Pembunuh Ahmadiyah Tidak Bersalah 74
Selasa, 8 Feb '11 08:38, dibaca 1541 kali
Saya nggak mau ngomong dari aspek hukum. Soalnya hukum di Indonesia payah, mudah dibeli, mudah juga ditekan-tekan oleh kelompok-kelompok kepentingan. Apalagi yang menekan sangar, rajin menyatroni pengadilan dan bawa-bawa agama lagi. Susah kan, agama kok dilawan, jadinya aparat penegak hukum kita yang dasarnya sudah payah akhirnya keder juga. Diancam uang keder, diancam jubah-jubah keder juga.
Kok pembunuh tidak bersalah, dimana logikanya? Mereka yang mengeroyok dan membunuh rame-rame itu pikirannya sudah sesat. Sesat gimana? Ya sesat karena mereka itu telah diajarkan bahwa yang mereka lalukan itu adalah benar. Mereka itu telah diajarkan bahwa yang mereka lakukan itu mulia, atas nama agama untuk membela agama.
Nah kalau sudah punya keyakinan seperti itu ya payah, telinganya bebal dan hatinya sudah nggak ada lagi. Tanpa hati, karena manusia nggak akan dianggap lagi. Kemuliaan manusia sebagai tujuan semua agama nggak dipikirkan lagi.
Tapi apa benar mereka tidak bersalah? Lha iya, mereka itu pada awalnya orang baik-baik, lugu bahkan polos, juga punya semangat yang tinggi untuk menjalankan agamanya, bahkan sangat-sangat bersemangat. Cuman sayangnya mereka itu tidak mendapatkan bimbingan yang benar. Mereka mendapatkan bimbingan dari orang-orang yang salah. Termasuk pemerintah sendiri terang-terangan membenarkan mereka. Di titik inilah mereka itu innocent.
Di Polka ini juga banyak orang-orang innocent itu, pikirannya dan hatinya juga sudah dipengaruhi, makanya mereka bilang pokoknya yang salah adalah jemaah Ahmadiyah titik. Pihak penyerang atas dasar logika apapun (logika yang dibangun mereka yah) tidak bersalah. Akhirnya mereka berkelahi dengan orang-orang yang pikirannya masih waras. Hahahahaa semoga yang saya kategorikan waras tidak tersinggung. Kayaknya ini terminology daerah yang tepat untuk digunakan.
Berat bener-bener berat, tugas para intelektual Islam sungguh berat. Di satu sisi mereka dihadapkan pada pergumulan bagaimana mewujudkan visi Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi semua orang dalam konteks jaman yang terus berubah, di sisi yang lain mereka harus berjuang mengatasi dampak buruk yang diakibatkan oleh orang-orang Islam sendiri yang justru menjauhkan Islam dari visinya yang mulia.
Hmmm saya kok jadi rindu sama pak Kunto ya, siapa yang meneruskan jejak-jejak pemikirannya sekarang?
Tag: rahmat semua orang
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
lila: Menarik
-
Coulrophobia: Menarik
-
botaksakti: Menarik
-
emina:
-
Vic:
-
mbah joebir: Inspiratif
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Whispering Wind: Lucu
-
sekar: Menarik
-
Subroto: Menarik
-
boiga: Bagus
-
besok saja: Penting
-
TTTH: Menarik
-
jamur: Menarik
-
yusro: Menarik
-
Love: Menarik
-
The Crow: Menarik
-
GaraMata: Menarik
-
BlackJarJULIO: Menarik
-
djibrieljd: Bagus
-
Rajawali: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik

Komentar:
gak seberat itu .... cukup bilang .... biarkan
hahahahaha
nggak tahu juga nantinya, yah mari kita tunggu betapa hebohnya pengadilan mereka nantinya, akan jadi lautan jubah dan pekik .............
hahahahahahahaha
hahahahahaha
sensasi komen OOT
hahahahahahahaha
gitu ya? rame sunatan jugakah?
hahahahaha
pak pras: wah lha sampean gak nyebar undangan yo nggak bisa serame sunatan itu
Semoga ini bisa membantu Anda menilainya : http://t.co/0fLJn3g
atau fasisme sepakbola ???
fasisme uang ???
Vic: gak kenal pras: ali ya ???
Lha wong ulamanya juga kalah debat dalil ama kelompok garis keras
kok dia dibawa-bawa dimari
apa urusannya ya
*btw saya suka novel2nya*
situ sih, diundang Tina Talisa nggak mau dateng
hahahahaha sukurlah jd hakim di Indonesia jaman sekarang hahahaha makan ati hahaha
(Semoga ini bisa membantu Anda menilainya)
hahahahaha saya salah menilai ya
trims2 sudah diingatkan hahahaha
*garuk2 kepala*
gulu toklek: gak kenal Marjuki Alie: ya ???
hahahahaha nggak punya koran dia bung
hahahahaha
hahahaha beda donk
mereka yg anda sebut melakukan perbuatan yang dinistakan agama
hahahahahaha
nah pembunuh ini, rame kan
di mata hukum ya tetep salah
di mata para promotornya itu mereka melakukan perbuatan mulia, ganjarannya surga, karena membela agama
hahahahah beda kan?
Rajawali: [yang riskan ya pas "ngeluarin" itu]
-
sidang di dalam panser!
saat pertama kali nabi palsu muncul,
pada masa rasulullah, hal demikian pun dilakukan,,
nabi palsu dan pengikutnya diperangi,
dan itu hal yang masuk akal,,
umat nasrani di irlandia pun demikian,,
ketika agama mereka diacak2,,
harusnya pemerintah tegas dalam menjalankan SKB 3 meteri yang kemarin itu, sehingga hal demikian tidak perlu terjadi. Sama-sama tidak kita harapkan.
Harusnya yang dipidanakan adalah pejabat pemerintah yang tidak mampu menjalankan keputusan bersama tersebut sehingga mengakibatkan korban jika.
[Nurdin Halid jadi Presiden]
setidaknya gak jadi ketum PSSI lagi
Kalau Ahmadiyah masih ngotot ingin diakui sebagai Islam, ya tunduk pada aturan main dalam Islam, kalau tidak mau itu namanya cari perkara.
pembunuh (jemaah) ahmadiyah memang tidak ber salah, tapi ber ramai-ramai.
Jika akal budi telah hilang dan angkara murka telah menginjak-injak kemanusiaan, ucapan Allahu Akbar itu menjadi ritual tanpa makna. Lalu siapa sesungguhnya yg telah menistakan agama?
Tapi beliau-beliau survive. Walau Sampai sekarang pun, di kalangan yang anti Islam juga masih banyak yang bilang Nabi Muhammad itu nabi palsu.
Palsu atau tidak itu sebetulnya kita juga ga tau.
Rasanya sih faktor survive sebagai ajaran (agama) kemudian yang jadi ukuran palsu atau tidaknya seorang Nabi,
Ketika ajarannya survive, maka klaimnya "Nabi tersebut dijaga Tuhan (atau Allah atau nama-nama lainnya)"
Kalau ahmadiyah ini nanti survive sampe 1000 tahun, apakah Mirza nanti akan diakui sebagai Nabi nggak palsu?
Ga tau juga.
Lagian kecuali beberapa orang di antara kita kan gak akan hidup 1000tahun lagi. Ngapain juga mikirin.
Ahmadiyah itu sengaja diciptakan untuk memecah belah dan menghancurkan ISLAM.
la itu kemarin bunuh-bunuh siapa yang ngajarin?
At least, 80juta orang di dunia ini meyakini Mirza itu Nabi.
Entah 1000 tahun lagi jadi berapa?
Nabi Muhammad itu dalam jangka waktu 100-200 tahun pertama sejak islam lahir diyakini berapa juta orang kenabiannya?
Masalah klaim/tundingan die itu antek penjajah, etc sih kita sama-sama tau kalo sampe sekarang masih ada yang menunding Nabi Muhammad pedofil.
No. Jangan ambek dolo.
Ini bukan soal kebenaran atau kebohongan tundingan pada Nabi Muhammad.
Hanya satu fakta, bahwa tundingan negatif itu tidak membuktikan apapun pada kenabian seseorang. Survive atau tidak ajarannya yang nanti mungkin akan jadi penentu.
Ayo..kita usut siapa itu gurunya...mungkin mas guru kenal itu, lah wong sejawat, hehehe.
mas guru botaksakti? dia mah yang paling depan ... depan tipi tapinya
Faith and belief, that's all we really have to hold on to something that we believe as the ultimate truth.
Agama kristen kini pengaruhnya lebih besar dr Romawi hahahahah
Bukan masalah 1000 tahun lagi jumlah umat ahmadiyah jadi berapa, tetapi yang jadi masalah adalah apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim jika ada orang yang menyesatkan ajaran Islam ? Semua kembali kepada pilihan tiap individu :
1. Cukup menolak dalam hati "Ajaran ahmadiyah itu salah, sesat, bukan bagian dari Islam", meskipun seandainya anak atau istri kita ikut-ikutan menjadi jemaat ahmadiyah.
2. Menolak dengan lisan dan tulisan.
3. Bertindak dengan aksi, meskipun harus tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan ajaran Islam, sampai menyiksa dan membunuh orang ahmadiyah yang sudah tidak berdaya, jelas-jelas biadab.
4. Membiarkan, membenarkan, bahkan membela ahmadiyah.
Semua kembali kepada diri masing-masing, gak bisa dipaksakan semua untuk memilih poin ke-4.
Ini bukan soal muslim harus ngapain, atau musti dipaksa bersikap apa terhadap ahmadiyah, gauliyah, facebookiyah atau edansiah yang laen.
Soal sikap mah setuju dah. Hajar aja bleh, pake doa, pake mmulut, pake tangan atau kalau meyakini ahmadiyah ini cuma orang sinting, dan usia kita yang cuma 70 tahunan (atau kalau gue ya sekitar 700tahun paling dikit) jadi rugi kalo ngurusin orang sinting, apalagi pake cara-cara yang juga potensial mengurangi harkat dan martabat kite sebage muslim di mata Allah Swt, ngebiarin sambil didoain juga mungkin ga papa. Hidayah mungkin diberikan dan datang kalau diminta dengan sungguh-sungguh.
Yang diangkat soal 1000tahun ke depan cuma soal possibility.
Ini soal ilmiyah wasaiyah.
Bukan imaniyah.
nah kalau memilih cara seperti di cikuesik kemarin?
Cuma kan kalo ajarannya survive ribuan tahun, logisnya masa berlaku yang panjang akan berbanding lurus dengan pertambahan pengikut.
Kalau sudah jadi kekuatan besar, maka nanti gugatan sebagai Nabi Palsu akan seperti yang terjadi pada kasus Nabi Muhammad sekarang ini : gugatannya tetap ada, tapi nggak frontal lagi.
Membiarkan, menonton, apalagi menyemangati, sama jahatnya dengan yang melakukan aksi biadab itu.
*)hahaha innocent hahaha, kalo gak gitu, gak menarik, gak rame hahaha, gak seru, gak heboh hahaha .....
Sayangnya Ahmadiyah tidak lebih waras dari pelaku kekerasan itu dengan mengalah.
(Maka gurunya pun berkelit...) salah muridnya kenapa bergurunya ke saya... hahaha.
Lho (?) guru kan gak boleh salah? hahaha.....
Iya betul muridku, aku kira yang kuajarkan itu benar semua... hahaha... "aku kira" lho.. hahaha
Jangan pakai kira-kira guru tolol! (Teriak si murid) hahaha.... harus yang pasti kebenarannya guru! hahaha....
Maunya sih begitu murid bego! (sergah guru)..hahaha..., tapi caranya sampai sekarang aku juga belum tahu, padahal mestinya ada... hahaha.
Kenapa guru tidak bilang sejak awal bahwa mestinya ada cara untuk sampai kepada pengetahuan yang benar?!! ohhh guruuuuuuuuuuuuuu!!!
Menarik juga.
Apakah menurut sampeyan harapan bisa terpenuhi dengan bualan?
Jadi bualan tidak bisa mencapai harapan?
Karena agama itu bualan, maka tidak bisa untuk mencapai harapan, gitu dong?
Memang agama alias bualan itu nawarin harapan apa?
[sedangkan doa yang diajarkan dalam agama adalah untuk orang orang yg tidak punya kepercayaan diri]
Lagi... Apa menurut sampeyan doa itu bisa menambah kepercayaan diri?
Woa. Aliran beraksi bada shalat subuh toh?
Biar mandi sekalian ke kantor yak?
*Sepi banget nih. Masuk kamar tidur juga ah... Actioonn*
saat pertama kali nabi palsu muncul,
pada masa rasulullah, hal demikian pun dilakukan,,
nabi palsu dan pengikutnya diperangi,
dan itu hal yang masuk akal]
-
ini mah setuju. tapi klo dikaitkan dengan kejadian cikeusik ini, jelas jauh dari itu. Rasulullah selalu siap angkat senjata terhadap pihak2 yang memerangi Islam, tapi beliau tidak pernah bertindak sadis seperti yang ditunjukkan video Subroto di sebelah..
dan betul kata krisnov, [Membiarkan, menonton, apalagi menyemangati, sama jahatnya dengan yang melakukan aksi biadab itu]
Ulama aja pada lip service tuh di tipi
Silahkan login untuk memberikan pendapat