K o n t e m p l a s i 48

Senin, 31 Mei '10 13:31, dibaca 496 kali

Sejujurnya, sudah hampir sebulan ini tidak menonton TV dan membaca detik, kecuali nonton final LC dan yang membuatku bahagia adalah ketika melihat Moratti berfoto bersama Mourinho memegang Piala Champions. Betapa harunya melihat perjuangan Moratti hingga berganti belasan pelatih dan puluhan pemain, demi menggapai apa yang diinginkan beliau, menyamai rekor ayahandanya 45 tahun lalu. Jenuh rasanya melihat perkembangan negeri ini yang masih berkutat pada isu itu-itu saja. Sementara masih banyak orang butuh makan, butuh rumah, butuh perhatian, terabaikan begitu saja oleh pemerintah sebagai pengelola negara.

Mungkin kini saatnyalah kita merenungkan, mau dibawa kemana negeri ini? Mau ikut demokrasi ala Amerika, atau mau ikut gaya sosialis, atau mau apa. Masih layakkah kita tetap bersatu, di kala egoisme mulai menampakkan kukunya, dilihat dari semakin banyaknya tawuran dan konflik baik horizontal maupun vertikal. Terlalu banyak orang pintar di pucuk pimpinan bukannya menyelesaikan perbedaan, malah menambah tajam perbedaan itu sendiri. Semakin hari rasanya semakin tidak jelas arah tujuan bangsa ini. Program seratus hari nyatanya hanyalah simbolik belaka, demi mengejar target kuantitatif tanpa makna.

Sekedar menengok ke belakang, dulu kita punya GBHN yang jelas-jelas menunjukkan arah kita terbang, mulai dari pertanian, agro industri, manufaktur, hingga lepas landas menjadi bangsa yang sejahtera. Walaupun kemudian tidak tercapai, namun paling tidak sudah ada semacam master plan yang mengarahkan bangsa kita lepas landas walaupun tidak pernah terbang. Namun kini, tiada lagi arahan kongkrit bagaimana menuju suatu bangsa yang sejahtera. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang RPJM Nasional masih normatif dan hanya berisi target-target kuantitatif saja tanpa arahan kongkrit untuk mencapainya. Sementara masing-masing instansi hanya sibuk mengejar targetnya sendiri tanpa melihat irisan program dengan instansi lain, sehingga sering muncul bentrok kepentingan di antara instansi dalam satu kegiatan dan lokasi yang sama.

Oleh karena itu, sudah saat kita berkontemplasi, mau dibawa kemana bangsa ini ke depan? Sudahilah perbedaan, mulailah berpikir untuk semua, bukan untuk kepentingan sendiri.

Salam, dizzman

NB. Mohon maaf sudah terlalu lama berkontemplasi jadi lupa menulis di sini he3x...


Tag: bangsa Indonesia, renungan nasional

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Samz 0 0
Kirain ke mana aja.. ternyata berkontemplasi ya OM?
Samz 0 0
Lama juga ya kontemplasinya. Pasti banyak nich hasilnya.
Samz 0 0
Salah satu hasil kontemplasi tulisan ini ya?
Samz 0 0
Walah... ikut latah berhatrik-ria
Marshall Rommel 0 0
Samz: iya om, lg boring nih di kantor, gitu2 aja gawenya... siapa tahu ada yg ngasih tantangan disini he3x.....
Cicak Bin kadal 0 0
betul ...saya takutnya kalo keadaan gini terus maka yaa gini terus kondisi indonesia ke depan nya ......memang saya pribadi punya GBHN/RJM ..tapi kalo negara ???...saya pikir punya tapi entah di laksanakan atau tidak ,,atau mungkin terus berubah rubah..entah lah .... : ((
The Crow 0 0
Cicak Bin kadal: [memang saya pribadi punya GBHN/RJM ..tapi kalo negara ?] Make no mistake, we do have GBHN today. The contents can be concluded into one sentence: Just follow where the wind blows. ; ))
Marshall Rommel 0 0
Cicak Bin kadal: ya itu RPJM Nasional, tapi juga gak jelas arahnya mo kemana... cuma paling2 menuju masyarakat adil dan makmur aja....
The Crow: welcome back bro.... GBHN now called RPJM nasional..... I agree the sentences: goin' with the wind blows (Mr. Big)
Cicak Bin kadal 0 0
The Crow: seperti yang sering saya baca di kalimat motivasi "KITA TIDAK BISA MERUBAH ARAH ANGIN TAPI RUBAH LAH LAYAR KITA"
Cicak Bin kadal 0 0
Marshall Rommel: gak rinci yach...yang jadi saya males mikir negara dan menjadi lebih egois mementingkan diri sendiri ,,,( yang penting saya untung apapun situasi nya ) ya itu ...karena semuanya gak jelas ....
Dh2L 0 0
Pacu Pacu sarana Transportasi jalan darat saluran pembuangan terintergrasi,Irigasi,Trotoar,Penghijuan jalur hijau jalan jalan umum,yang berumur panjang berapa pun biaya.Pikir ulang penjualan blok blok migas,pertambangan.Kalau ini tidak berhasil Kontrak kontrak KK,Wilayah pertambangan tinjau ulang.Kapan tu duit dipakai.Devisa terserah Pemerintah urusan Stabil 9030s/d9650 mau pilih mana.Tidak ada Effek domino!
The Crow 0 0
Cicak Bin kadal: I'm afraid the government's sails are the kind which can only be set on one direction.
Cicak Bin kadal 0 0
*jadi bingung*
Cicak Bin kadal 0 0
The Crow: ya kalo gitu mah SDM aja...SELAMATKAN DIRI MASING MASING.. : D ..kadang kadang saya sempet frustasi kalo pas lagi usaha kacau, dana menipis trus di tambah negara yang gini gini aja...tapi yach mau gimana lagi ...di sini kita harus bangkit dan berjuang untuk diri kita sendiri ,,jangan pedulikan / harapkan negara membuat kita maju...tapi mungkin ini kondisi saya aja heheheheh..siapa tahu bagi orang lain usaha nya oke oke aja tuh...
Cicak Bin kadal 0 0
^
curhatan dari seorang Direktur merangkap sales/accounting/collector/kurir/operator dari PT.RINDU ORDER ..hehehhe
Samz 0 0
Dh2L: Pembangunan infrastruktur (jalan, komunikasi, irigasi, listrik, etc), saya yakin, itu salah langkah kunci dan akan mempunyai efek domino memacu pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor lain. Dan jangan lupa juga "infrastruktur" Hukum mesti segera dibenahi.

Cicak Bin kadal: Selamatkan diri masing-masing, cari keuntungan diri masing-masing, saya kira, itu yang mesti dilakukan tiap diri kita. Tentu saja dengan catatan: usahakan semaksimal mungkin tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Asumsinya: kalo tiap diri untung, maju, maka bangsa juga akan maju.
Dh2L 0 0
Cicak Bin kadal: ^o^ # Sing Sing a song
The Crow 0 0
Dh2L: Sing out loud, sing out strong
Dh2L 0 0
Samz: Lainya Stagnasi ...Fiskal ...Duo standard
Cicak Bin kadal 0 0
Samz: usahakan semaksimal mungkin tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak lain.
===================
setuju...dan tanpa melanggar hukum tentunya.


Marshall Rommel 0 0
Cicak Bin kadal: iya, makanya gak usah mikirin negara ha5x....
Dh2L 0 0
Marshall Rommel: Isi isi Rakyake sen isin
Cicak Bin kadal 0 0
Marshall Rommel: saya usahakan begitu meski kadang kadang tetep mikirin juga : D
Samz 0 0
Marshall Rommel: Cicak Bin kadal: Bagaimana kalo mikirin negara melalui mikirin diri sendiri? ; ))
Siapa tahu bisa.
Marshall Rommel 0 0
Samz: mending mikirin diri sendiri aja dulu... semua pada EGP
Cicak Bin kadal 0 0
Samz: mending mikirin diri sendiri ajah..
Dh2L 0 0
Ratio dalam Hitungan sendiri tergantung Ratio Luar TetapMarshall Rommel: Bukan Abaal Abaal
Samz 0 0
Marshall Rommel: Cicak Bin kadal: bisa jadi itu malah yg terbaik. Jangan2 negara bisa maju jika rakyat pada memikirkan diri masing2.
Marshall Rommel 0 0
Samz: : )) : )) : ))
Cicak Bin kadal 0 0
Samz: heh betul juga itu ....jangan jangan saya atau semua orang pada sibuk mikirin negara tapi lupa memikirkan gimana memajukan diri sendiri. ,,
Dh2L 0 0
Cicak Bin kadal: HIP hidupkan kembali ...
Cicak Bin kadal 0 0
Dh2L: HIP ???...apa itu pak ??
Dh2L 0 0
Hubungan Industri Pancasila
Samz 0 0
Marshall Rommel: Cicak Bin kadal: di lapak sebelah malah sibuk mikirin Palestina. Nah Loh! ; ))

Dh2L: kirain Hip-hip Hura-hura, lagunya alm Chrisye.
Marshall Rommel 0 0
Samz: ah biarin aja.... aku lagi males baca2 berita... semua penuh kepentingan... dan kita sering terjebak disitu...
Cicak Bin kadal 0 0
Samz: gak apa apa ...orang bebas mempunyai pendapat dan pandangan sendiri...kalo saya pribadi mah gak tertarik ama masalah palestina...
Dh2L: baru denger saya pak ..jelasin dong arti dari HUbungan Industri Pancasila ??
jamur 0 0
tidak ada GBHN presiden ganti program ganti lagi..
boiga 0 0
Cicak Bin kadal: Marshall Rommel: Samz: gimana kalo mikir diri sendiri & tetangga dekat? lebih baik gak? : D
TTTH 0 0
Marshall Rommel: [aku lagi males baca2 berita... semua penuh kepentingan..]

Kalau tidak ada kepentingan tandanya bukan berita penting... ; ))
Samz 0 0
boiga: mungkin lebih baik, tapi kata orang jangan mencampuri urusan rumah tangga orang..: ))
boiga 0 0
Samz: : )) ; ))
Black Horse 0 0
Marshall Rommel: [Sejujurnya, sudah hampir sebulan ini tidak menonton TV dan membaca detik]

Maksudnya..... gak nonton tv tapi parabola...? gak baca detik tapi baca selain detik ya pakdhe..? ; )) (ngapuranipin nggih..?)

[banyak orang butuh makan, butuh rumah, butuh perhatian, terabaikan begitu saja oleh pemerintah sebagai pengelola negara.]

sebuah tragedi menimpa anak bangsa yang bergelimang dalam jamrud..... (ah sudahlah..... karena yang menikmati jamrud juga bangsa lain...) : (

[saatnyalah kita merenungkan, mau dibawa kemana negeri ini?]

Sebuah pertanyaan yang oleh pemimpin bangsa sendiri dipasti tidak menemukan jawabannya...

[Semakin hari rasanya semakin tidak jelas arah tujuan bangsa ini.]

Yah.... sebab yang memprogram jalan dan tujuan bangsa ini bukan kita atau pemimpin bangsa. Oleh karenanya tujuan itu tidak jelas...



yusro 0 0
Marshall Rommel: Patesan tulisannya makin kontemplatif : D
RETROVIRUS 0 0
buat jaringan Om Dizzman untuk merestorasi Indonesia...mencontoh restorasi meiji
Dh2L 0 0
Samz: Remaja di bawah 15 tahun
Dh2L 0 0
Cicak Bin kadal: Kontrak dengan Pekerjaan Publik Penjelasan Secara detail Contoh Lokal Komponen,Jumlah Tenaga Kerja berapa Upah.Sebagian kecil hal hal diatur oleh Testomony dalam kebijakan
botaksakti 0 0
GBHN????Hatta Rajasa bilang:GBHN tak perlu dihidupkan lagi........semacam organisasi terlarang getu???(mana oleh-olehnya dari Bali?)
Subroto 0 0
Kayaknya sulit kontemplasi, politik panas mulu

Silahkan login untuk memberikan pendapat