Superman 1776 74
Senin, 5 Jul '10 09:22, dibaca 1066 kali
Dalam banyak hal, Superman adalah ikon yang berusaha mewakili Amerika. Kal El adalah imigran dari dunia lama, planet Krypton, yang korup dan mengalami kehancuran. Ia lantas dikirim ke dunia baru, Bumi, tidak hanya untuk menyelamatkan diri, tetapi juga untuk mengawal moralitas manusia.
Naif - sebagaimana terlihat dari cara Superman mengatasi kejahatan dengan absolutisme moral: setiap kejahatan adalah salah, sementara mana saja yang jahat, cukup ia sendiri yang memutuskan. Dan itulah yang kira-kira juga terjadi hampir bertepatan dengan hari ini, 234 tahun silam. Yaitu apa yang dikenal dengan Fourth of July, atau Independence Day, hari kemerdekaannya Amerika Serikat.
Pada hari itu sebuah dokumen bernama Declaration of Independence ditandatangani oleh perwakilan 13 koloni di Amerika Utara. Mereka ingin menegaskan untuk lepas dari kekaisaran Inggris. Tapi bukan hanya itu. Mereka juga berambisi mewujudkan tanah baru itu sebagaimana dalam istilah Thomas Moore - Utopia.
Tanah tempat orang bisa bebas dari feodalisme Eropa. Negeri yang menjanjikan "all men are created equal", kesetaraan yang bagaimanapun harus siap. Tempat segala macam orang memperoleh kesempatan yang sama untuk sukses secara material. Negeri yang sebelum ditemukan telah ada dalam mitos, seperti promised land dalam perjanjian lama. Negeri yang juga punya motto "In God we trust" - yang kemudian sering dipelesetkan menjadi "In Google we trust".
Ralph H. Gabriel, dalam buku American Values, menggambarkan kenaifan ini dengan kalimat yang ringkas: orang Amerika merasa ditakdirkan oleh Tuhan untuk mengemban misi moral. Mereka tidak bercanda dalam hal ini. Bahkan sejarahwan abad ke-19 semacam Bancroft benar-benar percaya ada campur tangan Tuhan dalam proses berdirinya Amerika Serikat.
Di kepingan sejarah itu Amerika menjadi mirip dengan sebagian orang-orang Islam yang hari ini bermimpi mendirikan pemerintahan atas dasar syariat Islam. Kecenderungan keduanya sama, yaitu merasa paling mengerti apa yang diinginkan oleh Tuhan. Seolah-olah Tuhan suatu ketika merancang sebuah sistem politik yang praksis dan tinggal pakai.
Dengan melibatkan Tuhan, seolah-olah semua nilai telah tuntas. Tak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Atau dengan kata lain, Tuhan dijadikan mesin politik yang mengantisipasi kekuasaan diragukan publik.
Bilamana hal ini terjadi, mirip dengan cara Lord Blackwood dalam film Sherlock Holmes (2009). Blackwood menguasai publik pertama-tama dengan menciptakan rasa takut. Ia, yang pada awal adegan diringkus Holmes dan dipenjara atas tuduhan praktik sihir, masih mampu menyiarkan kengerian ke luar dinding penjara. Publik tak sabar ia digantung. Tetapi justru setelah kematiannya dipastikan oleh Watson, Blackwood bangkit dari kubur.
Blackwood agaknya menyadari ilusi sihirnya tak lebih dari sulap yang tak mampu menopang kekuasaannya. Maka ia berusaha meyakinkan banyak orang bahwa ada ‘kekuatan yang lebih besar' yang tak seorang pun bisa menentang. Kekuatan yang bisa membantai orang dengan cara paling mengerikan. Kekuatan yang juga memberinya mandat untuk menguasai Inggris...
Dalam hal ini, Tuhan diperlakukan sama seperti ‘kekuatan yang lebih besar' diperlakukan Blackwood: sebagai mesin politik.
Dengan cara itu moralitas pun menjadi absolut. "Benar" dan "salah" dikunci dalam ruang tertutup agar orang tak sempat menengok. Mirip seperti ketika penduduk Metropolis secara ganjil tak keberatan Superman main pukul dan hantam di seluruh kota. Orang-orang begitu saja menerima moralitas standar si manusia super. Mirip juga ketika Amerika main pukul negara-negara di Timur Tengah yang mereka anggap tidak ber-"demokrasi".
Tag: Amerika, pop culture, wah akhirnya bisa nulis lebih dari 140 karakter
Terkait:
-
Ketika 'Kebenaran=Teori Konspirasi'
Selasa, 28 Feb '12 23:47 -
Cara Amerika Membesarkan JAT
Jumat, 24 Feb '12 13:59 -
TAKTIK JEBAKAN FBI : TEROR ISLAM PALSU
Kamis, 29 Des '11 21:08
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
grand chamberlain: Keren
-
em je: Menarik
-
conscientizacao: Menarik
-
ndableg: Menarik
-
jamur: Bagus
-
pradaksina: Bagus
-
Coulrophobia: Bagus
-
Nazil: Menarik
-
The 7: Inspiratif
-
yusro: Menarik
-
Moonlight: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
l. wiji widodo: Keren
-
ipool: Keren
-
iloenx: Inspiratif
-
OddieBudiSantosa: Menarik
-
TTTH: Menarik
-
Wonggantenk: Keren
-
Why Young: Terkini
-
zzerkid: Menarik
-
edwardz25: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Black Horse: Menarik
-
Kaboel: Inspiratif
-
Della Anna: Menarik
-
Whispering Wind: Menarik
Komentar:
http://politikana…uh-ratu-adil
waahh yg pro Barat bakal protes nih
yg pro khilafah bakal mencak2
*tukang kompor, biar rame*
saya jadi teringat buku Empire-nya antonio negri. bahwa kedaulatan negara-bangsa telah jatuh dan muncul sebuah bentuk (kedaulatan) baru, terdiri dari organisme nasional dan supranasional yang disatukan di bawah sebuah logika aturan tunggal yg absolut.
dunia bagaikan kerajaan tanpa raja. siapa pun bisa jadi superman yg menguasai. begitu superman jatuh krn 'kryptonite'. superman lainnya yg berkuasa.
eh, terakhir nggak cuman superman doang lho, ada justice league, perkumpulan superhero AS.
Nggak mungkin kayaknya di sini ada Front Pembela Amerika. Tapi kalau ada, kompor lo bakal laku keras
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa...
sama
Ketuhanan Yang Maha Esa
kalau PONARI ?
presidennya lia eden?
...Superman emang rada amoral...masa pakai celana dalam diluar ...
And Krypton is not the old world. Krypton is the new world, the future Earth. If you believe "Superman: Red Son", that is.
Corrected. Thank you.
No no, don't make me to. I only believe that the future world is in akherat
Apparentely Superman was your childhood hero
I like Batman better.
Superman ,dalam penceritaan di DC akhir-akhir ini, justru semakin banyak melakukan koreksi diri. Dalam alur Identity Crisis, Superman ,juga para tokoh superhero dunia DC lainnya, dipaksa menghadapi konsekuensi dari perbuatan mereka. Dimana mereka melakukan mindwipe pada para villain yang mengetahui identitas mereka. Ternyata karma dari perbuatan mereka dimasa lalu turut memicu munculnya Final Crisis, dimana beberapa superhero terbunuh. Meski di event Brightest Day, beberapa dibangkitkan kembali.
Sekilas Superman adalah tokoh yang terkesan akan dengan mudah menyelesaikan semua hadangan yang ada didepannya. Meski demikian ,di dunia DC cukup banyak Kryptonite yang disimpan para villain. Dan saat Superman maju menerjang peluru, terkadang dia sembari bertaruh, apakah peluru tersebut kryptonium-tipped atau tidak...
====
sejak kapan.......?
======
orang amerika memang memiliki sense of humor yang cukup memadai. Sayang mereka gak bisa membedakan antara takdir Tuhan dengan dorongan setan. Hanya misi moral setan dan datuknya iblis yang mewarnai tindakan arogan; sedang misi moral Tuhan pastilah selalu dan selalu membawa kedamaian......
Artinya, ukurannya menjadi sangat sederhana. Ketika setiap tindakan dan keterlibatan Amerika hanya didorong arogansi dan membawa (potensi) kehancuran seperti yang mereka lakukan di bagian manapun di seluruh belahan dunia selama ini, maka mereka lulus sebagai bangsa pengemban moral setan....
Dalam hal moralitas Superman, saya cenderung membandingkan dengan Batman.
Situasi Clark adalah situasi yang nyaris creatio ex nihilo. Ia seperti keluar dari vakum dan tiba-tiba sudah mengemban misi mengawal moralitas.
Ia punya kekuatan, dan kekuatan itu seperti tak ada tujuan lain selain ditentukan semesta untuk melawan kejahatan.
Tetapi Batman, Bruce Wayne, berangkat dari apa yang ia dapat semasa kecil: dendam atas kematian kedua orang tuanya.
Bruce tak mengemban misi. Ia hanya menanggung dendam pada kejahatan.
*crossover comic dialog*
Nope. Why is that?
Benarkah sesederhana itu?
Ada sebuah ungkapan yang menarik untuk hal ini: mysterium tremendum.
Ini situasinya: Ibrahim diperintah oleh Tuhan untuk menyembelih anaknya.
Perintah itu jelas-jelas bertentangan dengan etika universal. Lalu dari mana ia harus yakin perintah itu dari Tuhan dan bukannya setan?
What The Punisher does is out of revenge. What Batman does is out of fear. What Superman does is playing god.
[Yeah, and why should he wear an S? Why not M, or L, or even XL?]
Remember that it is his shirt that has S size.
Sama seperti Sun Go Kong di cerita Dragon Ball-nya Akira Toriyama, Clark juga menemukan pemahaman akan tujuan hidupnya bukan sekadar dari cetak biru DNA-nya. Melainkan juga dari interaksi dengan semesta dan isinya.
Yang saya maksud adalah sejenis motif, apa yang melatarbelakangi Clark repot-repot melindungi bumi. Dan bekerja membela kebenaran dengan situasi yang bebas nilai.
Sementara Bruce dipengaruhi oleh sejarah. Ia juga tak menampik terhadap yang kelam - barangkali itu simbolisme yang ia tampilkan dengan pakaian serbahitam - untuk menolak absolutisme moral.
[_segala hal tentang moralitas_]
Sama seperti Amerika serikat, kal-el memiliki "manifest destiny":
[ http://www.youtub…=xeW-AMP87PM ]
Moral imperative yang dipakai Kal-El hanyalah satu: selflessness. Segalanya berangkat dari sana.
Manifest destiny-nya amerika serikat, diakui atau tidak, terdiri dari 3 tahap:
1. Civilisation of the west
Yaitu aneksasi ke barat.
2. Novus Ordo Seclorum I
Yaitu penyebaran demokrasi/penghancuran feodalisme dan diktatorisme
3. Novus Ordo Seclorum II
Yaitu pencapaian perdamaian dunia melalui globalisasi melalui 3 kaki, organisasi Anda pall, adalah kaki ketiganya.
Moral imperative yang dipakai oleh amerika serikat cuma 1:
"We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal"
Kal-el secara mendasar telah gagal dalam mencontohkan selflessness yang hendak diinjilkannya itu, karena dasarnya ia bukan manusia dengan segala superpowernya.
Sebaliknya amerika serikat gagal total dalam memegang prinsip dasar mereka sendiri, karena mereka superpower.
