Bagaimana Media Memberitakan Bencana 96

Kamis, 28 Okt '10 20:26, dibaca 1071 kali

Sore ini, keisengan saya kumat. Melihat ada lima koran yang memang dilanggan menyajikan headline tentang bencana -terutama Merapi- dengan gaya berbeda-beda. Tentu ini bukan analisis media atau media monitoring profesional, apalagi menggunakan media framing analysis. Kalau boleh dibilang, ini cuma sekedar "laporan bacaan" ala tugas anak kuliahan saja.

Dari segi visualisasi halaman 1, secara subyektif saya suka Seputar Indonesia (Sindo) dan Kompas, dengan foto Sindo lebih bagus komposisinya. Sayang, di halaman 1 Sindo ada iklan Air Asia-CIMB Niaga dengan foto pramugarinya yang cantik, sehingga merusak kesan duka secara keseluruhan.

Kompas menang di data dan penulisan dari berbagai angle dengan narasumber dan wartawan yang berlimpah, sementara yang menarik dari Indo Pos adalah penyajian kesaksian seorang wartawan Radar Jogja yang masih merupakan bagian dari IndoPos group tentang saat-saat terakhir Mbah Marijan. Republika secara umum biasa saja kualitas pemberitaannya, meski kesaksian Fahmi Akbar Idris -Bendahara PWNU Yogyakarta, yang mengaku bertemu Mbah Marijan 2 jam sebelum beliau meninggal- cukup menarik. Terakhir adalah Rakyat Merdeka yang mungkin paling cocok dengan warga Politikana, karena menyajikan komentar SBY dan Marzuki Alie soal bencana. Enak sekali untuk 'dibantai' di Politikana.

Untuk televisi, secara umum hanya Metro TV yang setia menayangkan perkembangan mengenai berita bencana. Di peringkat kedua ada TV One yang masih sempat menayangkan siaran langsung Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gelora Manahan, Solo. Sementara stasiun televisi lainnya menayangkan aneka acara lainnya termasuk acara musik seperti Dahsyat (RCTI) dan Inbox (SCTV). Business as usual saja. Apakah ini memprihatinkan atau malah biasa saja sebenarnya?

Kebetulan saya juga sempat melihat sepintas tayangan infotainment Insert di TransTV dan Silet di RCTI. Yah, namanya juga infotainment, beritanya terasa dangkal dan dibuat-buat. Apalagi artis yang diwawancara tampaknya tak siap. Di Insert seorang personel group Seventeen malah masih memegang gitar. Seakan mereka sedang nongkrong dan tiba-tiba ditanya soal bencana. Mbok ya gitarnya ditaruh dulu Mas...

Di Silet, Indra Bekti diwawancara bersama istrinya Aldila Jelita. Meski Indra cukup bagus dan simpatik komentarnya, Aldila tampaknya tak mau kehilangan citranya sehingga 'jaim' dengan terus tersenyum tanpa tampak berduka. Hanya Olga Syahputra yang terlihat tulus saat berkomentar. Dari segi visualisasi, Silet yang banyak meminjam footage dari Seputar Indonesia RCTI tampak unggul.

Toh walau begitu, secara umum kedua jenis infotainment ini sama saja. Misalnya untuk menggambarkan posisi jenazah Mbah Marijan, tidak ada yang menggunakan kata "shalat". Yang ada malah digunakan kata "berdoa" dan "sembahyang", seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam. Yah... namanya juga infotainment kan?


Tag: kompas, media, tv, televisi, republika, infotainment, sctv, RCTI, TRANSTV, cetak, Rakyat Merdeka, IndoPos, Seputar Indonesia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Black Horse 0 0
BMH: [Enak sekali untuk 'dibantai' di Politikana.]

Cekidot. . . . .

emangnya politikana tempat penjagalan bos. . . . : D
Black Horse 0 0
[Misalnya untuk menggambarkan posisi jenazah Mbah Marijan, tidak ada yang menggunakan kata "shalat". Yang ada malah digunakan kata "berdoa" dan "sembahyang", seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam.]

[n Isl] (1) rukun Islam kedua, berupa ibadah kpd Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dng syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dng takbir dan diakhiri dng salam; (2) doa kpd Allah


sem.bah.yang
[n] (1) Isl salat: air -- , air wudu

ber.doa
[v] mengucapkan (memanjatkan) doa kpd Tuhan: ia selalu ~ sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

doa [n] permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan

Sumber: http://kamusbahas…ndonesia.org

Kata shalat atau salat dalam istilah bahasa arab mempuyai makna berdoa. Bahkan dalam literatur arab, kata shalat adalah doa, jadi kalau disana memakai kata doa sebagai ganti shalat berarti mempunyai arti yang sama.


krisnov 0 0
Misalnya untuk menggambarkan posisi jenazah Mbah Marijan, tidak ada yang menggunakan kata "shalat"
============
Kan tidak ada yang bisa memastikan bahwa Alm. meninggal ketika sedang shalat, apalagi jika benar ditemukan di kamar mandi, masak sholat di kamar mandi ?

Tempat shalat harus bersih, bebas dari najis.

Subroto 0 0
Sya bisa maklum, sebagian memang malu mengakui Mbah Maridjan sebagai muslim yg taat, takut ntar malah beliau dijadikan panutan dalam beragama
Tapi ya udahlah, dah meninggal gini....

Cuma masalahnya lagi bagi sebagian orang, halalkah mendoakan beliau?
amril zal 0 0
krisnov: setuju.... hoax banget tuh berita....
BocahnDeso 0 0

.........seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam. Yah... namanya juga infotainment kan ?......

hehehe...kok bisa gitu ya ?.
BMH 0 0
Black Horse & krisnov: : oke deh...
Subroto: & amril zal: : )
BocahnDeso: soalnya cara pembawa acaranya bicara itu lho... yg mengesankan begitu
Rahwana Dasamuka 0 0
krisnov: ngaco emng tu media
bintang 0 0
kayaknya agak lupa ttg musibah di tempat lain : ((
Last Man Standing 0 0
[Enak sekali untuk 'dibantai' di Politikana.]

Copas artikelnya di P boleh... : ))
basu 0 0
BMH: [tidak ada yang menggunakan kata "shalat". Yang ada malah digunakan kata "berdoa" dan "sembahyang", seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam.]
jadi artinya bagi umat Islam, kata shalat ga boleh diganti dengan kata sembahyang? karena menunjukkan ketidakiklasan si penyebut akan keIslaman umat Islam tersebut..
gitu ya kira-kira?
gurpaq 0 0
melalui media terbentuklah budaya masayarkat,nah klo masyrakatnya terlalu bnyk nonton sctv+rcti berarti masyarakat akan terdoktrin dengan sinetron terlalu bnyk harapan kosong tanpa usaha,untuk media2 yg udah bagus disebut diatas,diharpkan juga bisa memberi ruang iklan yg tepat,sperti saat kita berduka ya wong iklannya jg agak disesuaikan jgn cewe cantik,kan bisa air asia mengucapakan bela sungkawa,seharusnya media jg bisa menyrankan iklan yg baik dan benar....
amril zal 0 0
BMH: nonton infotaiment emang menyenangkan ya bos... sampe lupa waktu dan lupa kalo berita itu cuma isue...[murahan]
BMH 0 0
amril zal: hehehe, nyobain jadi emak-emak
basu: sembahyang itu dari bahasa sansekerta. meski artinya serupa, tapi tak sama dgn shalat.
DorZie 0 0
BMH: mas, bagaimana kalau sampeyan kita jadikan analisa media-nya politikana-nya saja, ndampingin mbak sarapan politikana? soalnya bahasannya bagus, dan langganan korannya itu lho? 5 KORAN!!!

Sekalian mas, beli LCD minimal 3 unit. Satu liputan 6, yg dua dipantengin untuk TVONe dan MetroTV heheheh.. salam..
Why Young 0 0
[seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam]...
ada lagi berita yang berulang-ulang menayangkan alm. di depang batu...: (
Why Young 0 0
depang >> depan
yusro 0 0
BMH: He he, bisa berkala posting seperti ini akan sangat bermanfaat : )
TTTH 0 0
Sudahlah, alm. mbah maridjan itu mungkin ibarat seorang kapten kapal. Dia mesti menjadi orang terakhir yang meninggalkan Merapi. Fokuskan perhatian pada korban yang masih hidup.
Why Young 0 0
TTTH: maaf om...
Tuan_Damang 0 0
Misalnya untuk menggambarkan posisi jenazah Mbah Marijan, tidak ada yang menggunakan kata "shalat". Yang ada malah digunakan kata "berdoa" dan "sembahyang", seakan tidak ikhlas kalau Mbah Marijan itu Islam. Yah... namanya juga infotainment kan?

---------------------------------------- -----------------

Pengamatan yang cerdas. Tapi ada yang 'menghinakan'. Detik.com dan Suara Pembaruan menulis Mbah Maridjan sujud di kamar mandi.

Ada pula yang menggunakan manipulasi gambar bahwa Mbah Maridjan tidak sujud menghadap kiblat.

Kematian dengan cara seperti itu memperlihatkan Mbah Maridjan tidak merasakan sakit. Jika dia sakit, tubuhnya menggeliat, dengan mata terbelalak. Itulah yang terlihat pada mayat-mayat lain di rumah Mbah Maridjan.

Sudahlah, Mbah Maridjan telah mengakhiri tugasnya dengan cara paling ikhlas. Biarkan Allah yang memberinya kemuliaan.
amril zal 0 0
Tuan_Damang: ikhlas menjadi hamba hb ix, dan khianat sama raja hb x.... percaya deh kalo simbah marijan ikhlas sama tuannya.
Tuan_Damang 0 0
@ Delpazir dan BMH

Sembahyang dan shalat berbeda.

Sembahyang terdiri dari dua kata; Sembah dan Hyang. Sembah memberikan persembahan. Hyang: Tuhan.

Dalam sembahyang selalu ada yang dipersembahkan berupa materi, dan diletakan di altar, atau meja persembahan.

Shalat berasal dari kata Arab. Tida ada yang dipersembahkan berupa materi; makanan, atau kembang, dan menyan. Shalat merupakan rangkaian tata gerak. Sembahyang tidak.

Shalat juga berbeda dengan pray, dalam bahasa Inggris. Sebab dalam shalat tidak hanya ada doa, tapi juga tata gerak sarat simbol-simbol penyerahan dan penghambaan diri, serta puji-pujian. Pray lebih cocok digunakan sebagai doa biasa. Pray juga bukan misa dalam tradisi Kristen.

Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita akan terjebak ada upaya sekularrisasi bahasa. Sesuatu yang mulai disadari banyak ulama, dan mengundang protes.
Tuan_Damang 0 0
Melihat Mbah Maridjan dan hubungannya dengan HB IX dan X haruslah dengan kacamata feodalisme Jawa.

Mbah Maridjan diangkat oleh HB IX. Mengapa dia tidak patuh dengan HB X?

HB IX tidak mengangkat permaisuri. Dia hanya memiliki banyak selir di luar dan dalam keraton. Beberapa selirnya memberikan anak.

Dalam tradisi raja-raja Jawa, bahkan bukan hanya di Jawa, pewaris takhta adalah anak tertua permaisuri. Sedangkan HB X adalah anak tertua dari seluruh anak selir yang dimilikinya.

Jika Anda kembali membuka berita-berita soal suksesi pasca wafatnya HB IX, Anda akan tahu betapa kerasa perdebatan di dalam istana. Sebagaian kalangan menilai keputusan HB IX tidak mengangkat permaisuri merupakan isyarat akhir dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan berintegrasi secara menyeluruh ke dalam Republik Indonesia.

Kalangan lain menilai jik tidak ada penerus sultan, bukan tidak mugkin Kebudayaan Jawa tidak bisa bertahan dalam sekian puluh tahun ke depan. Kebudayaan, kata si empunya pendapata, hanya bisa bertahan dengan melestarikan kekuasaan.

Tidak ada yang salah dari kedua pendapat itu. Namun mereka harus memilih salah satunya.

Kalangan dalam keraton akhirnya memilih yang kedua. Maka diadakanlah pemilihan raja baru. Ini yang paling menarik.

Setiap selir merasa anaknya paling berhak menjadi raja berikut. Pertentangan begitu keras, meski akhirnya diselesaikan dengan cara Jawa.

Sebagai abdi dalem keraton, Mbah Maridjan tahu betul yang mana raja dan bukan. Ini terlihat pada pernyataanya di tahun 2006, ketika HB X mendatanginya untuk menyuruh turun.

"Saya diangkat Raja Yogyakarta HB IX. Sedangkan HB X itu kan gubernur," kata si Mbah itu.
Black Horse 1 suka | 0
Tuan_Damang: Ahsan. . . .

[Shalat juga berbeda dengan pray, dalam bahasa Inggris. Sebab dalam shalat tidak hanya ada doa, tapi juga tata gerak sarat simbol-simbol penyerahan dan penghambaan diri, serta puji-pujian]

Shalat maupun doa kalau kita tarik ke asal mulannya, dua kata ini berasal dari bahasa Arab yang keduanya adalah sinonim.

Secara leksikal shalat adalah doa, sementara secara terminologi, shalat adalah sebuah tindakan yang diawali dengan takbir dan disudahi dengan salam.

Jika mengaju pada makna terminologi, maka penjelasan Tuan_Damang: tidak ada pertentangan didalamnya, dimana, makna doa yang dalam bhs inggris adalah shalat adalah mengaju pada makna kedua, yaitu terminologi.

Afwan . . .
Black Horse 0 0
typo: [dimana, makna doa yang dalam bhs inggris adalah ''pray da berbeda dengan doa'' adalah mengaju pada makna kedua, yaitu terminologi.]

sorry
The Crow 0 0
Tuan_Damang: [keputusan HB IX tidak mengangkat permaisuri merupakan isyarat akhir dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan berintegrasi secara menyeluruh ke dalam Republik Indonesia.] Another confirmation for this: Tahta Untuk Rakyat.
amril zal 0 0
Tuan_Damang: [Kalangan dalam keraton akhirnya memilih yang kedua. Maka diadakanlah pemilihan raja baru. Ini yang paling menarik.]

[Saya diangkat Raja Yogyakarta HB IX. Sedangkan HB X itu kan gubernur]

wah ini yang ngeyel priyayi keraton apa abdi dalem kraton (marijan)....

kesimpulan marijan adalah hamba hb ix; bukan hamba allah;

karena Islam jelas jelas mengajarkan bahwa tidak ada surga bagi pelaku bunuh diri dan bahwa menyelamatkan satu jiwa manusia adalah senilai dengan menyelamatkan jiwa seluruh umat manusia.

memang matinya puluhan orang dikampung mbah marijan bukan tanggung jawab beliau....
tapi yang jelas sebagian dari mereka kini meninggalkan janda dan anak-anak yatim..... akibat mau membujuk si mbah turun....
Black Horse 0 0
amril zal: [tidak ada surga bagi pelaku bunuh diri]

Ente serius. . . . ?
amril zal 0 0
Black Horse: iyalah karena bunuh diri dilarang allah (an nisa 29), dan sipelaku.... belum sempat tobat udah keburu modar. simple banget kan.

Why Young 0 0
amril zal: gimana kalau itu dalam menjalankan tugas...? jadi inget bandung lautan api?
Black Horse 0 0
amril zal: [iyalah karena bunuh diri dilarang allah (an nisa 29), dan sipelaku.... belum sempat tobat udah keburu modar]

Lalu bunuh diri Amrozi. . . ?

Berrati dia pasti tidak masuk surga..? : D

dengan asumsi bahwa dia melanggar Ayat An-nisa 29. Betul begitukah . . ?

Simple banget kan. . ?
amril zal 0 0
Black Horse: ini saya yang kepancing apa saya yang mancing.

saya rasa ente tahu jawabannya.

jawaban simple saya;

tergantung yang di bom; kalau yang mati amerika kabeh isinya..... ya wis... tak doa'i bomnya jihad.... dan semoga masuk sorga....

hahhaha
amril zal 0 0
Why Young: memang ada manusia yang ditugasi menjaga supaya gunung gak meletus....
Black Horse 0 0
amril zal: [tergantung yang di bom]

: )) : )) : ))

Logika yang ente bawa kalau bisa saya simpulkan adalah, ada bom bunuh diri yang pelakunya diganjar akan masuk surga dan ada yang tidak masuk surga. Betul?

Dengan alasan disana kembali kepada tujuan.

Bagimana dengan Mbah Maridjan? : D
amril zal 0 0
Black Horse: jadi logikanya saya kembalikan lagi... supaya simple;

yang masuk surga bukan sedang bunuh diri tapi lagi jihad....
amril zal 0 0
Black Horse: mbah marijan tidak mati bunuh diri menurut pandangan si mbah sendiri..... dia lagi menjalankan tugas "yang saya percaya cuma hayalan nya dia - bukan perintah hb ix" menjaga supaya gunung merapi kagak meletus. jadi namanya resiko kerjaan beliau... sekali lagi itu menurut ngeyelnya beliau....

tapi menurut saya ya bunuh diri.

simple banget kan.....
Black Horse 0 0
amril zal: [yang masuk surga bukan sedang bunuh diri tapi lagi jihad....]

Jihad dengan bom bunuh diri atau jihad dengan cara lain yang berupa bunuh diri apa ada bedanya?

Asumsi sederhanya begini: Bunuh diri dengan cara Amrozi yang meledakkan diri akan diganjar masuk surga dengan alasan "jihad" dan Mbah Mardjan juga akan di ganjar masuk surga karena alasan yang sama.

Bisa ga demikian..?
Black Horse 0 0
amril zal: [mbah marijan tidak mati bunuh diri menurut pandangan si mbah sendiri]

Hloh. . . . tanpa memandang tujuan asli . . .?
Black Horse 0 0
typo: seharusnya ini [tapi menurut saya ya bunuh diri.]
Why Young 0 0
amril zal: 2006 masih belum lama...
The Crow 0 0
Let heaven and hell be the prerogative right of God. All humans, stop arguing about the unknown.
Why Young 0 0
Black Horse:[tapi menurut saya] [simple banget kan.....]
xxixixixi... menutup pintu diskusi...: D
Why Young 0 0
The Crow: so only you may argue since you are Ultraman...: D
Black Horse 0 0
Why Young: : )) : ))
Subroto 0 0
Bom bunuh diri dengan tujuan jihad, adalah kebodohan.
Tidak menyelamatkan diri ketika ada warning pun, termasuk kebodohan.

Tapi keputusan masuk/tidaknya mereka masuk surga, ada di tangan Sang pemegang kehidupan.

Itu juga kalau surga ada sih ; ))
The Crow 0 0
amril zal: [menjaga supaya gunung merapi kagak meletus] Did mBah Maridjan ever claim that?

Once he was interviewed by BBC for a TV program covering Merapi, broadcast in Britain. He said that he's only an ordinary human and cannot predict nature, let alone altering nature. He said he was given the task to stay there not prevent the volcano from erupting, but to monitor it; not only the volcano but the surrounding.
Black Horse 0 0
Why Young:

Apa kabar paman. . .

Wes suwe rak nongol. . . : p
amril zal 0 0
kita saja menyebutnya jihad dengan cara bom bunuh diri.....

buat pelaku jihad mereka sedang mengebom tapi tubuh mereka yang digunakan sebagai media.

kalau anda percaya bahwa ada suatu tugas yang diemban kepada marijan untuk menjaga gunung merapi tidak meletus... maka anda akan percaya bahwa beliau tidak mati bunuh diri.

kalau seperti saya, rasanya mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu; kecuali tugas itu cuma fitnahnya / hayalannya mbah marijan sahaja.... ya weisss modar...
The Crow 0 0
Why Young: I'm simply the new human host for Ultraman Gaia, replacing Gamu Takayama after he resigned. : D
Why Young 0 0
amril zal: [kalau seperti saya, rasanya mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu;] sama dengan ngomong ma orang pedalaman gak mungkin ngomong sama orang di seberang samudera...: D
Why Young 0 0
The Crow: so who may argue... should we invite clark kent or Kenichi of Lotus V ...: D
Why Young 0 0
Black Horse: ngumpet... dipendem kerjaan..: D
Black Horse 0 0
amril zal: [kalau anda percaya bahwa ada suatu tugas yang diemban kepada marijan untuk menjaga gunung merapi tidak meletus... maka anda akan percaya bahwa beliau tidak mati bunuh diri.

kalau seperti saya, rasanya mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu; kecuali tugas itu cuma fitnahnya / hayalannya mbah marijan sahaja.]

Saya mencoba mencari akar masalah.

1. Amrozi melakukan "jihad" karena diperintah. siapa? belum jelas
2. Mbah Maridjan melakukan perbuatannya karena diperintah seorang hb ix yang super modern. jelas siapa yang merintah.

Kesimpulannya; Apakah hanya dengan diperintah oleh siapa dan tanpa memandang untuk siapa maka, kasus pertama syahid, dan kasus kedua bunuh diri. Begitukah...?
The Crow 0 0
amril zal: [mustahil seorang hb ix yang super modern itu menyuruh marijan mengerjakan pekerjaan bodoh seperti itu] Yes, he never did. And can you prove that mBah Maridjan ever claim that HB IX ever gave him the task to prevent Merapi from erupting?
amril zal 0 0
The Crow: mbah marijan mempunyai banyak ritual tujuannya biar merapi ini baik-baik saja. keliling dusunya tiga puteran tiap malem, lalu dikasi sesaji ini dan itu... ya saya percaya kata orang sekarang "kearifan lokal".... dan saya harap anda setuju;

itu semua si mbah lakukan supaya merapi baik-baik saja... itu sama saja artinya menjaga supaya gunung merapi nggak meletus... as simple as that.

jadi anda bisa bayangkan kalau hb ix masih hidup; saya percaya seorang modern hb ix pasti akan nyuruh si mbah turun, dan tidak perlu ada 31 orang yang mati sia-sia di dusun kinaharjo...
The Crow 0 0
amril zal: Yes, I'm aware of that, and he's not the only one doing that. My question is: Did mBah Maridjan ever claimed that he was given task by HB IX to stay there to prevent Merapi from erupting?
amril zal 0 0
The Crow: let make the think simple....

sebodoh-bodohnya marijan tidak akan berkata begitu. dan saya tidak mengatakan bahwa "marijan pernah mengatakan bahwa tugasnya adalah menjaga supaya merapi tidak meletus".

sebodoh-bodohnya orang, orang akan paham kelau kerjaan marijan dimerapi sebagai juru selamat, yang mendoakan supaya merapi aman-aman aja.. itulah tugas marijan.....

simplenya; marijan sedang bertugas menjaga supaya merapi ... tidak meletus. dengan tidak meletusnya merapi membuat orang selamat.
BMH 0 0
yusro: Boleh-boleh aja bung Yusro, asal LCD-nya dibeliin. Hehehe. (Kalau koran ndak usah, udah ada kok : p). Ntar kubuat account lain aja deh, biar bunyinya mirip Sarapan Politikana. Mulai Senin deh ya...
amril zal 0 0
[Apakah hanya dengan diperintah oleh siapa dan tanpa memandang untuk siapa maka, kasus pertama syahid, dan kasus kedua bunuh diri. Begitukah...? ]

1. bagi yang meyakini itu jihad; maka perkerjaan itu bukan bunuh diri. ini urusan iman masing-masing. anda tidak setuju saya boleh setuju.

2. bagi yang meyakini pekerjaan itu adalah tugas (seorang nahkoda, pada kapal yang mau tenggelam, dia menolong orang lain tapi dirinya sendiri gak ketolong)... maka bukan bunuh diri.. dan insya allah syahid juga. saya rasa anda dan saya sama-sama setuju.

3. marijan kira-kira posisinya ada dimana ya..... udah jelas-jelas gunung udah meletus; eh bukannya membuat 30 rang didusunnya turun gunung malah, si mbah yang katanya mau diselamatkan dengan cara membujuk-bujuk si mbah turun....

amril zal 0 0
Black Horse: komen saya diatas
BMH 0 0
DorZie: Kalau sampeyan emang bisa menjadikan begitu, boleh aja. Tapi utk LCD harus minta dana cik yusro: ; )
BMH 0 0
Buat yg lain... keep on discuss. I am watching ; ))
The Crow 0 0
amril zal: [saya tidak mengatakan bahwa "marijan pernah mengatakan bahwa tugasnya adalah menjaga supaya merapi tidak meletus"] So where did this conclusion [dia lagi menjalankan tugas "yang saya percaya cuma hayalan nya dia - bukan perintah hb ix" menjaga supaya gunung merapi kagak meletus] come from?

And this? [sebodoh-bodohnya orang, orang akan paham kelau kerjaan marijan dimerapi sebagai juru selamat] I never heard that the task of 'kuncen' or 'juru kunci' includes being 'juru selamat'. Where did you hear that from?

amril zal 0 0
The Crow: lalu untuk apa si marijan ngasih sajen ke gunung merapi, lalu untuk apa tiap malem si marijan ngelilingi dusunya tiga kali.... apa cuman biar tetep dilirik sama extra josh....

make it simple....

bos, yang namnya kuncen bin musyrik itu sering didatengin orang kalo mau nyembah kuburan, gunung dsb. kuncen ini sering dipake sebagai perantara antara roh nya mbah gemblung dengan kaum penyembah kuburan / gunung..... tanpa bekerja sama dengan kuncen, mana pada tau mbah setan gemblung itu maunya minta disajeni apa.... tanpa lapor kuncen dulu apa bisa tau-tau nongol semedi didepan makam keramat. jadi kuncen adalah juru selamatnya para kaum penyembah gunung, kuburan dan dedemit....

tersinggung yah.... ya udah deh...

sekali lagi saya tetep memandang marijan seorang orang yang ikhlas dengan pekerjaannya setia sampai akhir. cuma ikhlasnya bukan kepada allah. as simple as that.

dan yang bodoh itu adalah orang yang mati bareng si mbah ya kan?!??!
Black Horse 0 0
amril zal: [1. bagi yang meyakini itu jihad; maka perkerjaan itu bukan bunuh diri. ini urusan iman masing-masing. anda tidak setuju saya boleh setuju.

Jika menurut keyakinan Mbah Maridjan itu adalah pekerjaan jihad, apa masih dipandang sebagai bunuh diri? sementara untuk selain mbah mati Syahid?

2. bagi yang meyakini pekerjaan itu adalah tugas (seorang nahkoda, pada kapal yang mau tenggelam, dia menolong orang lain tapi dirinya sendiri gak ketolong)... maka bukan bunuh diri.. dan insya allah syahid juga. saya rasa anda dan saya sama-sama setuju.

Tanpa memandang tujuan?

3. marijan kira-kira posisinya ada dimana ya..... udah jelas-jelas gunung udah meletus; eh bukannya membuat 30 rang didusunnya turun gunung malah, si mbah yang katanya mau diselamatkan dengan cara membujuk-bujuk si mbah turun....]

Dua kategori diatas itu bukanya tolok ukur?
Subroto 0 0
Buset, baru nonton inpotemen, para artis rame2 ngunjungi korban bencana alam. Dan mereka milihnya ke Merapi, bukan Wasior atau Mentawai

Mereka mau bantuin ngangkat mayat atau tebar pesona tok?
The Crow 0 0
amril zal: [lalu untuk apa si marijan ngasih sajen ke gunung merapi, lalu untuk apa tiap malem si marijan ngelilingi dusunya tiga kali] How do you know that it's not his personal choice which is not included in the task?

[tersinggung yah] Not at all. Why should I? I'd be offended if Amrozi and Imam Samudra are called heroes.

[dan yang bodoh itu adalah orang yang mati bareng si mbah ya kan?] This I agree.

[yang namnya kuncen bin musyrik itu sering didatengin orang kalo mau nyembah kuburan, gunung dsb] Who told you that? As far as I know, Kuncen's task is to monitor the area he's responsible for. If people interpret it as such, it's their own fault (that's why I agree they're stupid). This is also what mBah Maridjan told BBC. I don't have the record, but I did hear him saying it myself, as I was a part of the BBC team who did the coverage back then.
Maximillian 0 0
amril zal: [ cuma ikhlasnya bukan kepada allah. as simple as that. ]

Sebentar, apakah ini bukan hipotesis yang prematur, untuk konteks keikhlasan ? Acuan yang dipakai, dari mana?
The Crow 0 0
Maximillian: [Sebentar, apakah ini bukan hipotesis yang prematur, untuk konteks keikhlasan ? Acuan yang dipakai, dari mana?] Actually that's what my discussion with amril zal is all about. You can think whatever you like about anybody, but saying it or publishing it without a solid proof beyond any shadow of doubt is another matter. We haven't even reached the point about different value for different people. Once in the borderland of Todonyang-Omorate I saw a native man adorning his head with feather and mud. I considered it stupid and dirty, until I learned that the mud is meant to be let dry and hardened to protect the head from an opponent's weapon.
amril zal 0 0
Maximillian: ya lah.... kalo udah gak denger apa kata allah lalu, lalu mengikuti kata manusia "hb ix" namanya apa bos?
The Crow 0 0
amril zal: [mengikuti kata manusia "hb ix" namanya apa bos?] I thought you don't believe that HB IX never given the task to do that? It's not even yet proven that mBah Maridjan believed that HB IX gave him such a task. If anything, I know that mBah Maridjan said the opposite. He was never given the task to preven Merapi from erupting, and he said as much "I'm nothing but a humble and ignorant person. I have no power over nature." and we heard it directly from him, face to face.
The Crow 0 0
The Crow: typo HB IX never = HB IX ever
Maximillian 0 0
amril zal: Ada sudut pandang ketaatan terhadap pemimpin yang berpadu dengan keyakinan, bahwa pemimpin tersebut adalah pilihan Tuhan, yang memang sebaiknya ditaati.

Saya sendiri, tidak berhak menghakimi perspektif tersebut, yang jamak dipakai oleh para abdi dalem Keraton Jogja dan Solo.

Kalau saya merujuk ke saran dari Yusuf Qardhawy, beliau menyarankan, untuk urusan keyakinan manusia, maka serahkan penghakiman itu, kepada Al Illah, di hari penghakiman nanti, sekarang, karena masih di dunia, maka berbaiksangkalah, karena dalamnya hati, siapa yang tahu ?

Ini, soal etika personal saja sih Oom. kalau menurut Anda itu layak, silakan. Tetapi, menurut saya, itu kurang layak.

Ya, begitulah : )
basu 0 0
The Crow: Black Horse: amril zal: menyimak.. : D


eh nw bang The Crow , cara ngomong inggris biar bagus gimana sih?
#pertanyaan serius
basu 0 0
The Crow: berbahasa inggris yang baik dan benar maksudnya..
The Crow 0 0
basu: [cara ngomong inggris biar bagus gimana sih?] I don't know. I learned automatically as a kid. A family of a British expatriate rented a pavilion in our house when I was three-years old. They have a son who was about my age. He didn't speak Bahasa Indonesia, I didn't speak English. We became friends, and in two or three or years we found out that he speak Bahasa Indonesia, and I speak English (although back then I didn't know yet how to write in English).

#serious answer
amril zal 0 0
The Crow: [How do you know that it's not his personal choice which is not included in the task?] people do something because of something.

[Not at all. Why should I? I'd be offended if Amrozi and Imam Samudra are called heroes.] same marijan is not a hero at all.

[This I agree.] ya... same as marijan thought "ngapain orang bodoh gak sekolah itu diikuti".... please.... where you put your humanity man..... Marijan as we know as a public figure and as a "wisdom" mbah (katanya), he should be a "teladan". He should give people arround him a good sample about responsibility, life. so he should be at the front to make his people arround go down, not to be stupid stay at dusun. so exactly he is his responsibility, for the great assasination..


[Who told you that? As far as I know, Kuncen's task is to monitor the area he's responsible for. If people interpret it as such, it's their own fault (that's why I agree they're stupid). This is also what mBah Maridjan told BBC. I don't have the record, but I did hear him saying it myself, as I was a part of the BBC team who did the coverage back then. ]

I know you try to tell people should understand about "local wisdom"; and you pretend that "religion way" is not necessary anymore.....

Islam is not allowed people let another people stupid. stay at dusun is stupid. Islam wisdom, "save 1 man you save all mankind". I forgot the ayyah; i will give to you latter.

and may allah chocie marijan dusun as sample; rather then HE send the "wedus gembel" to other "empty village". can you imagine from 360 derajat; but only 1 derajat the wedus gembel blows 1 derajat is to go to "dusun kinaherjo"; remember this not the larva... this the wind. wind is so free.... not effected with the countour of mountain. (sorry for missspeling)
TTTH 0 0
Girigiri Made Ganbatte... Girigiri Made Fumbatte...
basu 0 0
The Crow: wah keren... eh pavilion itu kos-kosan maksudnya ya?.. kakak sih punya kos-kosan tapi ga pernah ada british yang nyewa.. okey deh.. thenkyu.. lagi les ialf jg nih.. semoga bisa cepet luwes.. : D

# -1 promosi diri..
The Crow 0 0
amril zal: [same marijan is not a hero at all] No, he's not. He only a humble person who was doing what he thought was right. That doesn't make him a hero, and that doesn't make a villain either.

[I know you try to tell people should understand about "local wisdom"; and you pretend that "religion way" is not necessary anymore] Wrong. I believe I'm a Muslim (albeit not a good one). I simply try to say that different people have different values. What we think is stupid probably a smart one to another people of different value.

[Islam is not allowed people let another people stupid. stay at dusun is stupid. Islam wisdom, "save 1 man you save all mankind". I forgot the ayyah; i will give to you latte] I agree, and in a way I believe mBah Maridjan knew it too, and acted as such by telling people not to follow him. Those who follow him are the stupid ones.

[and may allah chocie marijan dusun as sample] I hope what you meant is 'maybe'. It's still OK to try guessing what Allah's intention is. If what you meant is 'may' as in 'semoga', well, I think it's a very cruel thought.

By the way, please don't refer to Allah as 'He'. It's correct in English, but it's wrong in Islam. Use God or simply Allah.
The Crow 0 0
basu: [pavilion itu kos-kosan maksudnya ya?] Nope. It's a two-bedroom house, located right next to the main building of our house; within the same estate.
The Crow 0 0
TTTH: Pinchi No Pinchi No
Pinchi No Renzoku Sonna Toki
Urutoraman Ga Hoshih!
amril zal 0 0
Maximillian:
kalau perkara yang samar.... okelah. kalau belum ada yang mati karena ulah marijan, atau seandainya marijan cuma mati seorang diri... emang gue pikirin, apa hak gue juga menilai-nilai simarijan itu apa. ya seperti kata sheikh yusuf qordowi itu...

masalahnya ini udah jelas bos.... dan terang benderang... bahwa keyakinan, tindakan dan keberadaan marijan tetep ngotot didusunnya telah sukses membunuh orang-orang disekitarnya. apa lagi yang diragukan.

bersimpatilah sama orang bodoh yang mati itu...

jadikanlah perbuatan si bodoh marijan sebagai pelajaran berharga... supaya tidak ada lagi marijan-marijan lain di muka bumi ini...
Subroto 1 suka | 0
amril zal: Ya.. dan lebih bodoh lagi orang yg dengan sengaja membunuh orang karena iming2 bidadari surga seperti dijanjikan di Alquran

Puas?
amril zal 0 0
Subroto: ya..... mereka bodoh. dan neraka buat mereka.

tapi kalo bomnya meledak di afghanistan.... membunuh tentara amerika.... saya puas banget tuh...
Subroto 0 0
amril zal: Siapa bilang neraka buat mereka?
Bukankah bidadari cuma ada di surga, bukan di neraka?
amril zal 0 0
Subroto: kembali lagi mati bunuh diri neraka, dan yang mati itu gak sempat tobat... udah keburuh ancur lebur badannye....
Subroto 0 0
amril zal: Syuhada koq masuk neraka, pie to
amril zal 0 0
Subroto: hahhahhaa.... anda tau kok maksud saya... cukup ah gak usah diulang-ulang ntar sama temen-temen gue gue udah dianggap gak josh.... lagi.
Sterofoam 0 0
BMH: Saya suka dengan tulisannya Pak, media di Indonesia memang poligamik : )
amril zal 0 0
Black Horse: kalau simbah ikutan membuat 30 manusia-manusia bodoh itu turun dan gak usah ikut-ikutan mati bersama si mbah diatas sana... maka saya setuju deh apa kata anda... mau dibilang simbah ini mati syahid monggo; mau dibilang mati khusnul khotimah.... ya wis... kata orang wateper.... karena bukan si mbah yang saya pedulikan.. yang saya pedulikan justru nasib orang bodoh yang mengikuti si mbah....

sekarang saya bertanya balik; siapa yang bertanggung jawab atas kematian 30 orang ngeyel dimerapi itu????

30 orang pak.... bandingkan dengan nyawa seorang wong tuo uda bau tanah mbah marjan...

Why Young 0 0
amril zal: [yang saya pedulikan justru nasib orang bodoh yang mengikuti si mbah....]
apa yang anda (telah dan akan) lakukan untuk mereka?
Subroto 0 0
amril zal: Bah... baru buka antaranews, kejadian bom bunuh diri di Irak tewas 22 orang, 45 luka2
http://www.antara…kan-22-orang

Ke Irak gih bro, khutbah mengnai bunuh diri
amril zal 0 0
Why Young: 1. saya membuat artikel sebisanya dipublikasikan di politikana dan dikompasiana. semoga bermanfaat

2. membantu orang kesiapa saja toh.... (beneran ini bukan saya ngeles kaya pak kumis).
amril zal 0 0
Subroto:
soal bunuh diri lagi.... case close lah. yang gak setuju wis.... yang tidak ya monggo. sekali lagi saya justru peduli sama kehidupan manusia.... itulah maksud komen saya. selanjutnya bisa dibaca artikel saya soal kemanusian ini.... monggo mas subroto.

terima kasih.... saya lagi kerja sama diperusahaan sekelas bakrie..... di indo. mohon maaf perusahaan tempat ane kerja... ngerampok hasil alam negara anda tercinta.

so saya cari uang dulu buat anak istri..... lumayan byarannya cukup gede mas, bisa buat naek haji bapak, nyokap, tetangga.... ente kalo mau boleh mendaftar... hehehhehe...

Silahkan login untuk memberikan pendapat