Lebih Penting Mana: Merasa Benar atau Tanggung Jawab? 148

Jumat, 2 Apr '10 04:18, dibaca 966 kali

Artikel conscientizacao tentang lapak sebelah di sini, memicu pertanyaan di atas. Apalagi dari comment2 yg ada, saya menangkap ada nuansa kecaman terhadap tindakan admin Kompasiana. Saya sendiri termasuk yg menyemangati Faizal Assegaf, secara memang pernah bertemu langsung beberapa kali.

Dalam artikel saya di Kompasiana (baca di sini), saya sendiri menganggap penyematan titel "guru bangsa" itu sebagai:

agak terlalu menyanjung dan melebih-lebihkan

namun mencoba tetap proporsional mengingat konteks tulisan saya adalah liputan kejadian dari sudut pandang orang biasa atau jurnalisme warga. Kalau kita pernah belajar teori jurnalistik, harus diakui tulisan Faizal yang diduga memicu pem-ban-an ybs (tulisannya yang di Kompasiana sudah dihapus admin, tapi masih ada di sini) murni opini kritis ybs, sayangnya tanpa landasan argumen yg memadai. Tapi saya tetap tidak sependapat bila tulisan itu dianggap "keras" apalagi mengkritik boss Kompas itu. Maka, tak layak bila hanya karena tulisan itu Faizal di-ban. Apalagi cuma karena menolak titel "guru bangsa" sembari menyematkan titel lain yaitu "konglomerat pers".

Setelah saya amati, tampaknya sudut pandang "Kompasianer" vis a vis secara frontal dengan "Warga P". Di sana, yg namanya "harmoni" lebih dikedepankan. Maka, jangan harap diskusi "die-hard" ala P bisa muncul di sana. Akan tetapi, ada sebuah hal positif pula yg terbangun, yaitu rasa saling menghormati, apalagi dengan cukup seringnya diadakan kopdar. Ini bisa muncul karena ada yg namanya "tanggung jawab", yaitu sebagian besar Kompasianer mencantumkan jati diri aslinya. Sementara di P, justru anonimitas yg dibela habis. Tulisan pertama saya di P misalnya (baca lagi di sini), mendapatkan reaksi penolakan yg luar biasa, apalagi saat itu jadi headline.

Sementara di P, sebagai media yang mengklaim sebagai "sarana untuk belajar demokrasi", mempertahankan pendapatnya sendiri sebagai benar tampaknya dianggap penting sekali. Sehingga, kerapkali terjadi perdebatan yang "die-hard" tadi. Karena kerasnya argumentasi, bahkan kerap informasinya "off the record" dan "A-1", maka "tanggung jawab" berupa pencantuman identitas asli pun menjadi nomor sejuta alias tidak dianggap penting. Karena ternyata dianggap lebih penting melindungi diri dari "tangan-tangan jahil" yang mungkin tersinggung atas nama hukum kita yang mengakomodir "pencemaran nama baik" dan "tindakan tidak menyenangkan".

Saya lantas menyadari perbedaan karakter "warga P" dengan "Kompasianer". Maka, sejak itu saya mempelajari jenis tulisan di dua lapak ini. Dan, jadi jarang mem-publish (cross posting) tulisan yang sama di keduanya, kecuali tentu yang saya anggap cocok misalnya seperti tulisan tentang Gus Dur ini.

Karena itu, saya kembali pada pertanyaan yang menjadi judul:

"Lebih Penting Mana: Merasa Benar atau Tanggung Jawab?"


Tag: politikana, kompas, harmoni, identitas, Kompasiana, anonimitas, Faizal Assegaf, jati diri

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

alakazam 0 0
__apalagi saat itu jadi headline__ : ))
The Crow 0 0
alakazam: Somebody having a hard time understanding an in-joke and running gag involving headline and rating? ; ))
BMH 0 0
See... the kind of comment like you two wrote above will not appear in K. And you like it or not, they are majority in Indonesia. A kind of people who doesn't like conflict... Just harmony like they said.
With your nickname covering your identity, shows you have no brave to reveal yourself & take responsibility like grown-up man.
Cicak Bin kadal 0 0
Bagi yg cocok di K monggo , kalo cocok di P ya monggo ! .gak ada paksaan kok ..kalo saya lebih cocok di sini karena lebìh hidup dan lebih berwarna dan diskusi nya lebih merangsang otak ,.disini orang bebas menulis dan berkomentar "seganas" apapun karena eh karena faktor anonimitas meski gak full anonim dan tetep mematuhi dan menghormati TOS politikana ...shoot the message not the mesangger..dan yup saya belajar banyak dari sini .
wawajie 0 0
Hado..hado.. buntut2nya nyinggung anonim lagi! cape deh! *istirahat wa kalo capek*
Cicak Bin kadal 0 0
Eh kalo berani benar saya kurang lebih tahu lah maksud nya tapi kalau berani bertanggungjawab apa maksud nya kok saya gak nemu yah ? ...
conscientizacao 1 suka | 0
Heuheuheu... Lebih penting mana? Merasa benar atau tanggung jawab?

Buat saya bukan pilihan. Web 2.0 is about responsibility. User Generated Content, artinya penulis lah yang harus bertanggung jawab. Thus, di sana ada hak jawab. Kalau ada yang tidak suka/setuju, tanyakan saja, protes saja.

Buat saya, konflik adalah sesuatu yang harus dikelola, bukan dihindari. Saya menolak pembredelan gagasan, se ekstrim apapun itu, karena semakin dibredel, justru menutup peluang untuk dikritisi. Padahal untuk mengkritisi sebuah gagasan, kita harus pahami dulu apa sebenarnya gagasan tersebut, dan apa pula konteks di baliknya.

Kecaman terhadap admin di rumah tetangga, silakan dijawab kalau dianggap tidak nyaman. Silakan gugat pengecamnya, kenapa bisa begitu. Diskusikan, saling pahami gagasan orang lain, semoga kita bisa menjadi lebih toleran karena berusaha memahami masing-masing gagasan.
wijaya kusumah 0 0
rasanya ada informasi yg salah deh, akun mas FA di blokir bukan karena bos JO, atau tulisan tentang JO, tetapi karena hal lainnya. Makanya sering-seringlah ikut kopdar mas jadi tahu info yg benar.

salam
Omjay
conscientizacao 0 0
wijaya kusumah: Thanks infonya.

Artikel saya pun bertanya soal itu:

"Tapi tidak berarti juga kasus ini karena serempetannya mengenai pucuk pimpinan..."

"Pertanyaannya, apakah benar artikel yang nyerempet nama besar itu yang membuatnya kena gusur? Apakah karena tulisan seperti itu, kebebasan berpendapat bisa diberangus? Apakah ini bukan arogansi korporasi, yang karena punya kekuasaan atas tombol-tombol penting, maka ketika terjadi konflik, pencet saja tombol saktinya. Atau dia cuma korban admin galau yang sudah seminggu nggak kebagian jatah?"

Itu semua adalah pertanyaan, karena saya sendiri tidak tahu jawabannya apa. : D
wijaya kusumah 0 0
bukan karena itu mas, mas FA sendirilah yang tahu jawabnya, karena setahu saya kang haji pepih itu orang sangat bijaksana

salam
Omjay
wijaya kusumah 0 0
bukan karena itu mas, mas FA sendirilah yang tahu jawabnya, karena setahu saya kang haji pepih itu orangnya sangat bijaksana.

salam
Omjay
The Crow 1 suka | 0
BMH: [shows you have no brave to reveal yourself & take responsibility like grown-up man] And you obviously don't know the fact but you've already stated some 'asal njeplak' judgment. Anonymity is a pat of internet culture since the very beginning. Who are you to say otherwise?

If you care enough to read the comment by hamatamu. in the said article of yours, you'd realize that the headline status of that article was part of the in-joke.

And by the way, I'm not that anonymous. If you care enough to read most of the other articles here, my identity is clear enough.

Kopdar is a good pastime, when I have the time. It's not an obligation. And nobody has the right to make it an obligation to attend it, or to make it an indicator of one's integrity.

If you don't like the way it is in Politikana, what the hell are you doing here anyway?
The Crow 0 0
Chaos and order are parts of life. One cannot exists without the other. We have both in Politikana, and that's the reason I prefer to stay here, and not in Kompasiana.

You think Kompasiana is better? Fine, you have every right to think so. Just like I have the right to choose Politikana and never even consider signing up to Kompasiana.
Striding Cloud 0 0
[_With your nickname covering your identity, shows you have no brave to reveal yourself & take responsibility like grown-up man. _]

Funny english.

'brave' is not a noun. So the correct term is perhaps 'braveness', or even better: "courage".

...And of course, Edwin AKA The Crow AKA Red-White Eagle is not an anonymous. He's that feodalistic old-man ...err.... old-boy(?) from jogjakarta.


Sure.

You can always say that you are better because you are not anonymous.

But since you have that BIG political background, and involved in that-particular-party, supporting wiranto and all.... I prefer to be worse than you... : )

When dealing with people like you, courage is less preferable than safety.
The Crow 0 0
Striding Cloud: [Funny English] Hey, don't take over the responsibility from pall! : D

Old man? Old boy? I prefer 'young senior citizen'. : p
Neof Ana 0 0
The Crow: Did you talk about #salahloginlagi?
The Crow 0 0
Neof Ana: Nah, too many running-gag can potentially gag our 'laughing box' (as Squidward calls it). ; ))
Striding Cloud 0 0
The Crow:
[_Hey, don't take over the responsibility from pall! : D_]
Only quid pro quo, he talked about forex first!!! That supposed to be my thang! : )) : ))

[_Old man? Old boy? I prefer 'young senior citizen'._]
OK. Zhou Botong.


...

On the side note, the GajahWong and that other-one-that-serves-1.5 million- meal - whatsitsname, Do they have/oblige dress-code? coz u know, i dont want to add another faux pas into my collection.

Some pretentious-ass-holic-restaurants do that.
Neof Ana 0 0
The Crow: : o I don't watch cartoon lately... ; ))
The Crow 0 0
Neof Ana: And if you think that Striding Cloud is pall, think again. Their English is different from each other. Striding Cloud is good, but pall is even better than I am in that matter. : )

Unless of course Striding Cloud is disguising his true English. That would make him even better than pall and I combined. : ))
Neof Ana 0 0
The Crow: Who do you think 'sounds' older? From their English? ; ))

#suddenlybacktoanonymously
The Crow 0 0
Striding Cloud: . Dress code in Gajah Wong or KuDeTa? Not really. As long as you don't step in wearing bikini is still acceptable to them, I suppose. The last time I had a dinner at KuDeTa, I only wore a polo-shirt and a pair of cargo pants.
Striding Cloud 0 0
The Crow: u wore TWO pants?
Striding Cloud 0 0
...i mean... SIMULTANEOUSLY?
Striding Cloud 0 0
OK. NVM. : )) : ))
The Crow 0 0
Neof Ana: Can't tell. But I think pall learned and improved her English academically, which is not the case of Striding Cloud and me.
GusBushTom 0 0
i never imagine that such thing (FA case) can be so interesting like happening here....

btw gue pernah gabung ama Kompasiana tp males lanjut cos kurang greget.
nah kalo di mari nie
enak....
anonim lagi...

eitt *salahloginlagi*
: D : D : D
The Crow 0 0
Striding Cloud: [two pants] See? You either just confirmed my statement to Neof Ana, or you are trying to disguise the true quality of your English. : D

Me and my twisted mind. I never learn. ; ))
Neof Ana 0 0
GusBushTom: : o

Sometimes, it's a part of makin it HL, so everybody notice... Dunno if it so interesting for you... : D
wawajie 0 0
The Crow:
But I think pall learned and improved her English academically.

her? ; ))
Neof Ana 0 0
The Crow: Bwahahha... : ))

*Should I put the # thing to make it clearly? Oh, NVM, just like Striding Cloud said. : D
GusBushTom 0 0
Neof Ana: : D : D : D
Neof Ana 0 0
GusBushTom: Now you know whom to talk to, if you want to... ; )) *halah*
Striding Cloud 0 0
The Crow:
wha? whats wrong with my highschool grade engrish?
pall 0 0
The Crow:
[ And if you think that Striding Cloud is pall, think again ]

But I don't know why it happened many times. In fact, it definitely clear that I was more polite and of course, never been so sarcastic as Striding Cloud is : D
yusro 0 0
BMH: Rasanya memang gak bisa dibandingkan antara "K" dan "P", dan memang gak penting untuk diperbandingkan.

Sama halnya persepsi orang tentang JO. Ada yang menjuluki Guru Bangsa ada yang menjuluki Konglomerat Media. Keduanya sah-sah aja, tak bisa dibandingkan dan tak perlu dibandingkan.

Begitu pula persepsi Anda bahwa di sana, yg namanya "harmoni" lebih dikedepankan, sedang di sini mempertahankan pendapatnya sendiri sebagai benar, itu sah adanya.

Diluar itu semua, tak ada pula hubungannya dengan anonimitas (Saya lebih suka menggunakan istilah nama pena). Toh orang yang berbicara keras tidak selalu orang yang nama penanya tidak sama dengan nama aslinya. Dan jangan lupa banyak orang menggunakan nama pena sebagai brand di dunia maya. Nrorokakung, misalnya, nama itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menghindari tanggungjawab Wicaksono, sebagai pemilik brand.

Oh ya, satu lagi, kalo nurut sampean Lebih Penting Mana: Merasa Benar atau Tanggung Jawab? : )
Striding Cloud 0 0
pall:
So you are actually saying that im not polite?

NICE. Youve finally lost your subtlety.

yusro:
Kadang anonimitas memang diperlukan, untuk menggali suatu posisi yang tidak sejalan dengan pandangan identitas riil di dunia nyata.

Sebagai latihan menjadi manusia yang adil.

Misalnya, katakanlah saya pro GM disini, tapi kenyataannya di dunia nyata bisa jadi pandangan saya sering bertabrakan dengan GM.

Pandangan pro-GM disini dapat saja saya pakai sebagai latihan menggali lebih jauh kesahihan posisi saya di dunia nyata.

Dari sudut itu, 'merasa benar' seringkali bukanlah posisi emosional, tapi posisi pilihan.
Dh2L 0 0
Menjalankan UU secara Konsistent/bertanggung Jawag
The Crow 0 0
Striding Cloud: [whats wrong with my highschool grade engrish?] Who said anything about wrong or right? My English is a kindergarten one, what's wrong with that? So pall improved her English academically, what's wrong with that? : D
PakBodong 0 0
Sebaiknya tidak usah mengurusi rumah tangga lain..... karena setiap rumahtangga itu memiliki ke-khusus-an sendiri. Pilihlah rumah tangga yang paling cocok dan janganlah selalu berpikir bahwa rumput dirumah tetangga selalu kelihatan lebih hijau.
Saya memang mengikuti ketiga blok kroyokan yaitu Kompasiana.com, Politikana.com dan Publikana.com.
Ketiganya tidak dapat di generalisasikan... ada ciri ciri khusus masing masing blog. Salam Politikana.
The Crow 0 0
GusBushTom: [salahloginlagi] It's OK, 984594jfjiodjf. You may proceed at will. ; ))
Wonggantenk 0 0
The Crow: Pall is a woman? What a surprise that I used to call her "Bro"
The Crow 0 0
Neof Ana: [I don't watch cartoon lately] Shame on you!


*halahsalahloginlagi*
The Crow 0 0
pall: [never been so sarcastic as Striding Cloud is] You are slightly more advanced in subtlety. That's all.
Dh2L 0 0
The Crow: o yeah Cartoon smell good from kitchen beside,if we Dinner for all what going on ...dream come true
pall 0 0
The Crow: Wonggantenk:
I haven't decided to end my anonymity. So I'm not going to conform or deny anything including sex : D
The Crow 0 0
Neof Ana: [Should I put the # thing to make it clearly?] No, I caught it the first time. I simply was, am, not sure whether it's another diversion or not. : D
pall 0 0
Striding Cloud:
[ Misalnya, katakanlah saya pro GM disini, tapi kenyataannya di dunia nyata bisa jadi pandangan saya sering bertabrakan dengan GM. ]

Termasuk saat Anda terlihat seperti pro-SBY? : D
The Crow 0 0
Dh2L: Yup, and I hope I'll be able to keep enjoying good cartoon even 1000 years from now, Boss. : )
pall 0 0
The Crow: are you sure it's really what Dh2L means?
The Crow 0 0
Striding Cloud: [Youve finally lost your subtlety.] You got it wrong about pall. She still maintains her subtlety. : )) : )) : ))
Dh2L 0 0
pall: Film karton realita yang tidak terbayang,akan tetapi jelas ada pada carton.Bumbu masak .....Terbuka ta papalah
The Crow 0 0
pall: [are you sure it's really what Dh2L means?] Not 100%, but it fits. I mean, he's much older than yusro, although much younger than I am, but he sounds like someone with much younger spirit. So I believe that's what he meant. It fits. : )
Dh2L 0 0
Like I am Fitting Dress in Room The Crow:
The Crow 0 0
Wonggantenk: wawajie: Well, pall is my younger sister. Mmmm, half-sister more like it. We have different fathers.
The Crow 0 0
If anybody still have any doubt about a headline sometimes being an in-joke, just count how many off-topic comments here. : D
neilhoja 0 0
hahaha... dan aku sepertinya juga ngerasa nyaman di sini.

tapi aku heran, merasa benar, konsep itu bisa kutangkap. tapi soal tanggungjawab?

mungkin lebih tepatnya disebut mengedepankan harmoni kali ya.. : D
neilhoja 0 0
The Crow: yea.. that's right. even i ever criticized whom talked out off topics comments on my article. ; ))

but lately, i must confess, "Welcom to Politikana!" : D
Striding Cloud 0 0
pall:
Sure. He's not A saint. I donated on his campaign, not becoz hes great, but only becoz hes running against my personal enemy.

Hes not smart, sure. But when people went ballistic on every single thing he did, i sensed a niche controversy to reap.

SBY LAKNATULLAHHH!! : D
Yudiantoro 0 0
ah, ketinggalan.. masih dibahas ya beginian? capek ah...

*bukankloningansilahkanditelusuri*
Wonggantenk 0 0
Striding Cloud: Prabowo? ;D
Yudiantoro 0 0
Striding Cloud: so actually you are in the same side with BMH rite? At least what I know from here http://tinyurl.com/nlqmuo ; ))
Retty N Hakim 0 0
Gara-gara tulisan FA, akhirnya saya yang agak alergi dengan kata politik mampir juga di Politikana hehehe....

Buat saya tanggung jawab penulis itu nomor satu, tetapi dalam negara demokrasi perlu adanya kesempatan berbeda pendapat. Jadi bersilang pendapat seharusnya boleh saja terjadi.

Untung juga saya mampir di sini, karena saya juga mengira masalah tulisan JO tersebut yang membuat FA tidak diperkenankan log in lagi di sana. Terima kasih Omjay...memantau juga rupanya...

Nama saya juga berbeda dengan nama di KTP, tapi ini asli nama panggilan saya. Secara umum saya lebih suka nama yang memiliki relasi langsung dengan penulisnya. Kopdar merupakan ajang untuk lebih mengenal orang di balik nama penanya. Menurut saya dengan menghilangkan sifat anonim dari nama pena akan membantu penulis ataupun komentator untuk lebih bertanggung jawab atas tulisan maupun komentarnya. Kalau benar mengapa takut bertanggung jawab?!
faizal assegaf 1 suka, 1 tidak suka |
Makasih sahabat BMH.... saya sore ini dibuat kaget dengan 2 artikel mas yg dipublish di blog Politikana dan kompasiana... Saya juga menyimak komentar2 teman, banyak dari komentar itu menarik dan membuat saya merenung....

Sesungguhnya, pagi dini hari saya menulis dalam sebuah catatan harian saya di blog pribadi saya berjudul:

Menjadi Bloger Sejati...

Usai jabat tangan dan foto bersama dengan Jacob Oetama (JO), Omjay membawa pulang sepetong kalimat pujian : “Jacob Oetama Guru Bangsa Indonesia…” Ada yang berbisik, kalimat itu titipan Taufik H. Mihardja, bos Kompas online.

Rupanya di ujung jari Omjay, klaim itu dianggap pantas untuk ditulis dan disuarakan. Bukan hanya laki-laki berpeci putih itu yang menundukan kepala kepada konglomerat pers. Namun bakat serupa juga datang dari Linda Djalil, mantan wartawati Tempo. Ia melayangkan sepucuk surat terbuka kepada JO. Isinya memutar cerita usang, kemudian dengan lembut kata-katanya merayap, menghamba pada kebesaran JO.

Penampilan konglomerat dan penguasa sering kali menyihir perasaan budak di hati dan pikiran mereka yang menghamba kepada materi. Kata Omjay, “…mampu membaca peluang tentang pak Jakob dari sisi yg berbeda.” Saya menafsirnya, “sisi yg berbeda” dimaksud adalah manut untuk mengais peluang.

Sejatinya seorang bloger adalah mereka yang bersikap kritis, tegas dan berpihak pada perasaan kaum yang lemah. Karena bloger itu lahir dari akibat tersumbatnya suara aspirasi di ruang publik. Maka tak heran, pendapat atau gagasan seorang bloger selalu mengambil jarak dengan berita dan opini yang diciptakan oleh mesin pers kapitalis.

Tepatnya, suara aspirasi bloger bertujuan mencerdaskan, membangkitkan jiwa yang bermartabat dan cinta keadilan. Bukan sebaliknya tenggelam dalam pujian atau manut pada konglomerat dan penguasa. Di situ letak perbedaan kita...!

salam hormat
Faizal Assegaf
neilhoja 1 suka | 0
Retty N Hakim: ga selamanya benar itu pantas untuk diperjuangkan. demi kemaslahatan, terkadang kita dipaksa untuk menutupi kebenaran itu.

contohnya, kalau anda bicara benar yang memberatkan para mafia, dengan efek keluarga anda semua mati. apa yang akan anda lakukan?

dan terkadang, dengan anonim, kita bisa lebih adil dalam melihat tulisan. tidak terpaku pada siapa yang bicara.

bukankah Ali sendiri bilang, "unzhur ma qoola wala tanzhur man qala"? perhatikanlah pada apa yang diucapkan, bukan siapa yang mengucapkan.

meskipun tentu, dalam kajian ilmiah.. rujukan nama tetaplah penting.

tapi, bukankah web 2.0, khususnya politikana bukan arena kajian ilmiah?
Striding Cloud 0 0
Yudiantoro:
Nope.

I supported megawati when he supported SBY, then i supported SBY when he supported wiranto.

Hes actually on the same side as you are. You ORBA™!!!
wijaya kusumah 0 0
Mas FA yang omjay banggakan,

Salut buat anda yang memiliki kepekaan dan kritis dalam melihat permasalahan. Tetapi sayang anda tak menggunakan pepatah "tak kenal maka tak sayang". sehingga terlalu berburuk sangka kepada orang lain yang belum tentu benar.

Sikap seperti itu tidak dianjurkan dalam agama manapun di dunia. Termasuk agama Islam yang saya anut.

Apalagi anda mengatakan bahwa saya menulis karena titipan bos kompas.com, hahahahaha. Lucu sekali anda ini. Rasanya itu fitnah yang tidak benar dan saya tak pernah mendapatkan titipan dari siapapun. Semua itu keluar dari hati saya yang terdalam.

Sebaiknya kita harus sering bersilahturahim dalam kopdar agar berburuk sangka itu sirna dalam bayangan mimpi anda.

Kemarin, saya menunggu anda untuk hadir di bebek ginyo, tapi sayang anda tak hadir. Padahal banyak teman-teman loh yang ingin juga berkenalan dan menyapa anda bukan hanya dalam ranah maya tetapi juga alam nyata.

Semoga Allah membersihkan hati anda dari berburuk sangka dan tidak melihat orang dari penampilan belaka.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Striding Cloud 0 0
faizal assegaf: wijaya kusumah:

Saya tidak sepakat dengan Anda berdua.

Saya tidak sepakat bahwa JO sudah layak dipanggil "guru bangsa" oleh SAYA pribadi.

Sedemikian pula saya tidak sepakat bahwa "Sejatinya seorang bloger adalah mereka yang bersikap kritis, tegas dan berpihak pada perasaan kaum yang lemah".

Sekedar berbeda, sekedar pokoknya kritis, hanyalah sebuah sikap 'cute', bukan jiwa yang benar-benar kritis.

Apalagi jika isi "kritis"-nya berbau-bau fitnah.

Sdr faizal assegaf, tolong tunjukkan kepada saya bukti kata-kata Anda bahwa: "kalimat itu titipan Taufik H. Mihardja, bos Kompas online".




...dan terakhir, saya juga tidak sepakat dengan kompasiana membreidel Anda hanya karena istilah "konglomerat".

Seandainya saya dan rekan politikana lain main2 di kompasiana sedari dulu, tentunya Anda tidak akan dibreidel, tapi sekedar "dibantai" karena AsalNjeplak™.
faizal assegaf 0 0
wijaya kusumah: kopdar....? bukankah itu pernah berjumpa bebrapa bulan lalu...

maaf, klu bicara soal kejujuran mengapa artikel saya di hapus, judul2nya di ubah, dan lucunya ada sebuah artikel teman pun yg judulnya menulis nama saya kenapa di ganti oleh admin...?

Klu soal bisikan bos kompas online itu sebuah bisikan yg tersirat... bukankah sebelum omjay menulis judul Jacob Otama Guru Bangsa sama dengan usulan bos kompas online...?

Saya sudah pertanyakan kepada Pepieh melalui HP apa alasan mrk menutup akses login akun saya... tapi tidak ada jawaban tuh... banyak teman2 yg mempertanyakan hal itu namun sampai sekarang tidak ada komentar dari admin... Apa yg terjadi disitu membutuhkan kejujuran pikiran dan hati Omjay utk menjawabnya....

Kalau soal pernyataan Omjay yg menyanjung Jacob Oetama itu adalah hal Omjay... Tapi knp saya mengkritik JO lantas saya di bredel...?

Soal hubungan manusia dengan Tuhan itu hubungan pribadi... Dan bicara soal hati adalah kembali kpd sikap kita masing2

Salam FA
faizal assegaf 0 0
Striding Cloud / Striding Cloud itu bukan lagi bisikan tapi anda bisa membaca langsung komentar

"...Ayo segera daftarkan untuk bertemu langsung dengan tokoh pers nasional, yang oleh sebagian masyarakat sering disebut sebagai salah seorang “guru bangsa...”.
________________________
ini pertanyaan saya ke beliu yg tdk dibalas olehnya:

“guru bangsa”…. hihihihi maaf boleh koreksi ya bang, tepatnya “konglomerat pers”… klu ikut bisa dikasih kesempatan untuk sampaikan kritik ke pak Jacob Utama ga…?

http://blog.kompa…edah-kompas/

faizal assegaf 0 0
Taufik H. Mihardja harus menjawab masyarakat mana yg menyebut JO guru bangsa...? berikan nama2 mrk agar penyebutan itu tdk untuk tujuan mengkultuskan seseorang JO yg telah terkenal sebagai konglomerat pers...!

oke ya saya mau jalan dulu, ntar kita diskusi lagi

salam FA
Striding Cloud 0 0
faizal assegaf:
Terimakasih sudah ditunjukkan linknya.

Jika kemudian Taufik itu mengkultuskan seorang JO, lalu kenapa?

Lalu jika kemudian kompasiana membreidel Anda, mengapa pula yang dijadikan sasaran keluhan oleh Anda, adalah wijaya kusumah?

Apakah wijaya kusumah merupakan instrumen kompasiana?
krisnov 0 0
wijaya kusumah: Om Jay, salam ya buat guru bangsanya sendirian. Hehehe.

Guru bangsa ni ye ! Artikel ABS apa lebay ya ?
GusBushTom 0 0
sejatinya gelar dan julukan itu juga subjektif.....

dan terkadang kita juga bisa memperdebatkan setiap gelar yg diraih seseorang....

saya kira sah-sah saja jikalau ada yg menjuluki JO sbg guru bangsa.......

terminologi "guru" itu sangat interpretatif dan tentunya subjektif juga..........

*halahsalahlogintapiakubukankl oninganloh*
: D
krisnov 0 0
GusBushTom: Hihihi..sewa idnya Mbah Darmo berapa ?
Yudiantoro 0 0
wah orang2 "K" yang lg seneng dapet tempat buat debat keburu ketemu Striding Cloud ... siyal sungguh siyal mereka (karena ndak biasa debat die_hard) ; )) ; ))

*ngelirik faizal assegaf sm wijaya kusumah*
krisnov 0 0
Usul buat kompasianer, gimana kalo Surya Paloh, Ical, diangkat juga jadi guru bangsa.