Saya mengusung ide tentang pengasuhan karena ,di kontinuitas cerita Superman di DC sekarang, penduduk planet Krypton juga punya tendensi imperialistik. Bisa dilihat pada sosok Jendral Zod, yang ,CMIIW, adalah mentor dari Jor-El. Jadi sama seperti Son Go Ku dari planet Saiya yang dikirim untuk menaklukkan bumi, Clark juga diharapkan Jor-El, dalam beberapa versi penceritaan, untuk bukan hanya membimbing umat manusia tapi juga menjadi pemimpin mereka.
Bila roket yang membawa Clark, seperti cerita Hulk di Planet Hulk, berubah arah pendaratanya karena suatu hal dan terjatuh di tempat lain, mungkin karakter boy-scoutnya Supes tidak akan ada
Menurut saya lebih pas melihat personifikasi sebagian rakyat dan kebijakan pemerintahan AS pada sosok Lex Luthor. Lex yang xenophobic pada makhluk asing sama seperti sebagian rakyat AS yang takut kepada berbagai entitas asing yang mulai muncul dengan warna yang lebih tegas di AS.
Sedikit tambahan saja ,meski Clark tergolong superpower hero di dunia DC, tapi kekuatannya sering nggak ngefek sama karakter yang kekuatannya berbasis magic, seperti Zatanna dan Shazam/Captain Marvel. Belum Kryptonite yang kadang ada banyak banget di dunia DC. Seperti ada obral Kryptonite saja
Me too. Because he is a human being...
Saya lebih percaya gagasan yang ini sebagai awal lahirnya Superman, daripada gagasan "orang Amerika merasa ditakdirkan oleh Tuhan untuk mengemban misi moral." nya Ralph H. Gabriel yang dikutip pall.
Altruisme - bebas nilai - absolutisme moral. Itu kenapa saya bilang naif.
conscientizacao:
Knock knock. Saya sama sekali tidak membicarakan sejarah Superman.
betul. si pall sebenernya lagi ngomongin aksi Superman yg kayak FPI, tapi bukan pake jubah. melainkan pake celana dalem di luar
ngarti gak, conscientizacao ?
Betapapun sering tidak berguna, super power tersebut kemudian membuat superman tidak identik dengan kemanusiaan pada umumnya.
Bagi manusia biasa, mudah bagi superman untuk mengambil posisi selfless, karena hanya pada kasus-kasus khusus ia dapat disakiti, sedangkan manusia biasa adalah fragile.
Bagi kaum metahumans, superman tidak identik dengan mereka, karena superman merasa diri bagian dari manusia biasa, dan dengan demikian rela menerapkan restraint terhadap dirinya.
Tentang hal ini, dapat Anda baca di buku sejarah berjudul kingdom come, maupun di serial dokumenter "smallville" terutama di season yang terakhir.
"Dalam banyak hal, Superman adalah ikon yang berusaha mewakili Amerika. Kal El adalah imigran dari dunia lama, planet Krypton, yang korup dan mengalami kehancuran. Ia lantas dikirim ke dunia baru, Bumi, tidak hanya untuk menyelamatkan diri, tetapi juga untuk mengawal moralitas manusia.
Naif - sebagaimana terlihat dari cara Superman mengatasi kejahatan dengan absolutisme moral: setiap kejahatan adalah salah, sementara mana saja yang jahat, cukup ia sendiri yang memutuskan. Dan itulah yang kira-kira juga terjadi hampir bertepatan dengan hari ini, 234 tahun silam. Yaitu apa yang dikenal dengan Fourth of July, atau Independence Day, hari kemerdekaannya Amerika Serikat."
Memahami karakter Superman dengan cara itu, menurut saya tidak terlalu tepat, karena persoalan sejarah di atas. Sehingga, kalau ditarik ke analogi PARA PENGAWAL MORAL, saya tidak sepakat.
Tapi, silakan dilanjut...
[ ditarik ke analogi PARA PENGAWAL MORAL, saya tidak sepakat ]
Lah, itu sama Striding Cloud juga udah dikasih link yang jelas nyebutin manifest destiny-nya Superman
Hehehe... itu urusan sama Striding Cloud. Nggak usah lempar batunya ke sana.
Ini karakter Superman yang dipasang di salah satu halaman komiknya waktu itu:
The "champion of the oppressed". The physical Marvel who had sworn to devote his existence to helping those in need.
Saya bisa saja salah kalau kutipan itu juga salah.
Sekarang, saya tidak sepakat dengan Anda soal penggunaan karakter Superman dengan cara di atas. Saya sudah jelaskan argumen saya. Tanggapan Anda?
Anda tidak sepakat bahwa karakter Superman ditarik ke isu moral.
Padahal, tujuan Kal-el dikirim ke bumi adalah untuk, dari video yang Anda ogah liat itu,
[ They could be a great people Kal-El,
they wish to be.
They only lack the light to show the way ]
"Light to show the way" sih bagi saya terang bicara soal moral - susah membayangkan Superman punya misi ekonomi.
Superman tidak akan lahir kalau tidak ada Great Depression.
"The "Man of Steel" was created by Jerry Siegel and Joe Shuster when both young men were still in high school. Siegel and Shuster were teenagers at a time when over a quarter of a million U.S. teenagers lived on the road hoping to find work to send money back home, or simply because they felt they'd become a financial burden on their families."
Pertama saya kira tidak tepat menganggap bahwa karakter tersebut sudah ajeg.
Kedua, kita harus membedakan antara mythology character, yang dalam perkembangannya semakin ke sini adalah sebagai moral example, dan backstory dari mythology.
Anda sedang membicarakan backstory-nya, pall sedang membicarakan mythologynya.
Mencampuradukkan keduanya, dalam dunia showbiz mungkin sudah bisa dikategorikan sebagai breaking the fourth wall.
Anda bicara di dimensi yang berbeda dengan diskusi ini.
Mungkin gampangnya begini:
Anda berusaha menjawab pertanyaan, how Superman a fictional hero come into being? - dengan pendekatan latar belakang sosiologi.
Semantara artikel ini, dan diskusi yang menyertai, berusaha menjawab pertanyaan:
How Superman reflects American's myths, beliefs & values?
Kalau ada pernyataan mengenai apa misi Superman, tentu yang dimaksud adalah misi dia sebagai intrateks.
Itulah kenapa komentar-komentar di atas ada yang menjelaskan Superman sebagai playing God, Superman yang altruism, (bahkan) Superman yang was-was dengan Kryptonit, dan seterusnya, dan seterusnya.
halah ndhisiki
Bagaimanapun gw bicara dalam bahasa yang lebih sederhana (whadehek iz intrateks?)
misal : si peter parker
Karakter yang dibicarakan sekarang, adalah karakter yang diperbarui karena alasan komersil, IMHO. Superman harus tetap bisa dijual, sehingga dibuat supaya selalu kontekstual. "Memanusiawi"kan karakter Superman, adalah salah satu "peremajaan" karakternya.
Mitos Superman di awal kelahirannya, menginspirasi warga Amerika untuk bangkit dari keterpurukan. Di jaman itu Superman tidak menginspirasi orang untuk melawan kejahatan atau menjaga moral. Superman adalah simbol "Harapan".
Superman dengan karakter saat ini, menurut saya tidak menginspirasi banyak hal. Ia hanyalah sebuah tontonan. Alhasil, mitos yang muncul saat ini tidak banyak berpengaruh, jika dibanding mitosnya di era Superman dilahirkan.
Intinya, kalau mau membicarakan dampak mitos Superman terhadap masyarakat, lebih relevan membicarakan di saat ia lahir, dengan konteks Great Deperessionnya. Karena mitos "harapan" rakyat Amerika itu, hari ini direpresentasikan oleh Obama. Terlepas dari ada yang kecewa krn ternyata Obama belum benar-benar menjadi "Harapan" seperti yang mereka inginkan
Yang anda argumenkan itu adalah backstorynya,serta reaksi masyarakat terhadap mitologi baru tersebut.
Dalam cerita supermannya sendiri, ia menjadi judge jury and executioner, ia yang menentukan siapa yang salah, lalu melakukan sesuatu terhadap hal tersebut.
Dari sejak awal cerita sederhana tersebut ada, DALAM UNIVERSE-nya superman sendiri, Karakter tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa ia memiliki semacam 'kesombongan' moral dalam menentukan suatu tindakan A adalah salah, dan hukumannya adalah X.
Semakin modern, sikap vigilante tersebut semakin tidak dapat diterima, sehingga disusunlah mitologi dimana superman berasal dari ras yang secara moral superior, agar cerita paling pertama di tahun 1930an (yaitu ketika superman mengangkat mobil tea), menjadi koheren, tidak sekedar cerita mengenai orang kuat yang sok benar.
Maka saya katakan tidak ajeg, sebuah karakter tidak dapat hanya dijudge berdasarkan kemunculannya pertamakali, atau terakhir kali. Namun berdasarkan keseluruhan experience dengan karakter tersebut. Dimana secara dominan sepanjang sejarah karakter tersebut, ia telah menjadi moral example/moral lead.
Pernyataan yang mirip seperti itu(=tentang ketidak ajegan sebarang karakter) pernah dinyatakan oleh Lex Luthor, dengan mengutip Rilke, seorang filsuf jerman, dalam dokumenter smallville season 1.
But when Ghatotkacha was in India, he was a fat man ... here changed so dashing, cool, and handsome figure and named Gatot Kaca
The following:
http://www.telugu…ushyamji.JPG
http://images.rin…%2BNQ&nmid=0
Welcome to Politikana Childhood Club
Since, jika dia tidak datang ke bumi (dengan spaceshipnya yg membawa bongkahan kryptonite itu), maka tidak akan ada masalah akibat mutan-mutan dan etc. Bukankah begitu?
*setidaknya untuk season awal, gak tau sekarang gimana..*
http://en.wikiped…/Übermensch
Hanya saja seperti pepatah lama "power tends to corrupt", seseorang yang memperoleh kekuatan dari batu Kryptonite, seringkali berubah menjadi super jahat.
------
bukankah (ke)benar(an) itu sederhana.......
Apakah Anda ingin mengatakan Amerika mengikuti jejak Ibrahim dan Khidhir dengan segala kebrutalan mereka dalam kehidupan kontemporer?
Satu hal yang mereka lupa, saya kira, Ibrahim dan Khidhir itu nabi, sedang Amerika bukan nabi. Atau, lebih sederhana lagi, Amerika dan kita sekarang tidak sedang hidup di zaman para nabi........
Justru karena kita bukan nabi dan tak hidup di zaman para nabi maka kita lebih sering menghadapi ketidakmenentuan.
Moralitas kita jauh lebih nisbi ketimbang ketika ada seorang manusia yang diutus Tuhan untuk menyampaikan wahyu-Nya.
Maka, saya pikir gegabah jika Anda menyalahkan Amerika karena lebih memilih dorongan setan daripada Tuhan.
Sebagaimana gegabahnya Amerika merasa menjadi utusan Tuhan untuk menegakkan demokrasi.
@ Pall : Altruisme memang konsep yang naif. Meski demikian ada penelitian neurobiologi yang menunjukkan bahwa hal tsb adalah sesuatu yang 'basic to the brain, hard-wired and pleasurable' ,dari wiki : http://www.washin…2701056.html
Jadi altruisme mungkin sesuatu yang diberikan/ditakdirkan dari proses Penciptaan makhluk hidup. Sesuatu yang melekat dari sebuah paket makhluk hidup.
...hence: "can be good people kal-el, if they wish to be"
kemajuan jaman akhirnya akan membunuh naluri manusia, hingga primat ini gak tahu lg siapa yg ciptakan mereka !
Silahkan login untuk memberikan pendapat