Negara Ikut Korupsi? 56

Jumat, 5 Feb '10 17:36

Baca berita di sini, jadi cemas, bingung dan bertanya-tanya. Apakah benar negeri ini memang negeri koruptor? Pejabatnya korupsi, uang korupsinya ternyata sudah dipotong pajak penghasilan (PPh 21 sebesar 15%) oleh negara. Jadi negara ikut korupsi?

Inilah kisah di balik kasus korupsi Dana Purna Tugas (DPT) anggota DPRD kota Yogyakarta periode 1999-2004. Ketika habis masa tugasnya, 40 orang mendapatkan DPT. Jumlah totalnya mencapai Rp 3 milyar.

Belakangan , 17 orang anggota dewan (16 orang anggota panitia anggara, seorang lagi Ketua Dewan) , diseret ke pengadilan dengan tuduhan korupsi DPT. Pada tahun 2007, para penerima DPT itu sudah divonis, terbukti korupsi, dengan hukuman bervariasi antar 1 – 4tahun.

Contohnya, Cinde Laras Yulianto, yang ketika itu menjabat ketua panitia anggaran, tahun 2007 sudah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sedang  sedang Nanda Irawan divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta.

Cinde dan Nandan kini buka kartu. Keduanya melaporkan Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Pajak) ke Polisi, karena telah memotong Paajak  Penghasilan atas uang yang dinyatakan pengadilan sebagai uang korupsi sebesar 15%. Keduanya mengaku menerima uang penghargaan itu karena ada embel-embel ditarik pajak.

”Jika tindakan kami menerima dana purnatugas itu dikategorikan sebagai perbuatan korupsi, penarikan pajak itu pun harus dimasukkan ke dalam tindakan korupsi dan harus diusut. Sebaliknya, jika Pajak Penghasilan (PPh 21) itu dianggap legal, tindakan menerima DPT harus dipandang legal,” demikian alasan Cinde dan Nanda. Ketika itu masing-masing orang menerima Rp 63,75 juta, setelah dipotong pajak Rp 11,25 juta.

Nah runyam kan. Padahal kasus korupsi DPT itu tak Cuma terjadi di Yogya saja, tapi terjadi juga di berbagai daerah. Kalo ternyata uang yang dikorupsi itu sudah dipotong pajak, lalu bagaimana dengan APBN yang dibiayai antara lain dengan pajak?

Inikah yang namanya korupsi sitemik?

 

Foto dari sini


Tag: DPT, APBN, uang korusi dipotong pajak, PPh 21, pajak penghasilan, DPRD Yogyakarta

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    iloenx 0 0
    wah ditjen pajak ketiwasan betul. Masak uang hasil korupsi dipajaki? Atau mungkin logikanya ditjen pajak memang begitu: apapun yang namanya penghasilan harus dikenai PPh. Jadi gak peduli itu uang hasil korupsi, judi, ncuri, merampok, what everlah, kalau itu masuk kategori penghasilan ya kena pajak penghasilan.... ; ))
    iloenx 0 0
    wah pertamax lg, rek...
    kinanthi 0 0
    Deposito hasil rampokan juga bunganya dipajak, pak...

    Berarti APBN juga dari hasil rampokan. ; ))
    yusro 0 0
    iloenx: itu dia yang membingungkan. Dan si koruptor bisa punya pembelaan, karena menganggap uang yang sudah dipajaki itu uang legal ; ))
    kinanthi 0 0
    iloenx: ini kayak menuntut menkeu karena setjen membeli mobil menteri yang harganya melampaui batasan.

    Lha masak Dirjen pajak harus mengecek 1-1 obyek pajaknya, apakah diperoleh dari hasil yg legal atau enggak?
    Red-White Eagle 0 0
    I'm not sure what the law says about taxing corruption-money. However, I'm sure that, taxed or not, it's still dirty money.

    Two wrongs do not make a right.
    yusro 0 0
    Red-White Eagle: memang jadi serba salah, dua mantan anggota dewan itu juga mengungkapkan setelah vonis jatuh bukan ketika diadili.
    krisnov 0 0
    Makanya gak salah kalo bang Tamim bilang sistem negara ini haram, ini negara kafir, karena memang menghalalkan segala cara.

    Maaf, peace please. he.he.he.

    NOS 0 0
    Bayangkan kalau pajak uang hasil korupsi itu lalu dikorupsi oleh orang pajak...
    nisbi 0 0
    Waduh.....keknya butuh fatwa pajak uang korupsi : ))
    yusro 0 0
    NOS: hukumannya kuadrat : )
    edka 0 0
    yusro: korupsi terjadi karena rakyat sangat kekurangan. Coba bayangkan kalau 30.000 trilyun dr hasil tambang kita semuanya dibagikan pd 220jt rakyat ini, jadi perorang dpt sktr 130jt perthn. Mungkin bgs ini tdk runyam spt ini.
    eh ngomong2 perorg 130jt, kalau satu keluarga ada lima org jadi 650jt wah lumayan tuh, pantas aja org2 dulu punya anak byk.
    Striding Cloud 0 0
    edka:
    Ada 2 kelemahan dari kesimpulan Anda,

    Pertama, data yang saya tahu (2006-wikipedia), nilai hasil tambang kita, migas dan non migas, totalnya adalah 300 trilyun, jadi kalau mau dibagi2, besarnya adalah 1.3 juta. Dan percaya atau tidak, sebenarnya kita sudah menikmati "bagi2" itu dari sejak zaman soeharto.

    Kedua, kalau paradigmanya bagi2 kekayaan, dan tidak ada untuk investasi, sedangkan per 20 tahun penduduknya meningkat 2 kali lipat...

    ...Maka sama saja dengan memiskinkan anak cucu. Pemiskinannya tidak tanggung2, langsung separuh dari level masa kini.

    Kesimpulannya,
    Permasalahannya selalu sama: Bukan seberapa kaya kita, tapi seberapa sanggup kita menggali kekayaan kita. Dan jika itupun sudah berhasil, seberapa mampu kita menanggulangi efek negatifnya, seberapa sustainable kesanggupan gali kita itu.
    doeh 0 0
    Lagi-lagi kata Sistemik jadi trend : (
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: sok pinter
    Striding Cloud 0 0
    Pardede

    : )) : )) : ))


    Kasian...
    Orang lugu kaya loe, ya cuma bisa ad hominem.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: heheheehhe,biasalah namanya jg tamim bukan tampar
    Striding Cloud 0 0
    ya deh... tamim yang tamparable...
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: hehehehehe ding ding,lu kayak yang sdh oke aja gaya lu
    edka 0 2 tidak suka |
    Striding Cloud: 300 trilyun eh koreksi 350 trilyun merupakan bagi hasil dari sektor pertambangan dgn pihak asing setelah dipotong biaya operasional dan gaji dirut2 asing yg luar biasa besarnya (bisa mencapai 2,5 trilyun per-dirut perthn). Total pendapatan asing dr sektor Migas aja mencapai 17.000 trilyun kalau digabung dari semua sektor pertambangan bisa mencapai 30.000 trilyun. Yg saya bicarakan sebelumnya 'jikalau' semua keuntungan asing tsb dpt dinikmati oleh rakyat kita. Memang sy berangan2 dgn membagikan uang secara lgs ke rakyat. Tapi real-nya tdk spt itulah, kan bisa dgn membangun fasilitas, subsidi dsbg utk kemakmuran rakyat. Bukan itu salah satu tujuan negara dibentuk : utk memakmurkan rakyat.

    Datanya bisa dilihat di http://infoindone…erus-miskin/
    edka 0 0
    kalau masalah sanggup sih saya rasa SDM kita sudah cukup banyak dan bahkan mereka sudah berkerja di perusahaan2 pertambangan di timur tengah. Jadi apa lagi yg ditunggu oleh pemerintah, kalau teknologi kan bisa dibeli, SDM bisa dicari spt Arab saudi dan venezuela.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    Data Anda berisi eskalasi kebohongan, dengan menggunakan half truth.

    Berikut metodenya:
    1. Pertama-tama datanya menyatakan bahwa 6 perusahaan itu memiliki revenue, 17.000 trilyun. Data ini bisa dengan mudah dicek di mana saja. Derajat kebenarannya verifiable. Itu merupakan revenue -total- dari ke 6 perusahaan asing di seluruh dunia.

    2. Lalu, ia menginsinuasikan ke 17000 trilyun tersebut, sepenuhnya dihasilkan di Indonesia, sehingga ia membantah data BPS, dengan mengatakan tak mungkin 350 trilyun total industri menghasilkan 17000.

    3. Kemudian dia mengatakan bahwa "BISA JADI" besarnya 30000 trilyun.

    Nah, data yang "BISA JADI" itu lah yang Anda pakai.

    Sedangkan data BPS yang pernah saya baca di tahun 2006, bilang bahwa setiap tahunnya 300 trilyun kekayaan alam digali dari Indonesia, sebagian keluar sebagai profit asing, sebagian lagi dinikmati rakyat indonesia dalam bentuk devisa, pajak, produk murah dan re-investment.

    Belajarlah membaca dengan teliti ya nak.
    edka 0 0
    Striding Cloud: saya juga bilang "bisa mencapai 30.000 trilyun". Intinya penulis di artikel tsb memperlihatkan keuntungan besar2an yg didpt perusahaan tsb yg perbedaannya jauh sekali dgn pendapatan kita. Dia juga tdk bil itu semua dari Indonesia. Dan mayoritas pembagian hasil disini dinilai dari bahan mentahnya, tapi kalau sesudah proses pemurnian tentu nilainya akan berlipat ganda. Nah, kalau sampai situ kita/putra putri indonesia yg pegang kan keuntungannya dpt kita nikmati semua. Memang membutuhkan usaha yg keras utk menasionalisasikan semua perusahaan tambang tsb. Tapi kalau venezuela bisa masak kita ga bisa. Yg lebih berbahaya lagi krn kita sudah mau memasuki krisis energi, sedangkan migas kita mayoritas di'boyong' keluar negeri. Nanti kalau krisis terjadi, kita yg gigit jari.

    Ngomong2 kalau saya masih anak2, berarti yg umurnya 30th masih dianggap balita yah..hehe
    Striding Cloud 0 0
    edka:
    Berarti kesimpulan di sana salah. Mana bisa kita membagi-bagi revenue perusahaan yang bukan diproduksi di negara kita. Berarti kesimpulan Anda soal 130 juta per tahun juga jadi tidak masuk akal.

    Venezuela? Baca berita tidak? venezuela krisis energi sekarang. Pemakaian energi sampai dijatah.

    Sekarang saya tanya, kenapa harus nasionalisasi? Kenapa tidak buat perusahaan pesaing yang sebesar perusahaan asing? Lalu lakukan semua hal yang mereka lakukan?


    Striding Cloud 0 0
    edka:
    [_Ngomong2 kalau saya masih anak2, berarti yg umurnya 30th masih dianggap balita yah..hehe _]

    Well, usia mungkin boleh tinggi, tapi kemampuan baca Anda jelas-jelas tidak.

    Seperti kata pepatah:
    Getting old is a must, getting wise is a choice.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud:bung bps yang anda percayai sendiri korup data,bagaimana anda mempercayai laporan yang tdk sampai pada half truth ???
    Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan, data kemiskinan yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sangat aneh dan justru menjadi bahan tertawaan orang.

    "Orang jadimenertawakan kita karena di tengah gencarnya pemberitaan mengenai PHK, BPS justeru mengumumkan hasil survei yang memperlihatkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan di tanah air," katanya di Jakarta, Sabtu berkaitan dengan hasil survei BPS tentang kemiskinan di Indonesia.

    Data BPS menunjukkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan sekitar 2,4 persen atau menjadi 31,5 juta jiwa dari total penduduk Indonesia.

    Menurut dia, hasil survei yang diumumkan BPS itu lebih bersifat politis dan diduga dilakukan dengan memanipulasi metodologi survei karena hasilnya jauh dari kondisi yang terjadi di lapangan saat ini, dimana ada begitu banyak rakyat Indonesia yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: Hal ini diutarakan Abdul Ghofur, jurubicara Gerakan Anti Pemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI) dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM di Jakarta, Selasa (7/7). Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) pada Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15%), sementara penduduk miskin pada Maret 2008 berjumlah 34,96 (15,42%).

    Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang 1,57 juta, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,86 juta orang. Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: hehehehe.kebiasaan dengan dunia manipulasi ya bung...hehehhe
    Striding Cloud 0 0
    Muhammad Tamim Pardede:
    ekonomi itu bisa dipandang dari supply side, dan demand side.

    Kalau dari sudut pandang demand, PHK menurunkan demand, kemudian meningkatkan kemiskinan.

    Kalau dari sudut pandang supply, over supply produk murah, menurunkan harga, dan mengurangi kemiskinan.

    Jadi data BPS itu bukannya invalid 100%, hanya saja tidak bisa dibaca secara sederhana.

    Tafsirannya demikian: sektor manufaktur menurun, sedangkan sektor perdagangan meningkat.

    Solusinya adalah, mempertinggi competitiveness dari sektor manufaktur, misalnya dengan mempermudah kredit ekspor, menjamin ketersediaan energi, serta menurunkan pajak. Kecuali strategi nomer 3, kedua yang pertama telah secara terus menerus dilakukan.

    Karena ekonomi sebuah negara seringkali hubungan konsekwensinya tidak sesederhana A -> B, kesimpulan atas data juga tidak langsung clear.

    Tapi berhubung Anda berpikiran pendek dan dangkal, saya maklum Anda tidak memahami itu.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: bung itu bukan pandangan ekonomi bung sehingga bermanfaat dalam menentukan nilai untung rugi.,itu dinamikanya ekonomi.haruslah terlebih dahulu dipertimbangkan hal yang lebih utama dari kedua side tsb.seperti dibawah ini

    1. tindakan di dalam domain publik (action in the public domain), yang diangkat dari filosofi politik, berupa suatu tindakan baik pengubahan kondisi perilaku rutin dan inisiasi dari sesuatu matarantai konsekwensi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,apalagi sampai merugikan atau memiskinkan rakyat
    2. proses pengarahan masyarakat (societal guidance), yang merupakan keterlibatan peran pemerintah baik dalam bentuk alokasi dan inovasi dalam dinamika perekonomian
    3. proses transformasi sosial (social transformation), yang merupakan suatu proses politik atau gerakan sosial-politik masyarakat karena kekosongan peran pemerintah dan pasar .jadi rakyatpun perlu dilibatkankan dalam dinamika ekonomi secara terbuka

    bila hal diatas terlebih dahulu dimatangkan,maka kedua side tersebut tidak terlalu berpengaruh buruk,apalagi samapai memiskinkan rakyat
    Striding Cloud 0 0
    tak nyambung...
    Muhammad Tamim Pardede 0 1 tidak suka |
    Striding Cloud: wah emang susah ya diskusi sama orang dungu macam anda ya bung.faktor politis menetukan dua side tersebut.amati dengan seksama petikan ini yah anak kecil


    Di masa Soeharto, antara supply side dan demand side sulit bertemu dikarenakan berbagai faktor, terutama politis.berupa suatu tindakan baik pengubahan kondisi perilaku rutin dan inisiasi dari sesuatu matarantai konsekwensi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,apalagi sampai merugikan atau memiskinkan rakyat. Di era reformasi ini kita harus mampu mempertemukan keduanya untuk membuat sinergi bagi kepentingan bersama
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: makan dimana apa yang lebih layak disebut sebagai sudut pandang,side atau yang saya ajukan tadi ??? wahai anak tk nol kecil,fahamilah bahwa side itu hanya dinamika nya perekonomian,bukan menjadi dasar pandang.ah payah ente bung...banyak baca yah anak kecil
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: Sebagai konsekwensi banyak agenda yang harus dielaborasi guna mensukseskannya. Agenda-agenda tersebut diantaranya: 1. Bagaimana mekanisme mempertemukan ladang sumberdaya ・yang umumnya terkonsentrasi di lembaga-lembaga pemerintah ・dengan kebutuhan industri secara efektif dan efisien; 2. Bagaimana melakukan advokasi dan supervisi terhadap industri agar conern dan proaktif dengan proses transformasi industri (STI); 3. Sektor industri yang akan dibangun haruslah broad-base, namun demikian tetap perlu dirumuskan sektor-sektor yang secara relatif memiliki komponen daya saing lebih baik; 4. Guna menumbuhkan seluruh komponen daya saing domestik, perlu ada koherensi kebijakan dari seluruh unsur kementrian (eksekutif) ・juga legislatif ・sehingga mendukung proses akselaerasi industri.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: jadi kebijakan politik lebih dominan atas efek dinamika untung rugi daripada side side yang anda utarakan tadi
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: Guna menumbuhkan seluruh komponen daya saing domestik, perlu ada koherensi kebijakan dari seluruh unsur kementrian (eksekutif) ・juga legislatif ・sehingga mendukung proses akselaerasi industri.agar tdk terjadi pelemahan pada salah side = hal tersebut dapat ditempuh dengan menjadikan program pengembangan Iptek dan industri sebagai konsensus nasional yang mengikat seluruh komponen pemerintah dan masyarakat ・termasuk parpol ・sehingga seluruh derap langkahnya koheren dan konvergen
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: Bagaimana mekanisme mempertemukan ladang sumberdaya ・yang umumnya terkonsentrasi di lembaga-lembaga pemerintah ・dengan kebutuhan industri secara efektif dan efisien; = dibutuhkan pertama, adanya skema-skema insentif yang well-designed, artinya sesuai dengan kebutuhan riil industri, agar insentif tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. Kurang diminatinya program RUK (Riset Unggulan Kemitraan) oleh industri di luar BUMNIS dan pengurangan pajak bagi industri yang melaksanakan R&D boleh jadi disebabkan karena program-program itu tidak tepat sasaran. Benarkah industri kita saat ini sudah merasakan kebutuhan akan R&D dalam pengertian yang dimaksud dalam skema-skema tersebut? Sebab sebagaimana tergambar pada STI kebutuhan akan R&D itu berada pada tahap akhir transformasi. Boleh jadi yang dibutuhkan mereka saat ini baru gugus kendali mutu pada tingkat shop-floor atau unit disain bukan formal R&D. Kedua, juga harus ada pressure on performance, dimana selain kemudahan (reward) juga harus ada sangsi (punishment) sehingga industri benar-benar concern dengan proses transformasi.
    Striding Cloud 0 0
    Anda, tanpa memahami kebijakan yang dilakukan setelah statistik terpapar, langsung menyimpulkan bahwa BPS berbohong.

    Sedangkan Saya merekonstruksi ulang kejadiannya, berdasarkan data terpapar, dan kebijakan yang mengikutinya.

    Hayooo, siapa yang dangkal? : D
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: bila ekonomi itu hanya bisa dipandang dari supply side, dan demand side.maka yang dilakukan semisal turut sertanya IMF adalah demand side management (manajemen dari sisi permintaan), sehingga kebijakan yang diperlukan bersifat drastis dan tidak mengenai masalah. Akibatnya tensi politik semakin tinggi. nah....politik kan berpengaruh juga bung,maka gak nyambungnya dari mana???& perlu diingat bila hanya diperhatikan dari sisi penyelesaian aspek demand side saja,maka management tersebut tergolong model stabilisasi ortodoks. Sementara model stabilisasi alternatif yang banyak dipakai oleh negara seperti Israel atau Argentina adalah model heterodoks. Model ini tidak menggunakan flexible exchange rate melainkan dengan fixed rate. Sebab dengan kurs tetap, maka akan tercipta kestabilan produksi dan suku bunga tidak terlalu tinggi.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: apa anda belum faham bila sejak dulu yang namanya program stabilisasi bukan percobaan tabung kaca? Semuanya sarat pengaruh antara move politik dengan situasi ekonomi, yang jauh lebih kompleks daripada yang ditulis di atas kertas atau yang anda perbincangkan dengan bahasa yang terkesan akademis di P ini,karena Prediksi nggak pernah tepat. Dalam kerangka kerja makro tidak semudah cuap cuap di forum P ini,, karena sifat makro ekonomi memang tidak memiliki kepastian.
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: makanya anda belajar dulu dari tk nol kecil,baru tuh layak jadi pemerhati atau bahkan ahli dalam menangani hal hal yang mana saya yang dangkal ini memang tidak mengetahuinya....oke ???
    Silhouette Man 0 0
    wakakakak paling demen gw liat debat tamim dan striding : D
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Silhouette Man: iya saya juga demen pak ngajarin striding biar cepat pinter,ntar kan bisa saya pakai dia jadi menteri ekonomi ketika saya sdh bs menggulingkan sby-boediono
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Silhouette Man: yah konsekwensinya,tidak dapat gaji 3 bulan dimuka,karena telah berani menyakiti hati kepala negara dulu walau sebatas di ranah P saja,eh tapi juga sy gak akan kasi dia mobil mewah,paling ya saya kasi hijet 55 wide buat transportasi dia nanti.
    Silhouette Man 0 0
    Muhammad Tamim Pardede: weheheh...mantap coy negeri ini memang perlu para putra bangsa yg berapi-api : D
    Striding Cloud 0 0
    Muhammad Tamim Pardede:
    Saya praktisi bung, bukan pengamat asal njeplak.

    12 tahun lalu saya buruh bangunan. Sekarang saya pedagang mata uang dan saham.

    Liquiditas bulanan yang saya dapat 12 tahun lalu dan sekarang, bedanya hampir 100 kali lipat. Yang menjadi pembeda hanyalah: memahami bagaimana pasar bergerak, mengetahui bagaimana dunia bekerja.

    Clean, tanpa manipulasi, tanpa korupsi, tanpa suap. Modalnya cuma kemauan belajar dan berpikir, dan kredit awal 10 juta rupiah.

    *ya ini fallacy : D
    Striding Cloud 0 0
    ... tentunya jauh berbeda dari Anda, yang ngemis 30 juta ke saya untuk pergi ke irak...
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Silhouette Man: hehehehe berapi api.....jadi inget dulu saya paling suka bawa molotov kalau demo,dan tidak mau berhenti sebelum semuanya terburai dengan indah bersama jilatan cahaya api......hmmm masa lalu saya ketika masih tk bung
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: Clean, tanpa manipulasi, tanpa korupsi, tanpa suap. Modalnya cuma kemauan belajar dan berpikir, dan kredit awal 10 juta rupiah.....????? bung saya dulu kenal yang namanya si budiman garna & rekan2nya yg katanya bersih.....tapi kenyataanya...anda bisa lihat sendiri beritanya...saya ganyang mereka dari sisi korupsi pengadan rumah dinas AD.yah semoga anda benar jujur.walau anda masih diliputi misteri tentang diri anda sendiri siapa sebenarnya hod...kalau saya vulgar bisa dikenal lewat media2 massa sepak terjang seorang tamim menghadapai lkoruptor yang memurtadkan orang lain.seorang tamim yang memberantas maksiat,seorang tamim yang peduli terhadap anak anak jalanan,seorang tamim yang sombong terhadap org sombong seperti anda.saya sebenarnya hanya menguji anda saja dengan uang 30juta itu.orang sekali merumuskan raperda atau ruu saya sdh bisa dapat 150 jutaan,hanya dalam seminggu.hehehehe
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Striding Cloud: makanya bicara masalah pidana atau perdata...hmmmm saya bukan pengacara,sekali lagi bkn pengacara,tapi saya pembuat kebijakan hukum.yang mana para pengacara itu hidup dari tekhnik terapan hukum yang saya olah.
    the fly 0 0
    Striding Cloud:

    "12 tahun lalu saya buruh bangunan. Sekarang saya pedagang mata uang dan saham.

    Liquiditas bulanan yang saya dapat 12 tahun lalu dan sekarang, bedanya hampir 100 kali lipat. Yang menjadi pembeda hanyalah: memahami bagaimana pasar bergerak, mengetahui bagaimana dunia bekerja."
    ------------------------------------ -----------------

    Omong kosong anda tidak bisa dibuktikan hehehe....kenapa anda tidak nulis saja kalau 12 tahun yang lalu anda anak jalanan dan sekarang anda pemilik perusahaan terbesar di asia hahaha...

    dan anda bilang saja kalau anda adalah aburizal bakrie hahaha.... pasti orang-orang di P yang suka dengan anda akan lebih terperanjat dan mendukung serta membenarkan apapun yang anda katakan...

    aneh saja orang yang tidak mau terbuka identitasnya kok tiba-tiba mengaku kalau dulu anda itu begitu begini dan sekarang begitu begini hehehe.... pasti kalau orang yang otaknya sudah dicuci oleh anda percaya dan mendukung saja hehehe.... tolol
    Alhuda 0 0
    eh... salah masuk lapak....

    *****kabur!!!!!!!!_____
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Alhuda: ass. saudaraku apa kabar ini ??? antum tdk salah masuk lapak kok.justru malah tepat,ane lagi ngomelin striding biar dia rajin belajar
    Alhuda 0 0
    Muhammad Tamim Pardede:

    Wa'alaikum salam....
    Kabar sehat... Iya nih... lama nggak maen kompie, sekali buka suasananya huangat banget..
    jadi kikuk, mending ana kabur aja...
    maaf ya Abu... ana sampe lupa. berhubung ana lagi ada kerjaan yg nyita waktu, jd gak ngikuti terus polka...
    salam... : )
    Muhammad Tamim Pardede 0 0
    Alhuda: tak mengapa ya akhi fiLLAAH
    Striding Cloud 0 0
    the fly: yah, kalau tak percaya, ya gpp. cuek saya mah. : D

    Silahkan login untuk memberikan pendapat