*Langsung mules nih perut...
GusBushTom 0 0
krisnov: hah? ; ))
Rakai Mamrati 0 0
lah... malah jadi tempat pamer engrish.

boring.
anti-fenomena 0 0
krisnov: Anda melewatkan Nia Ramadhani
Yudiantoro 0 0
Rakai Mamrati: : )) : )) masak hari gini ngomong inggris dibilang pamer oom.. anak gue yang kelas 3 sd aja udah cas cis cus ngomong inggrisnya ; ))
Rakai Mamrati 0 0
Yudiantoro: kalo mo ngomong inggris sih silakan aja. tapi kalo udah ngurusin grammar dan kualitas inggris org lain itu jelas namanya pamer.

org bule aja gak pernah tuh ngurusin grammar. yg penting pesannya sampai dan gak ada misanderstending.

lagian ngapain sih ngomong inggris sama sesama org indonesia kalo gak ada konteks keperluannya? di forum berbahasa indonesia pula.

last-last indon ni jadi macam malaysia la plak. huehuhe
Rakai Mamrati 0 0
jadi teringat sama ucapan seorang artis melayu malaysia.... "I feel stupid to speak in Malay".

jangan2 wabah inferior gitu juga udah berjangkit di sini. : (
GusBushTom 0 0
Rakai Mamrati: [last-last indon ni jadi macam malaysia la plak. huehuhe]

: D : D : D
Rakai Mamrati 0 0
GusBushTom: aper plak ko buat sengeh macam tu ar... I tak suker! gigi ko busuk sangat!

: D: D: D
The Crow 0 0
Yudiantoro: : D Somebody here never heard of Shaw's 'Pygmalion', eh? Or having a hard time to understand a group sample of making a headline as an in-joke by adding as many off-topic as possible? Beyond repair, eh? What do you think? : D
Striding Cloud 0 0
Rakai Mamrati:
Nah lebih lucu lagi ngomentarin orang yang ngomentarin komentar orang lain di halaman komentar ; ))

Kalau menurut loe, menggunakan bahasa enggrish salah, ya pakai saja bahasa indonesia. Mau siapa juga pake bahasa inggris, loe tetep ngendonesia, sah-sah aja kok. Pusing amat.

Soal ngoreksi grammar, konteksnya adalah running-jokes yang sedang berlangsung. Si pall playgroundnya khan grammar, gw playgroundnya forex.

Waktu dia nyebrang ngomongin forex, quid pro quonya, gw nyebrang ngomongin grammar. Menurut loe salah? Fine, gw minta maaf.

Secara pribadi, menggunakan bahasa inggris mencegah gw maki2 kasar. Amat membantu.
krisnov 0 0
Bosan....kapan sih artikel ini ngilang dari HL ?
jamur 0 0
krisnov:

[Bosan....kapan sih artikel ini ngilang dari HL ? ]

(setuju) setelah 24 jam bung.
GusBushTom 0 0
jamur: ; )) : D
The Crow 0 0
krisnov: Herewith I propose to install Icarus as Indonesia's new koksu. : D
Yudiantoro 0 0
The Crow: this crowd is terrible.. : )) : ))

*guiltypleasurebyenjoyingit* ; ))
Rakai Mamrati 0 0
The Crow: err.........................

*buka2 kamus*
GusBushTom 0 0
The Crow: [krisnov: Herewith I propose to install Icarus as Indonesia's new koksu.]

: D : D : D
Rakai Mamrati 0 0
Striding Cloud: oooo.... ngono tho. hehheh

menurut gua sih ngomentarin orang yang ngomentarin komentar orang lain di halaman komentar tuh udah bener.

kalo gua ngomentarin orang yang ngomentarin komentar orang lain di halaman depan rumah, boleh lah lu bilang lucu.

trus playground gua apa dong?

: D

The Crow 0 0
Striding Cloud: [mencegah gw maki2 kasar] : D My old line? Yeah, the worst profanity I can think of in English is 'shit-festered son of a bitch', and I found it inadequate when using it to refer to TS. : D

No one swears better than the Spics, and I'm sure the old friend of Dhanis would agree with me. ; ))
Striding Cloud 0 0
Rakai Mamrati:
Candi.

The Crow:
[_My old line?_]

Thats becoz i agree with you. : D
wawajie 0 0
Kalo soal bahasa Inggris, saya sendiri awalnya sebel sama The Crow, nih orang kok gaya bgt sih pke bhs inggris mulu. Trus habis itu sudah terbiasa malah berterima kasih bisa jadi belajar bahasa inggris disini.
Saya akui, kemampuan bahasa inggris saya memang buruk(selain matematika,semua ipa, ips, ppkn,bhs indonesia, agama, IT, jyah... kok banyak), padahal yo wis belajar dari kelas 3 sd, tetep aja! Thanks to translate google, I can't live without you (bener ga nih inggrisnya?)
pall 0 0
wawajie:
[ Thanks to translate google, I can't live without you ]

Ora mesti. Mbok iki digoleki neng google translate nganti tuwek yo ra bakalan ono terjemahane : D
The Crow 0 0
wawajie: Ah, then you have to start getting close to Dh2L. You'd soon learn how to express a whole sentence with the rise of an eyebrow.

Trust me, he's a genius. Ask Wonggantenk and Marshall Rommel if you can't take my word on it.
Rakai Mamrati 0 0
Striding Cloud: [Candi.]

: D: D: D: D
wawajie 0 0
pall: nek boso jowo, ra sah nganggo google translate, golek cah yojow sing paling cedak! *belajarbahasajawaharapmaklum*

The Crow: Makjang... saya disuruh belajar dari pak Dh2L? saya aja ga mudeng dengan tulisan dan komen2 beliau!
Rakai Mamrati 0 0
wawajie: hehhee...

gpp mbak(?), tetap semangat. org jepang juga pake google translate kok, malah buat bikin kontrak bisnis segala.

bahasa inggris cuman alat, tujuan akhirnya mencapai target2 MDG. *halahh*

: D
The Crow 0 0
wawajie: [saya aja ga mudeng dengan tulisan dan komen2 beliau!] That's because you are still using Assembly while he's already using Python.
wawajie 0 0
Rakai Mamrati : mbak (?) seterahlah mau manggil apa!

The Crow: Python opo meneh? Haish, tambah ga mudeng!
Rakai Mamrati 0 0
wawajie: kayaknya dia lg nyeritain ular piton piaraannya tuh.

; ): D: D
The Crow 0 0
wawajie: [Python opo meneh?] Ask ndableg. : D
GusBushTom 0 0
105? ; ))

still HL....
lanjutkan (upss bukan nya salahlogin tp salahucap) : D
Ibnu Muslim 0 0
Sepertinya ini hanya strategi dari kompasianer untuk persiapan "debat politik blogger", mereka mencoba belajar cara2 trengginas warga politikana.

*pengen rasanya misoh2 dikompasiana : D
GusBushTom 0 0
Ibnu Muslim: : D : D : D : D : D
Striding Cloud 0 0
Ibnu Muslim: Jangan lupa di akhiri dengan kata "Salam politikana" di sana ya.
The Crow 0 0
wawajie: [Haish, tambah ga mudeng!] OK, just this once.

This is 'Hello World' in Assembly:

SECTION .data

msg db "Hello, world!",0xa ;
len equ $ - msg

SECTION .text
global main

main:
mov eax,4 ; write system call
mov ebx,1 ; file (stdou)
mov ecx,msg ; string
mov edx,len ; strlen
int 0x80 ; call kernel

mov eax,1 ; exit system call
mov ebx,0
int 0x80 ; call kernel



And this ise 'Hello World' in Python:

print "Hello World"


Notice the difference? : D
The Crow 0 0
Striding Cloud: Ibnu Muslim: [di akhiri dengan kata "Salam politikana" di sana ya] Plus links to other interesting articles (whether related or not). Articles in Politikana. ; ))
GusBushTom 0 0
The Crow: subtle sarcasm? : D
The Crow 0 0
GusBushTom: Not this time. Seriously. Ask Wonggantenk. He understands.
The Crow 0 0
GusBushTom: Eeeeh, beg pardon, you are referring to which one?
wawajie 0 0
The Crow: menyerah! biarlah saya berada dalam ketidakmudengan saya : (

Maksudnya GusBushTom: yg ini kali
Plus links to other interesting articles (whether related or not). Articles in Politikana.
*sotoymie
boiga 0 0
bener sepertinya kata uda Ibnu Muslim, mereka serentak masuk sini mungkin 'mempelajari' budaya P.. mudah2an menular dibawa pulang.. : D

eh, siapa itu di atas tadi? oiya, Rakai Mamrati! apa gak bisa nyari2 celah buat belajar enggrish dari teman2 yang lain ya? lumayan lho..
ndableg 0 0
dudul!
komentar sebanyak ini, si penulis baru nanggepin satu biji doang

*summoning The Crow *
GusBushTom 0 0
boiga: [eh, siapa itu di atas tadi? oiya, Rakai Pikatan! apa gak bisa nyari2 celah buat belajar enggrish dari teman2 yang lain ya? lumayan lho.]

no what-what ... : D : D : D
Rakai Mamrati 0 0
boiga: [eh, siapa itu di atas tadi? oiya, Rakai Pikatan! apa gak bisa nyari2 celah buat belajar enggrish dari teman2 yang lain ya? lumayan lho..]

gua musti nyari2 celah buat belajar inggris dari teman2 yg lain di sini?

gak minat ah. di sinikan tempat bicara politik indonesia.

soal ngomong inggris, di kantor gua ada satu orang rekan dan 2 orang bos bule kok. tapi yg gua pikirin malah gimana caranya supaya mereka MAU belajar bhs indonesia.

mari jadikan bahasa indonesia sebagai tuan di negerinya sendiri. : D
neilhoja 0 0
Rakai Mamrati: hehehe... sah2 saja ko mas. tapi terus terang, saya sangat terbantu dengan hadirnya The Crow dan Striding Cloud karena bisa diskusi pake bahasa inggris sebagai latihan... : D
Neof Ana 0 0
The Crow: I though you consider pall as female... because she has that pleasing shape and ... appearance... on articles and comments... and avatars... : ))

Rakai Mamrati: Btw, in terms of typing on mobile, English is much helpful... And I know, my English is not the best... : D
GusBushTom 0 0
124? : D

waiting for HL again. ; ))
Rakai Mamrati 0 0
neilhoja: iya lah. salute. : D

Neof Ana: T9 ya? T9 bhs indo juga udah ada lho.
Neof Ana 0 0
Rakai Mamrati: Shorter, less type... : D
Rakai Mamrati 0 0
Neof Ana: shorter, tapi tak selalu lebih meaningful. : D
Neof Ana 0 0
Rakai Mamrati: It's depend on your IQ. ; )) http://www.ted.co…_jargon.html
Ibnu Muslim 0 0
Belajar misohin kompasiana :

http://m.kompasia…40&commented
Rakai Mamrati 0 0
Neof Ana: gitu ya...? IQ gua jongkok. : D
Icarus 0 0
Ah, pada pesta-pesta dimari saya ga diundang... Bang The Crow, hayo tanggung jawab!!! Terutama urusan per-'koksu'-an. : (( : (( : ((

*baru bangkit pascaterkapar karena flu*
The Crow 0 0
Icarus: Can't get too active this afternoon. I'm taking my kid out for a light trekking down Merapi lava path starting from Kaliadem since this morning. We're taking a lunch break in Umbul Plunyon right now; not much of an internet connection here.
The Crow 0 0
Ibnu Muslim: I've read the comments, and I felt like being in another dimension of time-space continuum. : D
alakazam 0 0
__you have no brave to reveal yourself & take responsibility like grown-up man__ : ))
The Crow 0 0
alakazam: Hey, where have you been? : D
Dh2L 0 0
The Crow: anymous
RD 0 0
Hahahahahahaha, lucu juga ya kompasianer nulis di sini dan bertanya pada.... warga P.

Hanjakal kuring tinggaleun....
faizal assegaf 0 0
RD: salam mbak ria... mampir klu ada sempat mampir di sini ya: visibaru.com
hamatamu 0 0
faizal assegaf, are you a spammer bot with 'visibaru cara lama' hyperlink??! ah flamer maybe?
hamatamu 1 suka | 0
sesuai dengan komentar wijaya kusumah, maka saya akan menimpali BMH, "kemana saja bung selama ini? jelata politikana sudah berulang kali kopdar kok, mau mempermasalahkan anonimitas lagi? basbang!"
faizal assegaf 0 0
hamatamu: : D
BMH 0 0
thank's buat semua komen2nya. yeah, seperti kebiasaan di P, komen2 malah banyak yg OOT, tdk ke konten isi artikel ; ))

sori tdk langsung balas, krn seperti Fadjroel, sy jg tidak mantengin P atau K atau apapun tiap hari. cuma tulis, posting, tunggu bentar, dan kembali ke real world... paling baru balik beberapa wkt kemudian, yg bisa berarti berhari2

btw, sy sdh pernah hadir kopdar P pertama. waktu itu sy ngobrol paling lama dg Pak Didi, smp tamu lain sdh pada pulang. terus terang sy lebih tertarik pd aspek bisnis keluarga SalingSilang daripada gopol (gosip politik) yg bagi sy relatif lebih mudah didpt. kalau blm sempat kenal yg lain, mgkn krn keterbatasan waktu saja.

btw, anonimitas di sini adalah di identitas penulis, bukan di dunia nyata. kita bisa saja tahu siapa sebenarnya pemakai nickname tertentu di dunia nyata. tapi di tulisannya yg opini, ia tetap anonim. ini tdk sesuai dg kaidah jurnalistik. maka, bila ada masalah dg tulisan dan ada tuntutan hukum, pengurus P harus memilih antara menggunakan hak tolak -berarti harus siap dipenjara- atau menyerahkan saja identitas asli penulis bernickname. so, ini lebih ke soal tanggungjawab tadi. tdk masalah di dunia nyata warga P saling kenal, pembaca P tetap tdk tahu siapa gerangan penulis opini2 'die-hard' di P ini...

so, cukup sampai di sini. btw, buat faizal assegaf, dijadiin bahan tulisan malah cengengesan! dasar! : )



The Crow 0 0
BMH: [ini tdk sesuai dg kaidah jurnalistik] Is Politikana about journalism now? I thought it's "Tempat buat kita ikut bicara dan berbuat tentang "politik" dalam arti yang luas."

[pengurus P harus memilih antara menggunakan hak tolak -berarti harus siap dipenjara- atau menyerahkan saja identitas asli penulis bernickname] Have you ever read this? Really reading it? Between the lines? http://politikana…tentuan.html
The Crow 0 0
[yeah, seperti kebiasaan di P, komen2 malah banyak yg OOT, tdk ke konten isi artikel] Dig deeper. Ask why. They have their reasons to do that, actually.
pall 0 0
The Crow:
In addition, the author is death!

#hey what we're doing in this expired article.
The Crow 0 0
pall: What do you mean 'we'? I'm outta here. : D
pall 0 0
The Crow: what...ever... [ -(
iloenx 1 suka | 0
BMH: [maka, bila ada masalah dg tulisan dan ada tuntutan hukum, pengurus P harus memilih antara menggunakan hak tolak -berarti harus siap dipenjara- atau menyerahkan saja identitas asli penulis bernickname. so, ini lebih ke soal tanggungjawab tadi.]
=======
Wah, anda memberi opsi yg terlalu sempit untuk punggawa P. padahal mereka punya opsi yg lebih baik jauh sebelum opsi Anda, sebagaimana komentar burung di atas yg menautkan syarat & ketentuan P.....

Di luar itu, saya kira artikel Anda itu sepantasnya ditujukan untuk DIRI ANDA sendiri dulu, sebelum ditujukan kepada warga di mari. Kenapa, implisit dalam artikel dan komentar Anda, Anda sudah lebih dulu MERASA BENAR, dan pada saat yang sama ketika ada banyak kritik atas artikel itu Anda tak sepenuhnya BISA atau MAU MEMPERTANGGUNGJAWABKANNYA. alasan Anda "....krn seperti Fadjroel, sy jg tidak mantengin P atau K atau apapun tiap hari. cuma tulis, posting, tunggu bentar, dan kembali ke real world..." ; ))

Ya, itu yg Anda mau klaim sebagai TANGGUNGJAWAB?????? menyamakan diri anda dg FR (wah setenar dan sibuk FR anda rupanya), dan implisit menuduh sebagian warga di sini tidak "kembali ke real world" seperti yng anda lakukan????? Mereka juga kembali ke real world tetapi mereka TETAP MEMPERTANGGNGJAWABKAN artikel mereka terhadap kritik dan sorotan warga lainnya, tahu.......; ))

Dan, sekali lagi, sadar-atau-tidak-sadar, sengaja-tidak-sengaja, Anda sudah merasa benar sendiri dengan memposting artikel "Lebih-penting-mana-merasa-benar-atau-tanggung -jawab" ini di mari......... ; ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat