[LIPUTAN] UNDERGROUND PUN MENGGEMPUR ZIONIS! 22

Kamis, 21 Jan '10 03:47

Jangan berprasangka buruk dulu, apalagi mencela komunitas yang satu ini. Meski tampil urakan, ”ngepunk”, metal, tapi soal prinsip nomor satu. Ngeband, tapi saat adzan berkumandang, mereka segera menghentikan aktivitasnya dan shalat. Lirik mereka bukan pula anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan, melainkan bersumber dari Sirah Nabawi, al Qur’an dan hadits. Jangan anggap enteng, underground pun menggempur Zionis.

Salah satu personil komunitas underground, Tengkorak, Ombat, saat dijumpai Sabili, mengatakan, untuk menghancurkan negeri-negeri Muslim, khususnya di Indonesia, tak perlu dengan perang fisik, senjata, atau pun bom nuklir. Tapi cukup dijejali dengan drugs (obat-obatan terlarang), miras, film porno, media gosip, termasuk dengan musik.

Kesadaran itu mulai tergugah, tatkala Ombat pernah didatangi oleh media Barat saat hendak mewawancarainya. ’’Awalnya, gue ditanya siapa saja personilnya. Namun, sampai di satu titik, gue terkejut tatkala reporter asing itu ngomong begini: perang itu banyak bentuknya. Untuk menjajah negeri ini cukup dengan budaya. Dari obrolan itulah, gue justru mendapat hidayah. Selanjutnya, gue cari tahu dengan banyak membaca buku tentang keislaman,” ujar Ombat dengan bahasa slanknya.

Bukan rahasia umum lagi, derasnya musik beraliran cadas dari Barat, selalu mentransformasi misi, ada hidden agenda untuk merusak moral generasi muda. Ideologi anti kemapanan, anti negara, anti kapitalisme, anti agama adalah tema yang diusung lewat musik dengan berbagai macam jenis aliran, seperti metal, punk, hardcore, hingga rap.

Yang membuat reporter asing terkejut, ternyata di Indonesia, ada sebuah komunitas metal yang punya jatidiri. Tidak mengekor ke Barat dengan paket gaya hidupnya yang bebas, semau gue. “Kita bukan metal ala Barat, kita beda dalam hal eksepsional maupun attitude. Kita tetap jalankan shalat, puasa, menjauhi larangan agama, seperti narkoba, miras dan makanan haram lainnya,” tandas Ombat yang juga pengacara Muhammad Jibril.

Ombat sadar, musik bisa dijadikan alat dan doktrin untuk pembodohan. Itulah sebabnya musik dilawan dengan musik. Tak dipungkiri, musik metal identik dengan Barat. Namun komunitas underground Muslim hanya menjadikan musik sebagai sarana saja. Komunitas ini ingin membangun perspektif baru: bermusik tapi punya moralitas dan tetap religius.
”Musik memang bikin kita lalai, banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Tapi kita harus tahu, ketika ada kekuatan besar untuk menghancurkan moral, kita tepis dan lakukan perlawanan dengan attitude. Kita tunjukkan bahwa kita beda. Itu saja membuat mereka frustasi dan gagal untuk merusak orang muda. Mereka pikir, kita metal habis, yang bisa dicuci otaknya. Intinya, musik boleh saja, tapi jangan ikut mereka, satanisme sebagai ideologinya. Ketika kita beda, fenomena yang muncul adalah anak metal pun shalat. Fenomena itu muncul sejak 1999, awal 2000, berkembang hingga sekarang,” tukas Ombat yang sudah 16 tahun ngeband metal.

Dakwah Anak Metal

Komunitas underground memang bukan halaqah. Komunitas ini hanyalah kumpulan orang-orang muda yang energinya diluapkan dengan bermusik cadas. Tapi cadas bukan sembarang cadas. Ada pesan dan misi yang terkandung di dalam lirik lagu yang mereka mainkan. Siapa nyana, underground pun anti Zionis. Mereka memboikot makanan produk Zionis. Mereka membuat T-Shirt bergambar anti Zionis. Bahkan lirik dalam lagu mereka pun mengecam Zionis bedebah. ”Anti Zionis Action”. Begitulah genderang perang yang mereka kobarkan lewat musik.

Bagi aktivis dakwah, mungkin tak banyak yang tahu, bahwa ternyata ada yang mengisi ruang ini sebagai sasaran dakwah. Bagi yang belum mengenalnya lebih dekat, boleh jadi akan berprasangka buruk, menghina, mencaci, memfitnah dan selalu beranggapan negatif dengan eksistensi komunitas ini. Performance anak-anak muda ini memang terlihat angker, ”gokil”, dan berbagai stigma buruk lainnya. Apalagi, label pada T-Shirt mereka, sebagian ada yang berdesain tengkorak, dan huruf-huruf pentagram ala Metal. Tapi siapa nyana, anak metal pun religius, shalat, peduli Palestina, dan sekali lagi anti Zionis.

Tentu saja, pola dakwah komunitas underground berbeda dengan dakwah pada umumnya. Adalah Ombat (personil Tengkorak) dan Thufail al Ghifari (vokalis The Roots of Madinah) -- lama mengisi ruang ini dengan bahasa yang mereka pahami. Meski tidak berdakwah secara verbal, layaknya kiai dengan santrinya, Thufail, Ombat dan rekan se-visi sesungguhnya sedang berdakwah di tengah komunitasnya yang unik.

”Yang jelas, gue tidak berdakwah seperti cara Aa’ Gym memberi nasihat dengan bahasa verbal dan segudang dalil. Bahkan, seorang Aa’ Gym jika dihadirkan di komunitas metal sekalipun, boro-boro didengerin. Tapi kalau gue yang ngomong no problem, dan pasti didengerin. Karena memang gue dakwah dengan bahasa mereka. Kesadaran beragama itu tumbuh dari kesadaran individu masing-masing, tanpa harus menggurui. Gue punya cara sendiri, berdakwah dengan bahasa tubuh. Waktunya shalat ya shalat. Bagi gue memberi contoh itu dakwah yang paling efektif, ketimbang perintah,” tukas Thufail.

Yang menarik, komunitas underground, tidak mengenal istilah mentor. Di antara mereka tak ada yang paling alim, semua sama-sama mencari jatidiri. Yang memimpin, biasanya yang paling dituakan (senior). Dengan akidah, komunitas underground dipersatukan untuk mencari persamaan. Mereka menanggalkan khilafiyah atau perbedaan yang ada. Mereka memang bukan aktivis halaqah, tapi tidak juga melarang individu komunitas underground untuk gabung di halaqah tertentu. Mau gabung di HTI atau Jamaah Tabligh oke-oke saja. Selama sumbernya jelas, al Qur’an dan as Sunnah.

"Yang jelas, kalo ngaji masing-masing. Kami ngaji dimana saja. Jika ada taklim, gurunya Ustad Abu Bakar Ba’asyir, gue datang, artinya kita nggak ngeblok. Di sini, khilafiyah tidak berlaku. Kalo nggak gitu, kapan bersatunya. Insya Allah, kita ingin memberi contoh, bahwa musisi pun bisa bersatu karena persamaan akidah. Perbedaan aliran musik bukanlah gap, tapi lebih kepada segmennya saja. Pas ngumpul, selain bermusik, kita biasanya ngobrol membahas hal-hal yang sifatnya pengetahuan. Di Masjid Al Azhar, kami silaturahim antar musisi,” tandas Ombat yang sudah mulai mengurangi performance baju metal dari luar. Ia mendesain gambar bajunya sendiri tentang hal-hal yang berbau jihad, perang pemikiran (ghazwul fikri) dan anti Zionis,” papar Ombat.

Dalam sebuah diskusi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Thufail al Ghifari pernah ditanya, kenapa harus bermetal-metal ria? Dengan enteng ia menjawab, ”Gue hidup di lingkungan orang awam. Tapi se-metal-metal gue, bila adzan tiba, gue pasti break, terus shalat. Dan tradisi itu gue tularkan pada temen-temen yang lain. Se-metal-metal gue, jika Palestina dizalimi, gue sakit hati. Bagi gue, masalahnya bukan pada label seseorang, tapi bisakah mempertahankan nilai-nilai prinsip dalam diri kita? Mending gue dilabelin orang awam, daripada dilabelin aktivis, tapi gue nggak bisa kasih contoh di masyarakat. Gue berharap, waktu kita jangan dihabiskan untuk berdebat, tapi berbuat, bukan pula dengan wacana-wacana.”

Metal Muslim

Sabili mencatat, ada beberapa kelompok band pelopor komunitas underground yang menyisipkan visi keislaman dalam lirik lagu yang mereka mainkan, sebut saja seperti: Tengkorak, GunxRose, Purgatory, The Roots of Madinah, Salameh Hamzah, Aftermath, PMDI Rhymes. Masing-masing kelompok punya karakter yang berbeda dalam melontarkan slogannya. Tengkorak, misalnya, dengan slogan Anti Zionist Action. Atau GunxRose yang menyebut dirinya modernitas puritan, punya slogan perlawanan: Membungkam Mulut-mulut para Atheis. ”Jihad is Our Way” adalah salah satu topik dalam beberapa event konser mereka. Atau Sound for Palestina di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu. Bak bungker akidah, anak metal yang dinahkodai Ombat, Thufail dan kawan se-visi terus berjuang membendung infiltrasi Barat lewat musik.

Mendengar nama kelompok band komunitas underground memang terkesan angker, liar, seperti komunitas yang tidak beragama, mengusung kebebasan, penikmat drugs, tatto, dan stigma buruk lainnya. Tapi, tak banyak yang tahu, bahwa tak semua komunitas underground ’terbius’ racun westernisasi. Ada memang diantara mereka yang telah melalui lembah hitam, namun hidayah merangkulnya untuk kembali ke jalan yang lurus. Bukan rahasia, banyak musisi ketika mencari inspirasi harus dengan mabuk lebih dulu. Kini, sebagian individu komunitas underground telah clean alias tobat. Mereka adalah kumpulan musisi cadas insaf, namun tetap menyalak.

Komunitas underground punya kelompok band masing-masing dengan aliran musik yang berbeda. Ada rock, metal, rap, punk, hardcore, grindcore, alternatif dan sebagainya. Kebanyakan mereka bermusik di jalur indie. Meski tidak mendeklarasikan dirinya sebagai metal Muslim atau punk Muslim, namun tetap saja ada yang menyebut mereka metal Muslim, punk Muslim, rapper Muslim dan sebagainya. Ketika di antara mereka bertemu dengan rekan se-visi, lalu klop, berlanjut dengan membentuk kelompok band dengan aliran tertentu.

Kebanyakan anak-anak underground yang sudah melalui fase musik, biasanya akan masuk ke fase pemikiran. Jika sudah masuk ke fase pemikiran, mereka dihadapkan oleh dua pilihan: menjadi atheis atau menjadi agnostic (percaya tuhan tapi tidak beragama). Intinya mereka bisa sekuler, atau orang yang salah paham terhadap agama, terutama Islam.

Meski saat ngeband dipanggung, tidak terdengar jelas lirik vokal yang dibawakan, namun fans mereka mencari tahu lirik yang dimaksud. Beberapa judul milik Tengkorak, seperti: Teroris, Jihad Soldier, adalah bentuk penyisipan Islam, meski tak tersirat. Begitu juga dengan The Roots of Madinah dengan beberapa judulnya: Darah di atas Pedang, Konspirasi Haykal, Syair Tanah Terjajah, dan Dari Jakarta hingga Jalur Gaza. Tak beda dengan Purgatory. Mereka satu visi sebagai agen Anti Zionist Action.

Menurut Thufail, latar belakang anak underground sendiri, justru kebanyakan mereka dari keluarga yang mapan. Karena musik-musik underground yang mereka bawa ke Indonesia adalah mereka yang kuliah ke luar negeri. ”Jadi salah, kalau ada yang bilang, musisi underground itu dari lapisan keluarga miskin dan anak jalanan. Mereka adalah orang-orang menengah ke atas. Mereka juga datang dari kalangan yang berpendidikan, bahkan ada yang berprofesi pengacara dan jaksa. Ketika visi-misi itu teragendakan, mereka tularkan kepada komunitas underground lain yang belum tersentuh keislamannya,” ujar Ombat.

Down load-down load internet di tahun 90-an, adalah mainan orang kaya. Jika musik-musik itu sampai ke Indonesia, pasti mereka yang pernah ke luar negeri. Cuma kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan brokenhome. Mereka mencari pelarian melalui musik, dan membangun dunia sendiri, komunitas sendiri, dan gaya hidup sendiri. Meski akhirnya salah jalan.

Agar memiliki wadah bersama antar musisi metal se-visi, Thufail dan sahabat-sahabatnya membentuk berandalan puritan plus dengan situsnya: www.berandalanpuritan.blogspot.com. Sebelumnya, ada jembatan harakah. Hingga saat sudah ada 1.000 orang yang tergabung, bukan hanya ikatan persaudaraan, melainkan juga mengikuti gaya hidup yang tidak melanggar moral dan agama, dalam hal ini Islam. Karakter dari anak metal adalah melontarkan kontra propaganda. ”Metal memang identik dengan kemarahan (angry). Tapi itulah hati nurani yang tidak dibuat-buat,” ujar Thufail.

Saat ini, sudah ada beberapa band yang sadar akan perlunya dakwah Islam ke dalam komunitas underground. Untuk itu perlu skill tersendiri untuk bisa masuk ke komunitas ini. Memang ini bukan segmen kelompok LDK atau komunitas yang sudah mengaji di harakah-harakah, tapi murni dakwah di kalangan underground.

Diakui Thufail al Ghifari, perang yang sedang berlangsung saat ini adalah perang tanpa senjata. Sebagai Muslim, tentu ibadah tertinggi adalah jihad qital. Tapi kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk diterapkan jihad Qital. Maka, yang harus dilakukan adalah mengcounter pemikiran dengan pemikiran, teknologi dengan teknologi, ekonomi dengan ekonomi, gaya hidup dengan gaya hidup. Inilah manuver yang kita sebut perang tanpa senjata.

reportase : Oleh Adhes Satria (Sabili)


Tag: RAP, metal, punk, hardcore, underground

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Silhouette Man 0 0
    salam metal ; ))
    krisnov 0 0
    Keplok.....keplok....keplokk...hebat...hebat.. .meski ngepunk..aqidah tetap Islam.

    Alhamdulillah...Subhanallah....terakhi r AllahuAkbar ! He..he..he..
    Goku 0 0
    top deh .metal tapi sopan : D
    kopisusu 0 0
    keren.....
    Mbah Darmo 0 0
    Untungnya Jazz nggak dikategorikan itu....menurutku: musik adalah bahasa yang tidak mengenal kata-kata keji dan cacian.....sumangga kersa. : ))
    krisnov 0 0
    Mbah Darmo:

    Tapi mengenal juga kata-kata misoh dan saru...he..he..he..
    Red-White Eagle 0 0
    Mbah Darmo:[musik adalah bahasa yang tidak mengenal kata-kata keji dan cacian] Tell that to the late Djoenaidi. He had a way to transform guitar into a tool of swearing. : D
    MR 0 0
    bagaimana dengan yang menganggap musik haram?
    spidolhitam 0 0
    anda metal kami segan
    nasionalisosialis 0 0
    koq underground dikaitkan dengan agama sih mas...underground berangkat dari sebuah pergerakan melawan kapitalis dan tidak sama sekali bernafaskan agama. Kalau agama dimasukkan ke dalam underground...lama-lama musik underground jadi musik padang pasir alias irama gambus....
    haahhhhh...ini dia yang merusak makna underground sesungguhnya, karena underground adl perjuangan menuntut keadilan dlm hak hidup...bukan dendam bodoh atas bangsa lain...saudara pun bkn dengan mereka...jangan bodoh wahai underground
    Sesat Timur 0 0
    Musik itu adzannya setan, memperkeruh pikiran, meracuni jiwa, dan memperkosa hati nurani. Kalau sudah overdosis, hati jadi bebal, moral jadi barbar, dan iman jadi pudar. Walhasil, kita pun jadi setani.

    Bertobatlah, akhi™, pemahaman agama dengan hawa nafsu™ ya nggak akan ketemu. Barangsiapa yang menafsirkan agama melalui pemikirannya sendiri™, maka kafir™lah ia walaupun tafsirannya benar™; belajarlah dari ulama yang merupakan penerus para nabi™.

    *elus2 jenggot*
    kamenriderkiva 0 0
    siapa itu zionis? israel-kah? amerika-kah? orang kristen-kah?

    menurut saya kriteria zionis adalah:

    1. suka memfitnah
    2. suka memprovokasi
    3. suka memakai kekerasan
    4. suka main bom ke sasaran sipil
    5. merasa dirinya paling benar
    6. mengkafir-kafirkan orang lain
    7. menghancurkan rumah ibadah agama lain


    sekarang ada pertanyaan:

    sabili, abu bakar basyir, FPI, era muslim, dan HTI masuk nggak kriteria di atas?

    waduh, saya sudah banyak dosa nih, dan saya tidak obyektif, mengenai petanyaan di atas, saya nggak berani jawab, nanti saya dibilang kafir dan darah saya dihalalkan, berikutnya FPI bisa menyerbu tuh.

    mungkin ada pembaca budiman yang bisa memberikan jawaban yang obyektif.

    nasionalisosialis 0 0
    benang merahnya adl bangsa ini sangat bodoh...kekuatan kapitalis dunia barat yg dikaitkan dengan zionis..bukan berarti dihadapi dengan menyebarkan kebencian yang tak berguna.
    ciptakan hal baru dan berguna bg semua...wong kita saja msh tdk bisa lepas dari nikmatnya KFC, McD, Pizza Hut, Coca Cola, Apple, Blackberry, Nokia..etc.
    perlawanan thdp kapitalis di negeri ini saya lihat hanya karena iri, dengki dan keki...seharusnya melawanlah dengan otak dan nurani yg sehat...

    Salam
    Saif 0 0
    MR:
    "Di sini, khilafiyah tidak berlaku...."

    kamenriderkiva:
    zionist itu penganut zionisme,
    sementara zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. berusaha terus menerus, melalui jalur politik, untuk mengembangkan dan melestarikan keberadaan bangsa Yahudi di Israel. Zionisme mengakui bahwa keyahudian seseorang ditentukan oleh berbagai nilai umum yang menghubungkannya dengan agama, kebudayaan, bahasa, sejarah, idealisme dasar dan aspirasi.

    nasionalisosialis:
    quote: 'underground adl perjuangan menuntut keadilan dlm hak hidup'
    apa agama bukan bagian dari itu bung?
    Saif 0 0
    nasionalisosialis:
    mohon maaf, apa ada fakta yg menunjukkan "perlawanan thdp kapitalis di negeri ini hanya karena iri, dengki dan keki"
    ??

    terima kasih
    nasionalisosialis 0 0
    saif : jd semua perlawanan itu karena apa ???? mengapa bukan bangsa ini yang menjajah negara kapitalis???? iri, dengki, dan keki karena bangsa ini tdk punya kemampuan melawan, maka lahirlah gerakan-gerakan bodoh yang berbalutkan agama seakan-akan kita hidup di zaman robin hood...
    underground murni perjuangan nurani, tanpa sentuhan agama di dlmnya, jika underground didandani dgn agama, maka yg ada adl kepura-puraan...biarlah agama ada di hati, agama untuk belajar, belajar menjadi manusia dewasa....PERANG DISANA BUKAN PERANG KITA !!!!! PERANG DISINI ADL PERANG MENTAL YG KORUP...jadi jangan bodoh dengan ajakan dan pengaruh bangsa asing...banggalah berbangsa dan berbudaya indonesia, karena TUHAN sdh berikan semuanya sesuai porsi masing-masing, jangan campuri porsi bangsa lain.
    Saif 0 0
    nasionalisosialis:
    baca lagi:
    "Mendengar nama kelompok band komunitas underground memang terkesan angker, liar, seperti komunitas yang tidak beragama, mengusung kebebasan, penikmat drugs, tatto, dan stigma buruk lainnya"
    kalo saya sih mencoba berbaik sangka saja, mungkin mereka ingin merubah stigma itu.

    --jd semua perlawanan itu karena apa ??
    ya jelas hegemoni dan pemikiran bung...

    --mengapa bukan bangsa ini yang menjajah negara kapitalis??
    >>karena negara kita berasaz pancasila : )

    --iri, dengki, dan keki karena bangsa ini tdk punya kemampuan melawan, maka lahirlah gerakan-gerakan bodoh yang berbalutkan agama seakan-akan kita hidup di zaman robin hood...
    >> Dr Douwes Dekker Setya Budi berkata, “Kalau tidak ada semangat Islam, sudah lama kebangsaan yang sebenarnya lenyap dari Indonesia.”
    hmmm,, seharusnya g ada dikotomi "islam" & "nasionalisme"

    --PERANG DISANA BUKAN PERANG KITA
    >>terus kita harus bersembunyi di mana?
    kamenriderkiva 0 0
    Saif:

    "zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. berusaha terus menerus, melalui jalur politik, untuk mengembangkan dan melestarikan keberadaan bangsa Yahudi di Israel"

    jadi bangsa yahudi tidak boleh berada di israel?

    bagaimana dengan bangsa arab yang sekarang menguasai sudan? apakah harus diusir juga?

    komarudin hidayat sudah menyatakan perang antara israel dan palestina bukan perang agama.

    sejarah israel vs palestina adalah sejarah yg sangat kompleks.
    dan kalau kita telaah dengan baik, negara arab juga punya andil bagi kesengsaraan palestina, bukan hanya israel.

    benar seperti "nasionalisosialis", perang di sini adalah perang melawan korupsi, kemiskinan, dan kebodohan.
    boiga 0 0
    mantap Saif! gw salut dengan orang2 macem gini, menyeru kebaikan walau lewat jalur apapun yang mungkin diambil.

    SALUT!

    masalah agama adalah masalah individu, begitu pula penafsiran ajaran, tetap bisa bersifat individual. yg paling utama adalah ijtihad berlandas ilmu. perbaiki diri & umat, maju terus walau di kiri-kanan banyak kecaman.

    salam Saif..
    Silhouette Man 0 0
    masiiiih aje jebrat-jebret agama dalam segala hal .emang susah ya menempatkan keyakinan supaya selaras sama budaya?
    boiga 0 0
    nasionalisosialis:

    jd semua perlawanan itu karena apa ???? mengapa bukan bangsa ini yang menjajah negara kapitalis???? iri, dengki, dan keki

    ..underground murni perjuangan nurani..

    ..karena TUHAN sdh berikan semuanya sesuai porsi masing-masing..

    --
    murni perjuangan nurani itu maksudnyanasionalisosialis:

    ..semua perlawanan itu karena apa ???? mengapa bukan bangsa ini yang menjajah negara kapitalis???? iri, dengki, dan keki

    ..underground murni perjuangan nurani..

    ..karena TUHAN sdh berikan semuanya sesuai porsi masing-masing..

    --
    mudah sekali sih berasumsi neng.. klo anda merasa disalahi orang, lalu ente ngelawan, apa itu artinya karena ente tadinya mau nyalahi orang tapi gak mampu? gitu? ck ck ck..

    lalu murni perjuangan nurani itu maksudnya apa neng? murni berjuang saja? tujuannya apa? latar belakang perjuangannya apa? atau cuma alasan ekonomi & sosial saja yg bisa dipakai kaum underground itu?

    lalu apa porsi yg TUHAN anda berikan? silakan saja anda jalani.. dalam pemahaman kawan2 underground ini, mereka itu islami, berusaha menjalani akidah, menjalankan perintah agamanya. toh mereka bermaksud baik untuk memperbaiki kondisi umatnya kok.. kenapa anda mesti pusing dengan apa yang mereka pikir sebagai porsi mereka dari TUHAN mereka?

    klo menurut anda segala yg berlatar agama itu berarti kepura2an, silakan saja, ini ideologi mereka, ideologi kami, bukan ideologi anda kan?
    Saif 0 0
    kamenriderkiva:
    masalahnya zionisme juga menganggap bahwa ras paling unggul dan ras yg lain (Ghoyim atau Gentilles) adalah sampah. dalam dalam menjalankan misinya menghalalkan segala cara.
    lahir dari agama yahudi.
    tp zionis selain percaya kepada zabur juga percaya terhadap talmud. jadi tidak semua yahudi itu zionist.
    contoh ayat2 dalam talmud yg mengoarkan rasisme:

    “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

    “Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

    “Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

    “Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

    “Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

    “Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

    “Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

    “Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)

    “Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

    “Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

    “Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

    “Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

    “Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)

    “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

    “Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

    “Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

    “Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

    ---------------------------------------- -
    komarudin hidayat sudah menyatakan perang antara israel dan palestina bukan perang agama.

    nah, kalau begitu, siapa yg menghubungkan antara visi para underground di atas dengan agama??

    Silahkan login untuk memberikan pendapat