Serba-serbi diskusi 11

Senin, 18 Jan '10 01:10

Meskipun saya cek di Politikana ini sudah ada yg membahas tema tentang Fallacy dan yg berhubungan, Tapi saya pikir tak ada salahnya jika saya menyampaikan sedikit pendapat/ulasan dalam bahasa yang lain. Juga karena pertimbangan situs Politikana juga di akses oleh seluruh pengguna internet/bukan cuma warga P . Dan tentu saja bukan bermaksud menggurui, tapi justru saya yg ingin belajar dan Sharing.

Fallacy adalah elemen didalam argumen yang mengacaukan logika berfikir sehingga mengakibatkan suatu diskusi atau perdebatan menjadi tak obyektif dan tak sah secara keseluruhan.

Menurut saya, sekedar tips supaya tidak terjebak dalam logika fallacy atau termakan fallacy-sensitivity adalah kejujuran,kejernihan hati, dan kebijakan dalam memahami perbedaan, sehingga bisa menerima kesimpulan-kesimpulan dari rasionalitas dan logika yang dihasilkan suatu pernyataan dengan pikiran terbuka .  Dengan kejernihan hati kita akan bisa menerima kebenaran dengan lapang hati bahwa seorang anak balita melempar ayahnya dengan batu adalah bukan suatu kejahatan.

Dialog ringan :
Dodol : "2 + 3 = 10"
Bedu : "Dodol , anda tidak rasional banget ...2 + 3 adalah 5 tauuu.."
- Dodol dan Bedu sama-sama salah , hasil berhitung Dodol jelas salah, pendapat bedu bahwa Dodol tidak rasional juga salah . Karena Dodol melakukan tindakan yang rasional ,yaitu berhitung, hanya saja rasionalitas dodol menghasilkan output logika yang salah.

Contoh sebuah pernyataan berikut:
"Menyebarkan berita kebohongan yang merugikan orang lain adalah pelanggaran yang akan di kenai sangsi undang-undang pencemaran nama baik"
Si A membuat pernyataan di surat kabar "para pekerja buruh di Indonesia sangat buruk kelakuannya jika menyampaikan aspirasi cenderung menggunakan emosi dibanding akal sehat"
Menurut anda apa solusi terbaik mengatasi kelakuan para buruh tersebut ?
Jawab : Anda (si A) telah sembarangan menuduh tanpa bukti yang jelas, dan anda bisa dikenai undang-undang pencemaran nama baik.

Contoh pernyataan serta argumen di atas tentu saja salah, baik yang membuat pernyataan maupun yang menjawab:
- Kata "...cenderung menggunakan emosi dibanding akal sehat" adalah tidak rasional , karena menggunakan emosi bukan berarti akalnya tidak sehat , yang relevan adalah "cenderung menggunakan emosi dibanding kepala dingin" atau "cenderung menggunakan cara emosional"
- Argumen bahwa pernyataan si A ("para pekerja buruh di Indonesia sangat buruk kelakuannya jika menyampaikan aspirasi cenderung menggunakan emosi dibanding akal sehat") merupakan tindakan pencemaran nama baik juga salah dan tidak rasional, karena obyek hukum dari UU pencemaran nama baik adalah orang / manusia sedangkan pernyataan "para pekerja buruh indonesia" bukan suatu obyek hukum.

Uraian diatas itulah yang dimaksud dengan fallacy, yaitu komponen dalam argumen atau pernyataan yang membuat logika jadi kacau balau sehingga seluruh perdebatan menjadi tidak sah. Memang menganalisa fallacy dan menemukannya dalam esai argumentasi bisa merupakan sesuatu yang sederhana dan mudah, tapi bisa juga bukan sesuatu yang mudah, tergantung obyek yang terkandung dalam diskusi.  Sebab fallacy sering kali bersembunyi dalam tumpukan poin-poin dalih yang mengaburkan hubungan logis dengan pernyataan yang timbul.  Kadang fallacy tidak langsung terlihat pada pandangan/pengenalan pertama, dengan begitu fallacy dapat dengan mudah mengaduk-aduk serta mencuri emosi/ kelemahan intelektual audiens /khalayak/pembaca.

Untuk mengerti fallacy, kita harus mengerti apa arti argumentasi. Argumentasi terdiri dari satu atau dua premis dan ditutup dengan satu kesimpulan. Premis adalah pernyataan yang entah memposisikan diri di ujung A atau memposisikan diri di ujung B yang didukung oleh klaim yang tertata rapi. Sementara fallacy merupakan kesalahan dalam berlogika yang muncul pada statement klaim tersebut.

