Dari Malaysia menuju Nusantara,dari indonesia menuju kehancuran dan perbudakan 7
Minggu, 7 Feb '10 11:54
Pemerintah Malaysia mengirim dan menyebarkan mahasiswanya-nya hampir ke seluruh dunia. mereka belajar di perguruan-perguruan tinggi negeri yang terkenal seperti UI, UGM, ITB, IPB dan sebagainya.Selain itu sangat banyak dosen-dosen dari Indonesia diminta untuk mengajar di Malaysia ...!Padahal jika dibandingkan dengan Indonesia pada waktu itu Malaysia tertinggal beberapa tahun
Hal itu menjadi bukti bahwasanya pemerintah Malaysia sangat gigih dalam melakukan pembinaan kualitas rakyatnya demi membangun negerinya menuju pembangunan Bangsa yang besar nanti... dan saat ini mereka berhasil...! Mereka saat ini mempunyai perguruan tinggi kelas Internasional
Kembali kepada so'al Malaysia.Setelah Malaysia memiliki rakyat yang bermoral dan beradab serta memiliki rasa cinta kepada bangsanya, kini bangsa siluman Indonesia yang justru berusaha menghapus dan melupakan sejarah leluhurnya sendiri.Ketika Malaysia berusaha melestarikan budaya Bangsanya Bangsa Nusantara,malah bangsa siluman Indonesia yang sok kebarat baratan menjadi marah.Ada apa dengan semua ini ?????
Padahal di zaman dulu Malaysia itu hanya sebuah kerajaan kecil di bawah Kerajaan Bangsa Nusantara . Dewa Niskala Wastukancana pernah menjadi raja di Malaka dengan gelar Hyangtuah, Setelah Kemaharajaan Nusantara runtuh di abad 17 maka Malaysia dan Barunai (Borneo) memisahkan diri... dan mereka bergabung dalam persekutuan tentara Islam hingga Aceh-pun jatuh dan berobah menjadi Kesultanan Aceh (Serambi Mekah).
Isu budaya melayu diangkat kepermukaan dengan banyak orang-orang bodoh , sehingga memposisikan Malaysia atau melayu menjadi bagian di luar Nusantara...dasar orang dungu ya tetap dungu,tidak mencintai budayanya sendiri atau saudara sebangsanya sendiri,malah sekarang menjadi lebih bule dari si bush-uk.Jangan iri bila nanti Malaysia akan bangkit menjadi pusat Nusantara dan Indonesia akan menjadi kaum terbuang dan terhinakan oleh Malaysia. Mengapa selama inisMalaysia seakan-akan membenci orang indonesia??? karena orang Indonesia telah berkhianat terhadap nilai Kebangsaan Nusantara.sekarang malah menjadi bangsa baru yang tidak punya jatidiri budaya,kejiwaan , dll. Mari kita dukung Malaysia...Hidup Malaysia cikal bakal kebangkitan Nusantara.
Terbukti secara nyata bahwa para pemimpin di Malaysia, umumnya punya ikatan emosional dengan indonesia saat ini Misalnya saja, PM Malaysia, menurut garis darah, Beliau adalah turunan dari anak bungsu Sultan Hasanuddin yg hengkang ke Malaysia karena beberapa sebab di masa lalu. Maka tidak lah mengherankan, jika secara psikologis, mereka merasa bahwa beberapa bagian wilayah Indonesia berkaitan dgn sejarah masa lalu mereka.
Misalnya saja Pulau Sepadan dan Ligitan. Dahulu kala, pulau2 itu adalah bagian dari Kerajaan Goa. Maka tdk lah mengherankan jika Raja raja wilayah di Malaysia ingin mencaploknya. Kenapa bisa begitu? Alasannya karena mereka masih merasa diri sbg orang Goa . Goa dicaplok untuk mensejahterakan rakyat Goa yang juga ada di malaysia sekarang,bukan seperti penguasa NKRI ini yang menjual timtim,irian,dll tempat kepada orang asing.Kalau kita telusuri lbh dalam lagi, kepergian mereka ke Malaysia tdk lepas dari suasana politik Goa sejak Belanda masuk. Banyak keluarga kerajaan Goa hengkang karena: karena tidak ingin dijajah oleh belanda laknat yang sampai sekarang menjadi tuannya orang indonesia
Berlandas kepada keberadaan konsep trisulanagara di jaman Dirganta-Ra, Swarganta-Ra, Dwipanta-Ra hingga Nusanta-Ra maka Kemaharajaan diNusantara dijalankan berdasarkan kesetiaan terhadap sistem Karesian/Kedatuan, Keratuan/Keraton, Rama, & Sang-hyang yang semuanya bersumber kepada kekuasaan ke ILAAHIan..
1). Rasi atau Datuk / Datu pada Kadatuan / Kedaton, sebagai panata negara diwilayah paling luar (ring 3 atau external goverment).
2). Ratu (Raja) Karatuan / Keraton, sebagai panata nagara bagian dalam (ring 2 atau internal goverment).
3). Rama = Raja sebagai pemangku kebijakan tertinggi (ring 1).
4). Hyang = berlandas kepada nilai Agung dan Adi-Luhung dalam Hukum ALLAAH (wilayah inti yang paling sakral / suci).
Konsep kenegaraan ini disebut sebagai "situmang" . Mengkaji tentang perselisihan republik indonesia dengan Malaysia yang konon melakukan "pencurian kekayaan" negara tentunya perlu dikaji kembali secara bijak melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. Artinya perlu dipertanyakan kembali : apa yang menjadi latar belakang perbuatan tersebut ??? Dalam proses membangun jati diri bangsa demi kepentingan generasi dimasa mendatang, Malaysia harus menggali seluruh potensinya dari berbagai mata-rantai pembentukan "negara dan bangsa" dalam hal ini tentu saja data alur sejarah merupakan bagian yang paling penting.
Malaysia, melalui kesadaran atas pentingnya jatidiri yang bukan sekedar cap belaka tapi juga sebagai dasar pembentukan kecerdasan dan peradaban maka Malaysia harus menelusuri kesejarahan diri mereka.
Demikian selanjutnya ibu Pertiwi tidak dapat lagi mempertahankan dirinya akibat penyusupan pengkhianatan dan penghapusan ideologi Bangsa hingga puncak kejadiannya adalah terbentuknya sumpah pemuda sebagai dasar kebangsaan siluman indonesia yang pada masa selanjutnyapun tak lagi berpendar,karena bangsanya telah dijajah oleh penguasanya sendiri yang belum menerima pampasan perang dari belanda,malah disuruh bayar hutang ke belanda.
Misi pengkhianat berjubah Islam beserta pasukannya dilanjutkan oleh walisanga, seperti :
1. Laksamana Laut Bong Swee Ho (Sunan Bonang)
2. Laksamana Laut Ja Tik Su (Sunan Drajat)
3. Laksamana Laut Sam Po Bo (Sunan Ampel)
4. Laksamana Laut Gan Shi Ciang
4. Laksamana Laut Ma Ceng Ho
5. Jin Bun (Rd. Fatah)
......dll..... hingga misi merebut Nusantara itu dilanjutkan oleh Sunan gunung jati (Laksamana Laut Kin San, sering disebut sebagai Prabhu Kiansantang,sosok yang menghancurkan Sunda Nusantara bumi Parahyangan).
Malaysia dan Brunai memilih untuk memisahkan diri dari NKRI yang senyata-nyatanya telah berkhianat kepada Kerajaan Nusantara yang Sah...!!!
Saat ini, bangsa indonesia sedang berusaha mati-matian untuk menghapus jatidirinya, sebaliknya Malaysia dengan bijaksana menggeliat bangkit untuk menemukan jatidiri Nusantara (*bukan Indonesia...!) yang dulu telah dikubur dan dimusnahkan oleh musuh-mushnya hingga sekarang dilanjutkan oleh perpanjangan tangan penguasanya.
Pada pembukaan UUD 1945 dikatakan sebagai berikut :
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur
Jelas sekali pernyataan diatas menandakan bahwa Indonesia ini belum benar-benar merdeka (baca : menang,karena kemerdekaan hanyalah Hak ALLAAH),karena kemenangan tersebut baru sebatas pergerakannya saja, ditambah pula pergerakan tersebut barulah sampai pada gerbangnya saja,belum memasuki kepada bangunan kemenangan yang sejati,belum dapat dikatakan menang selama rakyatnya belum bersatu dalam satu Kekuasaan yang berdasarkan pada Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat,belum juga adil dan makmur,apalagi berdaulat.
Maka daripada itulah Bung Karno berpesan bahwasanya Beliau menitipkan Bangsa & Negara ini kepada kita (pejuang penerus Revolusi) agar meneruskan langkah membebaskan belenggu penjajahan.Lalu dimana letak simpul kebohongan semua ini???dimana letak simpul kekacauan negeri ini selama ini ??? dimana letak intrik licik selama ini ??? ini yang harus kita cari,lalu darinyalah kita awali mengadakan pembenahan.Disini saya akan rincikan secara singkat beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi para pembaca.
- Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949.Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi, lewat perundingan Linggarjati, perjanjian Renville, perjanjian Roem-van Roijen, dan Konferensi Meja Bundar.Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua Barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua Barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua Barat bukan bagian dari serahterima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun. Kesimpulan : Maka dapatlah di katakan bahwa kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 agustus 1945 adalah termentahkan kembali dengan adanya keinginan belanda menguasai Papua.
- Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala negara. Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat Kesimpulan : Dengan ini telah nyatalah bahwasanya terbentuknya persekutuan belanda-indonesia (negeri RIS) dengan monarch belanda sebagai penguasa,ditambah lagi pembebanan hutang kepada Indonesia merupakan bukti kemerdekaan itu adalah nol besar.
3. Tanggal 27 Desember 1949, pemerintahan sementara negara dilantik. Soekarno menjadi Presidennya, dengan Hatta sebagai Perdana Menteri membentuk Kabinet Republik Indonesia Serikat. Indonesia Serikat telah dibentuk seperti republik federasi berdaulat yang terdiri dari 16 negara yang memiliki persamaan persekutuan dengan Kerajaan Belanda.Karena RIS dipandang sebagai kelanjutan dari India-Belanda(Nederlands-Indië), maka RIS harus menanggung utang Pemerintah India-Belanda kepada Pemerintah Belanda sebesar 6 ½ milyar Gulden. Kesimpulan : Pemerintahan Sukarno - Hatta adalah pemerintahan boneka bentukan belanda beban hutang tersebut merupakan bukti telah terjadi pemberian kuasa dari sang penjajah belanda kepada penjajah baru yaitu Pemerintah RIS
4. Dalam perundingan KMB diputuskan, bahwa Pemerintah RIS harus membayar utang Pemerintah India Belanda kepada Pemerintah Belanda sebesar 4 ½ milyar Gulden. Di dalam jumlah ini, termasuk biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda untuk melancarkan agresi militer I tahun 1947 dan II tahun 1948.Pemerintah Indonesia membayar cicilan hingga mencapai 4 milyar gulden sampai tahun 1956, dan pembayaran dihentikan oleh Kabinet Burhanuddin Harahap tahun 1956. Jadi Indonesia membayar biaya untuk agresi militer yang dilancarkan oleh Belanda kepada Indonesia.Selain itu, Pemerintah Orde Baru tahun 1969 menyetujui kompensasi bagi perusahaan-perusahaan Belanda yang dinasionalisasi di masa Presiden Sukarno.Kompensasi sebesar 350 juta US $ dicicil dan baru lunas tahun 2003.Hal ini berbeda dengan informasi oleh Baswir bahwa Indonesia tidak membayarkan hutang tsb selama periode 1945-1965. Berdasarkan informasi dari KUKB, justru sampai tahun 1956, Pemerintah Indonesia telah membayarkan hingga jumlah 4 milyar gulden. Sedangkan pada masa orde baru, pemerintah membayarkan kompensasi atas nasionalisasi perusahaan Belanda (bukan yg 4.5 milyar gulden), yang totalnya 350juta US$ dan lunas pada tahun 2003. Kesimpulan : Bahwasanya penguasa saat ini ternyata hanyalah kelanjutan daripada pemerintahan RIS model baru yang disamarkan menjadi sistem otonomi daerah,serta pembayaran hutang kepada belanda masih dilunasi,yang berarti penguasa saat ini masih mengakui eksistensi penjajah belanda sebagai penguasa monarch negeri ini.
5. Masih diberlakukannya hukum belanda dinegeri ini,membuktikan secara implisit atau eksplisit,bahwa kekuasaan hegemoni belanda masih mencengkram negeri ini. Monarch belanda belumlah tersingkir.
6. Berdasarkan semangat Hukum Kebangsaan tertulis yang terwujud dalam dokumen Sumpah Pemuda yang diwakili oleh beberapa Pemuda (Jong) dari berbagai suku bangsa.Maka secara filosofinya sumpah pemuda tersebut menjadilah dia ruhnya Kebangsaan Indonesia.Yang dengan itu terbentuklah pula Lembaga Bangsa Indonesia yang kemudian dia membutuhkan untuk memasuki tubuh agar dia mampu menjadi sosok yang utuh,maka untuk itu dibentuklah Lembaga Negara Republik Indonesia yang ruhnya adalah Lembaga Bangsa Indonesia itu sendiri.Maka sudah sepantasnyalah Lembaga Bangsa menjadi tuan dari Lembaga Negara,dalam artian Lembaga Negara menjadi karyawan yang dipercaya dengan digaji oleh Bangsa (rakyat Indonesia) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan penyelenggaraan kenegaraan.Jelaslah sudah siapa tuan siapa kuli.Siapa pemilik perusahaan siapa karyawan.Presiden sampai kebawah adalah karyawannya Bangsa,kulinya Bangsa yang digaji Bangsa,namun saat ini Presiden telah berkhianat melakukan kooptasi terhadap bangsa,dengan memposisikan dirinya sebagai Kepala Pemerintahan.Padahal Bangsa (Rakyatlah) yang berhak menjadi pemerintah Presiden, karena Presiden digaji oleh Rakyat. Selanjutnya Rakyat (bangsa) sebagai Pemimpin yang berdaulat berhak membentuk suatu perwakilan bagi rakyat yang dipimpin oleh Bapak Bangsa,dalam hal ini adalah MPR yang dipimpin oleh ketua MPR.Berdasarkan sila kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,maka bangsa haruslah dipimpin oleh Bapak Bangsa.Presiden sebagai karyawan haruslah bertanggung jawab terhadap Bapak Bangsa tersebut.MPR tidak boleh diduduki oleh satupun aktivis yang mengatasnamakan partai politik tertentu,karena partai politik bukanlah bangsa,dan bukan pula yang mengawali terbentuknya Kebangsaan Indonesia.Karena yang membentuk bangsa ini adalah para pemuda dari segenap suku Bangsa,maka kekuasaan Pemerintahan yang dipegang oleh MPR harus murni terdiri dari kelompok suku Bangsa Indonesia,bukan dari partai politik.Partai politik dalam hal ini hanyalah sekedar kelompok yang boleh mengajukan permohonan kepada bangsa untuk mengendalikan sistem administrasi kenegaraan,tidak selebihnya. Disinilah terlihat dengan jelas betapa bangsa Indonesia hanya terposisikan sebagai korban oleh beberapa penjajah,sampai dengan detik ini.Bangsa Indonesia dijajah oleh penguasanya sendiri yang menagkui monarchnya penguasa belanda.
Inilah sedikit penyingkapan misteri negeri yang katanya merdeka ini,yang ternyata semuanya itu hanyalah kebohongan besar.Keberadaan penguasa demi penguasa sampai saat ini hanyalah perpanjangan tangan monarch belanda terhadap negeri ini, menyangkut dosa-dosa Belanda saat di Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan pd 17-8-1945 hingga saat ini Belanda tdk mengakui kemerdekaan RI, karena konsekuensinya sama saja dgn mengakui pelanggaran kedaulatan suatu negara plus pelanggaran kemanusiaan berat. Antara lain Agresi Militer I ('46) dan II ('47) dilakukan setelah proklamasi 17-8-'45. Tidak seperti penjajah Jepang, yg meminta maaf dan dilanjutkan dgn pemberian bantuan/kompensasi/pampasan perang. Sampai sat ini juga penguasa NKRI ini tak mau mengembalikan kedaulatan kepada rakyat,justru mereka berubah menjadi tuannya rakyat padahal mereka itu digaji oleh rakyat.Mereka menamakan dirinya pemerintah padahal tidak ada hak mereka untuk memerintah dinegeri yang dikuasai rakyat ini.
Semenjak berdirinya bangsa indonesia pada 28-okteober 1928 sampai dengan saat ini,bangsa ini tak juga menyadarai bahwa mereka adalah para pengkhianat sejati. Betapa tidak hanya modal nekat,dan dengan segenap kebodohannya mereka melepaskan jatidiri kebangsaannya dari Bangsa Nusantara menjadi bangsa indonesia.Hingga saat inipun “bangsa” (tanda kutip) belum memiliki karakter kebangsaan secara psikologis, sosial budaya, ekonomi, dll belum ada,belum terbentuk belum tersketsa apalagi terkristal. Kalau karakternya orang Bali, Jawa, Madura, Sunda, Minang, Batak, Bugis, Ambon, Irian, dll suku bangsa yang ada di wilayah Nusantara (bukan Indonesia), sudah ada…dan jelas. Lah lalu mana karakter bangsa Indonesia ini ?????????
Dikarenakan karakter merupakan konsep psikologi dan kebudayaan…dikatakan karakter merupakan suatu kualitas pribadi yang bersifat unik yang menjadikan sikap atau peri laku yang satu berbeda dengan yang lain. Karakter, sikap, dan perilaku dalam praktek muncul secara bersama-sama,sebab karakter itu akan muncul ketika orang berinteraksi dengan orang lain.,bila dia bangsa maka karakter itu akan muncul menjadi identitas tersendiri terhadap bangsa lain .Secara kejiwaan konsepnya adalah konsep individual. Jika kemudian hal tersebut menjadi suatu karakter bangsa maka perlu adanya acuan. Artinya dari konsep individual menjadi sebuah konsep kemasyarakatan dan lebih luas lagi bangsa, maka haruslah ada instrumen sebagai alat evaluasi yaitu peradaban yang berkebudayaan. Secara ringkas kebudayaan berisi sistem nilai, norma dan kepercayaan. Budaya dikembangkan dan diamalkan oleh masyarsakat pengembangnya, sehingga anggota masyarakat dalam wilayah budaya tersebut memiliki kecenderungan yang sama dalam hal mengamalkan sistem nilai, norma dan kepercayaan mereka.Contohnya seperti kebudayaan atau peradaban baik secara jiwa dan fisiknya Bangsa Nusantara yang memang jelas ada
Sekali lagi bangsa Indonesia,bangsa sejuta khianat ini sampai saat ini tidak punya karakter yang dapat menjelaskan bahwa benar benar dia merupakan sebuah bangsa. Benderanya masih meniru monaco,bahasanya meniru melayu dan mencomot banyak dari istilah asing,penanggalannya mengikuti masehi,abjadnya mengikuti latin,shio kelahiran (kebinatangannya) mengikuti cina,system pemerintahannya mengikuti demokrasi.dsbnya.
Berbeda jauh dengan moyang mereka, bangsa Nusantara yang luhur,yang benar benar telah memiliki karakter kebangsaan yang sempurna.Pasca pengkhianatan kebangsaan Nusantara menjadi Indonesia saat ini terus berlanjut,hingga merasuki jiwa jiwa para pengkhianat yang hanya berdiam diri terhadap penjajahan,dan senantiasa berbahagia diatas pengkhianatan abadi.Selamat tinggal indonesia….aku jijik menjadi bagian dari bangsa kalian.Aku hendak kembali kepada bangsa Kakek Moyangku Nusantara.
Tag: media watch, OOT, daerah, nasional
Terkait:
-
[POLLING] Pilih Benar atau Pilih Selamat ?
Kamis, 17 Des '09 14:52 -
Uga Wangsit Siliwangi
Minggu, 7 Feb '10 00:34 -
Ruwatan Nusantara...
Senin, 18 Jan '10 04:07


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
akusuka: wah kebanyakan nonton INDOSIAR neh ... siluman ... siluman ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat