    ordomas 0 0
    GOLPUT>>>>
    Striding Cloud 1 suka | 0
    Como Bacomboy:
    [_Saatnya yang muda yang berkuasa : )) _]

    Sepanjang diksi loe masih berputar di kata "kuasa", loe gak bakalan berhasil.

    Gw cari presiden yang administrator, bukan penguasa atau pemerintah.
    botaksakti 0 0
    Striding Cloud: bung, kalau menurut Anda sebenarnya seorang presiden itu menjadi administrator atau penguasa itu siapa yang mendorongnya, dirinya sendiri atau memang ada UUnya ?mohon pencerahan....
    Striding Cloud 0 0
    botaksakti: dirinya sendiri.

    Karena secara UU, presiden kekuasaannya amat besar, dengan XO/Executive Order/PERPPU, praktis dia bisa melakukan apa saja.

    Di banyak negara penggunaan kekuasaan XO itulah yang membedakan antara administrator dan penguasa.
    botaksakti 0 0
    Striding Cloud: kalau Anda mengharapkan Ptresiden yang administrator, berarti.......(ah, sudahlah....logical falacy....)
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    revolusi.....wujudkan !!!
    miyamoto 0 0
    saya setuju dengan naning pilih no 5 ....kalau harus di impeach maka lakukanlah itu sesuai dengan ketentuan undang2 seperti yang dilakukan pada Gus Dur
    ichanx 0 0
    Pilihannya gak ada yang oke ah...
    1. Gerakan revolusi yang mana?
    2. Yang kudeta rakyat dan tentara yang mana?
    3. Lah, emang seberapa kuat sih keinginan orang untuk menurunkan RI1 dari kekuasaan?

    rif 0 0
    masalah kpk dan bank century masih belum cukup.
    coba terus korek-korek kesalahannya lalu
    tulis dalam sebuah laporan yang rapi dan urut
    ada tanggal kejadiannya, apa kesalahannya, dst

    pasti oke tuh
    Yudiantoro 0 0
    ichanx: hei wb bung, kemana aja?

    eniwei, sebagai sala sedikit orang yang dulu sering timpuk2an ama brimob jaman 98, saya koq ngerasa mahasiswa sekarang 'hanya' rindu semangat reformasi jaman saya dulu ya?

    Agendanya saja sudah ndak jelas. Kemampuan berorasi dan memahami masalah (saya nilai) makin buruk. Teriakan maling ke Boediono indikasi awalnya.

    Mau saya teruskan list-nya?
    dizzman 1 suka | 0
    Yudiantoro: hebat euy, n sekarang kerasa dah duduk manis ya bos !!!
    Ning 0 0
    ical ass: ikut no.5 juga...
    Yudiantoro 0 0
    dizzman: maksudnya?
    laind 0 0
    Mau revolusi atau tidak penggeraknya bukan cuman kaum mahasiswa saja yang kudu dilihat.

    Mahasiswa sekarang juga tidak semua merasa SBY-Boediono perlu mundur. Tingkat pengangguran yang 8.9 juta juga dirasa masih *wajar*.

    Itu satu.

    Faktor kedua adalah masyarakat kelas menengah: Mereka atau lebih tepatnya, kami, merasa tidak ada masalah dengan Century, dll.

    Maksudnya, masalah itu tidak berdampak langsung pada kaum menengah, harga barang masih normal, dollar tidak tinggi, index IHSG juga normal, bisnis masih bisa berlangsung as usual.

    Untuk kaum miskin, saya tidak akan pura2 tahu, tapi saya rasa keadaannya masih liveable, walau tidak bisa dibilang layak. Gorengan di depan kantor masih ada yang beli, padi masih tumbuh, pungutan pada nelayan (rencananya Fadel Mohammad) akan dihapus.

    Intinya: Tidak ada(belum ada?) sesuatu yang bisa men-tip kondisi ini menjadi revolusi besar macam reformasi 1998 kemarin.

    Rakyat masih bisa makan. Bisnis masih bisa jalan, investasi masih masuk, dolar masih kuat.

    Tahun 1998 dulu, keluargaku sudah mulai menjatah lauk-pauk anak2nya, sekarang tidak(belum) perlu.

