Demokrat pasang tarif 50 juta untuk calon bupati 31
Selasa, 9 Feb '10 01:16
Mungkin inilah cikal-bakal mengapa seorang pejabat mesti menghalalkan segala cara untuk meraih harta dan kekayaan.
Bagaimana tidak jika baru mau mendafar sebagai Calon Bupati saja sudah harus membayar 50 juta, lalu bayar berapa lagi untuk terpilih, berapa lagi dana untuk kampanye. Dan berapa besar biaya pendaftaran untuk Calon Gubernur, Calon Menteri, Calon Presiden..?
Mau memimpin kok membayar, berarti kita memakai jasa pemimpin bayaran dong, lha tapi biasanya orang bayaran adalah pekerja professional yang hasil kerjanya memuaskan konsumen.
KEDIRI - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Kediri memasang tarif Rp50 juta untuk setiap calon bupati (cabup) yang mengambil formulir pendaftaran.
Kendati secara ekonomis terkesan mahal, namun cabup yang berminat mengendarai partai pemenang pemilu 2009 lalu itu, relatif banyak.
Hingga saat ini tercatat lima orang cabup Kediri periode 2010-2015 yang telah mengambil formulir pendafataran. Menurut keterangan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri Kusyanto, kelima orang dengan nama Sunardi, Nurlaila, Ahmad Mustakim, Yuliantoro dan Bambang Srianto dianggap telah berkomitmen memenangkan pemilihan kepala daerah dan membesarkan Partai Demokrat.
"Namun sejauh ini yang melengkapi persyaratan baru pak Yuliantoro," ujarnya kepada wartawan, Senin (8/2/2010). Tarif Rp50 juta untuk setiap pengambil formulir pendaftaran, menurut Kusyanto sudah menjadi kesepakatan pengurus partai.
Dana sebesar itu akan dipergunakan untuk mensosialisasikan para cabup kepada konstituen Demokrat. Selain itu, dana itu juga sebagai biaya operasional tim pemilihan daerah yang populer dengan sebutan tim tujuh.
Tim tujuh ini yang bertugas menerima pendaftaran dan mengurusi kelengkapan calon untuk kemudian diserahkan Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat. "Ini hanya membantu tim sembilan bentukan DPP guna memudahkan verifikasi," terang Kusyanto.
Sementara Yuliantoro membenarkan dirinya telah berkomitmen secara serius untuk menjadi kepala daerah. Dengan didampingi Dewan Penasehat Yayasan Puri Cikeas Siti Alfiah Sukidjo, Yuliantoro yang juga pengurus harian Yayasan Puri Cikeas percaya diri bisa memenangkan pilkada di Kabupaten Kediri. "Kami juga telah mendapatkan dukungan moral dari teman-teman Jakarta, "ujarnya.
Apa yang disampaikan Yuliantoro dibenarkan Siti Alfiah yang mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Yuliantoro. Selaku pengurus Yayasan Puri Cikeas, Siti Alfiah mengaku sangat cocok dengan visi misi Yuliantoro. " Dan mudah-mudahan dukungan kami bias berguna," paparnya. - Referensi :news.id.msn.com
Tag: Demokrat, kediri, Calon Bupati, Tobatlah Pejabat
Terkait:
-
Rule of Law, Konstitusi, dan Pansus Century: Seberapa Utopia?
Senin, 15 Mar '10 12:15 -
Diplomasi Ranjang berbuah Koalisi Besar
Selasa, 9 Mar '10 12:27 -
Pengabdian PAN-PKB-PPP kepada Demokrat
Jumat, 5 Mar '10 19:12
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Paul Oneil Simon: Penting
-
Silhouette Man: Lucu
-
ndableg: Menarik
-
kinanthi: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Goku: Penting
-
yusro: Penting
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Logical Fallacy: Lucu
-
yangmuda: Penting
-
Wonggantenk: Biasa
-
Olas: Penting
-
neilhoja: Penting
-
ki baraja: Penting


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
*lha wong mau buang air kecil aja mbayar. sekarang apa sih yg nggak bayar?*
Aku pikir juga gitu, mungkin partai lain malah lebih gede..... tapi 50 jeti itu guuedee lho ndes , yang jelas itu cermin bahwa asas demokrasi yang udah kita sepakati nggak berjalan sehat
sama dia dapetin duitnya darimana?
Kalau angka pasti-nya aku nggak tau, tapi yang kuamati , kalau Calon Presiden konsepnya bukan personal, banyak pihak yang terlibat dan mendukung dana alias sebuah kerjasama/konspirasi besar, makanya bisa dibayangkan jika si Calon telah terpilih harus gimana terhadap kelompok yang mendukungnya.
masa ndak tau? kan 6,7 triliun. Dapet dari mana, pasti tau dong...
*nggak kekecilan tuh?*
Yang aku heran, kata Susno kan 6,7 triliun itu udah diselamatkan, bener nggak sih..., kalau bener lalu mengapa bukan segera dilaksanakan pengembalian ke nasabah yang udah pada stress bahkan bunuh diri itu. Malah koar-koaran di pansus.
parpol lain sami mawon, mungkin ada yg lebih parah, tapi malu-malu kucing....
===
ghibah...
LOL
Semalem gua lagi iseng mau nakut-nakutin yang pada begadang
Sepertinya bgt ya, demokrat lebih terbuka. ada baiknya juga biar dicontoh partai lain yang masih malu2 buaya itu
gua anggak takut sama gambar pocongan . kalo pocon bener gw kabuur
*ckck.. geleng2 kepala*
yusro: bener bos, ongkos demokrasi mahal, apalagi democrazy
Ah iya, saya inget , untuk pencalonan mau jadi wali kota saja, mesti menyiapkan 5 M , saya pernah ngobrol dengan seorang calon , itu pun dulu , tahun 2004.
yusro:
Hakekatnya demokrasi ya murah, lha wong tinggal masalah mau membuka hati untuk bertoleransi dan kerukunan hidup... yang bikin mahal hama demokrasi-nya
===
emang buaya punya malu?????
Wah, kagak percaya gw.....
*mungkin itu baru panjar doang
Kalo buat maju sampai pilkada, habisnya sekitar 5M (sudah termasuk buat partai pendukung dan kampanye), tanpa jaminan menang(!).
Itu di sebuah kabupaten kecil di pelosok jawa, 4-5 tahun yg lalu.
*kudu punya duit yang banyak
[.. jangan lupa kutipannya bos ..]
weitss.. ada yg punya hak cipta!
sorry to say,
mereka sudah tidak punya malu dan rasa takut dengan hanya tulisan di media massa dan demonstrasi, kecuali jeruji besi menanti mungkin ada sedikit ngeri ... tapi ....
Silahkan login untuk memberikan pendapat