Sudi : Beli mobil, pagar, & pesawat tak hamburkan uang! 22

Kamis, 4 Feb '10 22:33

Seperti dimuat dibeberapa media Menteri Sekneg  jendral (purn) Sudi Silalahi menegaskan bahwa kebijakan untuk membeli mobil buat menteri ,pesawat dan perbaikan pagar istana tidak menghamburkan uang negara Dia mencontohkan  yang sempat diributkan  ternyata harganya bukan Rp 1,2 M tapi Rp harganya Rp 487 juta.  Rencana untuk membeli mobil Toyota Crown Royale ini sudah  dirancang kabinet Indonesia Bersatu II. Demikian halnya perbaikan  pagar istana biayannya " hanya"  Rp 14 M bukan Rp 22 M, dan ini atas usulan Pengawal Presiden, setelah ada ancaman teroris terhadap Mr Presiden. Untuk pesawat kepresidenan Sudi juga sudah punya hitung hitungan bahwa  jika negara menyewa pesawat selama 5 tahun makan akan menghabiskan biaya Rp 900 M. Sedangkan dengan membeli pesawat  negara hanya mengeluarkan Rp 800 M, jadi negara "berhasil " menghemat Rp 100 M. Dan sudah mendapat persetujuan DPR . Kesimpulan Sudi dari penjelasan ini rakyat Indonesia kagak bakalan marah.  

Menurut saya   rakyat Indonesia memang tidak akan marah atau berlaku anarkis , tetapi  mereka tetap  TIDAK akan  SUDI jika uang negara (pajak) dihamburkan hanya untuk kenyamanan dan prestise para pejabat pemerintah . Alasan umum dari persoalan ini adalah kenapa urusan  kenyamanan dan prestise pejabat negara selalu menjadi prioritas ? Inikan adalah mentalitas birokrat feodal kolonial, yang mementingkan urusannya sendiri.  

Sebab di sisi lain negara selalu kesulitan untuk memenuhi anggaran untuk kesejahteraan rakyat  dan   pertahanan eksistensi wilayah negara. Padahal  dengan  kemampuan negara mengelola anggara belanja pertahanan yang mumpuni dengan sendirinya prestise bangsa dan pejabatnya juga terangkat . Sekarang ini pengelolaan pertahanan  morat marit berakibatnya   kekuatan  TNI selalu dipandang sebelah mata oleh semua negara (tetangga).  Betapa tidak untuk belanja persenjataan saja masih harus dirasio/dibagi  dengan urusan kesejahteraan prajurit, contohnya untuk dapat tempat tinggal yang layak saja sulit.  Jadi pesan buat jendral (purn )Sudi ada baiknya duit buat beli pesawat dan mobil mewah , sebaiknya diprioritaskan untuk membangun perumahan buat prajurit. Jika dia berani melakukannya baru bravo buat si Sudi walaupun banyak yang tetap tak sudi .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tag: SUDI SILALAHI, Mobil Mewah, Pesawat Presiden

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    krisnov 0 0
    Keplokk...keplokk..keplokk....!

    Kalo untuk kesejahteraan prajurit susah minta ampun.

    Kalo untuk kesejahteraan buruh, susah minta ampun.

    Kalo untuk kesejahteraan guru, susah minta ampun.

    Kalo untuk kesejahteraan petani dan nelayan, susah minta ampun.

    Giliran buat pejabat, mau mobil mewah, nyoh.

    mau naik gaji, nyoh. Mau ganti pagar, nyoh. Mau renovasi rumah dinas, nyoh. Mau jalan-jalan, nyoh. Butuh modal, nyoh. Mau pesawat, kapal, nyoh. Begitu mudahnya langsung diacc.
    iloenx 0 0
    krisnov: sabar bu.... orang sabar disayang Allah. ; )
    Harlan Eryandi 0 0
    krisnov: DKU = Dibawah Kendali Ucok ..... maksudnya Ucok Sudi. : ))
    Ridwan 0 0
    Ada gitu toyota crown harganya 487juta? Setau saya camry baru sudah masuk angka 600 juta lebih
    anna' 0 0
    nggak usah didengerin, itulah yang selama ini ia bilang kepada bosnya, ABS
    coba dia ngomong ke orang-orang yg di depan istana pada 28 jan lalu lalu, pasti bakalan dilempar botol aqua
    krisnov 0 0
    lila said, "Jika dia berani melakukannya baru Bravo buat si Sudi"
    ============
    Sudi said, "Ora Sudi aku" he.he.he.
    krisnov 0 0
    anna': iya benar, beraninya ngomong dibelakang, gak bernai ngomong langsung di depan para demonstran, di depan istana, beraninya ngadu lewat media. Parah !
    ndableg 0 0
    krisnov: obat-nya dah di-minum tante? ; ))
    krisnov 0 0
    ndableg: loh...obat cacing itu aku beli untuk kamu. he.he.he.
    lila 0 0
    ridwan a krisnov: si ucok sudi boleh la diberi sedikit pujian krn dia berhasil menawar harga toyota crown jd 487 jt .bisa dicek ke toko sebelah. menurut ICW plafon harga mobil pejabat 400 jt. si ucok sudi sudah melanggar tinggal diperiksa saja sama si Kpk.
    krisnov 0 0
    lila: Seperti SBY membela Boediono, SBY pun akan membela Sudi. Ini kebijakan, kebijakan tidak bisa diadili. he.he.he.
    lila 0 0
    krisnov; kebijakan kongkalikong sama agen mobil (toyota astra). kebijakan kongkalkong yg menguntungkan si pembuat kebijikan jelas bisa dipidana.
    agoest 0 0
    CUIIIH...
    Koq baru klaim harga mobilnya sekarang..?? napa ngga waktu maren2..rakyat dah muaaaaakk..dari itu kesitu juga..yg resah rakyat juga..yang susah rakyat juga..yang nombokin duitnya ya rakyat juga..
    TRIMO 0 0
    Mau dong Toyota Crownnya kalau "cuma" Rp.487 jt, saya pesen 10 nanti saya jual ke pejabat dengan harga 1.2 M............Untung banyak bo...
    TRIMO 0 0
    HARGA di JEPANG KALI.....? ketipu kau semua
    lila 0 0
    Si Sudi mungkin matok harga di Batam, eks selundupan biar kagak usah bayar bea masuk.
    Yang tidak jelas dari pembelian ini adalah proses procurementnya gimana.. jangan2an dengan penunjukan langsung.

    lila 0 0
    Si Sudi mungkin matok harga di Batam, eks selundupan biar kagak usah bayar bea masuk.
    Yang tidak jelas dari pembelian ini adalah proses procurementnya gimana.. jangan2an dengan penunjukan langsung.

    NOS 0 0
    Adapun anggaran mobil diambil dari APBN Perubahan 2009 sebesar Rp106 miliar untuk pengadaan 80 mobil jenis Toyota Crown Royal Saloon, belum termasuk pajak yang totalnya mencapai Rp62,8 miliar. (http://www.mediai…as-Presiden)

    Bisa dihitung harga per unit ...
    lila 0 0
    NOS: jika 106 M untuk 80 Toyota Crown maka per mobilnya Rp 1,3 M ? Bukan Rp 487 jt spt yang diklaim si Sudi. Jika demikian si Sudi bisa dituntut melakukan pembohongan publik !
    lila 0 0
    NOS: Tetap membingungkan pernyataan si Sudi http://www.mediai…tas-Presiden
    Yang bener yang manaaa???

    Semula ia menyebutkan harga satu Toyota Crown Royal Saloon Rp432 juta per unit lalu meralatnya menjadi Rp437 juta per unit. Wartawan pun menanyakan kepada Sudi harga mobil sesungguhnya. Kemudian Sudi bertanya kepada staf yang duduk di sebelah kanannya, dan dijawab bahwa harga yang benar adalah Rp487 juta per unit. "Maaf saya agak emosional. Jadi keseleo lidah," kata Sudi. Akan tetapi, dia mengakui pajak mobil itu mahal lalu buru-buru menambahkan pajak itu akhirnya masuk ke negara.

    Menurut catatan 'Media Indonesia', sudah beberapa kali Sudi keseleo lidah terkait mobil dinas pejabat negara. Ia pernah meralat jumlah kendaraan dinas yang semula dikatakan 150 unit, tetapi diakui hanya 75 unit. Demikian juga yang semula seharga Rp800 juta per unit diralat menjadi Rp400 juta per unit
    Striding Cloud 0 0
    Gimana yah....

    Lawan politiknya saja tipe yang menghalalkan segala cara... Termasuk "menghilangkan" orang yang tidak disukai...

    Menurut saya sah-sah saja perlindungan untuk kepala negara.

    Memang sih, kalau dibanding dengan soekarno, SBY relatif lebih dicintai rakyatnya, tapi toh penggunaan pagar tidak hanya untuk SBY, tapi juga untuk presiden berikutnya.

    Kalau soal pesawat, lifetime pesawat itu bisa 20 tahun, bisa untuk 2-3 presiden lagi, tidak hanya di masa administrasi SBY saja, jadi harusnya sudi menyampaikan lifetime cost, bukan hanya 1 periode saja.

    Kalau soal mobil, ya saya relatif sepakat, harus ada yang dihukum soal mobil.
    lila 0 0
    Striding Cloud: soal mobil pasti ada yang" bermain "dengan Pedege Mobil (ATPM).

    Silahkan login untuk memberikan pendapat