Second Revolution 26
Jumat, 22 Jan '10 11:14
Ketika JK menyebut bahwa demokrasi hanyalah alat, mungkin dia benar. Sudah saatnya, reformasi yang membawa demokrasi, menghasilkan kesejahteraan untuk masyarakat.
Tag: demokrasi, kesejahteraan
Terkait:
-
Pesta Demokrasi di Indonesia: Perjuangan Tanpa Henti Menuju Demokrasi Substansial
Jumat, 5 Jun '09 02:17 -
Menukar Kebebasan dengan Keamanan Semu
Jumat, 5 Mar '10 21:48 -
Nasib Pemerintahan “Orange” George Soros di Ukraina
Jumat, 5 Mar '10 17:49
Media Terkait:
« Ketika Patrialis Ketemu Anggodo di Cipinang Apakah Pendapat Anda Tentang Kepemimpinan Presiden SBY saat Ini..? »
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Red-White Porridge: Lucu
-
krisnov: Menarik
-
Icarus: Penting
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
yusro: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Malih Tongtong: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
Logical Fallacy: Menarik
-
conscientizacao: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
sama sama
dooh...males p x l mendingan liat aja kondisi real di negara-negara demokrasi. Konsumtif dan pemborosan gak ?
Denmark? Kayaknya salah satu negara paling hemat sedunia.
Itu kan kata elo. He.he.he.
yg kata saya mana ya?
Denmark negara terhemat itu bukan saya yg bilang. Negara2 kaya kebanyakan adalah demokratis, bukan saya bilang juga.
A benevolent dictatorship might be more efficient than democracy, but it has a serious setback: it relies on one person's benevolence. People change. A once benevolent leader can transform into a megalomaniac tyrant overnight. Putting all your trust and fate on one single entity is too risky.
Fraternity = PAN or PD? (bwwueehh)
Liberty = PDIP? (bwwwueeehhh)
Equality = Golput?
Cocok dengan (alm.) pengusungnya, bukan?
koalisi golkar, demokrat, pdi, pan?
itu biru pakenya biru muda, jadi MU, real madrid, lazio ama villareal
dizzman: cuman hari ini
bukan ah, di masa lalu dikenal sebagai "sama rata sama rasa"
Silahkan login untuk memberikan pendapat