Dua Profesor Beda Pendapat Soal Kerbau & SBY 11

Senin, 8 Feb '10 08:33

Masyarakat sebenarnya tidak menaruh perhatian sama sekali pada peserta demo yang membawa kerbau pada peristiwa demo 28 Januari yang lalu. Tidak sampai 2 hari berikutnya demo tsb juga sudah dilupakan orang karena mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.

Demo kerbau menjadi pembicaraan media dan masyarakat karena SBY mempermasalahkan hal tsb di dalam peristiwa yang jauh lebih peting yaitu rapat kerja SBY dengan para gubernur se Indonesia dan para menteri di Istana Cipanas, Selasa, 2 Februari 2010.

Masalah demo kerbau yang sudah dilupakan orang sepertinya menjadi masalah yang luar biasa ketika SBY mempermasalahkannya sehingga agenda penting dalam rapat tsb menjadi kurang mendapat perhatian media dan masyarakat. Padahal dalam rapat tsb ada 6 agenda penting yang bersifat pro rakyat, yaitu:

1.Pertanahan, 2.Pangan, 3.Listrik, 4.infrastruktur jalan, 5.Pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, dan koperasi, dan 6.Reformasi birokrasi, penegakkan hukum, demokrasi, keamanan dsb.

Saking ramainya masalah kerbau tsb dibicarakan, ada satu peristiwa yang cukup unik dan menarik untuk dicermati yaitu masalah beda pendapat antara 2 orang profesor mengenai demo kerbau tsb (kompas.com:6/2/10). Ke dua profesor tsb adalah Prof.Amin Rais dan Prof.Tjipta Lesmana.

Prof.Amien Rais, Mantan Ketua MPR, mengatakan, aksi demo dengan membawa kerbau merupakan tindakan tidak bermoral (amoral).

"Orang demo bawa kerbau, dan menyatakan ini cocok dengan tokoh ini. Hal ini sudah tidak bermoral," kata Amien ketika menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan warga Muhammadiyah di Lapangan Imam Bonjol Padang, Sabtu.

Di luar dugaan Prof.Tjipta Lesmana mengemukakan pendapat yang sangat unik dan sangat berbeda dengan Prof.Amin Rais. Pengamat komunikasi politik ini memandang dari segi lain.

Dari sisi mitologi mengenai hewan kerbau yang berkembang di daratan China, Tjipta mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mestinya bangga jika dianalogikan sebagai kerbau.

Pak Tjipta mengatakan bahwa ia telah menelepon seorang biksu untuk menanyakan apa sebenarnya makna dari seekor kerbau itu. "Dan ternyata, SBY harusnya bangga kalau dikatakan kerbau karena, dalam mitologi China, Kerbau itu adalah hewan yang paling tangguh, pekerja keras. Tidak ada hewan yang pekerja keras lainnya seperti kerbau," kata Prof Tjipta dalam sebuah acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2010).

Demikian pula dalam kisah-kisah Jawa. Menurutnya, banyak cerita yang menggambarkan kerbau sebagai hewan yang memiliki kekuatan dan sulit untuk dikalahkan. "Makanya, tidak ada alasan untuk merespons itu sebagai hal yang negatif," demikian kata Tjipta Lesmana.

Secara pribadi saya ingin mengatakan bahwa masalah demo kerbau sebaiknya tidak usah ditanggapi secara serius oleh SBY, karena seperti telah saya katakan pada awal tulisan ini, bahwa demo kerbau itu tidak pernah diperhatikan serius oleh masyarakat, bahkan lebih dari itu masyarakat pun sudah melupakannya.

Enam agenda penting yang pro rakyat dalam rapat kerja di istana, pada hari Selasa, 2/1/10, dan program kerja cabinet untuk 5 tahun mendatang jauh lebih penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan daripada mempermasalahkan demo kerbau.

Salam sukses

Sukses terus dong


Tag: SBY, Amin Rais, demo kerbau, Tjipta Lesmana

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    cynical 0 0
    setara dengan kasus prita. sebenarnya kalau email prita di cuek bebekin, paling yan tahu segelintir orang dan dalamm waktu paling lama 6 bulan rasanya semua yang tahu pun akan melupakannya. namun karena di ajukan ke polisi, semua rakyat jadi tahu, dan jadilah sang kerbau si bodoh yang di kerjain oleh sang kancil. melupakan bahwa dia sebenarnya makhluk pekerja keras, setia dan setia.
    ferryf 0 0
    belakangan memang
    si bapak makin memperlihatkan ke-uzur-annya..

    seperti nenek2 yg suka keluh kesah kesana kemari..
    kimantebanget 0 0
    Setuju dg Pak Tjipta. SBY harus bangga dibilang kerbau, yg tidak jauh beda dg banteng. Banteng adalah simbol salah satu sila dari Panca Sila
    enjoyaja 0 0
    He, he, he, . . . . , Yang paling masuk akal adalah: Kerbau harus bangga dianalogikan dg SBY
    jamur 0 0
    Sby Lamborghini..................tapi bau...
    MFH 0 0
    gimana menurut anda sendiri...bagi anda masalah tidak....kalau bagi saya...mo dimitos berarti bagus...kalau kita masih merasa orang beradap...harusnya pelakuan kita beradap..jangankan SBY, anda dan siapa saja yang disamakan dengan hewan apa pun tidak akan rela diperlakukan seperti itu...

    kita kadang ga sadar dengan diri sendiri..bahwa kita juga punya kekurangan..lucunya kekurangan orang saja yang tampak...
    anna' 0 0
    dalam alam pikiran masyarakat pedesaan di Jawa, kebo itu identik dengan bodoh dan malas,
    itu muncul dalam dongeng dan nasehat,
    nah itu rupanya yang masih tertanam kuat di alam pikiran bapak SBY, ya maklum saja, biar kata orang sudah doktor, waktu itu beliau terlalu dikuasai alam bawah sadar dia
    "le aja kaya kebo, kebo kuwi bodho lan keset"
    langsung muntab
    sawung 0 0
    lambang pni itu dulu kerbau lho bukan banteng
    BRAM'S 0 0
    apakah SBY adalah KEBO NGEPET ?
    klampisireng 0 0
    gitu aja koq repottt
    GaraMata 0 0
    jangan melakukan apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan kepadamu. Sesederhana itu sebenarnya.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat