Crowdfunding Part II 279
Minggu, 10 Jul '11 18:34, dibaca 2363 kali
YTH. Rekan-rekan polka yang progresif revolusioner.
Menindaklanjuti usul saya dalam membuat sistem urunan untuk tujuan-tujuan sosial politik, seorang rekan polka telah menyusun spesifikasi yang tertera di link berikut: "Dokumen spesifikasi crowdfunding (google Docs)"
Anggaplah saya culun dalam hal-hal seperti ini.
Saya memohon komentar dan pendapat rekan-rekan sekalian soal spesifikasi di atas. Akan lebih baik jika ada pengembang lain yang memiliki masukan, kritik, maupun spesifikasi tandingan untuk dikompetisikan.
Dokumen-dokumen terkait
01. From Students to students [artikel pencetus ide]
02. Crowdfunding [Artikel berisi lemparan idenya]
03. Crowdfunding II [Artikel ini]
04. Crowdfunding Lagi [Berisi "tender" bagi web developer]
05. Crowdfunding III ( Visual Identity) [Pembahasan tentang grafis]
06. COPAS: Rp. 8.500.000.000,- [ Diskusi soal possible funding ]
07. Voting Logo Gagas [ Pemilihan Logo ]
08. WANTED: PM For GAGAS [ Pemilihan Project Manager Part I ]
09. Polling Calon PM GAGAS [ Pemilihan Project Manager Part II ]
10. Draft kasar alternatif logo GAGAS! [ Alternative Logo ]
11. Crowdfunding: 1st Meeting Invitation [ KOPDAR! ]
Kilas balik
Bagi yang belum memahami konteks artikel ini, inilah ringkasan ulang pendapat-pendapat terdahulu.
Pemikirannya simple.
Sebagai bangsa yang "suka bergotongroyong" sekaligus memiliki perkembangan penyerapan teknologi yang cepat, kita justru belum memiliki platform terbuka berbasis teknologi yang memfasilitasi jiwa gotongroyong tersebut.
Terlalu banyak "gerakan sosial", yang tak jelas hasilnya, serta tak jelas penyalurannya. Tak jelas pula pertanggungjawabannya.
Kita perlu memiliki sistem yang tidak dadakan, memiliki prosedur tetap, continuously developable, accountable, dan auditable.
Tidak hanya gerakan sosial, sebuah platform yang memiliki protap juga dapat dimanfaatkan untuk membantu entrepreneurship, membantu efektifitas Gerakan orang tua asuh, hingga penggalangan dana untuk pejabat politik.
Maka saya menyampaikan solusi untuk membentuk sebuah Platform Crowdfunding.
Platform ini, memberikan kesempatan kepada tiap orang, untuk membuktikan dukungannya terhadap suatu gerakan, dengan turut urunan.
Talk the talk, walk the walk.
Anda mendukung seseorang untuk jadi capres?
Buktikan dengan sumbangan mendirikan partai.
Anda mendukung gerakan anti korupsi?
Buktikan dengan menyumbang ke badan antikorupsi yang anda anggap berintegritas.
Anda menyesali menyumbang?
Seharusnya ada cara, agar Anda bisa pula menyuarakan penyesalan sumbangan Anda.
Harapan Saya, sistem seperti ini dapat mengubah gaya demokrasi feodalis yang ada di indonesia sekarang(1), menjadi demokrasi partisipatif(2).
Sistem ini akan meminimalisir politisi yang didikte oleh konglomerasi.
Anda menginginkan revolusi? Jangan omdo, buktikan dengan pengorbanan :)
NB:
1. Dimana dana datang dari si kaya, turun ke politisi, lalu dibagi-bagi ke rakyat
2. Dimana support dan dana datang dari rakyat, untuk mendukung suatu ide/platform yang diusung politisi.
3. Dokumentasi diskusi (edited)
4. Harapan Saya, sistem yang kemudian ada, dapat dihibahkan untuk dikelola oleh institusi yang reputable, yang disepakati bersama.
Tag: crowdfunding
Terkait:
-
Mempromosikan GAGAS!
Kamis, 19 Apr '12 02:54 -
Crowdfunding, Gagas!
Rabu, 18 Apr '12 15:55 -
GAGAS! Is Operational; What's Next?
Senin, 16 Apr '12 09:21
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Nazil: Penting
-
yusro: Penting
-
boiga: Keren
-
TTTH: Inspiratif
-
pall:
-
conscientizacao: Penting
-
Modred: Penting
-
zzerkid: Penting
-
Ibnu Muslim: Penting
-
ndableg: Inspiratif
-
rephemera: Inspiratif
-
Samz: Inspiratif
-
Subroto: Menarik
-
mas bro: Inspiratif
-
em je: Penting
-
emina: Keren
-
jamur: Bagus
-
howl: Penting
-
Why Young: Inspiratif
-
pras: Inspiratif
-
The Crow: Menarik
-
pradaksina: Penting
-
Ali_Baros: Penting
-
Icarus: Menarik
-
Moonlight: Penting
-
SiMbor: Menarik
-
Whispering Wind: Penting
-
ipool: Menarik
-
pintu: Inspiratif
-
mbah joebir: Penting
-
Gustaff: Penting
-
losun: Penting
-
pico: Inspiratif
-
Apprayo: Menarik
-
Shouen: Keren
-
bukik: Inspiratif
-
neilhoja: Penting
Komentar:
... atau setidaknya ada insentif pajak #halahtetep
Ayo rogoh kantongmu...! Lebih mantab lagi kalau data melawanluppa.com sudah terpublikas, menjadi sumber info untuk melacak siapa yang layak didukung
Sorry masih dalam proses editing, tertunda omelan nyokap tadi karena blom makan malam.
Kalau di hover nama si politisi di web app ini, muncul rating berdasarkan agregasi itu. Yang munyeng, bagaimana mengkurasi berita dari agregasi, mana yang positif dan mana yang negatif? Harus UGC ya? Atau ada app yg canggih?
Sy berencana pledge 50% dari yang diinginkan pengembang. Mungkin yang lain ada yang mau menambahkan? Siapa tahu bisa hingga 100 persen
Tapi bagaimanapun, sebagai orang bisnis, saya tidak suka mengeluarkan uang secara sia-sia. Adakah usulan agar accountability developmentnya trackable secara bersama?
Ini ngomongin apa ya?
online project management?
developer suruh publish weekly report aja. Terus bug trackernya, ex: Redmine, juga di-online-in. Sourcecode juga bisa dipublish tapi sebaiknya jangan. Kalau sourcecode dipublish, progress harian bisa keliatan, tapi jeroan sistem bisa dilihat orang.
wawajie:
Coba tanya sama nDhedhet persisnya gimana...
Kalo sistem online lebih sekedar sarana doangan nurut ogut..
Kalau kamu bisa design, bantuin juga buat ndesign web dan layoutnya.
Satu hal lagi, dokumentasi buat help.
Terus terang gw sebenernya masih mengambang juga, soal apa yang bisa disumbang selain dana.
Bahkan soal pengiriman dana pun, saya masih menimbang2 cara mana yang paling aman, dan tentunya: anonim
Mungkin nanti minta bantuan pengemis2 teman2 saya ngedrop dana ke kantornya nDhedhet
ndableg:
Platform online ini, hanyalah app yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh sistem offline bagaimana saja. Kasarnya "cuma" sistem akuntingnya.
Gerakan sosialnya monggo dikembangkan secara offline, masing2, dengan gaya dan semangat masing2.
Selanjutnya, saya akan menghindari debat mana lebih penting, online atau offline. Keduanya bisa bersinergi, keduanya bisa saling eksklusif pula, tergantung pilihan masing-masing inisiator.
Menurutku, pre-final-release software dipublish untuk umum. Semua orang bisa nyoba. Tapi hanya beberapa orang yang bisa submit bug. Tidak lebih dari 4 orang. Kalau semua orang bisa submit bug, repot banget nge-sortir bug-bug yang duplikat. Meski begitu, semua orang bisa akses readonly ke bug trackernya.
Untuk sourcecode, jika ada yang mau bantu design web, sukur2 koding, sourcecode bisa di publish dengan security SSL dan password. Mereka bisa ikut submit code ke repository untuk ku review, koreksi, dan approve. Kalau nggak ada, kupikir effort untuk ngusahain itu nggak worthy. Kecuali kalau memang kita butuh tahu progres sampai ke detail harian.
Gini aja mas dab, duitnya masukin ki kantong bareng dengan batu bata, lemparin ke genteng rumah gue. tapi tambahin goban ya buat ngganti gentengnya. Jangan lupa asuransi buat kurirnya, kalo2 ketangkap massa
*siapin-singkatan-dan-istilah-TI-lain
@all
Gimana nih developer lain? masa ndak ada yang bisa mengkompetisikan ide? urun saran, atau kudeta sekalian
BTW, dari hotradero, ada usulan untuk bikin autodebet, ada perkiraan metode teknisnya?
Aku belum riset lebih jauh bagaimana mengadopsi fitur itu. Sebagai gantinya adalah fitur saldo. Ketika proyek yang didonasi gagal, maka uang sumbangannya dimasukkan ke saldo. Saldo bisa di transfer balik oleh Customer Service atas permintaan donatur.
IMO, Fitur lain yang lebih mendesak adalah pembayaran pake paypal atau kartu kredit. Fitur ini membuat donatur tidak perlu pindah halaman (ke situs bank misalnya) untuk melakukan donasi.
Om yusro, bukannya rumah langsat bisa ya bikin web2 gitu ya? Apa ini ga semudah itu *aduh, susahnya otak gw ga nyampe*
Tapi iya sih ini kan permukaannya, yg offlinenya piye? ikut komennya mas @ndaleg
Striding Cloud
"Gerakan sosialnya monggo dikembangkan secara offline, masing2, dengan gaya dan semangat masing2. "
Kasih contoh dong...
sopo wani karo aku, mungsuh pitikku
Misalnya loe bikin model koin untuk prita itu, secara offline. Situsnya cuma dipake untuk bantu akunting.
Sekian rupiah dari lokasi 1, Sekian rupiah dari lokasi 2, loe yang entriin sendiri sebagai inisiator. Kalau ada orang lain dari jauh yang mau ikut sumbang via platform, ya bisa.
Loe sebagai inisiator, mempertaruhkan reputasi loe sendiri, untuk salah benar entrinya.
Contoh lain, misalnya LSM initiate pledging suatu project, katakanlah bikin kakus misalnya. kampanye offline mereka tetap bisa jalan, platform dipakai sebagai pertanggungjawaban dan perluasan pendanaan saja.
Contoh lain, teman2 sekuliahan loe mau bayarin teman loe yang pintar tapi ndak mampu, loe diserahin sebagai penganggungjawab project. loe initiate di platform, lalu teman2 loe nyumbang anonim. Mereka bisa track progress loe, termasuk si tersumbang juga bisa confirming kebertanggungjawaban loe terhadap dana yang loe kelola.
Mau full kampanye online? ya bisa juga, semacam kickstarter itu.
noted. Siapapun nanti yang develop, kupastikan mereka tahu ini.
Nah, tinggal yg report dana yg keluar, yg perlu operator dgn segala tetek bengek sistem scipt online yang ada.
Cmiiw
ndableg: saya ndak jelas. terangkan?
http://rp1000untuktki.net/
Notifikasi via sms ini 'sederhananya' di-forward ke notifikasi online (web), yg bisa langsung publish di web..
Yeah, something like that
So anybody, can start any cause or movement, in such a simple way.
Caranya dengan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi, buat semacam Indonesian Idol dimana dengan 1 step: sms orang sudah bisa ikut berpartisipasi.. Integrasi offline dan online juga jadi lebih mudah, kampanye bisa dibawa offline dengan slogan "dukung pembebasan X! SMS BEBAS (spasi) X ke 888". Atau semacam langganan RBT dimana dana otomatis dipotong setiap bulannya untuk program orang tua asuh.
Sekarang access yang semua orang punya adalah handphone, keunggulan mata uang pulsa adalah: easily transferable and anonim bagi si partisipan
ini konteksnya yang autodebet tadi atau konteksnya platform?
atau sederhananya, anda sedang bicara:
A. Kalau autodebet maka metodenya begini begini..
Atau...
B. Halah, kalau cuma sistem reporting, ndak perlu beginian.
?
Kapan itu katanya ada pernyataan dari BI, mobile credit tidak boleh dipake jadi mata uang, tp sy jg kurang detil bacanya.
Padahal kalau memang mobile payment dipermudah di indonesia, kayak di china, itu akan sangat merevolutionize online trading.
Kalau soal integrasi ke sana, saya sepakat, di suatu titik di masa depan, harus dilakukan.
Tp sepertinya untuk awal, bootstrapping dulu dari yang simple. No?
Setuju. Fitur bagus. Barangkali ada ide untuk fitur lain? Biar kucatat.
[Tp sepertinya untuk awal, bootstrapping dulu dari yang simple]
Setuju juga. Seperti ide Striding Cloud bahwa proyek bikin crowdfunding ini juga akan di-crowdfunding-kan. Kalau bootstrap sukses, development penambahan fitur bisa dijalankan dengan dana donasi. Self-sustained.
Yup, fitur sinkronisasi rekening dana crowdfunding dengan sistem masuk ke spek. Hanya saja ini (CMIIW) bukan model auto-debet yang disampaikan Striding Cloud.
Aku ragu fitur autodebet seperti bayar tagihan CC atau bayar asuransi yang otomatis mengurangi saldo di bank bisa diimplementasikan. Ngurusnya ke pihak bank pasti ribet. Kalau kickstarter, dia make jasa Amazon. Kalau proyek sukses, amazon akan charge otomatis. Kalau gagal nggak jadi dicharge. Jadi ketika donatur melakukan donasi, saat itu CC-nya belum di-charge. Donatur hanya ngasih hak ke Amazon untuk melakukan charge sebesar donasinya dalam rentang waktu tertentu. Jadi ini semi-autodebet.
Baru tahu ada pernyataan BI yang demikian, padahal iklan mama loreng dan ramalan the master banyak banget, apakah mereka tidak melanggar?
Alternativenya bisa dibuat semacam credit MMORPG dimana pengguna bisa beli voucher isi ulang di mini market terdekat, top up, kemudian belanjakan kredit.
Atau kalau konvensional CC minimal dibuat seperti Skype dimana top up credit segampang satu kali klik, tidak perlu mengisi ulang data setiap kali. Tapi ini butuh system membership sehingga hilang unsur anonim.
Revolusi itu idealisme masing masing individu, setiap orang dalam lubuk hatinya pasti punya keinginan mengrealisasikan idealismenya itu, tapi dalam law of need hierarchyna masih diatas hagen daz, jauh diatas dapur ngepul.
dimengerti kok bos. Mari crowdfundkan financing untuk membuat sistem itu?
Siap! Saya siap membantu jika dibutuhkan, baik segi finansial (meskipun sebagai status pegawai makan gaji, mungkin ga terlalu signifikan) maupun lain lainnya.
oke komentar terakhir sebelum saya keluar.
Think of it sebagai "investment".
Letssay, loe sebenernya punya ide besar, mungkin mau beli satelit, atau mau bikin sumber energi murah untuk pedesaan, mau bikin startup produksi biodiesel, atau entah apalah ide social atau entrepreneurship yang loe punya.
Alternatif financing yang loe punya:
1. minta ke ortu
2. minta ke bank, dengan jaminan
3. minta ke angel investor a la mekar
4. umumkan ke crowdfunding.
metode 1-2-3 memiliki kesulitan2nya sendiri, tapi metode 4, jika sistemnya telah ada, hanyalah sejauh klik?
Bukankah dana kecil yang Anda sumbangkan dalam menciptakan platform crowdfunding, dapat menjadi semacam leverage untuk benefit yang jauh lebih besar?
Anda jadi punya metode untuk mengiklankan ide besar anda dengan mudah, dan jika memang brilian, anda bisa mewujudkannya!
Sejelek2nya, Anda akan menjadi PENYEBAB suksesnya entrepreneur-entrepreneur muda baru di masa depan!
#demikian sales pitch saya, selamat tidur
Mungkin bisa adaptasi sistem mereka, sedangkan utk payment, bisa bikin sejenis kaspay.com
Idenya gk susah, mensosialisasikan payment online nya yg susah, itu menurut ane sih
-
yang lebih mengerti mungkin nanti bisa membantu, mengingat prosesnya pun sepertinya melibatkan teknologi internet.
*dari awal nyimak. gak ikut obrolan karena kurang ngerti teknisnya. yang jelas, yang seperti ini mesti didukung
Crowd financing masalahnya bukan di kontribusi eletroniknya, tapi di realisasi komitmennya.
#Uhuk
Perbedaannya mendasarnya bukan pada besaran kontribusi, tetapi crowdfunding perlu bisa berbasis realisasi komitmen karena milestone pengembangan proyeknya akan membutuhkan nilai pendanaan tertentu - pada saat bentuknya sumbangan, berapapun yg diterima bisa tetap berguna. imho
[_hayuk, dibikin aja. jangan cuma dibahas_]
Di dokumen speknya khan ada target pembuatan mulai agustus. maka sebelum itu ide dan spesifikasi ini kita bedah, bantu dan attack dulu dari berbagai angle.
Kalau saya bisa web programming, saya coding sendiri langsung, ga pake ajak2
Masalahnya saya tak bisa. Kalau webprogramming bisa pake bahasa MQ4, mungkin beda cerita. Lagipula otak saya sudah tua mulai tak kuat menghadapi sup kode.
Ada banyak hal yang belum figured out yet, yang perlu rekan2.
Siapa yang mau ambil tanggungjawab grafis? Siapa yang mau cariin organisasi reputable yang mau mengelola? Siapa yang mau tulis2 proposal? Siapa yang mau bantu buzzing di kaskus, twitter, partai politik, dll dll? Siapa yang mau mulai merintis koneksi ke telekomunikasi, supaya dapat fasilitas micro finance? Project apa yang mau dijadikan pilot sample, selain development crowdfunding?
Pohon mau bantu cover 50% cost awalnya?
klo ada yang bisa dibantu terutama berhubungan dengan hitung-hitungan duit (atau kerennya mah akunting-nya lah), saya mau bantu juga dong.
Iya, ga perlu keluar dari anonimitas.
anonim itu lebih keren soalnya
halah, jadi hetrik
[_Idenya gk susah, mensosialisasikan payment online nya yg susah, itu menurut ane sih
_]
Jadi gimana enaknya sub?
Untuk web saya kurang tau spesifiknya gimana sistemnya, tp dengan basis wordpress apakah cukup?secara grafis & komunikasi, template di sini cukup memadai http://wpshower.com/
& ini sebagian besar gratis..tinggal memodifikasi codingnya saja, bagi yg paham coding
untuk sistem platformnya, kita bisa diskusikan sistem seperti di video ini mungkin?
http://www.youtub…yer_embedded
Pada intinya
[_It also has the possibility of creating a new breed of elites._]
Elaborate plz. I dont understand.
Is there something should be changed in the spec sheet, to accomodate the problem?
Untuk yg lebih dari 1 juta, bolehlah dibikin model lain nanti.
Untuk yg lebih dari 1 juta, bolehlah dibikin model lain nanti.
Anda mengenal orang yang mampu setup sistem seperti itu?
Teknisnya hingga bisa cair gimana? cost transaksinya?
To make the plan really works on a national level, it requires the forming of some regional sections (each with its own command post and tech savvy personnels), and one oversight to monitor the whole operation, and one center to control them all. Unfortunately, those involved in such an operation will potentially be the new breed of elites. Easy example: last year's Merapi volunteers. I've seen with my own eyes how some of them (not all) behaved arrogantly after the operations, thinking that they have the right to act that way just because they've done something good.
To counter this, you'll need to maintain an extremely low profile. The only answer I can think of is total anonymity, using intermediary if necessary.
From my part, I'd rather do what I can, with what little resources I have, with the incidental aid from some colleagues, with the independence to quit when I can no longer carry it out.
SETUJUU!!
JUST DO IT! JUST DO IT! JUST DUIT! JUST DO IT!
programer nyemplung dulu seluruh badan, sudah jadi platform real baru bisa dibawa keliling buat galang pendukung.
LOL. woke.
Bee:
[_Gak usah banyak cincong. Ntar keburu ilang momentumnya._]
Saya anggap ini pernyataan kesetujuan Anda mengcover 50% development awal?
Sepakat? Sah? Sah? Sah?
Saya nanya temen, memang harus kerja sama sama operator (dan karenanya hanya untuk nomer2 telepon dari operator tersebut).
Kita tinggal terima beres, mereka yg setup sistemnya. Cuman, potongannya ternyata gede, 50-70%. Agak gak masuk akal menurut saya.
Untuk bisa semua operator, harus lewat pihak ke3 (kata temen saya si banyak kalo digugel, cuman belum sempet nyari). Tapi biayanya pasti juga lebih gede, karena ada cost lagi buat pihak ke3 ini.
The Crow: Dalam hal coverage, berapa persenpun, HP kayaknya tetep paling besar kalau mau menjangkau nasional.
[_I was simply asking a question on the coverage level of this method._]
This method wasnt actually intended to replace old methods all together. Just to complement them.
It's mainly a reusable platform for online reporting, the transfer methods etc are just for expanding options.
Think of it, like service/template for charity management/cause management.
Wah, ini yang bikin gatel...
Icarus: Butuh garukan? *tawarin garpu*
Icarus: Butuh garukan? *tawarin garpu*
Take ICW for example. To raise fund, the make charity gala and all that. They might be able to use the system to track offline donations from their galas. Without using platform's payment system.
And, if thats enough to raise awareness, some people for some faraway kingdom might also want to participate using online payment.
platformizing and expanding, thats the main philosophy, not replacing old systems altogether.
Lhahh.. supaya ndak banyak cingcong, saya cover 50%, situ cover 50%. November jadi.
Metodenya enaknya gimana, split bulanan? atau lumpsum di akhir? atau uang muka sekian persen?
Monggo didiskusikan sama pengembang yang sudah mengusulkan something: nDhedhet.
Saya manut keputusannya.
Pengawasan progressnya saya serahkan ke publik, ada yang mau ambil posisi ini?
setuju dgn ini, tp poin The Crow mungkin lebih kepada bagaimana pemetaan usernya demi keberhasilan project.
& btw saya serius untuk membantu dalam urusan desain grafis
[Kalo anda CP anda beken]
gimana kalo kita gaet kyai yang lagi berantem sebagai spearhead.. haha
[_setuju dgn ini, tp poin The Crow mungkin lebih kepada bagaimana pemetaan usernya demi keberhasilan project._]
Usernya adalah orang yang punya cause dulu, sebagai alat organizing charity, dan expanding payment.
Targetnya bikin sistemnya usable dulu untuk digunakan oleh, ICW atau mekar, misalnya.
Kalau mereka merasa nyaman memakai, dan endorsing sistemnya, dari sana baru bisa gandeng yang lebih besar, misalnya provider.
Take koin prita ataupun 1000 untuk tki kemaren, sebenernya kalau platformnya sudah ada, mereka bisa memanfaatkan untuk online reporting tanpa harus figuring out dari 0 howto howtonya.
Lesson learned dari masing2 project, bisa dipakai untuk menyempurnakan sistem, yang di masa depan bisa dimanfaatkan untuk cause-cause baru yang dikelola oleh orang yang masih culun, misalnya.
Lhahhhh... khan supaya jangan banyak cingcong...
Sesuai dengan spirit artikel gitu lhohh...
"Menurut Anda, Saya banyak cingcong? Buktikan dengan sumbangan!"
[_..berhubung anda inisiatornya , berikan saya nama untuk project ini & saya akan mulai dengan logonya._]
Saya culun kalau soal branding. kepikiran pertama itu "urunan", tapi kesannya kampungan.
Yang lain ada ide?
[_Sejauh yg saya rangkum, kata kuncinya, crowdfunding, gerakan sosial. Mungkin ada yg lain?_]
Pergerakan untuk Newbie?
Easy Charity?
anyone else?
[_angka nominal untuk total project memang kira2 berapa?_]
Lhah... itu specnya saya pajang... blom dibaca bos?
Saya sih culun banget, makanya saya pajang, saya pengen tau menurut Anda sekalian mahal atau murah?
Masalah branding, sedikit "terinspirasi" gerakan serupa dari luar macam kickstarter, kiva, dkk saya pikir gak terlalu masalah. Pelajari aja brand mereka, ntar ajukan usulannya ke sini. Kan bisa rame2 dibahas. Saran saya sih, bahasakan dgn citra lokal (bhs Indonesia dgn semangat ke-Indonesia-an).
I mean, realistis ajalah, yang ngerjain juga perlu uang lelah, kalau tidak begitu pun, ketika semuanya lagi sibuk, nice kalau ada cadangan dana utk bayarin editor profesional.
...and summon Jusuf Ongkowidjojo...
hahahhaa, j/k.
[_Btw, kenapa gak 100% dari anda saja?_]
Bokek
Opsi itu ada. Tapi sharing risk itu terasa lebih nyaman. Pengalaman saya, kalau saya 100%, biasanya project ndak jadi.
Entah karena saya memang ndak hoki, atau karena memang saya ndak ada energi buat ngejar2.
Lebih seru lagi kalau memang mau kita crowfundkan manual dari sejak awal, nDhedhet bisa gila kalau dikejar2 sepolitikana, khan?
55% pledged!
45% lagi!
Chairman Mao: Itu udah TM-nya melisa bukan?
Striding Cloud: Saya belum pernah masuk ke situs2 serupa di luaran sana. Gak tertarik sih.
Kalo ada yg tau detil process flow situs2 itu dalemannya gmn, akan lebih baik kalo itu ada sbg acuan. Development kalo ada contohnya bisa lebih cepat, kan tinggal "nyontek" dgn penyesuaian di sana-sini. Utk development sistem seperti ini, berdasarkan spek yg ada, harusnya gak mahal dan gak lama. Yg ribet mungkin malah di operasionalnya ntar. Dan, yg terpenting, tingkat kepercayaan publik pada situs ini berikut para pengaju proyeknya.
Bee: Iya, saya juga penasaran gimana mekanisme pertanggungjawaban dari para pemilik project.
60% Pledged!
40% more, anyone else?
*serasa jadi tukang lelang
...Murah Sandang Pangan!
*kedengaran familier?*
KAPROS.. Kamar Project Sosial
KARDUS.. Kamar Donatur Sosial
Alhamdu?
[ Dan, yg terpenting, tingkat kepercayaan publik pada situs ini berikut para pengaju proyeknya.]
sebenarnya ini yang jadi kekhawatiran saya.. sebagai platform/medium penghubung, tanggung jawab integritas penggalang dana apakah jatuh ditangan kita? bagaimana kita screening project beneran atau project abal abal? kemudian apabila dikarenakan faktor apalah, project premature tengah jalan, apa yang akan terjadi dengan dana yang sudah terkumpul?
Itulah sebabnya, dari sekarang saya minta bantuan rekan2 untuk mencari pengelola.
Kasarnya, kita hibahkan ide dan hasil awal ke mereka, supaya mereka bisa pakai.
Monggo dibaca "dokumentasi diskusi"
Untuk meringankan biaya sharing CP, sebenarmya bisa nebeng dulu, tapi sy ragu ada yg mau dijadian tempat nebeng, apalg utk yg proyek berbau2 non profit
Striding Cloud: Mulai dengan bikin web nya aja dulu pakde, ini konsepnya mirip dengan hemat.com koq.
Untuk payment sistem itu bisa dibahas menyusul, yg penting udah ada gambaran. Untuk sementara pake cara manual aja dulu seperti transfer atm/rekening, paypal, etc
Sy tidak bisa banyak bantu riil demi tegaknya anonimitas di P ini, semoga bisa menjadi awal yg baik
[Ghosts To Ghosts]
logonya topeng V
&dari rangkuman diskusi itu saya tertarik kalimat anda yg ini "orang2 yang berniat baik dan cemerlang untuk maju, melawan orang2 yang kaya" dari situ saya tarik kesimpulan bahwa project ini sebenarnya dibangun oleh org2 biasa yg memiliki tujuan baik CMIIW
saya mengusulkan nama: COMMON, selain berarti org2 biasa, juga dekat asosiasinya dengan CROWD (common people), dan pengucapannya terdengar seperti "COME ON'
ok semuanya saya undur diri dulu, jika ada usulan nama lain klo bisa paling lambat rabu, biar saya cek,akan saya usahakan sebisa mungkin senin depan untuk presentasikan visual identity nya..Terima kasih, semoga membantu
[_dari sini saya jd kpikiran bagaimana membuat project ini juga tetap bernilai keuntungan bagi timnya jingglang_]
Maka dari itu, saya memohon rekan2 yang memiliki jalur ke organisasi well respected, untuk merelakan personal guaranteenya, dalam menghibahkan platform ini.
Timnya nDhedhet tentu akan mendapatkan morale boost dan reputation boost, jika misalnya project ini dihibahkan ke... WB misalnya
Sekali2 kita yang hibah, jangan mereka terus....
*lirik pall
terimakasih!
Silahkan profil saya dibagi ke semua donatur. Tapi profil temen saya jangan dulu.
dokumen spek itu memang tidak detail. Makanya judulnya Simple SRS. Siapa sih yang mau baca dokumen 30 lembar?
Dengan tidak bermaksud untuk menominalkan bantuan dari sodara-sodara semua, semestinya tim developer nanti tidak mengambil 10 juta itu bulat2. just saying.
*masalah dana kenapa tidak diusahakan secara gotong-royong? --biar sesuai dgn spirit project yg digagas.
*soal nama, kalau bisa sertakan istilah "gotong-royong" biar klop. Misalnya "Gerakan Gotong-royong Melawan Kemiskinan dan Pembodohan"
OK... Selamat berjuang dan bergotong-royong!
Menurut saya mesti dipikirkan juga biaya untuk "Operation and Maintenance" minimal 1 tahun pertama.
I'd rather participate on the future social projects born out of of this one once it's operational.
nDhedhet: Kalo boleh berperan dalam development, saya mungkin bisa urun rembug di desain sistem (di depan) dan QA (di akhir). Scr remote tentunya.
Saya pribadi kurang suka dgn penggunaan istilah2 asing utk kegiatan yg bersifat lokal. Kesannya kok kurang bangga dgn budaya sendiri gitu loh. Bagaimana kita bisa pede maju dan berkembang kalo belum2 sudah gak pede dgn apa yg kita punya? Salah satu alasan knp saya menyukai salingsilang.com (dan produk2 dari dagdigdug dkk) adalah krn upaya mereka utk berbahasa dgn baik dan benar. Terlepas masih adanya kesalahan di sana-sini, setidaknya sejak awal semangat mereka sudah jelas.
Lagipula, ini toh sifatnya lokal nasional, knp harus universal dan berbahasa inggris? "Gotong royong" ide bagus tuh. Tapi kurang menjual. Saya sendiri belum punya ide nama utk proyek ini. Yg lain barangkali?
Why don't we use Sanskrit? After all, both English and Bahasa Indonesia are influenced by that particular language. Try to use a word which is well-known enough globally. Something like 'KARMA'.
Just don't make it KAMASUTRA...
The key is not really how advanced you are technologically. It's all in how hard you are willing it to work.
Akan sangat membantu. Kita perlu punya ruang khusus untuk ngomongin ini. Gimana kalau google groups?
Tentang arsitektur, dalam bayanganku, nanti sistem ini akan di host di Langsat. Jadi kita perlu tanya bang yusro, teknologi apa yang menjadi pilihan IT supportnya.
[The key is not really how advanced you are technologically. It's all in how hard you are willing it to work.] That's it!
sebagai narsis, saya usul nama "BENDERANG"
Tempo hari mau bikin LSM bernama 'Samidha', sesuai nama almarhumah ibu, keduluan orang India. Jauh pula telatnya!
Silakan, saya manut aja. Kalo sudah ada medianya, tolong beritahu saya di laman profil.
[Tentang arsitektur, dalam bayanganku, nanti sistem ini akan di host di Langsat. Jadi kita perlu tanya bang yusro, teknologi apa yang menjadi pilihan IT supportnya.]
Iya. Bang yusro belum ikutan nimbrung nih.
But then boiga and Icarus could easily relate it to ORBA-related "Dharma Waria"...
#soknyastra
Jangan maruk, tolong ya! Kita juga pake.
What's in a name, anyway? The most important thing is to get it started, and keep it going. I'll not participate in starting it, but I will surely participate in keeping it going once it's up and running.
Bahasa Inggris itu ORBA™! Kalo mau bebas dari itu, pake bahasa Belanda.
#vervelend
TTTH: Icarus: Gagas dan astha bagus juga tuh. Ah, tau lah... urusan cari nama memang bukan bidang saya. Jadi suka bingung!
The Crow: Yeah. Maybe the name will come up by itself when it is running.
Eng.................................
*k ipas-kipas kegerahan*
Bee, howl, Samz, fello citizen dan semuanya yang mau terlibat di tehnikal, silahkan gabung http://groups.goo…up/baktinusa
[_*masalah dana kenapa tidak diusahakan secara gotong-royong? --biar sesuai dgn spirit project yg digagas._]
Iya ini sedang diusahakan begitu khan? Dari Anda berani berapa?
*Nodong secara lugas*
Samz: Maximillian:
GREAT!!! 80% pledged.
Saatnya menegosiasikan term pembayaran. Tolong Kawan nDhedhet sampaikan term yang diinginkan seperti apa?
Tak perlu pake sungkan. Gotong royong tak perlu itu. Gotong-royong + sungkan tak bisa bikin apapun jalan.
Harus diingat, bahwa kami yang menyatakan mau urunan ini, samasekali belum mendapatkan jaminan apapun, bagi kami ini 100% risk. Mohon sangat, jangan kecewakan kami ya
Oh ya, ada satu fitur yang menurut saya dibutuhkan, inisiator perlu bisa menambahkan donatur, tanpa donatur harus masuk ke sistem. Namun donatur yg ditambahkan oleh inisiator, harus diberi tanda.
Fitur itu penting agar sistem offline tetap bisa jalan bekerja sama dengan sistem online.
Kalau dari saya, akan selalu kampungan.
Tapi pemikiran saya begini, inti yang ingin disampaikan dari platform itu adalah optimisme, bukan musuh bersama, bukan berfokus pada keburukan.
Baik gerakan sosial, maupun entrepreneurship, memerlukan semacam enterprising spirit. Jiwa usaha. Mengupayakan untuk berbuat sesuatu.
usahakan.com?
ayousahakanbersama.com?
Di telinga media luar akan terdengar eksotik, seperti ubuntu dkk itu.
But then again, di telinga lokal, akan amat terdengar kampungan, so im back to square one.
Jadi gue yang menang tender nih
Jadi begini sodara2:
5% pd tgl 1 Agustus. Itu akan kupake buat beli web hosting. Web hosting itu menjadi milik saya dan akan saya pakai untuk nge-host pre-release sistem untuk di-test. Kalaupun aku lari, anggap aja itu upah buat bikin speknya
50% sekitar akhir September, yaitu ketika aku sudah set-up tempat di Jogja dan bisa establish Bug Tracker online. Saat ini nggak mungkin bagiku untuk sewa reliable internet connection buat ngusahain itu. Nanggung Pak, dah mau kukut.
15% ketika sistem sudah selesai dan lolos tes. Jika semuanya lancar, itu sekitar tgl 14 November.
10% ketika sistem udah di deploy di Langsat atau tempat lain.
20% ketika garansi sudah habis. yaitu 6 bulan setelah deploy.
Sisanya, kalau ada, tetep gue terima
Oya, bantuan yang sifatnya langsung (koding, testing, design) aku perhitungkan berdasarkan tabel estimasi di dokumen spek.
Cukup adil?
noted
Utk langkah awal, yaitu pembiayaan dan pengerjaan situs, saya yakin proyek ini akan terwujud. Langkah awal ini masih belum terlalu sulit krn cenderung teknis. Yg saya khawatir adalah setelah itu. Setelah dana terkumpul, yg membangun situs bekerja, kemudian situsnya jadi. Lalu apa selanjutnya? Menyerahkan situs pada pengelola yg mana? Bagaimana mekanisme pengawasannya? Bagaimana sosialisasi dan marketingnya? Dst. Dsb. Bukannya apa, tapi kalo gak ada perencanaan yg matang (masuk akal) utk operasional, saya khawatir proyek ini gak berkembang sesuai yg kita inginkan. Apalagi ini ada arahan ke gerakan politik yg sarat kepentingan dan intrik.
Satu penasaran yg belum terjawab, bagaimana mekanisme pertanggungjawaban donatur dan inisiator proyek? Bolehlah kita berpikir positif dan optimis, tapi tak ada salahnya bersikap waspada. Bagaimana meyakinkan inisiator bahwa para donatur akan benar2 menyumbang? Bagaimana meyakinkan donatur bahwa para inisiator akan benar2 bekerja? Bagaimana meyakinkan donatur dan inisiator bahwa pengelola sistem ini benar2 akan menyalurkan dana? Dst. Dsb. Ada penjelasan?
[_Jadi gue yang menang tender nih _]
Lhah, developer lain ga ada bunyinya itu? ga ada yang nantang/compete? ga seru emang mereka
Anyway all, ada mahasiswa yang mau turut urunan ini... Jadi ndak enak saya....
Terima atau tidak nih?
noted. Kumasukkan di spek v.1.1. Cek di halaman terakhir
https://docs.goog…jk4&hl=en_US
Diskusi soal spesifikasi saya ga punya banyak komentar saat dan kayanya sudah banyak kepala yg ikut mikir. Saya juga kemarin ketemu rambut putih...
Kalau boleh usul, tim besarnya juga perlu dibentuk, supaya organisasinya lebih siap, punya akuntabilitas dan governance - punya roadmap yg jelas dan bukan sekadar proyek eksperimen untuk bikin mobile payment process saja - crowd funding harus bisa lebih dari itu.
Soal funding: iya, kayanya kalau 50% lagi saya bisa carikan, supaya proyeknya punya momentum dan sekaligus crowdfunding timnya.
Bikin artikel baru gih buka tender, trus spread di twitter.
Tapi organisasi administrasinya tidak bisa anonim dan itu kayanya harus dipikirkan kalau organisasinya didirikan sama para blogger anonim.
ya ga?
[_Bukannya apa, tapi kalo gak ada perencanaan yg matang (masuk akal) utk operasional, saya khawatir proyek ini gak berkembang sesuai yg kita inginkan_]
bee... make up your mind lah...
Tadi loe bilang "jangan banyak cincong, ntar keburu ilang momentum", sampai Chairman Mao bilang "lets do it" dan "programmer nyemplung baru di jajain".
Sekarang "kalo ga ada perencanaan yg matang".
Okelah, lets talk lagi.
1. Hibahkan platform kemana, supaya keraguan akan intrik itu bisa hilang? solusi dong?
2. Relasi donatur-inisiator, pada awalnya akan seperti relasi donatur-yayasan charity.
Seleksinya akan alami banget: inisiator abal2 dan anonim tidak akan disumbang. inisiator yang jelas, dan datang ke kantor pengelola, tentu akan lebih meyakinkan.
Jadi seleksi alami pada saat awal, LSM yg jelas seperti ICW, atau mungkin WWF, jelas akan lebih "laku" daripada Striding Cloud.
Bagaimana meyakinkan inisiator bahwa donatur akan benar2 menyumbang?
Inisiator tak perlu mantengin "janji", hanya dana tertransfer yang penting bagi dia.
Worst case scenario, sistemnya ndak kepake bagi orang kebanyakan yang mau mulai entrepreneurship, tapi kepake bagi LSM LSM yang memerlukan platform pelaporan terbuka.
Saya terus terang ndak mau ikut campur soal organisasi dan administrasinya. Jadi seharusnya anonimitas saya tidak terlalu mengganggu.
Intinya sederhana: saya ada ide, ada yang bisa bikin, saya take risk 50%, setelah itu saya lepas.
Sangat simple khan ya?
[_Bikin artikel baru gih buka tender, trus spread di twitter._]
Tulisin dong wa? bantuin sebarin dong wa?
Gimana nDhedhet? ada usulan dari calon donatur ini. Gpp ya dibuka lagi tendernya?
Saya persilahkan Anda berdua bernegosiasi, sip?
Striding Cloud: [Tadi loe bilang "jangan banyak cincong, ntar keburu ilang momentum", sampai Chairman Mao bilang "lets do it" dan "programmer nyemplung baru di jajain".] Hahahaha... kebanyakan rencana itu sama buruknya dgn tanpa rencana.
[1. Hibahkan platform kemana, supaya keraguan akan intrik itu bisa hilang? solusi dong?]
Wah, kalo masalah ini saya kurang tau juga. Lingkungan saya kebanyakan org2 teknis dan bisnis. Sedikit (atau malah gak ada) yg bergerak di LSM atau non-profit. Jgn tanya yg terkait politik. Maaf kang.
[2. Relasi donatur-inisiator, pada awalnya akan seperti relasi donatur-yayasan charity.]
I see.
[Seleksinya akan alami banget: inisiator abal2 dan anonim tidak akan disumbang. inisiator yang jelas, dan datang ke kantor pengelola, tentu akan lebih meyakinkan.]
Kalo saran saya, inisiator harus mengajukan proposal bisnis resmi ke pengelola, baik online atau offline. CV-nya, apa ide yg ditawarkan, prospeknya gimana, gimana langkah2 mewujudkannya, berapa dana yg dibutuhkan beserta perhitungannya, analisa kompetitor, pemasaran, dst, dsb. Dengan mekanisme yg serius seperti ini, setidaknya akan cukup memfilter org2 yg main2 atau setengah2. Jadi, mau gak mau mereka harus sedikit modal ngetiklah, plus otak tentu saja. Wong namanya org usaha kok.
Yg di luaran gimana sih? Pengen tau juga.
[Inisiator tak perlu mantengin "janji", hanya dana tertransfer yang penting bagi dia.]
Ya nggak gitu juga lah kang. Inisiator kan melihat prospek dari janji para donatur. Kalo trend donasi proyeknya bagus, mungkin dia lebih semangat dan ancang2 utk mulai bekerja. Kalo kemudian janji itu ternyata gombal, kan kasian juga.
[Worst case scenario, sistemnya ndak kepake bagi orang kebanyakan yang mau mulai entrepreneurship, tapi kepake bagi LSM LSM yang memerlukan platform pelaporan terbuka.]
Ini bagus juga.
[_Kalo saran saya, inisiator harus mengajukan proposal bisnis resmi ke pengelola, baik online atau offline._]
Pengelola, sebenarnya tidak seharusnya ikut memutuskan, keputusan itu dilepaskan ke publik.
Kasarnya begini, pengelola dapat hibah ide dan platform, sebagai "pay it forward"-nya kita minta mereka teruskan. pembiayaannya dari pledging juga.
Fungsi pengelola yang bisa turut membantu sebenernya adalah fungsi verifikasi orang. Entrepreneur yang serius, akan memverifikasikan dirinya sendiri kepada pengelola, selain melengkapi profil dan dokumen2nya exhaustively.
Alternatif lain.
Tak perlu verifikasi. si wawa mau bantu teman kuliah misalnya, setup aja projectnya dulu, lalu biar teman2 dia sendiri yang nyumbang. Orang2 bahkan tidak perlu tau bahwa project itu ada. Hanya mereka pakai untuk kebutuhan internal mereka sendiri, dengan sistem pelaporan yang jelas.
Orang yang dibantu juga bisa jelas melihat ada berapa orang yang bantu (entah anonim atau tidak), ia bisa confirm bahwa memang benar uangnya telah sampai kepadanya sejumlah yang ada di laporan.
Tapi kalo melibatkan dana besar, apalagi yg bisnis dan politis, kayaknya harus tetap ada verifikator deh. Gimana?
Iya.
Verifikasi tetap penting, tapi terbuka juga untuk yang project sederhana yang tidak ingin pake verifikasi2an.
Seharusnya khan sederhana: entrepreneur datang ke pengelola, hendak memverifikasikan diri dan projectnya. Pengelola tinggal mengubah status inisiator jadi verified.
Lalu tinggal publik yang menilai.
Kalau soal penipuan. Pengelola tinggal menampilkan disclaimer: "Pengelola hanya menyediakan sistem, tanggungjawab keuangan berada di masing2 pengguna, baik donatur maupun inisiator. Masing-masing sudah dewasa, Jangan menyumbang jika tak yakin."
Kira2 kasarnya padanannya begini: wordpress menyediakan jasa blogging, ia tidak bertanggungjawab atas isi blog.
Mau "blog" besar milik politisi, atau "blog" kecil untuk mengelola urunan anonim untuk bikinin kakus tetangga sebelah, itu bukan tanggung jawab penyedia layanan.
Nah, kalau urusannya sudah politik besar, tentu regulasi2 yang ada harus diikuti. Batasan sumbangan, tak boleh anonim, dll dll, somehow harus diikuti.
Tapi teteup, saya ingin bisa ada platform menyumbang buat kakus pak amat ujung jalan, atau ikut nyumbang buat gerakan "keep politikana alive", etc, etc, yang katakanlah relatif tak serius bagi kebanyakan orang, tapi dekat di hati saya. *cieh*
Beneran kalo kelamaan diskusi ga jadi. Saat aplikasinya nanti jadi, kita sudah akan punya gambaran yg lebih baik tapi pengembangannya ya kan bisa mulai.
ketauan gw bengong.
Ada yang lupa belum kutulis. Semestinya donasi yang dimasukkan inisiator, disamping ada tandanya, donasi tersebut tidak di jumlahkan ke target dana yang menjadi syarat proyek yang diinisiasinya berhasil. Kalau total donasi dari online donatur nggak mencapai target, maka inisiator nggak mendapatkan apapun. Intinya, inisiator nggak boleh mendonasi proyeknya sendiri untuk mempengaruhi angka donasi resmi.
[Gpp ya dibuka lagi tendernya?]
Silahkeun. Asik juga kalau ada kompetisi. I'll start it anyway. As a said, I need portfolio.
Ok deh. Sudah cukup jelas saya rasa. Trims kang.
[_bahwa fundraisingnya untuk social cause ga papa, tapi organisasinya menurut saya harusnya bukan yayasan._]
Solusinya?
[_Mungkin pengelola bisa mengutip sedikit utk proyek2 besar, say 1%? Atau bermain di iklan? Intinya pengelola dapet dana dari sistem ini setidaknya utk mendanai operasional layanan._]
Saya ragu soal ini. heheheh.
Mungkin bisa, untuk verified initiator. Untuk non-verified? untuk sekedar pemakai fungsionalitas app?
I mean, seriously, ini tidak cuma bisa dipakai untuk memanage fundraising besar, atau bikin startup, bisa juga untuk memanage sumbangan ke tempat ibadah.
Alternatifnya, well, sistemnya ada, sekalian aja pengelola jadi inisiator untuk project "keep this website alive", ala wikipedia? Menjajakan sistem, ya harus percaya sama sistemnya dong khan ya?
Bee:
[_Mungkin pengelola bisa mengutip sedikit utk proyek2 besar, say 1%? Atau bermain di iklan? Intinya pengelola dapet dana dari sistem ini setidaknya utk mendanai operasional layanan._]
....dst
Peranan dan intervensi pengelola juga kalau bisa dibuat seminimal mungkin yang dibutuhkan untuk roda berputar. Ini untuk menghindari "kaum elitis" yang dikhawatirkan bro The Crow: yang merasa all powerful bisa mengaudit/menentukan nasib orang banyak. Wewenang dimoderasikan dan dipetak petakan agar tidak ada wewenang absolut.
Soal bikin dapur pengelola tetap ngepul saya juga sangat menentang ide Bee: untuk ambil fee, berapapun nominalnya, juga dengan pasang iklan. Kita toh platform untuk donasi, kenapa keberlangsungan kita tidak system donasi ala wikipedia? Kalau memang orang merasakan manfaatnya pasti bisa jalan, biar seleksi alam, sependapat dengan Striding Cloud
sulit, tapi pantas dicoba
Contohnya diskusi antara Striding Cloud dan Bee menurut saya sedikit jaka sembung kurang nyambung. Saya bisa mengerti muara pemikiran Bee yang terpaut kata "funding" dari judul "crowd funding" sehingga pikirannya terarah ke business proposal seperti layaknya ketika kita mengajukan funding dari bank. Tapi kan karena ini funding berbentuk donasi, hanya satu arah tanpa ada return investment untuk donatur, sudah tentu project yang business oriented tidak akan nyambung ke physics platform "ngapain gua modalin loe? Sapa eloe? Untungnya buat gua ape?" Maka jelas peranan platform ini dari mekanisme satu arah ini adalah untuk catalyst bagi project sosial dimana si penggalang dan donatur tidak mendapat keuntungan pribadi secara finansial.
1.trust point
Seperti penjual di ebay, donatur yang telah mengambil resiko donasi dan merasakan resiko yang diambil membuahkan hasil positif bisa memberikan poin kepada inisiator, sebaliknya, apabila donatur merasa uang yang disumbangkan tidak sepandan dengan hasil bisa kasih negative point. Over time seleksi alam akan menentukan.
2. Testimonial
Di halaman inisiator, atau halaman project, user bisa meninggalkan testimonial, baik atau buruk, testimonial tersebut bisa di thumb up atau down, testimonial dengan thumb up dan down terbanyak akan sticky di front page.
3. Verification.
Kalau mau lebih termoderasikan, project yang memang kita sudah buktikan legitimasinya oleh pengelola bisa diberi tanda khusus "verified" di halaman project.
Lah iya, paklik... emang diskusi kita di atas itu ngapain?
[diskusi antara Striding Cloud dan Bee menurut saya sedikit jaka sembung kurang nyambung]
Lah, namanya juga menyelaraskan banyak pikiran, ya wajar dong kalo awalnya berbeda. Kalo dari awal udah sama, ngapain ada diskusi dan penyelarasan. Justru dari diskusi tsb kita semua, gak cuma yg diskusi aja, bisa memahami apa ide dasar dari kang Striding Cloud scr lebih komprehensif. Jangan men-discourage diskusi gitu lah.
Yg saya tangkap di awal dari ide kang Striding Cloud bahwa sistem ini lebih utk membantu usaha (enterpreunership) dan politik (pendanaan publik). Kemudian dgn belum jelasnya mekanisme pertanggungjawaban, saya mencoba menawarkan solusi filtering oleh pengelola. Krn ada kegiatan yg harus dilakukan pengelola, wajar jika saya berpikiran perlu adanya insentif buat pengelola, apalagi ada donasi bisnis di dalamnya. Kalo ternyata yg saya tangkap berbeda dgn ide kang Striding Cloud, ya maaf. Saya gak bisa baca pikiran org, setidaknya gak bisa dari tulisannya yg cukup singkat.
Setelah ada penjelasan yg lebih rinci melalui diskusi, baru saya paham apa maunya kang Striding Cloud. Ya saya ingatkan resiko dan konsekuensinya aja. Termasuk nanti disampaikan juga pada pengelola bahwa pengelola harus mengoperasionalkan sistem ini tanpa adanya insentif apa pun. Jika kemudian kelak sistem ini gak ada yg mau menjalankan, ya resiko itu harus kita terima juga.
Saya sih membayangkan sbg pengelola, tentunya juga ingin gak terlalu dirugikan. Sistem yg niatnya membantu org lain tapi justru merugikan pengelolanya menurut saya agak kontradiksi. Kalo rugi dikit sih, okelah... hitung2 amal. Kalo rugi besar, kan ya kasian juga. Pun bisa mengancam keberlangsungan layanan ini. Ya semoga aja nanti pengelolanya adalah organisasi amal yg kekuatan finansialnya cukup besar utk bisa menjalankan sistem ini scr konsisten dlm jangka waktu cukup panjang. Mungkin nanti perlu dibuatkan dokumen biaya operasional yg dibutuhkan utk menjalankan sistem ini sehingga pengelola sejak awal sudah tau berapa anggaran yg mereka butuhkan scr berkala.
Usulan anda utk fasilitas seleksi alam bisa saya terima. Semalem udah kepikiran yg serupa cuma keburu gak kuat ngantuk.
Nah, kalo udah terkait keputusan gini, sapa nih yg berhak ketok palu? Kita belum ada penunjukan mandor. Gimana kalo kang Striding Cloud aja? Beliau kan yg punya ide ini, sekalian mengawal aja. Setuju?
Striding Cloud:
Penarikan fee dari inisiator TIDAK perlu diberlakukan utk semua kang. Cukup pada inisiator bisnis dgn nominal yg besar. Utk selain itu, yg sosial atau bisnis kecil, ya janganlah. Misal utk dana di atas 10 juta, kena fee 100 ribu. Saya pikir wajar sih.
Proposal bisnis pun juga sama, cukup diberlakukan pada inisiator bisnis yg besar. Sekaligus ini membantu dlm proses seleksi alam juga. Masa' mau bisnis puluhan juta gak mampu bikin proposal? Gitu apa ya layak dibantu pendanaannya? Saya aja dulu mau bisnis 300 ribu aja disuruh bikin proposal sama bapak saya.
Ya, ini semua ide dan usulan saya. Mau diterima syukur, nggak ya nggak papa. Concern saya sih utk spek teknis development-nya. Biar nanti pas devel mulai jalan, developernya gak kebingungan dgn perubahan2 di tengah jalan. Harus ada PM yg bisa memutuskan mana usulan2 yg diterima dan masuk ke development, mana usulan2 yg ditampung utk dilakukan di masa depan, mana usulan2 yg ditolak, dlsb.
Btw, kok masih belum ada yg join group teknis nih? Baru berdua aja saya sama kang nDhedhet.
[ Jangan men-discourage diskusi gitu lah.]
sorry ga ada maksud kesitu.
[Nah, kalo udah terkait keputusan gini, sapa nih yg berhak ketok palu? Kita belum ada penunjukan mandor.]
setuju, ini harus diputuskan segera
[Sistem yg niatnya membantu org lain tapi justru merugikan pengelolanya menurut saya agak kontradiksi.]
menurut saya sudah ada contoh platform non profit yang sustainable long term dengan system donasi untuk pengelola seperti wikipedia.. saya sangat optimis kalau memang platform kita bisa memberi kontribusi pada lingkungan sekitar, uang solar untuk roda ini tetap berputar bukanlah nominal signifikan bagi pengguna. pledging saya bisa bersifat berkala kalau dibutuhkan.
[_Saya pikir wajar sih._]
Tidak bee, menurut saya tidak wajar. Malah tamak kesannya.
Begini. Jika dikelola oleh institusi well-respected, yang sebelumnya memang sudah mengandalkan crowdfunding untuk eksis, maka pengelolaan platform sudah mampu mensupport dirinya sendiri dari sisi economies of scale.
OK. Katakanlah jika tidak. Katakanlah mereka perlu memperhitungkan biaya operasional.
Maka ituPUN bisa didapat dari selisih waktu dari awal disumbang hingga dana ditransfer.
Begini kira2 ceritanya.
Tau mengapa pembayaran perusahaan besar seringkali telat? Itu bukan karena birokrasi dan akunting mereka tidak becus, itu by design, simply karena bunga dari dana nganggur 1 bulan, adalah cukup signifikan.
Maka dari itu, organisasinya harus cukup besar dan cukup well respected, agar bisa mencapai economies of scale, dimana biaya pengelolaan bisa dari bunga dana diam saja.
Letsay, dana terhimpun adalah 10 milyar, dengan asumsi bunga (atau bagi hasil kalau syariah) setengah persen sebulan saja, sudah 50juta. Masak ndak cukup untuk hosting dan bayar support system?
Tentu saja, economies of scale itu sulit didapat, jika organisasinya tidak well respected, atau turun derajat jadi pengelola bermental bisnis, dengan mengutip.
So, no i dont think pengelola boleh mengutip. Sejelek2nya pengelola bisa memohon donasi dari pengguna, untuk operasi per tahun.
Kabar2in ajalah klo jadi atau butuh bantuan. Kalau butuh...
btw untuk semuanya, saya setuju juga dengan "gagas", cukup catchy & humble buat sebuah nama & sepertinya www.gagas.org belum ada yg pakai,bagaimana mnurut yg lain?? akan saya coba kerjakan dulu ini, jika saya beruntung, besok setelah makan siang saya kabari lg
Saya optimis bahwa proyek ini bisa jalan kalau secara teknis platform yang dimaksud sudah dibuat sistemnya.
Mengenai sumbangan, insyaAllah saya akan berpartisipasi secara spontan kirim ke rekening pengelola kalau sudah diumumkan di Politikana nanti.
Sekadar usul, ... bagaimana kalau sejak sekarang sudah disiapkan satu kegiatan permulaan begitu sistem sudah terbentuk dan dipublikasi. Maksudnya untuk jadi 'pemantik' atau 'klik' bahwa sistem sudah bekerja --tanpa lama menganggur-- dan kita lihat apa yang terjadi setelah itu.
*ditunggu info selanjutnya... tks.
gimana kalau dituliskan segala alternatifnya di sebuah artikel, please?
mbah joebir:
[_bagaimana kalau sejak sekarang sudah disiapkan satu kegiatan permulaan begitu sistem sudah terbentuk dan dipublikasi_]
Pilot project maksudnya?
Ada.
Seorang rekan lama di politikana, @uradn, berniat untuk membuat koin untuk beli satelit.
Alternatifnya, organisasi yang mengelola yang membuat sebuah pilot project yang buzzworthy.
Wa... khan sudah ditulis, saya membutuhkan artikel pengumuman lelangnya serta kampanye twitternya?
Mana?
Tuliskan aja kita perlu partisipan, kasi link dokumen spek partisipan pertama yg menyanggupi ( nDhedhet) . Lalu sebarkan ke twitter. Sesuai dengan ide loe.
Loe yang kemudian mengelola pemilihan developernya, mungkin dari hasil2 diskusi dibawah artikel tersebut.
Artikel loe itu akan amat penting, jadi kami mengharapkan upayamu... tolonglah...
Great! Thx man. Jangan lupa, buka kompetisi/kesempatan agar desainer grafis lain mau berpartisipasi juga. Nanti pemilihannya kita lihat hasil demokratisnya.
Grafis dapat berjalan paralel, jadi tidak perlu khawatir macet gara2 desainnya deadlock karena didiskusikan.
Yaa begitulah... bisa dibilang pilot project. Tapi menurutku hanya kegatan sosial kecil-kecilan yg sekadar 'memancing' sistem agar berjalan dan sukses.
[ada ... membuat koin untuk beli satelit]
Bagaimana ceritanya ini? Satelit untuk apa? Apa tidak terlalu 'bombastis' kesannya bagi sebuah sistem yang sebanarnya baru dalam tahap try-out (?)
monggo dikasi alternatif lain.
Lagian gw jadi mikir lagi gara komennya Bee yang ini:
"Saya kok kurang sreg buka tender buat org luar Polka. Mungkin diawali dari warga Polka dulu aja. Selain faktor keakraban, setidaknya udah ada "koneksi"-lah dgn sesama warga, setidaknya faktor track record dan trust sedikit banyak udah ada. "
piye menurutmu?
Saya baru kenal nDhedhet itu dari artikel crowdfunding pertama, dan sudah cukup impressed dengan upaya yang telah ia lakukan.
Bee malah saya belum tau samasekali track recordnya.
Dari sudut pandang saya, keduanya orang luar kok.
Sama aja.
Yang terpenting adalah, tenggatnya 1 agustus itu, karena kalau disuruh milih antara nunggu orang baru nyelesain spek, vs orang yang sudah siap planning, saya pilih transfer ke orang yang sudah siap planning.
Mungkin karena spiritnya crowdsourcing, jadi jangan total competition based juga, kalau bisa total compete, GREAT, kalau bisa participate mbantu yang sudah planned, itupun OK.
Bisa ya wa? dalam semangat gotong royong ini? kamu partisipasi dalam mengadakan tender?
oke. ntar malam gw bikin.
Perkiraan persentase, bapak-bapak? Supaya payment plannya bisa saya susun?
Besar kecil tak apa, yang penting gotongroyongnya terasa bener. Lebih banyak orang yang ngejar2 programmernya, lebih baik.
maksudnya mungkin supaya bisa tau sudah kegalang berapa dana, dan masih dibutuhkan berapa lagi.
I know seikhlasnya bapak, tapi saya perlu perkiraan, karena biarpun pendanaan dan brainstormingnya gotongroyong, pemrogramannya tetap harus dimanage secara profesional.
Artinya pembayarannya juga mesti kita upayakan profesional, dari sisi pertanggungjawaban dll, lebih enak.
Ini untuk mencegah kerancuan2 di kemudian hari.
Tapi okelah, masih tentatif ya bapak?
-
saya rasa persentase untuk sumbangan bisa dikompromikan dengan kemungkinan bahwa pendonor punya pengeluaran amal di tempat lain. kecuali mungkin untuk yang 10 juta itu
iya maksudnya untuk yg 10jt itu, pledge gotong royongnya perlu kejelasan, karena itu yang paling mendesak saat ini.
Kita perlu proof of concept crowdfunding site, yg kemudian improvable.
Kita juga proof of concept bahwa project crowdfunding, bisa dibuat dengan crowdfunding pula.
Om, kali ini saya nyumbang tenaga dulu aja ya. Ikutan ngawasi development-nya gitu. Kalo boleh, tentunya. Utk sumbang dana, sikap saya seperti om The Crow, ntar aja kalo udah jalan dan ada proyek yg menarik utk didukung. Gpp kan?
Btw, tentang nama... kok saya makin tertarik sama 'gagas' ya? Kesannya kek gmn gitu. Ya unik, catchy, berasa lokal tapi gak boring. Atau ada ide lain?
Secara de facto skrg iya sy memerankan PM, tapi itu karena saya lagi sakit dan disuruh istirahat sebulan oleh dokter, sehingga usaha real saya lagi ndak bisa diurus.
Tapi agar benar2 fair dan tidak menyia2kan dana rekan2, adalah baik jika penggagas, funding, tender master, pm dan programmernya benar2 di-split.
Saya hendak memohon kesediaan The Crow untuk memanage project ini? boleh bapak?
Hehehe... nampaknya saya mending sepakat utk gak sepakat aja deh. Dlm kacamata saya, wajar mediator mengutip dana dalam sebuah transaksi, baik bisnis atau bukan. Tamak atau tidak tergantung berapa besaran kutipannya. Apalagi mediator yg perannya cukup besar dan menyediakan sistem segala.
[Maka dari itu, organisasinya harus cukup besar dan cukup well respected, agar bisa mencapai economies of scale, dimana biaya pengelolaan bisa dari bunga dana diam saja.]
Saya sudah berharap hal yg sama di atas. Mudah2-an terwujud.
Prinsip saya sih... hope for the best, plan for the worst.
apa yang perlu dijelaskan sodaraku?
Saya yakin dia tengah serius membangun kamp konsentrasi bagi gerakan revolusioner kami...
*siyul-siyul gosok Maverick*
-
bukan, karena sering hadirnya Bee
*kalem
[_Dlm kacamata saya, wajar mediator mengutip dana dalam sebuah transaksi, baik bisnis atau bukan. Tamak atau tidak tergantung berapa besaran kutipannya. _]
Gini argumentasi saya, kalau masih kurang jelas.
Tanpa mengutip pun, pengelola akan mendapatkan 6-10% pertahun dari seluruh dana dan saldo yang belum dicairkan inisiator project.
Lets say, at any given time ada 10 milyar dana, dan ada 5 milyar project dana besar perbulan.
Maka tidak hanya pendapatan bunga pengelola sebesar 600jt-1 milyar pertahunnya, ia juga masih mengutip 600 juta dari project berdana besar. tamak
Maka saya katakan, gratispun, masih akan amat menguntungkan pengelola. So, benar2 harus pengelola yang berintegritas, well-respected, dan well known yang dipilih.
Striding Cloud: Paham kok om. Saya bilang di atas, prinsip saya adalah hope for the best, plan for the worst. Sementara sampeyan, menurut saya, hope for the best, plan for the best.
Lhah makanya saya tunjukkan hitungannya: mengutip, tidak lebih besar dari bunga.
jadi idiom "plan for the worst" tidak berlaku disini.
Apa begini saja, Anda monggo bikin project crowdfunding versi anda sendiri, tetapkan kutipan.
Saya pikir lebih baik begitu.
Karena baik di sini maupun di forum teknis, saya lihat kontribusi anda tidak konstruktif, selain mengecilkan upaya yang sudah dirintis.
Jangan sampai belakangan Anda malah dikira sebagai penumpang gelap yang profit oriented.
Gimana?
disagree
Great if you think he is helpful. I was worried, you might be discouraged.
[Apa begini saja, Anda monggo bikin project crowdfunding versi anda sendiri, tetapkan kutipan.]
Saya kan cuma usul. Sekedar memberi sudut pandang lain thd ide anda yg brilian ini. Diterima syukur, nggak ya gak masalah. Saya nggak ambil pusing kok. Wong namanya juga gotong royong (komunitas).
[jadi idiom "plan for the worst" tidak berlaku disini.]
Ya silakan kalo itu menurut anda baik dan anda tak mau menerima prinsip lain.
[Karena baik di sini maupun di forum teknis, saya lihat kontribusi anda tidak konstruktif, selain mengecilkan upaya yang sudah dirintis.]
Maaf kalo saran/kritik/usul saya dianggap tidak konstruktif. Terlepas anda mau percaya atau tidak, saya mendukung banget thd ide anda ini. Itu sebabnya saya mau ber-panjang2 nulis komen di sini, memberi ide yg sekiranya (dlm pandangan saya) bisa bermanfaat. Ya memang saya kadang suka bermain devil advocate.
[Jangan sampai belakangan Anda malah dikira sebagai penumpang gelap yang profit oriented.]
Ya silakan aja Anda, atau siapa pun, menuduh saya apa pun. Itu hak anda, sepanjang itu cuma tuduhan. Saya gak ambil pusing dgn apa tuduhan atau apa kata org thd saya selama itu cuma tuduhan tanpa dasar. Ntar toh akan ketahuan mana yg benar.
Sementara saya off dulu aja deh. Wish you all the best and good luck.
Point saya tetap sama dari sejak awal: non profit. Sikap saya yang keras dalam hal ini, untuk menjaga JANGAN SAMPAI ada tuduhan tak bersih nantinya.
Itu juga namanya "plan for the worst".
Keputusan Anda adalah bijaksana. Terimakasih.
I am quite disappointed.
Who else then?
We need somebody in jogja, who can directly contact nDhedhet.
Anybody else you trust? can @herrylink be contacted to manage this?
Him, or Harlan Eryandi. Remember, Harlan Eryandi is in the line of work which deals with telecommunication.
I agree with Apprayo or Harlan Eryandi.
They both can work as either PM and QA. Contact them please?
Nazil: Contact Apprayo, please.
Thx man.
Striding Cloud:
[The Crow:
I agree with Apprayo or Harlan Eryandi.
They both can work as either PM and QA. Contact them please? ]
Kalau proses development nDhedhet di taruh online mungkin saya bisa mbantu untuk QA/QCnya .
Trus kalau cost development 10jt-an , aku bisa bantu 10% juga kalau masih kurang
Btw, untuk infrastruktur dari webnya sendiri gimana?
Server ?
Colocation?
Bandwith?
Sorry kalau sudah di bahas di tempat lain.
Monggo dibicarakan dengan nDhedhet.
nDhedhet:
Forlorn Hermit sudah menyediakan diri untuk review code. Mohon berkoordinasi.
@all: saya sedang mencoba meringkas diskusi di sini, sabar ya.
Mari kita diskusikan disini aja pak:
http://groups.goo…0c962aadff7f
Ndak ah.
Ini sangat neolib kok...
Kurang praktisnya kenapa ya? bisa kasih saran?
insya Allah segera setelah di Indo, akhir januari, bisa ikut bantu 10%.
#internet.banking.bni.ga.bisa, gara2 tokennya ga kebawa.
Silahkan login untuk memberikan pendapat