Cucak Rowo si Mulut Bangsat 26

Selasa, 9 Feb '10 13:30

SIAPA yang tak kenal Ruhut Poltak Sitompul. Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini adalah salah satu bintang di panggung politik nasional saat ini. Kiprah pria kelahiran  Medan, Sumatera Utara, 24 Maret 1954 ini di Pansus Century kerap bikin lawan politiknya sakit gigi. Ia dianggap oleh banyak pihak, terutama lawan politiknya sebagai politisi yang tak beretika. Namun Ruhut tetaplah  Ruhut. Dalam berbagai kesempatan, ia malah selalu menyebut dirinya sebagai pelawak.

Nama Ruhut memang melejit berkat peran lawaknya sebagai tokoh pongah Poltak yang mengaku Raja Minyak dari Tarutung di sinetron Gerhana. Dalam sinetron itu, dan juga pada peran-peran lainnya yang dibawakan, Ruhut yang profesinya aslinya lawyer ini selalu mengocok perut. Tak heran oleh pemirsa ia lebih dikenal sebagai pelawak dibandingkan sebagai artis.

Dalam Pemilu Legislatif 2009, Ruhut  bersama 17 artis dan pelawak lainnya terpilih menjadi anggota DPR . Ruhut sendiri  mewakili Demokrat Dapil Sumut III dengan 67.162 suara (lihat). Setelah duduk, Ruhut ternyata selalu bertingkah bak “Raja Minyak dari Medan”. Oleh oleh lawan politiknya, ia dicap sebagai  “penjilat SBY” . Ini lantaran Ruhut rela pasang badan untuk Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu dalam berbagai hal, termasuk antara lain dalam kasus Bank Century yang ditangani Pansus Angket di DPR.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama ini selalu menggaungkan soal etika politik. Soal ini bahkan menjadi jualan SBY sejak lama. Beberapa waktu lalu, Presiden SBY mengaku kecewa dengan etika Pansus Bank Century dalam menyelidiki aliran dana bailout Bank Century (lihat). Sayangnya, SBY sendiri tidak pernah didengar menegur Ruhut yang kiprahnya dalam Pansus dianggap tidak beretika. Ada apa?

Tengoklah misalnya ketika Ruhut  memaki-maki Wakil Ketua Pansus dari Fraksi PDIP Gayus Lumbuun sampai keluar kata-kata tidak pantas.  Saat itu, Ruhut Sitompul meminta Gayus Lumbuun, tegas memimpin sidang.

Berikut petikan adu mulut kedua politisi tersebut yang dilakukan dengan nada suara tinggi, bahkan berteriak.

Ruhut : Anda sebagai pimpinan harus tegas, jangan molor-molor gini. (Dengan logat khas Bataknya).

Gayus: Ada waktunya Anda menyampaikan pendapat internal dan eksternal, yang ini cukup.

Ruhut: Oke, tapi kalau begitu pimpinan, kita konsekuen, sampai jam empat pagi pun oke. Aku sampai seminggu di sini juga siap. Buktinya, aku duduk terus. Jangan nanti Anda tanya terus nanti Anda keluar. Saya gak setuju.

Gayus : Anda minta saya keluar?

Ruhut : Enggak. Saudara jangan marah-marah. Kemarin Anda sudah marahi saya terus keluar.

Gayus : Memangnya Anda melihat saya keluar?

Ruhut : Oke, jangan marah-marah, sebentar, aduh marah-maraaah, kamu ini profesor. Aku ini nggak profesor, tapi nggak marah-marah.

Gayus: Anda jangan kurang ajar nyebut profesor.

Ruhut : Saya nggak ngomong kurang ajar. Terima kasih boosss…

Gayus : Jangan kurang ajar kau.

Ruhut : Kau yang jangan kurang ajar. Kenapa, nggak senang? Kau lempar palu ke aku. (menantang)

Gayus: Sudah… sudah… harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan ke fraksinya karena selalu bikin gaduh…

Ruhut : Apa urusannya. Kau PDIP, aku Demokrat… Aku hanya ingin fair, PDIP sudah banyak (waktunya)… Fraksi lain hanya 20 menit, mentang-mentang… terima kasih.

Gayus : Hak pimpinan sangat penuh untuk mengatur. Anda jangan mengacaukan rapat ini.

Ruhut : Di sini sama kita pimpinan. Terima kasiiiih… profesoooor.

Gayus : Sudah… kamu sudah…

Ruhut : Ya sudah, jangan ngoceh lagi…

Gayus : Saya tanya, sudah belum?… Yang mimpin saya, bukan Anda.

Ruhut : Sesama anggota pansus, kita berdiri sama tinggi.

Gayus : Siapa bilang tinggi aku sama kau (ruangan riuh karena tawa keras).

Ruhut : Idrus Marham, tolong ambil alih dulu nih… Wakil Saudara ini sudah mulai aneh-aneh.

Gayus : Diam kau.

Ruhut : Jangan bilang diam.

Gayus : Satu kalimat. Diam kau!

Ruhut : Kau yang diam, bangsat!!! (suasana makin riuh). (lihat)

Ulah Ruhut tidak berhenti. Sepekan setelah kasusnya dengan Gayus Lumbuun, Ruhut lagi-lagi berulah di depan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla  (JK). Saat itu JK diperiksa sebagai saksi oleh Pansus dalam kasus Bank Century. Ruhut yang berkali-kali memanggil  Kalla dengan sebutan “Daeng”, membuat  anggota Pansus lain tersinggung. (lihat). Selanjutnya masih ada lagi kasus serupa di belakangnya, yaitu dengan Maruarar Sirait. (lihat)

Meski sudah mendapat berbagai sorotan, bahkan kecaman, namun Ruhut tak juga berhenti berulah. Kali ini ia meminta mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution yang mendesak agar SBY jantan soal Pansus Century, tidak banyak berbicara. “Biar Buyung tahu diri dikit. Dia perlu dikasih pelajaran. Jangan ngoceh terus, ngoceh kayak cucak rowo,” ujar Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/2) (lihat). Cucak rowo atau cucak rawa adalah sejenis burung pengicau (lihat).

Jika ditelaah lebih jauh, maka sebenarnya bukanlah Adnan Buyung yang cucak rowo, melainkan dirinya sendiri. Ruhut sudah berkali-kali berkicau bak cucak rowo dengan banyak orang. Buktinya sudah banyak. Tapi sayangnya, SBY hingga saat ini terkesan membiarkan kadernya tersebut. Bahkan ada yang beranggapan  jika si “mulut bangsat” tersebut memang sudah disetting untuk terus menjadi cucak rowo dalam kerangka mengacaukan Pansus Bank Century. Benarkah???

Wallahu a’lam bissawab

Baca juga tulisan Mariska Lubis:

“MENEMUKAN TUHAN LEWAT SEKS” 


Tag: SBY, ruhut, Andy Syoekry Amal

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    botaksakti 0 0
    tumben "mulut" bangsat bisa ngomong baik...cucak rowo itu burung berkelas,lho....mungkin ruhutnya yang gak ngerti.....
    Agus PW 0 0
    botaksakti: gedisikan kan? : p

    cucak rowo dowo buntute: bisa nerjemahin pakde? ruhut juga punya kucir kan?
    Andy Syoekry Amal 0 0
    botaksakti: botaksakti: kalo gitu dia cucok apa, mas? he he hee
    botaksakti 0 0
    Agus PW: cucak rowo berekor panjang....terjemahannya....biasa......: D
    Andy Syoekry Amal 0 0
    Agus PW: betul Mas.. dia punya kucir...
    botaksakti 0 0
    Andy Syoekry Amal: Andy Syoekry Amal: iya....cucok kalau dicocok......congore......: D
    kombor 0 0
    Ruhut Sitompul dan Adnan Buyung Nasution sama-sama pernah jadi Advokat. Kedua-duanya sama-sama ngerti hukum. Kita lihat saja apakah Adnan Buyung Nasution akan berkomentar soal itu. Apa belum ada wartawan yang meminta komentar Adnan Buyung soal pernyataan Ruhut Sitompul?
    iloenx 0 0
    kalo dialog gayus dan ruhut macam itu, ya, sudahlah jangan hanya menyalahkan ruhut. suka atau tak suka, dia "sedikit" lebih beradab daripada memukul wajah lawan bicara dengan buku.... percayalah.
    MFH 0 0
    kok tahu Ruhut tidak dinasehati BY....asisten BY ya?...atau dugaan saja.
    Andy Syoekry Amal 0 0
    botaksakti:he he heee...
    z2-4 0 0
    mari kita cermati kejatuhan 'abang' yang kontroverSIAL ini!
    neilhoja 0 0
    mungkin dianggapnya lagi di depan kamera gan.... jadinya, ya cuma sandiwara ; ))
    siluman bawang 0 0
    iloenx: kayanya nggak bakalan sampai mukul buku deh klo nggak dimulai.. keluarga gurita tuh yang tiba nyelonong padahal nggak ada undangan dll.. sapa yang lebih memalukan?
    iloenx 0 0
    siluman bawang: kalo anda anggap memukul wajah orang dengan buku sbg adab yg lbh tdk memalukan drpd nyelonong tnp undangan, yach saya tidak heran, scr ID Anda...... begitulah, ; ))

    g pula, kalo org tidak diundang kok ya sempat2nya si tuan rumah kasih kursi di depan. duduk dan bicara. Kenapa tidak diusir aja sejak awal? Selesai...... ; ))

    [Tapi, yach, sudahlah. soal ini sdh jadi diskusi masa lalu di mari...... sori, OOT]
    Andy Syoekry Amal 0 0
    botaksakti: apanya dicocok, Mas??? he he he
    Andy Syoekry Amal 0 0
    MFH: iya dong, kita melihat faktanya aja.. Dan ini menurut pengakuan Ruhut sendiri... Katanya malah didukung...
    Andy Syoekry Amal 0 0
    kombor: Itu yang kita tunggu, tanggapannya Bang Buyung sendiri...
    Andy Syoekry Amal 0 0
    z2-4: he he hee... kapan, ya, kira2...
    Andy Syoekry Amal 0 0
    neilhoja: boleh jadi emang sandiwara semuanya
    Andy Syoekry Amal 0 0
    siluman bawang: buku apaan tu??
    anna' 0 0
    beruntung Demokrat punya Ruhut, pengawal setia, setia sampai ancur, kalau jaman perang dulu dia itu pasukan kamikaze
    biarpun banyak dicaci, tapi bos kayaknya senang tuh
    MFH 0 0
    Andy Syoekry Amal: minta klik medianya mas
    TRIMO 0 0
    Mbuh karepe lah.....
    siluman bawang 0 0
    Andy Syoekry Amal: yang jelas bukan stensil kwkwkw
    siluman bawang 0 0
    iloenx: yah cuma id aja yg siluman.. yg jelas siluman yg satu ini blom pernah nilep duit : D apalgi duit rakyat
    siluman bawang 0 0
    kombor: tapi klo liat gaya bicara ruhut dia lebih pantas jadi tukang jual alpukat daripada jadi advokat

    Silahkan login untuk memberikan pendapat