Negara Ikut Korupsi? 56
Jumat, 5 Feb '10 17:36
Baca berita di sini, jadi cemas, bingung dan bertanya-tanya. Apakah benar negeri ini memang negeri koruptor? Pejabatnya korupsi, uang korupsinya ternyata sudah dipotong pajak penghasilan (PPh 21 sebesar 15%) oleh negara. Jadi negara ikut korupsi?
Inilah kisah di balik kasus korupsi Dana Purna Tugas (DPT) anggota DPRD kota Yogyakarta periode 1999-2004. Ketika habis masa tugasnya, 40 orang mendapatkan DPT. Jumlah totalnya mencapai Rp 3 milyar.
Belakangan , 17 orang anggota dewan (16 orang anggota panitia anggara, seorang lagi Ketua Dewan) , diseret ke pengadilan dengan tuduhan korupsi DPT. Pada tahun 2007, para penerima DPT itu sudah divonis, terbukti korupsi, dengan hukuman bervariasi antar 1 – 4tahun.
Contohnya, Cinde Laras Yulianto, yang ketika itu menjabat ketua panitia anggaran, tahun 2007 sudah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sedang sedang Nanda Irawan divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta.
Cinde dan Nandan kini buka kartu. Keduanya melaporkan Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Pajak) ke Polisi, karena telah memotong Paajak Penghasilan atas uang yang dinyatakan pengadilan sebagai uang korupsi sebesar 15%. Keduanya mengaku menerima uang penghargaan itu karena ada embel-embel ditarik pajak.
”Jika tindakan kami menerima dana purnatugas itu dikategorikan sebagai perbuatan korupsi, penarikan pajak itu pun harus dimasukkan ke dalam tindakan korupsi dan harus diusut. Sebaliknya, jika Pajak Penghasilan (PPh 21) itu dianggap legal, tindakan menerima DPT harus dipandang legal,” demikian alasan Cinde dan Nanda. Ketika itu masing-masing orang menerima Rp 63,75 juta, setelah dipotong pajak Rp 11,25 juta.
Nah runyam kan. Padahal kasus korupsi DPT itu tak Cuma terjadi di Yogya saja, tapi terjadi juga di berbagai daerah. Kalo ternyata uang yang dikorupsi itu sudah dipotong pajak, lalu bagaimana dengan APBN yang dibiayai antara lain dengan pajak?
Inikah yang namanya korupsi sitemik?
Foto dari sini
Tag: DPT, APBN, uang korusi dipotong pajak, PPh 21, pajak penghasilan, DPRD Yogyakarta
Terkait:
-
PEMILU 2009 DAN KEDAULATAN RAKYAT*
Kamis, 4 Feb '10 22:11 -
Sang Penunggak Pajak kok Belum Ditindak?
Jumat, 29 Jan '10 12:56 -
Awasi dan Kawal Pembahasan RAPBN 2011
Kamis, 28 Jan '10 13:00
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
iloenx: Menarik
-
Red-White Eagle: Penting
-
Harlan Eryandi: Penting
-
NOS: Menarik
-
Yudiantoro: Menarik
-
botaksakti: Penting
-
ndableg: Menarik
-
nisbi: Penting
-
Apprayo: Menarik
-
orangdalam: Penting
-
doeh: Menarik
-
conscientizacao: Penting
-
hamatamu: Menarik
-
curiosity: Menarik
-
Alhuda: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Berarti APBN juga dari hasil rampokan.
Lha masak Dirjen pajak harus mengecek 1-1 obyek pajaknya, apakah diperoleh dari hasil yg legal atau enggak?
Two wrongs do not make a right.
Maaf, peace please. he.he.he.
eh ngomong2 perorg 130jt, kalau satu keluarga ada lima org jadi 650jt wah lumayan tuh, pantas aja org2 dulu punya anak byk.
Ada 2 kelemahan dari kesimpulan Anda,
Pertama, data yang saya tahu (2006-wikipedia), nilai hasil tambang kita, migas dan non migas, totalnya adalah 300 trilyun, jadi kalau mau dibagi2, besarnya adalah 1.3 juta. Dan percaya atau tidak, sebenarnya kita sudah menikmati "bagi2" itu dari sejak zaman soeharto.
Kedua, kalau paradigmanya bagi2 kekayaan, dan tidak ada untuk investasi, sedangkan per 20 tahun penduduknya meningkat 2 kali lipat...
...Maka sama saja dengan memiskinkan anak cucu. Pemiskinannya tidak tanggung2, langsung separuh dari level masa kini.
Kesimpulannya,
Permasalahannya selalu sama: Bukan seberapa kaya kita, tapi seberapa sanggup kita menggali kekayaan kita. Dan jika itupun sudah berhasil, seberapa mampu kita menanggulangi efek negatifnya, seberapa sustainable kesanggupan gali kita itu.
Kasian...
Orang lugu kaya loe, ya cuma bisa ad hominem.
Datanya bisa dilihat di http://infoindone…erus-miskin/
Berikut metodenya:
1. Pertama-tama datanya menyatakan bahwa 6 perusahaan itu memiliki revenue, 17.000 trilyun. Data ini bisa dengan mudah dicek di mana saja. Derajat kebenarannya verifiable. Itu merupakan revenue -total- dari ke 6 perusahaan asing di seluruh dunia.
2. Lalu, ia menginsinuasikan ke 17000 trilyun tersebut, sepenuhnya dihasilkan di Indonesia, sehingga ia membantah data BPS, dengan mengatakan tak mungkin 350 trilyun total industri menghasilkan 17000.
3. Kemudian dia mengatakan bahwa "BISA JADI" besarnya 30000 trilyun.
Nah, data yang "BISA JADI" itu lah yang Anda pakai.
Sedangkan data BPS yang pernah saya baca di tahun 2006, bilang bahwa setiap tahunnya 300 trilyun kekayaan alam digali dari Indonesia, sebagian keluar sebagai profit asing, sebagian lagi dinikmati rakyat indonesia dalam bentuk devisa, pajak, produk murah dan re-investment.
Belajarlah membaca dengan teliti ya nak.
Ngomong2 kalau saya masih anak2, berarti yg umurnya 30th masih dianggap balita yah..hehe
Berarti kesimpulan di sana salah. Mana bisa kita membagi-bagi revenue perusahaan yang bukan diproduksi di negara kita. Berarti kesimpulan Anda soal 130 juta per tahun juga jadi tidak masuk akal.
Venezuela? Baca berita tidak? venezuela krisis energi sekarang. Pemakaian energi sampai dijatah.
Sekarang saya tanya, kenapa harus nasionalisasi? Kenapa tidak buat perusahaan pesaing yang sebesar perusahaan asing? Lalu lakukan semua hal yang mereka lakukan?
[_Ngomong2 kalau saya masih anak2, berarti yg umurnya 30th masih dianggap balita yah..hehe _]
Well, usia mungkin boleh tinggi, tapi kemampuan baca Anda jelas-jelas tidak.
Seperti kata pepatah:
Getting old is a must, getting wise is a choice.
Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan, data kemiskinan yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sangat aneh dan justru menjadi bahan tertawaan orang.
"Orang jadimenertawakan kita karena di tengah gencarnya pemberitaan mengenai PHK, BPS justeru mengumumkan hasil survei yang memperlihatkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan di tanah air," katanya di Jakarta, Sabtu berkaitan dengan hasil survei BPS tentang kemiskinan di Indonesia.
Data BPS menunjukkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan sekitar 2,4 persen atau menjadi 31,5 juta jiwa dari total penduduk Indonesia.
Menurut dia, hasil survei yang diumumkan BPS itu lebih bersifat politis dan diduga dilakukan dengan memanipulasi metodologi survei karena hasilnya jauh dari kondisi yang terjadi di lapangan saat ini, dimana ada begitu banyak rakyat Indonesia yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang 1,57 juta, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,86 juta orang. Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).
ekonomi itu bisa dipandang dari supply side, dan demand side.
Kalau dari sudut pandang demand, PHK menurunkan demand, kemudian meningkatkan kemiskinan.
Kalau dari sudut pandang supply, over supply produk murah, menurunkan harga, dan mengurangi kemiskinan.
Jadi data BPS itu bukannya invalid 100%, hanya saja tidak bisa dibaca secara sederhana.
Tafsirannya demikian: sektor manufaktur menurun, sedangkan sektor perdagangan meningkat.
Solusinya adalah, mempertinggi competitiveness dari sektor manufaktur, misalnya dengan mempermudah kredit ekspor, menjamin ketersediaan energi, serta menurunkan pajak. Kecuali strategi nomer 3, kedua yang pertama telah secara terus menerus dilakukan.
Karena ekonomi sebuah negara seringkali hubungan konsekwensinya tidak sesederhana A -> B, kesimpulan atas data juga tidak langsung clear.
Tapi berhubung Anda berpikiran pendek dan dangkal, saya maklum Anda tidak memahami itu.
1. tindakan di dalam domain publik (action in the public domain), yang diangkat dari filosofi politik, berupa suatu tindakan baik pengubahan kondisi perilaku rutin dan inisiasi dari sesuatu matarantai konsekwensi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,apalagi sampai merugikan atau memiskinkan rakyat
2. proses pengarahan masyarakat (societal guidance), yang merupakan keterlibatan peran pemerintah baik dalam bentuk alokasi dan inovasi dalam dinamika perekonomian
3. proses transformasi sosial (social transformation), yang merupakan suatu proses politik atau gerakan sosial-politik masyarakat karena kekosongan peran pemerintah dan pasar .jadi rakyatpun perlu dilibatkankan dalam dinamika ekonomi secara terbuka
bila hal diatas terlebih dahulu dimatangkan,maka kedua side tersebut tidak terlalu berpengaruh buruk,apalagi samapai memiskinkan rakyat
Di masa Soeharto, antara supply side dan demand side sulit bertemu dikarenakan berbagai faktor, terutama politis.berupa suatu tindakan baik pengubahan kondisi perilaku rutin dan inisiasi dari sesuatu matarantai konsekwensi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,apalagi sampai merugikan atau memiskinkan rakyat. Di era reformasi ini kita harus mampu mempertemukan keduanya untuk membuat sinergi bagi kepentingan bersama
Sedangkan Saya merekonstruksi ulang kejadiannya, berdasarkan data terpapar, dan kebijakan yang mengikutinya.
Hayooo, siapa yang dangkal?
Saya praktisi bung, bukan pengamat asal njeplak.
12 tahun lalu saya buruh bangunan. Sekarang saya pedagang mata uang dan saham.
Liquiditas bulanan yang saya dapat 12 tahun lalu dan sekarang, bedanya hampir 100 kali lipat. Yang menjadi pembeda hanyalah: memahami bagaimana pasar bergerak, mengetahui bagaimana dunia bekerja.
Clean, tanpa manipulasi, tanpa korupsi, tanpa suap. Modalnya cuma kemauan belajar dan berpikir, dan kredit awal 10 juta rupiah.
*ya ini fallacy
"12 tahun lalu saya buruh bangunan. Sekarang saya pedagang mata uang dan saham.
Liquiditas bulanan yang saya dapat 12 tahun lalu dan sekarang, bedanya hampir 100 kali lipat. Yang menjadi pembeda hanyalah: memahami bagaimana pasar bergerak, mengetahui bagaimana dunia bekerja."
------------------------------------ -----------------
Omong kosong anda tidak bisa dibuktikan hehehe....kenapa anda tidak nulis saja kalau 12 tahun yang lalu anda anak jalanan dan sekarang anda pemilik perusahaan terbesar di asia hahaha...
dan anda bilang saja kalau anda adalah aburizal bakrie hahaha.... pasti orang-orang di P yang suka dengan anda akan lebih terperanjat dan mendukung serta membenarkan apapun yang anda katakan...
aneh saja orang yang tidak mau terbuka identitasnya kok tiba-tiba mengaku kalau dulu anda itu begitu begini dan sekarang begitu begini hehehe.... pasti kalau orang yang otaknya sudah dicuci oleh anda percaya dan mendukung saja hehehe.... tolol
*****kabur!!!!!!!!_____
Wa'alaikum salam....
Kabar sehat... Iya nih... lama nggak maen kompie, sekali buka suasananya huangat banget..
jadi kikuk, mending ana kabur aja...
maaf ya Abu... ana sampe lupa. berhubung ana lagi ada kerjaan yg nyita waktu, jd gak ngikuti terus polka...
salam...
Silahkan login untuk memberikan pendapat