Selamat Buat Mas Ibas! 29

Kamis, 25 Nov '10 17:40, dibaca 1095 kali

Setelah berhasil menjadi "juara" dalam hal pengumpulan suara di Pemilu 2009 lalu, Edhie Baskoro Yudhoyono duduk menjadi anggota Komisi I di DPR-RI. Kesibukan Ibas -nama panggilan putra bungsu kesayangan Presiden kita itu- bertambah setelah dalam struktur kepengurusan Partai Demokrat yang baru, ia didudukkan sebagai Sekertaris Jenderal. Yah, tidak heran sih, itu kan partai bikinan bapaknya.

Namun ternyata, itu belum cukup. Dalam struktur pengurus KADIN periode 2010-2015 yang dipimpin Ketua Umumnya yang baru yaitu Suryo Bambang Sulistyo, Ibas juga diberi kursi. Ia diberi posisi sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni dan Budaya (artikel ada di sini).

Sebagai badan yang berfungsi amat luas dalam hal penyelenggaraan kerjasama perdagangan dan perekonomian Indonesia dengan negara lain, KADIN (Kamar Dagang Indonesia-Indonesian Chamber of Commerce) tentu amat strategis. Pemosisian Ibas boleh-boleh saja, apalagi itu hak prerogratif Ketua Umum terpilih bersama tim formaturnya. Bila memang Ibas dianggap mampu sebagai pengurus KADIN, nggih sumonggo mawon.

Namun ada pertanyaan sederhana mencuat, kenapa publik tidak tahu apa saja usaha yang sedang dijalankan Ibas? Teringat iklannya dalam Pemilu lalu, ia justru diposisikan sebagai "eksekutif muda" (seperti foto ilustrasi). Berarti, beliau punya bisnis atau usaha yang jalan dengan pesatnya dong? Sebagai pengurus KADIN, tentu akan sarat kepentingan memajukan bisnis sendiri, meski posisi yang diberikan kepadanya justru dikaitkan dengan bidangnya di Komisi I DPR.

Pertanyaan kedua adalah, apakah ini bentuk "terima kasih" dari Ketua Umum KADIN yang baru kepada SBY atas restunya? Karena tak bisa dipungkiri, jabatan ini prestisius dan "basah". Sulit bisa duduk di "kursi panas" itu bila tak ada restu dari "ingkang mbaurekso".

Transparansi tentang usaha Ibas rasanya perlu dilakukan. Apalagi jabatan di KADIN termasuk jabatan publik. Apakah benar tengara George Junus Aditjondro dalam buku "Membongkar Gurita Cikeas" bahwa SBY dan keluarganya punya aneka bisnis?

Kalau itu terjadi, apa bedanya dengan keluarga Soeharto dan kroni-kroninya? Kalau dalihnya keluarga pejabat sah untuk berusaha, maka seharusnya kita tak boleh mengecam Soeharto dulu, apalagi memakai hal itu sebagai dalih menggulingkannya. Kalau itu memang dianggap rakyat tak sah atau minimal tak etis, masih pantaskah kita memberikan tabik pada "Gurita Cikeas"? 

Apakah negara republik ini sedang digiring menuju negara kerajaan Cikeas?

 


Tag: SBY, yudhoyono, ibas, edhie baskoro, Kadin

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

BocahnDeso 0 0
apa yang tersirat dari isi buku 'Gurita Cikeas' rupanya sudah mulai menunjukkan wujud jati dirinya...
Maximillian 0 0
Who's he ? X D
Whispering Wind 0 0
[ia
justru diposisikan sebagai "eksekutif
muda"] lho wajar, bapaknya presiden, presiden itu eksekutif, ya anaknya disebut eksekutif muda.
Seperti halnya majikan dulu, bapaknya Tuan, anaknya disebut "Tuan Muda"

*komentar ngawur : D
Maximillian 0 0
Maximillian: What's he doing ? Is that a form of illuminati ? ; ))
Maximillian 0 0
Maximillian: Dude, they remind me with Soeharto Clan : D
jamur 0 0
Maximillian: bukan itu segitiga biru...tepung beras.
amril zal 0 0
mumpung bapak jadi presiden. kapan lagi......
BMH 0 0
Maximillian: yep, i think they trying to be a kind of new dinasty.

amril zal: kalau bapak gak jadi presiden lagi, terus dia nerusin, gitu? ; )

BocahnDeso: sayang yg namanya data di balik fakta utk urusan begini memang susah dicari. yg ada kasak-kusuk doang...
Subroto 0 0
Keluarga pejabat, dilarang berbisnis gitu?
mbah joebir 0 0
BMH: Itu tandanya SBY memang salah satu hasil didikan Soeharto yang paling konsiten mengamalkan nilai-nilai "kekeluargaan dalam politik dan bisnis".

whuuakkk...!

*mau muntah*
botaksakti 0 0
Apakah negara republik ini sedang digiring menuju negara kerajaan Cikeas?
-------------------------------------- -----------
ini berkaitan dengan benua atlantis itu?
Koboy Soleh 0 0
Maximillian: that's a sign-language....means that he forgot to wear underwear...again : D
Coulrophobia 0 0
botaksakti:

atau mungkin .... KERAJAAN ALLAAAH NUSANTARAA
Whispering Wind 0 0
Coulrophobia: "A" nya terlalu lebay..

*hah, gw ko jadi hapal jumlah Anya? ; ))
botaksakti 0 0
Coulrophobia: nah tu dia.........hahahahaha........
botaksakti 0 0
Coulrophobia: sundaland?: D: D: D
yusro 0 0
Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni dan Budaya tugas pertamanya adalah mencari investor asing, untuk mendanai mega proyek wisata lumpur di Sidoarjo ; ))
Whispering Wind 0 0
yusro: btw, setahu saya pengurus KADIN itu harus pengusaha, kalau Ibas ada usahanya tidak sih?

*tanya betulan
botaksakti 0 0
yusro: adalah mencari investor asing, untuk mendanai mega proyek wisata lumpur di Sidoarjo
------------------------------------- ------------
maksude pasang iklan di situs iklan gratis, gitu, Kang?: D
pras 0 0
hmmm gini nih jadi putra mahkota,
yang kagak punya mahkota ya jangan sirik lah
nasib orang emang beda2 udah ada yg ngatur dari sononya, ada yg enak ada yg harus kerja keras ada juga yang kerja keras tapi tetep nggak enak, biasalah
leviathan 0 0
Maximillian: no, he's being grounded for forgetting to make his own bed.
Maximillian 0 0
Whispering Wind: Pengusaha jadi- jadian, itu yang saya baca di Buku Gurita Cikeasnya Oom Aditjondro.

Pas bilang mau bisnis ke papa, langsung deh papanya kumpulin tuh semua menter, bilang bahwa si buyung ini mau "bisnis", weh lha kok enak tenan model bisnisnya....

Lha ini belum apa- apa, sudah jadi pengurus Chamber of Commerce-nya Indonesia, weh lha kok enak tenan kalau papanya presiden....

Jadi ingat Tommy Soeharto ; ))
akusuka 0 0
..........................
Namun ada pertanyaan sederhana mencuat, kenapa publik tidak tahu apa saja usaha yang sedang dijalankan Ibas? Teringat iklannya dalam Pemilu lalu, ia justru diposisikan sebagai "eksekutif muda" (seperti foto ilustrasi). Berarti, beliau punya bisnis atau usaha yang jalan dengan pesatnya dong? Sebagai pengurus KADIN, tentu akan sarat kepentingan memajukan bisnis sendiri, meski posisi yang diberikan kepadanya justru dikaitkan dengan bidangnya di Komisi I DPR.
.............................

Nama perusahaannya adalah Partai Demokrat.
pradaksina 0 0
Maximillian: Punya lapak di pasar jatinegara, boleh daftar KADIN gak?

: D
akusuka 0 0
.............................................. ....................................
Kalau itu terjadi, apa bedanya dengan keluarga Soeharto dan kroni-kroninya? ....... Kalau itu memang dianggap rakyat tak sah atau minimal tak etis, masih pantaskah kita memberikan tabik pada "Gurita Cikeas"?
............................................. .................................

saya malah kaget dengan anda yang kaget. SBY, Pejabat di Indoensia dan Soeharto ya podo wae, kan masih RI dan sistem hukumnya ya sama saja.

kalau negara ini jadi NII atau jadi PKI, nah boleh lah anda kaget kalau ternyata pemimpinnya sama saja dengan Seoharto.

* ini bukan berarti NII atau PKI akan lebih baik dari RI.
Maximillian 0 0
akusuka: Ini, potongan tulisan asal- usul bisnisnya Ibas, dari Gurita Cikeas :

keluarga Cikeas menggelar rapat keluarga untuk membahas masa depan putra bungsu SBY itu.

Materi pembicaan seputar keinginan Ibas — demikian sapaan lajang kelahiran Bandung, 24 November 1980 itu — untuk menerapkan dua gelar diploma yang diraihnya selama tujuh tahun, Bachelor of Commerce Finance dan Electronic Commerce, ke dunia kerja.

Namun, pembicaraan yang berlangsung serius tapi santai itu menemui jalan buntu. Posisi SBY sebagai presiden membuat mereka kesulitan mencari kata temu untuk menentukan bisnis apa yang cocok untuk Ibas. SBY dan anak-istrinya tentu tidak bisa sembarangan melakukan bisnis.

“SBY sangat memahami hal itu,” ujar sumber di lingkungan keluarga Cikeas kepada Indonesia Monitor, pekan lalu.

Alhasil, obrolan keluarga yang diselingi hidangan singkong goreng, jajanan pasar, dan teh manis itu pun tidak menghasilkan putusan apapun. Sebagai kepala keluarga, SBY berusaha membesarkan hati putra kesayangannya itu.

“Nggak usah buru-buru. Insya Allah, nanti pasti akan ada jalan,” ujar SBY, seperti diungkapkan sumber.

Hingga suatu hari, masih menurut sumber, kegalauan keluarga Cikeas itu sampai ke telinga seorang konglomerat pemilik usaha food manufacture, salah satu produknya adalah kopi bubuk kemasan merek terkenal. Selama ini, pengusaha keturunan itu sudah kenal dekat dengan keluarga Cikeas.

“Dia menawarkan diri untuk mendidik Ibas berbisnis,” ungkapnya.

Ibas dan ‘suhu bisnisnya’ sepakat memproduksi biskuit dengan merek dagang Bisco di bawah bendera PT Gala Pangan. Setelah itu, mereka mencari lokasi pabrik. Yang dipilih sebagai basis usahanya adalah kawasan industri Jababeka 2, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sekitar 35 km arah timur Jakarta, tepatnya di Jalan Industri IV Blok PP-3.

Menurut sumber, lokasi PT Gala Pangan berada di bagian belakang kawasan industri Jababeka. Jalanan masuk ke lokasi dulunya rusak parah.

“Namun, setelah tahu di situ dibangun pabrik milik Ibas, pihak pengelola Jababeka langsung meng-hotmix jalan menuju kawasan tersebut,” tuturnya.

Tak hanya aspal hotmix. Sesuai kebutuhan, pabrik dengan omzet 1-2,5 juta dolar AS itu membutuhkan gas LPG dalam jumlah banyak untuk mengaktifkan pengovenan. Saat itu, pipa gas LPG belum masuk kawasan itu. “Tak selang lama, pipa gas dibangun masuk ke kawasan tersebut,” ujarnya.

Kini, PT Gala Pangan sudah berproduksi. Dengan memperkerjakan karyawan sebanyak 150 orang, biskuit produk Gala Pangan dilempar ke pasar ekspor, meliputi pasar-pasar utama di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa Barat, Eropa Timur, Asia Timur, Asia Tenggara, Afrika, dan Oceania.

....

Menurut sekuriti yang namanya dirahasiakan, ia tidak tahu mengapa Ibas jarang berkunjung ke pabrik miliknya. “Sepengetahuan saya, Pak Ibas masih menjadi komisaris di sini. Sebab dulu sebelum maju jadi caleg, dia sering datang ke sini, sekarang saja yang agak jarang,” lanjutnya.

Keterlibatan Ibas dalam bisnis biskuit secara implisit dibenarkah oleh Staf Khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono, Nurhayati Ali Assegaf.

Maximillian 0 0
pradaksina: Tentu saja bisa....KADIN kan sarana buat cari cantolan, buat cara cepat "membesarkan" perusahaan ; ))
Maximillian 0 0
Maximillian: Dude, seringkali bingung kalau gathering, ini orang bisnis apa sih, kok tiba- tiba bisa jadi anggota, terus pengurus, terus malah nyalonin jadi ketua....Bisnis nggak jelas, tapi jadi anggota CoC, wah....: (
akusuka 0 0
Maximillian: thanks infonya

..........................

Menurut sekuriti yang namanya dirahasiakan, ia tidak tahu mengapa Ibas jarang berkunjung ke pabrik miliknya. .... sekarang saja yang agak jarang,” lanjutnya.

.........................

gw belum baca buku sontong cikeas, karena gw sama sekali gak tertarik. dulu sih seneng baca tulisan GJA di internet ttg sontong cendana.

Silahkan login untuk memberikan pendapat