Yang Bermasalah yang Diidolakan 32
Jumat, 5 Agu '11 09:32, dibaca 1025 kali
Masih bulan puasa, masih tahun 2011, dan masyarakat masih sibuk memusingkan harga sembako yang terus beranjak naik mendekati hari lebaran nanti. Meski masih jauh dari 2014 dan belum ada masyarakat yang terpikir tentang pemilu, namun partai politik sudah gerah untuk pamer nama calon presiden yang akan mereka usung.
Dan saat melihat deretan nama yang kemungkinan akan muncul di 2014 nanti, o ow...ternyata tidak ada orang baru. Semua pemain lama di dunia politik atau pemerintahan, meski baru pertama kali diusung sebagai capres.
Yang lebih Indonesia banget, enam dari delapan nama yang beredar itu memiliki masa lalu yang bermasalah dengan hukum. Seperti Aburizal Bakrie, Prabowo Subiakto, Yusril Izha Mahendra, dan Hutomo Mandala Putra. Rasanya Indonesia memiliki ratusan jutaan penduduk, puluhan juta orang pintar, dan jutaan anak muda yang memiliki potensi bagus. Tapi kenapa yang diusung orang-orang tua dengan masa lalu kelam.
Yah, tapi itulah masyarakat Indonesia, melupakan masa lalu dan tetap mengelukan orang yang bersalah, selama dia punya nama dan terkenal. Kalau begini terus, apa jadinya negara ini?
Tag: capres
Terkait:
-
Joyo Winoto
Jumat, 3 Feb '12 11:21 -
Komik ndableg: Capres Alternatif
Senin, 16 Jan '12 18:11 -
Janji SBY: 2014 Tidak ada Klan Cikeas
Kamis, 9 Jun '11 13:32
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
I wrote SYN not Tragedies: Lucu
-
yusro: Menarik
-
johnb: Menarik
-
Whispering Wind: Menarik
-
TTTH: Penting
-
Lailatul 'Ursy: Penting
-
boiga: Penting
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Shouen: Menarik
-
kakilangit: Menarik
-
Modred: Menarik
-
Tender Watch: Menarik
Komentar:
konon cinta dan benci beda tipis... dua-duanya sama-sama memberi perhatian lebih....
kenapa duit mereka banyak?
kenapa?
kenappppaaa???
kenaaapppaa a????!!!!!
sekali lagi ah... KENAPAA!!!!
Oom ini mau mengarahkan ke siapa sih? Puan Maharani? Yenny Wahid?
We've been expecting too much, dan justru malah jadi pesimis. Pilih saja yang terbaik di antara yang buruk - karena situasinya akan selalu begitu.
Mau yang muda-muda? Yang teriak anti neolib berapi-api tapi nggak bisa baca APBN? Bersih cuma karena memang belum pernah mendapat giliran berkuasa? Ya silakan...
annies
iBas?
*jadi yg diatas itu calon Native?*
*jedugin aspal*
*tebarduitcebanan
*tebarcebananlagi
Lotte Mart jadi BUMN?
Kayaknya saya alamat ngerusak kertas suara nanti 2014 kalau misalnya nggak ada calon lain.
khusus untuk Bu Ani , gue agak bingung..nih koran Kompas dpt sumber dari mana ya? bahwa Bu Ani mau mencalonkan diri ( paling buat jual rating )
dan Bu Sri , kayaknya beliau masih trauma tuh sama politikus di legislatif.
johnb: gue sih juga melihat anis baswedan sebagai calon yang OK, cuma sayang beliau gak main politik. boiga: mbah , kl Mas Tommy jadi presiden, kita bener2 jadi negara mafia beneran. masa bekas pembunuh bisa jadi presiden ya
Prabowo?
Sante dikit bro, bahkan setelah melego hutan ke asing pun, hutangnya ndak terbayar. 14 triliun itu katanya, digeruduk 200 kreditor.
PEW beda kelas lah ama iparnya (si SBY)..
PEW bentar lagi Panglima TNI, pensiun, maju capres lewat PD, terus minang PDIP, terus jadi..
Ical? Sel..
Prabowo? Sel..
Yusril? Sel..
Pramono Anung? Menko Kesra..
Anas? MenSos..
Sri Mulyani? Menneg pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak..
basu: PEW susah jadi pang TNI, krn pang TNI sekarangkan dari angkatan darat, jadi harus tunggu AL dan AU , udah keburu tua pak PEW.
jadi sistemnya sejak 99 AL (widodo), AD (endriartono), AU (suyanto), AD (susanto), AL (suhartono)... AD selanjutnya ya udah bisa ditebak (PEW), ampe 2013 aja koq... abis itu siap2 jadi presiden..
Jadi peluang PEW jadi Panglima TNI kecil. Kecuali...
jadi siapa lagi yaa?
Mohon dijelaskan, apa wewenang seorang hakim MK seperti Mahfud MD sehingga bisa mengubah sistem yudikatif?
ilham_durtigs: kalo prabowo mungkin bisa liat tulisan wartawan andreas harsono yang agak lama.
Frost: yup, kan panglima tni ga mesti sampe dia pensiun baru ganti.. selain diberhentikan, ada juga option mengundurkan diri secara sukarela..
Silahkan login untuk memberikan pendapat