Permennya Tifatul Sembiring 24

Jumat, 12 Feb '10 18:55, dibaca 1095 kali

Saya sebetulnya lagi (berusaha) menulis soal lain tapi sesuatu terlintas dan kemudian konsentrasi buyar.

Langkah terbaru Menteri Tifatul Sembiring mengeluarkan Peraturan Menteri Tentang Konten Multimedia pretensinya tidak banyak dan pendekatannya sederhana: formalitas kontrol Negara atas konten internet .

Pada prakteknya selama ini Pak Menteri biasanya kirim surat kepada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet untuk diteruskan ke para ISP anggotanya. Konten yang ditenggarai amoral kemudian diturunkan. Pernah kejadian YouTube satu negara di blok dan belum lama lalu, Blogspot.

Sekarang Pak Tifatul mau melakukannya secara legal dan dibuat rancangan Peraturan Menterinya, siap untuk ditanda tangani. Kalau mungkin tidak terlalu mengherankan, kabar yang satu ini luar biasa menyebalkan dan agak membuat sakit hati.

PKS itu tidak ada yang memilih dan meminta untuk jadi penyelenggara negara. Jumlah suaranya pas pasan dan kumpulan karakternya biasa saja, tapi karena Presiden Yudhoyono punya problem percaya diri, Kelompok Blunder ini bisa punya menteri dan katanya boleh sesukanya mengatur bagiannya. Kebetulan diberi portfolio strategis di Kementrian Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring mungkin salah tafsir jadi Menteri Moral dan Metafisika. Akal sehatnya berantakan dan pendekatannya carut marut macam sorban lapuk.

Ada bencana alam yang katanya karena rakyat terlalu suka mesum. Ini konteks rasionalisasinya kalau industri film di Indonesia katanya harus diperundangi dengan lebih baik - FPInya sekarang sudah dilepas lagi untuk merazia film.

Ada RUU Penyadapan yang dibuat supaya pejabat negara lebih susah disadap – yang ini pendekatannya lebih mirip kelompok lobi untuk Anggodo Widjojo dan Sukanto Tanoto. Kalau bukan pejabat negara, apa pentingnya kemudian disadap? Korupsi di antara pejabat dan penegak hukum sekarang bisa di tonton di tivi dan didengar rakyat banyak. Untuk pemberantasan korupsi dan kanker buruk ini pendekatan PKS cukup sederhana dan Tifatul Sembiring jadi ujung tombak eksekusi kepentingan mereka. Pejabatnya harus dilindungi, entah dimana letak kemuliaannya.

Yang menyenangkan memang karena PKS itu jualannya ‘integritas’ walaupun dalam definisi yang paling menor.

Integritas versi mereka ini dibungkus sorban lapuk tadi dan biasanya tambah jenggot sedikit, disajikan dengan bumbu kitab suci dan ancaman murka Tuhan bak Rahwana.

Integritas versi PKS dan Kelompok Blunder tidak perlu bukti atau catatan kerja. Reputasi mereka tidak punya karena masih baru, catatan juga tidak banyak karena kesempatannya belum benar benar ada. Setelah mereka sekarang punya gigi politik, kumpulnya sama Golkar dan PDIP – dan ternyata sama juga terima gratifikasi dari semua orang. Cuma memang belum ada yang tertangkap basah jadi masih bisa pasang muka lurus.

Jualannya Tuhan karena katanya cuma mereka yang punya.

Pembicaraan beberapa minggu terakhir soal reshuffle kabinet perlu segera diseriusi Presiden Yudhoyono. Golkar dan PKS secara vulgar dan sangat tidak berbudaya sudah berkhianat atas janji dukungan mereka belum satu tahun lalu waktu pemilu. Kalau Presiden masih terus ragu ragu, rakyat bisa melihat jelas dengan mata telanjang: 100 Hari pemerintahan baru yang menjanjikan segala macam harapan baru ternyata hanya mampu sibuk ngurusi Anggodo, Century, Kerbau dan segala macam kebijakan yang telak melanggar nalar wajar. Energi yang terbuang mengurusi semua ini bikin semua orang bingung, letih dan akhirnya cuma bisa marah. Sekarang semua cuma mau Indonesia punya pemimpin yang kompeten.

Golkar itu maunya banyak, uangnya banyak dan sekarang tidak bayar pajak. PKS itu yang memilih sedikit dan lebih sedikit lagi yang mau mereka jadi penyelenggara negara. Oposisi partainya terhadap kebijakan pemerintah dan retorika Partai Demokrat bisa dilihat nyata – cuma politisi bodong yang bisa merasa tidak terganggu oleh ulah sirkus anggota Dewan. Konsolidasi kepentingan politik dan penguasa media di Indonesia sudah berjalan terlalu efektif sebagai oposisi yang siap menghalalkan segala cara.

Eksekusi politik lugas macam Peraturan Menteri satu ini cuma yang terbaru dari segelontoran peraturan dan kebijakan rakus penguasa yang makin lama makin sering lagi bermunculan. Bungkusnya beda beda tetapi tetap sama – atas nama rakyat, keadilan, kebenaran dan yang paling laris – Tuhan.

Seperti cuma mereka yang punya Tuhan.

Kalau Presiden Yudhoyono serius mau jadi Presiden lagi sekarang waktunya betul merombak Kabinet Koalisi Pura Pura – mulai dengan Tifatul Sembiring. Mulai ngurus negara, tidak perlu sambil berteman semua orang, tapi paling sedikit mampu mengurus yang paling perlu diurus.


Tag: bukan pemerintah, menkominfo, tolakrpmkonten

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

isnan 0 0
buat aja sertifikat/stempel halal/haram bagi situs, gambar, tulisan yg ada di internet... hal yg sama-2 sulit dilakukan dgn adanya jutaan alamat situs...
BMH 1 suka | 0
Maklum aja, itulah kerja Menkominfo yang gak ngerti TI. Wong gempa aja katanya disebabkan oleh maraknya penjual DVD porno kok : D
Fight For The Future 0 0
If there was any doubt about Tifatul Sembiring's stupidity, this RPM totally erased that doubt from my mind. Tifatul Sembiring doesn't only look like a goat. He even think like one.

GO TO HELL WITH TIFATUL SEMBIRING AND HIS PKS!!!!!!!!!!!!!
free7 0 0
Fight For The Future:

: )) Maybe, Tifatul only understand the world's goats, and totally blind in IT, So he designed the law of IT such as laws for goat traders
fello citizen 0 0
di sini gak banyak orang PKSnya ya?

i was expecting more PKS voters to be around : p
Wonggantenk 0 0
fello citizen: so?
Wonggantenk 0 0
fello citizen: i know them, why?any problems?
fello citizen 0 0
Wonggantenk: no problemo, just wondering.
Ibnu Muslim 0 0
Fight For The Future:
GO TO HELL WITH TIFATUL SEMBIRING AND HIS PKS!!!!!!!!!!!!!

aku suka ini
anti-fenomena 0 0
may your soul burn in teflon!!!!!
*sarapan telur mata sapi
Lemi4 0 0
Bukan jumlah kader yang sedikit Bung; tapi pemirsa di sini yang dikit...

Maklum, bacaan berat; bawaannya malas : p
ilmanakbar 0 0
tulisannya nggak relevan, nyerang personal bukan nyerang atau ngebahas kebijakan..

tagnya tentang tolakrpmkonten, tapi yang dibahas malah partainya pak menteri..
Fight For The Future 0 0
ilmanakbar: Well, it's a clear picture of what would happen if PKS and Tifatul Sembiring come to control the nation.
Niko Adi Nugroho 0 0
saya kira bakal ada bahasan yang mendalam soal permen-nya...
mildabang 0 0
semakin lama semakin banyak penghujat di negeri ini...
fello citizen 0 0
Niko Adi Nugroho: sudah banyak yang ada pembahasan - tulisan Enda sebelumnya bisa buat referensi.

mildabang: maksudnya apa 'penghujat'?
Icarus 0 0
Fight For The Future: [Tifatul Sembiring doesn't only look like a goat. He even think like one.]

Sungguh dikau telah menghinakan keluarga kambing, Bang! Sedudul-dudulnya kambing (kita), masih lebih cerdas ketimbang dianya... ; ))
Fight For The Future 0 0
Icarus: [Sedudul-dudulnya kambing (kita), masih lebih cerdas ketimbang dianya] Doel? That one particular goat at least can draw. : D
Icarus 0 0
Fight For The Future: Itu sebabnya, tolong jangan pake kambing, dong!

Kutu aja... : ))
neilhoja 0 0
agaknya bisa lebih spesifik. tiffatul ato pks?

dari awal udah keliatan dudulznya tiffatul. tapi pks sebagai gerakan tarbiyah, emang kuakui lumayan bagus. : )

kalo dari sisi partai... no comment. makin ga jelas aja ke sininya....
gee 0 0
“Apabila suatu pekerjaan diberikan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. Mungkin kalau SBY menempatkan menteri-menterinya tidak hanya berdasarkan pada kontrak politik dan lebih mengedepankan latar belakang profesi dan keahlian. Semuanya akan menjadi jauh lebih baik.
Edo Segara 0 0
Setelah mereka sekarang punya gigi politik, kumpulnya sama Golkar dan PDIP – dan ternyata sama juga terima gratifikasi dari semua orang. Cuma memang belum ada yang tertangkap basah jadi masih bisa pasang muka lurus -> Jangan cuma asal ngomong, buktikan. Ocehan basi!
fello citizen 0 0
Edo Segara:

Lha, itu siapa yang wakil rakyatnya masuk bui karena LC bodong di Century?

meh. Bisanya cuma ngedumel.
megan 0 0
lucu ya, bung edo segara ini kerjaannya nyuruh orang membuktikan terus. nuduh orang cuma bisa omdo. kalau anda bisanya nuduh2 aja. diam (bukan) emas disini, bung. anda aktivis tapi demen sama orang PDI golkar kan? : )

artikelnya menarik bung fello citizen. tifatul sembiring betul2 dikupas habis disini. andai anak-anak sekolah di indonesia membaca ini. mereka masih banyak yg ngefans sama tifatul tuh, cuma gara-gara "pantunnya lucu" dan "bersahabat" : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat