Bagaimana Media Memberitakan Bencana 96
Kamis, 28 Okt '10 20:26, dibaca 1071 kali
Sore ini, keisengan saya kumat. Melihat ada lima koran yang memang dilanggan menyajikan headline tentang bencana -terutama Merapi- dengan gaya berbeda-beda. Tentu ini bukan analisis media atau media monitoring profesional, apalagi menggunakan media framing analysis. Kalau boleh dibilang, ini cuma sekedar "laporan bacaan" ala tugas anak kuliahan saja.
Dari segi visualisasi halaman 1, secara subyektif saya suka Seputar Indonesia (Sindo) dan Kompas, dengan foto Sindo lebih bagus komposisinya. Sayang, di halaman 1 Sindo ada iklan Air Asia-CIMB Niaga dengan foto pramugarinya yang cantik, sehingga merusak kesan duka secara keseluruhan.
Kompas menang di data dan penulisan dari berbagai angle dengan narasumber dan wartawan yang berlimpah, sementara yang menarik dari Indo Pos adalah penyajian kesaksian seorang wartawan Radar Jogja yang masih merupakan bagian dari IndoPos group tentang saat-saat terakhir Mbah Marijan. Republika secara umum biasa saja kualitas pemberitaannya, meski kesaksian Fahmi Akbar Idris -Bendahara PWNU Yogyakarta, yang mengaku bertemu Mbah Marijan 2 jam sebelum beliau meninggal- cukup menarik. Terakhir adalah Rakyat Merdeka yang mungkin paling cocok dengan warga Politikana, karena menyajikan komentar SBY dan Marzuki Alie soal bencana. Enak sekali untuk 'dibantai' di Politikana.
Untuk televisi, secara umum hanya Metro TV yang setia menayangkan perkembangan mengenai berita bencana. Di peringkat kedua ada TV One yang masih sempat menayangkan siaran langsung Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gelora Manahan, Solo. Sementara stasiun televisi lainnya menayangkan aneka acara lainnya termasuk acara musik seperti Dahsyat (RCTI) dan Inbox (SCTV). Business as usual saja. Apakah ini memprihatinkan atau malah biasa saja sebenarnya?
Kebetulan saya juga sempat melihat sepintas tayangan infotainment Insert di TransTV dan Silet di RCTI. Yah, namanya juga infotainment, beritanya terasa dangkal dan dibuat-buat. Apalagi artis yang diwawancara tampaknya tak siap. Di Insert seorang personel group Seventeen malah masih memegang gitar. Seakan mereka sedang nongkrong dan tiba-tiba ditanya soal bencana. Mbok ya gitarnya ditaruh dulu Mas...
Di Silet, Indra Bekti diwawancara bersama istrinya Aldila Jelita. Meski Indra cukup bagus dan simpatik komentarnya, Aldila tampaknya tak mau kehilangan citranya sehingga 'jaim' dengan terus tersenyum tanpa tampak berduka. Hanya Olga Syahputra yang terlihat tulus saat berkomentar. Dari segi visualisasi, Silet yang banyak meminjam footage dari Seputar Indonesia RCTI tampak unggul.
Toh walau begitu, secara umum kedua jenis infotainment ini sama saja. Misalnya untuk menggambarkan posisi jenazah Mbah Marijan, tidak ada yang menggunakan kata "shalat". Yang ada malah digunakan kata "berdoa" dan "sembahyang", seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam. Yah... namanya juga infotainment kan?
Tag: kompas, media, tv, televisi, republika, infotainment, sctv, RCTI, TRANSTV, cetak, Rakyat Merdeka, IndoPos, Seputar Indonesia
Terkait:
-
Racun-Racun dari Televisi Kita
Selasa, 23 Feb '10 20:31 -
Mengapa TV One Dicekal ?
Kamis, 13 Agu '09 02:37 -
KETIKA SATPAM BERSIKAP MILITER
Rabu, 3 Jun '09 15:32
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Black Horse: Menarik
-
krisnov: Menarik
-
BocahnDeso: Keren
-
bintang: Menarik
-
Last Man Standing: Menarik
-
Sakera: Menarik
-
Whispering Wind: Menarik
-
Coulrophobia: Menarik
-
gurpaq: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Why Young: Menarik
-
Love: Menarik
-
yusro: Menarik
-
conscientizacao: Menarik
-
nisbi: Menarik
-
Moonlight: Menarik
-
Maximillian: Menarik
-
Lailatul 'Ursy: Bagus
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Sterofoam: Menarik
-
GusBushTom: Penting
-
pius: Penting
-
boiga: Menarik
-
rohanisyawaliah:

Komentar:
Cekidot. . . . .
emangnya politikana tempat penjagalan bos. . . .
[n Isl] (1) rukun Islam kedua, berupa ibadah kpd Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dng syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dng takbir dan diakhiri dng salam; (2) doa kpd Allah
sem.bah.yang
[n] (1) Isl salat: air -- , air wudu
ber.doa
[v] mengucapkan (memanjatkan) doa kpd Tuhan: ia selalu ~ sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
doa [n] permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan
Sumber: http://kamusbahas…ndonesia.org
Kata shalat atau salat dalam istilah bahasa arab mempuyai makna berdoa. Bahkan dalam literatur arab, kata shalat adalah doa, jadi kalau disana memakai kata doa sebagai ganti shalat berarti mempunyai arti yang sama.
============
Kan tidak ada yang bisa memastikan bahwa Alm. meninggal ketika sedang shalat, apalagi jika benar ditemukan di kamar mandi, masak sholat di kamar mandi ?
Tempat shalat harus bersih, bebas dari najis.
Tapi ya udahlah, dah meninggal gini....
Cuma masalahnya lagi bagi sebagian orang, halalkah mendoakan beliau?
.........seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam. Yah... namanya juga infotainment kan ?......
hehehe...kok bisa gitu ya ?.
Subroto: & amril zal:
BocahnDeso: soalnya cara pembawa acaranya bicara itu lho... yg mengesankan begitu
Copas artikelnya di P boleh...
jadi artinya bagi umat Islam, kata shalat ga boleh diganti dengan kata sembahyang? karena menunjukkan ketidakiklasan si penyebut akan keIslaman umat Islam tersebut..
gitu ya kira-kira?
basu: sembahyang itu dari bahasa sansekerta. meski artinya serupa, tapi tak sama dgn shalat.
Sekalian mas, beli LCD minimal 3 unit. Satu liputan 6, yg dua dipantengin untuk TVONe dan MetroTV heheheh.. salam..
ada lagi berita yang berulang-ulang menayangkan alm. di depang batu...
---------------------------------------- -----------------
Pengamatan yang cerdas. Tapi ada yang 'menghinakan'. Detik.com dan Suara Pembaruan menulis Mbah Maridjan sujud di kamar mandi.
Ada pula yang menggunakan manipulasi gambar bahwa Mbah Maridjan tidak sujud menghadap kiblat.
Kematian dengan cara seperti itu memperlihatkan Mbah Maridjan tidak merasakan sakit. Jika dia sakit, tubuhnya menggeliat, dengan mata terbelalak. Itulah yang terlihat pada mayat-mayat lain di rumah Mbah Maridjan.
Sudahlah, Mbah Maridjan telah mengakhiri tugasnya dengan cara paling ikhlas. Biarkan Allah yang memberinya kemuliaan.
Sembahyang dan shalat berbeda.
Sembahyang terdiri dari dua kata; Sembah dan Hyang. Sembah memberikan persembahan. Hyang: Tuhan.
Dalam sembahyang selalu ada yang dipersembahkan berupa materi, dan diletakan di altar, atau meja persembahan.
Shalat berasal dari kata Arab. Tida ada yang dipersembahkan berupa materi; makanan, atau kembang, dan menyan. Shalat merupakan rangkaian tata gerak. Sembahyang tidak.
Shalat juga berbeda dengan pray, dalam bahasa Inggris. Sebab dalam shalat tidak hanya ada doa, tapi juga tata gerak sarat simbol-simbol penyerahan dan penghambaan diri, serta puji-pujian. Pray lebih cocok digunakan sebagai doa biasa. Pray juga bukan misa dalam tradisi Kristen.
Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita akan terjebak ada upaya sekularrisasi bahasa. Sesuatu yang mulai disadari banyak ulama, dan mengundang protes.
Mbah Maridjan diangkat oleh HB IX. Mengapa dia tidak patuh dengan HB X?
HB IX tidak mengangkat permaisuri. Dia hanya memiliki banyak selir di luar dan dalam keraton. Beberapa selirnya memberikan anak.
Dalam tradisi raja-raja Jawa, bahkan bukan hanya di Jawa, pewaris takhta adalah anak tertua permaisuri. Sedangkan HB X adalah anak tertua dari seluruh anak selir yang dimilikinya.
Jika Anda kembali membuka berita-berita soal suksesi pasca wafatnya HB IX, Anda akan tahu betapa kerasa perdebatan di dalam istana. Sebagaian kalangan menilai keputusan HB IX tidak mengangkat permaisuri merupakan isyarat akhir dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan berintegrasi secara menyeluruh ke dalam Republik Indonesia.
Kalangan lain menilai jik tidak ada penerus sultan, bukan tidak mugkin Kebudayaan Jawa tidak bisa bertahan dalam sekian puluh tahun ke depan. Kebudayaan, kata si empunya pendapata, hanya bisa bertahan dengan melestarikan kekuasaan.
Tidak ada yang salah dari kedua pendapat itu. Namun mereka harus memilih salah satunya.
Kalangan dalam keraton akhirnya memilih yang kedua. Maka diadakanlah pemilihan raja baru. Ini yang paling menarik.
Setiap selir merasa anaknya paling berhak menjadi raja berikut. Pertentangan begitu keras, meski akhirnya diselesaikan dengan cara Jawa.
Sebagai abdi dalem keraton, Mbah Maridjan tahu betul yang mana raja dan bukan. Ini terlihat pada pernyataanya di tahun 2006, ketika HB X mendatanginya untuk menyuruh turun.
"Saya diangkat Raja Yogyakarta HB IX. Sedangkan HB X itu kan gubernur," kata si Mbah itu.
[Shalat juga berbeda dengan pray, dalam bahasa Inggris. Sebab dalam shalat tidak hanya ada doa, tapi juga tata gerak sarat simbol-simbol penyerahan dan penghambaan diri, serta puji-pujian]
Shalat maupun doa kalau kita tarik ke asal mulannya, dua kata ini berasal dari bahasa Arab yang keduanya adalah sinonim.
Secara leksikal shalat adalah doa, sementara secara terminologi, shalat adalah sebuah tindakan yang diawali dengan takbir dan disudahi dengan salam.
Jika mengaju pada makna terminologi, maka penjelasan Tuan_Damang: tidak ada pertentangan didalamnya, dimana, makna doa yang dalam bhs inggris adalah shalat adalah mengaju pada makna kedua, yaitu terminologi.
Afwan . . .
sorry
[Saya diangkat Raja Yogyakarta HB IX. Sedangkan HB X itu kan gubernur]
wah ini yang ngeyel priyayi keraton apa abdi dalem kraton (marijan)....
kesimpulan marijan adalah hamba hb ix; bukan hamba allah;
karena Islam jelas jelas mengajarkan bahwa tidak ada surga bagi pelaku bunuh diri dan bahwa menyelamatkan satu jiwa manusia adalah senilai dengan menyelamatkan jiwa seluruh umat manusia.
memang matinya puluhan orang dikampung mbah marijan bukan tanggung jawab beliau....
tapi yang jelas sebagian dari mereka kini meninggalkan janda dan anak-anak yatim..... akibat mau membujuk si mbah turun....
Ente serius. . . . ?
Lalu bunuh diri Amrozi. . . ?
Berrati dia pasti tidak masuk surga..?
dengan asumsi bahwa dia melanggar Ayat An-nisa 29. Betul begitukah . . ?
Simple banget kan. . ?
saya rasa ente tahu jawabannya.
jawaban simple saya;
tergantung yang di bom; kalau yang mati amerika kabeh isinya..... ya wis... tak doa'i bomnya jihad.... dan semoga masuk sorga....
hahhaha
Logika yang ente bawa kalau bisa saya simpulkan adalah, ada bom bunuh diri yang pelakunya diganjar akan masuk surga dan ada yang tidak masuk surga. Betul?
Dengan alasan disana kembali kepada tujuan.
Bagimana dengan Mbah Maridjan?
yang masuk surga bukan sedang bunuh diri tapi lagi jihad....
tapi menurut saya ya bunuh diri.
simple banget kan.....
Jihad dengan bom bunuh diri atau jihad dengan cara lain yang berupa bunuh diri apa ada bedanya?
Asumsi sederhanya begini: Bunuh diri dengan cara Amrozi yang meledakkan diri akan diganjar masuk surga dengan alasan "jihad" dan Mbah Mardjan juga akan di ganjar masuk surga karena alasan yang sama.
Bisa ga demikian..?
Hloh. . . . tanpa memandang tujuan asli . . .?
xxixixixi... menutup pintu diskusi...
Tidak menyelamatkan diri ketika ada warning pun, termasuk kebodohan.
Tapi keputusan masuk/tidaknya mereka masuk surga, ada di tangan Sang pemegang kehidupan.
Itu juga kalau surga ada sih
Once he was interviewed by BBC for a TV program covering Merapi, broadcast in Britain. He said that he's only an ordinary human and cannot predict nature, let alone altering nature. He said he was given the task to stay there not prevent the volcano from erupting, but to monitor it; not only the volcano but the surrounding.
Apa kabar paman. . .
Wes suwe rak nongol. . .
buat pelaku jihad mereka sedang mengebom tapi tubuh mereka yang digunakan sebagai media.
kalau anda percaya bahwa ada suatu tugas yang diemban kepada marijan untuk menjaga gunung merapi tidak meletus... maka anda akan percaya bahwa beliau tidak mati bunuh diri.
kalau seperti saya, rasanya mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu; kecuali tugas itu cuma fitnahnya / hayalannya mbah marijan sahaja.... ya weisss modar...
kalau seperti saya, rasanya mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu; kecuali tugas itu cuma fitnahnya / hayalannya mbah marijan sahaja.]
Saya mencoba mencari akar masalah.
1. Amrozi melakukan "jihad" karena diperintah. siapa? belum jelas
2. Mbah Maridjan melakukan perbuatannya karena diperintah seorang hb ix yang super modern. jelas siapa yang merintah.
Kesimpulannya; Apakah hanya dengan diperintah oleh siapa dan tanpa memandang untuk siapa maka, kasus pertama syahid, dan kasus kedua bunuh diri. Begitukah...?
itu semua si mbah lakukan supaya merapi baik-baik saja... itu sama saja artinya menjaga supaya gunung merapi nggak meletus... as simple as that.
jadi anda bisa bayangkan kalau hb ix masih hidup; saya percaya seorang modern hb ix pasti akan nyuruh si mbah turun, dan tidak perlu ada 31 orang yang mati sia-sia di dusun kinaharjo...
sebodoh-bodohnya marijan tidak akan berkata begitu. dan saya tidak mengatakan bahwa "marijan pernah mengatakan bahwa tugasnya adalah menjaga supaya merapi tidak meletus".
sebodoh-bodohnya orang, orang akan paham kelau kerjaan marijan dimerapi sebagai juru selamat, yang mendoakan supaya merapi aman-aman aja.. itulah tugas marijan.....
simplenya; marijan sedang bertugas menjaga supaya merapi ... tidak meletus. dengan tidak meletusnya merapi membuat orang selamat.
1. bagi yang meyakini itu jihad; maka perkerjaan itu bukan bunuh diri. ini urusan iman masing-masing. anda tidak setuju saya boleh setuju.
2. bagi yang meyakini pekerjaan itu adalah tugas (seorang nahkoda, pada kapal yang mau tenggelam, dia menolong orang lain tapi dirinya sendiri gak ketolong)... maka bukan bunuh diri.. dan insya allah syahid juga. saya rasa anda dan saya sama-sama setuju.
3. marijan kira-kira posisinya ada dimana ya..... udah jelas-jelas gunung udah meletus; eh bukannya membuat 30 rang didusunnya turun gunung malah, si mbah yang katanya mau diselamatkan dengan cara membujuk-bujuk si mbah turun....
And this? [sebodoh-bodohnya orang, orang akan paham kelau kerjaan marijan dimerapi sebagai juru selamat] I never heard that the task of 'kuncen' or 'juru kunci' includes being 'juru selamat'. Where did you hear that from?
make it simple....
bos, yang namnya kuncen bin musyrik itu sering didatengin orang kalo mau nyembah kuburan, gunung dsb. kuncen ini sering dipake sebagai perantara antara roh nya mbah gemblung dengan kaum penyembah kuburan / gunung..... tanpa bekerja sama dengan kuncen, mana pada tau mbah setan gemblung itu maunya minta disajeni apa.... tanpa lapor kuncen dulu apa bisa tau-tau nongol semedi didepan makam keramat. jadi kuncen adalah juru selamatnya para kaum penyembah gunung, kuburan dan dedemit....
tersinggung yah.... ya udah deh...
sekali lagi saya tetep memandang marijan seorang orang yang ikhlas dengan pekerjaannya setia sampai akhir. cuma ikhlasnya bukan kepada allah. as simple as that.
dan yang bodoh itu adalah orang yang mati bareng si mbah ya kan?!??!
Jika menurut keyakinan Mbah Maridjan itu adalah pekerjaan jihad, apa masih dipandang sebagai bunuh diri? sementara untuk selain mbah mati Syahid?
2. bagi yang meyakini pekerjaan itu adalah tugas (seorang nahkoda, pada kapal yang mau tenggelam, dia menolong orang lain tapi dirinya sendiri gak ketolong)... maka bukan bunuh diri.. dan insya allah syahid juga. saya rasa anda dan saya sama-sama setuju.
Tanpa memandang tujuan?
3. marijan kira-kira posisinya ada dimana ya..... udah jelas-jelas gunung udah meletus; eh bukannya membuat 30 rang didusunnya turun gunung malah, si mbah yang katanya mau diselamatkan dengan cara membujuk-bujuk si mbah turun....]
Dua kategori diatas itu bukanya tolok ukur?
Mereka mau bantuin ngangkat mayat atau tebar pesona tok?
[tersinggung yah] Not at all. Why should I? I'd be offended if Amrozi and Imam Samudra are called heroes.
[dan yang bodoh itu adalah orang yang mati bareng si mbah ya kan?] This I agree.
[yang namnya kuncen bin musyrik itu sering didatengin orang kalo mau nyembah kuburan, gunung dsb] Who told you that? As far as I know, Kuncen's task is to monitor the area he's responsible for. If people interpret it as such, it's their own fault (that's why I agree they're stupid). This is also what mBah Maridjan told BBC. I don't have the record, but I did hear him saying it myself, as I was a part of the BBC team who did the coverage back then.
Sebentar, apakah ini bukan hipotesis yang prematur, untuk konteks keikhlasan ? Acuan yang dipakai, dari mana?
Saya sendiri, tidak berhak menghakimi perspektif tersebut, yang jamak dipakai oleh para abdi dalem Keraton Jogja dan Solo.
Kalau saya merujuk ke saran dari Yusuf Qardhawy, beliau menyarankan, untuk urusan keyakinan manusia, maka serahkan penghakiman itu, kepada Al Illah, di hari penghakiman nanti, sekarang, karena masih di dunia, maka berbaiksangkalah, karena dalamnya hati, siapa yang tahu ?
Ini, soal etika personal saja sih Oom. kalau menurut Anda itu layak, silakan. Tetapi, menurut saya, itu kurang layak.
Ya, begitulah
eh nw bang The Crow , cara ngomong inggris biar bagus gimana sih?
#pertanyaan serius
#serious answer
[Not at all. Why should I? I'd be offended if Amrozi and Imam Samudra are called heroes.] same marijan is not a hero at all.
[This I agree.] ya... same as marijan thought "ngapain orang bodoh gak sekolah itu diikuti".... please.... where you put your humanity man..... Marijan as we know as a public figure and as a "wisdom" mbah (katanya), he should be a "teladan". He should give people arround him a good sample about responsibility, life. so he should be at the front to make his people arround go down, not to be stupid stay at dusun. so exactly he is his responsibility, for the great assasination..
[Who told you that? As far as I know, Kuncen's task is to monitor the area he's responsible for. If people interpret it as such, it's their own fault (that's why I agree they're stupid). This is also what mBah Maridjan told BBC. I don't have the record, but I did hear him saying it myself, as I was a part of the BBC team who did the coverage back then. ]
I know you try to tell people should understand about "local wisdom"; and you pretend that "religion way" is not necessary anymore.....
Islam is not allowed people let another people stupid. stay at dusun is stupid. Islam wisdom, "save 1 man you save all mankind". I forgot the ayyah; i will give to you latter.
and may allah chocie marijan dusun as sample; rather then HE send the "wedus gembel" to other "empty village". can you imagine from 360 derajat; but only 1 derajat the wedus gembel blows 1 derajat is to go to "dusun kinaherjo"; remember this not the larva... this the wind. wind is so free.... not effected with the countour of mountain. (sorry for missspeling)
# -1 promosi diri..
[I know you try to tell people should understand about "local wisdom"; and you pretend that "religion way" is not necessary anymore] Wrong. I believe I'm a Muslim (albeit not a good one). I simply try to say that different people have different values. What we think is stupid probably a smart one to another people of different value.
[Islam is not allowed people let another people stupid. stay at dusun is stupid. Islam wisdom, "save 1 man you save all mankind". I forgot the ayyah; i will give to you latte] I agree, and in a way I believe mBah Maridjan knew it too, and acted as such by telling people not to follow him. Those who follow him are the stupid ones.
[and may allah chocie marijan dusun as sample] I hope what you meant is 'maybe'. It's still OK to try guessing what Allah's intention is. If what you meant is 'may' as in 'semoga', well, I think it's a very cruel thought.
By the way, please don't refer to Allah as 'He'. It's correct in English, but it's wrong in Islam. Use God or simply Allah.
Pinchi No Renzoku Sonna Toki
Urutoraman Ga Hoshih!
kalau perkara yang samar.... okelah. kalau belum ada yang mati karena ulah marijan, atau seandainya marijan cuma mati seorang diri... emang gue pikirin, apa hak gue juga menilai-nilai simarijan itu apa. ya seperti kata sheikh yusuf qordowi itu...
masalahnya ini udah jelas bos.... dan terang benderang... bahwa keyakinan, tindakan dan keberadaan marijan tetep ngotot didusunnya telah sukses membunuh orang-orang disekitarnya. apa lagi yang diragukan.
bersimpatilah sama orang bodoh yang mati itu...
jadikanlah perbuatan si bodoh marijan sebagai pelajaran berharga... supaya tidak ada lagi marijan-marijan lain di muka bumi ini...
Puas?
tapi kalo bomnya meledak di afghanistan.... membunuh tentara amerika.... saya puas banget tuh...
Bukankah bidadari cuma ada di surga, bukan di neraka?
sekarang saya bertanya balik; siapa yang bertanggung jawab atas kematian 30 orang ngeyel dimerapi itu????
30 orang pak.... bandingkan dengan nyawa seorang wong tuo uda bau tanah mbah marjan...
apa yang anda (telah dan akan) lakukan untuk mereka?
http://www.antara…kan-22-orang
Ke Irak gih bro, khutbah mengnai bunuh diri
2. membantu orang kesiapa saja toh.... (beneran ini bukan saya ngeles kaya pak kumis).
soal bunuh diri lagi.... case close lah. yang gak setuju wis.... yang tidak ya monggo. sekali lagi saya justru peduli sama kehidupan manusia.... itulah maksud komen saya. selanjutnya bisa dibaca artikel saya soal kemanusian ini.... monggo mas subroto.
terima kasih.... saya lagi kerja sama diperusahaan sekelas bakrie..... di indo. mohon maaf perusahaan tempat ane kerja... ngerampok hasil alam negara anda tercinta.
so saya cari uang dulu buat anak istri..... lumayan byarannya cukup gede mas, bisa buat naek haji bapak, nyokap, tetangga.... ente kalo mau boleh mendaftar... hehehhehe...
Silahkan login untuk memberikan pendapat