Menyambut Referendum Papua Maret Besok 13

Sabtu, 30 Jan '10 22:56

Indonesia diambang kehancuran.

Mungkin anggapan ini terlalu berlebihan. Tapi setelah kita telusuri lebih dalam agaknya kita perlu merenungkan anggapan tersebut. Cobalah kita tenggok sebentar akan berjubelnya persoalan bangsa yang seakan-akan (jika kita tidak hati-hati) akan mengarah pada penghancuran bangsa secara pelan-pelan.

Saya tidak akan menyelamai lebih dalam. Kita lihat aja, konflik antara para wakil kita di dewan, ketimpangan sosial, lalainya pemerintah karena isu-isu populis (kasus Century dan KPK, misalnya). Hingga persoalan yang kecil namun berbahaya terlupakan. Ambil contoh misalnya Papua akan mencoba referendum pada bulan Maret besuk.

Ya, masyarakat Papua akan melepaskan diri dari NKRI (Kompas.com) pada bulan Maret besok.. Apa penyebabnya? Tak lain adalah ketidak-adilan yang dirasakan masyarakat di sana.

Eksploitasi SDA yang melimpah di sana bukan untuk masyarakat Papua, namun demi kepentingan perut-perut gendut orang-orang pusat. Jika kita menghitung waktu berarti tinggal 1 bulan untuk menyelesaikan masalah ini. Itupun jika masih mau peduli dengan nasib masyarakat Papua. Jika tidak yang sudah... 

Siapapun jika telah merasakan adanya kesengsaraan karena ketidak-adilan maka pilihan merdeka adalah jalan terbaik. Sederhananya, jika kita tak adil dalam keluarga maka sangat dimungkinkan akan terjadi konflik dengan ujung perceraian. Bukankah begitu?      

Sekali lagi, jika kita masih asyik dengan isu-isu pusat yang menyedot perhatian sedangkan lalai dengan isu-isu daerah yang "berbahaya", maka sudah saatnya kita kehilangan potensi daerah kita. Dan mari kita sambut kemerdekaan Papua Maret besok yang mungkin akan diikuti daerah-daerah lain. Selamat kepada rakyat Papua.

Merdeka Kawan!

*Sumber berita di sini : http://nasional.kompas.com/Mari.Berdoa.untuk.Papua..Jangan.Sampai.Lepas


Tag: Sayang, Papuaku

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Agus PW 0 0
    Kepada pembaca saya ucapkan banyak terimakasih atas perhatiannya. Maaf ini saya nyolong-nyolong OL di ruang kantor sambil nungguin anak-anak doa bersama setelah belajar pendalaman materi UN. ; ))

    Nuwun...
    FF Haq 1 suka | 0
    Saya pernah memahami bagaimana persaan masyarakat Papua. Waktu itu saya sedang mengadakan kunjungan kerumah salah satu kerabat, kebetulan sekali posisinya ada di ABEPURA (Kota tengah antara Jayapura dan Sentani).

    Disana saya sangat kagum akan semua kekayaan yang Tuhan berikan kepada mereka, namun lagi-lagi pendidikan, kesejahteraan, dan pemerataan tidak pernah dimiliki oleh masyarakat asli sana. Rata-rata semua sektor telah dimiliki oleh orang Jawa, Sulawesi, Cina, dan Sebagian Sumatra.
    Kebanyakan dari mereka masih memiliki kekuatan dan suara karena mereka masih menjadi raja tanah atau kepala desa (suku). Sempat saya berpikir hal ini pernah terjadi pada masyarakat Betawi (Jakarta) yang akhirnya tergilas oleh penjajah kapitalis.

    Namun yang menjadi lebih mengerikan adalah disana tidak seperti Jakarta dan apa yang diberitakan oleh media massa dan media cetak...

    Waduh kalau saya ceritakan bisa jadi artikel, mending tak tulis wae lah....

    Kebacot nyangkem akeh aku iki....
    Maap ya mas Agus PW
    : D: D: D: D: D

    Kita sama-sama kecolongan
    Agus PW 0 0
    FF Haq: Trims atas informasinya bung.

    Kadang kita (eh, maaf bukan kita, pemerintah maksudnya) gigih berjuang mempertahankan NKRI, dengan dalih agar tetap terjaga keutuhan. Masyarakat daerah dipertahankan mati-matian. Tidak boleh merdeka, tidak boleh mendirikan negaranya sendiri, pemerintahannya sendiri, mengurus dirinya sendiri. Namun ketika ia berada di NKRI, justru dibohongi, dipecundangi, dan lagi-lagi konflik daerah tak terelakkan.

    Saya bodoh masalah kenegaraan, mohon diberi pencerahan, mengapa dan apa untungnya berada diiklim yang menindas dan menyengsara... Bukankah merdeka adalah subuah pilihan, bukan?
    Agus PW 0 0
    FF Haq: oya sorry lupa, anda pengalaman langsung sampai Papua, jujur saya belum pernah, tapi cukup bisa memahami keinginan untuk merdeka di sana... Nuwun informasinya... ; ))
    FF Haq 0 0
    Yups....

    Kemarin saya kesana selama 3 bulan
    dan juga saya sempat ketempat dimana para transmigran di lokasikan....

    Sungguh kasihan.... Listrik aja timbul tenggelam : (
    Goku 0 0
    duh..mau gimana lagi emang nyatanya pemerintah pada lebih ngurusin perutnya sendiri. ya wajar jika saudara2x didaerah yg dalam kesulitan ingin melepaskan diri. itu manusiawi. siapa yang mau didera kesulitan dan diabaikan.
    edka 0 0
    Agus PW: Saya baca di Gatra yg akan menyambut referendum ini USA. Saya heran, 'ini negara ga tahu malu' apa ya? Yg bikin papua hancur spt skrg secara tdk lgs kan perusahaan2 dia (freeport). Udah di berangus aja tuh perusahaan..
    edka 0 0
    Hasil kongres Amerika HR2601 merupakan bukti INTERFRENSI KEDAULATAN negara Indonesia oleh Amerika. Hal ini sehrsnya diajukan ke mahkamah internasional krn sdh ada bukti hkm nya.
    krisnov 0 0
    Biarkan saja Papua merdeka....NKRI bukan harga mati !
    botaksakti 0 0
    kapan referendum untuk GK ???: D
    prabu revolusi 0 0
    ketidak adilan dlm pemerataan pmbangunan pnyebabnya......
    sda dieksploitasi tyuz tp masyarakatx dibiarin tetep telanjang.....

    keopo indonesia iki....
    Saif 0 1 tidak suka |
    Agus PW:
    quote//
    -Maaf ini saya nyolong-nyolong OL di ruang kantor-

    wahh, korupsi itu dul!
    FF Haq 0 0
    botaksakti : nnt kalau kita dah lupa kali : D

    Silahkan login untuk memberikan pendapat