Angin Mencari Harga 4
Senin, 8 Feb '10 19:37
Angin melesat ke puncak gunung. “Seberapa berhargakah aku bagimu ?” tanyanya kepada gunung yang termangu. Dengan malas, gunung menjawab,” Sedingin embun yang kautiupkan padaku!”. Angin menggeleng-gelengkan kepalanya.
Angin meluncur turun. Ia sambangi pohon tinggi yang menjulang. Kembali angin bertanya tentang hal yang sama. Dengan gemetar, pohon menjawab,” Sebesar ketakutanku bahwa kau bisa menumbangkanku!” Angin kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.
Angin memutuskan terbang ke langit biru. Kepada langit, ia mengulang pertanyaannya. Langit menjawab dengan gontai,”Segelap awan yang kau tutupkan ke wajahku!” Angin masgul. Ia merasa, jawaban yang diperolehnya tak memuaskan hatinya. Dan ia meloncat tegak lurus ke bumi. Kebetulan, ia mendarat tepat di sebuah perkampungan yang telah rata dengan tanah. Kepada seorang perempuan yang berwajah kelu ia mengulang pertanyaannya. “Sebesar sedihku yang kau buat atas kampungku ini!” jawab perempuan itu tersedu.
Mendengar jawaban perempuan itu, angin gundah bukan kepalang. Dengan gontai, ia meneruskan langkah. Tiba-tiba, angin mendengar suara rintihan dari sebuah rumah. Segera ia bergegas mencari sumber suara itu. Seorang lelaki setengah baya terlihat sedang memegangi perutnya sambil meringis-ringis. Iseng, angin bertanya kepada lelaki itu. “Seberapa berhargakah aku bagimu ?” tanya angin lunglai. Sambil menahan sakit, si lelaki itu berteriak,”Selega “kentut” yang sangat kuharapkan !”
“Aha.....!” angin tersenyum.
Andai tiba-tiba angin datang menghampiri dan bertanya,”Seberapa berhargakah aku bagimu?” kira-kira....apa jawab Anda ???
Terkait:
-
Mr.Obama Batalin Acara Pulang kampung ke Jakarta
12 jam yang lalu -
Wahai Presidenku
Rabu, 17 Mar '10 08:08 -
Dokter pun Bisa Sakit, Bagaimana....?
Rabu, 10 Mar '10 08:59
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Harlan Eryandi: Lucu
-
alone.:
-
Wonggantenk: Lucu
-
Paul Oneil Simon: Bagus
-
Olas: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat