Jeritan para wanita yang belum bersuami 22
Minggu, 23 Okt '11 14:31, dibaca 880 kali
Hal : Jeritan para wanita yang belum bersuami
Bismillah....
Wahai Bapak2 yang tidak sadar!!
Anda diciptakan Allah sebagai Imam yang mampu memimpin 4 orang ISTRI.
Kenapa Anda tidur dipelukan 1 istri saja??
Anda bukan bangunan rumah yang disertifikasi oleh seorang wanita saja.
Anda mampu!!
Allah Maha Kaya
Allah membantu Anda!
Apakah Anda tidak sadar bahwa perbandingan kami dan Anda sudah 1:7 ..????
Kami mau dikemanakan??
Mana Sunnah Nabimu!!!
Mana Rasa Ibamu!!!
Mana Ilmumu!!!
Mana Imanmu!!!
TAKUT ISTRI itu syirik.....
TAKUT MISKIN itu juga syirik....
Kami perlu Imam...
Allah yang memberi makan kami, bukan Anda!!
Semoga Anda Sadar Sebelum Anda berbuat syirik..
BERPOLIGAMILAH.....!!
(Dari: Komunitas Gadis dan Janda Jamaah Indonesia via SMS)
Tag: poligami, komunitas gadis janda Jamaah Indonesia
Terkait:
-
Lupakan NII!(Edisi Lajang)
Sabtu, 30 Apr '11 10:04 -
Konflik Elit PKS: Poligami & Buku Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri
Sabtu, 19 Mar '11 05:16 -
Merpati Merpati Putih Itu
Sabtu, 26 Feb '11 13:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
GusBushTom: Lucu
-
Coulrophobia:
-
Ibnu Muslim: Inspiratif
-
pradaksina: Penting
-
Harlan Eryandi: Lucu
-
Whispering Wind: Lucu
-
I wrote SYN not Tragedies: Lucu
-
akusuka: Menarik
Komentar:
Nikah itu tujuannya sakinah (sakana, yaskunu/tinggal, berteduh—untuk taskunu; berdiam, menetap, langgeng, tentram). Agar bisa taskunu sendiri, sebelum menikah, harus menguasai ilmu nikah yang terangkum dalam tiga hurufnya (nikah, nun, kaf, ha — nakaha).
Nun (N), niat. Niatnya buat apa dulu nih? Sekedar mawaddah mah sudah banyak. Ibadah? Huruf yang kedua.
Kaf (K), kaifiyat. Untuk sakinahnya itu sendiri, huruf ketiga.
Ha (H), hikmat. Konon, kebanyakan karena kurangnya praktek di bagian hikmat ini, pernikahan banyak yang hambar di pertiga dasawarsa. Kalau dalam khazanah budaya Islam Sunda, hikmat ini disimplifikasi ke dalam kalimat, "Silih cumponan hak jeung kawajiban" (kesadaran saling memenuhi hak dan kewajiban).
Pertanyaannya, ada nggak, gadis dan janda jaman sekarang yang mengerti di titik hikmat?
Kebetulan, saya orangnya induktif, pernah suatu waktu saya mengajak seorang perempuan yang saya anggap alim, berkerudung, saya ajak solat berjamaah. Ditampik. Nanti saja, di rumah, katanya. Itu baru satu contoh kasus. Konteksnya bisa saya luaskan lagi, tapi intinya, saya berkesimpulan, perempuan kontemporer yang konon katanya mendambakan segera nikah atau dinikahi, ternyata sendirinya belum mau diimami. Bagaimana laki-laki——yang notabene mengutamakan logika——berkenan?
Jadi, bagus, menurut saya, baik laki-laki yang sudah beristri serta mapan dan tidak berpikiran poligami, maupun yang masih lajang, untuk fokus dan menenggelamkan diri pada kesibukan-kesibukan profan, semisal bisnis, dan semisalnya.
total 630 karakter, masih muat lah mas, kalau lewat SMS
cari masalah dengan para istri maksudnya
Kagak pernah baca hasil sensus nih.
ga pernah tau ya?
ini kan sensusnya di pondok putri
Cewek emang lebih banyak, tapi di usia di atas 50 tahun. Terutama yg di atas 80 tahun, cowok-cewek timpang banget tuh.
Jadi, yg mau poligami dengan alasan statistik penduduk, kawinilah permpuan di atas 50 tahun. Lebih afdhol lagi permpuan di atas 80 tahun.
gimana cara bacanya tuh
*otaktumpul*
wis wis wis ...
setuju...
*gw punya anak cewek dua, rata2 anak pertama sih cewek .... maklum bikin anak2nya masih coba2 ...
bukannya gw tidak mau punya bini 2 atau bahkan 4 ... siapa yang gak mau punya bini lagi yang dijamin lebih seger dan lebih kuenceng dari yang pertama ....
masalahnya ... duwite laka ...
lagipula poligami itu membutuhkan keberanian mental ... (rata2 yang poligami umurnya 40 thn atau lebih ... he3x sensus pribadi ...)
[kalau profil demografi ini beneran]
Profil demografi ini ngaco. Totalnya, cewek mungkin sedikit lebih banyak dari cowok, tapi lebih disebabkan karena angka harapan hidup rata-rata cewek lebih tinggi.
Yang artinya, cowok rata-rata lebih cepat mati. Dan artinya lagi, angka kelebihan cewek adalah cewek dengan umur yg sudah sepuh.
Sedangkan pada kelompk usia lain, dapat dikatakan jumlahnya seimbang.
[rata2 anak pertama sih cewek]
Masak sih? 4 temen sekantor saya yg belum lama punya anak pertama, 3 cowok dan 1 cewek.
[rata2 anak pertama sih cewek .... maklum bikin anak2nya masih coba2 ...]
Maksudnya, anak cowok lebih sempurna, begitu?
[masalahnya ... duwite laka ... ]
Coba kawini janda2 usia di atas 50 tahun (sesuai dengan profil demografi yg benar), mungkin gak butuh banyak uang.
[poligami itu membutuhkan keberanian mental]
Keberanian mental untuk menduakan isteri yang telah mulai menua dan tidak banyak dilirik laki2 lain, dan sudah punya anak yg membuat isteri gak akan (mudah) berpikiran minta cerai, isteri yang sudah kadung jadi ibu rumah tangga dan tergantung secara ekonomi kepada suami, sehingga susah untuk bercerai dan kemudian hidup mandiri?
[Coba kawini janda2 usia di atas 50 tahun (sesuai dengan profil demografi yg benar), mungkin gak butuh banyak uang.]
wah ini gak masuk di definisi kata "kawin" ...
[Keberanian mental untuk menduakan isteri yang telah mulai menua dan tidak banyak dilirik laki2 lain, dan sudah punya anak yg membuat isteri gak akan (mudah) berpikiran minta cerai, isteri yang sudah kadung jadi ibu rumah tangga dan tergantung secara ekonomi kepada suami, sehingga susah untuk bercerai dan kemudian hidup mandiri] saya tanya teman2 cewek di kantor bahkan teman saya itu cina dan katolik ... namanya juga obrolan warung reman2 ... intinya tuh teman cewek setuju dgn poligami asal calon suami dia kayak Raja Brunei ... keberanian mental nya terutama sama tetangga dan kawan2 kita yang gak (:baca belum) mampu buat poligami ... wkkkkkk
*ngiklan http://thinkna.com
akusuka:
[kenapa si Obama anaknya cewek semua]
Itu pandawa, 5 cowok semua.
[gak masuk di definisi kata "kawin" ...]
jadi, poligami harus sama yg kinyis2? Itu sih, yg bujangan juga mau..
[intinya tuh teman cewek setuju dgn poligami]
Coba tanya temen cewek yg sudah bersuami.
[asal calon suami dia kayak Raja Brunei]
Ini sih bukan soal mental, tapi duit.
[keberanian mental nya terutama sama tetangga dan kawan2 kita yang gak (:baca belum) mampu buat poligami]
Jadi, isteri memang bukan faktor utama ya?
Serius, kalau mau poligami, mendingan kalau masih muda. Dari sisi keuangan, sebenernya, kalau karier tidak melesat, peningkatan pendapatannya gak signifikan sekarang apa nanti. Jadi gak ngefek juga.
Dari sisi isteri pertama, kalau masih muda, dia masih punya banyak pilihan. Kalau mau dimadu monggo, kalau minta cerai, dia masih bisa coba cari kerja dan hidup mandiri. Apalagi kalao belum punya anak, akan lebih ringan. Dari sisi penampilan, dia akan lebih mudah untuk mencari jodoh baru.
Oke, masalahnya memang keberanian: berani enggak dituntut cerai isteri.
Kalau poligami saat sudah mulai tua sih, kemungkinan isteri minta cerai sudah turun setengahnya. Ini sih namanya memanfaatkan kelemahan isteri.
[saya masih menganggap kalau anak cowok itu penerus "nama keluarga" ]
Kasihan kanjeng nabi yang tidak punya penerus nama keluarga.
[jadi, poligami harus sama yg kinyis2? Itu sih, yg bujangan juga mau.. ] gimana mau ON kl sama nenek2 ...
[Coba tanya temen cewek yg sudah bersuami.] ada dua kubu sih ... intinya ada cewek yang tidak nolak tp dgn syarat
[Ini sih bukan soal mental, tapi duit.] duid / kantong tebel itu bikin orang pede ... ya opini saya
[Jadi, isteri memang bukan faktor utama ya?] dalam opini saya sih bukan ...
[Serius, kalau mau poligami, mendingan kalau masih muda. Dari sisi keuangan, sebenernya, kalau karier tidak melesat, peningkatan pendapatannya gak signifikan sekarang apa nanti. Jadi gak ngefek juga.] ini saya lihat saja rata2 yang poligami umur 40 tahun ke atas ... umur 40 tahun itu... rata2 cowok mapan lah, anak sdh gede, sementara istri yang sdh beranak dua tiga, akibat gravitasi bumi ya bodynya sdh tidak berbody lagi ... kira2 inilah puber kedua ... beda daerah mungkin beda umur ...
[Dari sisi isteri pertama, kalau masih muda, dia masih punya banyak pilihan. Kalau mau dimadu monggo, kalau minta cerai, dia masih bisa coba cari kerja dan hidup mandiri. Apalagi kalao belum punya anak, akan lebih ringan. Dari sisi penampilan, dia akan lebih mudah untuk mencari jodoh baru.] sip lah
[Oke, masalahnya memang keberanian: berani enggak dituntut cerai isteri.] wah tidak pernah saya masukan dalam faktor utama
[Kalau poligami saat sudah mulai tua sih, kemungkinan isteri minta cerai sudah turun setengahnya. Ini sih namanya memanfaatkan kelemahan isteri.] opini gw bukan masalah memanfaatkan atau tidak memanfaatkan istri, karena tidak masuk hitungan ... cowok umur 40 tahun or above, kantong tebel ... "perut gendut" atau bisa saja body tegap rajin fitness ... lihat teman kantor pakai baju yang ketat2 ... lihat mahasiswi yang muda, ceria dan segar ... jadi cenat-cenut.com ... iman kuat, imron nya gak kuat ...
[Kasihan kanjeng nabi yang tidak punya penerus nama keluarga.] kasihanilah orang yang masih hidup ... ngapain juga saya punya keyakinan dibanding2kan dengan sang nabi ... what is the kamsud???
[lets discuss the real life, Kang]
Oke, kalo bandingannya presiden, SBY anaknya laki2 semua.
Jadi, intinya, poligami itu emang buat nyari yg lebih muda saat istri sudah tidak muda lagi ya?
Ya sudah kalau begitu, diskusi selesai.
[ngapain juga saya punya keyakinan dibanding2kan dengan sang nabi ... what is the kamsud???]
Kalau2 sampeyan adalah pengikutnya. Beliau aja tidak keberatan dengan anak perempuannya. Pengikutnya mestinya tidak masalah juga.
Kalau sampeyan bukan pengikutnya, ya maafkan saya. Saya salah tebak.
Saya kasihannya malah sama anak sampeyan yang tidak dianggap sebagai penerus nama keluarga. Tapi ya monggo saja. Kalau urusannya keyakinan emang gak bisa didebat.
[Jadi, intinya, poligami itu emang buat nyari yg lebih muda saat istri sudah tidak muda lagi ya?] cobalah ente tanya Parto atau Kiwil kalau pas ketemu ...
[Kalau2 sampeyan adalah pengikutnya. Beliau aja tidak keberatan dengan anak perempuannya. Pengikutnya mestinya tidak masalah juga.] saya tidak masalah dgn anak2 perempuan saya, cuma saya termasuk yang menganggap anak cowok adalah penerus nama sang ayah ...
[Kalau sampeyan bukan pengikutnya, ya maafkan saya. Saya salah tebak.] wkkkkk .... wah mulai besok saya kudu pakai siwak donk sama pakai baju2 padang pasir ala Bang Madit (sinetron islam ktp)
[Saya kasihannya malah sama anak sampeyan yang tidak dianggap sebagai penerus nama keluarga. Tapi ya monggo saja. Kalau urusannya keyakinan emang gak bisa didebat.] setelah nabi skg kasihan sama anak perempuan saya ... cek di injil/alkitab cek di hadist2 .... para nabi mempunyai nazab ke nabi anu bin anu lewat jalur darah siapa??? bahkan (cmiiw) Yezus pun memakai darah Yusuf (bukan ayah kandung) buat sampai ke The Great David ...
sebenarnya sdh gw tulis secara jelas buat si @Lailatul 'Ursy bhw gw gak polygami karena ....
1. masalahnya ... duwite laka ... (meaning "no have abundant money")
2. lagipula poligami itu membutuhkan keberanian mental ... (rata2 yang poligami umurnya 40 thn atau lebih ... he3x sensus pribadi ...). kalau ada duit pun, belum tentu "berani gak malu atau gak pede" dgn tetangga di sekitar rumah bini lama atau tetangga di rumah bini baru ...
jadi yang gak berani polygami ada godaan buat selingkuh, nikah siri atau beli sate ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat