Jeweran untuk Golkar dan PKS 34
Rabu, 3 Feb '10 13:59
Rasa gerah Partai Demokrat menyikapi polemik pekazulan, nampaknya sudah sampai ke ubun-ubun. Sekjen PD Amir Syasuddin, tegas-tegas mengancam Golkar dan PKS. “SBY akan memberi sanksi kepada partai koalisi yang bertingkah aneh,” kata Amir, kepada detik.
PD sebenarnya bisa memahami wacana pemkzulan, selama yang melemparkan adalah partai oposisi. Hal itu dianggap sebagai dinamika demokrasi. Tapi ketika partai koalisi ikut meneriakkan. Amir menganggap hal Itu aneh. Partai koalisi yang ikut berteriak itu dianggap tak tahu konstitusi, dan secara nalar tak bisa diterima.
Amir menilai beberapa partai koalisi bernafsu mengincar beberapa posisi penting, karenanya mereka memanfaatkan isu pemakzulan. "SBY diam tapi mengamati, masa kita biarkan ada cara seperti ini dilakukan orang yang mengaku koalisi. Ayo kita lihat, jangan sampai mereka terlambat menyesali," ujar Amir.
Beberapa waktu lalu memang kader Golkar dan PKS memang membuat pernyataan yang bisa dikesankan mendukung pemakzulan. Bambang Soesatyo dari Golkar, misalnya bilang mengapresiasi cita-cita Partai Gerindra untuk memakzulkan presiden SBY. Meskipun Aburizal Bakrie ketu Golkar membantah bahwa Golkar mendukung pemakzulan.
Anis Matta, kader PKS juga pernah bilang dalam kasus Century, PKS bukan pada posisi menjatuhkan apa membela seseorang. “Kalau memang fakta-fakta itu mengarah pada proses pemakzulan, tentu PKS tidak bisa menghalang-halanginya dong,” ujar Anis dalam wawancara dengan Rakyat Merdeka.
Apakah 2 pernyataan kader partai koalisi itu yang membuat SBY akan memberikan sanksi? Entahlah. Terus sanksi apa yang bakal diberikan kepada Golkar dan PKS? Bila merujuk pemerintahan sebelumnya, SBY memang tak segan untuk mencopot menteri yang berasal dari partai pendukung. Yang paling ramai polemiknya adalah ketika Mencopot Yusril Izha Mahendra dari Bulan Bintang dan Hamid Awaluddin dari Golkar. Apakah model reshuffle kabinet akan dipilih lagi sebagai cara menjewer partai koalisi? Kita lihat saja.
Foto dari sini
Tag: Golkar, partai demokrat, PKS, Aburizal Bakrie, Ancaman, Bambang Soesatyo, SANKSI, Amir Syamsudin, partai koalisi, Anis Matta, resuffle kabinet, dijewer
Terkait:
-
Gertak Sambel Demokrat Bisa Jadi Bumerang
Sabtu, 6 Feb '10 07:18 -
The Century Band
Sabtu, 27 Feb '10 13:20 -
“Golkar Tidak Harus Membeo”
Minggu, 7 Feb '10 07:41
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Red-White Eagle: Menarik
-
alakazam: Menarik
-
Icarus: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
Agus PW: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
FF Haq: Menarik
-
Logical Fallacy: Menarik
-
lila: Bagus
-
NOS: Menarik
-
dizzman: Lucu
-
neilhoja: Menarik
-
Yudiantoro: Menarik
-
Olas: Menarik
-
krisnov: Bagus
-
Paul Oneil Simon: Menarik
-
Marshall: Menarik
-
syafatain: Menarik
-
iloenx: Menarik
-
botaksakti: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
The Mafia at least still has their code of honor.
Menyelamatkan diri dengan ikut arus atau mengambil resiko.
tak lebih seperti hewan yang ga punya idealisme kebenaran.
btw, kebenaran itu apa? ah males lagi deh, ngomong sama sophistician...
[Apakah 2 pernyataan kader partai koalisi itu yang membuat SBY akan memberikan sanksi?]
sepertinya SBY tidak akan memberi sanksi, karena sanksi bagi pelaku "demo with kerbau" lebih penting dan sangat terkait dengan citra
*citra citra didinding
diam-diam merayap
datang seekor "kerbau"
lalu ditangkap
"...
datang seekor "kerbau"
HAP.
lalu ditangkap"
===
bahkan komunitas copet pun punya kode etik. Tetapi tidak politisi karena, seperti dikatakan Cicero, politisi itu "...are not born, they are excreted."
Silahkan login untuk memberikan pendapat