Dimana otakmu wahai budak Negara 20
Minggu, 31 Jan '10 05:27
"Gaji saya nggak masalah mau naik mau turun. Tapi kalau kita lihat komparatif dengan beban tugas atau dengan direktur perusahaan swasta itu jauh," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, di Gedung Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (29/1/2010).
inilah kutipan dari (http://www.detiknews.com/read/2010/01/29/164918/1289188/10/mendagri-gaji-pejabat-masih-jauh-bila-dibandingkan-direktur-swasta)
Saya semakin bingung bila ternyata menteri masih mau dibandingkan dengan para pegawai swasta. Padahal sudah jelas dalam KTP (jika punya ya) pekerjaan mereka adalah pegawai negeri dimana pekerjaannya adalah melayani kebutuhan negara (ngawur iki). Belum pernah ada ceritanya pegawai negeri ingin menjadi pegawai swasta, dimana banyak teman2 tau bahwa pegawai swasta atau pengusaha swasta memiliki otak Kapitalis (walau gak semua).
Dari pemikiran sederhana ini saya semakin yakin mereka menjadi menteri atau pegawai negeri bukan karena rasa bangga akan bisa melayani dan memberikan jasa seperti para pendahulu kita, melainkan untuk sebuah kepuasan dan pelampiasan untuk mempermudah mendapatkan sesuatu. Sungguh BODOH dan TOLOL, kalau mereka mau mendapat untung menjadi budak negara (seharusnya).
Mari kita liat opera menteri yang semakin lama semakin ngawur dan tidak tau mau kemana endingnya. Oh iya kalau ada opera berarti ada dalang-nya, nah itu yang saya tidak tau dan tidak mau tahu aslinya. Semoga esok menteri dan para pemimpin bangsa ini tau darimana dan untuk apa mereka ada disana.
Ingat ya pak menteri kalian juga bakal MATI, jadi puas-puasin aja mulu.....
*Maaf agak kasar...
:(
Tag: opini, gaji, menteri, BRUTAL
Terkait:
-
Nonton Penyakit
Kamis, 29 Okt '09 09:02 -
Gaji Mentri dan Pejabat Naik ? Wajarlah !!!!!
Selasa, 27 Okt '09 05:53 -
KEPERCAYAAN ITU PENTING
Sabtu, 27 Feb '10 06:33
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Agus PW: Menarik
-
free7: Keren
-
Silhouette Man: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
galuh29: Biasa
-
Tuan Sisi Terang: Menarik
-
pujangga: Menarik
-
Red-White Eagle: Menarik
-
Kevin Jodi: Menarik
-
Olas: Bagus
-
krisnov: Bagus
-
yusro: Menarik
-
Paul Oneil Simon: Menarik
-
Harlan Eryandi: Bagus



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
jadi gak ada gunanya anda protes dan berteriak...toh mata hati mereka memang sudah buta dan telinga mereka sudah tersumbat...
biarkan kritik dan protes menggema yang penting gaji tetap naik...
Tapi pengabdian memang sulit dilakukan jika keuangan kita pas-pasan.
wakakakaka
- Rumah gratis,
- biaya perawatan rumah gratis,
- mobil gratis,
- bbm gratis,
- beras dan lauk pauk gratis,
- anak bini dapat tunjangan,
- telpon gratis,
- air gratis,
- listrik gratis,
- berobat gratis,
- jalan-jalan gratis,
- pengawalan gratis, dll.
Benar-benar sistem penggratisan yang sangat konyol...!!
Ketoke bar ngerungoke omongane SBY "Kritik itu boleh...tapi tidak mengumpat" he.he.he.
wakakakaakaka
Dia bilang begitu soalnya gak bisa mengumpat (Karena tubuhnya yang besar)
*Peace pak BeYe
Silahkan login untuk memberikan pendapat