    Tidak tahu besok, tapi sekarang, business as usual. : D
    dizzman 0 0
    Yudiantoro: biasa gaya aktivis ... berkeringat dulu, duduk manis kemudian : D kalo hoki, kalo apes ya sudah seperti alumni 75 dan 78
    kinanthi 0 0
    laind: wb...
    orang2 lama pada nongol lagi...
    : D
    pall 0 0
    dizzman: Dari jaman mahasiswa saya juga sering hadap2an sama para aktivis mahasiswa kayak itu. Saya dituduh NEOLIB(tm) lah, ini lah, itu lah.

    Sekarang, mereka berakhir jadi kacungnya anggota DPR.
    krisnov 0 0
    kinanthi:

    Kok kamu tahu itu orang lama ? Kamu siapa sih ? orang lama juga ?
    dizzman 0 0
    pall: loh katanya anda 'masih' mahasiswa? cepet lulus donk : D
    untung om Yudiantoro: gak gitu2 amat ya : ))
    pall 0 0
    dizzman: Read First Before Use!

    Kan saya bilang jelas-jelas "dari jaman mahasiswa". Ya sekarang udah bakan mahasiswa lah.

    Tersinggung! : D
    suryosumirat 0 0
    aku ngga milih...........
    dizzman 0 0
    pall: inget kalo ente pernah ngomong "bukan asli dari S*** " berarti ente perantauan di situ... trus kalo bukan mahasiswa berarti kerja di kota itu?
    kinanthi 0 0
    krisnov: ah.. definisi lama saya cuma dalam hitungan hari, kok bu..
    : D
    laind 0 0
    kinanthi: Load kerjaan menurun, gan. : D
    Yudiantoro 0 0
    dizzman: siyal kowe... gini2 saya hidup dari hasil peras otak professional, ora urusâ„¢ sama tmen2 aktivis yang skrg jadi calo kasus apa seleb media

    [__ngga gitu-gitu amat...__] kowe ad hominem ya? : p
    Logical Fallacy 0 0
    dizzman: : )) ; ))
    pall 0 0
    dizzman: Begitulah, pak dizz : D
    dizzman 0 0
    Yudiantoro: ampuuun2x ..... ; )
    Icarus 0 0
    Wah, lagi musim polling nampaknya... Sindrom Pra Pilkada?

    Terima kasih undangannya, ical ass.
    boiga 0 0
    : )) bener nih, orang2 lama turun gunung lagi.. welcome back laind, welcome back ichanx, & yg sudah lebih dulu muncul, welcome back rif.. : )
    alakazam 0 0
    Ah, kenapa tak ada pilihan memerdekakan sebuah pulau dan membuat negera baru....
    alakazam 0 0
    boiga: sepertinya 3 oldtimer ini janjian kambek ke P
    ajus 0 0
    hmmm,,saya sebagai wong cilik cuman berharap tidak ada lagi kebohongan dari pemerintah. Kita sudah terlalu lelah melihat berbagai penyelewengan dan ketidakadilan di negeri ini. Siapapun pemimpinnya, pasti diterima asal jangan terlalu banyak omong yang membuai tapi tak ada hasil. Talk less do more.
    Herman Saksono 0 0
    Kalau mau polling ini-itu apa nggak lebih baik memutuskan dulu pernyataan ini terbukti apa tidak?

    "Politik pencitraan yang dimainkan oleh SBY-Boediono, akhir-akhir ini mulai memasuki tahap-tahap kehancuran secara serius."
    mpokb 0 0
    melihat gelagat 10 tahun terakhir, sepertinya siapa pun yang naik bakal disuruh turun deh..
    yusro 0 0
    Gerakan revolusi. Siapa yang bisa menggerakkan?
    Rakyat-Tentara Kudeta. Tentara yang mana berani kudeta?

    Siapa pun yang memimpin, terus saja diingatkan untuk memperbaiki negeri ini, itu saja.
    BRAM'S 0 0
    SBY LAKNATULLAH
    WESTBORN 0 0
    hanya manusia2 gagal yg selalu pengen revolusi,menggulingkan pemerintah,atau kudeta...
    betapa bodohnya orang yg berpikir seperti itu...
    bukannya mikir bagaimana supaya bangsa ini bisa maju,malah mikir gimana cara ngerusaknya..TOLOL !!!
    Marshall 0 0
    terlalu jauh..!!
    Como Bacomboy 0 0
    Semoga...

    Silahkan login untuk memberikan pendapat