Insiden flotilla: Apa yang sebenarnya terjadi? 71
Sabtu, 5 Jun '10 21:29, dibaca 1461 kali
SEJAK insiden Gaza-Flotilla merebak 31 Mei lalu, saya sibuk menyimak berbagai media untuk lebih memahami bagaimana sesungguhnya insiden tersebut terjadi. Karena sejak awal saya ragu kalau IDF Navy begitu saja "menyerang" aktivis kemanusiaan tak bersenjata -sebagaimana diberitakan di banyak media di Indonesia, sementara pemerintah Israel sendiri tak pernah melarang bantuan kemanusiaan, meskipun mereka memblokade Gaza sejak 2007.
Skeptisisme ini pada akhirnya membuahkan pandangan yang berbeda terhadap insiden tersebut. Saya menjadi tak sepenuhnya simpati terhadap "peace activist" yang menumpang Mavi Marmara, dan melihat ada trial by press yang dilakukan oleh media massa di Indonesia khususnya.
Israel adalah negara yang setiap detiknya berada dalam situasi keamanan yang rentan. Mengingat posisi yang dikelilingi oleh musuh-musuhnya, maka konfrontasi bersenjata bisa pecah kapan saja. Meski Israel sudah mundur total dari Gaza pada September 2005, namun roket-roket Hamas kerap kali "menggoda" pemukiman sipil Israel. Karena kondisi ini pula, maka pemerintah Israel melalui angkatan bersenjatanya kerap kali melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak populer. Sebagai contoh, memblokade Gaza di tahun 2007 untuk memperlemah kekuatan Hamas.
Bagi mereka yang tidak memahami bagaimana kompleksnya situasi keamanan yang dihadapi Israel, maka silakan anda berdiri dan mengecam tiap kali Israel melakukan aksi defensif untuk mempertahankan diri. Itu adalah hak anda. Tetapi, saya pribadi memilih jalan lain: mencoba memahami kompleksitas situasi keamanan yang dihadapi Israel, berdasarkan pandangan bahwa tidak ada manusia yang 100% evil.
Advokasi sederhana ini jangan dipandang sebagai upaya berpihak pada "kejahatan", atau suatu sikap anti terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza, tetapi sebuah upaya menyeimbangkan arus informasi. Tentu kita semua setuju terhadap kemanusiaan, dengan tidak pilah-pilih asal primordial. Juga tentu saja, tidak ada manusia yang 100% evil atau 100% angel.
****
MENYIMAK berbagai pemberitaan mengenai insiden flotilla kemarin, nampaknya sebagian besar media massa, terkhusus di Indonesia, menggunakan istilah "penyerbuan" (raid) untuk menggambarkan aksi tentara Israel yang mencoba memasuki kapal Mavi Marmara pada Senin subuh 31 Mei lalu. Bahkan setelah beberapa hari berlalu, istilah ini terus dipertahankan. Sepertinya, media massa lebih suka memberi laporan yang "populis", yang tampaknya memang "ingin didengar" oleh masyarakat -yang memang anti Israel.
Media hanya menekankan pemberitaan pada aksi penembakan aktivis dan jumlah korban tewas dalam kapal kemanusiaan tersebut, ditambah beberapa klip video yang menunjukkan kehancuran Gaza pasca dibombardir Israel. Sedangkan kronologi "penyerbuan" tidak disajikan secara lengkap. Ini yang saya pandang sebagai a trial by press. Saya tidak tahu persis kenapa, yang jelas ketimpangan informasi ini menciptakan opini publik yang sesat bahwa Israel menyerbu kapal bantuan kemanusiaan, sehingga timbul sejumlah korban sipil, dan ini perbuatan yang -apalagi Israel yang melakukannya-- sangat biadab -mungkin berbeda kalau misalnya salah satu negara Arab yang melakukannya, kita tahu bahwa 300,000 warga sipil di Sudan selatan yang dibantai Omar Bashir tak menimbulkan protes berarti di masyarakat (Muslim khususnya). Dari pemberitaan itu, timbul kesan juga, bahwa Israel tidak mengizinkan apapun bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Atas pemberitaan yang kurang proporsional tersebut, tak pelak aksi demonstrasi merebak di berbagai kota.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Sebagaimana kita semua tahu, kapal Mavi Marmara yang mengangkut 600-an lebih aktivis kemanusiaan dari berbagai negara ini bertolak dari Turki menuju Gaza, dengan tujuan menghantarkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat sipil.
Tak banyak media di Indonesia yang mengkabarkan, bahwa IDF Navy telah memberikan peringatan secara santun dan prosedural kepada Mavi Marmara sebelumnya. Bahwa Freedom Flotilla tidak diperbolehkan memasuki areal pantai Gaza karena sedang dalam blokade militer. Dalam peringatannya, IDF Navy telah pula mengatakan -dan ini tidak kedengaran gaungnya di Indonesia- bahwa pemerintah Israel mendukung bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Hanya saja, mengingat kondisi konflik antara Israel-Hamas yang menyebabkan Israel memblokade Gaza, semua bantuan hendaknya disalurkan melalui jalur darat, dengan terlebih dahulu merapatkan kapal di pelabuhan Ashdod.
Perlu diketahui, selama blokade Israel atas Gaza yang dimulai tahun 2007, Israel sama-sekali tidak melarang bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Tercatat telah banyak organisasi kemanusiaan yang mengirimkan bantuannya dengan aman sentosa ke Gaza. Mereka adalah Palang Merah Internasional, WHO, UNICEF, UNRWA, dan sejumlah bantuan dari Mesir, Yordania, Yunani dan Turki. Puluhan ribu ton bantuan telah dihantar dengan ribuan truk melalui jalur darat.
Namun dalam kontak radio dengan IDF Navy, Mavi Marmara 'ngeyel'. Mereka mereply, "negative, negative... our destination is Gaza". Jerusalem Post bahkan mengkabarkan, seseorang di Mavi Marmara membalasnya dengan kasar, "shut up, go back to Auschwitz". Ini jelas tidak diangkat dalam media massa Indonesia. Apakah seperti itu jawaban aktivis kemanusiaan? Jawaban mereka lebih menunjukkan bahwa mereka anti-semitis, Jew-hater, bahkan hate activist.
Apa yang harus dilakukan IDF Navy untuk menghadapi kapal yang ingin menembus blokade militer di laut? Diam saja?
Saya rasa, militer di mana pun tidak dididik untuk bersikap seperti itu pada mereka yang ingin menembus blokade. Kengeyelan Mavi Marmara memaksa IDF Navy mengambil aksi kongkret: Menghampiri kapal tersebut, mengirimkan beberapa pasukannya, bukan untuk menembak dan membunuh, tapi untuk berbicara dan memaksa Mavi Marmara mengalihkan tujuan ke Ashdod. Kenapa begitu? Karena komunikasi lewat radio tidak diindahkan oleh Mavi Marmara.
Namun, apa yang terjadi? Begitu tentara turun dari helikopter, langsung dikeroyok massa dengan menggunakan pentungan besi dan alat-alat lainnya. Jerusalem Post melaporkan, ada "live fire" yang ditembakkan penumpang ke arah tentara.
Apa yang harus dilakukan tentara dalam keadaan seperti itu? Tersenyum sambil berkata "good morning all"? Tidak. Mereka bersikap defensif dan memberi perlawanan balik berupa tembakan, yang ujungnya menewaskan beberapa orang.
Berdasarkan kronologi di atas, timbul pertanyaan: Jika ini penyerbuan, atau anda tetap ngotot bahwa ini penyerbuan, apa tujuannya? Anda kira, apa untungnya bagi Israel subuh-subuh mengirim bala tentaranya untuk menembaki kapal bantuan kemanusiaan? Untuk mendapatkan kecaman internasional?
Jika Israel memang berniat menyerbu, kenapa hanya menewaskan sekian belas orang saja? Kenapa tidak menenggelamkan seluruh kapal dengan tembakan torpedo? Kenapa dari enam kapal, hanya satu yang bermasalah, yaitu Mavi Marmara? Toh kelima kapal lainnya merapat di Ashdod dengan damai tanpa seorang pun terluka.
Kapal Marvi Marmara membawa aktivis kemanusiaan dari banyak negara. Mereka datang dengan misi memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat sipil di Gaza, bukan untuk memerangi tentara IDF. Kenapa mereka memaksa menembus blokade militer yang hanya akan memicu konfrontasi, sementara mereka sudah diperingatkan secara prosedural dan diberi alternatif ke pelabuhan Ashdod untuk memberikan bantuan via jalur darat? Saya bertanya-tanya, apa yang gagal dari misi kemanusiaan mereka, jika mereka mengikuti panduan IDF Navy untuk mendarat di Ashdod dan memberikan bantuan via jalur darat?
Kengeyelan mereka menembus blokade laut Gaza, menimbulkan kecurigaan: benarkah misi mereka hanya menghantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza? []
Tag: Israel, gaza, Freedom Flotilla
Terkait:
-
Facebook penyumbang dana israel untuk perang gaza
Minggu, 19 Sep '10 03:47 -
Kebebasan Berekspresi dan Nasib Helen Thomas
Jumat, 11 Jun '10 05:09 -
After Israeli Raid now Hamas Raid
Sabtu, 5 Jun '10 12:40
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
RETROVIRUS: Lucu
-
drew: Penting
-
GaraMata: Penting
-
Ya'Asurandi: Lucu
-
The Crow: Penting
-
virue: Penting
-
summerAVISYA: Penting
-
zzerkid: Penting
-
jamur: Menarik
-
aline: Penting
-
samsara: Menarik
-
basu: Keren
-
Ridwan: Lucu
-
kambing hitam: Menarik
-
krisnov:
-
Mahfud MD: Bagus
-
wacan bocah: Lucu
-
em je:
-
Subroto: Menarik
-
Alon: Terkini

Komentar:
Artikel ini tampak mengelikan
It will always be their fault. Because they are Israelites.
kalau IDF navy cuma menjalankan prosedur untuk memeriksa kenapa harus ngotot?
Atau kalo Israel berulah, pasti USA juga didemo..
Beda dgn simpatisan Al-Qaeda di Indonesia meledakkan bom di Bali....gak ada tuh yang demo Osama bin laden-Al-Qaida
begitulah pers gaya PKS..hahahaha
Taktik ini persis meniru taktik aktivis Zionis dalam menerobos blokade tentara Inggris (melalui laut Mediterranean) untuk masuk ke Palestina sebelum British Mandate akhirnya diterbitkan. Caranya sama, pakai perahu, lewat laut.
Pemerintah Israel, menyebutnya provokasi.
Para aktivis mendeklarasikan, bahwasannya, mereka tak kan jera, akan terus menerobos blokade Gaza utk menolong rakyat Gaza (non Hamas).
Itu niat utama Freedom Frotilla (direct action) dan Free Gaza Movement.
Yg terpenting saat ini adalah, bagaimana mengusut kematian para aktivis melalui penyelidikan badan independen interasional. Dengan dalih apapun, kekerasan dan mengambil nyawa orang lain harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme hukum dan sistem peradilan.
... maka artikel ini, katakanlah, trial by an anonymous who plays speculation.
[anonymous who plays speculation.]
or one of the IDF's agent?
Inilah, ketika ada alternatif aman memberi bantuan ke Gaza, dan mereka tidak mengindahkannya, maka berarti mereka itu cuma kapal yang berisi provokator, yang memang ingin memancing reaksi Israel ketimbang memberikan bantuan.
Sekali lagi saya tegaskan, misi fredom flotilla dan free gaza movement itu untuk melawan blokade pemerintah israel. Bukan hanya sekedar soal memberi bantuan semata apalagi meminjam istilah saudara "peace activist".
Just break the blockade! Kenapa? banyak anggapan selain soal roket-roket Hamas, blokade-Israel adalah HUKUMAN KOLEKTIF bagi rakyat gaza karena telah memilih Hamas dari pada Fatah.
Soal batuan, banyak barang2 yg tdk bisa masuk ke Gaza. Salah satunnya semen kalo ngga salah. Dimana setelah bombardir Israel, setidaknya Gaza membutuhkan 2 Juta Ton Semen. Tapi, Israel melarang Semen masuk Gaza dgn dalih utk dijadikan bungker bagi Hamas, padahal banyak penduduk Gaza yg mebutuhkan semen tsb (non Hamas).
http://politicalc…201006020003
Apakah mereka tahu kenapa Israel memblokade Gaza?
"Mereka berkata, 'Begini, kalian berada di Laut Mediterania. Kapal ini--jika kalian berbelok sedikit ke arah utara, kalian bisa membongkar muatannya dan kami yang akan membawanya ke Gaza.'," kata Biden. "Jadi apa masalahnya di sini? Kenapa harus memaksa untuk terus masuk ke Gaza? Sah bagi Israel untuk mengatakan, 'Kami tidak tahu apa yang ada di atas kapal itu. Mereka menjatuhkan ... 3.000 roket ke orang-orang kami," lanjut Biden.
"Dengar, Anda bisa memperdebatkan apakah Israel harus mengeluarkan orang-orang dari kapal itu atau tidak--tapi kebenaran dalam masalah ini adalah, Israel memiliki hak untuk tahu--mereka sedang perang dengan Hamas--memiliki hak untuk tahu apakah ada senjata yang diselundupkan," kata Biden ngotot.
Selama wawancara, Biden juga menyalahkan Hamas atas krisis yang memperburuk wilayah pantai itu dan konflik berkelanjutan dengan Israel.
"Ketika kita memberi tekanan, dan dunia memberi tekanan atas Israel agar membiarkan bahan-bahan masuk ke Gaza untuk membantu orang-orang yang menderita, untuk orang-orang biasa Palestina, apa yang terjadi? Hamas akan menyitanya, menyimpannya di gudang dan menjualnya."
"Jadi masalah ini akan berakhir besok jika Hamas setuju untuk membentuk sebuah pemerintahan dengan Otorita Palestina dalam kondisi yang telah dipersiapkan masyarakat internasional," kata Biden kepada Rose.[/quote]
sumber:
http://www.hidaya…lokade-gaza.
Pendapatn ya, anyone?
Sumber: [http://www.hidaya…lokade-gaza]
Dari 2 alinea ini saja, saya sudah pesimis;
[Jika Israel memang berniat menyerbu, kenapa hanya menewaskan sekian belas orang saja? Kenapa tidak menenggelamkan seluruh kapal dengan tembakan torpedo? Kenapa dari enam kapal, hanya satu yang bermasalah, yaitu Mavi Marmara? Toh kelima kapal lainnya merapat di Ashdod dengan damai tanpa seorang pun terluka.] (1)
[Kengeyelan mereka menembus blokade laut Gaza, menimbulkan kecurigaan: benarkah misi mereka hanya menghantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza?] (2)
(1)
kesensor tah? lanjutannya..
(1) - Mavi Marmara merupakan kapal yang memimpin rombongan kapal tersebut, jadi bla bla bla ...
(2) - Maaf, sebenarnya anda paham nggak sih?
Saya turut prihatin dengan apa yang dialami oleh para relawan tersebut, tapi saya berasumsi bahwa mereka sudah tahu kemungkinan bahwa hal tersebut akan terjadi sehingga menurut hemat saya hal itu tidak perlu dipanjang2in guna menutupi hal lain. Fokuslah pada tujuan relawan-relawan tersebut dan curahkan usaha anda untuk hal tersebut, jika anda peduli.
siswo: [Beda dgn simpatisan Al-Qaeda di Indonesia meledakkan bom di Bali....gak ada tuh yang demo Osama bin laden-Al-Qaida] I LIKE YOUR ARGUMENT..
nw lebih baik fokuskanlah usaha anda untuk memperjuangkan atau mengembangkan saudara2 anda di daerah tertinggal (e.g. kupang, sumbawa, atau timor barat) ga usah terlalu ngeyel.. bilang kemanusiaanlah, HAMlah, dsb dsblah..
tapi kalo anda-anda semua yang membenci israel ingin bertindak nyata, segera buat visa ke mesir, turki atau sekitarnya, terus selundupkanlah diri anda ke palestina, disana anda koar-koar.. bawa parang keq, bawa pistol keq, demo keq, itu lebih bagus..
atau anda merasa orang yang smart, buat diri anda cerdas dulu, terus mendaftar jadi calon presiden, terus setelah anda berhasil jadi presiden, tentukan posisi anda, kontra ato pro ama israel.. kontra = kirim bala bantuan ke palestina (kalau anda anggap mereka sodara)..
bila anda ga punya kemampuan untuk itu, SUDAHLAH, simpan energi anda buat kerja senin esok.. energi itu sangat berguna untuk warga indonesia, bukan warga yg lagi perang dan kita tidak tau siapa yang benar2 salah, atau yang benar2 benar..
sudah mau fun bike dulu.. hidup israel..
[_"Jadi masalah ini akan berakhir besok jika Hamas setuju untuk membentuk sebuah pemerintahan dengan Otorita Palestina dalam kondisi yang telah dipersiapkan masyarakat internasional," kata Biden kepada Rose_]
oh wow, argumen biden kok sama persis dengan pemikiran saya ya?
[Kalau niatan mereka memang menerobos blokade, ya insiden kemaren itu seharusnya dipandang sebagai bagian dari resiko misi.]
Sepertinya mereka sdh sangat siap mental dan fisik kok. Bukan sekali ini saja freedom flotilla dan free gaza movement mencoba menerobos dan melawan blokade gaza (sejak 2008).
[Kenapa juga harus nangis-nangis? ]
Siapa yg menangis? yg saya tahu, dunia, malah marah dan mengutuk kejadian pembunuhan 9-19 orang di kapal tsb.
[Apakah mereka tahu kenapa Israel memblokade Gaza?]
Saya kira mereka paham soal itu. Apalagi, di Mavi Marmara pada saat penyerangan pasukan komando Israel, ada dua anggota parelemen Israel.
Yg terpenting saat ini adalah, bagaimana mengusut kematian para aktivis melalui penyelidikan badan independen internasional. Dengan dalih apapun, kekerasan dan mengambil nyawa orang lain harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme hukum dan sistem peradilan.
media barat kok dipercaya? wong mereka sudah dikontrol sama NWO semua
jangan-jangan kamu ini joe biden.
Kenapa harus Hamas setuju untuk membentuk sebuah pemerintahan dengan Otorita Palestina, bukankah keberadaan Hamas ada di bawah Palestinian National Authority dan diakui oleh Internasional (Oslo Accords), dan pemilu yang sangat-sangat demokratis telah dimenangkan oleh Hamas, karenya warga palestina yang memberikan mandate kepada Hamas. Jadi sangat-sangat jelas keberadaan Hamas itu legal dihadapan hukum dalam maupun luar
Karenanya..... kita menanyakan kembali dimana posisi Israel disini . . .?
Jawabanya: ya benar. Tidak ada apa-apa yang perlu Israel khawatirkan dalam kapal Mavi Marmara tsb. Seperti anda tulis : [Sebagaimana kita semua tahu, kapal Mavi Marmara yang mengangkut 600-an lebih aktivis kemanusiaan dari berbagai negara ini bertolak dari Turki menuju Gaza, dengan tujuan menghantarkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat sipil.]
Tapi mengapa insiden itu terjadi? Karena itulah pilihannya.......... kalau tidak, kejahatan kemanusiaan yang selama ini dilakukan Israel terhadap warga Gaza akan semakin gamblang terkuak dalam pandangan masyarakat dunia. Kalau anda sekarang telah berbicara dari sudut pandang yang terkesan "membela" tindakan tentara Israel tsb, maka saya pun mengerti bahwa misi dari aksi mereka telah memperlihatkan hasilnya........... dan tahukah anda bahwa pemberitaan media Barat (BBC, CNN dll) yg selama ini hanya menjadi "corong" otoritas Israel juga sejalan dengan penilaian anda : ).
Penyesatan opini ! Penistaan hatinurani dan pembodohan akal sehat manusia !
1. Israel tidak punya hak untuk menjajah Palestina, karena Palestina punya hak untuk merdeka sepenuhnya.
2. Israel tidak punya hak untuk memblokade Palestina, apalagi GAZA yang jelas-jelas dikuasai oleh HAMAS pemenang sah pemilu Palestina.
3. Israel Harus menerima HAMAS yang didukung mayoritas rakyat Palestina bukannya FATAH.
4. Israel tidak punya hak sama sekali untuk menghalangi bantuan kemanusiaan apapun melalui jalur manapun.
Seharusnya bukan segelintir aktifis kemanusiaan yang wajib menolong Palestina, tetapi seluruh negara di dunia ini wajib bersatu menghapus blokade Israel dan membantu kemerdekaan penuh Palestina.
mbah joebir:
[http://www.habera…281567.html]
Kata siapa, israel tidak berhak untuk kuatir, hanya karena kapal itu bawa embel-embel kata 'peace'?
krisnov, 1. Jelaskan maksud anda dengan menjajah. setau saya mereka berada dalam areanya masing-masing.
2. Ada banyak jalur lain untuk membantu gaza selain cara provokatif, merangsek masuk ke blockaded area.
3. Ini bisa terjadi kalau HAMAS MENGAKUI KEBERADAAN NEGARA ISRAEL, bukan menyangkalnya dan menuntutnya dihapus dari peta.
4. Kata siapa?
Versi PBB? Lakukan penyelidikan !
Kalau versi Israel benar, mengapa Israel tidak bersedia diselidiki?
Begini jalan pemikirannya,
PNA bukan negara, tapi sekedar badan administratif. Jadi pemilu yang dimenangkan hamas bukanlah pemilu dalam sebuah negara demokrasi, namun sekedar pemilu internal.
TAPI BOLEHLAH, ayo kita ikuti pemikiran itu: katakanlah PNA adalah entitas negara atau setara negara.
Hamas, yang kemudian memenangkan pemilu "negara" itu, memiliki AD/ART yang tidak mengakui Israel, yang otomatis berarti bertentangan dengan oslo accords sendiri (yang berisi klausul PNA mengakui Israel berhak eksis di palestina).
Artinya, jika kemudian hamas menjadi penguasa "Negara" asumsi tadi, maka otomatis pula Palestina resmi berperang dengan Israel, Negara VS Negara.
Di titik negara vs negara, Israel sah-sah saja menyerang west bank, dan mengambil alih wilayah yang sanggup direbut oleh Israel.
Jelas saja hal ini justru merugikan rakyat palestina.
Nyata bahwa Israel tidak secara penuh memerangi palestina, dengan tidak menyerbu west bank. Entah kalau Anda, kalau saya, menyebut itu "itikad baik".
Bola sebenarnya di tangan hamas. Ia bisa memilih untuk mengakui hak israel untuk eksis, sesuai dengan oslo accords,
...atau mendeklarasikan negara sendiri. Yang artinya, PNA tidak perlu terganggu oleh urusan hamas.
... He pointed out that, in his view, today’s bloodshed would have been avoided if repeated calls on Israel to end the counterproductive and unacceptable blockade of Gaza had been heeded. He stressed the scale of unmet needs of Gaza’s civilian population and reiterated that the blockade of Gaza must end. Special Coordinator Serry had briefed the Council in detail on 18 May on the serious humanitarian, human rights and socio-economic conditions facing the civilian population in Gaza, and had made clear the range of interventions, from water and sanitation to education, to health, to the commercial sector, which were urgent to meet the needs.
Baca lengkap http://www.un.org…9940.doc.htm
[_“Let me be very clear, this was not a peaceful protest.
The İnsani Yardım Vakfı people on-board one of the ships were not humanitarian activists,” he said.
The Israel Defense Forces’ operation had begun as a preventive measure to counter the illegal breakage of the blockade. Any responsible Government would act accordingly in similar circumstances to protect its civilians.
Israel regretted the loss of innocent life, but it could not compromise its security.
While assessing that particular event, it was important not to lose sight of the bigger picture. Council resolution 1860 (2009) tackled many aspects, not just humanitarian ones.
The threat to peace and security posed by Hamas could not be ignored.
It was necessary to continue to embrace positive developments in the past few weeks, so that the two parties could sit together in direct talks for their mutual benefit._]
See?
http://www.habera…-281567.html
Di sana ada gambar-gambar yang membuktikan kalau kapal itu tidak membawa misi "damai" yang diberitakan oleh media, terbukti dengan adanya pembunuhan troops IDF di sana.
The soldiers boarding one of the ships had been violently attacked with live ammunition, knives, clubs and other types of weapons.
The intention had been to lynch Israeli soldiers. “Without any doubt, the soldiers acted in self-defence,” he said.
The injured had been evacuated and were currently being treated at Israeli hospitals.
The Israel Defense Forces, as part of standard operating procedures, would conduct a debriefing on the matter that would shed more light on the day’s events._]
http://www.un.org…9940.doc.htm
dan link gambar dari media turki:
http://www.habera…-281567.html
Sudah jelas-jelas ada yang janggal dalam niat operasi Flotilla, mereka bukanlah misi damai tapi sebuah provokasi.
Lantas, foto yang Anda kutip tidak lain hanya menunjukkan upaya penumpang kapal untuk MEMBELA DIRI. Apakah Anda berpikir pekerja kemanusiaan tidak perlu membela diri di saat yang kritis, ketika tahu kapal mereka diserang oleh pasukan MILITER yang bersenjata?
Terima kasih.
Pada pendapat saya, Israel adalah negara yang secara legal menjalankan strategi peperangan terhadap masyarakat sipil. Tindakan penyerangan terhadap MM termasuk langkah kerja dalam strategi itu.
Agar lebih berimbang masukan informasi untuk semuanya, silakan baca artikel-artikel berikut ini.
http://www.amnest…s-2010-06-01
http://news.bbc.c…/8664316.stm
Ooch begitu...., jadi ketika pasukan IDF mencegat kapal MM, dengan terlebih dulu melepas rentetan tembakan shg memprovokasi perlawanan para sukarelawan, sehingga beberapa tentara mengalami cedera dan kemudian direkam dgn kamera, maka berdasarkan gambar-gambar tersebut akhirnya terbuktilah bahwa orang-orang di kapal itu TIDAK membawa misi perdamaian/kemanusiaan........ Hmmm... penyimpulan yang lumayan cerdas : ))
[_“What kind of humanitarian activists demand to bypass the United Nations, the Red Cross and other internationally RECOGNIZED AGENCIES?” he asked._]
>> There, ada Cara Resmi dan jalur yang sudah disetujui dunia secara umum jika hanya hendak membantu makanan atau obat-obatan ke palestina, makanya saya bilang misi ini misi stunt cuma untuk memprovokasi.
[_“What kind of peace activists use knives, clubs and other weapons to attack soldiers who board a ship in accordance with INTERNATIONAL LAW?” he said. _]
>> Mereka yang menyatakan diri sebagai aktivis perdamaian diikat oleh hukum internasional untuk tidak boleh membawa senjata, dengan alasan apa pun. SEHINGGA MEREKA TIDAK DISERANG ATAU DINGGAP SEBAGAI ANGOTA YANG BERPARTISIPASI AKTIF MELAKUKAN PERLAWANAN dan tunduk kepada otoritas yang berlaku untuk melakukan stnadar operasi pemeriksaan.
[_He asked what kind of activists embraced Hamas and terrorist organizations that openly shunned a two-State solution and called for Israel’s destruction.
“The answer is clear. THEY ARE NOT PEACE ACTIVISTS; they are not messengers of goodwill. They cynically use the guise of humanitarian aid to send a message of hate and to implement violence.”_]
kata siapa? Menurut prosedur standar tidak ada itu tembak menembak, kecuali KALAU ada pihak dalam kapal itu yang menyaru sebagai aktivis
"The İnsani Yardım Vakfı people on-board one of the ships WERE NOT humanitarian activists"
SEHINGGA TERJADILAH BAKU HANTAM diatas kapal, karena mereka (IDF) juga diserang.
[_sehingga beberapa tentara mengalami cedera dan kemudian direkam dgn kamera, maka berdasarkan gambar-gambar tersebut akhirnya terbuktilah bahwa orang-orang di kapal itu TIDAK membawa misi perdamaian/kemanusiaan........ Hmmm... penyimpulan yang lumayan cerdas : ))_]
Bukti kalau ada korban di pihak IDF, bahakan sampai ada yang mati ditempat, merupakan BUKTI NYATA, kalau Kapal ini Mavi Marmara, tidak mengikuti prosedur standar yang diatur oleh HUKUM INTERNASIONAL mengenai bagaimana seharusnya bantuan kemanusiaan diserahkan,
Kegiatan penyerangan/membawa senjata oleh awak Mavi Marmara JELAS SEKALI menyangkal/membatalkan posisi mereka sebagai misi perdamaian DEMI HUKUM,
dan secara langsung membuktikan keterlibatan aktif Mereka DALAM PERANG.
We understood the risks, but we thought that carrying weapon would be contradictory to the mission's humanitarian nature._]
Yes, that's what i've said, the International law doesn't allow humanitarian activists bring any weapons for whatever reason they may have.
sudah kuduga.
Pasti keluar argumen murahan kayak gini.
[_Karena saksi peristiwa jelas lebih bisa dipercaya daripada "cangkeman" doang_]
Tetap saja mereka telah melanggar, walaupun tidak terlibat secara langsung,
NAMUN, misi KAPAL Mavi Marmara Tidak dapat lagi dinyatakan sebagai MISI PERDAMAIAN, demi hukum.
Argumen saya bisa ditilik lagi di atas.
Could you please not divert the attention from the larger context that the 'incident' would not have happened in the first place if Israel had lifted her counterproductive blockade?
If you can quote arguments from the Israelian party, you could at least try to cover the other side of the story.
[_“What kind of peace activists use knives, clubs and other weapons to attack soldiers who board a ship in accordance with INTERNATIONAL LAW?” he said. _]
>> quote : "Huwaida Arraf, a leader of the Free Gaza Movement, which organized the flotilla, denounced Netanyahu's claims as "another pack of lies." Arraf, who was on board the Marmara, said that all passengers had been screened for weapons, and that partners in the mission, including the Turkish aid group IHH, had agreed not to bring weapons on board. "No one was allowed to board the ship with any weapons. Every ship has one or two knives for the captains' use. So on a big ship that holds 1,060 people, certainly knives are not out of the ordinary," she said. She said it was possible that Israel had doctored the videos it has released." (read:
http://www.guardi…cle/9114542)
Just another propaganda of Israel?
Try reading: http://www.guardi…aza-flotilla
[_Could you please not divert the attention from the larger context that the 'incident' would not have happened in the first place if Israel had lifted her counterproductive blockade?_]
Of what context? Defending the Hamas, while they prepare for War against Israeli people? And you say that's a larger Context. What a b*llsh*t..
Quote:
"The blockade was imposed to weaken Hamas, prevent ENTRY OF WEAPONS and PRESS for RELEASE of ISRAELI SILDIER GILAD SCAHLID, who was captured in 2006 and has still not been released."
Inilah langkah "preventif" terakhir Israel jika mereka tidak mau main tembak berbalas-balasan dengan hamas.
Mau cara lain?
1. Negara arab harus menghentikan impor senjata bagi hamas atau
2. Militan Hamas tidak boleh lagi menyerang kota-kota di israel dengan misil mereka atau
3. Pemerintah ototitatif palestina entah itu PNA, PLO, atau FATAH, Harus membubarkan hamas, yang menolak perdamaian.
And that's the real larger context..
[Bukti kalau ada korban di pihak IDF, bahakan sampai ada yang mati ditempat, merupakan BUKTI NYATA, kalau Kapal ini Mavi Marmara, tidak mengikuti prosedur standar yang diatur oleh HUKUM INTERNASIONAL mengenai bagaimana seharusnya bantuan kemanusiaan diserahkan,]
>> Dan menurut prosedur tsb maka tindakan penyerangan yang dilakukan tentara Israel terhadap kapal para relawan di perairan Internasional jelas melanggar ketentuan hukum Internasional : ))
[Kegiatan penyerangan/membawa senjata oleh awak Mavi Marmara JELAS SEKALI menyangkal/membatalkan posisi mereka sebagai misi perdamaian DEMI HUKUM,]
>>>meskipun yang disebut "senjata" itu adalah peralatan dapur, pisau, gergaji, palu dan kursi yang memang tersedia di kapal : ))
Case saya masih tetap,
PERTAMA, Ada banyak Jalur bantuan yang wajar, yang "diakui serta dilindungi" oleh badan internasional kenapa tidak memilih sebuah organisasi bantuan resmi seperti UN dan Red-Cross, JIKA ingin melakukan/memberikan bantuan secara benar dan tidak ingin memicu konflik di daerah krisis.
KEDUA, Kenapa Kapal Mavi Marmara ini memilih jalur "blockaded area" dan langsung mengarah ke Gaza dalam pelayaran, padahal sudah disarankan untuk mengambil jalur lain yaitu melalui port Ashdod. BUKANKAH ini namanya tindakan menantang?
KETIGA, Karena secara kronologis,
1) Kapal Marvi Marmara Telah diperingatkan oleh IDF agar jangan melintasi Blockaded-area melalui kontak kapal dan diinstruksikan untuk segera mengarah ke Ashdod di sana bantuan boleh diteruskan melaui jalur darat menuju gaza.
2) Kapal Mavi Marmara menolak (Ngeyel) dan meneruskan/mengarah ke Gaza langsung ke daerah blokade-militer. Maka, ini jelas menimbulkan KECURIGAAN akan niat asli kapal Mavi Marmara.
3) Atas Alasan keamanan IDF tentu berhak untuk memeriksa Kapal Mavi Marmara, dan menghentikan mereka atau mengawal kapal mereka ke arah Ashdod.
4) Namun Kapal Marvi Marmara menolak untuk diperiksa,
dan tidak mau mengubah arah pelayaran menuju Ashdod. Kedatangan IDF dianggap perebutan kapal secara paksa, maka terjadilah perlawanan oleh awak kapal,
5) Dalam prosedur umum "misi kemanusiaan", TIDAK ADA SATU PIHAK PUN YANG BOLEH MENOLAK UNTUK DIPERIKSA dari pihak militer manapun, kecuali mereka menganggap dirinya memang terlibat langsung dalam perang antara negara, dan ini jelas membatalkan nama mereka dalam MISI KEMANUSIAAN/ MISI DAMAI.
6) Menyoal korban, baik pihak israel maupun ABK marvi marmara sama-sama terdapat kehilangan, namun tidak dapat dikatakan Hal ini bisa menjadi pembenaran bagi tindakan Mavi Marmara, yang sangat "provokatif" dan mencurigakan ini.
And had lost all his/her words.. Except
The mighty word Garulous!
How come my dear? you become so low, like this.
it's only you, baby.....
[_it's only you baby...._]
maksute opo?
Cuma kamu yang saya puji, eh?
terj. Inglish (indonesian-english?? not real English). Meh?
["The blockade was imposed to weaken Hamas, prevent ENTRY OF WEAPONS and PRESS for RELEASE of ISRAELI SILDIER GILAD SCAHLID, who was captured in 2006 and has still not been released."]
Get serious. The blockade is not targeting Hamas. It is a war strategy of Israelian MILITARY againt Palestinian CIVILIANS. Thus, Israel has commited a serious war crime.
Perhaps you haven't had the chance to open the referred article of Amnesty International about the bockade. You should.
Perhaps you did not have the chance to read the whole title of the referred minutes of the Security Council's 6325th & 6326th Meetings. Let me have the honor to do this for you:
"Security Council Condemns Acts Resulting in Civilian Deaths during Israeli Operation against Gaza-Bound Aid Convoy, Calls for Investigation, in Presidential Statement: Also Briefed by United Nations Political Official, Who Says Bloodshed Would Have Been Avoided if Israel Had Lifted Unacceptable, Counterproductive Blockade"
Regards.
Yes, I am
[_The blockade is not targeting Hamas. It is a war strategy of Israelian MILITARY againt Palestinian CIVILIANS. Thus, Israel has commited a serious war crime._]
I have written previously that, only with 3 reason blockade can be lifted. Here:
1. Arab countries should stop importing weapons for Hamas or,
2. Hamas militants should no longer attack Israeli cities with their missiles or,
3. Government of Palestine, whether it's PNA, the PLO, or Fatah, to dissolve the Hamasan, who reject the peace with israel.
Yes, of course it will affect the lives of Palestinian citizens, but this action will prevent MORE deaths from guns or missiles contacts between Hamas and Palestine. Then, Israel has taken perventive acts to protect its civilians.
[_Perhaps you did not have the chance to read the whole title of the referred minutes of the Security Council's 6325th & 6326th Meetings. Let me have the honor to do this for you:
"Security Council Condemns Acts Resulting in Civilian Deaths during Israeli Operation against Gaza-Bound Aid Convoy, Calls for Investigation, in Presidential Statement: Also Briefed by United Nations Political Official, Who Says Bloodshed Would Have Been Avoided if Israel Had Lifted Unacceptable, Counterproductive Blockade"_]
and if you read the foot print, it says
"For information media • not an official record"
So the Security Council has not DECIDED anything about this, until the examination is completed and issued an official memorandum from the Security Council
and you can not use it
http://www.un.org…9940.doc.htm
As if this is the official report. It is Not.
You can't fool me buddy.
Hey, who said no one can use the stuff. It's the only statement made by the UN for the public (READ: FOR INFORMATION MEDIA) before a thorough investigation can commence and be completed. (and, yeah, when will that be, since we are aware that the Israelian government is against the idea?)
Buddy? No offence, but the 3 reasons you've quoted regarding the blocakde are, once again, one-sided... They don't reflect the opinions of the majority of the countries in the world.
So, I'm not pretty sure we can go along well.
Sorry.
1. kalo misi kemanusiaan, knp tdak milih jalur slatan yg dblokade justru oleh mesir? (sama arabnya dgn palestina)
2. kalo tujuannya tetap menerobos blokade, artinya itu bukan misi kemanusiaan krn memang cari sensasi saja d mata dunia
3. juru bicara Hamas Moussa Abu Marzouk pernah menyalahkan situasi yang memburuk di Gaza adalah karena ulah Israel yg memblokade perekonomian mereka
(liat poin.1 : Kenapa Mesir tidak juga disalahkan? Mesir kan blokade dari selatan/ sekitar Sinai).
4. Yg terjadi d Palestina sesungguhnya perseteruan antara Hamas & Fatah. Mending smua faksi d Palestina duduk bersama dulu merundingkan apa maunya mereka sebenarnya. Sepeninggal Yasser Arafat, Palestina mirip land of opportunities bagi para penunggang politik yang ada. (Mirip2 disini deh!
5. Kenapa konflik hanya disebut2 dari Gaza mlulu? Dataran Tinggi Golan koq adem2 aja tuh.. Hamas berkuasa ga di sana?
it is very difficult to negotiate comprehensively with a group that lacks anything approaching a unified voice..." inilah masalahnya..
Silahkan login untuk memberikan pendapat