Sinetron SD sudah bergulir, kapan sinetron SMP ya? 25

Rabu, 14 Apr '10 04:26, dibaca 929 kali

"Hahaha... makin seru nih mas", tergelak Khalid melihat tayangan di TV yang mengisahkan seorang petinggi yang sedang dipaksa untuk pergi ke suatu tempat, padahal dia ingin pergi ke tempat lain.

"Bang Khalid memang mendukung yang ditangkap atau yang menangkap?", sergah Ridwan ketika terlihat Udin malas menjawab pernyataan Khalid.

"Ini baru seru. Seorang Jendral berbintang banyak harus digelandang oleh mantan anak buahnya yang tak punya bintang di bajunya"

"Pertanyaanku bang, mana yang Abang dukung? Yang nangkap atau yang ditangkap?", Ridwan makin deras menyerang Khalid.

"Hahaha...jelas aku mendukung Sang Jendral donk!"

"Emang sang jendral itu pahlawan? Bukannya dia juga tidak jelas hitam putihnya?"

"Jangan suka berpikir masa lalu mas. Lihat saja usaha yang dia lakukan untuk membuka tabir korupsi di negeri ini. Hanya dia yang berani berbuat seperti ini"

"Ah itu sih malah justru menepuk air di dulang terpercik ke muka sendiri Bang"

"Lho, mas Ridwan. Coba bayangkan apa yang terjadi bila semua orang loyal terhadap korpsnya dan membiarkan korupsi meraja lela di korpsnya karena dia menjaga jangan sampai aib di korpsnya keluar dan menjadi santapan empuk para wartawan dan juga para blogger politikana", Khalidpun makin berapi-api kalau ada yang mendebatnya.

"Sang Jendral itu mungkin dulu punya masalah, tapi lihat tindakannya sekarang. Dia berani justru di saat harusnya dia tidak berani", Khalid terus nyerocos tanpa memberi kesempatan Ridwan menahan laju pembicaraannya.

"Gak terbalik bang? Bukannya sebaiknya dilakukan saat dia masih pegang banyak kekuasaan bukan di saat dia sudah lemah seperti saat ini?"

"Jangan salah sangka mas. Dia tidak lemah, dia didukung oleh hampir sebagian besar para fisbuker"

"Memang ada yang mendukung dia di fisbuk?"

"Wow...banyak mas. Ribuan orang menyuarakan dukungannya terhadap Sang Jendral agar terus istiqomah membuka borok korupsi di korpsnya"

"Aku kok lebih suka nonton bola. Liga champion lumayan seru nih. Messi sudah mencetak banyak sekali gol di ajang ini"

"Mas Ridwan. Coba aku mau nanya. Masih adakah rasa nasionalisme di dada mas Ridwan?"

"Ya masih donk. Aku selalu bernyanyi Garuda di dadaku sambil mengepalkan tinju di depan dada. Bang Khalid belum pernah sih merinding ketika menyanyikan lagu-lagu saat nonton pertandingan bola Indonesia melawan para tamu"

"Lalu dimana rasa nasionalismemu itu mas Ridwan. Apa tidak tergetar hatimu saat melihat ada yang ingin membuat Indonesia ini menjadi lebih baik malah akhirnya ditangkap oleh oknum-oknum yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Coba tolong jelaskan mas "

"......"

"Coba baca salah satu status di fsibuk ini mas."

"....."

"...Saya rasa pada akhirnya masyarakat tidak akan mempermasalahkan apakah Pak Jendral pernah terlibat korupsi, melainkan tetap mengharapkan agar perjuangan Pak Jendral tidak mengendur. Akan bertambah banyak yang bersimpati dan berharap Pak Jendral menjadi Kapolri yang akan datang. Semoga saja...."

"...."

"Nah..menurutku begitulah kira-kira akhir dari sinetron ini. Pak Jenderal akhirnya akan bebas juga. Dukungan kita ini nantinya akan dipakai agar pak Jendral tidak lupa tentang beberapa hari yang penuh dengan ketegangan ini"

Saat Khalid dan Ridwan terus beradu pendapat, Mas Din berdiri dari tempat duduknya dan perlahan ngeloyor keluar kantin.

"Mas Din mau kemana? Kan belum tuntas pembicaraan kita ini?", Khalid mencoba menghentikan langkah mas Din.

"Lanjut saja bang. Aku mau ke ruang satpam dulu. Mau nonton rekaman bola beberapa hari lalu", mas Din menolak ajakan Khalid untuk menyelesaikan masalah pak Jendral yang makin seru ditayangkan di TiVi.

"Aku takut terbunuh nafsu makanku gara-gara berita ini. Aku makan dulu Bang", Ridwan bergeser duduk dan mulai mengambil makan siangnya.

Khalidpun meneruskan kegiatannya, menonton berita tentang hiruk pikuk politik negeri tercinta ini.

 

+++ dimuat juga di blogdetik


Tag: korupsi, sinetron, polri

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Wonggantenk 0 0
Di era saling buka borok, Susno tergolong berani juga
eshape 0 0
melawan arus memang berat
tapi SD berani melakukannya
apapun alasannya tentu bermanfaat bagi tata hukum kita
meski manfaatnya mungkin masih sangat sedikiiiiiiit sekali

salam wong gantenk
Wonggantenk 0 0
eshape: salam juga om, lama nggak kelihatan
eshape 0 0
Wonggantenk:
iya nih takut sama mas Fauzan
takut digelandang kayak SD
hehehe....
botaksakti 0 0
eshape: yang begitu, masuk kategori "ekstra parliament" gak sih????soalnya sepertinya banyak yang setuju tetap lewat jalur meski borok tetap tak akan terbuka: D: D (ambil bensin ah)
Tunjung 0 0
he..he...ini tragegi kekesekian di Indonesia mudah2an nanti borok2 pada meletus semua...mulai dari antasari, cicak buaya yang lakonnya Susno juga sebagai buaya...trus century yang terus membuka takbir borok2 itu hingga kini Susno yang merasa terzolimi...seperti nya ingin mengajak "rekan seperjuangan dulu" untuk ikut merasakan "perjuangan sebagai sesama terzolimi"....he..he..mudah2an buat kita para penonton...ini ada positifnya..: D..mungkin ini pula waktunya..yang dulu menzolimi rakyat..kita harus merasakan karmanya : D
botaksakti 0 0
Tunjung: tragegi kekesekian**** kosa kata baru......(ampun,Bu.........ampun): D: D
eshape 0 0
botaksakti:
mas Sindu memang selalu langsung tembak ya
hehehe....
Tunjung 0 0
botaksakti: sorry..biasa lah penyakit kambuh..tragedi maksudnya : D
Tunjung 0 0
oya..kalau cuman sinetrot ga seru pak de...mustinya dibuatin film
anti-fenomena 0 0
Tunjung: [kini Susno yang merasa terzolimi]
saya tau doi belajar dari siapa
johnb 0 0
anti-fenomena:

ghibah..
: D
kang tutur 0 0
SMP?

Sri Mulyani & Partners??? ; ))

kan udah...!
eshape 0 0
wah iya ya
hahaha....
tinggal nunggu SMA
yusro 1 suka | 0
Minjem istilah Jupe di TV: "lebih baik mantan wanita nakal ketimbang mantan wanita baik-baik". Dalam mengungkapkan mafia kasus di tubuh Polri, akan lebih baik mantan polisi nakal yang mengungkap, ketimbang mantan polisi baik-baik. Karena polisi nakal lah yang lebih tahu modus operandi mafia di dalam tubuh Polri.
eshape 0 0
wah mas Yusro kalau komentar langsung menusuk

hehehe...
bener mas
SD sangat paham lika-likunya
jadi aklau dia dibiarkan bicara bisa kemana-mana tuh...
botaksakti 0 0
yusro: kalau begitu siapa yang pantas jadi Kapolri ???Kalau yang pantas jadi Dirjen Pajak, saya usul........Gayus.........pasti pas........: D
andi_tulungagung 0 0
eshape: bagaikan buah simalakama, diangkat takut g'bisa diatur kl g'diangkat akan jadi batu sandungan ditengah jalan
faizal assegaf 0 0
yusro: pandangan menyesatkan seperti itu yg membuat negeri ini terjebak dalam jaringan bandit yg bertopeng jujur dan bersih... Setahu saya Susno justru masih relatif bersih sehingga tdk bisa disebut polisi nakal.....

eshape: semua sandiwara ini buatan SBY dan Boediono... !
johnb 0 0
faizal assegaf:
[semua sandiwara ini buatan SBY dan Boediono..]
wew..... : D

#infotainment apalagi ini..
The Crow 1 suka | 0
johnb: Somebody watched X-Files one episode too many. : D
faizal assegaf 0 0
johnb: kita ini terlalu santu kepada mereka... ga perlu lagi basa-basa... langsung aja nyebut SBY-Boediono akar semua masalah.... itu aja... !
alone. 0 0
Om susno mah Strong oi .
GusBushTom 0 0
sepertinya "skenario" berhasil..
simpati telah dituai...
tinggal menunggu "tujuan" sebenarnya dr "skenario hebat" ini.... : D : D : D
Gundul pacul 0 0
:-D

Silahkan login untuk memberikan pendapat