Menggugat Gerakan Koin 43
Senin, 24 Jan '11 20:43, dibaca 977 kali
Setelah sukses dengan gerakan "Koin untuk Prita", hari ini diluncurkan pula gerakan "Koin untuk Presiden". Meski tujuannya kali ini berbeda. Bukan untuk membantu, tapi malah menyindir.
Kita semua warga P tahu, bahwa beberapa dedengkot dan warga di sini terlibat aktif dalam gerakan "Koin untuk Prita". Namun sudahkah hal itu dipertanggungjawabkan? Saya sendiri merasa, kita semua "tertipu" olehnya. Informasi yang saya dapat tentang citra beliau ternyata "tidak seindah warna aslinya". Hasil pengumpulan koin simpati masyarakat itu ternyata kemudian dipergunakan untuk kepentingan pribadi (konon untuk membangun rumah baru). Apalagi setelah pengadilan memenangkannya.
Koin untuk Presiden yang merupakan imbas dari pernyataan Presiden di depan Rapat Pimpinan TNI/Polri di gedung Balai Samudra hari Jum'at (21/1) lebih merupakan "kegenitan politik". Dimulai di media jejaring sosial internet seperti Twitter dan Facebook, kini sudah ada 17 gerakan serupa yang muncul. Tadi siang juga sudah ada deklarasi di Bundaran Hotel Indonesia (H.I.).
Bagi saya, ini merupakan "manuver" dari para lawan politik SBY. Di sini, saya merasa kita harus bertindak adil. Apa yang diungkapkan SBY bukan merupakan curhat. Cermati saja gaya bicara dan pemilihan kalimatnya. Itu sebenarnya lebih merupakan motivasi. Anda yang rajin mengikuti P mungkin tahu bahwa saya bahkan terlibat aktif dalam tim sukses pasangan calon lain saat Pilpres lalu. Dan hati saya belum berubah. Dalam arti belum 'tobat' untuk jatuh cinta pada SBY seperti 'dianjurkan Wisnu Nugroho, wartawan Kompas penulis buku tetralogi tentang SBY itu. Namun untuk soal tersebut, 'serangan' kepada SBY terasa kurang adil. Karena konteks bicaranya tidak seperti itu.
Lantas tadi pagi, saya membaca di surat pembaca harian Republika, bahwa ada orang lain yang mengalami nasib persis Rita. Ia dipidanakan oleh pengembang Era karena menulis surat pembaca. Nama orang itu adalah Lim Ping Kiat.
Pertanyaan saya: kenapa kita tidak membelanya? Kenapa tidak ada gerakan Koin untuk Lim Ping Kiat? Apakah karena dia -maaf- keturunan China? Apakah kita sudah jadi rasis di sini? Kalau mau repot-repot bermanuver politik untuk SBY, kenapa kita tidak mengulang gerakan koin untuk Prita bagi Lim Ping Kiat?
Tag: SBY, gerakan, prita, Surat Pembaca, koin, Lim Ping Kiat
Terkait:
-
Surat Pembaca Lim Ping Kiat
Selasa, 25 Jan '11 11:13 -
Inilah Surat Pembaca Tentang Arogansi PATWAL SBY
Sabtu, 17 Jul '10 02:54 -
Perolehan PNBP Depkominfo sebesar Rp 9,228 Trilyun
Selasa, 5 Jan '10 13:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Nazil: Menarik
-
krisnov: Penting
-
emina: Menarik
-
Rajawali: Menarik
-
BocahnDeso: Bagus
-
NOS: Menarik
-
boiga: Menarik
-
Black Horse: Penting
-
conscientizacao: Penting
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
yusro: Menarik
-
nDhedhet:
-
RI-1: Biasa
-
Yudiantoro:
-
Whispering Wind: Lucu
-
hamatamu: Biasa
-
rohanisyawaliah:

Komentar:
termasuk 'membayar' penegak hukum gak ya??
#Geser-geser
dan target pencitraan dajjal utk kalangan yg tingkat intlektualitasnya menengah ke bawah, para ababil dan anak allay
dah ah, dilarang memperkaya orang lain ...
==================
Menurut pendapat saya, memang benar bahwa SBY mengungkapkan hal itu bukan untuk curhat dalam rangka untuk minta kenaikkan gaji. Tetapi, tetap saja, hal itu kurang pantas untuk diucapkan di depan para prajurit, yang jelas-jelas gajinya jauuh lebih kecil dari gaji SBY.
Idealnya, masalah gajinya yang tidak naik dalam 7 tahun itu, tetap menjadi rahasianya, publik gak perlu diberitahu.
Satu hal yang membuat semua menjadi nyinyir karena memang SBY sudah tidak berwibawa lagi, sudah delegitimasi. Jadi, apapun yg diucapkan SBY, orang pasti melihat dari sisi negatifnya.
krisnov: setuju. memang kurang pantas itu diucapkan presiden. tapi tidak perlu "dihajar" dengan cara ini. terlalu banyak energi dihabiskan nantinya. malah teralih dari soal2 seperti century atau gayus
Marshall Rommel: gimana sih ceritanya?
#pengen tahu mode on#
BRAM'S: wah, dajjal ikut2an juga ya di sini?
*lirikhamatamu *
saya baru tau beritanya lho, pak. Terima kasih.
iya ya, seharusnya gerakan2 koin itu, harus ada follow up diakhirnya, semacam spj atau apa gitu, untuk memberikan kabar terakhir, berakhir dimanakah dana dari hasil koin2-an tersebut *telat berita*
saya setuju dengan BRAM'S itu bukan motivasi, tapi cari simpati, masyarakat sudah bosan dengan gaya cari simpati beye, terlalu sering dilakukan. sekarang tau rasa saat bola yang dia tendang mengarah ke gawangnya sendiri,,,
tapi masalah ini tidaklah penting, bisa saja yang memelintir adalah anteknya sendiri, buat ngalihin perhatian publik tentang kasus hukukm yang belakangan ramai
Pertanyaan saya: kenapa Anda tidak memulainya?
Saya yakin saya bukan satu-satunya yang ga tau karena bukan pembaca Republika. Beri kami -- saya -- informasi menyeluruh dan berimbang dari beragam sumber seperti yang diangkat media sosial dan forum tentang Prita.
Lain kali, tolong jangan angkat isu SARA sekonyong-konyong karena itu kejam -- Anda melukai kecerdasan saya. Kalau Anda yang tak mau membuat gerakan demi membantu A Kiat, jangan gunakan kata "kita".
Boleh minta sumbernya ? Saya akan cari tahu langsung, tetapi karena Anda yang mengungkapkan di forum P ini, mohon bisa dikasih referensi yang mendukung.
[..., kenapa kita tidak mengulang gerakan koin untuk Prita bagi Lim Ping Kiat?]
Anda, bukan saya. Saya punya banyak kawan Tionghua, kawan dekat.
Terima kasih ya
Mengenai Prita, ada info masuk dari pembaca blog saya. Masalahnya, saya tidak pernah kontak langsung dengan beliau. Justru saya mengharapkan dari penggagas dan aktivis gerakan "Koin untuk Prita" menginvestigasi hal ini. Kalau Anda menuntut saya memberikan bukti, sama saja dg polisi/jaksa saat meminta pelapor membuktikan laporannya dong... (baca: saya kan cuma whistle blower). hehehe
Mohon untuk stimulan beraroma SARA, seputar Lim Ping Kiat, bisa dipikirkan lagi Oom, sekedar saran ya...
Katakan itu curhat.
Adilnya gimana?
Direndem di semen basah?
-
kalau anda sejak awal menuntut investigasi kelanjutan koin, itu fair, mungkin ada andil anda dalam kegiatan tersebut, atau setidaknya ada kepedulian.
kalau sejak awal anda sudah sebut penggunaan koin untuk "kepentingan pribadi (konon untuk membangun rumah baru)", maka terjemahan lain dari 'whistle blower' disini adalah 'fitnah'.
siapkan bukti sebelum membuat pernyataan menyerang.
kita? lo kali.
nggak ada kentut nggak ada bau main rasis rasisan aja.
mana alamat permulaan itu, biar aku kirim koin segera...........(mendadak nafsuan malam hari)
Setuju.
IMO: Koin utk Prita adalah gerakan kemanusiaan. Koin untuk Presiden adalah gerakan politik. Menukar-nukar posisinya memang berpotensi menyamarkan esensi gerakan sosial yang sebenarnya
conscientizacao: atau jangan koin, tapi 'air mata' saja biar tambah melo
Kalau soal SBY, gerakan koin itu malah bermula di DPR. Jadi kalau kita ikut2an, kita terjebak agenda lawan2nya SBY.
boiga: bukti? well, mari kita cari sama2. kalau anda begitu sikapnya, berarti positioning anda sama dg polisi atau aparat lain yg saat dilapori rakyat malah minta bukti. hari ini akan saya posting surat pembaca Lim Ping Kiat di sini, yg menyatakan hal serupa bahwa ia diminta bukti oleh Satgas Anti Mafia Hukum saat melapor.
indikasi awal soal Prita bisa dibaca di http://lifeschool…sungguhnya/, sayangnya kita sulit mencari siapa yg berkomentar di sana. kalau memang mau dicari, sebenarnya penggagas gerakan yg dulu bisa menjelaskan. kalau dibantah kan clear jadinya.
Not Found
Sorry, but you are looking for something that isn't here.
http://lifeschool…sesungguhnya
pasti bisa.
Mungkin memang ada efek emosional dari tampilan subjek. Namun, pernyataan bahwa "sengaja memancing simpati", menurut saya terindikasi ad hominem.
Konteks kala itu memang disebabkan momentum yang tepat, ada faktor eksternal yang mempengaruhi, semacam : kondisi politik, hukum, media, dan lokasi ( posisi beliau di pusat kota). Semua kondisi adalah komponen yang saling mempengaruhi.
Untuk informasi terbaru yang Oom sampaikan, maka itu sudah konteks yang berbeda, minimal beda momentum, dan kondisi eksternalnya. Maka saya cari info ini lagi, karena ini kasus baru.
Apakah sumber yakin, bahwa jikalaupun benar keluarga Prita membangun rumah, itu dananya bukan dari kantong pribadi ? Itu yang sedang saya investigasi sekarang.
Kalau dari duit koinpun hemat saya sih ga papa juga.
Namanya duit sudah dikasi.
Mestinya sih sodakoh mah fire and forgetlah.
Kalau yang ini, saya setuju. Patokannya, dulu setelah menang di pengadilan, di media Mbak Prita dan kawan- kawan sempat menyampaikan pernyataan, bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendirikan yayasan, bagi warga negara yang mendapat ketidakadilan hukum, semacam kasusnya Mbak Prita.
Saya fokus di komitmen awal, dan konsistensi mereka untuk implementasinya, saya bersimpati sejak awal dengan visi tersebut, sayang kalau kemudian berbelok, begitu Oom
Entah ya.
kalau saya sih pola pikirnya sederhana : duit siapa itu?
Itu sudah sah jadi milik si prit.
Secara agama, secara hukum nasional, itu milik dia.
Tidak ada alas hak apapun bagi kita untuk mempersoalkan : mau diapain itu duit.
Ibarat kata, si ruhut punya duit bilang mau beliin kurung batang untuk masjid, lalu ga jadi dia beli kurung batang untuk dirinya sendiri. Saya kira itu ya terserah dia aja.
Kalau yang dipake itu duit publik. Misal, kas masjid. Janjinya itu mungkin lebih boleh dipersoalkan.
dari awal kasus Prita saya sudah anti pati dgn gerakan coin itu....karena hal yg sm tidak dilakukan untuk org2 kecil yg lebih layak mendapat dukungan coin dibanding Prita yg sy asumsikan "Kaya" karena bisa berobat di RS Omni yg biayanya cukup mahal, dan memiliki rumah yg cukup asri.
tp pd saat itu penghuni forum ini banyak yg pro Prita.
ada orang mau bantu orang lain kok di anti pati-in.
kalo kita merasa ada yang lebih pantas dibantu.
ya kita bantulah yang lebih pantas itu.
Simple saja.
Kan Tuhan menyediakan begitu banyak orang miskin dan susah memang untuk dibantu.
kalo ada 'selentingan' info ttg how 'bad' a person is dan sampeyan langsung merelay berita itu tanpa cek dan re-cek, maka aku pikir sampyan sudah tendensius cenderung fitnah. kalo ada orang yg minta bukti atas 'laporan' sampeyan itu, maka orang tersebut sedang berlaku hati hati (bukan menjadi seperti pejabat yg gak mau dikritik dgn minta bukti)
artikel sampeyan ,in a way, membela SBY tapi melihat your attitude dalam mengomentari koin prita, bikin aku mikir ; "dasar orang SBY" with a negative tone, of course...
lha kalo benar itu dinikmati untuk keperluan pribadi, berarti "roh" coin untuk prita sdh melenceng, bkn lagi sbg simbol perlawanan tetapi pure untuk memperkaya Prita secara materi.
Soal tuduhan Prita dulunya suka pake tank top trus berjilbab, lalu memakai uang donasi untuk bikin rumah, ataupun dulu dibilang untuk beli mobil, rasanya bukan ranahnya pelaku penggalangan koin Prita untuk menjawabnya. Bukan karena informasinya sumir --karena hanya kabarnya, menurut cerita dan informasi yang saya dengar--, tapi memang sama sekali tak ada hubungannya dengan inisiatif pengumpulan koin.
Ketika menyerahkan hasil donasi yang kemudian diverifikasi BI dan Mandiri, kepada Prita kami berpesan. Tanggungjawab penggunaan uang sepenuhnya ada di Prita. Dan kami percaya Prita tidak akan mengecewakan masyarakat yang telah menyumbangnya. Bahkan ketika berinisiasi membuat Yayasan, kami sempat diajak Prita, tapi, maaf kami menolak untuk terlibat di situ. Kami ingin membagi peran dan tanggungjawab masing-masing. Peran kami sebagai bagian dari pelaku pengumpulan koin, tanggungjawabnya melaporkan ke publik koin yang terkumpul lalu menyerahkan kepada yang berhak (Prita) itu saja, dan semua sudah terlaksanakan.
Saya bicara dari sudut pandang hukum, agama, nasional. Bukan dari sudut pandang gaib.
Oke katakan kita ngomongin etik.
Etik adalah persoalan yang tidfak pernah mudah.
Katakan kita harus memilah sebagais ebuah persoalan etik ;
Mana yang lebih tidak etis? Menggunakan uang yang disumbangkan orang untuk tujuan membantu? Atau menggugat uang yang sudah kita berikan, hanya karena digunakan tidak sesuai dengan tujuan pemberiannya?
Jika orang mengatakan tidak etis karena penggunaan yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian, maka apa sebetulnya yang melandasi pikiran orang itu memprotes?
Ketidak konsistenan?
Saya kira ya.
Orang bilang prita tidak konsisten. karena duit itu kan untuk membantu melawan ketidak adilan, lalu katanya mau membuat yayasan.
Hey?
Bagaimana dengan ketidak kosistenan di situ?
Duit itu tadinya mau buat bayar denda.
Maksudnya apa?
Membantu keuangan prita bukan?
Membantu supaya keluarga prita nggak morat-marit harus bayar denda yang besar.
Jadi ini persoalan kesejahteraan. Citra keadilan di dalam diri masyarakat tergugah keran mikirin si prita akan jadi mbambung kalo disuruh bayar denda besar.
Kalo dendanya cuma 25 rupiah, apa masyarakat repot ngumpulin koin?
Lalu prita tidak jadi bayar denda.
Kenapa sekarang duitnya tidak boleh digunakan untuk "membantu supaya keluarga prita tetap sejahtera?"
#tepokjidat ya iyalah pelapor harus membuktikan laporannya, kalo ngga siapa yang mbuktiin? penyidik? sama satu lagi mas, wisthle blower itu harus ada data pendukungnya, liatlah kasus Agri. Kalo whistle blower ga pake bukti mah namanya fitnah...
*capek dehhhh*
Dan mengenai gerakan koin ini, jelas alasannya sangat politis bukan kemanusiaan seperti koin untuk prita itu.
Benar-benar sudah memuakkan! Baik SBY nya (yang diam saja) dan juga lawan politiknya (yang asal hajar).
http://www.detikn…n-sejak-2008
Silahkan login untuk memberikan pendapat