copas: DPR Beli Komputer Rp 16 juta/unit 76

Jumat, 22 Jan '10 10:13

(Catatan Darsina: Inikah manifestasi semangat efisiensi keuangan  negara itu? Ketika menyorot lembaga/instansi lain, para anggota parlemen yang terhormat itu tampil begitu garang. Giliran rumah sendiri melakukan pemborosan, semua mingkem, tak ada suara seperti "nyanyi sunyi seorang bisu". Ini berita dari situs detik.)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendapatkan fasilitas komputer senilai Rp 16,05 juta per unit. Harga komputer itu dinilai terlalu mahal dan merupakan pemborosan uang negara.

"Saya kira itu sebuah pemborosan besar. Inilah lemahnya siatem pengawasan di DPR, sehingga banyak terjadi potensi mark up," kata Peneliti Hukum dan Politik Anggaran Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, kepada detikcom, Jumat (22/1/2010).

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, harga komputer itu masih simpang siur, ada yang bilang Rp 15 juta, ada yang bilang Rp 20 juta. Yang jelas, komputer itu sudah ada di meja masing-masing anggota.

Dalam dokumen yang diperoleh Roy, total komputer yang diadakan Sekretariat Jenderal DPR tersebut berjumlah 687 unit dengan anggaran sebesar Rp 11,03 miliar. Dana itu merupakan anggaran definitif Setjen tahun 2009.

Dijelaskan Roy, harga personal computer (PC) dengan spesifikasi tercangggih saat ini paling-paling hanya Rp 5 juta. Jadi menurutnya ada pembengkakan dana sebesar Rp 11 juta per unitnya.

"Rp 11 juta kalikan saja dengan 687 sudah berapa? Itu adalah pembengkakan yang luar biasa," terangnya.

Lagi pula, lanjut Roy, kerja-kerja di ruangan anggota DPR tidak memerlukan komputer dengan teknologi canggih. Seorang sekretaris anggota Dewan hanya memakai komputer untuk mengetik, membuat jadwal, membuat presentasi, dan mencari materi melalui internet.

"Dan kadang cuma digunakan untuk chatting saja," sindir Roy.

Roy berpendapat, daripada membeli yang baru sebaiknya Setjen meng-upgrade komputer lama yang masih bisa dipakai. Dengan begitu, uang yang dikeluarkan cuma untuk biaya pemeliharaan dan itu jauh lebih ringan.

"Jadi hal-hal seperti ini harus diperhatikan BPK untuk mengudit serius anggaran di DPR. Karena setahu saya BPK sering tidak memberi audit yang komprehensif, sehingga seringkali kejadian yang sama selalu berulang," tandasnya. (irw/nrl)

link berita http://www.detiknews.com/read/2010/01/22/093510/1283760/10/komputer-rp-16-juta-untuk-anggota-dpr-terlalu-mahal


Tag: DPR, boros, beli komputer

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    krisnov 0 0
    Nyaris habis kata-kata untuk mengritisi pemborosan anggaran oleh pejabat negeri ini.

    Makan deh semua...habiskan uang rakyat sampai tak bersisa...
    Marshall 0 0
    pentium 10 kali itu mbake mknya mahal.. he..he..
    tau niy DPR kbanyakan maunye..
    Red-White Porridge 0 0
    buat maen counter strike?
    dizzman 0 0
    kan dah ada Roy Suryo, kemana aja tuh gak komen?
    iloenx 0 0
    krisnov: gak boleh berhenti berkata, bu krisnov. kesaksian harus diberikan
    orang-orang harus dibangunkan

    Marshall: pentium 10, vista 17 eh16 ding... : )

    Red-White Porridge: ironi yg tak habis-habis....
    Red-White Porridge 0 0
    16 juta?
    kalo programnya gak bajakan semua sih bisa jadi

    *mencoba adil dalam pikiran ; )) sssaaahhh...

    awas aja kalo bajakan juga... : (
    iloenx 0 0
    dizzman: roy harusnya ngomong banyak. Tapi, dia kan anggota parlemen yag terhormat juga... ; ))
    k4nj3ng 0 0
    Gila.. komputer harga 16jt...?? plus software ori aja gak sampe segitu.
    mungkin monitor nya pake yang segede kontainer kali, ampe mahal segitu.
    iloenx 0 0
    Red-White Porridge: awas aja kalo bajakan juga... : (
    =====
    bukannya malah bagus kalo bajakan.... bakal makin rame, ntar. ; ))
    iloenx 0 0
    k4nj3ng: : ) : ) : )
    Red-White Eagle 0 0
    Red-White Porridge: [kalo programnya gak bajakan semua sih bisa jadi] They should start thinking about using FOSS, then.
    Red-White Porridge 0 0
    Red-White Eagle:

    what is FOSS?*

    sorry, technological stammer : D
    Red-White Eagle 0 0
    Red-White Porridge: Free Open Source Software.

    Most FOSS still have some difficulties with proprietary device drivers. But if we invest some money to encourage research to solve that problem instead of spending money to buy proprietary softwares, I believe we can save a significant amount of money.
    botaksakti 0 0
    krisnov: jangankan kata, umpatan aja sudah lama habisnya....
    Red-White Porridge 0 0
    Red-White Eagle:

    oooo... got it... ; ))
    Red-White Eagle 0 0
    Red-White Porridge: Of course, in a country as corrupt as Indonesia, FOSS is not popular. : D
    miyamoto 0 0
    mungkin saja dilengkapi printer laser jet dan scanner juga dilengkapi software ORI
    Red-White Porridge 0 0
    Red-White Eagle:

    : )) : )) : ))

    hei what 'd you think about my name "keren" isn't it?
    Red-White Eagle 0 0
    Red-White Porridge: [my name "keren" isn't it?] I refuse to answer that question on the ground that my answer can be used to accuse me of vanity. ;p
    kinanthi 0 0
    Red-White Porridge: Red-White Eagle: ikut2an trend red and white
    : D
    krisnov 0 0
    Di Polka ada trio RWE, RWP, RWB....he...he..he...
    pall 0 0
    Red-White Eagle: How much money did you spend for boosting up your pen-name's popularity? ; ))
    kinanthi 0 0
    krisnov: ada RWS juga @Alakazam:
    kinanthi 0 0
    krisnov: oops, @alakazam:
    kinanthi 0 0
    krisnov: weh, gak bisa juga.. pokoke Red-White Smiley iku loh : D
    Red-White Eagle 0 0
    pall: I didn't expect it to be.
    Maybe it's about time I go underground for a while again, like Sri Kirana did.
    kinanthi 0 0
    Red-White Eagle: incidentally i released my article about revolution, and i think french flag will suitable for my today pen-name.

    It's only for today : )
    Red-White Eagle 0 0
    kinanthi: [pokoke Red-White Smiley] You mean alakazam? Not anymore. : D
    Paul Oneil Simon 0 0
    buat main point blank kali yah btw toh naik kan gaji umr dong Angota DPR jangan mikirin urusan kantong gmn sih waktu pemilihan ajah obral janji sekarang maunya menikmatin uang rakyat .
    iloenx 0 0
    Paul Oneil Simon: mo nagih janji anggota dpr? ayo temui mereka dengan bawa ini nih... http://politikana…he-crow.html
    : ) : ) : )
    Paul Oneil Simon 0 0
    ok lah bu tp percuma Anggota DPR Semuanya adalah Serigala Berbulu Domba Yang hanya Mengejar Harta Tahta Dan Kuasa Gt Kan Bu
    Apprayo 0 0
    Kenapa tiap kali ada berita beginian yang teringat selalu slogan ini: "lunasi pajaknya, awasi penggunannya"?

    "Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, harga komputer itu masih simpang siur, ada yang bilang Rp 15 juta, ada yang bilang Rp 20 juta. Yang jelas, komputer itu sudah ada di meja masing-masing anggota."

    Jadi, barang sudah ada, harga masih belum jelas. Vendornya baik hati bener ya, barang dikirim duluan, harga belakangan.
    Paul Oneil Simon 0 0
    Kong Kali Kong Bung ...>?
    iloenx 0 0
    Apprayo: "lunasi pajaknya, awasi penggunannya"?
    ===
    kita bisa menuntut yang membuat tagline itu: JELASKAN, BAGAIMANA CARA KAMI MENGAWAI PENGGUNAANNYA.....! ; ))

    secara Paul Oneil Simon: benar, penggunaan uang itu kadang diwarnai kong kali kong = kingkong eh kongkong. : )
    iloenx 0 0
    MENGAWASI...
    kinanthi 0 0
    iloenx: padahal satu2nya cara mengawasi kok kayaknya lewat DPR/D lho pak...

    lha pengawasnya udah gini je..
    iloenx 0 0
    kinanthi: : ) : ) : )

    Pengawasnya juga perlu diawasi.... ; ))
    wacan bocah 0 0
    komputer apel krowak sekarang harganya berapa puluh jeti, ya?
    kinanthi 0 0
    wacan bocah: ntar pada gak bisa make tu orang, kalo pake apel krowak : D

    iloenx: trus yg ngawasi pengawas, perlu diawasi juga? ; ))
    Apprayo 0 0
    iloenx:
    "kita bisa menuntut yang membuat tagline itu: JELASKAN, BAGAIMANA CARA KAMI MENGAWAI PENGGUNAANNYA.....!"

    Saya menanti artikel Anda tentang itu ; ))
    Zon Jonggol 0 0
    Apprayo: Tunggu sebentar, kemungkinan sedang kami anggarkan untuk tahun 2010. Training secara personal, 1 to 1 secara intensif. Diperkirakan memakan biaya 16 juta per-orang.
    Ada masukkan ?
    akusuka 0 0
    Dijelaskan Roy, harga personal computer (PC) dengan spesifikasi tercangggih saat ini paling-paling hanya Rp 5 juta. Jadi menurutnya ada pembengkakan dana sebesar Rp 11 juta per unitnya.

    akusuka: hal yang biasa di Indonesia, tapi kenapa terus berulang hingga sekarang ya? oh biar kinerja DPR WUSSSS WUSSS WUSSS seperti INTEL PENTIUM DUAL CORE ...
    NOS 0 0
    [Dalam dokumen yang diperoleh Roy, total komputer yang diadakan Sekretariat Jenderal DPR tersebut berjumlah 687 unit dengan anggaran sebesar Rp 11,03 miliar. Dana itu merupakan anggaran definitif Setjen tahun 2009.]


    Jadi total biaya 11,03 M, hanya setengah biaya renovasi pagar istana..: )
    pall 0 0
    Ada kejadian yang hampir mirip ini, tapi tak sama.

    Anggota DPRD kabupaten Sleman baru saja menganggarkan pembelian laptop untuk masing-masing anggota dewan, seharga Rp. 4 juta.

    Ini untuk beli netbook yang memang standar untuk mengetik dan membaca dokumen. Alasannya adalah untuk mengurangi penggunaan kertas untuk pembagian dokumen RUU dsb.

    Kadang2 anggota dewan ini juga bisa berpikir waras lho : )
    alakazam 0 0
    pall: oh, apakah daerah sleman masih wilayah Indonesia?
    iloenx 0 0
    alakazam: dalam wilayah atau di luar wilayah NKRI, kayaknya anggota DPR perlu studi banding ke Sleman....... : )
    botaksakti 0 0
    alakazam: sorry, gw yang jawab...kalau Indonesia itu artinya Jawa, kayaknya Sleman itu wilayah Indonesia (ke mana Tuvok, ya ???)
    free7 0 0
    Padahal mereka megang komputer aja masih lebih pinter anak SD , kasih pentium 2 second aja udah lebih dari cukup buat wong2 DPR itu , aku tau persis kok : D
    Agus PW 0 0
    free7: Mereka menerapkan ilmu mumpung pakde.. Mumpung jadi, mumpung ada kesempatan, dan mumpung bisa meminta... Hah..
    Marshall 0 0
    ketinggalan satu lagi.. mumpung gretong!!
    alakazam 0 0
    antara komputer 15 Jt dan netbook 4 Jt tidak bisa dibandingkan begitu saja...

    kita harus bertanya dahulu, apakah netbook di sleman itu dimasukkan ke daftar daftar barang habis pakai, karena tentunya sangat sulit untuk mengharapkan netbook 4jutaan bertahan lebih dari 3 tahun

    (saya taruhan, baru +- 1Th pasti sudah bermasalah, tapi karena taruhan dilarang agama, tidak jadi ah)

    jika dengan netbook murah mereka harus mengganti netbook setiap tahun, tentu pengeluaran jadi tak murah lagi...

    sedangan komputer 15 juta, jika memang bisa dipastikan layak pakai minimal hingga 5 tahun kedepan, harga tersebut menjadi murah adanya...

    alakazam 0 0
    __Dijelaskan Roy, harga personal computer (PC) dengan spesifikasi tercangggih saat ini paling-paling hanya Rp 5 juta.__

    ah, itu pasti bukan komputer gamer, kalau buat gamer mah, 5 juta masih cemen... : D
    boiga 0 0
    alakazam: : ))
    Red-White Eagle 0 0
    alakazam: Yeah, I bet Roy never heard of Alienware. : D
    krisnov 0 0
    botaksakti:
    iya...si HoT kemana ya ??? Akhirnya...bosan juga doski sama Politikana...he..he..he..

    kok Bang Tamim juga menghilang ya ???
    Red-White Eagle 0 0
    krisnov: They finally met and got married? ; ))
    krisnov 0 0
    Red-White Eagle: he..he..he..gak kebayang kayak apa entar anaknya...
    krisnov 0 0
    pantesan...kayaknya ada yang kurang...ternyata gak enak juga gak ada Tuvok dan Bang Tamim, jadi gak lengkap..he..he..he..gak ada asem garemnya.
    iloenx 0 0
    krisnov:
    siapa yang ASEM...
    Siapa yang GERAM...
    jelaskan ; ))

    (ghibah, beraninya ketika mereka kagak ada uey) ; ))
    alakazam 0 0
    Bah, Striding Cloud mah paling lari ngumpet, kemaren gue ajak debat soal pasar saham gak berani dia...

    *mencoba summon HoD*

    : ))
    boiga 0 0
    memang begitu mereka mah, pak Muhammad Tamim Pardede juga sama aja kok, kemaren2 gw tantang adu dalil gak berani..

    *summon Muhammad Tamim Pardede..

    ; ))
    pall 0 0
    summoned

    : ))
    Red-White Eagle 0 0
    pall: Wow, Muhammad Tamim Pardede? : o
    Striding Cloud 0 0
    Baru sakit, beberapa hari ini leher capek, bolak balik dibawa istirahat ndak sembuh2.

    Kemaren sore baru ketahuan ada beberapa benjolan di leher, tadi siang baru dicek.

    Ijin mau hiatus sejenak.
    iloenx 0 0
    Striding Cloud: sakit?
    Wah ternyata sihir itu tak mematikan ternyata. hanya sakit sedikit...... : ) : ) : )
    Olas 0 0
    Striding Cloud: Yup.... dari kemaren mata nanar mencari dimana Striding Cloud:. Syukurlah, sehat sekarang bro...?
    iloenx 0 0
    semoga cepat sembuh, bung....
    kalo perlu penangkal sihir, sila kontak japri.
    Tapi secara Anda juga dari Kalimantan, mestinya ya lengkaplah.... : )
    Olas 0 0
    iloenx: oh.... rupanya di politikana ada tukang sihir...: ) yang merasa penyihir...? ; ))
    Striding Cloud 0 0
    Tanggapan soal artikel ini, dan segala hal soal pemborosan apbn:

    APBN, salah satu fungsinya adalah mendistribusikan kemakmuran (=uang). Caranya adalah dengan spending.

    Harapannya dengan pemborosan spending, maka industri bisa berputar, produsen bisa menggaji karyawan, karyawan bisa memutar roda ekonomi informal.

    Spending yang baik seharusnya memiliki 2 ciri:
    1. Sebagian besar untuk alat produktif.
    Sehingga pembelian traktor dianggap lebih baik daripada pemberian BLT.

    2. Sedapatnya komponen dalam negerinya tinggi.
    Sehingga pembelian produk merek indonesia dianggap lebih baik dari merek luar, atau daripada membeli produk produsen yang profitnya sebagian besar lari ke LN.

    Kekurangannya/defisit APBN, ditutupi dengan utang publik/obligasi/Bond yang dibayari oleh pemilik modal. Hal ini dinilai lebih baik, daripada modalnya diinvestasikan untuk bikin pabrik mie di afrika.

    Model pemborosan seperti ini dijalankan di USSA sejak depresi ekonomi 1930an, yang dikenal dengan keynesian.

    Tahun 80an, model seperti ini juga dijalankan oleh reagan, dengan membangun kapal induk secara besar-besaran, padahal ekonomi sedang buruk. Demikian pula bush pasca dotcom bust-enron/worldcom, menggunakan perang sebagai metode spending, agar industri dalam negerinya berputar.

    Nah, kesimpulannya, daripada memperbincangkan 16 juta-nya, lebih baik menganalisis, berapa persen dari 16 juta itu akan berakhir di kantong pedagang pasar,
    berapa persen dari 16 juta itu akan diinvestasikan ulang ke Indonesia, atau berapa besar efeknya untuk mendorong produsen buka pabrik prosesor di Indonesia...
    iloenx 0 0
    Olas: ada yang ngaku2 dan ngancam mau nyihir Striding Cloud dan saya.....
    Secara Striding Cloud: akhirnya sakit ya, bisa aja di-uthak athik gathuk kan toch. Dan, kalo saya ternyata gak terpengaruh sihir, ya Alhamdulillah... la hawla wala quwwatta ila billah..... ; ))
    Striding Cloud 0 0
    iloenx: Olas:

    hahhaha, sepertinya sih kecapean saja, memang rada ribet megang beberapa project ini, kapan hari sempat mengalami meltdown, meletus marahin anak buah.

    Thx
    Wonggantenk 0 0
    Striding Cloud: we need some rest bro, gua sempet hilang pendengaran dan tenggorokan gatel, minggu depan aja gua ngajukan cuti
    Striding Cloud 0 0
    alakazam: dimana debat soal saham itu?

    ndak ketemu2 gw...
    iloenx 0 0
    Striding Cloud: esimpulannya, daripada memperbincangkan 16 juta-nya, lebih baik menganalisis, berapa persen dari 16 juta itu akan berakhir di kantong pedagang pasar,
    berapa persen dari 16 juta itu akan diinvestasikan ulang ke Indonesia, atau berapa besar efeknya untuk mendorong produsen buka pabrik prosesor di Indonesia...
    ===
    bagus juga sih kalo kemudian itu membawa efek trhdp produsen untuk invest di ind.
    Tapi berapa % lagi dari 16 juta x 687 itu yg mungkin masuk kantong yg ngurusi pengadaan di dpr, lalu dibelikan tiket dan dihamburkan dg acara jalan2 dan belanja di LN.

    Oya, mereka mungkin gak menggunakan sekian % dari 16 juta itu utk biaya jalan2 ke LN. tapi mereka tetap jalan-jalan ke LN kan? dan anggarannya kan diambilkan dari uang rakyat kan? harusnya yg gini ini ya yg diramaikan.... ; ))
    Striding Cloud 0 0
    iloenx:
    Benar.

    Pada dasarnya segala hal yang berbau jalan-jalan ke luar negeri dengan menggunakan uang pemerintah, baik langsung dibiayai, maupun melalui gaji mereka sendiri, dikurangi, dicegah, atau bila perlu: dilarang.
    alakazam 0 0
    Striding Cloud: ciakakaka.... ternyata summoning berhasil....

    *ampun bang, saya kagak ngarti soal saham dan kawan2nya, hanya sekedar bercanda* : D

    Silahkan login untuk memberikan pendapat