Sarapan Politikana: Bangga Jadi Warga Negara Indonesia 16

Rabu, 2 Jun '10 08:13, dibaca 823 kali

 

Beberapa tahun belakangan ini, saya sering mendengar keluhan seorang teman yang malu menjadi warga negara Indonesia. Alasannya, Indonesia memiliki banyak carut marut. Dimulai dari permainan yang dilakukan dalam penegakan hukum, lakon dalam politik, adu kekuasaan dalam masalah ekonomi, sampai pada dugaan rekayasa penangkapan teroris.

Dia malu menjadi warga negara Indonesia sampai-sampai ingin pindah kewarganegaraan. Mungkin teman saya itu tidak sendiri, mungkn masih banyak warga negara Indonesia yang merasa malu dengan status kewarganegaraannya.

Dan kalau memang seperti itu, ada baiknya kita melihat ke Banda Aceh sejenak. Saat ini, di sana ada Teungku Hasan Muhammad di Tiro, pendiri Gerakan Aceh Merdeka. Lelaki yang pernah meninggalkan Indonesia dan menjadi warga negara Swedia ini, akhirnya mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia lagi.  

Di samping Hasan Tiro, pendiri Organisasi Papua Merdeka, yang juga perancang Bintang Kejora, Nicholas Jouwe juga kembali menjadi warga negara Indonesia. Sebelumnya, dia sempat melarikan diri ke Belanda dan menjadi warga negara Kincir Angin itu selama 50 tahun. 

Selain kedua petinggi disintegrasi ini, warga pedalaman Papua, suku Korowai, juga ingin menjadi warga negara Indonesia. Kalau alasan dua petinggi itu belum jelas kenapa kembali menjadi warga negara Indonesia, sebaliknya alasan suku Korowai ini sangat jelas, mereka ingin mengenal makanan selain sagu. Seperti beras, biskuit, dan mi instan.

Apapun alasannya, masih banyak orang yang berusaha menjadi warga negara Indonesia. Dan yang jelas, mereka tidak malu menjadi warga negara Indonesia. Jadi, kenapa kita harus malu?

Negara kita memang memiliki banyak carut marut, tapi kalau bukan kita yang membenahi, siapa lagi?  

Banggalah jadi warga negara Indonesia. 


Tag: WNI

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Ahmad Sahidah 0 0
kita akan merawat Indonesia dengan hati.
botaksakti 0 0
menunggu berapa lama mereka "kerasan" jadi WNI: D
parasit 0 0
Dulu saya sempat termasuk dalam golongan yang mengaku malu menjadi warganegara Indonesia, tapi seiring waktu, kini saya bangga menjadi warganegara Indonesia. I love you, Indonesia : ) NKRI harga mati!
Matt Zammy 0 0
masalahnya, berapa persen yg malu bila dibandingkan dgn yg mau? : p
GusBushTom 0 0
aku malu plus bangga jadi WNI.... gimana nie dunk?
hidup NKRM......yessssssssss : D : D : D
Cicak Bin kadal 0 0
eh kalo malu sebagai WNI dan malu sebagai Bangsa Indonesia beda gak ?
Ibnu Muslim 0 0
Hujan Emas di negeri orang jauh lebih baik "hujan dolar" di negeri sendiri.; ))
Last Man Standing 0 0
tentang niat suku korowai yg ingin menjadi WNI mudah-mudahan petugas sensus jujur menulis pada pada artikel itu. Kondisi sekarang mungkin begitu, SYUKURLAH, tetapi pengalaman saya beberapa tahun lalu di Papua, mereka merasa dijajah Indonesia. Bahkan pernah ditangkap penduduk setempat karena motret-2 rumah di pantai, meskipun akhirnya dilepaskan secara damai... : )
Mahfud MD 0 0
parasit: hahahha...ngakak deh...sapapun aNda : D
parasit 0 0
Mahfud MD: Terima kasih : )
boiga 0 0
saya malu jadi wni saat liat orang2 brengsek dimana2.. saat liat orang2 baik, saya kembali bangga.. : D
botaksakti 0 0
boiga: terima kasih Tuhan, boiga masih ingat pernah lihat gw...
alakazam 0 0
lebih tepatnya, saya malu lihat orang brengsek yang berkewarganegaraan Indonesia, bangga lihat orang berprestasi yang berkewarganegaraan Indonesia.

lagian, emang ada negara super sempurna yang tak punya kekurangan apapun, kalo ada, boleh tuh saya pindah ke situ...
boiga 0 0
botaksakti: alhamdulillah.. : D
RETROVIRUS 0 0
hujan emas di negeri orang lebih baik hujan uang kertas di negeri senidiri...
Last Man Standing 0 0
ironis... dgn 2000 WNI jadi warga negara malaysia karena kesenjangan infrastruktur: link http://www.tribun…rga-malaysia

Silahkan login untuk memberikan pendapat