Alergi Sosialisme 129

Rabu, 3 Feb '10 15:57

Tulisan ini terinspirasi dari deklarasi gerakan Nasional Demokrat kemarin. Gerakan yang dimotori Surya Paloh dan kawan-kawan ini bermaksud untuk melakukan perubahan menuju kesejahteraan rakyat, mengingat selama masa reformasi ini belum terdapat perubahan signifikan terutama pada hal tersebut. Penulis tidak ingin membahas terlalu jauh gerakan tersebut, hanya ada sesuatu yang menarik bahwa selama ini, sejak PKI menjadi organisasi terlarang selamanya di bumi Nusantara, kata 'Sosialisme' ikut-ikutan menjadi lenyap.

Sosialisme sendiri sebagai suatu paham sudah ada sejak lama. Menurut wikipedia, sosialisme berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite. Tidak ada yang salah dari sosialisme bila mendasarkan pada prinsip di atas. Namun dalam perjalanan waktu, sosialisme cenderung dianggap ke-kiri-kirian, mendekati komunisme, dan pada akhirnya berujung pada atheisme. Hal ini bertentangan dengan paham demokrasi, yang sebenarnya lebih dekat dengan kapitalisme.

Kembali ke laptop, sejak tahun 1965 hingga kini, jarang terdengar lagi paham sosialisme diangkat ke permukaan. Kalaupun ada yang mencoba mengangkat, gaungnya tak seheboh demokrasi karena orang masih trauma dengan komunisme yang dianggap dekat dengan sosialisme. Orang lebih suka menggunakan jargon 'Nasionalisme' untuk menggantikan kata 'Sosialisme'. Demikian pula kata 'Demokrasi' dan turunannya lebih disukai dan terkesan lebih ke kanan daripada 'Sosialisme'. Oleh karena itu tidaklah heran kalau para penggagas gerakan baru tersebut lebih senang menggunakan kalimat 'Nasional Demokrat' daripada misalnya 'Nasionalis Sosialis' atau sejenisnya. Kita masih alergi dengan kata 'Sosialisme', padahal dengan paham demokratis sekarang ini saja kesejahteraan tidak juga meningkat secara merata, hanya kepada kalangan tertentu saja peningkatan itu terjadi secara signifikan, terutama yang memiliki akses informasi baik dan dekat dengan kekuasaan. Sosialisme seolah menjadi terdakwa dalam sejarah negeri ini, padahal belum terbukti benar-benar bersalah.

Bila dicermati lebih jauh, paham demokrasi juga tak kalah bahayanya dengan paham sosialis. Demokrasi lebih dekat kepada paham kapitalisme, dimana yang kuat dan banyak akan menekan yang lemah dan sedikit, dan secara tidak sadar akan menindas orang-orang yang tidak sepaham namun tidak berdaya karena kalah kuat dari arus besar. Pemahaman yang sempit akan makna demokrasi dapat menimbulkan tirani baru bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan oleh kekuasaan. Jadi yang terpenting bukanlah semata pahamnya, tetapi bagaimana menggunakan paham tersebut untuk mencapai kesejahteraan rakyat, apapun bentuknya. Vietnam dan China telah membuktikan bahwa paham sosialis yang mereka anut tidak menghalangi langkah mereka untuk maju secara ekonomi meninggalkan negeri-negeri demokratis yang masih berkutat mencari bentuk terbaiknya.

Oleh karena itu, sudah saatnya alergi 'Sosialisme' disingkirkan, dan perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa 'sosialisme' tidak identik dengan komunisme, apalagi atheisme. Sosialisme dapat menjadi salah satu alternatif paham yang dapat dijalankan demi pemerataan kesejahteraan rakyat. Kita jangan hanya terpukau dengan kata 'demokrasi' dan turunannya, yang semakin membuat GR partai penguasa, bahwa merekalah yang paling benar. Apapun pahamnya tidaklah terlalu penting, yang penting adalah upaya bagaimana kesejahteraan merata dengan ketimpangan yang tidak terlalu jauh dalam masyarakat.


Tag: Demokrat, Nasionalisme, sosialisme

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    kinanthi 0 0
    kita juga alergi dengan kata kapitalisme, neoliberal, pluralisme, dan lain2nya
    : D
    dizzman 0 0
    kinanthi: tapi mereka pinter, semua itu dibungkus dengan kata 'demokrasi' jadi gak keliatan isinya : D
    Apprayo 0 0
    Sebetulnya, yang alergi pada 'kata2 pembungkus' itu paham nggak ya, apa isi di balik 'kata2 pembungkus' itu?

    * pertanyaan ini juga saya ajukan pada diri saya sendiri
    Apprayo 0 0
    Tambahan lagi:
    Sebetulnya, selain yang alergi, yang SUKA pada 'kata2 pembungkus' itu paham nggak ya, apa isi di balik 'kata2 pembungkus' itu?
    kinanthi 0 0
    dizzman: di jerman ada partai sosial demokrat, kalo ga salah
    Di sini juga ada LSMnya http://www.unisosdem.org/
    ; ))
    dizzman 0 0
    kinanthi: iya di sono aja orang msh pake sosialisme, di kita koq alergi banget sih, aneh
    kinanthi 0 0
    dizzman: masa si? itu LSM adem ayem aja... dari kemarin pada teriak anti neolib, bukannya brati cenderung sosialis?
    dizzman 0 0
    kinanthi: betul, cuma gak ada yg berani terang2an pake kata 'sosialis'
    kinanthi 0 0
    dizzman: wah.. bosen diskusi kata2 besar model sosialisme atau kapitalisme, bung... langsung yg detail aja, yg bisa dipraktekkan di lapangan : D
    Icarus 0 0
    dizzman: kinanthi: Saya jadi sok-sialis saja, karena apes melulu... : (
    dizzman 0 0
    kinanthi: aku nulis juga krn gemes aja koq demokrat melulu yg dipake, gak kreatif nyari judul
    yusro 0 0
    dizzman: masalahnya kita mengikuti demorasi dan nasionalisme yang sial : D
    dizzman 0 0
    yusro: makanya coba alternatif lain om
    Ibnu Muslim 0 0
    dizzman: numpang beken kali SPnya ; ))

    *bikin ORMAS juga ah "BUKAN NASIONAL DEMOKRAT", daftar yuuuk : D (bonus stiker)
    Harlan Eryandi 0 0
    kang dizzman: gerakan Nasional Demo ... lebih bagus, kan banyak doku die. : ))
    FF Haq 0 0
    Ketika semuanya hanya demi sebuah kepentingan
    : (
    nasionalisosialis 0 0
    mari hidupkan kembali PKI
    Logical Fallacy 0 0
    Negara kita bukan komunis, bukan sosialis, bukan kapitalis, bukan liberal, bukan neo-liberal, bukan khilafah, bukan.... Saya jadi ingat sebuah tulisan yang menyebut bahwa Indonesia itu negara yang bukan-bukan. : D
    dizzman 0 0
    Ibnu Muslim: dan Logical Fallacy: yok bikin gerakan 'YANG BUKAN-BUKAN' : D
    nasionalisosialis: hush, jangan keras2, mending bikin nasionalis sosialis kayak ente
    FF Haq: itulah om, negeri penuh kepentingan
    Harlan Eryandi: yoi, biar ada alasan demo ya om
    em je 0 0
    memang kita lebih minat dengan yang bukan bukan : D

    Ibnu Muslim 0 0
    dizzman: Bukan bukan yang !

    *: ))
    NOS 2 suka | 0
    Jadi ingat Politik Untuk Pemula

    Jika Anda punya sapi, Anda perah susunya, lalu dijual ke pasar dengan harga sesuai penawaran dan permintaan, maka Anda hidup dalam sistem liberalisme

    Jika Anda punya sapi, susunya diperah lalu dijual kepada negara dan selanjutnya negara mengatur harga dan distribusi susu, maka Anda hidup dalam sistem sosialisme

    Jika sapi Anda diambil negara dan selanjutnya produksi dan distribusi susu diatur negara, maka Anda hidup dalam sistem komunisme

    Jika sapi diambil negara dan Anda ditembak aparat negara, maka Anda hidup dalam sistem fasisme

    Jika Anda bekerja keras, memelihara dan memerah susu, tapi harga susu rendah karena didikte tengkulak, lalu Anda berutang pada tengkulak, lalu bangkrut, lalu rumah disita dan akhirnya Anda tinggal di kandang sapi alias kumpul sapi, maka Anda hidup dalam sistem...
    dizzman 0 0
    em je: opo iku bos?
    NOS: nyindir nih??
    dizzman 0 0
    NOS: maksudnya neolib gitu?? atau kapitalisme
    NOS 0 0
    dizzman: boleh jadi sistem yang bukan-bukan itu..: )
    dizzman 0 0
    NOS: : D
    krisnov 0 0
    dizzman said, "Apapun pahamnya tidaklah terlalu penting, yang penting adalah upaya bagaimana kesejahteraan merata"
    =============

    Bagaimana dengan Khilafah ? Yang berada di tengah-tengah sosialisme dan kapitalisme.

    Katanya, apapun pahamnya gak masalah, yang penting tercapainya kesejahteraan rakyat. he.he.he.
    dizzman 0 0
    krisnov: gak masalah, terserah aja, yang penting gw dan kawan2 bisa sejahtera. mau apa kek EGP!!!
    krisnov 0 0
    dizzman: Woww....hebat...ini baru dizzman, terimakasih bro !
    dizzman 0 0
    krisnov: jangan lupa kalo mampir ....
    krisnov 0 0
    dizzman: mampir dimana ? dan jangan lupa apa ?he.he.he bingung...
    dizzman 0 0
    krisnov: jangan lupa contreng nomor 1 : D
    krisnov 0 0
    dizzman: he.he.he.
    pall 0 0
    Siapa yang alergi? Menurut saya tidak. Saya amat mudah menemukan orang dalam berbagai forum yang bersemangat bicara sosialisme.

    PRD, LMND, PMKRI, dan sebagainya, juga terang-terangan berorientasi sosialisme.

    Saya kira ini cuma masalah dengan kalangan apa si penulis bergaul.
    dizzman 0 0
    pall: om, maksud tulisan ini, kita suka alergi untuk terang2an menuliskan kata 'sosialisme' dalam sebuah bentuk gerakan apapun. memang banyak organisasi yang berbau atau berpaham sosialisme, tapi gak ada yang berani menuliskan dengan terang
    pall 0 0
    dizzman: 'menuliskan terang', bagaimana, maksudnya?

    Saya khawatir ini persoalan teknis saja. Misalnya dalam hal Pemilu, penganut sosialis menolak proses 2009 kemarin yang dianggap belum beres.

    Mustahil, kan, dengan isu Pemilu, Anda akan meneriakkan kami ingin sosialisme. Yang ada masyarakat gak mudeng.

    Maka lebih mudah meneriakkan tuntutan yang sifatnya taktis.

    Jika 'terang-terangan' yang Anda maksudkan adalah dalam formal organisasi, Anda bisa cek ke berbagai organisasi yagn tadi saya sebutkan. Saya yakin mereka juga terang2an mencantumkan ideologi sosialisme dalam konstitusi organisasi mereka.
    dizzman 0 0
    pall: contoh gampangnya: Nasional Sosialis... jangan Nasional Demokrat lagi... lagi-lagi Demokrat (Demokrasi)... tulisan ini cuma mengkritik kenapa kita malu-malu membuat judul organisasi atau partai yang ada kata 'Sosialis' nya.. jadi hanya masalah penggunaan kata saja, bukan paham atau ideologi
    pall 0 0
    dizzman: Nah, itu memang persoalan teknis saja.

    Seperti PKS yang berideologi Islam tapi tak ada kata "islam" dalam namanya. Begitupun NU, Muhammadiyah, HTI, dan seterusnya... dan seterusnya...

    Tapi bukan berarti orang alergi terhadap 'Islam', kan?
    dizzman 0 0
    pall: yang saya tangkap agak lain. kalo itu sih mungkin masalah teknis. tapi kalo kata 'sosialis' itu cenderung bermakna ke-kiri-an, jadi takut dikira deket2 ama komunis om..
    pall 0 0
    dizzman: 'Tangkapan' saya lain pula.

    Sekitar pasca-reformasi orang menjadi berfoya-foya dengan segala jenis ideologi yang sebelumnya dilarang.

    Saya punya tiga teman yang mengumumkan diri mereka atheis. Dan di saat yang sama wacana Marxisme menjadi seksi dan diminati.

    Saya punya sederet nama organisasi beneran maupun taktis, dan juga orang-orang di Solo yang hingga saat ini masih aktif melakukan kaderisasi terhadap kegiatan berideologi sosialis.

    Dari mereka saya tahu, bahwa mereka bisa dengan mudah mengadakan diskusi di ruang publik (sering di balai Soedjatmiko, maupun di banyak tempat lain). Infiltrasi terhadap organisasi mahasiswa internal kampus juga tak ada masalah.

    Semuanya terang-terangan mengaku menyebarkan ideologi sosialis.
    dizzman 1 suka | 0
    pall: ada contoh gak, organisasi yang terang2an memasang kata 'Sosialis" atau 'sosialisme' seperti contoh di atas? kalo ada, berarti saya kurang gaul he3x... : D
    pall 0 0
    dizzman: Aduh, balik lagi : D

    Kan saya tadi berpendapat bahwa penggunaan kata 'sosialis' dalam nama organisasi maupun komunitas, atau tidak, adalah persoalan teknis belaka.

    Makanya saya mencontohkan tak adanya kata 'Islam' dalam nama Muhammadiyah atau NU, tak berarti orang alergi dengan kata 'Islam'.

    Mengenai kemungkinan orang alergi pada sosialisme, sudah pula saya tanggapi di komentar sebelumnya : )
    dizzman 0 0
    pall: tapi masih ada yang menggunakan nama Islam toh? misalnya HMI, PMII, dsb... itu saja persoalannya. simple om, yang jadi pertanyaan saya adalah, kenapa sih orang koq rada alergi pake kata 'Sosialis' dalam memberi nama organisasinya. misalnya Nasional Sosialis, jangan Nasional Demokrat lagi, dah itu pake warna biru lagi, koq jadi pada follow lawan politiknya sih?
    pall 0 0
    dizzman: Kalau contoh yang pakai kata sosialisme sih, Anda bisa tinggal cari di Google.

    Ini misalnya: [ http://www.facebo…s/1563879864 ]

    Soal Nasional Demokrat, kalau memang ideologinya bukan sosialisme, kenapa harus mencantumkan nama sosialisme.

    Jarangnya organisasi yang dalam namanya menggunakan kata sosialisme, atau sedikitnya kelompok sosialis, mungkin hanya karena sosialisme tidak populer. Dan itu tidak selalu karena orang alergi.
    krisnov 0 0
    pall: Khusus untuk HTI, setahu saya yang secara tegas dan terang-terangan mempromosikan syariah Islam dalam bingkai khilafah.

    Mungkin maksudnya dizzman, tidak ada organisasi berideologi sosialis yang terang-terangan mempromosikan ingin membentuk negara Indonesia sosialis misalnya.
    krisnov 0 0
    pall: Karena orang sosialis merasa mayoritas rakyat Indonesia masih alergi dengan istilah sosialisme, makanya mereka memilih berjuang dengan cara diam-diam atau menyusup ke tubuh Islam dan demokrasi.

    Sama halnya dengan organisasi atau partai Islam yang sekedar label tapi takut memperjuangkan SI dan khilafah secara terang-terangan, juga menyusup kedalam tubuh demokrasi.

    Kecuali HTI, yang terang-terangan memperjuangkan Khilafah, tidak main sembunyi-sembunyi.
    pall 0 0
    krisnov:

    Anda hanya membuat diskusi saya dan dizzman kembali ke titik awal.

    [tidak ada organisasi berideologi sosialis yang terang-terangan mempromosikan ingin membentuk negara Indonesia sosialis misalnya]

    Ada. Sudah saya sebutkan di atas. Tidak percaya, silakan dicek ke organisasinya.

    [Karena orang sosialis merasa mayoritas rakyat Indonesia masih alergi dengan istilah sosialisme, ]

    Saya sudah cerita bahwa para pegiat sosialis tak pernah merasa kesulitan mengkader. Apalagi merasa orang-orang alergi. Dengan kata lain, itu kata lo, bukan kata mereka.

    [Khusus untuk HTI, setahu saya yang secara tegas dan terang-terangan mempromosikan syariah Islam dalam bingkai khilafah]

    Baca lagi di atas. Contoh HTI keluar pada saat kami membicarakan soal penggunaan kata. Mengenai apa yang dipromosikan HTI, itu hanya sedikit relevansinya dengan diskusi ini.
    krisnov 0 0
    pall: Sorry, apa nama organisasi yang secara tegas ingin mendirikan negara komunis di Indonesia ini ?
    krisnov 0 0
    Yang terasa di masyarakat adalah adanya alergi terhadap sosialisme, jangankan sosialisme, lah wong sama yang berbau Islam, Syariah, dan khilafah aja alergi, padahal mayoritasnya umat Islam.

    goesha51 0 0
    sosialisme bukannya paham manusia adalah setara? menciptakan manusia tanpa kelas? milikmu adalah milikku juga?

    wah kalo gitu serem dong yaa. karena kita udah capek-capek kerja, terus uang hasil kerja ditabung, tabungan udah punya 100jt terus dibeliin tanah, eh setelah punya tanah, tanahnya dibagi2 ama petani..

    tapi sebenarnya usul nasakom dulu itu bagus juga,

    jadi bagi yg berminat ikut "nas" ya monggo.. yg berminat ikut "a" ya monggo.. kemudian yg berminat ikut "kom" ya monggo..
    terus kita lihat nas/a/kom yg bisa menyejahterakan kita..

    sayang kata kom-nya sudah di"sakral"kan..
    krisnov 0 0
    Semuanya seolah sepakat atau terpaksa sepakat untuk mendukung demokrasi.
    dizzman 0 0
    krisnov: soalnya kalo gak pake kata 'demokrasi' dan turunannya, ntar dibilang gak demokratis : D
    krisnov 0 0
    dizzman: yup, itulah dia, banyak orang yang takut dicap tidak demokratis, padahal kalo mengaku orang sosialis atau orang islamis, belum tentu tidak demokratis kan, bisa jadi malah lebih demokratis daripada orang yang mengaku pejuang demokrasi.
    krisnov 0 0
    dizzman: mas dizz, apa nama organisasi yang disebutkan pall ?
    krisnov 0 0
    pall....pall...organisasi apa ? atau kelompok mana ? atau siapa yang terang-terangan ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis ?
    dizzman 0 0
    krisnov: gak tau tuh, masak suruh nyari di google ... harusnya doi membuktikan bahwa memang ada nama organisasi tersebut. untung gw bukan HOD : D
    dizzman 0 0
    krisnov: gak tau tuh, masak suruh nyari di google ... harusnya doi membuktikan bahwa memang ada nama organisasi tersebut. untung gw bukan HOD : D
    krisnov 0 0
    ngenes tenan, ketoke aku ditinggal turu iki..he.he.he. yo wes lah...tak melu turu wae. zzz..zz...zzz...
    dizzman 0 0
    krisnov: yo wis turu, ojo lali, pilih +1 dulu : ))
    krisnov 0 0
    dizzman: yup, kalau begitu, asumsimu dan asumsiku benar bahwa memang masih ada alergi sosialisme juga ada alergi Islamisme. he.he.he.

    *pamit ya, selamat malam, selamat beristirahat, sampai ketemu lagi. bye.
    dizzman 0 0
    krisnov: bye ... muahhh!!! : D
    Marshall 0 0
    yang gak alergi juga nimbrung ah..!!
    krisnov 0 0
    dizzman: sorry bos, gw masih normal neh, maksudnya belum jadi homo.... masak jeruk makan jeruk !
    dizzman 0 0
    Marshall: monggo ...
    krisnov: he3x... just kidding om..... (ini yang om-nya to?)
    Agus PW 1 suka | 0
    dizzman: maaf terlambat komen. hanya bisa rating.. maaf-maaf-maaf....
    dizzman 0 0
    ha5x.... dah mampir aja terima kasih om....
    pall 0 0
    krisnov:

    Lo kacau ya orangnya. Kita ngomongin sosialisme, bukan komunisme.

    Lagian juga udah gw bilang liat ke atas, mousenya gak ada scroll-nya apa?

    Tanya ke orang-orang PRD. Mereka mau bikin negara sosialisme atau khilafah.
    pall 0 0
    dizzman:

    Saya kira HoD bisa lebih jeli membaca komentar. Anda tidak. Sehabis saya minta anda cari di Google, saya sudah beri satu contoh. Mohon sedikit jeli membaca komentar orang.
    kinanthi 0 0
    pall: lha wong dari awal udah tak kasih contoh, ada organisasi yg namanya 'sosial demokrat', tak kasih link-nya pula.

    : D
    pall 0 0
    kinanthi:

    Susah, memang, diskusi sama yang udah main pokoknya. *sigh.
    dizzman 0 0
    pall: contohnya apa bung? itu yang dikasih kinanthi: kan di Jerman maksudnya di Indonesia gitu loh. pokoknya apa? kalo memang ada, kan udah dibilang, berarti gw kurang gaul : D
    dizzman 0 0
    maksud saya, ada gak satu organisasi di Indonesia yang jelas2 dan terang2an pake nama 'SOsialis', that's it, bukan pahamnya atau apanya lah...
    pall 0 0
    dizzman:

    Gerakan Mahasiswa Sosialis. Ini link yang ada di internet, jika Anda tak bisa hidup tanpa referensi:

    [ http://www.facebo…s/1563879864 ]
    dizzman 0 0
    pall: dah lihat kok, cuma masih sebatas itu kan? belum menggema jadi Ormas dan berbentuk resmi dan diakui negara. kalo memang sudah didaftarkan sebagai ormas resmi, dan dikenal, baru aku angkat topi deh... salut sama Anda yang merelakan waktu mencari di google
    kinanthi 0 0
    dizzman: itu di Indonesia, bung.... anda belum buka linknya ya?

    http://www.unisosdem.org/
    Agus PW 0 0
    pall: sabar pakde, saya dulu buat partai sosialisme religius. entah mau dianggap komunis atau bukan. yang jelas saya dan kawan-kawan tetep beragama. begitu.

    *sambil mengingatkan jangan terjebak dengan simbol-simbol...*
    pall 0 0
    dizzman:

    Oh, itu teman saya yang jadi anggotanya, bukan sekedar Google.

    Dan jangan paksa saya untuk mengulangi argumen saya. Bahwa organisasi berhaluan sosialisme di Indonesia sedikit, bukan berarti karena orang alergi, tapi kurang populer. Itu saja.

    Untuk meneruskan pembuktian, perlu dilakukan survei. Bukannya ujug-ujug mengambil kesimpulan.
    dizzman 0 0
    kinanthi: nah ini dia, tapi menurut saya masih malu-malu juga, masih ada kata 'demokrat' nya (lagi2 demokrat... huuuh)
    Agus PW: iya om, gw lagi bahas kata2 aja. tapi gpp lah, biar seru diskusinya....
    pall 0 0
    Agus PW:

    Apa sosialisme/komunisme melarang orang beragama? Mohon dikaji lagi.

    Mengenai partai yang Anda buat, tolong ceritakan pada dizzman, bahwa kelompok semacam ini memang ada.
    dizzman 0 0
    pall: gpp bos, itu hak Anda, dan saya juga tidak memaksakan kehendak. saya juga gak maksa koq utk membuktikan lebih jauh, cuma sekedar sharing disini, dan Anda cukup menambah wawasan saya yang dangkal ini. : D
    sekali lagi, saya cuma ingin ada yang berani bikin parpol atau ormas resmi dengan menggunakan kata 'sosialis'. kalo baru kata 'sosial' saya anggap masih malu2, apalagi ditambah kata 'demokrat', mengesankan sekali takut dibilang tidak demokratis kalo gak diembel2i kata 'demokrat'
    pall 0 0
    dizzman:

    Itu bukan malu-malu jeng. Tapi sosialis-demokrat itu memang ideologi sendiri. Ideologi ini gabungan kiri-kanan, disebut juga The Third Way.
    kinanthi 0 0
    dizzman: lha maunya apa?
    organisasi dengan nama "Sosialis" tok gitu aja?

    Lha emangnya sosialisme berseberangan dengan demokrasi sampai tidak bisa disandingkan?

    Lha itu ada warga P yang pake nama nasionalisosialis:
    Agus PW 0 0
    pall: lha emang kang. saya cuma gak ingin ikut-ikutan terjebak ama krisnov: bahwa, sebenarnya mereka 'komunis dan sosialis' juga bragama.

    bahkan saya punya tulisanya tentang pandangan sosialime-nya soekarno, ternyata lebih islami. begitu..
    dizzman 0 0
    pall: iya deh om... saya jadi waria nih, padahal masih pria tulen loh!!!
    dizzman 0 0
    kinanthi: cuma penggunaan kata saja, sekali lagi penggunaan kata. dah itu tok. kalau ada pikiran lain ya monggo.... gak maksa koq om...
    Agus PW 0 0
    dizzman: : )) : )) mulai diragukan tuh... : D
    pall 0 0
    dizzman: Habis sejak insiden Alakazam pakai avatar cewek ituh, saya jadi beranggapan avatar dan pen-name gak menunjukkan jenis kelamin. Ya maaf : D
    krisnov 0 0
    pall: Buat gw, sosialisme atau komunisme itu sama, satu aliran.

    Link yang elo kasih itu kan bukan ormas atau parpol. Dan itu cuma sebuah gerakan yang tidak murni memperjuangkan sosialisme. he.he.he.

    Kalo mau bukti masih ada alergi sosialisme atau enggak, tanya langsung tuh ke mas Agus PeWe, yang merasa udah diteror berkaitan dengan artikel palu aritnya tempo hari.
    dizzman 0 0
    pall: lho avatar gw gagah gitu koq, dibilang jeng, gimana sih? : ( kalo doi sih emang double gardan, pura2 menyamar... lagian kan ente dulu mau dijemput buat kopdar? masih disitu kan?
    Agus PW 0 0
    krisnov: duh, jangan dibuka lagi dong : D
    krisnov 0 0
    Agus PW: welwh..weleh...kok terjebak gw ? Lah...kapan gw pernah bilang bahwa orang sosialis/komunis itu sudah pasti tidak beragama atau islami ?
    kinanthi 0 0
    krisnov: [...Buat gw, sosialisme atau komunisme itu sama, satu aliran....]

    Dan anda bingung kalau ada yang menyamakan islam dengan terorisme. ; ))

    Bagaimana dengan pendapat Agus Salim, kalau Nabi Muhammad mengajarkan sosialisme?
    ; ))

    Tentang Islam akan menegakkan sosialisme, juga telah dikemukakan H. Agus Salim dalam Kongres Nasional VI SI, bulan Oktober 1921 di Surabaia. H. Agus Salim antara lain mengatakan: “Nabi Muhammad Saw sudah mengajarkan sosialisme, sejak 1200 tahun sebelum Karl Marx” (Sekneg: G 30-S Pemberontakan PKI”, 1994, hal: 11).
    http://www.pk-sej…a/?page_id=7
    pall 0 0
    krisnov:

    Itu beda mbak. Sosialisme menekankan pada kesamaan akses pada faktor produksi bagi semua warga. Sementara komunisme lebih pada struktur politik dengan penghapusan kelas.

    Mengenai link, itu dalam hal penggunaan kata. Sementara organisasi yang jelas-jelas dan terang-terangan, silakan silaturahmi dengan PRD.
    krisnov 0 0
    kinanthi: Lah..emang iya, tadi malam aja gw udah bilang sama dizzman, bahwa sistem Khilafah itu sebenarnya berada di tengah-tengah, campuran antara sosialisme dan kapitalisme.
    pall 0 0
    kinanthi: Beberapa orang sepertinya benar-benar butuh untuk 'sapare aude' : D
    dizzman 0 0
    pall: demokrat lagi .... ok deh, anyway, masih di Pegadaian gak? ntar kalo ke Solo lagi gw mampir deh, pengen belajar sosialisme ama ente ; )
    pall 0 0
    dizzman:

    Heh? Pegadaian? Informan Anda salah... : D
    Agus PW 0 0
    krisnov: lha bukannya emang terjebak bos? Kenapa anda benturkan antara komunis vs khilafah? Dilanjut dulu...
    kinanthi 0 0
    krisnov:
    anda bilang tadi komunisme satu aliran sama sosialisme.

    Terus anda sepakat nabi mengajarkan sosialisme.

    Apakah berarti nabi mengajarkan komunisme?
    ; ))
    dizzman 0 0
    pall: lho, bukannya ente to? oh ya, si alakazam rupanya : )) kalo ente dimana di Solo nya?
    krisnov 0 0
    pall: Oke.
    Seperti yang dizzman bilang...PRD lagi-lagi bawa turunan demokrasi. Dan PRD saya kira tidak murni memperjuangkan sebuah negara sosialis, kalaupun tujuannya seperti itu, tetap dibungkus dalam nama turunan demokrasi.

    Tidak seperti HTI, yang tegas, jelas, tidak main belakang, terang-terangan ingin mendirikan Khilafah, gak pake wadah demokrasi.

    pall 0 0
    krisnov:

    [Dan PRD saya kira tidak murni memperjuangkan sebuah negara sosialis]

    Jangan mengira-ngira. Itu namanya asal njeplak. Saya sendiri bukan pendukung sosialisme, sehingga sering betul berdebat dengan orang-orang PRD ini untuk tahu betul bahwa mereka murni dan terang-terangan mendukung sosialisme.
    krisnov 0 0
    kinanthi: itu kan kata elo, bukan kata gw. he.he.he.
    kinanthi 0 0
    krisnov: ah.. saya cuma menarik kesimpulan dari statement2 anda, bu...

    Silakan saja kalau anda gak mengakui. Kalimat anda memang cara ngeles paling mudah.
    ; ))
    krisnov 0 0
    pall: Kalo begitu suruh buang 'D"nya. he.he.he. pengecut itu namanya sama kayak PKS.
    pall 0 0
    dizzman:

    Saya tinggal di daerah Manahan, pak. Tepatnya di Nggremet. Solopuccino masuk terus itu lho.
    kinanthi 0 0
    krisnov: emangnya sosialisme dan demokrasi itu oposisi biner?
    ; ))
    Icarus 0 0
    kinanthi: pall: Sixteen degrees of inner turbulence... : ((
    dizzman 0 0
    pall: ok, tak kabari kalo aku ke sono.
    pall 0 0
    krisnov:

    Soal 'D', itu kan preferensi mereka, intinya toh tak ada usaha sembunyi2 dalam mengkampanyekan sosialisme.

    Tentang PKS, itu konstelasi politik Anda. Saya tak berkepentingan : )
    ki baraja 0 0
    dizzman: rame pak....
    krisnov 0 0
    Menanti PKI baru, dengan nama dan misi yang terang benderang, he.he.he.

    PKI = Partai Komunis Indonesia atau PSI = Partai Sosialis Indonesia.
    dizzman 0 0
    ki baraja: iya nih, bahas satu kata aja bisa 24 jam!!! : D
    kinanthi 0 0
    krisnov: kirain PKI-nya Partai Khalifah Indonesia
    ; ))
    ki baraja 0 0
    dizzman: hehehehe, dasar.
    dizzman 0 0
    ki baraja: ikutan nimbrung donk, biar nyundul lagi : D
    kinanthi: : )) : )) ntar tambah trauma lagi dengan judul itu
    iloenx 0 0
    kinanthi: PKI-nya Partai Khalifah Indonesia
    ----
    pendukung khilafah konon anti partai karena partai identik dg demokrasi dan demokrasi itu haram.
    Tapi mereka juga menggunakan cara2 demokratis untuk menegakkan khilafah. Jadi tujuan menghalalkkan cara juga ya? : ) ; ))
    pall 0 0
    iloenx:

    Katanya dalam siyasah memang dihalalkan segala cara ; ))
    krisnov 0 0
    iloenx: huss...serampangan...

    Memang benar, pendukung Khilafah tidak buat partai tuh....cara-cara demokratis juga ada dalam Islam.

    HTI misalnya, dia kan bukan partai politik peserta pemilu, jadi bagaimana bisa dibilang menghalalkan segala cara, lah wong masuk dalam lingkaran kekuasaan saja tidak mau kok.

    dizzman 0 0
    pall: termasuk berkoalisi dengan partai penguasa ya?
    krisnov 0 0
    pall: itu kan kata elo.
    krisnov 0 0
    dizzman: Setahu saya, tidak ada satupun parpol yang bertujuan khilafah menjadi peserta pemilu.

    PKS ? Apakah PKS memperjuangkan Khilafah ? Tidak.
    dizzman 0 0
    krisnov: cuma nanya aja ke pall: apakah itu termasuk atau tidak?
    pall 0 0
    krisnov:

    Sebenernya itu bukan kata gw, tapi kata ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Solo, waktu kami sedang diskusi.

    But of course, diskusi beberapa tahun lalu itu tak bisa saya beri linknya di sini.
    krisnov 0 0
    pall: Kalo gitu, tolong sampaikan kepada mereka bahwa apa yang mereka katakan itu salah. Yang benar adalah itu senjata mereka sendiri. Terimakasih.
    pall 0 0
    krisnov: Kenapa tak disampaikan sendiri. Saya kira Anda juga kenal mereka kok. Lha wong orangnya juga itu-itu saja ; ))
    krisnov 0 0
    pall: Welleh...weleh...dengar namanya aja baru dari situ kok.

    Ya udah...sampaikan salam kenal aja deh, he.he.he.

    Dah..ah capek..

    BTT aja, intinya menurut pendapat gw asumsinya ts gak salah, alergi itu masih ada. Titik.

    Makasih ya pall, senang berdiskusi dengan dirimu, sampai ketemu di topik yang lain.
    dizzman 0 0
    senang juga berdiskusi dengan semuanya, semoga kita semua tercerahkan. wah, nyundul lagi nih : D
    Dh2L 0 0
    Waktu yang memakan kita,Perlu DepNaker,Buruh/Tani,Pengusaha.Kita bermain Pada Sisi Modal ada partisipasi Buruh/Tani.Dengan Permintaan bertambah Alokasi sebagai Modal Buruh/Tani.dizzman: Keuntungan disisihkan sebagai Perubahan Modal (Saham)Buruh/Tani.Duit tetap Modal Awal++(Buruh/Tani)

    Silahkan login untuk memberikan pendapat