Penyebab Bencana adalah Kemaksiatan? 28
Rabu, 27 Okt '10 07:56, dibaca 898 kali
Menkominfo Tifatul Sembiring selaku khotib shalat Idul Adha 1430 H. di halaman kantor Gubernur Sumatra Barat hari Jum'at (27/11/2009) pernah mengatakan:
"Tayangan-tayangan di televisi yang merusak moral marak di negeri kita, akibatnya bencana datang bertubi-tubi."(kutipan dari sini).
Dua hari lalu, FPI mengancam akan menutup Dolly dengan dalih serupa. Hari Senin (25/10/2010) lalu, K.H. Dhofir selaku Wakil Ketua FPI Jawa Timur menyatakan:
""Kita bisa melihat, bencana telah terjadi di mana-mana. Itu karena maksiat telah merajalela."(Vivanews).
Kemarin, setelah Merapi meletus dan terjadi tsunami di Mentawai, bisa jadi akan ada lagi komentar-komentar semacam ini. Saya muslim, tapi saya meragukan pernyataan othak-athik-gathuk macam ini. Apalagi di sini juga ada beberapa warga P yang getol mengkampanyekan filosofi semacam. Pertanyaan saya sederhana, kalau soal maksiat, lebih maksiat mana kita dengan Belanda? Di negeri itu bukan hanya prostitusi dilegalkan, tapi juga perdagangan narkoba pun legal. Tapi negara itu maju pesat, nyaris tak ada bencana. Apa sebabnya? Bukan karena tak ada maksiat, tapi karena memang alamnya tidak dikelilingi "Sabuk Api" seperti negara kita.
So, please be rational. Kita boleh berdo'a memohon keselamatan pada Tuhan, harus malah. Tapi menghubungkan bencana alam dengan kemaksiatan? Please deh... Mekkah saja pernah banjir, apa kita lantas berani bilang itu kota maksiat?
Tag: bencana, Maksiat, Tifatul Sembiring, FPI
Terkait:
-
Kok Ada Manusia Sekeji Itu…
Kamis, 17 Mar '11 17:33 -
Mendewasakan Rakyat
Kamis, 28 Okt '10 12:07 -
Kamu Rakyat? Bertobatlah!
Rabu, 27 Okt '10 10:29
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
The 7: Lucu
-
krisnov: Menarik
-
GaraMata: Menarik
-
Coulrophobia: Menarik
-
mbah joebir: Lucu
-
botaksakti: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Marshall Rommel: Menarik
-
ikul: Lucu
-
Sterofoam: Menarik
-
PakCilik:
-
Black Horse: Menarik
-
Harlan Eryandi: Lucu
-
Whispering Wind: Menarik
-
Subroto: Menarik
-
vraybeta: Penting
-
nat alex:
-
Lailatul 'Ursy: Menarik
-
Vic: Menarik
-
conscientizacao: Menarik
-
wolfman: Keren
-
rohanisyawaliah:

Komentar:
di Mentawai terjadi gempa dan tsunami
di Jawa Tengah gunung Merapi meletus
di Jawa Timur pemerintah kota berencana menutup Dolly
apa gempa Mentawai dan letusan Merapi akibat pemerintah kota surabaya berencana menutup Dolly?
Kalau dipaksa dihubung-hubungkan, menurut saya, kemaksiatan dan bencana secara rasional emang tidak nyambung , tapi jika orang cuma mengandalkan rasionalitas, akan sulit untuk bisa melihat hikmah sutatu kejadian secara moral .
Tapi kalau cuma mengandalkan keyakinan/hati, tanpa rasionalitas maka yang terjadi asal jeplak (tm) seperti menteri itu , yg efeknya malah membingungkan umat , bisanya mengutuk dan memvonis bukanya mencerahkan dengan solusi. Apalagi dia seorang pemimpin yg mestinya sadar bahwa perkataanya didengar orang banyak dan mesti bisa dipertanggung-jawabkan...
Tapi kemaksiatan bisa saja memiliki dampak secara tidak langsung dengan bencana , jika dilihat secara sosiologi aspek moral , yaitu misalnya jika dalam suatu wilayah masyarakatnya penuh dengan perilaku maksiat, maka masyarakat dengan mental seperti itu perilakunya terhadap alam pun cenderung merusak, seperti penebangan liar, mengeruk isi mineral bumi secara membabi-buta..etc
Seperti mitos hutan angker, memang tidak rasional, tapi setelah banyak yg menganggap hutan tidak lagi dianggap angker, efeknya banyak pengrusakan hutan...
Kemaksiatan memang tidak menyebabkan bencana, tapi jika kemaksiatan tidak ada, maka kemungkinan perilaku manusia kepada alam lebih positif....kayaknya gitu ya?
jadi miris
Penebangan, tanpa reboisasi itu maksiat...
Korupsi itu maksiat...
Manipulasi data itu maksiat...
Main- mainin pasal hukum itu maksiat...
Tidak disiplin di jalanan itu maksiat...
Pencak silat itu, mak ciaaaat !
The 7: Wah, ulasan yg bernas. Ini lebih bagus daripada membawa2 ayat, jadi maksiat dalam arti merusak alam memang punya efek langsung terhadap bencana.
kesimpulannya; negeri ini banyak bencana karena memang banyak maksiat... jadinya (kalau gak mau dibilang terbukti) nyambung.
cuman cara ngomongin bahwa bencana ini karena maksiat, jangan sekarang dulu deh.... tunggu waktu yang pas...
Iya
Orang lagi kesusahan, lagi cari sodaranya yang ilang, lagi sedih kehilangan keluarga, lagi kebingungan harta bendanya hilang...
Wah, malah ditambahin ( seolah) disalah- salahin, " Loe kebanyakan maksiat sih !"...
Setidaknya, liat- liat keadaan lah, Pak Menkominfo
Mungkin baginya yang nggak maksiat itu POLIGAMI...
Cepe deeehhhh... ?!
[di halaman kantor Gubernur Sumatra Barat hari Jum'at (27/11/2009) ....
"Mengkriminalkan" ucapan masa lalu seseorang dengan kondisi terkini kok seperti ndhak pas.
*Ketifatulan adalah kosakata baru dalam bahasa Indonesia dari Adi Seseq. Artinya ketidakbetulan, kesesatan fikir. Derajatnya lebih tinggi sedikit dibanding Kelirumologi. #mrenges
-----------
Terkutuklah
[1. Saya baca QS 7:96;"Kalau sekiranya pnduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh Kami bukakan atas mrk kberkahan dari langit dan bumi.
2.Akan tetapi mereka mendustakan ayat2 Kami, maka Kami adzab mrk dg apa2(dosa) yg mrk kerjakan. Alqur'an 7:96.
3. Senada dg ayat2 lainnya, reward & punishment dr Allah swt. Jika iman & taqwa negeri akan dilimpahi keberkahan, jk maksiyat akan di adzab.
4. Saya memberikan ilustrasi bahwa diantara dosa2 maksiyat itu adl musyrik dan zina. Apalagi dibuat film dan dipertontonkan kpd orang lain
5. Islam dan agama2 resmi di Indonesia tidak melegalkan perzinahan, bahkan Al-qur'an menyebutnya dengan Keji dan Cara plg buruk QS 17:32
6. Atas ungkapan itu saya semacam "diledek" ttg penyebaran pornografi menyebabkan murka dan azab Allah swt. Ini keyakinan sy, dari alqur'an
7. Mungkin ada yg kurang mengerti, kalau sy diledek, itu tdk seberapa. Namun kalau yg dipermainkan itu adl kitab suci ini jadi serius]
Apa masih termasuk masa lalu pak?
tak sedikitpun mau meminta pertolonganNya....
tak sedikitpun mau lebih mendekatkan diri kepadaNya....
duhai alangkah sombongnya
duhai alangkah sombongnya
duhai alangkah sombongnya
naudzubillah....
rasional atau tidak... .
maksiat atau tidak,
saya lebih suka mengutip lagunya bung ebiet G Ade... Untuk Kita Renungkan...
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..
Singkirkan debu yang masih melekat..
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..
Adalah Dia di atas segalanya..
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
hooo...hooo
hooo
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... ho..
du..du...du..du..du..
du..du..du..du..oh. ..
ho...ho...ho...
du..du..du..du..
Berubahlah agar Dia tersenyum
orang koplak berkata ketika ada bencana alam: bencana di sebabkan maksiat
Sidoarjo direndam lumpur karena maksiat?
Kalau rumahnya Tifatul kebakaran karena maksiat juga?
Sepertinya Tifatul ini cita-citanya jadi menteri agama. Tapi gak lulus fit & proper test. Malu-maluin soalnya nanti.
BMH: ["Tayangan-tayangan di televisi yang merusak moral marak di negeri kita, akibatnya bencana datang bertubi-tubi."(kutipan dari sini).
Dua hari lalu, FPI mengancam akan menutup Dolly dengan dalih serupa. Hari Senin (25/10/2010) lalu, K.H. Dhofir selaku Wakil Ketua FPI Jawa Timur menyatakan:
""Kita bisa melihat, bencana telah terjadi di mana-mana. Itu karena maksiat telah merajalela."(Vivanews).]
Apa beda khutbah si Tif dengan celoteh si Juki yang ini?
["Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010).]
dan
["Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?" tanya Marzuki.]
nanti juga si Juki akan bilang ke orang Aceh; siapa suruh tinggal di Aceh. . .
Silahkan login untuk memberikan pendapat