Lumpur Panas Berhenti Menyembur? 8

Sabtu, 23 Jan '10 14:06

Jika teman saya bertanya kepada saya "Kapan Lumpur Lapindo akan berhenti menyembur?" maka akan saya jawab dengan tegas adalah sekarang. Karena memang saat ini pemberitaan tentang lumpur lapindo sudah berhenti menyembur di berbagai media.

3 Januari 2010, saya dan keluarga pergi melihat Lumpur Panas di Sidoarjo. Ketika masuk ke daerah tersebut seseorang meminta uang Rp 5.000 sebagai tiket untuk masuk. Diatas tanggul dapat dilihat asap pusat semburan lumpur yang mengepul berwarna putih dan mengeluarkan gas beracun. Di sekitarnya banyak tukang Ojek yang bersatu dalam suatu perhimpunan korban lumpur panas lapindo. Mereka terpaksa mengojek karena tempat bekerja mereka sudah tenggelam oleh lumpur. Konon beberapa tukang ojek mengatakan ada belasan pabrik dan ratusan rumah yang tenggelam. Ada juga yang menjadi penjual VCD lumpur panas, tukang parkir dan penjual makanan.

vcd lumpur panas
vcd lumpur panas
suasana diatas tanggul
suasana diatas tanggul

Tetapi dari wawancara dengan para korban yang membuat saya tertarik betapa mereka bencinya dengan pemerintahan. Pemilu lalu hampir seluruh korban lumpur tidak ada yang memilih karena mereka sudah banyak dikecewakan oleh pemerintahan. Mereka menyebutkan seorang bakrie bisa tetap menjadi menkokesra pada saat itu, sedangkan kesejahteraan mereka sama sekali tidak diperhatikan, bahkan ditutup-tutupi, seorang calon presiden yang menghamburkan uangnya demi iklan, pemborosan pejabat negara hingga bank century. padahal mereka hanya minta ganti rugi yang jelas dan kontan sehingga mereka bisa mempunyai tempat tinggal baru. Bukan pembayaran ganti rugi yang dicicil dan akan habis untuk kehidupan sehari-hari.

Menurut pengakuan mereka Presiden SBY hanya pernah sekali ke pusat semburan lumpur menggunakan helikopter. Itupun hanya menangis dan menjadi headline di salah satu koran. Setelah itu? yaaa... menurut mereka kunjungannya hanya jadi ajang tebar persona saja. tetap saja kehidupan mereka tidak berubah. 2009 lalu JK juga pernah kesana, tapi tidak lain untuk kampanye. Mereka tentu saja muak dengan itu semua, jangan jadikanlah para korban menjadi ajang tebar pesona apalagi dimanfaatkan demi popularitas.

Kini sangat ironis sekali ketika pemerintah sama sekali tidak peduli terhadap mereka. Membeli komputer super mahal, mobil-mobil dinas pejabat yang harganya berkali-kali lipat dari uang kompensasi lumpur lapindo sangat mudah dicairkan daripada menyelamatkan rakyatnya sendiri. Apakah ini yang disebut dengan pemerintahan?

Saya yakin sekali ketika mereka membaca koran dari halaman ke halaman pasti hati mereka tersayat-sayat melihat berita mengenai pemborosan anggaran belanja pemerintah saat ini. Tapi mereka harus tetap bertahan hidup dan hidup masih terus berjalan


Tag: LAPINDO, sidoarjo, lumpur panas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    boiga 0 0
    derita & bencana silih berganti. klo seandainya satu persatu dibereskan, sepertinya tidak akan sepesimis ini pandangan rakyat..
    perempuan api 0 0
    tidak cuma mereka yang benci. saya juga.
    berita tentang mereka di media sudah brenti. eh, di media tempat saya sih, dalam seminggu pasti ada. tapi apalah kalo cuma satu dibanding gempuran televisi yang menayangkan sinetron senayan : (
    Bocah nDeso 0 0
    Kalau Lumpur Lapindo ini gak berdampak Sistemik kok ya jadi ndak perlu di-Bailout ya ?, walau rakyat yg terkena lumpurnya sampai sekarang terus keleleran.....
    edka 0 0
    perempuan api: media-kan tergantung marketnya, kalau sdh ga laku ya diganti dgn yg baru. Yah mmg sistem kapitalis membuat semuanya bergerak krn alasan uang.
    ourfrank 0 0
    Takdir
    alakazam 0 0
    ah, akan ada saatnya orang yang muak akan menghancurkan bakrie....
    Ridwan 0 0
    alakazam: yup, saya yakin akan hal itu suatu saat nanti
    jamur 0 0
    no hope.

    kalo gini saya panggil inul ngebor di cikeas biar tau rasanya..

    Silahkan login untuk memberikan pendapat