Crowdfunding 63
Rabu, 29 Jun '11 20:24, dibaca 1352 kali
Tergelitik untuk menjawab artikel ini, saya hendak paparkan cerita tentang platform crowdfunding.
Postulat I
Tanpa tedeng aling, langsung saja saya akan bersabda:
Social Networking akan berhasil di Indonesia.
Why? karena karakter bangsa kita dasarnya adalah "social". Sehingga segala inovasi Social Networking yang ditemukan oleh para Nabi IT di amrik sana, amatlah, sangatlah, kompatibel dengan orang-orang Indonesia.
Apa yang mereka sebut sebagai Social Networking Revolution, pada dasarnya adalah karakter asli kita (yaaahhh... mungkin, kecuali saya sih).
Bukan hanya karakter sosial kita, yang mereka bungkus dalam teknologi kemudian dijual sebagai inovasi baru, strategi gotong royong dan patungan, dalam mewujudkan visi Soekarno soal ekonomi Berdikari, juga turut mereka bajak dan dibungkus dengan nama CrowdFunding.
Jadi? Saya tidak usah mencari-cari kata-kata indah berbuih-buih lagi untuk bikin definisi CrowdFunding ya? Sudah ngerti sendiri ya?
Sejak kasus koin untuk prita, ada banyak orang yang berusaha meniru dan menggerakkan pengumpulan dana untuk suatu cause. Tapi berapa banyak yang berhasil?
Dimanakah letak kegagalan segala gerakan itu? apakah hanya akan hangat-hangat bubur ayam saja sesuai dengan hukum macan I?
Postulat II
Saya curiga, kegagalan revolusi crowdfunding di indonesia, pada dasarnya bukanlah kegagalan niat, tapi hanyalah kegagalan eksekusi belaka.
Maka saya sabdakan:
Tanpa platform crowdfunding lokal, tidak akan ada metode untuk menjaga api berdikari, sesuai dengan cita-cita Soekarno, sang Pemimpin Besar Revolusi tersebut, untuk tetap hidup.
Apa yang dimaksud dengan Platform itu?
Definisi platform crowdfunding adalah, suatu sistem dimana dsfkhsdjfwenmhgauieksdjhnk lkhjgkfdgdf
....Aish!!!! capek mendefinisikan, langsung aja liat conto-conto berikut:
1. Kickstarter.
2. Kiva.
3. Sociocredit.
4. fundbreak.
5. Fans Next door.
Granted, senarai di atas tidak hanya berisi crowdfunding, juga berisi social credit, but spiritnya tetap berdasar pada ide brilian sang pemimpin besar revolusi.
Platform tersebut, tentunya harus mengintegrasikan teknologi-teknologi sosial yang sudah ada dengan lebih rekat.
Ketika Platform sudah ada, maka menjalankan ide si gagak tadi, bukan hanya menjadi mudah, tapi menjadi sebuah keniscayaan.
Nah untuk membuat platform tersebut, bagaimana kalau dimulai dengan crowdfunding kepada programmer seperti si kilroy, atau siapa keq, untuk membuat sistemnya?
Istilahnya Bootstrapping gitu...
Tag: berdikari, crowdfunding
Terkait:
-
Mempromosikan GAGAS!
Kamis, 19 Apr '12 02:54 -
Crowdfunding, Gagas!
Rabu, 18 Apr '12 15:55 -
GAGAS! Is Operational; What's Next?
Senin, 16 Apr '12 09:21
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
zzerkid: Inspiratif
-
emina: Keren
-
Modred: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
yusro: Menarik
-
boiga: Menarik
-
Subroto: Lucu
-
ipool: Menarik
-
Coulrophobia: Keren
-
Whispering Wind: Inspiratif
-
Moonlight: Penting
-
Maximillian: Menarik
-
suaminya_ina: Menarik
-
pradaksina: Menarik
-
Marshall Rommel: Penting
-
kuntum kenanga: Menarik
-
nDhedhet: Menarik
-
johnb: Menarik
-
Felipe: Menarik
-
mbah joebir: Menarik
-
TTTH: Penting
-
GusBushTom: Menarik
-
fuadjagalan: Terkini
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Gustaff: Penting
-
ErwienSamantha: Inspiratif
-
Shouen: Menarik

Komentar:
saya udah liat 2 link, yang Kiva baru liat dikit dan skimming, sepertinya keren banget (walau bacanya harus dengan usaha keras
akhirnya anda menulis lagiiiiiiiii *bikin upacara selametan*
biasa begitu..di sini disunat
jangan sampe sunat. klo ada yang nyunat, sunat dulu kedua kalinya si pelaku sunat ! #eh
Terimakasih atas komentarnya, Salam Kenal.
mbeling:
[_biasa begitu..di sini disunat , di sana bermanfaat_]
Atau bisa jadi, disini berpikir cuma sampai A, di sana berpikir sampai Z.
But nice comment. Terimakasih atas atensinya, salam kenal, keep posting.
emina:
[_berarti harus ada pembentukan tim admin utk membuat platform seperti conto-conto di atas itu ?_]
Pada dasarnya, crowdfunding untuk membuat platform crowdfunding, yang memungkinkan project crowdfunding lainnya.
Terimakasih atas komennya, sungguh saya hargai.
:beer:
mau usaha mudah, dapat puluhan juta dari internet tanpa berangkat ke kantor? klik di sini gan http://tinyurl.com/kjqwpk
nice posting agan! Jangan lupa kunjungin kuburan.
Lalu kiva yg melambungkan diri karena Ebay dan paypal..
setelah itu, seiring semakin fokusnya kanal2 dunia pengembangan aplikasi berbasis webs, dengan kreatif melahirkan peluang..
tp tidak semua daya kreasi bisa bisa hidup dgn putaran investasi dari angel investor..
kickstarter hadir krn itu..
Ketika pergerakan apps2 itu luar biasa seperti sekarang, maka waktu yg sudah cepat, dibikin lebih cepat.
Sekarang, jgn kan sebuah apps yg briliant dengan tim cerdas, bahkan ide pun jadi sasaran crowdfunding ini..
Numpang komen gan, jgn lupa kunjungan baliknya yah, ke rumah sakit
alakazam:
Terimakasih atas link usaha mudahnya. Sungguh bermanfaat.
nDhedhet:
[_Tarif murahlah, sekedar cukup untuk survive ketika saya resign Oktober nanti dan kami balik ke Jogja_]
Thx atas atensinya. Berapa tarif murah itu? kenapa resign? *prihatin
Tetap Semangat! Selalu ada jalan!
botaksakti:
[_socio kredit? mimpi indah di atas batu kali?_]
Whiners always whine. Monggo diteruskan mimpinya bapak, tanpa perlu melakukan apa2.
Saya sih sudah setahunan aktif di bbrp crowdfunding, sayang sekali Anda samasekali tidak turut mendapatkan manfaatnya. Mungkin Anda terlalu sibuk menyalahkan dunia?
Anyway, Nice Comment. Salam kenal.
Leksa:
[_Sekarang, jgn kan sebuah apps yg briliant dengan tim cerdas, bahkan ide pun jadi sasaran crowdfunding ini.._]
Terimakasih atas penjelasannya yang bernas, sungguh memberikan pencerahan.
Crowdfunding yang sesuai dengan kebijaksanaan lokal, mungkin amat sangat mirip dengan yang diinginkan Tn. Gagak ( The Crow )di artikelnya yang sebelumnya.
Orang perlu platform mudah untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana, sehingga peran perantara dapat diminimalisir. Terutama karena kebutuhan akan faktor anonimitas yang teramat penting bagi sebagian orang.
Kepentingan pengumpulan dananya bisa saja berdasarkan kampanye a la koin prita, maupun recurring seperti GNOTA.
Sumbangan jadi bisa dilakukan orang ke orang, tanpa penerima mengetahui siapa.
Terimakasih atas pendapatnya, salam kenal.
Subroto:
[_Ini mirip cloud computing kayaknya_]
Iya semacam itu. tapi instead of menyumbangkan computing power, kita menyumbangkan dana spesifik untuk project2 yang kita tertarik saja.
[_Numpang komen gan, jgn lupa kunjungan baliknya yah, ke rumah sakit
_]
Sakit apa? *prihatin
Lekas sembuh ya.
Thx gan!
Mohon maaf jika kurang berkenan. Salam Kenal.
mantep nih gan kalo ad yg mau ngelokalin yg beginian
dengan penuh kerendahan hati dengan setulus2nya dan sejujur2nya tanpa basa basi saya ucapkan...nice info gan!
This Connection is Untrusted kata mozilla saya
Ttg crowdfunding, seperti Kiva misalnya. Manfaatnya besar. Orang2 dengan ekonomi lemah bisa mendapatkan pinjaman yang dulunya/sebelumnya sulit mereka dapatkan.
Namun, apakah benar2 bisa dijalankan di Indonesia? Kalau dulu, ada yang namanya dana bergulir dari pemerintah. Gunanya untuk memberikan pinjaman usaha pada usaha mikro. Sebenarnya ideal sekali, pengusaha A diberi pinjaman, kemudian A mengembalikan pinjaman diberikan pada B dst. Namun kenyataanya ibarat bola salju ketemu rintangan, alih2 bergulir, malah buyar di jalan. Apa yang salah? Eksekusinya kah? Atau pengawasan? Atau memang watak bangsa Indonesia yang tidak amanah?
Ohya nilitip link yah:
Dengan modal UANG RECEHAN dapatkan penghasilan JUTAAN PERHARI!
Saya sudah membuktikan, ANDA pun BISA.
Klik di sini: http://tinyurl.com/y8o4efa
Keep posting yah Gan. Ditunggu artikel selanjutnya. Salam kenal. Met kerja ya, dah makan belum? nanti telpon aku ya..... (tambah ngelantur..............
[Thx atas atensinya. Berapa tarif murah itu?]
1,5 juta/man/month untuk outsource.
150 ribu/man/day untuk fix-price.
Lebih murah dari profesional karena memang mereka belum benar-benar profesional. Tapi paling tidak ada yang supervise.
Lebih mahal dari nyewa mahasiswa cekak duit di Jogja karena ada yang memanage kerja mereka. Juga didukung pemakaian tool-tool buat code versioning (Git), code review (Gerrit), bug tracking (Redmine). Jadi kira-kira lebih keren gitu Gan.
[kenapa resign? *prihatin]
Iseng. Bosen, dah kelamaan jadi pegawai.
[Tetap Semangat! Selalu ada jalan!]
Tentu. It's gonna be fun (and a bit scary)
I suppose I still think that way even today. When I, hamatamu, kalangwan, Leksa and others were delivering supply to Merapi refugee camps last year, some of the refugees in the camps or some persons in charge inevitably asked us from what organization we came from. My reply was invariably "Your fellow humans".
Okay YoU 4Nd m3, enD!
oh, Striding Cloud di putusin mas Leksa ?!
Politikana'ers getting very very polite this week, awesome
kenapa semua orang di sini jadi ramaaaaah
#siyul2 :3
LANJUTKAN!!
B-)
efek pancaroba
maaf..tadinya mau ke polka lama tak mampir soalnya...
*tapi konflik di MK juga santun kok ya?
Oh ya, saya belum faham benar apa itu CrowdFunding --semacam bentuk usaha bersama ya, seperti patungan gitu? Lalu kaitannya dengan prinsip berdikari yg sempat diserukan Bung Karno itu apa bisa diangkat lagi (?) --sementara platform sosial-budaya kita sudah mengalami degradasi yg luar biasa akibat sistem ekonomi-politik yg kapitalistik-liberal selama setangah abad terahir ini. Contohnya itu di Solo --seperti yang ditulis pall: "Siapa Yang Bodoh" --menunjukkan kebanyakan kita sudah tidak berkarakter "social" lagi secara ekonomi dan lifestyle. Ah... saya aja kali yg salah menilai.
Bagus euy tulisannya.
4x4=16, sempat tidak sempat mohon dibalas
tikus sawah hitam warnanya
kenapa Striding Cloud jadi ramah?
mungkin sedang jatuh cinta
[_Apa yang salah? Eksekusinya kah? Atau pengawasan? Atau memang watak bangsa Indonesia yang tidak amanah?_]
idenya.
Terimakasih atas komentar dan linknya. Sungguh bermanfaat.
pin BB dong?
nDhedhet:
Design pattern favorit tim Anda apa? sudah membangun library seberapa besar dan untuk apa saja?
Menarik usul Anda. Sayang saya tidak tahu apa2 soal standar penggajian, Saya research dan compare dulu ya pak ya.
Terimakasih atas tanggapannya yang mencerahkan.
The Crow:
[_it tends to drive the 'members' to focus more on the organization itself instead of on the original goal._]
With a semi automatic platform on managing projects and pledges, people can focus less on organizational burden and focus more on executing the project itself. Whether supporting a smart kid or supporting a new startup, each project management should be similar, so it can be platformized, if that is even a word.
Anyway, thx for your kind attention.
Leksa:
[_Okay YoU 4Nd m3, enD!_]
Im truly sorry for any inconvenience i have caused. Salam politikana.
Maximillian:
[_Politikana'ers getting very very polite this week_]
Typing something, without putting any concsious effort to mean it, is easy. And it seems that people find it hard to argue with polite words.
...and im such a manipulative bastard.
But anyway, great observation! I believe we need more people like you in this country.
zzerkid:
[_Ada seseorang yang lagi coba buat nge-reboot image deh kayaknya.. hmmm..._]
I do think you need it more than I do.
But thank you for your kind attention. Awesome comments!
mbah joebir:
[_Oh ya, saya belum faham benar apa itu CrowdFunding --semacam bentuk usaha bersama ya, seperti patungan gitu?_]
crowdfunding adalah ide dasar gotongroyongnya. Yang diusulkan disini adalah membuat platformnya, yaitu tempat yang membuat pengorganisasian gotong royong menjadi lebih mudah, orang yang tanpa pengalaman memanage fundraising, tetap bisa melakukan sesuatu dengan memfokuskan mayoritas energi dan fokusnya kepada penyelesaian project saja.
Terimakasih atas masukannya, Saya akan pikirkan masak-masak.
Pantun yang indah sekali.
Sayang saya tidak bisa membuat.
terimakasih atas perhatiannya.
jualan es depan sekolah,
mungkin begitulaaaaaahhh!
[ Typing something, without putting any concsious effort to mean it, is easy. And it seems that people find it hard to argue with polite words. ]
I dont know what's happening in twisted mind of yours.
[...and im such a manipulative bastard.] Clearly.
Yes, but no thanks. If i ever thin reboot my image i'll make a klonengan instead, far more easier and effective(?)
Kalau pertanyaannya Design Architecture favorit saya: Service Oriented Architecture supaya aplikasi bisa diakses secara cross-technology di cross hardware platform. Class-class dibuat se loose-coupled mungkin dengan mengadopsi Dependency Injection. Disamping itu diterapkan juga Aspect Oriented Programming supaya code bersih.
[sudah membangun library seberapa besar dan untuk apa saja?]
Tim saya belum membangun apapun lha wong sekarang aja masih ditraining. Tapi saya pribadi punya pengalaman bikin:
1. Website cupu
2. Decision Support application buat meng-assess compentency karyawan kaitannya dengan kenaikan gaji/jabatan.
3. Tool dan infrastructure untuk ngasih nilai tugas-tugas mahasiswa yang disubmit ke dosennya dalam format PDF.
Sori nggak bisa nyebut merk. Entar gua dipecat lagi.
ada twitter account? add me @tuvokvulcan, nanti kita diskusikan channel bicara pribadi di sana.
I wanna know about some details.
Si Striding Cloud kena virus @hansdavidian di Twitter. #24JamNormatif
Maaf, sebenarnya tidak. Saya tidak tau ada kampanye begituan dari hans.
But terimakasih atas komentar Anda.
Striding Cloud: Base saya juga IT. saya rasa bisa di buat sistem seperti itu. kalo bener2 bisa bermanfaat buat negeri. bisa di jadikan startup atau di lombakan inaicta misal biar dapat sponsor.
masbro, coba diskusikan di artikel satunya lagi.
Soal crowdfunding ini, karena saya baru baca artikel pertama, I'm reading the second one and compile a more complete comment over there.
Terimakasih atas atensi dik shou...
Untuk memahami pernyataan2 saya di atas, konteksnya ketika artikel ini ditulis adalah ketika sedang masa polite-ikana.
Sungguh saya tidak berkeberatan jika kita harus kembali ke masa polite-ikana tersebut.
Sekali lagi terimakasih.
....you're scaring me.
Anyways, gue udah baca-baca dan akhirnya memutuskan untuk nanya-nanya lebih lanjut mengenai proyeknya di sini aja, soalnya pas baca komentar 280 something itu I got kind of lost in the middle.
I'd try to summarize the ideas of GAGAS then :
1. This is NGO and non-profit organization.
2. User based. Dari publik untuk publik. Dari komunitas untuk komunitas, you name it.
3. Pengelolaan konten transparan, dalam arti laporan keuangan itu bisa diakses secara mudah oleh publik.
4. Sejauh ini pengelolaan mau dibatasi ke sesama warga P dulu, tetapi sepertinya kalo dari yang tersirat, outsourcing mungkin juga bisa jadi pilihan.
5. Sejauh ini masalah teknis sepertinya sudah rampung di atas 50-60%, logo juga sudah ada, tinggal dipilih. Yang jadi masalah, belom ada PM.
6. Proyek yang bisa menggunakan GAGAS bisa merupakan proyek sosial dan non-profit, tetapi bisa juga jadi lembaga penggalangan dana untuk kegiatan profit oriented dan atau kegiatan politik.
Did I miss anything? Karena saya nggak ngerti teknis dan gak bisa buka google docs tanpa bantuan proxy.
#Kominternlaknat
Silahkan login untuk memberikan pendapat