Beberapa contoh fallacy yang lain : [1]“Ada sebuah ajaran yang menyatakan mengkonsumsi daging babi adalah haram - Ada sebuah pasar  menjual daging babi, berarti pasar itu mengandung sesuatu yg haram = haram” , [2] “Semua harimau yang kutau sangat buas dan berbahaya, jadi pasti benar jika semua harimau pasti buas dan berbahaya, sehingga harimau pasti harus tidak di dekati”

Logical Fallacy

Ada banyak point-point dalam logical fallacy ,seperti Argumentum Ad Hominem, Red Herring, etc... tapi intinya adalah:

Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, yang muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir, akan sangat efektif digunakan dalam provokasi, menggiring opini publik, debat perencanaan undang-undang, pembunuhan karakter, hingga menghindari jerat hukum.

Memang, dengan memanfaatkan sesat-pikir logis sebagai silat lidah kita punya kemungkinan dapat memenangkan suatu diskusi/debat, namun itu menjauhkan kita dari esensi permasalahan atau substansi diskusi .

Sebuah point logical fallacy yg sering saya lihat adalah "Argumentum ad Verecundiam"

Memanfaatkan kata-kata seorang tokoh terkemuka. Dan begitulah cara kerja fallacy ini. Jika Anda pernah mendengar sebuah petuah bijak yang dikatakan oleh figur tertentu yang jadi panutan, atau pernah mendengar sebuah ceramah yang dibawakan oleh seorang guru besar dengan gelar Profesor Doktor, SH, Phd.etc, maka itulah yang bisa digunakan dalam fallacy ini. Intinya: apa yang dikatakan oleh sang tokoh pasti benar.

Contoh:
Dodol : Ente nggak usah ngebantah ane lagi, Syeikh sholeh banget gitu lho sendiri udah bilang kalau gambar bernyawa itu haram hukumnya! .

Bedu : Ah..itu kan kata elo dan kata Syeikh sholeh banget gitu lho , masih banyak kok syeikh yang nggak berpendapat gitu

 

Sebagai catatan dalam dunia politik indonesia, menurut saya kurangnya pengetahuan pada masalah fallacy dari para percancang UU, yang menyebabkan produk UU memiliki banyak celah untuk dimanfaatkan para oknum yg bertujuan menghindari jerat hukum dan hal-hal sejenis.


Tag: fallacy, logika, rasionalitas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Silhouette Man 0 0
    (Sesat-pikir, akan sangat efektif digunakan dalam provokasi, menggiring opini publik, debat perencanaan undang-undang, pembunuhan karakter, hingga menghindari jerat hukum.)

    itu eamng kenyataanya : D
    free7 0 0
    Silhouette Man:

    Wanita hamil adalah sexy percaya nggak ? : ))
    miyamoto 0 0
    2 + 3 = 10 , benar jika sistem bilangan basis 5
    iloenx 0 0
    miyamoto: 2 + 3 = 10 , benar jika sistem bilangan basis 5
    ===
    benarkah? ; ))
    mari kita berhitung.
    dengan sistem bilangan basis 0, maka (0+2) + (0+3) = 5.

    Dengan sistem bilangan basis 5, berarti (5+2) + (5+3) = 10..... ; )) ; )) ; ))
    free7 1 suka | 0
    iloenx: miyamoto:

    Kalau nggak salah itu istilahnya "Red Herring"

    Argumen yang tak ada sangkut-pautnya dengan argumen lawan, yang digunakan untuk mendistraksi atau mengalihkan perhatian orang dari perkara yang sedang dibahas, serta menggiring menuju kesimpulan yang berbeda.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    free7: saya setuju dengan wanita hamil itu lebih seksi
    free7 0 0
    Muhammad Tamim Pardede:

    Anda sangat obyektif dengan pernyataan saya , tak ada fallacy : D

    Saya juga setuju
    Harlan Eryandi 0 0
    Muhammad Tamim Pardede: & free7: terus apa hubungan antara babi dgn wanita hamil ? : D
    dizzman 0 0
    free7: koq ngambil referensinya dari katamotivasicinta.com sih? jangan2 ente lagi jatuh cinta nih
    Logical Fallacy 0 0
    Ada apa panggil-panggil saya?
    free7 0 0
    dizzman:
    katamotivasicinta itu kan blogku/tulisanku juga, jadi tak perlu toh kutulis referensi

    Harlan Eryandi:
    Sama-sama enak pak : D

    Logical Fallacy:
    Kangen ; ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat