Nusron Wahid dalam Ingatan Saya 16

Selasa, 18 Jan '11 18:09, dibaca 897 kali

Hari ini, saya membaca berita di harian Kompas (p.3) tentang terpilihnya Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) periode 2011-2016. Sang ketua terpilih bernama Nusron Wahid. Dia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golkar. Sewaktu mahasiswa, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB-PMII) periode 2000-2003.

Apa yang jarang diketahui orang adalah Nusron juga sempat menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia juga sempat aktif di organisasi pers mahasiswa sewaktu berkuliah di Universitas Indonesia (UI). Di organisasi bernama Suara Mahasiswa UI ini Nusron muda mengasah kemampuan jurnalistiknya sebelum bergabung menjadi wartawan harian Bisnis Indonesia.

Di dua organisasi itu jualah saya bertemu dengannya. Bukannya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), namun dulu memang kami pernah saling kenal. Kalau sekarang, saya tidak yakin apakah beliau yang sudah punya posisi tawar tinggi dalam politik nasional masih ingat pada saya.

Satu yang saya tahu, jalan hidup teman saya ini cukup berliku. Karena lahir di Kauman-Kudus, Nusron sewaktu mahasiswa sering menambahkan kata "Kauman" di belakang namanya. Jadi nama panjangnya: "Nusron Wahid Kauman". Dahulu ia cukup taat beribadah. Antara lain yang saya ingat  sewaktu kuliah ia sempat berpuasa tanpa putus selama 5 tahun (tentu kecuali di hari-hari haram berpuasa).  Toh itu tak membuatnya berhasil meminang seorang gadis buruannya, yang saat itu menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Suara Mahasiswa UI. Btw, gadis itu kemudian menikah dengan seorang rekan saya yang lain, yang juga aktivis. Saya sendiri sempat menjadi Pemimpin Redaksi Suara Mahasiswa UI tiga periode setelah kepemimpinan gadis buruan Nusron itu ;) .

Nusron tak menyerah. Ia terus berjalan. Gagal menjadi Ketua Umum Pengurus Cabang HMI Depok, ia mengalihkan "karir"-nya ke PMII. Di sini ia melesat. Selain mendirikan PMII cabang Depok yang waktu itu belum ada, ia kemudian berhasil menjadi pucuk pimpinan tertinggi organisasi massa pemuda onderbouw NU itu.

Saya tak tahu lagi kiprahnya setelah ia lulus dari jurusan sejarah UI. Apalagi setelah ia aktif di Partai Golkar. Beberapa teman memang sempat bertemu dengannya. Dan komentar yang saya dengar dan ingat cuma dua: "Nusron makin gendut" dan "sekarang mobilnya BMW". Komentar yang naif menurut saya.

Tapi, itulah hidup. Jalan hidup seseorang kadang tak terduga. Seorang teman yang tadinya bisa dibilang "teman tidur" saking dekatnya, kini sudah jauh di atas langit. Ia sudah bertahta di puncak ketenaran. Tentu saja, kerja keras, kelihaian dan kecerdikan seorang Nusron bisa dicontoh. Walau saya tahu, ada sisi-sisi lain dari kehidupannya yang tidak perlu saya ambil.

Yang jelas, saya berusaha tidak memanfaatkan masa lalu dalam konteks kedekatan dengan seorang teman untuk kepentingan saya sendiri. Karena itu, secara langsung saya tak pernah kontak lagi dengan Nusron dan teman-teman lain yang sudah duduk di DPR. Karena saya tak mau nepotisme merajalela. Bila satu saat kami harus bertemu dan bekerja bersama lagi, biarlah itu terjadi secara alami.

 

Catatan:

Tulisan ini juga dimuat di blog pribadi saya, LifeSchool.

Foto Nusron Wahid diambil dari official website-nya.

 

 


Tag: Golkar, Nusron Wahid, Ansor, PMII

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

GusBushTom 0 0
menarik juga...thanx atas infonya kang...
wiriarsa 1 suka | 0
yang pasti sekarang nusron mampu membayar tiap pengurus Ansor setingkat Kota / Kabupaten sebesar 50 juta bang.. : )
BMH 0 0
GusBushTom: you're welcome...

wiriarsa: wah, infonya menarik. Tapi saya tak tahu-menahu soal itu, wong sudah lebih dari 10 tahun tak bertemu langsung jeee....
botaksakti 0 0
aya sendiri sempat menjadi Pemimpin Redaksi Suara Mahasiswa UI tiga periode
--------------------------------------
wooooo oooooooo...............semakin kagum saya!
Black Horse 0 0
BMH: [Tentu saja, kerja keras, kelihaian dan kecerdikan seorang Nusron bisa dicontoh]

Kata "cerdik"

Jadi ingat kancil nyolong timur : D

Betul pak Bot?
Icarus 0 0
Black Horse: [kancil nyolong timur]

Berarti, kancil tidak dibawah Bareskrim? Bukan juga bagian dari intel kepolisian? Curiga oh, curiga...
Black Horse 0 0
Icarus: typo: Timun boss.... : D

[kancil tidak dibawah Bareskrim? Bukan juga bagian dari intel kepolisian? ]

; )) ; )) ; ))
pall 0 0
Ingatan Anda tidak begitu baik, berarti.

Anda tak menyebutkan bahwa Nusron adalah orang yang kemaki dan sok bener : D
NOS 0 0
Sekarang Nusron ketua Pansus OJK, pansus yg rawan aliran uang besar dari pihak2 yg berkepentingan : )
basu 0 0
[Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) periode 2011-2016]

ini apaan sih? fungsinya?
Icarus 0 0
pall: Karena ingatan dikau lebih baik, bagi-bagi dong sumbernya tentang kekemakian dan kesokbeneran Nusron!

*tuang biodiesel*
pras 0 0
aktivis mahasiswa tahun 2000-an nyemplung di Golkar, hhhhmmmmm sebuah pilihan politik yang cerdas
boiga 0 0
pall: Icarus: [kemaki dan sok bener]
-
menarik untuk kolom #mengingat lupa : )
BMH 0 0
pall: saya ndak nyari musuh... tapi soal itu rasanya sudah terwakili dalam kalimat : "Walau saya tahu, ada sisi-sisi lain dari kehidupannya yang tidak perlu saya ambil." ; )

basu: fungsinya? ya utk cari duit dan galang massa. hehehe

Black Horse: cerdik itu maknanya macam2.... meleset dikit jadi licik kan?
BMH 0 0
NOS: yep, itu dia... makanya mobilnya BMW. mungkin sekarang udah naik lagi jadi jaguar ; )
hendijo 0 0
Nama itu sudah beredar di Depok sejak 1990-an, sayang saya hanya kenal Nusron dari seorang teman wartawan yang pernah satu organisasi dengan dia.Cerita tentang Nusron dari dia kebanyakan konyol: dua di antaranya dulu Nusron tak segan-segan "mepetin" Gusdur terus ke Ciganjur dan tak malu2 jadi sopir dan bawain tas Matori dan Gus Dur...Tau benar tau ga...

Silahkan login untuk memberikan pendapat