Siapa Bermain di Timur Tengah? 49
Selasa, 1 Feb '11 11:20, dibaca 684 kali
Tadinya, saya kira Amerika Serikat dengan CIA-nya yang bermain api di Timur Tengah. Namun, saat membaca opini Hajriyanto Y Thohari di Sindo hari ini, saya malah jadi bingung. Menurutnya, "rezim-rezim Arab yang memerintah sekarang ini, termasuk pemerintahan Presiden Tunisia Ben Ali dan Presiden Mesir Hosni Mubarok adalah sekutu-sekutu Barat."
Apakah berarti gerakan yang seakan menjadi wabah, bermula di Tunisia, lalu Mesir, dan mengancam Yordania serta Yaman bukan kerjaannya "temennya Gayus"? Kalau memang bukan, lalu siapa dong?
Atau ini semata menunjukkan adagium abadi dalam kancah politik kekuasaan: "tiada teman yang abadi, yang abadi hanya kepentingan" saja? Sama halnya dengan Saddam Hussein di Irak yang semua tahu adalah antek A.S. terutama saat Perang Irak-Iran 1980-1988, tapi kemudian dijungkalkan dengan sadis. Bahkan Soeharto pun mengalami nasib serupa.
Lantas, siapa bermain di Timur Tengah? Karena menurut sepengetahuan saya, revolusi tak mungkin tumbuh sendiri tanpa dirancang. Meski ada kondisi yang menstimulasi, tetap ada pergerakan yang dibuat, rapat-rapat digulirkan dan terutama dana yang disediakan. Apakah teori konspirasi yang njelimet dan aneh seperti "crop circle" itu berlaku di sini?
Tag: Amerika Serikat, timur tengah, internasional, CIA
Terkait:
-
Menelisik Kembali Misteri ‘30091965 Affairs’
Selasa, 21 Jul '09 15:21 -
Palestina di mata para Capres-Cawapres
Senin, 25 Mei '09 16:48 -
Amerika Serikat Bangun "Kuda Troya" di Indonesia
Selasa, 14 Feb '12 12:52
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Rivan Mubaroq SH: Biasa
-
Black Horse: Penting
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
vick's: Penting
-
Felipe: Menarik
-
Lailatul 'Ursy: Bagus
-
Whispering Wind: Menarik
-
conscientizacao: Menarik
-
Coulrophobia: Bagus
-
GusBushTom: Menarik
-
rohanisyawaliah:
Komentar:
*menyebarapirevolusi*
kalau mau menarik lagi
ganti judul
"Siap Bermain di Timur Tengah?"
hahahahaha
ayo yang suka teror2 itu
brangkat sana !!!
hahahaha
http://bikyamasr.…dium=twitter
=================
http://www.inilah…as-ke-suriah
Timur Tengah Memanas, Kerusuhan Meluas ke Suriah
INILAH.COM, Jakarta- Kerusuhan politik Timur Tengah yang bermula di Tunisia terus menyebar ke Aljazair, Yordania, Yaman, Sudan hingga Mesir, dikhawatirkan, akan menjalar ke Suriah.
=============
Dari Aljazair di Afrika lompat ke Yordania (ngelompatin Lybia, Mesir), turun ke Yaman (ngelompatin Arab Saudi), balik lagi ke Afrika (Sudan), Ke Mesir, lalu menjalar lagi ke Middle east - Suriah.
Gerakannya seperti pengendara motor habis nenggak topi miring dua botol.
Narasinya secara implisit menyebutkan kalau sudan itu tetanggaan sama suriah.
Rivan Mubaroq SH:
Sorry OOT
Barangkali jawabannya bisa kita temukan pada peran lembaga keuangan dunia [IMF] di Mesir.
Fir'aun, Mubarak sebagaimana SBY [ http://www.indone…8&Itemid=718 ], adalah boneka yang patuh menjalankan instruksi IMF dan patuh menerima instruksi AS untuk tetap menjadi benteng akhir bagi Israel.
Rupanya Amerika Serikat bukanlah pelindung yang baik untuk Sang Fir'aun baca [ http://www.tempoi…0438,id.html ]. Amerika bermain di dua kaki, Amerika bermain "political leveraging". AS mendukung diktator, tapi pada saat yang sama juga mendukung kelompok-kelompok oponen diktator.
Tujuannya? Agar kelompok oponen bisa dikontrol dan tidak menjadi ‘liar'. Dan sekarang ini langkah Ikhwanul Muslimin SUDAH TERSEOK-SEOK DAN TERTINGGAL KERETA. Baca [ http://www.seputa…view/379288/ ] dan baca Amerika tengah menggandeng ElBaredei, baca [ http://www.seputa…view/379292/ ]
Dimata Amerika Serikat, biarlah Mubarak ditumbangkan asal kaum oponen tidak menganggu kepentingan AS. Bahkan, dengan "political leveraging" ini, AS bisa mengontrol kaum oponen agar saat memilih pengganti Mubarak, yang dipilih bukanlah tokoh yang membahayakan kepentingan AS (dan Israel).[Ingat diangkatnya Omar Sulaiman sebagai Wakil Presiden] Itu juga strategi Obama untuk menyelamatkan Amerika. . .
Untuk memahami benar tidaknya ElBaradei adalah titipan AS, maka itu bisa diteliti dari tindakan sejauh mana Ikhawanul Muslimin dan gerakan Muslimin lainnya serta komponen anti Amerika mendukung pencalonan ElBaradei sebagai Presiden.
Mungkin saat ini masih samar-samar. . . .
Bisa jadi demikian kang. . .
Namun yang lebih urgen adalah bagaimana usaha AS untuk menempatkan pengganti Mubarak adalah orang yang loyal dengan Amerika dari kelompok manapun. . .
Karena itu tidak heran jika pidato akhir Obama dan Clinton terkait Mesir mendukung gerakan rakyat Mesir. . .
Singkatnya, kapan dan dimana dalam setiap gejolak di negara-negara terutama Islam tidak ada campur tangan Amerika?
Namun yang lebih urgen adalah bagaimana usaha AS untuk menempatkan pengganti Mubarak adalah orang yang loyal dengan Amerika dari kelompok manapun. . . ]
Ada kemungkinan meletusnya gerakan ini justru diam-diam dirancang USA? Misal, karena Mobarak mungkin diramalkan nanti memang akan jatuh, dan daripada nanti jatuh IM naik, mending dijatuhin sekalian?
"Meledakkan bom sebelum waktunya" kalau dalam kamusnya alm. Benny Moerdani?
Jadi penentang negara islam di indonesia sih gak usah terlalu kuatir ya? Kalau ada gejala negara islam mau berdiri, USA/Yahudi pasti akan mencegah.
Yup. . .
Dalam hal ini ada dua pandangan. . .
1. Kebangkitan Mesir tentu bukanlah desain AS, melainkan benar-benar aksi spontan karena kemarahan rakyat yang sudah mencapai titik kulminasi. Logikanya, cacing pun bila diinjak akan menggeliat, apalagi manusia.
2. Ada semacam penggerahan opini dan wacana untuk percaya bahwa AS ada pada demonstran dan menginginkan tegaknya demokrasi di negeri Nil itu.
Bahkan ada yang memperkirakan AS-lah arsitek kerusuhan di Mesir. Apalagi, Dimunculkannya tokoh ElBaraedi. Bagaimanapun juga dia adalah salah satu anggota Dewan Pengawas ICG (Internasional Crisis Group), LSM internasional yang didanai George Soros. ICG menyediakan analisis dan saran mengenai berbagai sumber konflik dunia, antara lain, Irak, nuklir Iran.
Apalagi jika kita melihat sepak terjang dan kerja IMF sebagai penyandang dananya, dan tentu saja kita bisa menebak apa target IMF dan ICG dibawah komando ElBaradei.
Kasus reformasi di Indonesia juga kita bisa tilik dari peran IMF sebagai penyangga dananya. . .
Oleh karena itu, seteleh reformasi usai. Yang menduduki tampuk kepemimpinan adalah orang-orang Amerika juga. Bahkan lebih royal dari era Soeharto.
Amin Rais dalam hal ini kecele. . . hanya dimanfaatkan belaka. . .
Track record amerika (contoh kasus di Indonesia pasca merdeka) kayaknya lebih mungkin yang kedua ya.
Atau malah bisa kita tilik pada gerakan dan gerik Jemaah Islamiyah?
skenario yang sama mungkin ya. daripada jatuh tak terkendali, mending dijatuhkan.
ada kemungkinan sby ditumbangkan amerika?
ABB antek yahudi?
Sampai titik ini, spekulasinya berat
Lah embuh. . .
Seperti Mobarak.
Atau seperti Soeharto.
Kalau mengikuti teori spekulasi iseng-isengan di atas,
Maka ada kondisi yang mengarah pada kejatuhan.
Ketimbang SBy dijatuhkan situasi gak terkendali, mending dijatuhin duluan, dan nanti yang naik agen baru yang memang diplot juga.
Atau jadi semacam kartu truf untuk bargaining. Kalau sby nggak mau ngasi kue lebih banyak, maka gerakan penjatuhannya makin disokong supaya jatuh beneran.
Pokoke asal kayak film spionase lah.
Biar rame malem-malem.
-
di tunisia pun begitu. setelah yakin ben ali akan jatuh, amerika mbagus2i upaya rakyat tunisia. sebelumnya? boro2
*eh, gw sewot bukan ke Black Horse lho
And u know what, it's Time for Iran to fight back!
gabriel batistuta contohnya..
*berlalu*
kalau maen di eropa kan kalah sama anak-anak muda
yang tua ya akhirnya maen di timur tengah
kalau gak terpaksa maen di Indonesia
Ini bila kita selalu melihat AS vis-a-vis IM.
Ada berita bahwa AS akan menjalin hubungan dengan semua pihak yang terlibat dalam proses politik Mesir.
Dan jangan lupa saat pemilu 2008 lalu ada beberapa adviser Obama yang memiliki kedekatan dengan IM. Who knows Obama meminta mereka untuk membuka jalur komunikasi dengan IM
Silahkan login untuk memberikan pendapat